Jungkat

Paket Lengkap Fleksibel, Siap Pakai, Unik, Banyak Fungsi - Review LG Smart Monitor Swing (32U889SA) (YouTube Video)

  • 23/09/2025

Ini bukan smart monitor biasa. LG menyebutnya sebagai smart monitor swing. Monitor ini hadir dengan rolling stand di dalam paket penjualannya. Nah, rolling stand ini juga menawarkan fleksibilitas tinggi untuk pengaturan posisi monitor. Ada pengaturan ketinggian, kemiringan, arah, serta orientasi. Menarik ya. Enggak heranlah kalau Smart Monitor ini dapat CES Innovation Award di awal tahun 2025. Tapi tentunya bukan cuma desain unik dan inovatif ini ya jadi keunggulannya ya. Monitor 31,5 inch ini juga menawarkan resolusi 4K. Panelnya IPS 10 bit jadi bisa menampilkan 1,07 miliar warna. Kal gambutnya dijanjikan mencapai 90% dp3. Jadi seharusnya cocok untuk berbagai aktivitas. Lalu ini smart monitor. Kita bisa langsung pakai motor ini untuk menikmati konten tanpa perlu menghubungkannya ke perangkat lain. Ya, ada web OS di monitor ini. Oke, langsung aja kita mulai pembahasan LG Smart Monitor Swing ini. Oke, LG Smart Monitor Swing 32 U889SA. Ini bukan pertama kalinya ya mereka menawarkan monitor dengan rolling stand seperti ini. Sebelumnya ada LG Standby Mega juga hadir dengan rolling stand. LG memang menyebutkan kalau smart monitor swing ini adalah evolusi yang lebih lanjut dari standby Me. Jadi monitor ini menawarkan fleksibilitas penggunaan yang lebih baik lagi. Oke, langsung aja kita mulai pembahasan dari si LG Smart Monitor Swing ini dari paket penjualannya. Tentunya monitor ini hadir dalam bok yang terbilang besar dan relatif berat di sini ya. Saat dibuka dalam bok besar tersebut ada tiga box lagi. Nah, kita coba lihat isi bok-bok tersebut. Kita mulai dari yang paling besar. Isinya adalah base stand. Lalu ada cover base stand. Leher stand. Ini ah dikunci dengan mekanisme khusus di posisi 90 derajat. Jadi di bok yang paling besar isinya malah komponen penyusung rolling stand-nya. Nah, perlu diperhatikan di sini sebelum monitor terpasang ke stand jangan lepas mekanisme pengunci leher stand ini ya. Ini sengaja dikunci agar tidak membahayikkan kita saat proses pemasangan smart monitor swing ini. Lalu kita lihat dulu isi bok kecil yang manjang ini. Isinya adalah adaptor daya, kabel AC input, kabel HDMI, konverter USBC ke USBA, dan ada remote serta set baut untuk pemasangan leher stand ke base stand. Dan tentunya masih ada satu box lagi yang isinya adalah unit monitor. Jadi kurang lebih seperti itu ya komponen penyusun LG Smart monitor swing ini. Oke, kita coba rakit dulu monitornya. Ini kita mulai dari merakit rolling standnya tentunya. Pertama kita pasang dulu leher stand ke base stand dengan menggunakan empat baut yang tersedia. Lalu kita bisa juga pasang adaptor daya ke dalam base stand-nya. Ada tempat khusus untuk adaptor daya serta jalur untuk kabelnya. Jangan lupa pasang kabel dari adaptor ini ke extension yang sudah disertakan LG di leher stand. Sementara untuk kabel input daya ke adaptor ada celah di bagian belakang base stand yang bisa jadi jalur masuk kabelnya. Nah, setelah itu pasang cover base stand-nya. Nah, kalau adapter daya diletakkan di dalam base stand, kabel power yang disertakan bisa jadi tersisa terlalu pendek. Ini membuat kita harus menempatkan