PALISADE HYBRID CALLIGRAPHY: COCOK UNTUK MOBIL PEJABAT! (YouTube Video)
Oke, halo semuanya. Kembali lagi di Farid Anif. Ya, kali ini di belakang saya sudah ada Hyundai Palisate terbaru tipe kaligrafi dan ini yang front wheel drive, jadi penggerak depan. Dan mobil ini dijual dengan harga 1,274 miliar. Jadi dibandingkan dengan model sebelumnya mengalami kenaikan harga. Tapi yang uniknya adalah dulu tipenya ada prime, signature, habis itu signature allw wheel drive. Yang sekarang signature menjadi tipe terendah. Jadinya sekarang signature ada kaligrafi dan ada kaligrap all wheel drive ya. Jadi ini adalah bisa dibilang tipe tengahnya dan antara yang tipe signature sama kaligraphy itu bedanya hampir Rp170 juta karena yang signature itu R,1 miliar. Dan kalau kita lihat bagian eksteriornya sekarang palis set jadi besar sekali jadi lebar dan panjang. Tapi secara angka-angka sebenarnya kenaikannya enggak signifikan. Ya memang yang dulu hampir 5 m, yang sekarang jadi 5 m 65 sekian. Jadi 5 m 6 cm. Dan untuk yang varian kaligrafi bentuk depannya sekarang dibedakan dengan yang varian yang signature. Jadi kalau dulu kan yang prime signature itu bedanya tipis banget. Sekarang dari depan udah kelihatan banget. grillnya beda, lampu depannya beda, terutama di bagian bawah sini bumpernya. Dan kalau kalian pikir lampunya itu di mana ya? Nih, sebenarnya lampu utamanya headlight-nya cuma ada di atas sini sama di bawah. Yang di atas untuk low beam, yang di bawah untuk high beam-nya dan LED DRL-nya ada di samping sini. 1 2 3 4 5. Yang bawahnya cuma aksen doang. Tapi yang terang itu cuma di bagian tiga sini aja ya. Yang sininya cuma nyala sedikit aja sama ada garis dari ujung kujung di bagian grillnya. Nah, grillnya sendiri dia juga punya active shutter. Jadi, bagian depannya ini itu bisa buka tutup, tapi hanya untuk yang varian kaligrafi aja. Dan kalau kita lihat sekarang di sana jadi ngotak kayak Range Rover. Kalau yang kemarin tuh kayak wah striking, yang sekarang tuh kayak elegan, macho. Enggak semua orang suka sama desain ini, tapi pas kita lihat pertama kali, kesannya tah enggak apa yang pertama kali muncul mahal. Wah, Range Rover versi Pak ya. Untuk depannya enggak Range Rover banget, tapi dari belakangnya itu Range Rover banget. Dan kalau misalkan ini logo Hyundai-nya itu kalian ke bawa ke bengkel cat dicopot terus dibikin rata, orang tuh bingung, wah ini mobil apa nih? Range Rover. Kemudian dari samping ya, ini sebenarnya mobil kemarin tuh udah gua cuci sore bersih, terus malam gua pakai pas mau bikin video lah kotor lagi. Kotor banget karena semalam hujan ya. Jadi kalau kita lihat bagian sampingnya itu enggak ada satuun desain dari paliset lama diambil ke sini. Enggak ada semua. Even sampai spionnya ini new model. Ini spion model baru yang belum pernah dipakai di Hyundai sebelumnya. Velegnya sekarang jadi gede banget 21 inci. Dan sekarang dia pakai ban Pirelli Scorpion di mana dia punya ukuran 26545 R21. Gede banget ya. Sampai ke belakang ya. Kita lihat dia tuh di sini ada kayak aluminium brush. Tapi biasanya kalau misalkan aluminium brushnya di mobil-mobil itu melingkari frame dari si mobil, kalau ini beda loh. Ini gua udah nemu yang kayak gini ya. Jadi dia tuh sampai ke kaca depan silver brush-nya ini. Jadi dari depan kayak dia ngebuat si atpnya itu floating tapi kayak dikasih garis gitu loh. Nah sama dia punya ini nih roof rack yang gede aluminium dan ini bisa dipakai sebagai roof beneran. Tinggal ditambahin sret gitu aja udah bisa langsung. Jadi enggak perlu pasang mounting lagi di bawahnya. Nah, pintunya pun juga sekarang enggak banyak aneh-aneh. Jadi cuma gembung begini aja sampai bawah juga sama. Tapi ya kalau diperhatiin ini tuh kayak kurang pas ya, kayak agak sedikit keluar yang bagian pintu belakang. Terus kalau ke belakang lagi bagian sininya itu ada aluminium brush. Biasanya kalau ngelihatin kayak gini gua penginnya gua bikin hitem ya, gua blackout. Tapi yang ini enggak deh. Kayaknya keren. Sama belakangnya. Weh, untuk paliet yang model sebelumnya enggak semua suka sama belakangnya. Tapi gua jauh lebih suka desain yang ini. Ya, kayak Range Rover KW sih. Cuma enggak tahu ya, gua lebih suka belakangnya ini dibanding dengan Range Rover ya. Kayak lebih pas aja gitu paduadan desainnya. Terutama dari lampunya ini ya. 1 2 3 4 5 6 belakang ada tarikan lagi dan ada kecil-kecil 1 2 3 4 5 6 juga ini buat lampu sein-nya. Nah, di bawah ada buat fog lamp lampu mundurnya. Nah, tulisannya seperti yang gua bilang gede Pit makin gede aja logo Hyundaianya makin gede. Ada spoiler belakang sampai dua tumpuk ya. Karena di sini tuh garis ini itu high mounted stop lamp-nya ya. Ada sharpin antena sama ada kamera di bagian sini. Ini untuk digital mirrornya di dalam. Sama sekarang dia punya wiper tersembunyi di balik spoilernya ya. Belakangnya rata begini aja. Ada silver line-nya lagi. Cuma bagian sininya tuh terasa kurang mahal ya. Dan dia punya knalpot sekarang dibikin ngumpet karena dia hybrid 2500 cc. Jadi enggak butuh-butuh amat dilihatin gitu. Nah, bagasinya yuk kita lihat sekarang jadi lebih besar bahkan besar sekali. Ini apa sih? Valet test drive. Oh, ada tutupan covernya ya. Kita turunin dulu. Sekarang bagasinya jadi jauh lebih besar. Pali set yang lama itu bagasinya cukup kecil untuk mobil segede gitu