PALING VALUEABLE!!! Rekomendasi Laptop Gaming 15 - 20 Juta (YouTube Video)
Oke, di video kemarin kita sudah bahas mengenai rekomendasi laptop gaming di tentang harga 11 sampai R jutaan. Dan banyak dari kalian yang request minta diterusin sampai R5 juta. Buset. Nah, sekarang kita akan bahas rekomendasi laptop di rentang harga 15 sampai Rp2 juta. Di range harga tersebut itu harga-harga yang krusial di mana biasanya brand-brand lagi perang harga dan kasih value lebih. Tapi tetap kita akan kasih batasan untuk laptop yang masuk di rekomendasi kita kali ini. Karena pada saat kita list itu lebih dari 30 SKU. Dan sekarang kita akan rampingkan jadi 8 SKU dengan kualifikasi yang pasti harus pakai minimal RTX 4060 karena di harga tersebut masih banyak banget yang pakai RTX 4050. Lalu untuk prosesornya minimal generasi ke-13 HX Series atau Intel Core i9. Tapi enggak menutup kemungkinan kita pakai yang H series, tapi harus ada value lebih entah itu RAM 16 gig atau 100% sRGB. Dan untuk AMD harus minimal Ryzen 8.000. [Musik] Nah, sekarang kita akan masuk ke rekomendasi yang pertama. Laptop yang kita rekomendasikan adalah HP Victus 15 FB 2997 8 atau 9AX. itu cuman beda warna doang. Ini merupakan laptop dengan RTX 4060 paling murah yang dalam tanda petik tanda petik ya karena pada rekomendasi sebelumnya kita sudah bahas juga di 11 sampai R jutaan yang menggunakan Artis 4060. Tapi yang versi Victus ini jauh lebih benar karena MSI yang kita rekomendasikan sebelumnya itu agak-agak gimana gitu ya. Karena memang di Artis 4060 dengan prosesor yang cukup kencang tapi dia cuman kasih satu buah fan. Sepanas apa itu? Nah, kalau di SP Victus ini beda. Dia pakai dua buah fan dengan dua buah exouse. Otomatis secara pendinginan atau pengaturan suhunya jauh lebih baik dan didampingi dengan prosesor AMD Ryzen 5 8645HS dengan turbo boost maksimal sampai 5,0 GHz dan memorinya sudah jelas harus 16 gig dan storage-nya 512 GB NVF Gen 4. Untuk layarnya standar aja. Dia menggunakan resolusi FHD dengan rasio 16 b 9 tapi dia sudah menggunakan 144 Hz dan agak disayangkan untuk akurasi warnanya cuman maksimal di 45% NTS atau ya kurang lebih sekitar 62,5% sRGB. Tapi tetap untuk sebuah laptop di harga Rp15 jutaan kecil ini secara spesifikasi udah cakep banget. Tapi overall untuk build quality-nya ya ini agak plastiki ya. beda. Kalian enggak bisa berharap fictus seperti open. Tapi secara kelebihan itu cukup banyak. Mulai dari desain yang simpel apalagi logo V yang jadi signature-nya seri Victus. Lalu juga ada garansi 2 tahun yang diover ADP juga dan yang jelas salah satu value paling kuatnya ada di RTX 4060-nya. Secara otomatis kalau kalian mau game-game triple A di rentang harga Rp15 jutaan, ini salah satu yang paling enak dan yang paling tinggi. Tapi kalau kalian punya duit lebih, ada juga yang versi Ryzen 7 yang menggunakan 8845 HSE. Selisihnya enggak terlalu banyak, cuman sejutaan doang. Untuk SKU-nya ada di Victus 15 FB 2111 atau triple 1 atau 2112AX. Ya, sekali lagi bedanya cuman di warna doang. Untuk performance CPU-nya lumayan banget itu bisa naik sampai 18% untuk multiore-nya. Tapi untuk single core-nya ya enggak terlalu jauh, cuman 2 sampai 3% doang. Jadi kalau kalian mau pakai untuk nge-game-nge-game apalagi game casual untuk yang versi Ryzen 5 itu sudah lebih dari cukup, lebih hemat juga. Tapi kalau kalian butuh yang multitasking tinggi dan kalian pakai untuk render, versi Ryzen 7-nya juga cakep. Itu juga selisihnya enggak terlalu jauh, cuman sejutaan doang. Lanjut ke rekomendasi yang kedua. Ini sudah menyentuh hampir Rp16 juta atau 16 juta lebih dikit karena jujur saja saya bingung dengan dua opsi ini. Yang