smart monitor swing ini dekat dengan colokan listrik. Jadi, sedikit mengurangi aspek fleksibilitas dari monitor yang satu ini. Tapi bukan berarti enggak ada solusinya, ya. kita bisa saja memilih untuk tidak menempatkan adapter daya di dalam base stand. Nah, jangkauan kabel power jadi terlihat lebih panjang di sini. Untuk opsi lainnya, kita bisa saja ganti kabel input daya dengan kabel sejenis yang lebih panjang atau bisa juga kita tambahkan extension sendiri sesuai dengan kebutuhan. Oke, lanjut lagi. Berikutnya kita pasang layar monitor ini ke tempatnya di ujung atas leher stand. Ini dilakukan secara tooless ya. Cukup posisikan mounting di leher stand ke tempat yang seharusnya. Layar monitor ini akan terpasang erat ke stand. Lalu jangan lupa pasang extension kabel power ke port DC in di sisi belakang monitor. Terakhir lepas mekanisme pengunci leher stand yang tadi itu ya yang kita bilang jangan dibuka dulu tuh ya. Nah, LG Smart Monitor Swing ini langsung siap untuk digunakan ya. Secara umum monitor ini mengusung desain minimalis dan rapi. Warna dasarnya adalah putih. Sudut-sudut layar sengaja dibuat melengkung supaya tidak terlihat kaku ya. Nah, layar monitor ini flat dengan bezel yang terbilang cukup tebal khususnya untuk basel di atas layar. Ada sensor di area tengah bezel atas layar ini. Mungkin itu penyebab jadi tebal ya. Nah, beralih ke bagian belakang layar monitor. Ada dua buah speaker. Satu ditempatkan di area kiri dan satunya tentunya di area kanan. Di tengah bagian belakang ini tentunya ada bracket untuk pemasangan ke mounting di leher stand. Kalau perlu dia juga bisa mendukung penggunaan Vesa mount 100* 100 mm. Nah, ada satu tombol di bawah area bracket yang bisa digunakan untuk melepas pengait mounting. Ada juga satu Kensington lock slot di samping kiri area bracket tersebut. Sementara untuk konektor IO itu ada di samping kanan area bracket. Di sini ada satu USBC untuk konektor dari monitor ke PC. Ini juga mendukung USB power delivery sampai 65 watt. Kalau kita pasang ke laptop yang kebutuhan dayanya di bawah 65 watt, ini bisa digunakan untuk ngisi ulang baterai laptopnya. Kemudian ada dua USBC untuk fitur USB hub. Di sini ada dua HDMI 2.0 port dengan label HDMI 1 yang mendukung arc atau Earc untuk koneksi ke soundbar. Lalu tentunya ada DC in. Nah, di area tengah bawah ini juga ada joystick 5 arah untuk pengendalian monitor. Sementara di area atas sisi belakang ada magnetic pin untuk koneksi ke webcam. Nah, untuk webcam-nya ini bisa dibeli terpisah ya kalau memang dibutuhkan. Oke, untuk dimensi monitornya lebar 72,7 cm, tinggi 43,7 cm, ketebalan di 2,8 cm. Sementara bobotnya sekitar 6,1 kg. Oke, sekarang kita beralih ke stannya. Warnanya juga putih senada dengan warna body belakang monitor. Baik untuk leher stand maupun cover base stand. Terdapat lima roda di dasar bas stand. Tentunya ini juga jadi penyebab kenapa stand ini disebut sebagai rolling stand ya. Nah, saat cover basan terpasang dimensi basan ini sekitar 42 * 42 cm. Sementara tinggi permukaan atasnya sekitar 5,5 cm. Lalu ke leher stand. Ada dua exel yang misalkan leher stand ini. Jadi ada tiga segmen dia ya. Kedua exel ini didesain sedemikian rupa sehingga saat kita gerakkan segmen ketiga posisinya selalu dipertahankan 90 derajat