ya. Nih kita lihat space-nya lumayan banyak. Bisa masukin dua koper tegak sama kalau kita buka bagian bawahnya jeng jeng. Sekarang space-nya lebih kecil. Jadi ini ada baterai 12 volt atau aki yang kita biasa bilang. Di sebelah kanannya ada buat dongkrak dan kawan-kawannya. Storage-nya cuma segini aja bagian bawahnya. Tapi nih kita dikasih kayak semacam layer lagi. Jadi kalau misalkan kursi belakangnya dilipat, kita dikasih cover tambahan ya biar enggak ngotorin bagian belakang sini. Dan bahan-bahannya pun juga bagus ya. Nih bludru-bluduannya tebal sampai ke belakang. Di sini ada silver-silvernya kayak punya Mercedes Benz, tapi untuk mobil dengan harga segini menurut gua ada yang kurang. Nih bagian hook-nya buat kancingan si pintu belakang itu enggak di-cover kayak Mercedes Benz atau mobil Cina yang zaman sekarang yang mahal-mahal tuh. Biasanya dikasih tupan lagi. Ini masih kebuka ya. Terus coba pindah ke sini Re. Set. Nih kita lihat ya, udah banyak tombol karena sekarang kursi belakang sama tengahnya elektrik. Untuk yang tipe kaligrafi yang signature masih belum. Jadi kalau kita mau ngelipat gampang, tinggal pencet aja nanti dia akan ngelipat sendiri dan dia tuh bisa maju mundur. Oh, jadi kalau kita butuh bagas yang lebih besar tinggal dimajuin saja. Nice tuh. Dan buat ngelipatnya tinggal dipencet aja nanti dia akan ngelipat secara otomatis. set. Nah, langsung deh ketutup. Kita punya bagasi yang lebih lega dibandingkan dengan model yang sebelumnya. Enggak cuma itu, mau ngelipat baris kedua juga gampang. Kita pencet sekali yang all ini. Nanti yang tengahnya juga akan ikut melipat. Sudah rata. Nah, kalau misalkan kita pengin lebih bagus lagi, tinggal dibuka aja. Nah, jadi rapi ya. Seperti ini kurang lebihnya. Tapi sayangnya kita enggak dikasih t-nya. Jadi kalau misalkan kita mau kasih separasi ini tuh udah dikasih tempat. Jadi tinggal kita taruh di sini hook-nya tarik. Nah, di sini itu ada lagi. Jadi dijual terpisah sepertinya atau mungkin karena unit test drive enggak dikasih karena takut hilang. Yah. Coba yang udah beli palis komen di bawah dapat enggak to cover di belakang. Yuk, sekarang kita lipat lagi. Set. Mau naikin tinggal pencet all. Weh, simpel sekali. Yuk, kita sekarang masuk ke dalamnya, ya. Oke. Nah, sekarang kita di bagian tengahnya. Nah, untuk yang varian kaligrafi dia punya Napa leather dan di bagian atasnya dikasih velvet atau bluew. Dia juga punya dua interior ya, jadi ada yang warna hitam seperti ini dan yang kedua ada yang warnanya coklat. Bukan coklat sih, kayak moka gitu agak terang ya. Nah, kursi belakangnya captain seat masih sama, tapi karena dimensinya tambah lebar hampir 2 m 1980 mm ya. Ini tengahnya lega banget. Kalau kalian suka komplain sama palis yang lama ee bangku tengahnya kurang lebar, kurang gede, ini enggak kejadian di sini. Karena bangku tengahnya menurut gua sudah besar dan lebar antara kanan kirinya. Begitu pula dengan door trim-nya. Ini door trim-nya gede banget ya. Jadi kalau kalian lihat nih, ini tuh antara bagian dalamnya itu tuh benar-benar keluar sekali nih ya. Dia keluar banget. Ada cup holder, ada tempat buat naruh HP ya. Sudah all window seperti ini. Ada cray-nya juga buat di belakang, tapi masih manual. Dan bagian belakang sini juga dapat ambiance light, bukan cuma yang depannya aja. Kalau untuk desain, dia sih sederhana sebenarnya kalau kita lihat door trim dan kawan-kawannya. Terutama di bagian sini tuh ini cuma hitam doang enggak ada apa-apa. Ini mungkin kalau kay tombol-tombol atau aksen lebih bagus sih. Sama di bagian bawah sini ini ada storage yang bisa kita buka. Ada cover blue-nya ya. Jadi kalau misal kita naruh barang-barang itu enggak bikin bunyi. Kabel USB ada type C di bagian belakang sini sama kayak model sebelumnya ya. Tempat penyimpanan belakang juga ada. Sama di bagian sini ada amres ya. Tapi amr-nya begini doang. Karena gua lihat di luar itu amr-nya itu ada digital display buat ngatur kursi kayak misalkan ee buat pijet dan kawan-kawannya itu ada. Nah, kalau yang dulu itu adanya di bagian konsol tengah sini ya. Sekarang pindah ke bagian atas sini. Di mana di bagian atas sini kita bisa ngatur pendingin jok, penghangat jok, terus juga double blower bisa diatur dari sini seberapa kencang. Kita nyalain ya. Nah, sama temperaturnya. Jadi temperaturnya dia sudah triple zone depan kanan kiri beda. Yang belakang itu juga bisa beda sama depan. AC-nya masih model melingkar seperti ini. Sama dengan model sebelumnya. Begitu pula di bagian belakang ini bagus. Kenapa? Karena kalau di model samping sini kayak Innova Zenix gitu ya. Kadang-kadang kalau kita tiduran itu suka bikin pusing ya. Headr-nya sekarang ada kupingnya sama kayak Alper. Jadi kalau kita tidur, jatuh kepala kita ada yang nahan di sebelah kiri kanannya dan bisa diratain lagi seperti ini. Cuma kalau untuk kursi belakangnya bukan yang paling nyaman sih. Dia cuma begini aja. Enggak ada otoman buat kakinya kayak Zenix atau semacamnya. Cuma secara duduk dia empuk, kulitnya bagus, enggak ada problem. Dan di sebelah kanan sini ada pengaturan elektriknya. Jadi kita bisa majuin mundurin secara elektrik, termasuk juga recline-nya. Terus untuk recline-nya seberapa recline nih? Kalau kalian pengen tidur, gua tunjukin caranya gimana. Ada sebuah tombol buat relaxation mode. Kita pencet