Jungkat

PC 14-Core Kencang yg Irit dan Ramping: Review Axioo Hype Flex 7+ Pro Max (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Ini adalah all-inone PC non gaming paling kencang dari Axio saat video ini dibuat. Prosesornya enggak kaleng-kaleng, dia pakaior 14 core Intel Core Gen 13 seri HX yang biasanya dipakai di laptop gaming kelas atas. Jadi cocok untuk aplikasi yang butuh jumlah core berlimpah. RAM-nya juga langsung 16 GB dual channel dan bisa di-upgrade. Bisa pasang 2 SSD pula di sini. Layarnya besar 27 inci, panel IPS dan karamood nyari 100% sRGB. Uniknya all inone PC sekencang ini ternyata konsumsi dayanya enggak nyampai 100 watt jadi irit juga dipakai buat sehari-hari ya. All in PC yang satu ini adalah Axio Hype Flex 7 Plus Pro Max. Oke, sebelumnya kami sudah pernah me-review Axio Hype Flex versi terjangkau dengan prosessor Intel Core i3 Gen 12 yang harganya cuma sekitar R jutaan. Nah, kali ini kita akan mer-review versi tertingginya dengan prosesor Intel Core i7 Gen 13 seri HX. Nah, seperti apa performanya? Sebelum kita masuk ke situ, kita cek dulu spesifikasinya, ya. Oh ya, perlu diketahui ya, menurut Axio, seluruh produk mereka termasuk all in One Piece ini menggunakan komponen yang 100% baru, bukan bekas atau yang rekondisi. Komponen produk ASIO juga dipasok oleh mitra resmi Asio yang bersertifikasi jadi dijamin keaslian dan daya tahannya. tentunya seluruh produk ASIO juga diproduksi dengan proses manufaktur yang berstandar internasional dengan pengawasan kualitas yang ketat. Lagi pula mana ada sih produsen yang berani ngasih garansi normal hingga 3 tahun dan 1 tahun ADP di laptop gaming-nya kalau kualitas komponennya meragukan ya itu akan merugikan diri sendiri ya. Oke, langsung aja kita mulai dengan spesifikasi yang satu ini. Untuk pressor dia pakai Intel Core 7 13650 HX. Fabrikasinya Intel 7 base power 55 watt. Dia punya 14 score dan 20 tradiri dari 6 performance core dan 8 efficient core. Intel smart cas-nya 24 MB. Integrate grafic pakai Intel UHD graphics dengan 16 execution unit. IGP ini mendukung Intel Quix dan kemampuan decode video AV1. Untuk memori atau RAM-nya itu 16 GB DDR4 266 MHz dual channel. Sayangnya all in One Piece ini tidak langsung menggunakan RAM DDR4 yang 3200 MHz. Ya, ini membuat performa IGP-nya agak kurang optimal aja menurut kami. Tapi tenang, all in One PC ini menggunakan RAM SODIM, jadi kita masih bisa upgrade kalau dibutuhkan. Menurut Axio, kapasitas RAM-nya itu bisa di-upgrade hingga 64 GB. Nah, lanjut untuk storage-nya 512 GB SSDM.2 NVM PCI gen 3x4. Menariknya lagi, kita bisa nambah lagi satu S SATA 2,5 inci, baik itu hardisk atau SSD. Motherboard all in One PC ini sebenarnya masih menyediakan port SATA kedua, tapi tidak ada kabel tambahan ya, sayangnya ya. Nah, untuk baris connectivity all one PC ini menggunakan modul Intel yang sudah mendukung Wii 6 dan Bluetooth versi 5.2. Untuk power adapter atau power supply-nya itu 120 watt. Untuk OS dia menggunakan Windows 11. Untuk body fact vor factornya adalah all inone PC dan materialnya perpaduan logam dan polikarbonat. Nah, sementara untuk warnanya ini dominan putih dengan aksen hitam di beberapa bagiannya. Nah, ODIS ini punya penampilan yang keren ya seperti monitor gaming. Tapi tenang, desainnya tetap tampak sederhana dan minimalis. Untuk dimensinya, sisi layarnya itu 61 * 22,5 * 5 cm. Sementara untuk kaki penyangganya itu 23,5 * 22,5 * 37,5 cm. Sementara bobotnya untuk Olivan PC ini adalah di 6,42 kg. Untuk display ini adalah panel berukuran 27 inci resolusi 