dari segmen pertama. Ini merupakan bagian dari mekanisme pengaturan ketinggian monitor ya. Nah, rentang pengaturan ketinggiannya itu sekitar 32,9 cm berdasarkan keterangan dari LG. Jadi, di posisi terendah dasar monitor akan ada di ketinggian 53,5 cm saat layar ada di orientasi horizontal. Sementara untuk posisi tertingginya, dasar monitornya itu ada di ketinggian 86,4 cm. Stan ini tidak bisa kita atur sampai segmen pertama dan segmen kedua itu jadi tegak lurus ya. Memang cuma sampai di posisi seperti ini aja paling tingginya. Nah, desain leher stand ini membuat posisi layar monitor akan jadi lebih maju saat ada di posisi terendah. Kurang lebih seperti ini. Jadinya posisinya ya. Oh ya, tadi kan kita sebut bahwa itu tadi orientasi horizontal. Apakah stand ini bisa dipakai dalam orientasi vertikal? Ya, bisa juga. Ada mekanisme pengaturan pivot yang memungkinkan layar ini diputar berlawanan dengan arah jarum jam sampai 90 derajat. Pengaturan lainnya itu ada swivel atau menoleh ke kiri dan kanan. Rentangnya bisa 60 derajat ke kiri sampai 90 derajat ke kanan. Sementara untuk tilt, monitor ini bisa menunduk sampai 20 derajat dan menengadah sampai 50 derajat. Stan ini bobotnya sekitar 15,1 kg dalam keadaan adapter daya tidak terpasang ke dalam basan. Jadi, bobot total stan beserta monitornya kurang lebih 21,2 kg. Itu belum dengan adaptor dayanya ya. Ya, walaupun berat tersedia rolling stun ini membuat LG Smart Monitor Swing ini secara umum tetap sangat mudah untuk dipindahkan tapi bukan dengan cara diangkat. Nah, apakah stand ini bisa dipakai untuk monitor LG yang lain? tentunya bisa selama monitor tersebut punya bracket area dengan desain yang sama serta bobotnya 4 sampai 6,5 kg. LG sendiri menyebutkan beberapa monitor yang kompatibel dengan rolling stand ini di buku manual monitor ya. Nah, lalu kita lihat untuk spesifikasi monitornya. Diaal layarnya adalah 31,5 inci. Panelnya IPS touchcreen. Resolusinya 4K USD alias 3840 * 2160 pikel. Response time-nya 5 ms grade to grade di mode faster. Refresh set-nya 60 Hz. brightness-nya up to 350 nits. Untuk color gambut dijanjikan ada di kisaran 95% di CP3. Bit dep-nya adalah 10 bit ya 10 bit. Viewing angle diclaim 178 derajat horizontal dan vertikal. Untuk HDR dia support HDR1. Untuk fitur dia punya auto brightness, flicker safe, accessibility dan lain-lain. Sementara speakernya itu adalah 2 * 5 wat. Untuk OS fungsi smart-nya ini adalah menggunakan web OS. LG menyajikan update OS untuk smart monitor ini akan tersedia sampai 5 tahun ke depan. Ya, ada janji update-nya nih ya. Menariknya, WebOS OOS ini juga kompatibel dengan Google Chromecast, Apple AirPlay 2, serta fitur screen sharing yang umum digunakan. Lalu ada juga dukungan Home Office. Kita bisa pakai app berbasis cloud seperti Microsoft 365 atau Google langsung dari Smart Monitor ini. Dan kalau butuh fitur remote PC itu juga sudah di-support di sini ya. Nah, untuk aktivitas tes dia bisa pakai Bluetooth atau Wii. Oke, karena ini adalah smart monitor ada setup awal yang harus kita lakukan dan ini standar ya. lebih mengarah ke menghubungkan monitor ke Wii dan masuk ke LG account. Setelah itu monitor bisa langsung kita gunakan. Kita tentunya bisa langsung pakai monitor untuk menikmati konten dengan memanfaatkan berbagai