sekali. Nah, nanti dia cuma segini aja sih. Tapi dia itu bagian depannya itu dibikin naik, bawahnya dibikin turun. Jadi kita di seolah-olah tuh kayak zero gravity seat ya. Jadi sebenarnya jauh lebih nyaman dibandingkan dengan model sebelumnya. Tapi enggak senyaman itu juga sih. Dimundurin lagi juga enggak bisa. Jadi reciklannya cuma segini aja ya. Dan kalau kita mau keluar dari mobil, dari posisi kayak gini juga tinggal pencet sekali aja yang depan. Udah selesai, kita bisa keluar dengan mudah. Tapi ini cuma ada di varian yang kaligrafi aja. Kalau di varian yang signature, kursi tengahnya itu masih manual sampai ke kursi belakang. Ini yang depan ya. Dia sudah pakai otomatis. Nah, cuman dia itu kalau misalkan kita mau ke belakang nih ya, ini kan elektrik ya, kita pencet. Nah, dia agak sedikit lama. Butuh waktu yang enggak sebentarlah. Huh, muka gua ketutup. Dan kalau mau dibalikin, pencet lagi. Tunggu lagi. Oke. Tapi sebenarnya kalau mau gampang ya, mau akses belakang itu jangan pakai nueku kursi. Gampang dari tengah aja. Karena ini Lil-nya itu gede banget tuh. Besar sekali ya. Kita lipat yang bagian sini biar kalian bisa ngelihat lebih gampang. Nah, karena dia punya dimensi yang lebih panjang ya, terus juga bodinya lebih ngotak, udah kok enggak dia maju lagi deh. Nah, sekarang kita udah ada di belakang dan menurut gua ini belakangnya lega ya. Karena dimensinya membesar maka kita dapat headroom yang he enggak mentok dong. Tinggi 170 ini jauh dari kata mentok ya. Tapi kaki memang masih ngedingklik ya. Jadi, kaki kita tuh ya di sini enggak tertopang dengan sempurna karena ini kurang maju aja, kurang gede ya. Dan kalau kita tutup depannya coba kita lihat seberapa sempit. Oke, kok jauh ya? Ini kayaknya versi kompromi sih, karena dia harusnya bisa dimundurin lagi. Dan kalau versi kompromi kayak gini tuh kita masih dapat space yang gede banget ya. Cuma ya itu ngedingklik aja ya. Tapi kan untuk mobil SUV ee tiga baris emang kayaknya sih enggak ada yang benar ya kursi belakangnya ya. Ya ini udah mending bangetlah. Dan kalau misalkan kita butuh ruang yang lebih lega lagi, enggak usah minta depan. Kita pencet sendiri aja kita bisa mundurin kursi yang kita dudukin sekarang ya. Tapi enggak banyak, cuma segitu aja. Kita coba cek. Oh, kalau yang sebelah kirinya dimajuin lagi. Oh, lumayan sekali tuh. Ada kali ini 10 cent ya. jaraknya ya. Kita mundurin lagi. Oke, kita sama-sama paling mundur deh sekarang. Nah, recline-nya kita bisa pencet dari sini. Oh, oke. Recline-nya lumayan ya. Bisa ng-recline dengan nyaman sih ini kalau kita ke Bandung, let's say punya leg room segini, punya headroom yang bagus gitu ya. Meskipun duduknya agak ngedingklik ya, tapi ini udah proper banget. Ini kayaknya yang paling proper dibandingkan dengan mobil-mobil lain yang e tiga baris SUV. Contoh misalkan Mazda CX80 atau ee dibandingkan sama ya cari 39 janganlah harganya dua kali lipat ini kan. Terus kayak misalkan sama apaagi re? >> Apaan lagi? Enggak ada deh kayaknya. >> Apaan lagi ya? Enggak ada. Tapi dibandingkan dengan paliet yang lama ini jauh lebih gede belakangnya. Ini belakangnya sih kayak improvement-nya. Wow. Udah gitu di belakang juga kita dapat colokan USB ya, penghangat kursi sama di belakang kita ini ya. Itu tuh dia bisa buat tiga orang dan ini tuh lebar meskipun di sebelah kanan sini itu ada tempat buat naruh ban ya jadi enggak bisa gede-gede amat. Tapi ini bisa buat tiga loh. Ini gede loh. Kalau singset kayak gua semua mah bisa nih bertiga. Jadi kalau misalkan kalian bos ya pakai driver pengawalnya tiga di belakang atau staff ya ini sih udah cocok banget. Dapat speaker juga di bagian belakang kiri kanan. Dan kalau kita mau keluar, sebaiknya ambil yang tengah aja. Wuhuy. Nah, sekarang kita masuk ke dalam interiornya. Iya. Aduh, interiornya kalau misalkan kalian lihat di video ya, ini tuh biasa aja enggak enggak ada yang spesial. Wah, tapi pas kalian masuk ke dalam ini rasanya kayak mewah sekali. Dan desainnya tuh mirip kayak mobil Amerika zaman dulu. Tahu enggak sih? Kayak yang ngelihat ee corvet atau apa gitu yang ininya tuh kayak ada frame tebal ya. Terus instrumennya masuk ke dalam kayak gini. Dan Hyundai itu bisa ngebuat ini tuh dengan sangat ciamik dan bagus ya. Jadi di fotofoto emang biasa aja pas kita lihat langsung kita duduk itu langsung terasa beda. Wah. Sama satu hal yang paling gua notice dan gua suka sekali ya. Kenapa? Kenapa? Karena gua suka nyetir. Gua itu sangat memperhatikan yang namanya ergonomi ya. Jadi kalau ergonominya enggak enak itu ya menurut gua mobil sebagus dan secanggih apapun juga dimiliki buat jangka waktu lama tuh kurang menyenangkan gitu ya. Ini tuh enggak apalagi dibandingkan dengan model sebelumnya. Sekarang kursinya itu ini pengaturannya lengkap banget ya. Jadi dia itu udah ada ergo motion jadi bisa kayak gerak-gerak gitu ya. Kayak ada ee pijet-pijetnya kayak Mercedes Benz. Terus dia juga kayak ionic. Jadi kita bisa pakai buat relaxation seat. Jadi kita mau cobain. Ah, relaxation seat-nya itu justru ada di baris depan kayak Ionic 5. Dan ini enak karena gua biasanya kalau naik Ionic 5 gua itu berasa kayak ada Alpard nih sama Ionic. Gua lebih baik pakai Ionic. Gua duduk di sebelah kiri pakai relaxation seat. Karena relaxation seat-nya itu dia tuh zero gravity. E, patat kita dikebawahin, kaki