Panduan Belanja Smartphone Edisi September 2024 - #MANJA Episode 14 (YouTube Video)
Redmi Note udah nggak worth it? Jangan beli Vivo V30? Ada smartphone 1 jutaan yang speknya bagus dan pake AMOLED? Apa? Selamat datang di Manja. Masukan Belanja edisi September. Dimana kami merecap smartphone yang layak dibeli untuk bulan September ini. Memang beberapa bulan ini kita terlewat ya rekomendasi belanjanya. Cuman kali ini kami hidupkan kembali. Insya Allah seri ini akan selalu menemani awal bulan kalian. Nggak pake lama, langsung aja kita mulai dari rekomendasi smartphone kelas flagship terlebih dahulu. Pertama untuk kategori smartphone foldable. Ada 3 smartphone yang menurut saya bisa dijadikan pilihan. Oppo M3, Vivo X Fold 3 Pro, dan Samsung Galaxy Z Fold 6. Nah di antara ketiga ini, mana yang paling layak untuk dibeli? Mungkin yang pertama saya akan mengeliminasi Oppo M3. Bukan karena tidak layak untuk dibeli ya, tapi Oppo M3 ini sudah tersedia dari tahun lalu. Chipset yang digunakan juga masih Snapdragon 8 Gen 2. Kemungkinan besar beberapa bulan lagi akan hadir penerusnya. Jadi saran saya kalau mau beli smartphone foldable ya antara Vivo X Fold 3 Pro dan Z Fold 6. Lebih bagus mana nih, Z Fold 6 atau X Fold 3 Pro? Menurut saya keduanya layak untuk dimiliki. Beli yang mana itu tergantung dari kebutuhanmu akan smartphone foldable. Kalau kamu sering foto-foto dan membutuhkan smartphone foldable yang ketahanan baterainya bagus, ambil Vivo X Fold 3 Pro. Setup kameranya itu komplit. Kamera utama 50MP yang oke banget buat dipake foto ataupun video. Punya periskop telephoto 64MP dengan pembesaran optical 3x. Cocok buat foto-foto portrait atau bahkan zoom-zoom karena punya resolusi yang tinggi. Jadi kalau mau zoom sampai 10x juga masih keliatan tajam. Dan kamera ultrawide 50MP yang cukup oke buat foto gedung yang tinggi atau buat grup selfie. Baterai 5700mAh-nya juga merupakan kapasitas baterai terbesar buat smartphone foldable. Dijamin tahan seharian meski penggunaanmu cukup berat. Kemampuan ngecasnya juga terbilang cukup cepet ya, 100W. Z Fold 6 nggak punya kemewahan hardware kayak di X Fold 3 Pro. Cuman saya masih merekomendasikan Z Fold 6 karena ada beberapa kelebihan yang nggak ditawarkan di Vivo X Fold 3 Pro. Pertama adalah S Pen-nya. Buat yang suka gambar-gambar atau mungkin kerja di industri yang dekat dengan desain, hadirnya S Pen pasti akan sangat membantu. Belum lagi ada beberapa fitur AI baru dari Z Fold 6 yang mungkin kepake sama kebutuhan sehari-hari. Kemudian yang kedua adalah kenyamanan software. Selain dapet update yang cukup lama, experience software Samsung menurut saya masih yang terbaik, walau Vivo juga nggak buruk. Kalo ngomongin harga, Vivo X Fold 3 Pro 16512 dijual dengan harga Rp26.999.000. Lebih value for money ketimbang Z Fold 6 yang Rp12.256.000 dijual dengan harga Rp26.499.000 dan yang Rp12.512.000-nya tuh di Rp28.499.000. Lebih mahal si Z Fold 6. Harga ini adalah harga di era phone ya. Mungkin kamu bisa dapetin harga yang lebih terjangkau di toko lain. Cuman saya sih menyarankan kalo mau beli smartphone, di Erafone aja. Worry free soalnya. Kamu tinggal