Jungkat

PC Gaming yg Kencang Gaspol & Mudah Di-Upgrade: Review Lenovo Legion Tower 7i 34IAS10 (YouTube Video)

  • 06/08/2025

Siapa bilang PC gaming build up sulit buat di-upgrade? Yang satu ini gampang banget upgrade-nya ya. Bahkan bisa di-upgrade dengan mudah kayak PC desktop rakitan. Mau ditambah komponennya bisa, mau diganti komponennya bisa juga. Untuk performa tenang ini PC desktop kelas atas jadi performanya langsung super kencang. Prosesornya pakai Intel Core Ultra 9 Aole dengan 24 core. Jadi enteng banget buat multitasking atau editing yang berat-berat. GPU-nya langsung RTX 5080. jadi kuat buat main game triple A, nge-render, maupun jalin AI. Wah, enteng banget ya. RAM juga kita bisa upgrade hingga 128 GB dan kita bisa pasang hingga 6 buah SSD di sini. Bahkan PC desktop ini bisa pakai SSD PCI Gen 5 yang super kencang itu ya. PC Desop satu ini adalah Lenovo Legend Tower 7i Gen 10 keluaran 2025. Ya, PC desktop build up seperti dari Lenovo ini bisa jadi solusi praktis dan cepat untuk mereka yang ingin punya PC desktop tapi enggak mau repot-repot milih satu persatu komponennya. Dia juga bisa jadi solusi untuk mereka yang awam dalam hal pemilihan komponen PC desktop agar terhindar dari masalah kompatibilitas yang sering terjadi saat kita merakit. Jadi, enggak perlu dimenang-mendingin ya PC desktop build up yang seperti ini ya. Oke, langsung aja kita mulai pembahasannya. Untuk spesifikasi utamanya, prosesornya pakai Intel Core Ultra 285K. Fabrikasinya TSMC N3B. Base powernya 125 wat dan dia punya 24 core, 24 trad yang terdiri dari 8 performance core dan 16 efficient core. Intel smart cash-nya enggak kecil, ini besar 36 MB. Integrated graphicsnya pakai Intel Graphics dengan 4X Course. EGP ini sudah support encode dan decode video AV1 serta Intel Quicks tentunya. Menarik ya, meskipun ada graphics card-nya, IGP di prosesor ini tetap bisa diaktifkan jadi bisa dipakai untuk pekerjaan tertentu seperti untuk akselerasi perekaman video saat melakukan live streaming permainan game kita. Oke, untuk NPU-nya dia pakai Intel AI Boost dengan kemampuan komputasi hingga 13 tops. Untuk memori atau RAM yang terpasang adalah 32 GB DDR5 5600 MHz dual channel 128 bit. Nah, motherboard di PC desktop ini dilengkapi dengan 4 slot RAM. Jadi, masih bisa kita upgrade kapasitasnya dengan mudah. Menurut Elovo, kapasitasnya bisa kita upgrade hingga 128 GB. Meskipun sebenarnya si prosornya support sampai 256 GB loh. Menariknya lagi kalau kita pakai RAM tipe yang CU DM ya, PC desktop ini bisa menggunakan kecepatan 6400 MHz. Nah, kalau yang terpasang di sini yang tipenya UDIM. Untuk storage yang terpasang adalah 2 * 1 TB SSD M.2 NVME PCI Gen 4x4. Nah, di sini SSD-nya tidak dikonfigurasikan rate, tapi sebagai drive terpisah. Menariknya ada dua lagi slot M.2 yang kosong. satu mendukung SSD PCA Gen 5 dan satu lagi support SSD PCA Gen 4. Untuk tiga slot M.2 SSD PC Gen 4 itu dilengkapi dengan heating pendingin. Sementara untuk slot M.2 SSD PCI Gen 5 ini tidak dilengkapi dengan heatsing pendingin. Harusnya ini bukan jadi masalah ya karena biasanya SSD PC Gen 5 tertentu itu langsung dijual dengan heat sinking pendinginnya. Selain itu disediakan juga empat port SATA untuk menambahkan hardisk atau SSD SATA. Tapi sayangnya casing dari PC ini hanya memiliki dua tray untuk hardisk atau SSD SATA. Nah, di sini kami menemukan ada dua kabel SATA yang sudah terpasang ke