aplikasi yang tersedia dalam web OS. Secara standar di sini ada Netflix, Prime Video, Apple TV, Disney Plus, Hotstar, YouTube, dan IG. Kalau butuh aplikasi lain, kita bisa dapatkan dari apps ini ya. Terlihat ada cukup banyak aplikasi di sini, termasuk untuk beberapa aplikasi streaming lokal. Tinggal pilih aja mau streaming konten dari aplikasi yang mana. Nah, untuk navigasi di web OS kita bisa pakai remote control yang tersedia atau bisa juga dengan manfaatkan touch screen-nya langsung ke layar aja. Nah, bagaimana kalau kita pakai motor ini untuk output dari perangkat lain? Nah, kita coba ya. Saat dicoba dengan HDMI maupun USBC, kita bisa mendapatkan resolusi 4K di 60 Hz dengan HDR aktif. Layar ini terdeteksi 10 bit. Jadi, benar-benar bisa menawarkan 1,07 miliar warna. Ini sangat sesuai dengan klaim LG. Kalau pakai USBC ya ada juga opsi USB power delivery sampai 65 watt. Jadi ini bisa memasuk daya ke laptop kita juga khususnya yang bisa pakai daya di 65 watt atau up to 65 watt. Biasanya sih ini laptop-laptop yang tin and light ya. Nah, USBC ini juga membuat kita bisa pakai input touch saat monitor ini dihubungkan ke PC desktop atau laptop tentunya kalau sistem operasinya mendukung. Selain itu tentunya USBC ini memungkinkan kita mengakses USB hub yang ada di monitor ini. Bisa untuk dua port USBC lain yang tersedia atau bisa juga untuk webcam kalau kita pasang webcam ke monitor. Oke, sekarang kita coba dulu skenario penggunaan monitor ini ya. Fleksibilitas tinggi yang ditawarkan rolling stan membuat kita cukup bebas ya dalam memposisikan monitor yang satu ini. Mungkin yang paling standar ya seperti gini ya. Nah, rolling standnya kita tempatkan di belakang meja. Jadi kita bisa pakai monitor ini sebagai monitor utama pada umumnya. Tapi meja kita jadi terasa lebih lega karena enggak ada stan yang makan tempat di atas meja kita. Sayangnya di meja kerja standar kantor kami ini cuma bisa untuk orientasi horizontal aja. Untuk orientasi vertikal, posisi tertinggi yang ditawarkan oleh Stan masih belum membuat monitor ini bisa sepenuhnya berada di atas meja. Nah, yang menarik kalau kita butuh pakai monitor ini di tempat lain bisa dengan mudah dipindahkan. Ya, misalnya kita pakai monitor di meja kerja eh tiba-tiba diajak rapat tapi di ruangan itu tidak ada proyektor atau monitor untuk display dari laptop. Rolling Stan akan sangat mudahkan kita menggunakan monitor yang satu ini. Enggak ada majari tempat meeting pun enggak masalah kan udah ada stannya ya aman. Atau kalau misalnya repot harus mindahin laptop ke tempat meeting, kita bisa saja pakai fitur dalam Webos untuk mendukung meeting tersebut. Ya, web OS ini memungkinkan kita menggunakan Microsoft 365 dan layanan Google. Jadi, kita bisa langsung akses email, membuka dan mengedit dokumen, spreadsheet, presentasi, dan berbagai aktivitas yang lain. Ini memang bukannya akan terasa super mulus ya, tapi paling tidak fitur itu sudah tersedia. Nah, lalu bagaimana dengan opsi penggunaan lain dengan manfaatkan fleksibilitas yang ditawarkan? Kalau mau dipakai anak-anak di meja yang agak pendek bisa nih ya dengan diatur ke posisi rendah seperti ini. Atau kalau kita mau nonton atau mau kerja sambil duduk di sofa bisa juga jadinya ya. Bahkan kalau mau sambil duduk di lantai