datengin aja tokonya, ada dimana-mana, pasti ada di deket tempat tinggal kamu. Bisa nanya-nanya sellernya dulu, unboxing dan cek barang langsung di tempat. Kalo ada masalah pas lagi dicek, bisa langsung tuker unit baru. So mulai sekarang kalo mau belanja gadget, di Erafone aja ya. Nah itu dia rekomendasi saya untuk smartphone foldable. Kamu bisa ambil Z Fold 3 Pro ataupun Z Fold 6, tergantung dari apa kebutuhanmu. Sekarang kita lanjut ke smartphone flip. Ada 3 pilihan menurut saya yang masih layak untuk dimiliki. Yaitu Samsung Z Flip 6, Z Flip 5, dan Find N3 Flip. Menurut saya pilihan terbaiknya adalah Samsung Z Flip 6. Smartphone yang memang jadi daily driver saya untuk saat ini. Memang yang paling mahal untuk saat ini diantara yang lain, cuman saya memilihnya ini bukan tanpa alasan. Pertama, smartphone flip itu tidak didesain sebagai smartphone powerhouse. Smartphone yang segala bisa. Smartphone flip itu adalah smartphone yang compact, yang mudah digunakan, dan lebih dekat penggunaannya untuk menunjang lifestyle. Casingnya ini keren, ada banyak pilihan, dan ada flip suitcase yang baru. Casing yang bisa menyala-nyala seperti ini. Kemudian untuk bales WhatsApp juga nyaman, layar cover di bagian depan ini punya layout keyboard yang lebih luas ketimbang Oppo Find N3 Flip. Kamera utamanya kini untuk video bisa dibilang sangat proper. Buat kebutuhan instastory, bikin konten, Z Flip 6 ini yang terbaik. Ini belum ngebahas fitur-fitur AI-nya ya, yang mungkin kamu gunakan di kondisi tertentu. Karena alasan yang tadi saya sebutkan itulah, saya memilih Z Flip 6 sebagai pilihan utama. Sekarang di Erafone lagi ada promo double storage loh. Beli yang 256GB, dapet yang 512GB. Pas pre-order kemarin promo ini malah nggak tersedia. Promonya ini sampai 31 Oktober ya. So, hati-hati kehabisan. Kalau budget terbatas, Oppo Find N3 Flip bisa jadi pilihan yang menarik. Ada satu kelebihan dari N3 Flip yang nggak ada di Z Flip 5 ataupun Z Flip 6. Yaitu lensa telephoto 32MP dengan pembesaran optical 2x. Lensa tele ini akan sangat kepake buat menghasilkan foto-foto potret yang lebih oke. Buat kamu yang suka foto-foto potret, bisa ambil Oppo Find N3 Flip. Z Flip 5 masih masuk rekomendasi buat yang budgetnya terbatas tapi masih mau smartphone flip-nya Samsung. Bisa pake flip suitcase yang lucu-lucu, meski nggak bisa yang nyala-nyala. Dan software khas Samsung yang nggak nyusahin. Justru sebaliknya, sangat memudahkan dan dapet update software yang panjang. Itu dia pilihan buat smartphone flip. Sekarang kita bahas rekomendasi smartphone flagship. Smartphone flagship ini adalah smartphone-smartphone dengan spesifikasi terbaik tanpa fitur lipat-lipat. Smartphone dengan bentuk batang dengan spek tertinggi lah. Pilihannya menurut saya ada 2. Samsung S24 Ultra dan Vivo X100 Pro. S24 Ultra masih jadi pilihan utama karena fiturnya komplit banget dan mendukung kebutuhan saya yang cari uangnya pake HP. Spesifikasi yang terbaik untuk saat ini Snapdragon 8 Gen 3, ada S Pen dan semua fitur pendukungnya, Galaxy AI, dan setup kamera komplit yang versatile. Kepake untuk segala situasi. Kamera utama 200MP, Telephoto 