motherboard. Sementara untuk kabel daya SATA dari PSU disediakan sebanyak 5 buah. Untuk diskret GPU-nya dia pakai GeForce RTX 5080. Grafis card ini menggunakan sistem pendingin tiga kipas dengan tebal body di 3,5 slot. Tapi tenang, walaupun besar, graphics card ini dilengkapi dengan besi penopang pada bagian ekornya. Jadi aman dari resiko melengkung akibat bobotnya. Grafis card ini dilengkapi dengan satu konektor 12 VHPWR untuk suplly dayanya. Sementara untuk nilai TGP maksimumnya adalah 360 wat. Jadi masih sesuai dengan standar dari Nvidia. Kita bisa mengoverclock graphic card ini melalui aplikasi Legend Space kalau dibutuhkan. Nah, menariknya casing PC Desktop ini ternyata memiliki tempat untuk memasang graphic card secara vertikal. Hanya saja di sini tidak ada aksesoris PCI racer-nya dan kita hanya bisa memasang graphic card dengan tebal dua slot. Nah, untuk motherboard chipset-nya ini adalah Intel Z890. Sekarang kita lihat motherboard expansion slots-nya. Di sini ada satu buah slot PC Express by 16 yang bekerja dengan kecepatan Gen 5 16. Lalu ada satu slot PC Express by 16 yang bekerja di kecepatan Gen 4x4. Lalu kemudian ada satu slot PC Express buy one yang bekerja di kecepatan Gen 3Y1. Untuk baris connectivity dia menggunakan modu Intel yang sudah support Wii 6, Gigabit Wii, dan Bluetooth versi 5.3. Nah, untuk power supply ini 850 wat dengan sertifikasi 80 plus gold yang diklaim punya tingkat efisiensi di 90%. Power supply ini menggunakan kabel modular, jadi bisa dilepas pasang sesuai dengan kebutuhan. Sementara untuk kabel yang belum digunakan hanya tersisa satu kabel 8 pin dan 5 kabel daya SATA. Jadi kalau mau mengganti grafik bawaan, pastikan penggantinya menggunakan konektor 112 VHPWR atau 1 PCI 8 pin atau 8 pin. Nah, sayang sekali di sini tidak ada switch power on off ya untuk power supply ini. Lanjut untuk OS dia menggunakan Windows 11 24 H2 ya ini resmi ya bawaannya udah terpasang ya. Nah untuk casing firm factornya adalah tower dengan kapasitas 34 L. Untuk dukungan motherboard-nya ini adalah ATX ya dan untuk ukurannya adalah 21,1 * 45,1 * 47,7 cm. Warnanya ini adalah storm gry atau ya abu-abu ya abu-abu tua. Nah, untuk desain walaupun diasi dengan lampu RGB, casing 1 ini sebenarnya punya desain yang minimalis dan klasik. Penampilannya juga terasa profesional apalagi kalau kita matikan seluruh lampu RGB-nya atau kita buat satu warna aja di aplikasi Legion Space. Casing ini tentunya juga punya penutup samping yang transparan. Jadi, kita bisa dengan mudah melihat komponen di dalamnya atau untuk menikmati lampu-lampu RGB-nya. Oke, sekarang kita lihat konektor dan tombol-tombolnya, ya. Di depan bagian atas ada satu USB 3.2 Gen 2 type C, lalu ada 2 USB 2.0, ada satu USB 3.2 gen 1, dan ada satu power button. Sayang, enggak ada tombol restart di sini. Beralih ke bagian belakang dari motherboard. Di sini ada 2 USB 2.0, 1 Display Port, 2 USB 3.2 Gen One, 1 Thunderbolt 4, 1 USB 3.2 Gen 2, 2 USB 3.2 Gen One, 1 2,5 GBPS Ethernet, dan ada 6 audio konektor. Oke, sekarang kita berik ke sisi belakang graphic card-nya. Di sini ada 1 HDMI 2.1B, lalu ada tiga display port 2.1B. Beralih ke cooling systemnya, untuk mendinginkan prosesor PC Desop ini menggunakan allinone liquid cooler Legion Cold Front Hyper dengan radiator berukuran 360 mm. Unit radiator dipasang di sisi depan casing dengan tiga buah kipas RGB 120 mm yang menarik udara