pertama ada Infinix GT Book yang pakai Intel Core iN 13900H dengan RTX 4060, RAM juga 16 gig. Lalu satu lagi ada di PO 760 V2. Nah, untuk PO sendiri dia pakai Intel Core i7 13620H RAM 16 gig RTX 4060. Coba kita bedah satu persatu. Kalau mau di head to head dari sisi prosesornya, Intel Core i9 13900H dengan Intel Core i S7 13620, jelas Intel Core i9 jauh lebih unggul entah itu di multicore atau single core performance-nya. Nah, kalau bagian layar gimana? Ini agak-agak beda nih. Nah, kalau untuk Infinix GTBook itu menggunakan layar yang 16 b 120 Hz dengan color akurasi di atas 95% sRGB dengan rasio 16 basio yang paling enak untuk dipakai kerja. Nah, sedangkan untuk POMO 760 V2 itu menggunakan FHD 16 b 9 rasionya lalu 144 Hz dan untuk color akurasinya juga di atas 95% sRGB. Jadi bedanya ada di rasio dan refresh rate-nya. Nah, kalau kalian bakal pilih yang mana? 120 dengan 16 b4 Hz dengan 16 b 9, kalian coba tuliskan di kolom komentar. Nah, yang jadi pembeda signifikan itu ada di bagian GPU-nya. Walaupun sama-sama menggunakan RTX 4060, Infinix GT Box yang menggunakan RTX 4060 tapi TDP-nya dia pakai 90 wat. Beda banget dengan PO 760 V2. dia menggunakan TGP di 100 watt secara otomatis performance-nya walaupun kalian mau pakai untuk gaming, walaupun pakai untuk rendering, performance maksimalnya jauh lebih cakep di Po 760 V2. Nah, perbedaan lain ada di sisi RAM-nya. Untuk Infinix GT Box itu menggunakan RAM LP 16 gig. LP itu berarti low power yang enggak bisa di-upgrade alias onboard. Sedangkan Pomo itu full soket, jadi kalian bisa upgrade maksimal sampai 64 gig. Jelas di sini kalau perihal GPU dan untuk sistem upgrade-nya Fungo 760 jauh lebih cakep. Jelas kalau untuk perbandingan dua laptop ini saya lebih pilih PUO 760 V2 dan nilai lebih PO dibandingkan dengan Infinix jelas dari sisi after sales-nya. Pongo punya garansi yang lebih panjang juga 2 tahun dan juga tercover ADP. Sedangkan untuk Infinite GT Box tidak ada ADP serta garansinya cuman 1 tahun. Dan untuk garansinya sendiri PO mengklaim untuk coverage service centernya itu sampai 183 titik di Indonesia. Wah, itu udah cakep banget sih. Tapi tetap ada nilai minus di angka sekitar 16 jutaan. Pomo itu masih menggunakan sistem operasi DOS alias tanpa Windows. Jadi kalau kalian mau include Windows itu kurang lebih nambah sekitar 300 sampai Rp350.000. Sedangkan Infinite GT Box itu sudah termasuk Windows-nya juga. Jadi kalau saya pilih PO bukan berarti Infinite GTBook jelek ya. Itu performance-nya udah kencang banget. Secara kalkulasi performance dan harga itu sebenarnya juga cukup cakep. Oke, lanjut ke rekomendasi yang ketiga. Enggak mungkin brand satu ini enggak masuk, yaitu Lenovo Logx 10. Laptop sejuta umat yang kencang banget alasannya karena dia pakai prosesor HX series, lebih tepatnya di Intel Core F450H. Dia punya jumlah core dan trad yang lebih banyak dibandingkan dengan non HX dengan maksimal turu bubu sampai 4,6 GHz. Biar kalian kebayang performance-nya sekencang apa kalau kita bandingkan dengan Intel Core i7 13620. Secara multiore performance, Intel Core FF HX Series ini lebih kencang tapi single core-nya kalah tipis. Nah, kalau dibandingkan dengan Ryzen 78845 HS segini selisihnya. Nah, kalau kalian lihat grafik tadi lumayan menarik performance HX series ini. Tapi karena laptop ini kencang ditambah menggunakan GPU yang cak juga, RTX 5050, kalian harus benar-benar perhatikan suhunya. Dan untuk sebuah RTX 5050 ini enggak bisa dikategorikan TGP yang kecil karena banyak laptop yang pakai TGP RTX 5050 itu ada di 50 watt terus 75 wat ini dia pakai 100 wat. Gila enggak tuh? Dan yang jelas kalau kita ngomongin RTX 50 series secara