10MP 3x Optical, Telephoto 50MP 5x Optical, 12MP Ultra Wide, dan keempat kamera ini udah memenuhi kebutuhan sehari-hari dan juga kebutuhan profesional. Kalau lagi liputan, kebutuhan saya nggak perlu jalan ke depan panggung untuk dapetin gambar yang bagus. Cuman Vivo X100 Pro juga nggak kalah oke. Setup triple camera dengan kolaborasi sama Zeiss bikin kamera HP ini bisa ngelawan dominasi Samsung. Jujur ya, buat foto-foto, saya malah lebih suka foto dari Vivo X100 Pro. Cuman untuk kebutuhan video, menurut saya Samsung S24 Ultra ini masih lebih baik. So, mending beli yang mana? Dengan harga yang lebih terjangkau, yaitu di Rp 16.999.000, Vivo X100 Pro 16GB 512GB bisa jadi pilihan yang lebih baik kalau kamu nggak perlu S Pen dan Galaxy AI. Apalagi ditambah kemampuan pengecasan yang lebih cepat, yaitu di 100W. Harusnya dengan Vivo X100 Pro, kalian tuh udah bisa happy. Namun kalau kamu mau yang pakai S Pen, ada Galaxy AI, untuk saat ini belum ada yang selengkap S24 Ultra. Varian terendahnya masih di Rp 19.500.000. Kalau mau beli, silahkan. Saya sendiri masih pakai S24 Ultra buat bikin video YouTube pas liputan ke luar negeri. HP ini tuh sudah mengenerate profit lebih besar dari harga yang saya keluarkan dahulu. Buat para gamers kelas berat, rekomendasi saya cuma satu ya. Asus ROG Phone 8. Nggak ada lawannya. Paling asik buat dipakai gaming. Aksesoris tambahannya juga banyak. Fiturnya mendukung gaming juga tuh, fitur-fitur softwarenya. Nggak ada pilihan lain, karena emang nggak ada yang bisa compete. Ehem Nobia, ehem. Selanjutnya adalah rekomendasi smartphone premium di atas 10 juta. Ada 2 rekomendasi saya di sini. Xiaomi 14 dan Vivo X100. Nah, 100 aja. Mending ambil yang mana? Well, agak sulit sebenarnya untuk memutuskan. Keduanya punya kamera yang sama-sama bagus. Satu kolaborasi sama Leica, satunya lagi sama Zeiss. Buat foto-foto, keduanya oke. Cuman setelah nyobain keduanya, Vivo X100 menurut saya lebih enak buat digunakan. UI-nya clean, ngecasnya cepat, 120W. Tapi, Xiaomi 14 ini pake chipset yang lebih baik ya, yaitu si Snapdragon 8 Gen 3. So, keputusan buat memilih di antara kedua hape ini, menurut saya tergantung sama preferensi kalian. Kalo kalian lebih suka ya ukurannya kayaknya sih mendingan si Xiaomi 14. Ukuran layarnya tuh di 6.36 inch, lebih compact sedikit. Sementara Vivo X100 di 6.78 inch. Baterainya juga lebih besar sedikit. Itu aja poin buat memutuskan mending yang mana. Harganya ya kurang lebih sama sih. Next, kita bahas smartphone premium di bawah 10 juta. Nah, makin kesini makin ribet ya, karena pilihannya tuh makin banyak. Tapi saya udah mengerucutkan pilihan jadi 3 aja. Vivo V30 Pro, Realme GT 6, dan Asus Zenfone 11 Ultra. Untuk harganya, Realme GT 6 ini dijual dengan harga Rp 7.999.000, Vivo V30 Pro di Rp 8.995.000, Asus Zenfone 11 Ultra di Rp 10 juta kurang sedikit lah. Mana yang lebih baik? Well, sekali lagi tergantung kebutuhannya. Vivo V30 Pro ini punya kamera yang paling bagus di antara kedua smartphone ini. Dan overall experience-nya juga menurut saya dia tuh yang paling nyaman buat dipake. Saya ngeliat Vivo V30 Pro ini tuh paling bisa cocok