Pantes Aja, Jadi yang Terlaris di Indonesia, Fiturnya Kebanyakaaan!! (YouTube Video)
Ini adalah penerus motor listriklaris di Indonesia. Sampai sekarang pas video ini saya buat udah terjual lebih dari 70.000 unit. Yap, ini adalah Polron Fox 350 penurusnya Polron Fox R yang laris banget di Indonesia. Kenapa laris? Karena harganya itu kalau di Jawa Timur karena saya di Malang harganya itu di Rp17,3 juta. Ini saya beli sistem sewa. Kalau yang pakai baterai enggak sistem sewa di Malang ya itu Rp29 juta. Jadi baterainya sendiri aja hampir seharga motornya. Gila enggak? Dan dia punya tenaga 3000 watt bisa lari kalau di mode sport itu 95 kilo. Terus jarak tempuhnya 130 km. Dan masih banyak fitur-fitur lain yang sebenarnya terlalu murah untuk kelas harganya di range Rp17 juta. Apa aja fiturnya? Dan inilah sebulan pemakaian Polytron Fox 350 versi DKI. Hai Andika, Guys, di sini. Yap, jadi ini adalah Polytron Fox 350R yang udah sebulan ini saya pakai bahkan platnya belum keluar ya kalau kalian lihat. Dan ini sekarang tripnya itu di 556 kilo ya. Pemakaian saya sih cuman ngantar anak, ngantar istri, cuman keliling, enggak pernah keluar kota. Dan menurut saya kalau misalkan jarak tempuhnya kayak saya sih baterai sewa Rp200.000 enggak terlalu worthed sih. Nanti saya hitungin hitungannya gimana. Ini bakalan cocok banget buat yang mungkin ya pokoknya per hari itu bisa 100 kilo, 200 kilo, bahkan sampai 300 kilo karena harga sewa per kilonya jadi lebih murah. Dan di video kali ini saya enggak akan bahas spesifikasinya kayak apa karena ya ini sebenarnya Politor udah ngeluarin lama. Ini pure cerita saya aja pakai dia selama 1 bulan. Jadi pemakaian daily saya itu kayak gimana? jarak tempuhnya gimana, baterainya gimana, dan dengan R00.000-nya tadi apakah worth it? Tapi sebelum itu kita bahas dulu dari sisi pemakaiannya lah ya. Fox 350 ini bukan motor listrik kecil karena secara dimensi panjangnya itu sekitar 2 m, lebarnya 735 mm dengan tingginya 11170 mm. Yang kalau misalkan kalian malas dengan angka-angka ya dia mirip-mirip sama NMAX sama PCX lah ya. Terus pelegnya itu pakai 13 inch. Bannya juga lumayan lebar. Tinggi saya itu di 171 cm. Dan kalau saya pakai motor ini masih nyaman sih. Jadi dengan tinggi saya pas lah ya. Enggak terlalu jinjit. Jinjit dikit sih ya. Terus karena dia lumayan lebar 735 mili jadi agak ini nih agak kayak mekang-mekang gitu ya. Tapi dia ada dual mode. Maksudnya dual modood kaki itu bisa ditaruh di sini atau bisa kayak di NMAX ditaruh di sini nih. Nah jadi kita bisa lebih lueluasa. Karena untuk orang yang saya lihat di YouTube ada yang reviewer tingginya itu 185 cent. Nah, kata beliau di Fox Air itu enggak nyaman ya. Kayak istilahnya kita jongkok tapi di toilet duduk. Nah, itu kan enggak nyaman ya. Nah, sekarang di Fox 350 itu diperbaiki di-upgrade dari Fox R dan Polytron menyebutnya dengan Comfi Deck. Jadi, deck-nya memang sekarang lebih nyaman. Buat joknya sebenarnya lumayan empuk ya busanya ini. Cuman kalau misalkan entah apakah karena saya yang terlalu kegedean orangnya karena kan sekarang sudah umur 35 susah untuk menghilangkan buncit ini ya. Jadi kalau misalkan saya duduk di sini selama sekitar 45 menit itu busanya kayak udah nembus ke plastiknya gitu. Jadi lumayan capek. Tapi kemarin saya dibonceng sama Ari untuk duduk di sini itu di kursi belakang menurut saya malah lebih enak, lebih empuk ketika kita duduk lama ya sekitar 45 menit perjalanan. Terus kalau untuk handling-nya sebenarnya motor ini lumayan enak ya. Jadi kalau misalkan kita mau ini saya cuman meragain aja ya. Jadi kalau misalkan mau belok-belok tuh dengan sebongsor ini tuh masih