juga bisa karena bisa sampai rendah banget nih posisinya. Mau nonton sambil nyantai tiduran di beinback bisa juga. Nah, bagaimana kalau dipakai saat kita berdiri? Secara umum ini masih bisa juga, tapi layar memang harus ditengadahkan seperti ini ya. Agar kita bisa mudah melihat tampilan layar. Bisa buat apa nih? Nah, kalau mau dipakai buat nonton konten seal berdiri sih bisa juga sih kalau mau ya. Mau dibuat untuk menampilkan materi untuk workshop singkat atau training, ini juga bisa. Atau mau manfaatin touch screen buat interactive digital sinus ini bisa juga. Mau dipakai buat kios pesan makanan atau minuman di resto bisa juga. Mau untuk penggunaan di tempat tinggal misalnya nih untuk di apartemen dia bisa dipakai buat layar utama untuk menikmati konten. Kalau misalnya mau nonton sambil rebahan bisa dengan mudah dipindahin aja ke tempat tidur. Bisa. Lalu misalnya mau masak di dapur sambil nonton bisa juga mindahin monitornya ke dapur. Atau kalau butuh nonton tutorial masak, nah bisa juga nih di dapur nih ya praktis jadinya. Lalu pas sedang WFH misalnya. Layar ini juga bisa juga dipakai untuk mendukung pekerjaan kita. Jadi ini memang pas untuk konsep satu layar untuk berbagai kebutuhan. Nah, menurut LG ada juga kegunaan smart monitor swing ini untuk kebutuhan yang lebih spesifik. Misalnya di rumah sakit. Fleksibilitas pengaturan posisi layar membuat pihak rumah sakit itu bisa lebih mudah menunjukkan satu hal di layar ke pasien. Nah, pada umumnya kan si pasien sedang berbaring di ranjang nih ya. Nah, pengaturan posisi layar yang ditawarkan monitor ini jadi bisa membantu atau bisa juga untuk layar pendukung fitness. Ada aplikasi LG fitness yang sudah disiapkan untuk kebutuhan tersebut. tentunya melihat fleksibilitas yang ditawarkan, kami merasa ada banyak sekali kemungkinan penggunaan monitor yang satu ini. Oke, tadi kan terkait penggunaan. Nah, bagaimana dengan kualitas tampilan dari monitor yang satu ini? LG menawarkan beberapa mode tampilan di sini seperti vivit, standar, cinema, sport, expert, serta ada juga filmmaker mode. Ya, kita coba cek color gamut di beberapa mode tersebut. Untuk mode standar, gamut coversnya ada di kisaran 99,7% sRGB dengan gamut volume di kisaran 123% SRGB. Kalau untuk DCIP3 gamut coversage dan volumen-nya ada di kisaran 87%. Jadi secara umum saturasi yang ditawarkan monitor ini sudah cukup baik. Bukannya terbilang rapi dan super-super akurat, tapi paling enggak tidak akan terasa kurang berwarna. Oke, beralih ke mode Vivit. Gamut coverage-nya masih ada di kesaran yang sama tapi gamut volume-nya naik ke 132% sRGB. Untuk di CP3 gambut coverage-nya juga naik ke kisaran 93%. Nah, di sini saturasi warna jadi sedikit lebih tinggi. Nah, untuk model lain bagaimana? Kita coba di sininema dan expert. Karakter color gambutnya itu mirip dengan mode standar. Di sini kami berharap mode expert ini seharusnya bisa menawarkan gamut coverage dan gamut volume yang dioptimalkan ke 100% srb. Ya, ini seharusnya akan lebih pas nanti jadinya untuk editing warna, untuk foto, dan video. Tapi ya bukan berarti ini enggak cocok untuk ngedit foto dan video ya. Kalau bukan yang butuh akurasi warna tinggi, ini masih sangat memadai. Nah, secara umum kualitas tampilan ditawarkan monitor ini membuatnya cocok