sama kebutuhan mayoritas orang. Tapi jujur saran saya, lebih baik jangan ambil Vivo V30 Pro, karena V40 series udah mau launching. Secara looks juga lebih cakep menurut saya. So, kalau kepengen V30 Pro, mending ditahan dulu aja kali ya. Kali aja V40 Pro tuh malah lebih bagus. Nah, kalau lagi cari smartphone premium dengan ketahanan baterai yang juara, Realme GT 6 ini tuh bisa jadi pilihan yang oke. Snapdragon 8s Gen 3-nya ini cukup powerful, tapi juga lebih hemat daya daripada Dimensity 8300-nya Vivo V30 Pro. Kameranya so-so lah. Sementara itu, kalau mau smartphone dengan chipset terbaik di harga segini, Asus Zenfone 11 Ultra pilihannya. Snapdragon 8 Gen 3 dengan harga di bawah 10 juta. Tapi ada catatannya nih ya, Asus Zenfone 11 Ultra ini kayaknya kagak punya thermal limiter. Dia tuh fokus kasih performa tinggi. Jadi hapenya tuh bisa jadi panas banget kalau kamu main game berat. Itu dia 3 pilihan buat smartphone Buat yang nanyain OPPO Reno12 Pro, ya mohon maaf ya, kameranya oke sih. Bagus ya om ya? [Irwan]: Bagus! [Mouldie]: Tapi menurut saya, overall masih kalah dari Vivo V30 Pro. Kedepannya akan banyak yang saya nggak sebut ya. Jadi kalau nggak saya bahas, itu artinya menurut saya, saya tuh nggak nyaman untuk merekomendasikan. Nggak nyaman untuk merekomendasikan. Kamu nih! Bahasanya provokator mulu! Bahasanya kayak politikus. Baik, nyalonin aja kita. Saya calon jadi ketua RT ntar. Selanjutnya adalah rekomendasi smartphone berdasarkan harga. Kita mulai dari rekomendasi smartphone 6 jutaan. Sebenernya agak dilematis buat rekomendasi smartphone di harga 6 jutaan. Karena ada smartphone di harga 5 jutaan, yang mungkin malah lebih worth to buy daripada smartphone di harga 6 jutaan. Smartphone apakah itu? Nanti pas kita bahas rekomendasi 5 jutaan ya. Tapi kayaknya kalian juga udah pada bisa nebak. Jadi rekomendasi saya di smartphone 6 jutaan ini hanya karena smartphone ini bisa menawarkan hal lebih yang berbeda dari smartphone paling worth to buy yang harga itu 5 jutaan. Buat yang nyari smartphone 6 jutaan dengan kamera yang bagus, pilihannya adalah vivo V30 yang 12-512. Kameranya oke dan RAM storagenya juga gede. Jadi bisa ambil foto dan video dengan lebih leluasa. Tapi vivo V40 mau datang jadi nggak jadi ya. Nggak jadi rekomendasiin. Tunggu aja dulu, tunggu aja dulu oke. Pilihan lainnya adalah buat yang mau pake HPnya untuk jangka waktu yang lama. Rekomendasinya adalah Samsung Galaxy A55 5G yang 12-256. RAMnya gede 12GB, update softwarenya panjang, dan punya sertifikasi IP67. Jadi lebih tahan air. Bisa kecemplung dia. Itu aja rekomendasinya. Nah, masuklah kita ke rekomendasi smartphone 5 jutaan. Smartphone yang paling worth to buy menurut saya saat ini adalah... Poco F6. Di harga 5 jutaan... Hah? F6? Ya F6. [Irwan]: Standarnya M. [Mouldie]: Oh, masa sih? [Irwan]: Ya, M6. [Mouldie]: F6 mah. F... Panta? Ya, smartphone yang paling worth to buy menurut saya saat ini adalah Poco F6. kamu bisa dapetin smartphone dengan Snapdragon 8 Gen... 8S Gen 3. Lebih ngebut dari smartphone 6 jutaan bahkan. Nggak... Agak nggak ngotak ini sebenernya. Ini bung Andi ini bener-bener ini