nyaman. Jadi enggak terlalu yang butuh haluan tinggi gitu wus. Cuman ya karena pahanya itu kalau posisi duduknya terlalu lebar ya, kalau 45 menit jalan tuh kayak paha tuh kayak agak keram gitu sih. Terus karena motor ini sebenarnya bongsor, ternyata fitur reverse itu jadi lebih menarik sekarang. Jadi untuk mundur kita tinggal tekan tahan tombol R yang ada di pojok kiri ditahan tapi ya karena kalau dilepas dia langsung berubah mode. Jadi harus ditahan. Nah ini kayak misal mau mundur folles aja nih. Nih tuh. We we we w we. Nah, karena ya dia agak berat mirip-mirip sama NMAX. Jadi kalau NMAX kan enggak ada ya fitur reverse kayak gini ya. Ono Kak si kan enggak ada ya. Jadi kalau pemakai NMAX sih harus didorong ya sekalian olahraga lah cardio. Dan jujur aja ini pertama kalinya saya punya Molis atau motor listrik dan experience-nya sebenarnya pro dan kontras sih di jiwa saya. Pertama dia enggak ada suaranya yang sebenarnya enggak ada suaranya itu menyenangkan karena yang enggak berisik ya. Dulu waktu saya umur 20 18 itu apapun pasti saya ganti knalpot Brong gitu. Kalau sekarang saya dengar knalpot Brong K tak keplak ya rasanya karena kayak berisik banget gitu. Nah, di Polytron ini dia enggak ada suaranya. Tapi yang menarik biasanya kan kalau misal motor-motor Cina atau motor-motor kayak gini itu kan motor Jepang deh itu kan anggap aja Supra deh. Batok Supra itu kalau misalkan geter kan kedengar yaak kelotak. Kalau ini benar-benar silent nih. Nah, ini entah unit saya yang masih berumur 1 bulan atau gimana, tapi enggak ada suara yang aneh-aneh. Nah, kalau misalkan di perkotaan sih enak, cuman kalau misalkan kita udah di perumahan kayak gini agak repot. Karena biasanya kalau misalkan ada ibu-ibu atau ya anak kecil harus di belell. Kenapa? Karena dia enggak ada suaranya ya. Benar-benar silent. Suara gemelotak aja enggak. Wind seldit-nya juga enggak kemelotak. Jadi agak bahaya kalau misalkan di perumahan. Bahkan beberapa saya juga lihat di TikTok tuh banyak yang Politron tuh dikasih knalpot. Tapi buat apa ya? Kayak Politron dibikin silent sama dia dibikin knalpot. Aneh emang orang Indonesia. Mungkin kalau misalkan mau dikasih speaker Polytron kan speaker Polron juga bagus-bagus ya kemarin ya. Bisa tuh. Terus cetel YouTube soundhk kenapot ya bukan soundk. Terus suspensi belakangnya banyak yang komplain keras dan menurut saya memang keras. Jadi kalau misalkan kalian sebagai pengendara sih enggak terlalu kerasa, tapi kalau misalnya dibonceng itu lumayan kerasa kalau misalkan jalannya enggak rapi atau enggak rata. Nah, kebanyakan saya lihat di forum-forum tuh banyak yang ganti suspensinya itu pakai XMAX, pakai PCX. Wah, keren ya. Tapi nanti mungkin ke depanlah kita coba modif juga biar suspensi belakangnya lebih nyaman. Nah, ini kalau misalkan dia enggak mati lama, dia bakalan bunyi kayak gini nih. Nah, sekarang pertanyaannya, motor ini enak enggak sih buat harian? Jadi kalau spesifikasinya ya, dia itu punya 3000 watt dayanya, tapi bisa pick di 6400 watt yang menghasilkan 187 Nm. Yang kalau kalian malas dengan angka-angka, intinya dia kan ada dua mode ya, mode D sama mode S atau spot. Di mode Daknya itu di 60 kil, tapi kalau di mode S itu bisa 95 kilo. Tapi saya punya teman yang dia bisa unlock limitnya sampai di 120 kilo. Nah, apakah unlock itu menghilangkan garansi? Enggak tahu ya. Nanti mungkin di video selanjutnya saya pengen modif-modif dia. Kita unlock apa yang seharusnya bisa tapi dilimit sama Polytron. Jadi biar keluar semua performanya gitu. Yang paling penting sih kayak pengguna kayak saya ya karena saya harian jadi jarak tempus ya jarak tempuhnya kalau