kita dinaikin ke atas, terus dikasih keluar automann-nya gitu. Dan ini ada di sebelah kanan sama di sebelah kiri. Di mana kalau misalkan di mana kalau misalkan Alpard itu tuh kalau kita tiduran tengahnya tuh rata gitu loh. Dan kursi ini harusnya tuh ada di tengah bukan di depan sini gitu loh. Jadi enak banget kita majuin lagi ke depan ya. Jadi kalau kita mau nyalain relaxation modenya itu nanti kursi belakang dia akan mundur secara otomatis ya. Terus dia juga punya lambar support ya bisa diatur di bagian sininya sama ada putaran ya. Ini bisa ngatur seberapa lebar side support-nya ya. Jadi kayak Porsche gitu loh. Tuh bisa dibikin lebar. Jadi kalau kalian gendut gitu ya enggak suka yang terlalu sporty, tinggal dilebarin aja. Jadi dia enggak terlalu supportif. Kalau kita pengin yang supportif tinggal dipencet aja. Dan semuanya ada di sini nih gambar ya. Jadi kita lebarin, kita kecilin dia itu ada. Jadi di paliet baru yang paling gua suka itu kursinya justru karena kursinya emang benar-benar banyak options dan nyaman ya. Enggak cuma buat sebelah kanan, tapi buat sebelah kiri pun juga sama. Kemudian kalian kalau di video pasti atau di foto ngelihat dashboardnya tuh aneh. Tahu enggak? Anehnya kenapa? Karena dia punya layar. Layarnya tuh enggak sampai ke ujung. Jadi di tengah-tengah AC sini nih di knop AC dia tuh berhentinya di sini gitu. Kenapa enggak sampai sini gitu ya biar biar sama gitu. Nah, jawabannya karena walaupun mobil SEMAL ini dia tetap pakai common parts dengan beberapa part Hyundai lainnya. Kayak misalkan layarnya nih, ini layar dari ujung ke ujung itu sama persis sama yang dipakai sama Santa, Hyundai Tusan sama Kona EV terbaru ya. Dia tuh sama jadi dia cuma plek ketiplek aja makanya desainnya kayak enggak nyampe gitu loh. Karena kan ini mobil lebar banget. Nah, mungkin kalau ditaruh di Kona dia pas, tapi pas ditaruh di ee Hidai Palisit itu jadinya kayak kurang panjang ya. Kayak misalkan ini AC juga sebenarnya dia sama sama kayak yang dipakai e kayak di Tusan atau di Santafe yang versi tertinggi ya. Kalau di luar dia itu tengahnya touch screen tapi touch screen-nya khusus buat tombol. Jadi kalau misalkan kita pengin lihat ee hembusan ASI seberapa kencang ada di sini layarnya ya. Terus temperatur kiri kanan juga ada di sini ya. Bisa kita atur. Dan kita juga bisa ngatur AC belakang. Ada front rear-nya di sini kita pencet aja. Nah, dia langsung AC belakang. Kalau ini kita yang kursi depan termasuk yang belakang itu kita bisa ngatur pemanas sama pendinginnya ya. Termasuk devogernya juga masih ada. Dan buat matiinnya pencet yang ini. Oke, jadi seperti itu dia sama dia ada pemanas buat setir. Jadi speknya tuh kayak spek yang di luar negeri gitu. Kalau misalkan kita di musim dingin, masuk ke dalam mobil, setirnya hanget, aduh itu enak banget. Apalagi mobil ini sudah dilengkapi dengan namanya Hyundai Bluing. Kita bisa ngatur mobil sebelum kita masuk atau kita mau ngajak mobil tuh ada. Gua biasa kalau pakai Hyundai Bluing, kalau mau salat Jumat gitu kan gua tinggalin mobil di parkiran kan panas trik tuh. Sebelum takbir kita nyalain dulu teng. Udah pas kita masuk dalam mobilnya itu langsung adem. Termasuk juga mau nyalain pemanas kursi, pendingin kursi itu bisa semua. Dan di Ionic 5 dia ada pengaturan kursi dari layar yang menurut gua enggak penting ya buat apaan gitu kan. Tapi kalau di sini menurut gua kepakai. Jadi di sini tuh kalau kalian lihat layarnya itu kurang lebih sama kayak ya Santa Fe dan kawan-kawan lah ya termasuk men-unnya juga sama. Di sini ada seats ya kita pencet nanti dia akan ada pengaturan buat tengah sama belakang. Jadi dari depan sampai ke belakang itu semuanya warmernya lengkap, penghangat kursinya lengkap. Tapi untuk ventilasinya dia cuma ada di bagian tengah sama depan aja. Dan ini yang paling kepakai sih menurut gua. Ini kita bisa ngatur kursi bagian tengah ya, mau dibikin seperti apa. Rileks mode juga ada di sini. Jadi kalau kalian pakai sopir, sopirnya sudah literate, sudah diajarin pakai mobilnya, tinggal ngomong saya mau bikin kursinya tuh jadi rileks mode di belakang, di tengah itu bisa ya. Ada walk mode juga, jadi dibikin buat akses ke belakangnya gampang gitu ya. Sama di belakang ini ada buat ngelipat kursi dari depan. Jadi kalau kita mau ngelipat gitu ya, tinggal pencetnya aja ngelipat semua. Tegakin dua-duanya sama buat ngelipat yang belakang doang. Jadi nice ya. Terus Android Auto, kiblat font, voice memo sama seperti yang lainnya ya. Settings dan kawan-kawan val modenya. Nah, ini nih paling di settings-nya aja nih. Terus driver assistance, drive mode, climate dan kawan-kawan itu banyak settingannya. Tapi yang paling penting adalah di bagian climate. Karena eh kalau kita enggak atur ini, kadang-kadang dia suka ngambil udara dari luar tiba-tiba tiba-tiba, "Oh, kok bau dalam interiornya." nya. Nah, nah sebaiknya eh air recirculation-nya itu dimatiin aja termasuk activation upon entering tunnel. Jadi kalau misalkan dia masuk ke dalam tunnel itu dia suka ngambil udara dari luar ya. Sama nih bagus nih ada climate features. Nah ini ada air conditioner auto drying. Jadi kalian tahu kan kalau di AC di rumah itu ada dry mode di mana kalau kita pakai dry mode itu akan ee mengurangi kelembaban di dalam ruangan kayak dehumidifier lah. Nah, ini tuh