memang. Merusak sekali anda bung. Bagus-bagus dong. Bagus-bagus bung. Ntar kita di Somasio. Poco F6 yang harga 5 jutaan ini juga punya RAM storage 12512. Ini tuh the best lah pokoknya. Karena Poco F6 ini jadi agak susah buat rekomendasiin smartphone lain. Selain Poco F6, yang bisa saya rekomendasiin paling ya sama kayak smartphone di 6 jutaan. Ada Vivo V30 yang varian 8256, dan Samsung A55 yang 8256. Redmi Note 13 Pro Plus? Agak sulit. Chipset yang Dimensity 7200 Ultra itu masih kalah sama 7 Gen 3-nya Vivo V30. Kamera? Saya lebih suka V30. RAM storage memang gede, 12512. Cuman kalau cari RAM storage ya, mending ke Poco F6 sekalian aja nggak sih? So, mohon maaf ya Mi Fans. Xiaomi Redmi Note 13 Pro Plus saat ini nggak saya rekomendasikan. Situasi kolom komentar saat ini. Lagi ramai di kolom komentar mungkin. Selanjutnya smartphone 4 jutaan. Pilihannya ada Poco F6 lagi yang 8256, Samsung A35 5G yang 8256, Infinix GT20 Pro, Xiaomi Redmi Note 13 Pro 5G, dan Poco X6... 5G. Nah lo banyak banget. [Irwan]: Kurang Pro-nya. Oh. [Irwan]: X6 Pro sama X6 5G beda. [Mouldie]: Oh iya maaf. Kalian semua tadi salah denger. Poco X6 Pro 5G. Bisa salah denger semua kan? Gaslight-nya luar biasa. Nah, kenapa banyak banget rekomendasinya? Yes, karena ada alasannya di tiap pilihan. Pilihan utama sudah pasti ke Poco F6 ya. Itu tidak usah dikasih tau lagi alasannya ya. Snapdragon 8s Gen 3 di harga 5 jutaan aja tuh ya udah nggak ngotak. Ini malah ada varian yang 8256 yang harganya 4 jutaan. Stres kalau kata gue mah. Pilihan kedua, Infinix GT20 Pro. Yang ini buat kamu yang mau ada aura dan fitur-fitur gamingnya. Bodinya ada RGB, casingnya keren, aksesoris pendukung gamingnya juga lumayan, dan softwarenya juga memanjakan banget buat yang suka push rank. Kurangnya ya agak boros aja dia baterainya. Drop power prosesornya sebenernya kalah dari Poco F6, tapi Dimensity 8200 Ultimate juga nggak jelek. Masih nyaman banget buat gaming kompetitif. Terakhir ya pilihan aman buat yang mau pake HP untuk sekitar 5 tahun ke depan atau mungkin lebih. Samsung A35 5G. Update software yang panjang, anti air, agak ribet dipakenya. Cuman ya kalau spek mah yaudahlah terima aja lah ya. Jangan compare sama smartphone lain di harga yang sama, nanti kenapa nyakit hati guys. Kalau mau beliin HP buat orang tua, ini dia, minimal inilah. Nah buat yang mau kamera bagus di harga segini, barulah ambil Xiaomi Redmi Note 13 Pro 5G. Buat di harga 4 jutaan, Xiaomi Redmi Note 13 Pro 5G ini tuh yang kameranya paling bener. Speknya juga masih terhitung oke. Tersedia varian yang 12-5-12 dan 8-25-6. Keduanya tuh sama-sama di 4 jutaan. Jadi sesuaikan sama budget dan kebutuhan lah. Terakhir saya masih masukin Poco X6 Pro 5G buat yang nyari smartphone 4 jutaan yang chipsetnya tuh masih ngangkat ya. Dimensity 8300, lebih baik dari Infinix GT 20 Pro, dan RAM storagenya juga gede, 12-5-12. So kalian bisa pilih sesuai kebutuhan. Mau yang kameranya bagus, yang gamingnya asik, yang value for money, atau yang storagenya gede. Kini kita bahas rekomendasi smartphone 3 jutaan. Walau TECNO keluarin TECNO POVA 6 Pro, saya ngerasa lebih mending ambil antara Poco