clim polron itu di 130 kilo. Jujur saya belum coba sampai 130 kil tapi saya lihat ada reviewer yang bisa range-nya itu 136 kilo dengan jalan di bawah 50 kilo. Tapi ya wah ini kalau saya harus nyoba di bawah 50 kilo sih wis gak iso ya. Wis terlalu pelan itu ya. Enggak bisa saya kalau misalkan harus ngetes benar-benar 130 kilo atau enggak. Tapi kalau misalkan campuran- jadi saya udah tes D sama S ya pokoknya sesuka saya lah. Jarak range-nya itu sekisaran 100 kilo dan buat saya 100 kilo itu udah oke banget sih dengan yang ngebut-ngebutan asal-asalan masih aman. Dan yang saya suka dari Pyitron ini walaupun baterainya sisa 5% tapi dia masih bisa jalan di atas 20 kilo. Kalau motor listrik kali ini itu 20 kil jadinya kayak kura-kura gitu. Terus ya ngecasnya paling seminggu saya tuh seminggu sekali lah ya buat kebutuhan saya ya karena cuman antar anak, antar istri ya kadang cuman ke Indomaret gitu aja sih. Enggak pernah yang aneh-aneh, enggak pernah plat aja malah saya pasang karena saking enggak pernah jauh jalannya. Dan yang paling saya suka dari motor listrik sebenarnya, wah jelas buat drag ya. Karena dia punya torsi yang gede banget terus dia enggak ada mesin CVT-nya. Jadi dia enggak mikir langsung makar gitu kayak dinamonya langsung jalan gitu. Jadi kalau buat nyalip-nyalip di perkotaan itu enak banget sih. Jadi kayak ngejamba gitu. Ini saya coba contohin langsung nih. Coba lihat ya. Ini misalkan saya langsung sentek su. Wah. Wah. Jadi buat nyalip-nyalip itu langsung enak. Cuman gini. Karena saya terbiasa pakai mesin atau motor bensin harus adaptasi sekitar 3 hari lah. Kenapa? Karena dia memang ada eh reverse brak namanya. Jadi kalau misalkan gasnya dilepas itu dia bisa ngasih cashback listrik lah, bisa ngecas ulang gitu. Tapi enggak seengine brake kayak di motor bensin nih. Misalkan saya gas terus saya lepas tuh dia masih mak nelunyur gitu. Kalau motor bensin kan dia kayak teng gitu kan. Ada tengnya gitu, ada ngerimnya. Kalau ini tuh masih lunyur gitu. harus dibiasakan dengan itu. Plus kalau misalkan ngerim gak bisa kayak ngerim kayak motor bensin. Kenapa? Karena kalau misalnya dimati sebenarnya. Terus kalau udah di rem kita gas lagi dia kayak ngejambak gitu. Kalau di motor bensin kan enggak ya. Jadi ada delay-nya. Kalau ini karena instan jadi perlu dibiasakan di situ. Harus jarang-jarang ngerim sih. Dan ini karena saya pakai di Malang ya. Di Malang itu enggak kayak di Jakarta. Tapi saya enggak tahu juga sih Jakarta kayak gimana ya. Enggak pernah kayak keliling yang ke mana gitu. Di Malang itu banyak tanjakan kayak kemarin dipakai hari itu di Tidar ya. Tidakar dengan gradien itu sekitar 500 m, bobotnya 85 kilo. Itu masih aman-aman aja sih ya tanjakan ya. Dan dia juga punya fitur yang namanya heal assist. Jadi kalau misalkan ditanjakan contoh di sini. Nah, ini misal ada tanjakan di sini kita contohin langsung ya. Sebenarnya di footage itu ada. Jadi kita tinggal tahan selama 5 detik sampai di indikatornya. Nah, ini ada muncul HSA nih. Ini nih HSA nih. Handik Setia Asis. Enggak, ini heill assist ya namanya ya. Jadi dia enggak bakal mundur tuh. Terus kalau misalkan mau meng-cancel heal assist-nya tinggal digas aja. Jadi cara aktifnya tinggal ditekan 5 detik dan sampai muncul HSA di situ. Dan dia enggak bakal mundur. Ini berguna banget kalau misalkan kita lagi macet-macetan tapi di gunung atau di tanjakan lah ya. Biar enggak capek mengangkat bebannya si motornya. Dan ini menurut saya fitur yang sangat berguna sih. Dan ngomongin fitur banyak banget fitur dari Polytron untuk kelas harga Rp16 jutaan. Yang pertama keyless nih kalau kalian lihat gak ada