Jungkat

Paket Komplit 6 Jutaan Laptop & Tablet: Review ADVAN 360 Stylus Pro (AMD) (YouTube Video)

  • 10/06/2025

Ini adalah laptop convertible 2 inone paling terjangkau dari Advance yang menggunakan prosesor AMD. Tenang, walaupun terjangkau prosesor sudah pakai AMD Ryzen 7030 U series yang berbasiskan Zen 3. Jadi, masih lumayan kekinian nih performanya. RAM-nya juga pakai SODIM, jadi bisa di-upgrade. Layarnya pakai IPS bukan TN dan tentunya bisa touch screen. Ada stylus pen juga dalam paket penjualannya. Bahkan bodinya pakai bahan metal. Ini serius nih Advan nih. Harganya cuma Rp jutaan doang ya. Ini adalah Advan 360 Stylus Pro versi AMD. Ya, kita emang udah pernah nge-review Advance 360 Stylus Pro sebelumnya, tapi itu yang prosesornya pakai Intel. Nah, sekarang kita review adalah versi AMD-nya. Nah, bedanya apa aja? Nah, mari kita mulai pembahasannya dari spesifikasinya. Untuk prosesor yang satu ini pakai AMD Ryzen 57430 U ya. Code name-nya Barcelo Refresh. CPU architecture-nya sudah Zen 3 di sini. Fabrikasinya TSMC 7 nanm Fin Fat. Default TDP-nya adalah 15 wat. Dia punya 6 core 12 thread dengan total L3 cas-nya 16 MB. Untuk intrate grafisnya dia pakai IMD Radon graphics dengan 7uh compute units. Sementara untuk kapasitas wiram default-nya adalah 512 MB. Tapi tenang, kita bisa mengubah kapasitas wir RAMnya melalui menu BIOS hingga sampai 4 GB. Nah, untuk RAM bawaannya adalah 8 GB DDR4 3200 MHz single channel. Jadi, laptop ini juga punya dua slot sodim ya. Nah, ini membatnya masih bisa di-upgrade kapasitasnya. Nah, untuk storage dia pakai 512 GB SSD M.2 NVM PC Gen 3 4. Untuk connectivity dia menggunakan modul real yang sudah mendukung Wii 5 dan Bluetooth versi 5.1. Kapasitas baterainya lumayan besar di 60 wat hour ya. Ini lumayan untuk harganya ya. Untuk OS tentunya pakai Windows 11. Form factor ya ini adalah two inone convertible. Jadi laptop ini bisa diubah menjadi tablet dengan memutar layarnya 360 derajat. Selain itu, laptop ini juga dapat digunakan di mode atau tenda dan juga mode display. Untuk materialnya metal. Nah, ini menarik ya karena laptop lain di kelas harga segini biasanya pakai polikarbonat atau plastik. Untuk warna ini abu-abu dengan permukaan yang dove ya. Nah, desainnya sekarang kita lihat Advan 36C Stylus Pro versi AMD ini ternyata menggunakan sasis body yang sama persis seperti versi Intel. Jadi penampilannya mirip banget. Kalaupun ada perbedaannya hanya terletak pada stiker di area palmrest-nya aja. Secara keseluruhan penampilan laptop ini terasa profesional jadi cocok dipakai untuk kalangan pekerja maupun untuk mahasiswa. Untuk dimensinya panjang 31,5 cm, lebar 22 2,9 cm, dan ketebalan di 1,8 cm. Bob-bobotnya untuk laptopnya aja di 1,54 kg. Untuk charger 205 gr. Nah, ini adalah charger 65 watt dengan konektor USB type C. Charger ini menggunakan desain seperti charger smartphone ya. Jadi praktis kalau mau dibawa-bawa. Tapi untuk bagian kabelnya ini enggak bisa dilepas. Total bobotnya kalau dibawa-bawa dengan chargernya adalah di kisaran 1,74 kg. Untuk display atau layar ukurannya adalah 14 inci. Resolusinya 1920 * 1200 pikel dengan aspek rasio 16: 10. Ini adalah panel IPS. Nah, kalau kami ukur dengan alat kami hasilnya adalah tingkat kesaran maksimalnya itu di 322 nits saat berada dalam ruangan. Sementara untuk tingkat