bagus. Kenapa? Karena ketika kita keluar dari mobil ya, kita kunci, dia akan tetap nyala. Tapi AC-nya itu bukan buat ngademin, tapi buat dehumidify untuk ngurangin kadar air di dalam mobil. Itu bagus banget. Mencegah kabin dari jamuran dan pastinya interior jadi lebih sehat. Ya, itu bagus banget dan itu jarang gua temuin di beberapa mobil. Kemudian ada seats, isi aksesnya juga bisa diatur. Kalau misalkan kita matiin terus kita buka dia akan mundur. Itu bisa diatur. Cuman yang gua kurang suka adalah ya setirnya untuk mobil semahal ini harusnya untuk tilt dan telescopiknya dia sudah dibikin elektrik. Tapi sayangnya ini belum. Karena kalau dibikin elektrik gitu ya, di luar kan ada yang elektrik. Kalau kita matiin mesin terus kita buka enggak cuma kursinya doang yang mundur. Setirnya dia akan naik ke atas dan masukin ke dalam biar kita keluar masuk itu lebih gampang ya. Tapi sayangnya ini enggak. Nah, tapi di luar itu headup display ada lengkap bagus. Bahkan kalau kita pakai navigasi dari Android Auto, kita pakai Google eh Maps ya, itu dia ada arahnya ke mana gitu. Jadi udah terintegrasi dengan sistemnya. Biasanya kan Android Auto suka bekerja sendiri ya, tapi ini enggak. Dia bekerja sama sama head display-nya. Terus speedometer dia punya banyak sekali desain mulai dari minimalis dan kawan-kawan. Tapi gua paling suka yang klasik karena dia ada dial-nya dan ada angka-angkanya. Sama kalau kita pakai kamera 360-nya. sayangnya ini tombolnya agak jauh ya di sebelah kiri. Dan dengan posisi duduk seperti gua, eh si touch screen tuh agak kurang maju ya. Jadi kalau kita nyetir, kita mau ngotak-ngatik touch screen tuh kayak badan kita tuh harus maju dikit gitu. Kalau bisa dibikin lebih maju lagi kayaknya lebih enak. Dan ini tombolnya tuh jauh sekali. Jadi kita lagi begini mau pakai kamera 360. Pencetnya agak sedikit jauh dan gambarnya kalau siang kita lihatlah pasti ini bagus. Tapi yang paling berasa itu pas malam. Karena pas kita pakai di malam hari, kita pakai e blind view monitornya itu gambarnya bagus banget. Karena Paliet yang lama blind view monitornya sama ke Ionic 5. Bagus tapi yang ini jauh lebih bagus. Yang jelek layarnya di mana? Di atas sini. Kalau malam ini noise banget ya. Jadi kalau malam hari sebaiknya di ya beginianin aja biar bisa ngelihat secara diming. Tapi ya bagusnya dia pakai kamera kayak gini kalau kalian di belakang jadi bos gitu ya. kalian itu enggak bisa ngintip kalian lagi di lagi ngapain di belakang. Misalkan kalian di belakang itu lagi melakukan suatu privacy, misalkan eh ngupil gitu ya, drivernya enggak bisa ngelihat gitu. Setirnya sama seperti Hyundai Santafe persis ada empat buah lampu titik-titik ya. Dan lampunya ini bisa berubah warna. Jadi kalau pas gua parkir mundur udah mau dekat tit tit tit tit dia jadi merah dia dan kelap-kelip juga. E lucu dia. Kalau beberapa mobil yang listrik dengan setir yang kayak gini, dia bisa nunjukin baterai katanya. Terus di sini ada tombol bintang untuk tombol favorit. Nah, kalau sekarang tombol favoritnya kalau kita pencet itu banyak banget yang kita bisa assign. Ada kiblat, media, map, quiet, passenger talk, display, home screen, eh Bluetooth hands free, hybrid, privacy mode, font projection, reject, calendar, font recalculate dan kawan-kawan driver assistant settings, bluetooth audio, val mode, radio, stop route, sama ada weather-nya. Tapi sayang enggak dibikin kamera 360. Padahal kalau dibikin kamera 360 itu lebih bagus. Nah, kita ke sebelah kanan lagi. Tuas transmisinya sekarang ada di bagian bawah sini. sama seperti eh Hyundai Kona atau Hyundai Santa Fe, tapi dia punya engine start stop button. Di mana sebenarnya enggak butuh-butuh amat kalau kalian udah pakai mobil ini secara reguler. Karena di sini ada fingerprint sensor. Jadi, mobil ini dia punya profile. Jadi, kalau misalkan kita pakai fingerprint-nya, dia ng-edetect nih, ini ternyata kita, gitu kan. Nanti dia akan otomatis nyalain mesin dan nge-set sama driver profile-nya kita. Jadi, misalkan yang pertama adalah Spopir, yang kedua adalah Ridwan gitu kan. Jadi kalau misalkan gua mau naik ini, ini kan settingannya dari pakai sama sopir dong ya. Ketika dia kita pakai fingerprint yang dia ngedetect bawah itu adalah gue yang pakai. Semua settingan kursi, settingan yang ada display dan kawan-kawan itu langsung ngikutin settingan gua yang terakhir pakai seperti apa. Jadi enggak harus kita ngatur-ngatur lagi. Spion dan kawan-kawan itu udah beres semua ya. Sebelah kanan sini ada tombol buat mati stability control, electronic parking brake, sama buat buka pintu belakang. Nah, sebelah kanan sini untungnya ah Hyundai enggak ikut-ikutan kayak mobil lain yang ngurangin tombol-tombol. Dia tetap punya banyak tombol bagus meskipun touch screen-nya gede dan banyak hal yang bisa diacur sama touch screen. Ya, nih kita punya tombol untuk spion. Spionnya lengkap. Nah, terus dia ini punya kabin yang kedap banget. Salah satunya karena dia punya kaca double glass. Tapi double glass-nya itu beda sama Paliet yang kemarin. Jadi kalau kita lihat pintu belakang, dia tuh kaca double glass. Tapi double glass-nya tuh persis kayak double glass mobil kebanyakan. Nah, mobil ini kaca double glass-nya itu tebal banget dong. Ini kaca double glass yang tebalnya itu gila ini tebalnya gua enggak ngerti mau dibikin anti