kuncinya. kayak mobil. Jadi gaya banget mobil motor ini ya. Dia keyless, gak ada kuncinya. Tinggal pencet motor nyala terus ada alarm, ada kunci otomatis di roda belakang kalau didorong maling. Bahkan ada tombol cari motor. Kalau misalkan kita parkir dan lupa naruh di mana, tinggal pencet aja dan motornya bakalan bunyi. Kedua, ada aplikasi dari Polytron yang bisa kalian download mau di iPhone atau di Android. Ada PEF2W namanya, ya. Nah, ini jadi sini ada kayak misalkan kalian ini dipakai istri kalian misalkan kalian bisa lihat untuk history-nya. Jadi kemarin dia ke mana aja yah? Kok enggak ada inter nih? Tripnya 2 kilo. Ini ke mana tuh? Ada di sini semua. Jadi kalau kalian mau beliin motor istri kalian ini lebih enak. Kenapa? Karena kalian bisa tahu istri kalian itu ke mana aja. Asal beliin istri ya, jangan beliin istri yang official. Wah, itu malah ribet nanti ya. Terus di aplikasinya ini kita juga bisa lihat baterainya berapa, ngecasnya berapa, dan bisa jadi Bluetooth key juga. Jadi kalau misalkan kuncinya itu ketinggalan, kalian bisa pakai HP dengan Bluetooth-nya untuk membuka kuncinya dia. Ketiga, ini yang enggak dimiliki sama motor bahkan R30 juta ke atas kayaknya XMAX. XMAX pun ya yang harganya Rp70 juta. Setahu saya enggak ada tuh cruise control. Jadi dia ada cruise control-nya. Misalkan kita gas terus kita tekan cruise control tuh dia bakalan ngegas sendiri. Wih. Jadi ini enak kalau misalkan kita lagi perjalanan di tol eh motor enggak boleh masuk tol ya? Maksudnya di jalan yang kalian capek buat ngegas. Cruise control itu sih menarik banget. Terus lampunya udah full LED. Sekarang ada DRL juga ada projecttor hazard-nya ada USB type C buat ngecas HP juga ada. Semuanya lengkap di motor Rp15 jutaan. Regen Breaking tadi udah saya jelasin juga. Jadi untuk harga Rp15 juta kalian bisa dapat kayak motor yang bahkan di motor R juta aja gak ada gitu. Makanya kenapa motor ini laris banget terutama untuk yang sewa. Untuk baterai dia pakai teknologi yang namanya Live PO4. Ini litium iron po speed ya. Ini baterai yang lebih aman dan lebih awet ya. Lebih oke dibandingkan baterai litium biasa atau bahasa bayinya. Ini baterai yang biasanya dipakai di BYD lah. Jadi udah terbukti aman. Kapasitasnya itu di 3,75 kWh. Tapi buat bahasa gampangnya, anggap aja kayak kalian nyalain AC selama 4 jam. Jadi ngecas 0 ke 100% penuh itu kalian butuh sekitar kalau dihitung-hitung ya sekitar 6.000 sampai 8.000 perak aja. Jadi bayangin kalau kalian beli pertamax itu cuma dapat 1/2 lit ya enggak sih? Saya kira R sewa 16 wah 16.000 malah enggak dapat 1/2 lit. Kalau kalian pakai ini 0 ke 100% full itu cuman sekitar 6.000 sampai Rp8.000. R000 perak. Cuman ingat ya, kalau pakai sistem sewa harus tetap bayar Rp200.000-nya. Mau dipakai atau enggak dipakai, tetap bayar per bulan Rp200.000 ke Polytron. Kalau untuk waktu pengecasannya sih di rumah itu ya sekitar 4 sampai 5 jam. Biasanya saya ngecas malam, bangun pagi langsung siap. Ada juga fast charger opsional bisa ngecas 10 menit kalau enggak salah itu di 2000 watt cuman harganya lumayan Rp3 jutaan. Atau kalau misalkan kalian mau ngecas di Polytron itu dapat gratis. Tapi biasanya sih kalau di Malang ya antri banget. Terus kalau soal hujan-hujanan kan ya ini kan listrik ya. HP aja kadang mati kalau kena hujan apalagi motor listrik. Enggak usah khawatir. Mungkin kalian juga pernah lihat kayak ada di sosem itu yang polytron jang banjir karena dia sebenarnya udah punya sertifikasi IP rating 67. Jadi mau dibuat hujan dan kalau dibuat kelelep kelelep segini masih aman lah ya. Jadi jangan sampai segini. Kalau yang segini kan kalian kalian juga