teknologi dia jauh lebih improve dibandingkan dengan 40 series. Dia sudah support DLSS4 dengan frame generation-nya bisa sampai 4 kali juga dan ada teknologi smooth motion juga. dan gak ketinggalan ada fitur Nvidia broadcast yang jauh lebih perfect jalan di RTX 50 series. Kalau kalian simpang hobi main Boering Wave atau Gensin Impact yang biasanya FPS-nya dick di 60 fps dengan RTX 50 series dan teknologi smooth motion ya, kalian bisa boost FPS-nya sampai di angka sekitar 80 sampai 90. Bahkan untuk RTX yang 5060 atau 5070 itu 120 jalan lancar. Nilai plus lain ada di bagian layar karena layarnya sudah pakai 15, inch SHD, 100% sRGB dan 144 Hz. Jadi udah siap bangetlah buat kalian yang color critical untuk content creation itu udah cocok banget, cakep banget. Dan yang jadi deal breaker atau nilai minus di laptop ini RAM yang cuman 12 gig kenapa enggak kasih langsung yang 16 gig? Dan satu lagi untuk build quality-nya karena memang ini bukan seri Legion. secara build quality atau bahan yang dipakai full plastik atau bahasa lebih halusnya polikarbonat atau ABS. Dan kalau kalian tertarik dengan laptop ini, saya sarankan memang langsung upgrade entah tambah 16 gig lagi atau minimal 8 gig lah. Karena di RAM 12 gig untuk sebuah laptop gaming dan Windows itu sudah lumayan sesak. Untuk storage-nya lumayan cakep dan lumayan gede 1/2 TB. Dan untuk garansinya seperti khasnya Lenovo dia 2 tahun kecover full ADP dan bisa multlaim garansi. dan laptopnya sudah standar military grade juga. Jadi cukup travel friendly. Lalu selain versi Intel Core i5 13450 HX yang dibandrol di harga sekitar 16,5 jutaan dan ada juga yang menggunakan Intel Core i7 13700 HX. Tapi untuk selisih harganya ya sekitar R2 juta dip,5 jutaan. Tapi saya rasa untuk yang versi Core i5 ini udah cukup cakep. Lanjut ke rekomendasi yang keempat. Ini salah satu laptop dengan RTX 5050 juga yang paling murah kalau kalian memang butuh kestabilan. Jadi takut kalau laptopnya ada isu matot di sini tanpa isu sama sekali tapi tetap ada minusnya. Apa itu? Acer Nitro V15. Coba deh kita cacatin dulu mungkin ya. Secara build quality ini plastik banget. Jadi kalau kalian ketuk-ketuk gitu ya. Kita sudah review juga. Kalian bisa lihat di atas ini untuk linknya. Ini plastik banget di keseluruhan bahannya. Lalu juga untuk secara desain itu enggak banyak perubahan. Berubahnya cuman ada di corak di bagian punggungnya aja. Nah, nilai minus lain dibandingkan dengan seri lock yang sudah kita bahas sebelumnya, dia pakai prosesor yang satu level lebih rendah. Dia pakai Intel Core FF 13 420H. Secara performance entah itu di multiore atau single core-nya dibandingkan dengan 13450H itu cukup jauh. Kalian bisa lihat grafik ini. Tapi nilai plusnya perpaduan antara Intel Core i F5 13450H dan RTX 5050-nya dia dapat performance yang sangat stabil, sangat balance. Pengujian kita pada stress test itu menunjukkan hasil yang sangat memuaskan tanpa throtling sama sekali. Kalau kalian si penghobi game, entah kalian mau main di yang game-game mulai ringan dulu ya, Dota, Wa, lalu ada Gensin Impact, kalau yang lebih berat juga ada di Cyberpunk 2077, bahkan Black Meid Kukong itu sudah aman. Tapi perlu dicatat untuk multiame generation-nya paling enak itu dipasang maksimal tiga kali. Nah, pada saat kita aktifkan MSG-nya sampai 4 kali itu kadang-kadang kita merasakan delay. Kalian harus aktifkan motion blur-nya agar lebih baik. Tapi sebenarnya kadang-kadang kita masih agak kerasa gimana gitu, kurang enak. Tiga kali itu jauh lebih nyaman. Untuk di harga Rp16 jutaan kecil sama Ecer. Jujur aja bagian layarnya itu di all in malah melebihi ekspektasi atau performance-nya. Dia sudah pakai