gamut coversnya ada di 60,2% sRGB dengan gamut volume di 61,1% sRGB. Memang dengan kar gambut seperti ini, layar ini memang masih kurang pas kalau mau digunakan untuk editing kelas profesional yang butuh akurasi warna tinggi. Tapi kalau mau dipakai untuk editing sederhana yang enggak butuh akurasi warna tinggi-tinggi amat harusnya enggak jadi masalah sih. Apalagi panelnya udah IPS paling enggak tampilannya konsisten terus mau dilihat dari sisi manapun. Nah, untuk dipakai nonton film masih ok lah yang satu ini ya. Nah, layar laptop ini juga tentunya punya kemampuan touch screen ya, namanya juga two ininone convertible ya. Kita bisa mengoperasikan layar ini dengan sentuhan jari atau salus pen yang disertakan dalam paket penjualan. Ya, walaupun harganya terjangkau, tetap ada bonus stylus pen di dalamnya. Jadi enggak perlu beli-beli lagi. Asal menyebutkan kalau stylus pen ini mendukung 4096 pressure level. Oh, menarik nih ya. Dan stylus pan ini menggunakan baterai isi ulang yang dapat dicharge melalui konektor USB type C. Jadi lebih praktis aja. Sayangnya konektor USB tersebut dilengkapi tutup karet yang tidak tersambung ke body stylus pen. Jadi ada resiko hilang nih kalau enggak hati-hati nih ya. Sementara untuk bingkai layar itu sudah menggunakan desain yang tipis untuk sisi kanan dan kirinya. Nah, laptop terjangkau ini dilengkapi dengan kamera 1080p. Biasanya kan harga segini 720p ya. Nah, untuk model mikrofonnya itu ada dua buah yang ditempatkan pada sisi kanan dan kiri kamera. Uniknya laptop terjangkau ini ternyata dilengkapi dengan privacy shutter. Jadi kita bisa mematikan modul kamera, dan mikrofon secara bersamaan supaya lebih aman aja kalau enggak dipakai. Ini biasanya ya fitur kayak gini adanya di laptop yang harganya di atas R juta lah ya. Ini R jutaan. Nah, untuk kamera di laptop 6 jutaan kualitas gambarnya tergolong cukup baik meskipun tentunya tidak bisa dibandingkan dengan kamera 1080p di laptop yang lebih tinggi harganya. Sementara untuk mikrofon ternyata mampu menangkap suara kami dengan cukup jelas dan cukup natural. Untuk noise cancellation saynya memang di sini tidak ada suara bising sekitar kami itu masih bisa masuk ke dalam mikrofon tapi suara kami ternyata masih terdengar dengan cukup jelas di sini ya. Saat ini saya mau menguji apakah laptop 6 jutaan dari Advance ini punya fitur noise cancellation atau tidak. Jadi gimana nih suara bising di sekitar saya apakah masih masuk ke mikrofon atau enggak? Ya, jadi seperti inilah kemampuan kamera dan mikrofon dari laptop convertibel dari Advance dengan prosesor AMD yang satu ini. Jadi, gimana nih kemampuan kamera dan mikrofonnya oke atau enggak? Nah, untuk sistem audionya laptop ini dilengkapi dengan dua buah speaker dengan arah keluaran suara ke alas laptop. Untuk kelas harganya, suara yang dihasilkan laptop ini ternyata cukup lantang juga. Tapi untuk kualitasnya memang tidak bisa dibilang yang paling hebat di kelas harga R jutaan. Walaupun enggak mengecewakan juga ya, sektor bass terasa tipis, jadi suara terasa agak kurang warm di sini. Sedangkan untuk sektor high itu terasa sedikit menusuk meskipun tidak sampai ke tingkat yang membuat telinga kita sakit ya. Oke, untuk konektor dan tombol di sebelah kiri ada satu USB type C ya. Konektor set ini khusus digunakan untuk nge-charge laptop