Jungkat

Panther Lake SADISS BOSS!! - ASUS Zenbook S14 UX5406AA (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Kalau kemarin si Michael udah review laptop dengan Intel Panther dari Kubu Naga. Kali ini kita mau ng-review laptop dengan Panther Lake dari Asus yang desainnya itu premium habis. Biasanya kita jarang banget bahas unboxing experience sebuah laptop karena ya biasa aja. Tapi beda sama laptop ini yang di mana unboxingnya itu kerasa mewah banget. Di sini boknya itu ada tulisan-tulisan kayak the design you can feel. Terus juga kerasa premium banget. Dan bahkan di dalamnya itu juga ada corak-corak Zenbook-nya. Kita kayak lagi unboxing spectter yang memang udah setara sih sama Zenbook ini. Kotak dari laptopnya ini udah mewah dan juga laptopnya itu bassalt gry-nya itu kerasa premium banget. Dan gak lupa juga Asus ngasih seli slip putih yang menambah nilai premium dari laptopnya ini. Oke, sekarang kita lihat laptopnya. Anjay, ini mewah banget sih. Bentukannya itu tipis. Setipis port HDMI-nya noh. Kayaknya kalau lebih tipis lagi, Asus sudah enggak bisa naruh port HDMI atau USBA di laptop ini. Dan selain tipis, beratnya pun cuma 1,2 kg aja. Tapi magicnya ini laptop tetap kerasa solid dan masih ada military standar pula. Hingch-nya tentu yang premium punya alias bisa dibuka pakai satu tangan bahkan satu jari tapi enggak bisa dibuka sampai 180 derajat. Layarnya pakai spek kesukaan gua di laptop Asus resolusinya 3K dengan panel OLED dan color gamut yang juga udah enggak perlu ditanya lagi lah. Udah serba 100%. Refresh rate-nya juga sampai 120 Hz pula. Brightness-nya juga bisa terang banget di kelasannya. Tapi ingat dulu laptop dengan spek layar kayak gini biasanya ada di belasan juta lah. Asus sekarang udah di R3 jutaan. Buat keyboard-nya seperti yang kita udah bahas di short juga di Legends-nya dirubah sedikit font-nya di mana sekarang lebih elegan. Kelihatan banget itu di huruf Q dan M-nya. Tapi yang kita paling suka adalah legend shift kanan backspace dan enter-nya yang juga sekarang lebih simpel lagi. Privacy shutter di sini ada, tapi hanya di software aja. Touchpad-nya sih di sini yang feelingnya premium banget di mana kliknya lembut dan ada smart gesture-nya juga. Tapi buat kalian yang demen dengan pad di dalam touchpad di laptop ini enggak ada ya. Di bagian percolokan Asus di sini masih nyepetin. Ada satu USB 3.2 Gen2 type A di sebelah kanan. Sementara di sebelah kirinya itu ada full HD my port, 2 USBC Thunderbolt 5, dan satu audio combo jack. Ini yang gua salut sama Asus masih ngasih port lengkap loh di laptop setipis ini. Seperti yang kita udah bilang di awal, CPU-nya memakai Intel Core Ultra Series 300 yang terbaru atau biasa disebut dengan Pancer L. Di sini Intel menggunakan teknologi semikonduktor yang teranyar di mana transistornya udah di level 1,8 nanm dengan coden nameame Intel 18A. Graphicor IGP-nya juga memakai coden nameame yang baru yaitu X3 dan Intel Foundry. Di sini menggunakan teknik High EUV untuk pembuatan prosesornya yang di mana kalau kita hitung-hitung mesin yang H&V ini dari ASML, satu mesinnya bisa beli 900 mobil Rolls-Royce. Gila, gua pengen sih jelasin lebih dalam tentang Intel ini, tapi pas ngelihat script mic di review Prestige, ah mending kalian nonton videonya dia aja dah. Nah, buat castanya Intel seri 300 ini sekarang tuh ada tiga. Ada yang 300 doang, ada yang 300H dan X300. Apaan tuh X, Bang? X series itu artinya menggunakan arc B390 series buat IGP-nya dan nanti itu ada X7, X9 dan IGPU core-nya itu bisa sampai 12 ya. Itu buat menyaingi 8060S sih kayaknya. Dan kalau yang kita pakai kali ini itu adalah 300 series atau lebih tepatnya Core Ultra 9386H di mana CPU ini menggunakan 16 core 16 threp. Seperti biasa kalau prosesor laptop Intel pasti lebih ngutamain ekor ketimbang PCOR. Jadi itu adalah 8, PCOR-nya ada 4AT dan LP core-nya juga ada empat. Buat SKU ini laptopnya dipasangin dengan RAM 32 gig LPDDR5X dan SSD 1 TB PCI Gen4 yang sudah kencang banget. Di Cinebench R23, CPU-nya ini masih bisa sebanding dengan Ryzen AI 9365 yang sudah keluar 2 tahun lalu. Namun di Sinnebch 2024 barulah kelihatan CPU-nya ini slightly lebih kencang. Kenapa, Bang? Kok bisa beda? Ya karena sekarang kan CPU udah banyak banget ya parameternya. ada MPU lah, ada AI workload lah. Jadi kita gak bisa berpatokan dengan ceb. Sementara buat performa IGPU X3-nya nih yang sayangnya di seri 386H ini cuma dikasih 