FHD 180 Hz. Bayangin 180 Hz. Nah, pada saat pengujian kita kemarin untuk mencapai di 180 fps, kita harus pakai setting yang low banget untuk dapat FPS segitu tingginya. Tapi nilai plusnya saat kalian scrolling-scrolling, browsing-browsing itu enak banget. Nah, satu lagi untuk kalian yang color critical banget atau content creator, layarnya sudah mendukung sampai 99% sRGB. Intinya untuk kalian yang cari laptop stabil, dipakai main game enak, dipakai desain juga enak, dipakai Ranger juga enak, ini salah satu jadi opsi yang sangat menarik. Dan ada juga yang menggunakan Intel Core i7 di 13620H tapi harganya ya selisih R,5 jutaan lah, ada di Rp1 jutaan. Lanjut ke rekomendasi kelima. Masih dengan Acer Nitro V15, tapi ini yang versi special edition yang menggunakan Intel Core i9 13900. dipadukan dengan memori 16 gig yang sayangnya sudah terisi 8 gig du keping. Storage-nya 512 gig SSD NVME Gen 4. Dan untuk layarnya dia pakai 15,6 inch dengan refresh 144 Hz dan nilai minusnya ada di bagian layar yang belum 100% sRGB ya. masih ada di sekitaran 60% SRGB lah. Dan untuk GPU-nya memang dia bukan RTX 50 series, tapi dia pakai RTX 4060 yang secara gaming performance itu juga enggak bisa dianggap remeh. Nah, kalau kita bandingkan dengan HX series, kita coba lihat CPU-nya terlebih dahulu. Kalau kita bandingkan dengan Intel Core i7 HX series di 13620 HX memang kalah dari sisi multiore dan single core-nya. Tapi kalau dibandingkan dengan satu level di bawahnya yaitu Intel Core i7 13620H, selisih performance-nya jauh banget lebih unggul. Intel Core H-nya 13900. Dari sisi gaming secara performance sebenarnya enggak jauh-jauh banget kalau dibandingkan dengan Artis 5050. Tapi secara teknologi beda. Artis 5050 jauh lebih unggul karena sudah menggunakan DLSS4 dengan teknologi yang cukup banyak. Ada smooth motion yang cukup perfect, frame generation sampai empat kali dan untuk Nvidia broadcast-nya di RTX 50 series juga sudah berjalan cukup baik. Tapi untuk yang RTX 40 series itu DLSS3 dan untuk frame generation-nya tidak sebagus yang RTX 50 series. Sebenarnya secara garis besar performance-nya masih sangat bisa diperhitungkan. Tapi jujur aja saya cukup bimbang antara yang sama-sama Intel Core i9 13900 ya, antara Infinite GT Books atau Acer Nitro V15. Karena di Infinite GT Books dia sudah menggunakan layar 100% SRGB tapi refresh rate-nya itu cuman di 120 Hz. Tapi kalau yang ini itu menggunakan refresh rate yang 144 Hz. Dan dari sisi after sales jelas Acer unggul jika dibandingkan dengan Infinix. Nah, dengan harga R1 juta lebih mahal Acer V15 ini yang menggunakan Intel Core i, kalian lebih pilih mana? Infinix GTBS atau Acer V15 yang Intel Core i9 ini? Kalian coba tuliskan di kolom komentar. Lanjut ke rekomendasi yang keenam. di harga R,5 jutaan ada Vixtus 15 FB 3150AX yang pakai Ryzen 5 240. Oke, kita coba bedah Ryzen 5 240 ini ya. Versi prosesor ini sebenarnya versi rebranding dari Ryzen 5 8645HS dan 8645HS itu versi yang sedikit dapat cuningan dibandingkan dengan versi yang 7640 HS yang launching di awal tahun 2023. Perbedaan performance-nya kalau dibandingkan dengan i5 13420H ya kurang lebih seperti inilah. Ryzen 5 240 unggul dari sisi multiore dan single core performance-nya. Tapi kalau dibandingkan dengan Intel Core FF 13450 HE, single core dan multiore-nya kalah. Tapi untuk single core-nya selisihnya tipis banget cuman 1,6%. Jadi kalau diaduh untuk main game ini sudah bisa banget. Untuk grafik cardnya dia menggunakan Nvidia GeForce Artic 5050 dengan VAM 8 gig GDDR7. Untuk RAM-nya 16 GB DDR5 dan storagenya 512 GB. Tapi karena ini seri Viictus 15 secara build quality ya biasa aja. Untuk keseluruhan