X6 5G atau Redmi Note 13 Pro 4G. Susah banget nih, takut salah guys. Ambil Poco X6 5G yang varian 12-25-6 chipset terbaik di 3 jutaan. Atau ambil Xiaomi Redmi Note 13 Pro 4G kalau mau dapetin kamera yang lebih baik. Kamera 200MP dengan OIS ini termasuk oke buat smartphone di harga 3 jutaan. Chipsetnya masih G99 sih, tapi yaudahlah ya. Kalian beli karena kameranya. Kalau misalnya budgetnya nggak sampai, butuh yang 3 jutaan kecil, ada Realme 13 yang 8-25-6. Chipsetnya lebih parah lagi sih daripada 6-25-6 aja. Chipset lawas yang sebenernya cukup teruji. Kenapa saya merekomendasikan ini adalah dia itu masih ngasih kamera dengan OIS. Sebenernya lebih baik kalian beli Redmi Note 13 4G sih. Cuman kalau emang bener-bener kepepet, budgetnya nggak bisa naik lagi ya. Realme 13 juga nggak butuh kok. Oke, 2 jutaan. Rekomendasinya ada 6 nih. Banyak banget ya. Pilihan pertama saya adalah Xiaomi Redmi Note 13 5G. Saya pilih ini karena smartphone ini yang paling balance. Berusaha ngasih semua dengan keterbatasan yang ada. Layar masih AMOLED, chipset masih oke, dimensity 6080, ada kamera 108MP, dan ada ultrawide 8MP. Masih cukup komplit lah. Kemudian pilihan keduanya adalah Realme 13 lagi. Smartphone 2 jutaan yang ada OISnya. Susah banget nemuin smartphone 2 jutaan yang punya OIS. Jadi yang budgetnya 2 jutaan, tapi masih mau videonya tuh nggak begitu gempa, nah bisa ambil Realme 13. Chipsetnya standar aja, tapi Snapdragon 685 aja. Enak dipake harian, tapi nggak cocok buat main game berat. Kalau mau smartphone 2 jutaan, tapi enak dipake buat main game, dan tampilannya juga gaming, bisa ambil ZTE Neo 2. Di luar dugaan, chipset Uni SoC T820 ini punya performa paling ngebut di antara smartphone 2 jutaan lainnya. Kurangnya ada layarnya masih IPS, tapi 120Hz. Dipake main game MOBA itu masih cukup nyaman. Udah gitu baterainya 6000mAh, ngecasnya juga support 33W. So buat para gamers, dengan budget 2 jutaan, ini adalah smartphone yang cocok untuk kalian. Buat yang nggak mau ribet hidupnya, smartphone Samsung yang menurut saya yang masih layak untuk direkomendasikan di range harga segini adalah Samsung M15 5G. Layarnya AMOLED, nggak 120Hz, tapi dia tuh masih 90Hz aja. Chipsetnya masih tergolong nyaman untuk digunakan, yaitu dimensity 6100+. Kamera ya standar, tapi masih dikasih lensa ultrawide 5MP, dan baterainya juga 6000mAh. Asik ya? Terakhir, 2 rekomendasi sisanya adalah buat yang punya budget 2 jutaan kecil. Ada TECNO POVA 6 sama Redmi Note 13 4G. Harganya sama, sesuaikan aja sama kebutuhan ya. TECNO POVA 6 ini tuh pake G99 Ultimate, jadi lebih gesit buat sehari-hari, dan bisa dipake buat main game MOBA dengan nyaman. Kurangnya ya kameranya sebiji doang dengan 108MP. Sementara Redmi Note 13 4G pake Snapdragon 685 yang nggak gesit-gesit amat, tapi kameranya ada kamera utama 108MP dan ultrawide 8MP. Nah dipilih aja tuh, kalian lebih seneng chipset yang lebih gesit atau dapet lensa ultrawide? adalah smartphone 1 jutaan. Sejujurnya agak sulit untuk merekomendasikan smartphone di harga segini. Yang saya pilih mostly sangat fokus ke performa, biar pas hape yang dipake tuh kagak ngelag. So, pilihan