4 core doang, ternyata masih bisa nyaingin IGP Radeon 880M yang ada di Ryzen AI 9365. Dan ini menandakan kalau Intel ada di persaingan ketat, IGP kencang dengan laptop yang sangat tipis. Enggak cuma di raw power-nya aja, tapi IGP-nya ini juga support dengan frame generation, bahkan support sampai 4 kali frame generation di Intel Arc Graphic Software-nya. Pengetesan game kita udah enggak kaleng-kaleng lagi. Kita sempat makai ini buat running game berat di full HD dan masih dapat di atas 60 fps. Contoh kayak Cyberpunk bisa dapat 87 FPS settingan low, Spider-Man 2 67 fps, Wua itu 77 fps, Arc Knights Enfield 64 FPS. Yang paling berat ya paling Resident Evil Requ yang baru keluar ya, di mana cuma dapat 49 FPS aja. Tapi karena ini adalah game R ya sebenarnya masih playable sih. Memang sih laptop ini bisa dapat frame rate segini ya berkat frame game-nya juga enggak semata-mata karena raw power-nya aja. Dan kalau misalnya kalian ada yang nanya, kenapa enggak ditampilin yang empat kali frame generation-nya? Itu karena empat kali frame generation-nya masih eh belum matang dan banyak banget gambar-gambar artefak yang kita temuin. Jadi, ya kita enggak menyarankan untuk pakai empat kali frame generation-nya dulu. Nah, kalau Adobe Premiere Pro yang memang support banget dengan Intel itu baru kelihatan beda render time-nya itu dibanding dengan Ryzen AI9 cukup signifikan. Sementara kalau blender barulah kelihatan kalau Radeon 880 M sama ini gak terlalu jauh beda. Buat pendinginan laptopnya, dia itu pakai dua fan dengan heat pipe yang tersembunyi. Tapi suhunya itu masih bisa dibilang adem. Metoknya ya memang bisa sampai 94 derajat celcius tapi stabilnya itu hanya di 78 sampai 80 derajat aja. Sementara CPU power-nya itu memang bisa mentok sampai 42 wat sementara doang, tapi stabilnya itu di 28 wat aja. 28 watt dan masih bisa main Cyberpunk itu gila juga loh. Buat kualitas kamera webcam-nya ini terlalu decent ya menurut gua di harganya karena di harga R30 jutaan ini kita masih mendapatkan kamera 2,1 megap alias ini sama dengan Vivobook S14 dan saturasinya pun sama. Jadi ini bukan yang ee saturasinya bukan yang bagus seperti ROG punya. Dan ya memang bagusnya dia itu ada privacy shutter tapi secara software jadi bukan hardware. Dan kalau misalnya kalian tanya ini bisa Windows Hello apa enggak, dia bisa face Reco secara Windows Hello. Dan karena laptop ini juga udah ada NPU-nya jadi bisa automatic framing atau juga background blur seperti yang gua gunakan sekarang. Laptop ini jujur premium banget sih feeling makainya kerasa. Kalau ini adalah laptop mahal. Apalagi kalau kita udah coba ngetiknya di mana feeling ngetik keyboard-nya itu enak banget, enggak kerasa kayak ngetik di laptop tipis. Bater management-nya juga lumayan efisien. Kita dapat batery life yang panjang di device ini. Dan chargernya sendiri juga udah lebih kecil, lebih portable, dan lebih premium. Ini 68 watt galum nitrite dan kabelnya juga sudah detachable jadi lebih portable buat dibawa ke mana-mana. Dan kalau kita lihat kabelnya itu dia ada tulisan bisa sampai 240 watt ya. Kalau menurut gua ini lumayan overpowered ya kabelnya berarti. Jadi dari data tadi ini membuktikan juga bahwa Intel itu bisa bikin sebuah prosesor yang IGP-nya kencang dan juga efisien di dalam laptop yang tipis. Jadi kalau sekarang ditanya prosesor yang bagus buat laptop tipis yang bisa main game apa cuma kubu merah doang ya? Sekarang enggak juga. Bahkan si kubu biru atau Intel ini juga bisa bikin ada teknologi frame generation pula lagi di dalamnya. Dan kalau buat laptopnya sendiri, gua jujur ya ini excited banget ngelihatin desainnya. Ini cakep banget. Bahkan ada beberapa hal yang di mana gua suka lebih suka daripada spekter. Lebih kerasa mewah juga daripada Spekter. Dan buat e desain overall-nya ya sekarang Asus itu udah naik kelas. Cuma ya balik lagi ini harganya R30 juta. Jadi ya memang pantaslah dengan harganya. Kalau misalnya kalian nanya mendingan beli sekarang atau nanti laptop dengan Intel Panencer Lake, gua sendiri menyarankan mendingan nanti tungguin beberapa opsi ee laptop itu udah mulai ada dan juga kalau mungkin kalau nanti harganya udah mulai turun ya bakal lebih worth it lagi. Dan kalau bisa sih ya kalau kita udah ngelihatin adanya Intel X7 atau X9 udah keluar itu bisa menambah opsi kalian juga. Jadi menurut kalian Intel Pencer Lake ini exciting atau enggak sih?

Lihat di YouTube