bahannya dia pakai plastik polikarbonat atau bahan ABS. Kalian enggak bisa berharap tuh dapat wheel quality secakep omen. Tapi memang Victus ini lebih ke value oriented. Dia lebih menonjolkan performance-nya daripada sekedar build quality. Jadi memang kalau kalian butuh laptop yang enak dipakai gaming ya fictus ini salah satu pilihan terbaik. Jadi kalau kita ngomongin materialnya bukan jadi deal breaker. Yang jadi deal breaker beneran itu ada di bagian layarnya. Karena di harga R,5 jutaan layarnya belum 100% sRGB. Beda banget seperti Viictus 16. Sebenarnya secara harga dibandingkan dengan Viictus 16 enggak jauh-jauh banget. Tapi entah kenapa atau kalian bisa dapat saya coba scrolling-srolling di sosial media atau di e-commerce itu semua stoknya pada kosong. Misal distributor masukin lagi dan muncul di e-commerce, buruan dicheck out deh karena memang seri itu susah banget carinya dan sudah 100% sRGB juga. Sisanya kalau kita ngomongin Viictus 15 ini cukup cakep, garansi 2 tahun, ada ke cover ADP dan ada versi yang menggunakan Ryzen 7 260 juga. Tapi yang Ryzen 7 itu harganya ada di Rp19 juta dan masih tetap pakai di 62,5% sRGB. Lanjut ya ke rekomendasi yang nomor 7 ini. Secara harga kita sudah masuk di angka sekitar 18 jutaan. Di harga ini rekomendasinya adalah Asus V16. SKU lengkapnya ada di V3607V. Secara spesifikasi ini lumayan cakep. Dia pakai RTX 5050 VAM 8 gig dan sudah menggunakan Intel Core 7 240H dengan maksimal turbum boost di 5,2 GHz. dia sudah punya 10 core dan 16 red. Untuk prosesornya ini kencang banget sih. Untuk CPU performance-nya kalau kita bandingkan dengan Ryzen 760 memang secara multoree kalah tapi itu tipis banget. Tapi core 7240H unggul cukup telak di bagian single core performance-nya. di mana untuk single core performance itu masih dipakai di beberapa software seperti software-software simulator atau game-game kompetitif lama seperti Dota 2, Valoran, CS:GO itu masih pakai single core. Tapi untuk game-game triple A sudah rata-rata pakai multicore performance. Lalu untuk GPU-nya dia pakai RTX 5050 dengan TGP 75 wat. Memang bukan yang paling kencang, masih ada lock yang menggunakan 100 wat untuk TGP-nya. Tapi ini di tengah-tengah. Masih ada beberapa laptop yang menggunakan Artis 5050, tapi TGP-nya ada di sekitaran 50 watt. Dan secara bull quality dia low profile banget. Jadi gak kelihatan gaming banget. Buat kalian yang suka desain-desain seperti ini, itu cakep banget. Tapi memang secara build quality ya agak plastik sih karena memang dia masuk di seri entry level gaming-nya Asus. Sesuai namanya V16 dia menggunakan layar 16 inch. Kalau 16 inch dia pasti pakai rasio 16 bing 10 dengan refresh rate 144 Hz. Tapi agak disayangkan untuk panelnya masih pakai IPS level dan untuk color akurasinya masih di angka sekitar 45% NTSC. Sekaligus kita bahas versi kakaknya yang menurut saya jauh lebih worthed karena dia pakai RTX 5060. Untuk SKU lengkapnya ada di Asus V16 V3607 VM. Secara desain dan spesifikasi lainnya selain GPU-nya tadi itu sama persis. Untuk harganya kurang lebih selisih R,5 jutaan. Tapi yang cukup menyenangkan, TGP-nya sekali lagi dia pakai 75 wat. Beda banget seperti yang akan kita bahas sebentar lagi karena TDP yang dia pakai cuma di 55 wat. Minus kedua laptop ini entah di versi yang Artis 5050 atau di Artis 5060 itu ada di build quality lalu color akurasi yang kurang oke tapi sisanya itu cakep termasuk juga garansi yang 2 tahun dan sudah ke-cover Asus Premium Warranty juga. Tapi sebenarnya kalau kita sudah menyentuh laptop di harga Rp1 jutaan seperti yang RTS 5060-nya itu jujur aja berharapnya dapat color akurasi yang di atas 95% SRGB lah. Masuk ke rekomendasi