Jungkat

Pecah Rekor, Laptop Snapdragon Ini Bisa Tembus Hampir 23 Jam! | Review ASUS Vivobook S14 (S3407QA) (YouTube Video)

  • 16/05/2025

Ini adalah salah satu laptop paling irit yang pernah kami uji. Daya tahan baterainya bisa mencapai sekitar 23 jam. Ini adalah Asus Vivobook S14. Baterainya 70 wat hour. Jadi memang tergolong besar untuk sebuah laptop yang tipis dan ringan. Prosesor yang pakai Snarbagron X yang versi polos ya. Jadi harga laptop ini tetap terjangkau. Performa NPU-nya tetap 45 tops seperti Snapdragon X Elite yang harganya tentunya lebih tinggi. Layar udah 2,5K, 100% sRGB, jadi mantap buat ngedit maupun nonton. RAM-nya 16 GB LPDDR 5X 8448 MHz, kencang dan siap pakai. Dia punya dua konektor USB 4 jadi udah kekinian. Oke, langsung aja kita mulai review-nya yang satu ini. Ya, Vivobook S14 ini adalah lini laptop konsumer dari Asus untuk kelas menengah atas yang identik dengan desain cantik, body tipis, serta ringan. Tapi yang satu ini bukan cuma cantik, tapi dia juga punya performa yang oke dan baterai yang super super irit. Selain itu, harganya juga enggak tinggi-tinggi amat. Nah, daripada penasaran langsung aja kita mulai pembahasan laptop yang satu ini dari spesifikasi utamanya. Prosesornya dia pakai prosesor Qualcom Snapdragon X126100. Fabrikasinya 4 nanm. Dia punya 8 core, 8 tradon CPU. Maksimum multicore frekuensin-nya adalah 3 GHz dan total cash memorinya cukup besar di 30 MB. Asus menyebutkan kalau prosesor ini punya rating TDP total sekitar 30 watt. Untuk integrated graphics dia pakai Qualcom Adrenal GPU. Sistem grafis ini sudah mendukung API Direct X12. Jadi harusnya mampu menjalankan game berbasis direct x12. Untuk NPU, dia pakai Qualcom Hexagon NPU dengan kemampuan komputasi hingga 45 tops. Ini sama dengan kemampuan NPU di X Plus dan X Elite ya. Dan ini tentunya sudah memenuhi persyaratan copilot plus PC dari Microsoft. Untuk memori atau RAM-nya dia pakai 16 GB LPD dar 5X 8448 MHz. Ini RAM onboard ya. Jadi emang ini tidak bisa di-upgrade tapi udah lumayan besar dan kencang. Untuk storage 1/2 TB atau 51 GB SSD M.2 NVME PCI Gen 4x4 connectivity-nya dia pakai modul Qualcom Fast Connect yang sudah mendukung WiFi 6e dan Bluetooth versi 5.3. Menariknya, laptop ini mendukung Snapdragon Sound. Jadi dia sudah support Connect FX lossless untuk transmisi suara ke TWS atau Bluetooth headphone. Jadi seakan tanpa kompresi ya tentunya kita butuh perangkat yang mendukung kode tersebut untuk bisa memanfaatkannya. Untuk apitas baterainya seperti kita bahas ada di 70 watt hour yang sebetulnya tergolong besar untuk laptop tipis dan ringan. Untuk operating system dia pakai Windows 11. Di sini dia pakai langsung versi 24H2. Tentunya Windows terbaru ini sudah support fitur-fitur copilot plus PC seperti recall, cc creator, maupun live caption. Tombol sh untuk copilot juga tersedia di keyboard-nya tentunya ya. Lalu untuk body font factornya ini adalah clamp shell atau laptop classic. Untuk materialnya ini perpaduan metal dan polikarbonat. Bahan metal digunakan untuk penutup bawah dan punggung layar. Nah, laptop ini sudah menuaihi standar daya tahan military standar 810H. Jadi, terjamin nih ketangguhannya. Untuk pilihan warna yang diuji ini adalah cool silver dan ada lagi pilihan untuk matte grey, ya. Nah, untuk desainnya mirip seperti pendahulunya. Laptop ini hadir dengan desain yang minimalis tapi tetap keren ya. Ada tulisan Asus Vivobook berwarna silver di punggung layar. Selurahan Vivobook S14 ini memiliki penampilan yang premium dan stylish. Untuk dimensinya panjang 31,52 cm, lebar 22,34 cm, dan ketebalan di sisi paling tipis 1,59 cm, di sisi paling tebalnya 1,79 cm. Bobotnya laptopnya aja di 1,35 kg. Ini tergolong wajar ya untuk sebuah laptop 14 inci yang tipis dan ringan. Untuk chargernya di 