peluru kah? Ini tebal banget loh. Jadi double glass-nya tuh kayak double glass diobble lagi saking tebalnya ya. Tapi suaranya jadi kedengaran nging gitu ya. Sama kaca depannya itu juga lumayan tebal lah meskipun enggak setebal yang bagian sini. Beda suaranya ya. Makanya pas kemarin gua hujan kaca depannya tuh enggak enggak berisik gitu enggak ya. Kaca atasnya ini yang masih agak berasa cuma untungnya bisa ditutup. Jadi kalau misalkan pas lagi hujan berisik, tutup aja langsung enggak kedengaran ya. Terus sunfisernya ya kacanya gede ada lampunya. Ini yang gua kurang suka karena dia sekarang jadi tombolnya kapasitif jadi di touch sensitif gini ya. Sama buat blingnya juga tombolnya sama touch sensitif. Untungnya sos-nya enggak ya. Terus nah di bagian sini tuh ada storage ya. Di atas sini tuh storage-nya bagus pakai karet gitu ya. Jadi walaupun enggak gede itu bisa buat naruh barang. Tapi yang bawah sini, nah ini sayangnya storage-nya udah kecil dia full plastik. Jadi kalau misalkan kita naruh-naruh barang yang bisa bunyi dia agak lumayan kedengaran lah. Nah di sini juga ada storage gede ada karetnya. Bawahnya juga bagus ada karetnya. Ada colokan 12 volt. Bagus ya. Tengah sini juga gua suka. Bagus. Ini USB-nya sampai 100 watt. Even HP gua cuma 85 watt. Ini 100 watt. Ini super fast charging meskipun dia pakai USBC semua. Nah, ada UVC. Jadi di laci sini itu kita bisa mensterilkan sesuatu. Misalkan botol segala macam gitu ya. Kita pengin lebih steril bisa dimasukin ke sini. Nyalain UVC-nya. Cup holder ada dua ya. Sama buat fast charging-nya. Itu pun dia juga sudah pakai yang kencang. Dan kalau kita buka, sayangnya dia enggak terlalu besar tempat penyimpanannya. Nah, untungnya ada hal menarik. Dia pajaknya ini sudah dipajakin sama Hyundai ternyata atas namanya Hyundai Motor Indonesia ya. Dia PKB-nya gua pikir bakalan jauh dibandingkan dengan Paliset yang sebelumnya. Karena paliset gua itu harganya kemarin gua beli Rp80 juta ya dibanding ini kan 1274. Jadi nambahnya udah sekitar hampir Rp300 juta gua pikir karena nambahnya Rp300 juta berarti pajaknya sekitar 14 jutaan dong atau Rp5 jutaan? Ternyata enggak. Ternyata 11,34 PKB-nya. Jadi bedanya sekitar 1,3 juta. R jutaan lah. Enggak nyampai 1,3 juga. Karena kan R juta sekian juga yang punya paliset gua yang diesel itu. Jadi ternyata pajaknya, pajak tahunannya naiknya enggak signifikan loh. Gua pikir dia bakal 14 atau Rp15 juta, tapi ternyata naiknya cuma eh R1 jutaan aja dibandingkan dengan paliset yang lama. Eh lumayan menarik ya. Karena gua jujur aja yang bikin malas dari mobil mewah second gitu ya. Kayak lu lihat harga BMW X5 X7 itu udah murah-murah banget sekarang. Tapi pas ngelihat pajak tahunan R7 juta, R3 juta, malas. Yah, kita jalan yuk. Oke, sekarang kita mau nyetir aja. Kita atur dulu setirnya. Gua suka yang seperti ini ya. Majuin dikit. Ah, kursinya enak. Yuk, kita masukin ke Dede jalan, ya. Ini mobil ya. Gua kemarin udah coba seharian sama keluarga gua ya. Satu hal sih, peredaman kabinnya luar biasa ya. Gua enggak nyangka dengan harga segini kita bisa mendapatkan peredaman kabin yang menurut gua kelasnya udah seperti Mercedes S class. Serius ini peredaman kabinnya bagus sekali. Suara luar event knalpot brong aja suaranya enggak begitu kedengaran ya kan Re? Ya. >> Iya. >> Gua kayak wow. Dibandingkan dengan paliset gua. Piset gua tuh ya yang diesel itu udah pakai peredam tambahan. Si gema tuh ya yang adanya tara gitu ya. Dia itu juga punya paliset. Coba pas cobain palset gua uh kedap banget. Nah ini lebih kedap lagi. Gua bisa bilang gitu karena gua punya palis yang udah ditambahin peredam ini masih kalah sama ini ya. Cuman ada satu hal yang menurut gua annoying. Suara mesinnya masih masuk dan suara mesinnya itu jelek ya. Kalau misalkan kita e enggak nyalain audio ya, itu suara mesin sama suara AC itu kedengaran banget karena ya saking kedapnya gitu loh. Enggak ada lagi suara yang kedengaran tuh suara kayak orang ngorok tapi agak cempreng gitu ya. Ng itu masih masuk ke dalam. Sayang banget di situ ya. Jadi kok gua kaget gitu pas kok ini suara mesinnya malah masuk ke dalam. Even yang palis yang diesel itu suara mesinnya kan benar halus banget ya. Nah, yang ini tuh enggak sehalus itu ternyata suara mesinnya. Mungkin kalau di video enggak kedengaran ya, tapi kalian coba test drive deh. Agak sedikit kedengaran untuk mobil yang sudah sekedap ini ya. Ini mobil kedap sekali. Memang menurut gua ini mobil udah kelasnya sih Genesis. Oke, terus yang kedua adalah suspensinya nyaman, enak. Ya, waktu itu gua di grupnya Hyundai Palis gua tanya kan ada orang udah beli dia sebelum pakai palis lama. Suspensinya gimana, Om? Gua tanya, "Eenak enggak?" Oh, katanya enak banget. Worth to buy lah kalau misalkan kalian dari PST lama ke Paliet baru itu berasal katanya suspensinya. Oke, gua ee setuju di kecepatan tengah dan tinggi. Jadi kalau di atas 40 km/h ini suspensinya Oh, kita naiknya lewat sana ya, Re. >> Naik apa? Mau naik ke atas. >> Yah. Yaudah kita putar aja deh. >> Salah jalan kita ya. Jadi ketika di kecepatan tinggi ini mobil suspensinya enak. Ngayunnya tuh emang rasanya tuh kayak Genesis bukan kayak Hyundai. Ya udah enak banget deh. Nah cuman dia itu punya profil ban yang keras. Bannya itu kayak RFT. Alhasil ketika kita pakai di kecepatan rendah ya itu