aja, tidak bisa untuk transfer data atau display output. Lalu ada USB 3.2 gen 1, ada satu HDMI. Nah, di sini ada lagi satu USB 3.2 gen one type C. Nah, yang ini mendukung power delivery. Jadi, bisa juga digunakan untuk nge-charge laptop, lalu display output dan transfer data. Beralih ke sisi kanan, di sini ada tombol privacy shutter, lalu ada tombol power on off, ada micro SD carder. Sayangnya slot micro SD ini menggunakan tray, jadi membutuhkan semacam alat SIM ejector gitu ya untuk masasukkan atau mengeluarkan micro SD card-nya. Kemudian masih ada satu USB 3.2 Gen One type C yang hanya mendukung transfer data lagi. Lalu ada satu USB 3.2 gen ada 1 Gabit Ethernet. Ini konektor yang udah jarang ya diberikan di laptop tipis masa kini. Bahkan yang harganya puluhan juta pun jarang yang pakai ini ya. Tapi di sini ada konektornya. Lalu ada 1 3,5 mm audio combo jack juga. Dan ada satu Kensington lock slot. Oke, kita bicara soal keyboard-nya. Untuk versi AMD ini keyboard-nya tetap mirip seperti versi yang sebelumnya ya dengan tombol chickletnya ini ya. Tata letak tombolnya juga tetap mirip dengan ukuran tombol yang besar-besar. Menariknya tombol anak panah dibuat sama besarnya seperti tombol lainnya. Meskipun hal tersebut membuat ukuran tombol shift kanan jadi agak mengecil. Posisi tombol shift kanan juga dipindah ke sisi kanan tombol panah yang membuat kita butuh beradaptasi supaya terbiasa. Selain itu, lagi-lagi kami tidak menemukan tombol home and page up dan page down di laptop ini. Ya, buat yang terbisa menggunakan tombol tersebut, hal ini mungkin akan menyebabkan navigasi jadi terasa agak kurang nyaman. Ya, sedikit beda. Butuh pembiasaan di sini. Akan tapi untuk yang jarang pakai ya harusnya enggak ada masalah ya. Tapi tenang ya, kalau kita pasang keyboard tambahan fungsinya tetap ada ya. Itu hanya keyboard bawaannya aja yang enggak punya. Nah, keyboard-nya ini juga dilengkapi dengan lampu backlit putih dengan dua tingkat kecerahan yang bisa diatur dengan tombol function plus F9. Nah, untuk touchpad ini areanya punya ukuran 13,5 * 7,7 cm. Posisinya center to body yang memanjang dari tombol alt hingga kontrol kanan. Untungnya hanya sedikit bagian telapak tangan yang masuk ke area touchpad saat kita sedang mengetik. Jadi, enggak terlalu mengganggu kenyamanan. Pergerakan jari kami atas permukaan touchpad juga masih lancar meskipun ini tidak pakai bahan yang kaca itu ya. Oke, untuk cooling system pendinginan laptop ini dilengkapi dengan satu buah heat pipe dan satu buah kipas. Untuk ventilasi pembuangan panasnya itu mengarah langsung ke belakang. Sekarang kita masuk dalam aspek performa. Nah, perhatikan di sini bahwa selain dalam kondisi default, laptop ini juga akan kami uji dengan konfigurasi dual channel 2 * 16 GB. Kami menggunakan konfigurasi 2 * 16 itu karena kami sudah enggak punya RAM 8 GB lagi untuk nemenin E 8 GB yang tadi. Oke, kita langsung aja masuk ke Cineb R23 nyolok ke charger nih ya. diabilitasnya selama 30 menit. Skor tertinggi yang didapatkan adalah 7.800 poin. Sementara skor yang bisa dipertahankan ada di kisaran 6.200 sampai 6.300 poin. Sekarang kalau kita tidak nyolok ke listrik alias hanya pakai baterai aja, kita lihat bahwa ee skornya malah naik sedikit ke 6.300 sampai 6.400 poin. Nah, di sini kelihatan ya nyolok pakai charger atau