1920 * 1080 piksel dengan aspek rasio 16 b 9. refresh rate-nya sampai 100 Hz. Ini adalah panel IPS. Kalau kami ukur dengan alat kami, tingkat cecaran maksimumnya ada di 350 nit. Gambut coversnya ada di 87,8% sRGB dengan gambut volume di 96,5% sRGB. Sayang sekali ya gambut covernya belum ada di atas 90% tapi tenang color gambut seperti ini harusnya udah lumayan lah ya untuk editing-editing ya. Buat streaming film pastinya juga udah lumayan mantap apalagi ukuran layarnya kan besar di sini. Layarnya juga punya permukaan non glerare jadi minim pantulan bayangan yang dapat mengganggu kenyamanan saat pemakaian. Bingkai layar juga sudah menggunakan desain tipis seperti monitor keluaran terbaru saat ini. Untuk ergonomi, layar all-inone PC ini bisa kita miringkan ke depan dan ke belakang, dinaikkan dan diturunkan ketinggiannya, diputar ke kanan dan kiri, dan juga bisa diputar ke posisi vertikal. Fleksibel banget ya. Dengan posisi vertikal jadi lebih mudah kalau kita mau membaca dokumen yang panjang, melihat website atau melakukan programming misalnya. Ergonomi seperti ini bisa ditemukan di LCD monitor kelas atas. Oke, All One PC ini dilengkapi dengan kamera dengan sensor 5 megapel. Kamera ini merampu menangkap gambar dan merekam video hingga resolusi 5 megapel kalau aspek rasionya adalah 4 b. Sementara kalau kita rubah jadi 16 b 9, dia bisa menangkap gambar hingga resolusi 3,7 megap dan merekam video hingga resolusi 1440p. Uniknya, kamera ini menggunakan mekanisme pop up. Jadi, kita bisa munculkan dan sembunyikan seperti ini, ya. Mekanisme ini juga membuat kita lebih aman dari resiko dip walaupun kameranya mungkin kena hack gitu ya. Saat kami coba gambar yang tangkap kamera itu kualitasnya sudah cukup oke kalau hanya sekedar dipakai untuk video call atau online meeting. Lalu mikrofonnya suaranya yang tangkap tuh masih terdengar jelas walaupun sedikit kurang jernih ya. Oke, sekarang kita lagi di studio untuk menguji kualitas kamera dan mikrofon dari Axio High Flex 7 Plus Pro Max yang satu ini. Untuk kepercayaan di sini kita menggunakan lampu studio ya. Untuk resolusi maksimalnya ini dia sampai 1944p 30 fps. Jadi aspek rasionya 4 bing 3. Untuk hasil gambarnya ini sudah cukup terang juga oke dan juga minum galinos. Oh ya suara yang kalian dengar dari tadi itu adalah suara dari mikrofon bawaannya ya. Gimana menurut kalian kamera dan mikrofon dari AIO ini oke atau enggak? Lanjut untuk audionya. Ol pis ini dilengkapi dengan dua buah speaker dengan keluaran suara itu arahnya ke bawah. Ya, sebenarnya suara speaker all in PC ini lumayan oke sih kualitasnya. Tapi sayang sekali suara yang diaskan tuh terdengar agak pelan aja. Ini membuat detail suara jadi kurang nyata aja di situ ya. Kurang kencang dikitlah nih ya. Lanjut untuk konektor dan tombol. Di bagian bawah ini ada satu security lock slot, ada 1 3,5 mm audio jack, lalu ada 1 3,5 mm mikrofone jack, lalu ada 2 USB 3.2 Gen2 type A, 1 Gabit Ethernet, 2 USB 3.2 GEN2 type A, 1 ya, lalu ada satu HDMI out, 1 DC in, dan 2 USB 2.0. Kemudian ada tombol brightness down, brightness up, dan tombol power. Untuk cooling system, all one pie ini menggunakan sistem pendingin dengan tiga heat pipe tembaga dan satu kipas untuk pembuangan udaranya itu mengarah ke atas, ya. Nah, untuk keyboard dan mouse-nya, all in one PC dilengkapi dengan keyboard dan mouse wireless pada paket pembeliannya. Jadi, enggak perlu beli terpisah lagi, enggak usah nambah-nambah lagi. Tentunya keyboard dan mouse seperti ini membuat setup kita di atas meja jadi