ya. Kalian enggak bisa napas nanti kalau segini. Oh ya, untuk pajaknya, pajaknya juga murah ya. Saya sih belum dapat STNK-nya karena masih baru ya, bukannya sombong tapi memang baru. Cuman saya sudah tanya ke teman saya yang punya Polytron juga. Pajaknya per tahun coba tebak berapa? Rp35.000. Gila itu parkir Vali aja masih lebih mahal dibandingkan pajaknya Politnya dibandingkan motor bensin pajakmu beradi 500 400 500 ini bisa buat bertahun-tahun selama aturannya masih tetap ya karena kan sekarang aturannya kayak udah mulai berubah-ubah nih. Nah, sekarang balik ke pertanyaan dengan harga Rp16 juta. Sebenarnya Polytron Fox 350 ini worth it enggak? Tergantung pemakaiannya sih ya. Karena kalau misalkan sistem sewa jauh lebih murah memang. Karena anggap aja kalau misalkan kalian beli yang R9 juta, yang versi baterai kalian miliki itu di Rp29 juta kan ya. Terus kalau misalkan kalian sewa Rp200.000 per bulan kali 12 sekitar Rp2.400. Rp2.400 * 5 sekitar 10 105 berarti Rp2 juta. Jadi masih lebih hemat kalian sewa selama 5 tahun bahkan. Dan untuk yang beli versi R29 juta, versi baterai dimiliki sendiri itu garansi baterainya kalau enggak salah kalau setahun kalau enggak salah ya. Jadi memang kalau kalian tipikal orang yang takut baterainya kenapa-kenapa, sistem sewa itu lebih menguntungkan dan lebih lebih nyaman aja. Mau misalkan baterainya rusak, enggak cuma rusak sih, misalkan baterai health-nya itu di bawah 85% bawa aja ke Polytron dan bakalan diganti baru sama dia. Tapi kalau misalkan kalian udah terlanjur beli yang versi buy to own terus suatu saat baterainya rusak, saya sih kemarin tanya kalau misalnya kayak gitu gimana bisa pakai sistem sewa? Jadi baterai yang kalian itu kalian ambil terus sebagai sistem sewa ya gitu bisa. Dan untuk ngejawab apakah ini worth italkan kalian itu adalah mungkin teman-teman yang driver online ini malah lebih menguntungkan. Kenapa? Karena semakin sering dipakai semakin menguntungkan sebenarnya. Karena hitungannya kalau misalkan kalian jalan per bulan itu 500 km biaya sewanya itu jadi 400 per km. Kalau misalkan 1000 km/ bulan pakainya biayanya jadi lebih turun lagi 200 per km. Kalau 1500 km/ sewanya cuman 133 per km. Yang artinya dengan sistem sewa kayak gini itu cocok buat orang-orang yang benar-benar dipakai dengan jarak tempuh yang lumayan jauh gitu. Dan untuk ongkos apalagi ya? Kayak misalkan servis dia memang enggak ada ganti oli, terus ganti aki juga enggak ada. Cuman paling ya kaki-kaki dan juga ya shok gitu-gitu aja sih. Enggak yang aneh-aneh. Sama paling kanvas rim lah sama ganti ban kalau udah aus. Jadi harganya sih kalau untuk service maintenance lebih murah juga dibandingkan motor bensin. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja pengalaman saya sebulan pakai ya ada tetangga guys. Jadi enggak enak kalau misalkan reflek ya sebulan saya pakai Pon Fox 350 ya. Kalau buat saya sih sebenarnya kalau dihitung pemakaian saya yang cuma sebulan berapa nih 500 kilo. Enggak kalau dihitung-hitungan matematikanya sih enggak worthed ya. Cuman menurut saya bakal tetap enak sewa aja karena sewa itu secara feeling psikologi juga lebih enak aja. Karena kalau misalkan baterainya tiba-tiba kenapa-napa, tinggal saya bawa ke Polytron terus diganti baru sama dia. Dan ya kalau untuk 1 bulan ini saya pakai sih yang saya suka pertama adalah dia keyless terus pakai aplikasi karena kan saya suka banget yang namanya teknologi. Jadi lihat motor ini keliling-keliling di map di GPS itu istri saya ke mana aja tuh bahkan dia ke Indomaret sebelah mana, jam berapa saya bisa tahu itu kayak menyenangkan aja gitu. Nah, ini ini istri saya belum