tidak performanya enggak beda jauh. Nah, untuk suhu kerjanya di awal pengujian supressor sempat naik ke kisaran 82 derajat celcius. Tapi aman karena akhirnya dia turun dan terkendali di bawah 70 derajat celcius. Oke, langsung aja kita lihat Premiere Pro 2025 ya. Videonya full HD 60 fps 2 menit 7 detik dengan software only single channel sesuai dalam waktu 3 menit 50 detik. Kalau kita pakai dual channel sesuai dalam waktu 3 menit 1 detik. Kalau kita pakai GPU Acceleration viacal single channel 5 menit 54 detik, dual channel 3 menit 7 detik. Nah, untuk su kerjanya full HD video export dengan akselerasi open ya. SU rata-rata pressor dapat dikendalikan di bawah 70 derajat celcius meskipun sempat ada kenaikan ya 1 derajat aja ke 71 derajat celcius. Lanjut ke Daavinsi Resolve 19.1. Ini software video editing kelas profesional tapi ini versi gratisnya ya. Videonya masih sama full HD 60 fps 2 menit 7 detik. Untuk single channel sesuai dalam waktu 8 menit 4 detik. Dua channel 4 menit 51 detik. Wah ini beda banget hasilnya ya. Nah, untuk su kerjanya pada saat melakukan full HD video export di beberapa menit awal pengujian suprasor sempat mencapai 75 derajat Celcius sebelum akhirnya turun di bawah 65 derajat Celcius. Aman sekali di sini. Lanjut untuk CapCut. Resolusinya sama, durasinya juga sama videonya ya. Untuk single channel selesai dalam waktu 3 menit 9 detik. Untuk dua channel 1 menit 57 detik. Oh ini kencang banget. Nah, untuk suhu kerjanya bersama melakukan full HD video export. Di setengah durasi pengujian, supressor sempat berada di rentang 80 sampai 90 derajat celcius sebelum akhirnya turun di bawah 70 derajat Celcius. Lagi-lagi masih aman banget. Oke, kita langsung coba GPU test sekarang ya dengan trim spy graphic test. Kita lihat kalau single channel kita dapat 763 poin. Sementara untuk dual channel kita dapat 11126 poin. Ada kenaikan performa IGP atau integrated graphic processor itu sekitar 47% saat menggunakan dual channel. Jadi kalau beli laptop ini pastikan upgrade ke dual channel biar main game-nya jadi lebih lancar. Hmm jauh lebih lancar maksudnya. Nah, untuk gaming kita langsung akan coba dengan konfigurasi dual channel dan VAM-nya kita naikkan ke 4 GB. Nah, untuk hasilnya kurang lebih seperti ini. [Musik] W quho Oke, untuk suhu kerjanya di game terakhir ya, 30 menit main GTA 5. Di sini supressor terkendali di bawah 70 derajat celcius. Untuk suhu permukaan body main game yang tadi selama setengah jam untuk keyboard titik paling panas kami temukan di tombol angka del. dengan suhu bergisar 39 sampai 40 derajat celcius. Area panasnya kami temukan di tengah keyboard dengan suhu berkisar 38 sampai 39 derajat celcius. Sementara untuk area sebelah atas keyboard itu suhunya mencapai 45 ke 46 derajat celcius di dekat lubang ventilasi pembuangan panas. Itu wajar ya. Sementara untuk su pamres itu berada di bawah 35 derajat celcius. Perlu diperhatikan suhu permukaan seperti ini hanya terjadi kalau kita jalankan aplikasi berat seperti game dalam jangka waktu yang lumayan panjang. Kalau aplikasinya ringan ya super permukanya lebih rendah lagi. Lanjut untuk stor dengan kristalma kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya di 3.523 MB/ dan tulisnya di 3088 MB/ Buat kelas harganya ini kencang banget ya. Oke, sekarang kita tes kemampuan baterainya seperti apa. Nah, di sini kita pasang tingkat kecerahan diatur ke 150 nit dengan volume suara di 25%. Untuk 1080p local video playback ini nyaris 11 jam ya, tepatnya 10 jam 58 menit. Untuk laptop harga R jutaan ini sih irit banget ya. Nah, lalu kita charging bagaimana? 