225 gr. Ini adalah charger 65 watt dengan konektor USB type C. Menariknya, charger ini hanya terdiri dari satu bagian aja. Jadi bentuknya lebih ringkas seperti charger smartphone dan tentunya ya dia bisa dipakai untuk smartphone juga ya. Dan desain seperti ini ya tentunya akan jadi praktis ya buat dibawa ke mana-mana. Kalau rasnya masih kurang kecil dan ringan, kita masih bisa ganti juga pakai gun charger yang sesuai. Total bobot kalau dibawah-bawah laptop dengan chargernya adalah di kisaran 1,58 kg. Untuk display ini ukurannya 14 inci, resolusinya 2.560 * 1600 piksel dengan aspek rasio tentunya 16 bing 10. Ini adalah panel IPS level. Dan menurut Asus tingkat kecaan maksimumnya ada di 400 nits dengan color gambut di 100% sRGB. Tapi kalau kami ukur ternyata tingkat kecerahannya itu maksimum di 430 nitz. Jadi lebih tinggi dari klaimnya nyari 10% lebih tinggi. Gambut coverage di 96,4% sRGB dengan gamut volume di 99,6% sRGB. Jadi ini sudah sangat sesuai dengan klaimnya Asus dan berarti layar laptop ini sudah siap digunakan untuk editing gambar atau editing video yang butuh akurasi warna yang baik. Layar laptop ini juga sudah dilengkapi dengan sertifikasi TV Ryinan low blue light. Jadi cocoklah buat dipakai berjam-jam gitu ya. Mau ngetik, mau browsing, mau nonton berjam-jam aman untuk mata harusnya. Layar ini juga menggunakan lapisan antiglare. Jadi dia minim pantulan-pantulan bayangan yang mungkin mengganggu. Nah, untuk bingkai layar dia menggunakan desain nano edge display yang tipis dengan tingkat screen to body rasio di 86%. Oke, untuk kamera mikrofonnya laptop ini dilengkapi dengan kamera infrared 1080p 30 fps dan dia langsung support fitur Windows Studio Effect seperti automatic framing, portret light, eye contact, background effects, dan creative filters. Menariknya, saat fitur Windows Studio Effect diaktifkan, dia akan menggunakan NPU, bukan core prosesor atau GPU-nya atau IGP-nya, bukan, ya. Jadi, penggunaan baterainya bisa lebih irit kalau kita pakai kamera. Nah, untuk kualitas kameranya sendiri bagi kami ini udah oke ya dan gambar yang ditangkap juga minim noise. Kemungkinan ini karena ASP yang diterapkan oleh Qualcom di sini. Di sebelah kiri dan kanan kameranya terdapat dua buah mikrofon yang sudah support fitur Asus AI Noise canceling untuk meredam suara bising di sekitar kita. Nah, saat kami tes mikrofon ini ternyata memang bisa menangkal suara di sekitar dengan cukup baik. Dan menariknya suara kita ternyata bisa dijaga tidak mengalami distorsi selama pengujian. Nah, berikut hasil pengujian mikrofon dan kameranya ya. Sekarang saya sedang berada di pinggir jalan untuk menguji mikrofon dari Vivobook S14 ini. Dan seperti yang teman-teman dengar di sini, suara background-nya enggak terdengar sama sekali ya. Dan suara saya juga masih bisa ditangkap dengan aman di laptop ini. Ya, ini adalah hasil perekaman video dari laptop Asus Vivobook S14 di kondisi pencahaan yang proper. Di sini dapat kita lihat ya kalau hasil videonya tergolong jernih dan juga minim noise. Oke, untuk audio laptop ini dilengkapi dengan dua buah speaker dengan arah keluaran ke alas laptop ya. Di sini kita juga bisa mengatur profil dengan equalizer suara melalui software My Asus. Untuk kualitas suara yang dihasilkan bagi kami ini tergolong oke ya dengan detail yang cukup baik. Menariknya, speaker ini bisa menghasilkan bas yang cukup bulat di sini. Padahal ini bukan laptop gaming dan bodinya juga tergolong tipis. Untuk volume memang bukan yang superer lantang, tapi sudah oke untuk kelas harganya. Kualitas suara yang diasikan memang mantap dan detailnya cukup baik. Nah, untuk konektor di sebelah kiri ada 2 USB 4 sudah 40 GBPS dan mendukung power delivery, protokol display port, dan perangkat-perangkat Thunderbolt juga diupport di