pertama saya buat smartphone 1 jutaan, yang pertama adalah TECNO POVA 5. Hape ini sebenernya udah keluar dari tahun lalu ya. Panelnya tentu masih IPS, cuman dia tuh pake chipset MediaTek G99 yang nggak cuman nyaman buat dipake sehari-hari, tapi juga masih nyaman buat dipake push ring. Kameranya tentu saja, jangan diharapkan. Kalo mau yang kameranya agak lebih baik, bisa ambil Redmi 13. Punya kamera 108MP, hasilnya tuh lebih baik, tapi performanya agak turun dikit, karena pake MediaTek G91. Masih enak, tapi nggak seenak G99. Ada yang 8256 dan 8128. Saran saya ambil yang storagenya gede, biar bisa dipake lama. Pilihan selanjutnya adalah... barang lama sih, cuman ternyata masih ada stoknya di era phone. POCO M5, smartphone termurah dengan Helio G99. Ada pilihan storage 128GB dan 64GB. Baiknya tentu. Ambil yang? Ambil yang bang? 1TB bang? Ngomong... Ambil yang storagenya gede. Oh iya, maaf. Kok nanya, saya jawab lah. Kagak ada yang 1TB. 64GB untuk standar 2024, ya agak menyiksa. Terakhir adalah pilihan yang agak diluar nalar. IP53 splash resistant. Barang lama tentu. Tapi kameranya 64MP, dan masih ada ultrawide 8MP. Apa itu adalah POCO M5s. Yes, barang ini lagi sale di era phone. RAM storagenya memang masih 464GB, tapi di harga 1,3 juta, dapet hape AMOLED itu mah hajar aja brother. Chipsetnya pake G95 lagi. Nggak jelek. Cuman kayaknya nggak akan ada selalu di tiap era phone ya. Jadi mending beli di Eraspace aja. Beli online. Jadi itu dia. Manja. Edisi September. Tenang aja video ini akan kembali menemani setiap awal bulan. Jadi kita ubah sekarang, setiap awal bulan. So, subscribe aja kalau nggak mau ketinggalan edisi berikutnya. Di sini dengan Waldi. Waldi out! [Irwan]: Berarti edisi berikutnya bulan Oktober ya bang? [Mouldie]: September, Oktober bener. [Irwan]: Berarti awal November bang? [Mouldie]: Lo jangan gitu dong. Ngeledek lo. Ini di kolom komentar udah banyak yang roasting kita ini. Kita ada merosting perusahaan sendiri. Kita ganti awal bulan ya. Bismillah.
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Pasar smartphone midrange di pertengahan tahun 2026 ini sedang menghadapi badai kenaikan harga yang kian tidak masuk akal, memaksa konsumen untuk ekstra jeli dalam...
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Pasar jam tangan pintar Android kedatangan penantang serius lewat kehadiran OPPO Watch X3 yang digadang-gadang sebagai upaya terbaik sang produsen sejauh ini....
Langkah tidak biasa diambil oleh Jagat Review saat mendadak menunda ulasan mendalam untuk vivo X300 Ultra, kasta tertinggi ponsel flagship di tahun 2026. Di balik...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
OPPO tampaknya sedang menguji batas kewajaran pasar lewat lini Find X9 Series terbaru mereka. Alih-alih memangkas banyak fitur esensial demi menekan harga seperti...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Rumor mengenai lonjakan harga ekstrem pada lini Reno terbaru sukses memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta gawai. Pasalnya, seri yang biasanya menyasar kelas...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...


