kerasnya tuh masih kerasa dikit gitu. Eh, agak mirip-mirip sama Santa Fe, tapi kayak satu kelas di atasnya. Kalau Santafe kan emang yang baru tuh kan kerasa banget ya deg dek de degdegnya gitu ya. Ini deg-degnya masih ada tapi enggak sekeras itu ya. Bahkan kalau gua bilang kalian tahu Land Cruiser 300 ya suspensinya itu kan menurut gua enakan yang Land Cruiser 200 ya karena ada eh bantingan-bantingan mikro tuh yang kerasa deg tek degd deg gitu kurang enak ya. Nah ini tuh juga mirip kayak gitu tapi ini way much better. serius Land Cruiser 300 dibandingkan dengan ini kalau kalian gak butuh offroad-nya ini suspensinya lebih enak, lebih nyaman. Cuma suara mesin ya itu aneh gua pikir ng KK. Jadi bantingannya menurut gua ini udah naik level ya dibandingkan dengan Pali set sebelumnya. Pali set sebelumnya aja itu udah enak banget. Nah kalian coba deh naik Pali set yang ini bawa keluar kota naik tol. Ini sambung-sambungan di atas hari ini ya. Tuh, cuma begitu doang. Nah, tapi ada catatan nih ya kan. Jadi palis yang lama itu kan kalau kita lewatin jalan berlubang, jalan sambungan tuh kan sunyi senyap ya. Ini tuh perdaman kabinnya udah bagus banget yang baru. Cuman suara gluduk-gluduk dari bawahnya itu ini bukan kaki-kaki rusak ya. Mohon dibedakan antara suara kaki-kaki rusak sama suspensi yang lagi bekerja untuk meredam bantingan itu lebih berasa nih kita lewat sambungan seperti ini berasa nih suaranya. ya gedegdek gledegdek itu masih ada suaranya lebih masuk ke dalam dibandingkan dengan palis set yang lama itu agak sedikit unik sih harusnya kalau misalkan ee kita pakai ban yang lebih silence ya atau pakai ban yang lebih empuk harusnya dia bisa meredam ini lebih baik ya termasuk kayak waktu kita lewat jalan-jalan Kblok dan kawan-kawan itu juga lumayan berasa tapi berasanya itu apakah karena perdamannya lebih bagus jadi kita lebih sensitif kuping kita atau emang emang lebih berisik aja sih ya. Tapi tenang aja, audionya bagus banget. Jadi bosennya itu beda sama bos-bos yang kalian akan temukan di ee kayak Ionic 5 itu kan Bos. Tapi biasa banget ya. Ini Bosennya tuh kelasnya kayak Mazda CX80. Bagus banget. Ada center point-nya ya. Dia enggak naruh subwover di belakang tapi rasanya kayak ada subwover di bagian ee depan sini. Jadi baik dari kursi depan, kursi tengah itu akan merasakan suara yang levelnya tuh emang mobil udah di atas R miliar. Jadi jangan disamain sama bos-bosenya CX5 ya, bos-bosenya kereta gitu. Jangan disamain. Ini bosennya udah ee kayaknya bukan satu step, dua step di atasnya. Bahkan dibandingkan dengan Santafe gua lebih suka bosennya ini. Bagus suaranya ya. Jadi kalau udah nyetel lagu musik ya udah suara-suara yang tadi gua bilang itu udah bakal enggak kalian enggak akan notice deh karena audionya emang suaranya bagus dan ciri audio bagus itu kalau kita nyetelnya agak kencang kita masih bisa ngobrol sama orang sebelah kiri atau di belakang karena frekuensinya enggak akan tabrakan. Itu udah levelnya memang sebagus itu. Gimana soal handling precision dan kawan-kawannya? Handling-nya gua gak ada problem ya. Even dibandingkan dengan palis yang lama, gua lebih suka handlingnya palis yang sekarang lebih presisi ya, bobotnya pas. Kita mau belok itu juga body roll-nya masih terjaga bagus. Hanya saja ya ini mobil pas kita coba nyetir kalau kita lihat secara dimensi sebenarnya dibandingkan dengan palis set yang lama itu ya bedanya cuma lebih lebar 4 cent apa 3 cent gitu ya lebarnya ya. Tapi kenapa pas kita bawa mobil ini itu rasanya lebar sekali dari ujung ke ujung itu pas kita mau masuk ke dalam gang ini masuk enggak ya? Jadi harus butuh pembiasaan untuk jadi biasa dengan dimensinya yang besar. Mungkin karena gua udah biasa pakai palis yang lama ya, dia lebih kecil sedikit jadi gua biasa gitu. Tapi ini kayak gua kan e nginp di kembang village ya, apartemen deh. Kayak mau belok atau apa gitu. Aduh nyampai enggak nih? Ya itu sih jadi posisi driving-nya itu meskipun enak tapi membuat kita tuh rasanya mobilnya kayak besar sekali ya. Kalau panjang iya ini lebih panjang jauh ya 5 m lebih. Tapi lebarnya itu sebenarnya lebarnya enggak banyak gitu. Cuma eh desain dashboard-nya dan kawan-kawannya itu ngebuat kita tuh rasanya kayak kurang PD. Nah, pilarnya bagian depannya ini bagus. Dia ditarik ke belakang meskipun enggak setipis itu. Terus di antara pilar ke spion itu, itu juga bagus. Kita dikasih space buat ngintip sedikit. Makanya ee kita di dalam mobil ini tuh enggak merasa banyak blind spot-nya pas gitu loh. Jadi meskipun dia punya body yang kelihatannya gede banget dari dalam pas kita nyetir gitu kayak jaentik gitu ya, tapi visibilitasnya bagus dan dia ini lebih tinggi dibandingkan dengan palasit model sebelumnya. Jadi kalau kita duduk ini dia lebih ke atas ya padahal udah kita turunin sampai yang paling bawah gitu. Rasanya lebih SUV dibandingkan dengan paris yang sebelumnya bisa didudukin tuh benar-benar rendah sekali ya. Tapi emang pas kita bawa jalan ya ini emang terasa naik kelas sih dibandingkan dengan paliet yang lama. Sekarang gimana soal engine-nya atau tenaga mesinnya? Jadi dibandingkan dengan paliet yang lama yang diesel. Wah paliet diesel itu udah enak bangetlah. Kencang, smooth, irit. Ya, diesel enggak berasa diesel. Suara mesinnya sama getaran mesinnya itu hampir enggak ada lah. Kalau