masuk ke dalam casing. Pendingan ini dikelim mampu meng-handle TDP prosesor hingga 250 wat. Sementara pada sisi atas casing ada dua buah kipas RGB 120 mm yang membuang udara ke sisi atas. Lalu ada satu kipas RGB 120 mm lagi yang membuang udara ke arah belakang. Oke, sekarang kita bahas aspek performanya. PC desktop ini dilengkapi dengan tiga profil performa, yaitu quiet, balance, dan performance. Kita bisa mengubah profil tersebut melalui aplikasi Legend Space. Tapi sayangnya meskipun ada menu untuk overclock graphics card, di sini tidak ada menu untuk overclock atau tuning prosesornya. Bahkan kami tidak menemukan menu tersebut dalam menu BIOS. Perlu diperhatikan untuk pengujian kali ini kami akan menggunakan monitor ultrawide dari Lenovo dengan resolusi 3440 * 1440 piksel 240 Hz. Monitor ini juga terpisah ya, tidak dipaketkan dengan PC desktopnya. Oke, langsung kita lihat dengan Sinab R23. Distabilitas selama 30 menit. Skor tertinggi yang dicapai adalah 41.690 poin di mode balance dan 41.897 poin di mode performance. Sementara untuk skor yang dapat dipertahankan 41.200 sampai 41.700 700 poin di mode balance. Lalu di mode performance dia bisa mendapatkan 41.700 hingga 41.900 poin. Nah, sekarang kita lihat suhu kerjanya pada saat menjalankan SB R23 stability test selama 30 menit. Di mode balance, supressor terlihat berada di kisaran 80 sampai 83 derajat Celcius. Sementara di mode performance, SU mengalami sedikit kenaikan dengan titik tertinggi hanya mencapai 91 derajat celcius. Jadi masih tergolong aman ini ya. Untuk konsumsi daya dalam pengujian ini kita bisa lihat di mode performance bisa mencapai 340 sampai 349 watt. Oke, sekarang langsung aja kita lihat kalau kita pakai Blender 4.3.2 dan kita pakai barber shop scene yang berat itu. Untuk CPU rendering selesai dalam waktu 11 menit 8 detik. Sementara kalau kita pakai GP rendering dengan kuda ini sesai dalam waktu 1 menit 9 detik saja. Kencang kan ya? Lalu untuk suhu kerjanya pada saat GPU rendering dengan kuda, supressor terlihat berada di bawah 50 derajat Celcius. Adem banget. Sementara suhu tertinggi dari GPNVD-nya hanya mencapai 51 derajat Celcius. Untuk konsumsi dayanya ada di kisaran 282 sampai 291 watt. Lanjut Adobe Premiier Pro 2025. Untuk videonya sama ya, 4K60 2 menit 7 detik dengan software only on dalam waktu 3 menit 37 detik. Kalau kita pakai kuda, ingat ini 4K60 ya selesai hanya dalam waktu 53 detik saja. Nah, kalau videonya cuman full HD 60 fps durasinya sama, software only aja kita hanya butuh waktu 43 detik. Kalau kita pakai kuda hanya 16 detik saja. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat melakukan 4K video exporting dengan kuda, supressor dan Nvida GPU terlihat bisa terkendali di bawah 50 derajat Celcius. Untuk konsumsi dayanya ada di kisaran 247 sampai 265 watt. Lanjut dengan Dafinci Resolve 19.1. Software videoing kelas profesional tapi ini versi gratisnya. Videonya sama ya, 4K60 2 menit 7 detik. Itu saya dalam waktu 1 menit 29 detik saja. Sementara kalau untuk yang full HD 60 fps durasinya sama, selesai dalam waktu hanya 25 detik saja. Sekarang kita lihat suhu kerjanya pada saat melakukan 4K video exporting. Di sini prosesor terlihat bisa dikendalikan di bawah 70 derajat celcius. Sementara untuk GPU Nvidia-nya ada di kisaran 72 sampai 73 derajat celcius. Konsumsi dayanya ada di kisaran 211 sampai 395 watt. Sekarang mari kita coba kalau pakai