yang ke-elapan atau yang terakhir. Nah, kalau kalian perhatikan di rekomendasi kita sebelumnya yang di 11 sampai R5 juta, kita ngomong MSIT itu salah satu laptop dengan RTX 4060 yang paling murah harganya. Dan MSI sekali lagi mengulangi kesuksesan tersebut. Entah kesuksesan atau apa ya, dia ngeluarin SKU dengan RTX 5060 yang paling murah. Harganya cuma di 18,7 jutaan. Bayangin artis 5060 dip jutaan. Buset. Memang sepertinya itu strategi marketing dari MSI sih. Dia selalu membuat barang di peralihan harga biar secara spesifikasi di atas kertas itu cakep dan memang terbukti cakep. Untuk prosesornya dia pakai Intel Core 5 210H dengan 8 core 12 rate dengan maksimal turbobo sampai 4,8 GHz. Kalau prosesornya kalian bandingkan dengan core 7240H secara multiore performance kalah 46% tapi untuk single core-nya cuman kalah di 6%. Tapi kalau kalian bandingkan dengan Ryzen 5 240 atau 8645 HS secara multicore memang kalah tapi secara single core dia lebih unggul ya. Sekali lagi grafik card-nya di atas kertas cakep banget. dia pakai Nvidia GeForce Artis 5060 dengan 8 gig GDDR7 572 AITOPS yang sayangnya seperti yang saya omong tadi itu TGP-nya cuma di 55 wat. Salah satu alasan kenapa dia mencuning seperti itu ya karena fannya cuman satu doang dan exha-nya cuman dua. Jadi kalau kalian tertarik dengan laptop ini karena masalah spesifikasinya ya sebenarnya spesifikasinya cukup cakep. Kalian perhatikan benar-benar suhu ruangan kalian. Pastikan suhu ruang kalian juga cukup dingin dan ruang kerja kalian saat pakai laptop si cyborg ini dalam kondisi yang datar seperti ini. Jadi enggak dipakai di atas kasur atau karpet. Kalau ngomongin build quality ya standar aja. Tapi yang paling saya suka dari cyborg ini aksen-aksen transparan di beberapa bagian itu cakep banget. Walaupun kalau kita ngomongin palmres-nya itu aduh coraknya ramei banget. Jujur saya enggak terlalu suka. Tapi sisanya cukup oke sih. Mulai dari port bahkan untuk kualitas keyboard-nya pun ini cakep juga. Kekurangan laptop ini ada di color gambutnya yang standar banget, cuman di 60-an% sRGB, Bu quality yang sangat plastiki, fan yang cuman satu, dan exhaust yang cuman dua. Tapi nilai plusnya untuk sebuah RTX 5060 ini murah banget secara harga. Bayangin 18,7 juta dapat RTX 5060. Wah, mantap sih. Lalu dia juga punya versi yang menggunakan Intel Core 7240H tapi harganya dip, juta. Saya rasa yang versi Core 5 ini jauh lebih worthed. Tapi kalau saya disuruh pilih ya antara MSI Cyborg atau Asus V16, saya bakal pilih Asus V16 sih. Oke, kesimpulannya kalau kalian cari laptop yang budget cukup murah di angka sekitar Rp15 jutaan kecil yang kalian pakai untuk GI itu cukup enak, kalian bisa coba tengok Viictus yang menggunakan RTX 4060. Lalu naik lagi, kalau kalian butuh laptop yang performance-nya cukup oke dengan color akurasi yang cukup tinggi, enak dipakai main game, enak dipakai render, kalian bisa pilih Lock 15 IRX10 atau PO 760 V2. Lalu RTX 5060 paling murah kalian bisa tengok MSI Cyborg. Tapi kalau saya pribadi di Artis 5060 harusnya Asus V16 jauh lebih seksi. Buat kalian yang bingung link pembeliannya, nanti semua link pembelian laptop yang sudah kita sebut tadi akan saya letakkan di kolom deskripsi. Oke, cukup sekian video rekomendasi 15 sampai 20 juta kali ini. Ada enggak laptop kalian yang masuk rekomendasi kita? Atau laptop kalian enggak masuk atau ada beberapa laptop yang harusnya masuk tapi enggak kita sebut? Kalian coba tuliskan di kolom komentar. Nah, untuk kelanjutan di 20 sampai R5 juta kalian coba tuliskan kalau memang kalian berminat nanti coba kita akan buatin videonya. Oke, cukup sekian saya Rico. See you on the next video.