di Santafe masih agak berasa dikit yang diesel. di palet completely different level. Nah, gimana soal mesin bensin hybridnya ini? Mesin bensin hybridnya ini, oh jelas dibandingkan diesel ini lebih baik. Kenapa gua bilang gitu? Pertama, tenaganya lebih gede tentu saja ya. Gabungannya antara motor listrik sama bensin itu 334 PS dan torsinya 460 Nm. Gede banget ya kalau dibandingin sama yang diesel ya. yang diesel itu kan eh 197 ya atau 202 gitu gua lupa detailnya dan torsinya 450 Nm. Jadi secara angka jelas lebih tinggi dan paliet yang diesel lama itu itu 0-nya di angka 9 detikan. Yang ini jadi terkoreksi banyak jadi sekitar 7 detikan saja. Makanya pas kita coba nge-floor, kita injak pedal gas secara dalam bes itu langsung jauh. Nah, tapi problem mobil hybrid seperti gua bilang untuk di bawah 100 km/h itu kan tenaganya ngisi memang karena ada motor listriknya pasti berasa kan. Nah, setelah di atas 100 km/h barulah dia berasa loyo. Nah, di mobil ini gimana pertanyaannya? Enggak dong. di mobil ini tenaganya ada terus karena mesin bensinnya itu 2500 cc turbo. Jadi kalau kita cek sendiri dia tuh tenaganya udah 262 PS sendiri untuk mesin only tanpa pakai embel-embel hybridnya. Dan torsinya pun juga gede. Apalagi torsinya itu sudah sampai puncak di RPM rendah mulai dari RPM 1000-an. Nah, transmisinya emang bukan 8 atau 10 atau 9, dia cuma en aja. Tapi karena mobil hybrid itu enggak perlu transmisi banyak-banyak juga. Torsinya kan udah dico-cover sama si mesin listriknya kan. Jadi kalau misalkan kita sekarang ada di Eco, kita pindahlah ke Sport karena agak lumayan berasa antara Echo sama Sportnya di mobil ini. Kita gas set cepat ya. Suara mesinnya jadi enak. Jadi kayak sport car tuh 140 cepat banget 150 aja. cepat ya. Jadi dibandingkan dengan yang diesel boleh diadu ini mobil ya. Bahkan jangankan boleh diadu menang. Gua yakin dia menang. Dan mobil ini seperti biasa khasnya palisit itu adalah ketika kita pakai di jarak jauh seperti ini itu nyaman ya. Satu-satunya suara yang menurut gua berasa di mobil ini, ini jalan beton loh. Biasanya kolongnya berisik kan kalau beton itu kan bukan yang aspal ya. Tahu enggak? Yang berasa tuh suara angin. Dan kalau kita nyetel audio udah aman, enggak ada suara apa-apa. Ya udah gitu Hyundai punya eh smart sense itu bagus ya. Jadi dia punya lane keepeping assist, dia punya ADAS. Itu salah satu mobil yang kalau misalkan udah kita nyay ADAS-nya itu gua dari Jakarta ke Klaten tuh bisa gua percaya gitu. Jadi kalau kalian senang palis set yang lama diesel itu karena kalau keluar kota itu enak ya, nyaman, effortless, itu juga akan kejadian di palis baru yang hybrid ini. Karena emang seenak itu tuh enak mobilnya. Good things yang ada di paliet lama itu enggak dihilangin, justru malah di-improve. Dan itu ngebuat orang yang pakai palis lama upgrade ke palis hybrid pasti merasa puas sih. Kalau gua sebagai pemilik paliset lama ya ke sini sih kayak aduh pengen banget gitu ya. Cuman ada cumannya lagi ee karakternya agak beda di konsumsi bahan bakarnya. Untuk di bawah 100 km/h kita pakai dalam kotak gua tuh bisa dapetin kayak 114 1116 tuh gampang. Tapi ketika pakai keluar kotak gini ya, kita tadi pakai agak ngebut, kita gas dikit gitu ya, itu bahan bakarnya lumayan nge-edrop jadi 112 gitu. Jadi kalau kita bawa 120, 140 gitu kan, kecepatan agak tinggi dia emang e enggak seirit itu sih. Tapi wajarlah bodinya segede gini, tenaganya sebesar itu gitu kan. Ketika dapat konsumsi bahan bakar yang ee di angka 114 aja itu menurut gua udah bagus banget ya. Kalian pakai line cruiser dapat 114 itu uh senang banget itu. Kalau enggak diesel mah susah ya karena emang kelasnya di situ gitu. Jangan jangan dibandingin sama Zenix beda ya kenyamanannya beda ya features-nya beda, dimensinya beda. Ya tentu saja kons bakarnya juga pasti akan berbeda. Long story short-nya kurang lebih kayak gitulah. Dan buat kalian yang pakai spir belakang pun juga improve ya. Jadi suspensinya improve, sound proofing-nya juga improve ya. Eh bantingannya enaklah. Dan rasa kayak begini ya orang bilang, "Wah mungkin PALET baru jadi mahal banget 1,2 M ya." Tapi kalau kalian mikirnya eh palis lama dibanding paset baru, emang sih mahal. Tapi kalau kalian mikirnya, "Ah, gua pengen beli BMW X7 atau Mercedes-Benz GLS, tapi kan harganya 3M ya." Ya, ini dengan harga sepertiganya ya, hampir sepertiganya kalian bisa dapat kenyamanan yang kurang lebih mendekati dengan mobil-mobil yang gua sebutin tadi. Oh iya, satu hal yang gua mau tambahin ya, mobil ini pedal remnya enak. Biasanya mobil hybrid itu kan dia harus ada regeneration-nya ya. Jadi dia harus nge-mix antara tekanan yang dikasih ke kaliper rem sama yang dikasih ke motor listrik buat jadi energi yang masuk ke dalam baterai. Nah, itulah biasa tuh kadang-kadang jadi enggak enak tapi di sini sangat natural. Begituun dengan pedal gasnya pas gitu rasanya semuanya. Oke, jadi itu aja tentang Hyundai Palisate yang terbaru ini. Buat gua dibandingkan dengan yang lama ke yang baru itu upgrade-nya berasa ya. Dan kalau misalkan kalian punya yang lama dan udah nyobain yang baru, coba komen di bawah seperti apa yang kalian rasakan. Sifai jumpa di vlog berikutnya. Jangan lupa untuk like dan subscribe dan nyalakan lonceng biar kalau ada video baru akan ada notifikasi ke HP kalian. Bye bye.