capcut gimana. Video 4K60 durasi 2 menit 7 detik diselesaikan dalam waktu hanya 31 detik saja. Sementara kalau untuk yang full HD 60 fps durasinya sama hanya 13 detik saja. 4K video exporting, supressor dan GP Nvidia bisa terkendali aman di bawah 60 derajat celcius. Untuk konsumsi daya hanya 170 sampai 231 watt. Kita lanjut ke handbrak. Di sini kita melakukan konversi video 4K60 2 menit 7 detik ke full HD 60 fps dengan kodex AV1. Kalau tanpa akselerasi butuh waktu 1 menit 31 detik. Wow, kencang banget. Sementara kalau pakai akselerasi NV Encoder 1 menit 1 detik saja. Untuk suhu kerjanya pada saat melakukan konversi dengan NV Encoder SU prosesor terlihat bergerak di rentang 69 sampai 84 derajat Celcius. Sementara untuk GP Nvidia ini ada di bawah 40 derajat Celcius. Konsumsi dayanya di sini ada di kisaran 302 sampai 375 watt. Oke, kita lanjut ke UL Prosion. Benchmark ini akan menguji performa AI di RTX 5080 dalam menghasilkan gambar dari input tex atau prom dengan menggunakan stable diffusion. Nah, untuk stable Division 1.5 RTX 5080 membutuhkan waktu sekitar 1,2 detik saja untuk menghasilkan gambar 512 * 512 piksel. Sementara untuk stable Division XL, RTS 5080 di sini membutuhkan waktu sekitar 9 detik untuk menghasilkan gambar 1024 * 1024 piksel. Ini kencang banget kemampuan AI-nya. Dan ini semua offline ya, enggak nyambung ke internet. Oke, sekarang mari kita uji PC monster yang satu ini untuk main game. Hasilnya seperti ini. [Tepuk tangan] [Musik] Ya, di game yang terakhir kita mainkan Assassin's Crit Mira selama setengah jam. Kita lihat bahwa supressor dan GPU Nvidia bisa dikendalikan sepenuhnya di bawah 70 derajat Celcius. Aman banget di sini ya. Oke, lanjut untuk storage test-nya. Dengan Kristalisma kita dapatkan bahwa SSD utamanya itu kecepatan bacanya di3 MB/ dan tulisnya di 4.513 MB/s. Untuk SSD keduanya itu baca di 4.936 MB/s dan tulis di 4.970 MB/. Ini udah tergolong kencang ya, walaupun ini bukan yang paling hebat yang pernah kami lihat. Kalau kalian mau bikin jadi lebih monster lagi, pasang tuh SS di PC Gen 5-nya. Hmm, terbang tuh speed-nya, ya. Oke, sekarang kita lihat lagi untuk konsumsi dayanya. Kita lanjut lagi pengujiannya dengan streaming video 4K60 AV1. Kita lihat di sini eh konsumsi dayanya ada kisaran 96 sampai 137 watt. Untuk idle di desktop Windows tanpa menjalankan aplikasi itu dia membutuhkan 84 sampai 89 watt. Oke, sekarang mari kita lakukan estimasi biaya pemakaian listrik dari hasil pengujian. Kita coba asumsikan PC Desktop ini memakan daya maksimal di 496 watt. Ini saat mainkan game Cyberpunk 2077 ya. Ini picknya ya. Nah, kalau PC desktop ini dipakai main game yang berat itu secara terus-menerus selama 12 jam dalam sehari. maka biaya pemakaian listriknya adalah sekitar Rp8.600. Jadi, pemakaian listrik untuk 30 hari main game berat selama 12 jam per hari itu adalah Rp258.000. Secara umum ini akan jarang sekali terjadi ya, kecuali kalau mungkin lagi musim liburan dan emang enggak keluar-keluar rumah ya. tentunya kalau lot pekerjaannya lebih ringan maka biaya listriknya akan lebih rendah lagi. Jauh lebih rendah lagi. Oke untuk harganya PC desktop ini dijual dengan harga Rp64.999.000. Untuk modus semiannya dia dapat Microsoft Office Home 2024 yang aktif selamanya. Lalu masih dapat lagi langganan Microsoft 365 selama 1 tahun dan dapat Windows 11 tentunya ya. Nah, PC desktop ini dilindungi garansi Legend