30 menit pertama sudah terisi di 38%. Sementara itu dari kosong sampai penuh kita butuh waktu 2 jam 47 menit. Ini sih agak lambat sih sebetulnya. Harapan kami ada di 2 jam. Tapi kalau diperhatikan lagi, baterai sebetulnya terisi di 96% dalam waktu 2 jam. Jadi sisa 4%-nya itu yang butuh waktu cukup lama di 47 menit. Oke, untuk harga itu ada di Rp6.99. Rp999.000. Tapi coba deh kalian cek ya, dapat harga berapa nih laptop Advance-nya. Tadi kan harga resminya. Coba deh cek terus tulis di kolom komentar dapatnya di harga berapa. Nah, untuk bonus pembelian kita dapat stylus pen dan untuk garansi dapat 1 tahun dari Advance Indonesia. Oke, kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, RAM bawaan masih single channel tapi aman karena ada slot SODIMnya, jadi tinggal upgrade aja. Saran kami sih langsung upgrade aja paling enggak tambah 8 lagiah jadi 16 gig. Kemudian waktu charging ke 100% ini agak lambat ya walaupun dalam 2 jam sebetulnya sudah nyampai 96%. Lalu untuk keyboard dia enggak punya tombol home and page up dan page down. Dan di sini belum tersedia Microsoft Office. Tapi kalau mau instal Microsoft Office bisa, enggak ada masalah tapi beli dulu ya. Nah, kemudian untuk garansi ini memang cuma ada 1 tahun saja. Nah, dari sisi menariknya dia multifungsi. Dia bisa jadi laptop, bisa jadi tablet juga dan dia juga langsung menyertakan stylus pen untuk nulis. Atau untuk gambar bisa juga ya. Dia sudah pakai AMD Ryzen 7030 U series. Ini nyaman untuk multitasking. Kuat buat editing video di 1080p 60 fps. Bahkan ya kuat main game tipis-tipis juga. SU kerja terkendali dengan aman di sini. Baterai juga sangat irit untuk laptop 6 jutaan. RAM-nya bisa di-upgrade, bodinya udah metal. Layarnya IPS, konektornya lengkap, bahkan ethernet port juga masih ada. Keyboard-nya itu punya backlit, kamera 1080p, ada privacy shutter juga di sini. Jadi lebih aman. Jadi pertanyaannya Advan 360 Stylus Pro versi AMD ini cocoknya buat siapa? Pastinya yang sebenarnya kan akan cocok banget buat yang butuh perangkat laptop sekaligus tablet tapi penginnya harganya murah, komplit, dan bisa di-upgrade juga. Dipakai untuk sekolah atau kuliah ini oke banget. Dipakai untuk kerja enggak ada masalah asal pekerjaannya emang sesuai dengan kemampuan laptop yang satu ini. Dipakai untuk video editing masih kuat asal videonya emang 1080p 60 fps ya maksimum ya. Lalu dipakai untuk perangkat gambar juga bisa ada stylus pennya kan. Dan performance-nya udah lumayan juga ya. Mau buat programming ya bisa-bisa aja asal aplikasinya memang sesuai dengan hardware laptop ini. Dipakai main game tipis-tipis juga masih bisa asalkan setting grafisnya disesuaikan dan lebih mantap lagi atau seharusnya diwajibkan aja L ya kalau mau main game itu harus pakai dual channel deh ya biar mantap. Jadi Advan 360 Styalus Pro versi AMD ini adalah salah satu solusi hemat dan lengkap dan lumayan powerful yang tersedia di pasaran ini kalau kalian butuhnya dua perangkat sekaligus laptop dan juga tablet Windows. Saya Ded Irfan. J TV

Lihat di YouTube