tahu kalau motor ini ada aplikasinya ya. Semoga dia enggak nonton karena kalau dia nonton nanti pasti pakai motor yang lain, enggak pakai motor yang ini. Terus fitur-fitur lain kayak dia bisa mundur, heill assist, cruise control, bah udah pakai DRL, LED. Wah, ini sih sebenarnya untuk harga Rp15 juta sebenarnya terlalu murah. Makanya dia jadi motor listrik paling laris ya. Pas saya buat scrip ini 40.000 unit nah. Sekarang enggak tahu. Harusnya sih udah nambah ya. Tapi untuk yang Fox Air ya. Jadi sebenarnya ini termasuk bawa beban berat karena ini adalah penerusnya Fox Air Fox Air udah enggak keluar lagi ini penerusnya. Harusnya sih tapi lebih oke ya cruise controlnya ada C feed deck tapi 1 bulan ini apakah dia sempurna? Enggak juga kayak suspensinya menurut saya juga masih keras. Terus kalau ble quality menurut saya masih bisa di-improve. Kenapa? Karena kalau misalkan saya kencang banget terus ada polusi tidur, nah ini tuh kayak ngelepas. Jadi kadang kelepas sendiri. Terus untuk remnya menurut saya juga kurang set gitu, kurang kurang pakem gitu ya. Tapi kalau itu sih sebenarnya bisa di ya kita modif-modif dikit bisa. Suspensi juga menurut saya bagian belakang keras. Tapi overall dengan harga Rp6 juta sampai R7 jutaan sih ini terbaik sih ya kalau misalkan kalian mau karena kalau misalkan kalian beli motor bensin Rp5 juta. Oopin 15 bit karbu bekas bekas ya. Kemarin tuh adik saya beli Vario bekas 2000 berapa gitu Rp juta. Mending inih. Dan untungnya lagi, Polytron kasih potongan harga langsung senilai hingga R juta. Ya, intinya ini cocok buat orang yang menurut saya sih kalian itu e super posesif, yang enggak percayain sama pasangannya bisa karena dia ada aplikasinya itu bisa dilihat maps-nya. Terus buat teman-teman kita ojol yang jarak tempuhnya sebulan bisa 1500 sampai 2000 kilo. Terus yang suka teknologi keyless, enggak ada suaranya, terus malas beli bensin karena bensin makin mahal. Tapi enggak cocok buat yang mungkin perlu diperhatikan ya. Kalau misalkan kalian mau beli motor ini area kalian. Kalau di Malang, walaupun Malang ini sebenarnya Malang juga kota maju sih ya, cuman dia udah ada tuh service centernya Polytron. Jadi ini penting juga kalau misalkan kalian di Madura, di Kepanjen, Dina ya, singkat kabupaten ya. Ya, pokoknya di kabupaten itu pastikan ada service centernya. Karena kalau misalkan kalian enggak ada service centernya jauh. Jadi kalau ada apa-apa kalian harus ke service centernya. Kan jarak 100 kilo gitu kan melelahkan ya. Terus ini gak cocok buat kalian yang gak mau ribet dengan subscription bulan. Sebenarnya subscription bulannya gampang sih. Di aplikasi itu bakalan kayak di auto debit gitu. Kalian bisa bayar dan kalau misalkan kalian enggak bayar ada notifikasi kayak ditagih gitu ya. Terus kalau misalkan kalian enggak bayar motornya enggak bisa dijalanin. Udah gitu aja sih. Nah, kalau kalian enggak mau sistem ribet kayak gitu ya bisa beli motor bensin atau beli Polytron yang versi buy to own. Tergantung pemakaian sih. Kalau pemakaiannya itu cuman jarak sedikit-sedikit mungkin buy to own lebih oke lah. Dan kalau kalian enggak mau ribet sih buy to own. Tapi ya itu kesimpulannya kenapa dia jadi motor listriklaris. Karena dengan fitur sebanyak itu tadi kalian enggak bisa nemuin di motor listrik mana pun ya kayaknya belum ada deh. Coba yang tahu bisa tulis di kolom komentar dengan harga Rp16 jutaan walaupun sistem sewa punya enggak fitur secanggih Polytron ini? Sayaudi and see you on the next video. Bye bye. Kedua ada aplikasi dari Polytron yang namanya itu Mbak bedanya cuman Wako Suprema rek menarik bangetak gak akeh balik balik. out