untuk berbagai aktivitas. bisa untuk kerja atau untuk entertainment juga bisa. Oke, untuk brightness-nya saat kami ukur monitornya hanya mendapatkan maksimum sekitar 360 unit. Ini terbilang sudah mencukupi, tapi memang bukan yang bisa digunakan di ruangan dengan banyak jendela besar di tengah siang hari. Ya, untuk fleksibilitasnya, kami berharap sebetulnya brightness-nya bisa sedikit lebih tinggi lagi. Seandainya saja dia bisa mencapai 500 nit, fleksibilitas yang tawarkan motor ini mungkin bakal lebih membuka banyak skenario penggunaan. Termasuk misalnya untuk dipakai di area luar ruangan yang masih tertutup atap di siang hari. Mau meeting sambil nyantai di balkon kantor mungkin bisa tuh harusnya tuh. Oke, lanjut lagi. Untuk kedalaman warna gelap ini terbilang relatif baik ya. Memang belum bisa sampai yang terlihat hitam pekat banget tapi warna hitam di sini juga enggak kelihatan abu-abu. Udah sangat memadai. Nah, untuk viewing angle karena ini pakai panel IPS dan ini LG ya, view angle-nya itu sudah terbilang sangat luas. Kami nyaris tidak merasakan adanya pergeseran warna yang mengganggu. Ini sangat-sangat aman sekali. Oke, kita lanjut untuk kualitas audionya. Secara umum mid terbilang relatif penonjol. Ada sedikit bass, tapi ini memang bukan yang mendentum besar gitu ya. Untuk travel ini belum super rapi dan bisa jadi kadang-kadang terasa agak tajam. Suara yang dis kan juga terasa agak tipis ya, tidak terasa seperti ada separasi suara yang benar-benar memadai untuk ee audio yang kompleks suaranya. Untuk volume suara terbilang cukup kencang, tapi saat volume diatur ke atas 50% ee kualitas suaranya terasa agak jauh menurun ya. Trble terasa jadi lebih tajam dan bisa terasa agak menyakitkan di telinga. Sebetulnya sistem audio ini mungkin lebih cocok untuk kebutuhan seperti conference call atau online training gitu ya. Kalau untuk nonton konten yang lebih banyak mendedapankan suara orang atau mendengarkan musik yang tidak terlalu ramai ini masih mencukupi. Oke, sekarang mari kita coba pakai LG Smart Monitor Swing ini untuk main game. LG menyediakan game optimizer loh di monitor yang satu ini. Ada beberapa fitur khas gaming yang bisa diakses dari menu game optimizer tersebut termasuk untuk black equalizer. Kemudian game dashboard itu juga bisa diaktifkan. ALLM itu juga tersedia. Sayangnya refresh rate monitor ini memang cuma sampai 60 Hz. Jadi memang belum yang luar biasa hebat lah ya untuk gaming kompetitif atau untuk game-game yang butuh gerakan yang super mulus gitu. Selain itu belum ada juga dukungan variabel refresh rate di monitor yang satu ini. Tapi ya 60 Hz ya mau variabel ke mana memang ya. Nah, tapi secara umum untuk gaming triple A ini masih terasa sangat memadai sih. Apalagi tampilan warna dan saturasinya memadai banget. Ini membuat game tidak terasa kekurangan warna. Masih serulah gameennya gitu ya. Input like ini juga tidak terasa. Nah, menariknya untuk yang ingin pakai layanan cloud gaming di web OS ini terdapat akses untuk GeForce Now. Jadi, kita bisa main beberapa game yang tersedia di layar ini hanya dengan monitornya aja enggak perlu nambah yang lain-lain lagi. Sekarang mari kita lihat konsumsi dayanya. Nah, saat kami coba, monitor ini secara standar menggunakan daya di kisaran 38 sampai 