Ultimate Support selama 3 tahun penuh. Dengan garansi ini, kita akan mendapatkan panduan dan saran dari teknisi ahli Lenovo yang juga seorang gamer dalam optimalisasi hardware dan juga optimalisasi software-nya. Teknisi ini dapat dihubungi selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 365 hari setahun pakai fitur chat, telepon tol free, maupun bisa lewat email. Selain itu, disediakan juga dukungan perbaikan cepat di tempat kita. Di tempat kita. Jadi enggak perlu repot-repot datang ke service center. Tentunya ini akan jadi beda banget ya sama PC rakitan ya. Oke, kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, yang satu ini mungkin atau hampir bisa dipastikan kurang cocok untuk kamu mendang-mending yang lebih suka ngakit sendiri. Tapi perlu diingat bahwa ada saja yang mencari PC seperti ini. Jadi enggak perlu dimendang-mendingin. Lalu untuk kapasitas RAM itu masih 32 GB. Harapan kami sih sebetulnya langsung 64 lah ya dengan harga seperti ini. Kemudian di sini enggak ada menu overclocking atau tuning prosesor. Padahal prosesornya pakai Intel Serik K yang udah siap untuk dioverclock. Lalu casing-nya tidak memiliki tombol restart. Nah, dan kemudian PSU tidak memiliki switch power on off. Kemudian belum disertakan keyboard dan mouse juga di sini. Dari sisi menariknya, performanya ini langsung super kencang. Dia udah pakai prosesor 24 core Intel Core Ultra 9 ya. Ini enteng buat multitasking. Enten jalan aplikasi berat, siap jalan aplikasi yang butuh NPU bahkan ya. Kemudian dia sudah pakai RTX 5080 dan teknologi terbaru Nvidia di tahun 2025. Mau main game triple A mulus dan lancar. main game kompetitif ini terbang-terbang FPS-nya. Mau editing video 4K, 60 atau rendering 3D lancar banget. Mau jalan aplikasi AI juga bisa banget, offline pun bisa ya. Nah, suhu kerjanya juga tergenari dengan aman sekali. Lalu dia mudah di-upgrade seperti PC perakitan biasa. Dia punya 4 slot RAM, bisa pasang 6 storage, bisa pasang SSD PC gen 5. Bahkan di sini konektornya juga melimpah dan ada Thunderbot 4 juga di sini ya. Garansinya juga satu pintu ya. Ya, selama 3 tahun untuk semua komponennya. Jadi selama 3 tahun penuh kita bisa klaim garansi komponen apapun di PC desktop ini kalau terjadi kendala. Enggak perlu repot klaim garansi ke distributor yang berbeda-beda kayak untuk PC desktop rakitan. Jadi Lenovo Legend Tower 7i Gen 10 ini cocoknya buat siapa sih? Ya, jelas buat yang kerjanya editing video, PC, desktop yang set ini harusnya cocok banget ya. Apalagi kalau videonya cuman 4K60. Mau editing video 8K juga harusnya udah bisa nih ya. Bahkan mau editing video AV1 juga bisa karena GP-nya udah support. meriting video kelas profesional dengan color format 422 bisa banget di sini. Buat yang kerjanya desain 3D harusnya cocok karena RTS 5080-nya yang bikin kencang di viewport maupun saat rendering. Buat yang kerjaannya ngejalanin aplikasi AI harusnya juga bisa ya asalkan aplikasinya emang support si RTX 5080 dan pastinya ini cocok banget buat gamer antusias yang butuh PC desktop super kencang buat jalanin game triple A atau game kompetitif tanpa ada patah-patah di FPS-nya. Pada akhirnya kalau yang dicari adalah kepraktisan termasuk dalam hal garansi. Legend Tower 7i Gen 10 ini bisa menjadi pilihan yang menarik untuk PC desktop build up yang langsung super kencang dan masih bisa di-upgrade dengan mudah. Saya D Irfan Jaka DP TV.

Lihat di YouTube