lebih rapi ya, karena bebas dari kabel. Untuk keyboard ini menggunakan dua baterai triple A sementara mouse-nya menggunakan satu baterai double A. Oh ya, baterainya sudah disertatakan bersama keyboard dan mouse-nya. Jadi lagi-lagi ini enggak perlu beli ya. Lanjut untuk aspek performa. Sekarang kita lihat ya. Kita pakai Snapans R23 di sini disabilitas selama 30 menit kuota tinggi yang mampu dicapai adalah 14.041 poin dengan skor yang dapat dipertahankan ada di 12.000 sampai 12.100 100 poin. Untuk suhu kerjanya pada saat melakukan Sin R23 ini, supressor dapat dikendalikan di bawah 80 derajat Celcius dengan beberapa kali spike saja di tengah-tengah pengujian. Sementara itu untuk konsumsi daynya kita lihat di sini adalah di 75 sampai 99 watt ya. Jadi enggak nyampai 100 watt. Mari kita lihat untuk Adobe Premiere Pro 2026. Kita pakai video full HD 60 fps e 5 menit. Ini adalah e tes pengujian video yang baru ya yang 5 menit bukan 2 menit 7 detik lagi. Kalau kita pakai GPL S melalui Open Cal video ini selesai dalam waktu 10 menit. 43 detik. Nah, kalau kita melihat waktu exportnya, All P ini lebih cocok untuk editing video di Full HD 30 FPS kalau pakai Premiere. Oke, untuk SU kerjanya Full HD video export dengan Open CL supressor terlihat mampu dikendalikan di bawah 75 derajat Celcius dengan sekali spike saja ke 83 derajus mendekati akhir pengujian. Sementara untuk konsumsi daya selama pengujian ini adalah 74 sampai 81 watt saja. Lanjut ke Davincy Resolve A versi 20.3. Ini adalah software kelas profesional tapi versi gratisnya ya. Kita lagi-lagi pakai video Full HD 60 fps 5 menit yang baru tadi ya. Ini selesai dalam waktu 16 menit 57 detik. Di sini terlihat bahwa O5 PC ini akan lebih cocok untuk editing video Full HD 30 fps untuk aplikasi ini ya. Lalu untuk suhu kerja Full HD video eksport-nya kita lihat suhu tinggi prosor itu hanya mencapai 81 derajat celcius saja. Sementara untuk konsumsiya ada di 81 sampai 89 wat. Lanjut untuk CapCut. Videonya full HD 60 fps yang baru tadi yang 5 menit ya. Dan ini semua selesai dalam waktu 4 menit 7 detik. Nah, kalau di sini kita lihat bisa ya, kita bisa editing video full HD 60 fps kalau kita pakai cap dengan kencang tentunya ya. Untuk suhu kerja eh untuk full HD video exporting suhu prosesor tampak bisa dikendalikan di bawah 80 derajat celcius. Sementara untuk konsumenya ada di kisaran 75 sampai 82 watt saja. Oke, sekarang kita lihat bagaimana performanya untuk gaming. Oke, di game terakhirnya kita lihat suhu kerjanya. Setelah 30 menit memainkan game GTA 5, supressor dapat dikendalikan sepenuhnya di bawah 80 derajat Celcius. Oke, sekarang mari kita tambahkan variabel pengujian untuk konsumsi dayanya. Nah, kalau kita streaming 4K 60 fps di YouTube ya, itu dayanya yang dimakan adalah 48 sampai 69 watt. Sementara kalau dalam kondisi idle enggak ngapa-ngapain itu 40 sampai 45 watt. Nah, sekarang kita lihat biaya pemakaian listriknya. Dari hasil pengujian tadi, kita asumsikanlah all inone PC ini akan memakan daya maksimal 99 watt. Walaupun dengan aplikasi normal harian tuh enggak nyampai ya 99 watt. Tapi enggak apa-apa kita lihat pakai sinb nyampai 99 watt, kita pakai 99 watt sebagai acuan. Nah, kalau all in PC dipakai terus-menerus selama 12 jam dalam sehari, maka biaya pemakaian listriknya adalah sekitar Rp1.716 per hari. Jadi, kalau dipakai selama 30 hari dengan asumsi yang tadi, biayanya adalah Rp51.480 tentunya. Kalau beban kerja lebih rendah dan durasi pemakaiannya lebih singkat, ini ee pemakaian dayanya akan lebih rendah. Rasanya