43 watt. Di berbagai mode tampilan yang tersedia, konsumsi daya ini terbilang stabil. Dan jujur aja ini semua di bawah 50 wat loh. Ini konsumsi dayanya rendah. Oke, untuk harganya LG menawarkan monitor ini dengan harga kisaran Rp14.499.000 dan sudah termasuk rolling stann-nya tentunya. Ah, kalau kalian teriak mahal atau ada yang langsung bilang, "Mending beli stan sendiri aja, coba kita bahased ya soal harganya." Ini memang harga monitor ini bukan yang akan langsung terjangkau oleh banyak orang memang ya belasan juta. Tapi ingat, Smart Monitor ukuran 32 inci dengan resolusi 4K pakai panel VA aja ya yang di bawahnya IPS ya. harganya udah cukup tinggi. Sementara yang ini kan pakai IPS yang harusnya kualitas tampilannya di atas VA ya jauhnya. Jadi dari si layar monitornya aja harganya udah enggak mungkin rendah. Lalu kalau bicara soal stannya memang saat ini banyak tersedia stan untuk monitor yang bisa kita beli. Stan dengan roda juga ada di sini ya. Tapi stan yang menawarkan fleksibilitas pengaturan posisi sebanyak ini dan seperti ini itu masih sulit dicari. Kalaupun ada, harganya juga tidak murah. Apalagi kalau cari stan yang kokoh tapi tetap mulus di gerakan seperti ini. Jadi menurut kami harga paket lengkap yang ditawarkan oleh LG ini masih terbilang wajar. Plus jangan lupa juga ya kalau ini bisa digunakan secara stand alone tanpa dihubungkan ke perangkat lain. Oke, kita langsung aja masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, leher stannya itu tidak bisa diatur sampai tegak ya, sampai lurus ya. ini membuat posisi monitor itu jadi terasa agak kurang tinggi kalau kita mau pakai sambil berdiri apalagi kalau orangnya tinggi. Selain itu, ini juga membuat monitor belum bisa dipakai di posisi vertikal di atas meja kerja kita. Jadi harus ditempatkan agak di belakang meja atau bahkan di samping kita aja langsung gitu ya. Lalu kemudian tidak ada tempat meletakkan remote di stan monitor ini. Ini agak disayangkan ya mengingat monitor ini kan disiapkan untuk dengan mudah dipindahkan dari suatu tempat ke tempat yang lain. Nah, karena tidak ada tempat meletakkan remote bisa jadi remote-nya mudah ketinggalan di lokasi sebelumnya. Kemudian adaptor daya bisa dimasukkan ke dalam bas. Tapi ini membuat kabel power yang tersisa di luar jadi sangat pendek. Ini kurang mendukung fleksibilitas monitor yang satu ini. Ya, sebetulnya solusinya sih ya harusnya LG ngasih kabel power yang lebih panjang aja atau ya kita aja yang bikin extension-nya. Kemudian di sini tidak ada mekanisme untuk cable management di leher stand. Lalu untuk refresh rate ini baru nyampai 60 Hz. Seandainya 120 Hz ada VRR, penggunaannya akan jadi semakin fleksibel lagi. Jadi fungsinya lebih fleksibel lagi ya. Lalu, kualitas speakernya masih di bawah harapan. Bukannya sampai terasa jelek, ya, tapi untuk monitor dan fleksibilitas penggunaan seperti ini, kemampuan speakernya masih terasa jadi terbatas ya. Jadi kalau buat nonton film gitu, kita butuh tambahan speaker lagi. Tapi kalau buat conference call sih udah cukup. Lalu berbeda dengan LG standby Mi yang pakai baterai. Nah, smart monitor swing ini tidak punya baterai. Jadi, ini sedikit membatasi penggunaannya atau tepatnya mungkin sedikit membatasi mobilitasnya. Dari segi kelebihannya, kita