sih enggak akan nyampai lebih dari Rp50.000 sih. Karena ya kita kan enggak ngejalin Ceb. Oke, lanjut lagi kita lihat kecepatan SSD-nya. Dengan Kristal Desma kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di 3.526 MB/s dan tulis di 3017 MB/s. Untuk sebuah SSDP genendry ini sudah tergolong tinggi kecepatannya. Nah, untuk harganya yang satu ini dijual di kisaran Rp13.349.000. Untuk modus pilihannya dia dapat wireless keyboard, dapat wireless mouse, dan untuk garansi dapat 1 tahun dari Axio Indonesia. Uniknya ternyata all in One PC ini juga mendapatkan garansi ADP ekstra selama 1 tahun. Garansi ADP ekstra ini akan meng-cover berbagai kerusakan yang diakibatkan oleh kelalaian pengguna seperti ketumpahan cairan, enggak sengaja jatuh, cleting listrik, bencana alam, dan masih banyak lagi. Menariknya, ADP ekstra ini juga akan meng-cover kerugian akibat tindak kejahatan seperti pencurian. Nah, enggak cuma itu, Asio juga menjanjikan bahwa proses klaim ADP-nya akan mudah dan dapat dilakukan di 192 service center yang tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan AXo itu punya layanan same day service, jadi klaim garansinya cepat ya. Aio juga menyediakan jasa pembersihan repasta secara gratis seumur hidup. Oke, kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, RAM-nya ini masih yang DDR4 266 MHz. Ini buat performa IGP-nya kurang optimal. Kemudian suara speakernya ini agak kurang kencang aja menurut kami ya. Lalu untuk garansi normalnya itu cuma 1 tahun. Nah, dari segi menariknya ini praktis. IO ini selalu enggak perlu dirakit-rakit lagi ya. Siap dipakai begitu keluar dari kemasannya. Ukuran seperti LCD monitor 27 inci membuatnya jadi hemat tempat di atas meja kita. Lalu dia udah pakai prosesor yang 14 core. Ini kuat untuk video editing full HD 30 fps rata-rata ya begitu ya. Kuat juga buat gaming tipis-tipis. Iit daya enggak makan sampai 100 watt bahkan ya. RAM-nya 16 GB 2 channel dan bisa di-upgrade bola ya. Bisa pasang 2 SSD di sini. Ukuran layarnya tadi besar ya, panelnya panel IPS dan bukan 60 Hz. Ini 100 Hz. Layar juga bisa diatur tingginya, bisa diputar, bisa dibuat vertikal ya. Fleksibel banget. Konektor juga melimpah di sini. Kameranya udah langsung 5 megapel. Lalu, wireless keyboard dan mouse langsung tersedia dalam paket penjualan dan ada garansi accidental damage protection-nya atau ADP-nya. Jadi, Axio Hype Flex 7 Plus Pro Max ini cocoknya buat siapa sih? Yang jelas buat kalian mau pakainya di rumah pastinya bisa banget ya. Ukuran dan bentuknya yang seperti LCD monitor ini bikin dia hemat tempat. Jadi cocok buat apartemen, rumah kecil, kos-kosan gitu ya. Dan dia irit listrik juga jadi aman buat yang tempat tinggalnya punya daya listrik tidak besar ya. Buat dipakai editing video ringan sih masih okelah di sini. Bahkan kalau pakai CapCut dia bisa full HD 60 fps. Buat dipakai di perkantoran harusnya juga enggak ada masalahnya. Apalagi kalau pekerjaannya itu memang butuh prosesor dengan jumlah core yang melimpah. Multitasking biasanya nih ya. Ukuran layarnya yang besar juga harusnya bikin kerja jadi lebih nyaman. Di sini form factornya yang all inone PC harusnya juga bikin meja kerja jadi lebih rapi dan bebas kabel. Pada akhirnya kalau yang dibutuhkan memang adalah sebuah all inone PC dengan prosesor high performance yang siap pakai, siap untuk multitasking, irit daya dan masih bisa di-upgrade serta punya garansi ADP yang mengcover kecurian, Axio Hype Flex 7 Plus ini bisa jadi salah satu pertimbangan yang menarik. [musik]

Lihat di YouTube