mulai dari layarnya. Layar 32 inci dengan transisi 4K ini menawarkan tampilan yang tajam banget. Kualitas tampilan juga terbilang sangat mantap di sini ya. Saturasi warna tidak terasa kurang. Sudah mencukupi untuk berbagai kebutuhan. Lalu jangan lupa ini IPS-nya LG ya. Ini standarnya IPS. Viewing angle-nya luar biasa mantap ini ya. Lalu untuk pengaturan posisi layar ini sangat fleksibel mendukung penggunaan monitor ini berbagai tempat serta skenario penggunaan. Ada rolling stand. Nah, penting banget ini membuatnya mudah dipindahkan dan mesti diingat rolling stand-nya memang benar-benar dirancang untuk monitor ini gitu ya. Jadi stabil banget gitu. Lalu dia udah punya touch screen tentunya memudahkan untuk pengoperasian. Lalu untuk opsi inputnya cukup banyak ya. Ada 2 HDMI dan ada USB type C juga. USB type C-nya juga sudah support USB power delivery 65 watt. Lalu ada juga USB hub dengan dua port USB type C. Lalu dia sudah support KVM. Jadi hanya dengan satu kabel USB type C aja kita bisa dapat output display dan input keyboard mouse. Jadi kalau kita pasang keyboard dan mouse di sini ya langsung bisa digunakan di layarnya ya. Kemudian smart monitor dengan web OS bisa langsung digunakan untuk berbagi aktivitas tanpa perlu pakai perangkat tambahan yang lain. Bahkan kalau kita mau main game tanpa tambahan alat, di sini ada dukun aplikasi cloud gaming dalam monitor ini loh. Lalu desainnya ya eh last but not least desainnya itu keren banget ya. Eh saya cuma kebayang kalau misalnya di kantor ada yang pai kayak begini gitu ya. Terus klien datang ee kantornya mungkin belum kantor yang besar tiba-tiba kita bawa tuh ini monitor keluar set masuk dalam ruangan meeting set. Eh gila keren ya. Desainnya impresif lah di sini. Nah, LG Smart Monitor Swing ini merupakan monitor yang unik yang menawarkan fleksibilitas penggunaan yang tinggi. Monitor ini cocoknya buat siapa sih? Sebenarnya dengan fleksibilitas yang ditawarkan ini akan ada banyak sekali skenario ini cocok untuk siapanya gitu ya. Mungkin lebih pas dikembalikan lagi apakah LG Smart Monitor Swing ini bisa menjawab kebutuhan kalian? Secara umum ini adalah monitor yang jadi wujud nyata konsep yang sangat menarik dengan fleksibilitas tinggi yang walaupun memang belum yang super sempurna banget tapi tetap menawarkan hal berbeda yang sangat sulit disaingi oleh produk lainnya. Bahkan mungkin masih jarang yang bikin seperti ini ya. Tentunya karena paketnya tuh langsung lengkap jadi enggak pusing tuh wah mau nyari bracket di mana, mau nyari stan di mana gitu ya. Enggak pusing. Mesti mikirin ee ini stannya cukup kuat enggak ya buat monitor saya atau buat TV saya. Enggak, enggak pusing ini. Langsung pasang aja beres. Terima beres lah. Ya, kalau buat dari kami sih udah banyak sekali usage model. Kira-kira ini mau dipakai buat apa gitu ya. Di ruang kantor sih sudah jelas ya. Masuk ruang meeting ini wow wow factornya luar biasa ya. Atau mungkin bisa juga untuk e ngasih lihat hasil pengujian. Hei, pengujiannya jadi seperti ini kayak gimana? Lihat nih. Wah, langsung meeting di tempat itu juga bisa tuh ya. Nah, kalau kalian sendiri monitor yang unik seperti ini kira-kira mau dipakai seperti apa? Coba tulis di kolom komentar. Saya Did Irfan Jaga Dib TV. [Musik]

Lihat di YouTube