sini. Lalu ada satu HDMI 2.1, ada satu USB 3.2 gen type A yang besar ya, dan ada satu audio combo jack. Beralih ke sisi kanan di sini ada satu USB 3.2 Gen One yang type A yang besar. Mantap nih ya. Jadi ya ada satu port HDMI dan dua port USB 4 yang support display out. Jadi mau kerja dengan empat layar sekaligus bisa banget. Oke untuk keyboard-nya dia menggunakan chicklate keyboard ya dengan backlit dan layout-nya seperti vivobook yang baru lainnya ya. Travel distance-nya ada di 1,7 mm. Jadi ini nyaman dipakai untuk mengetik keyboard ini tentunya sesuai dengan namanya itu support lampu backlit warna putih dengan tiga tingkat kecerahan dan ini bisa diubah dengan menekan tombol F4. Backlit ini juga punya mode auto ya, jadi lampunya bisa otomatis menyala saat ruangan jadi gelap atau meredup saat ruangannya terang. Nah, untuk touchpad dia pakai precision touchpad dengan ukuran 12,7 * 7,9 cm. Posisinya ini center to body dan memanjang dari tombol alt hingga tombol copilot key di sebelah kanan. Nah, touchpad ini dilengkapi dengan palm rejection ya. Jadi, ini membuatnya aman kalau telapak tangan kita enggak sengaja menyentuh area touchpad. Area touchpad ini terasa licin ya, jadi membuat jari dapat bergerak dengan mulus di atas permukaan touchpad-nya. Nih, uniknya dia juga dilengkapi dengan smart gesture seperti swipe bagian kiri untuk atur volume, swipe bagian kanan untuk atur brightness, swipe bagian atas untuk forward atau backward video. Nah, sistem pingin laptop ini dilengkapi dengan satu heat pipe dan satu kipas. Ekhaya mengarah ke belakang tapi bukan ke arah layar laptopnya. Jadi posisi lubang ekha mengarah ke alas belakang laptopnya. Desain ini membuat layar jadi lebih aman karena enggak kena udara panas secara langsung. Nah, untuk security dia dilengkapi dengan infrared kamera yang tentunya langsung support Windows Hello. Ini memungkinkan kita untuk login ke Windows dengan cepat dan mudah. Oke, sekarang kita masuk ke aspek performa. Laptop ini memiliki empat profil performa. Ada full speed, performance standar, dan whisper. Saat menggunakan mode full speed, kipas itu akan berputar 100% saat ada beban kerja yang berat. Sementara kalau sedang idle atau beban kerjanya ringan, kecepatan kipas akan lebih rendah. Jadi, suaranya juga akan lebih sunyi. Nah, profil performa ini dapat diubah dengan menekan tombol function plus huruf F atau melalui software My Asus. Ah, oke perlu diperhatikan ya. Saat ini software untuk logging SU dari Prosor Snapagan Xeries memang sudah tersedia. Hanya saja untuk saat ini kami masih mencari tahu pembacaan sensor mana yang menunjukkan suhu prosesor yang sebenarnya. Jadi untuk saat ini kita belum menampilkan hasil pengujian suhu prosesor untuk laptop Snapdragon X series kecuali untuk suhu permukaan bodinya. Oke, lanjut aja kita langsung pakai Ceb 2024 Ford Arm 64 ya. Cinebch-nya sudah support arm secara native ya. Untuk stabilitas selama setengah jam, skor tertinggi yang dicapai adalah 647 poin di mode standar dan 708 poin di mode full speed. Lalu untuk skor yang bisa dipertahankan ada di kisaran 643 sampai 647 poin di mode standar atau 708 poin rata di mode full speed. Jadi performanya konsisten nih ya. Bahkan saat menggunakan mode full speed skornya bisa tetap stabil. Nah, kalau kita hanya pakai baterai jadi tidak colok ke listrik. Kita bisa lihat di mode standar kita dapat 642 sampai 669 poin. Sementara di mode full speed kita dapat 704 sampai 706 poin. Jadi tanpa dicolok ke charger pun skor yang didapatkan masih mirip-mirip aja dengan saat kita colok ke charger. Artinya performanya konsisten banget di sini. Oke, langsung aja kita lihat kalau kita pakai Adobe Premiere Pro 2025 software video editing. Ya, perlu diperhatikan saat video ini dibuat Adobe belum merilis Premiere Pro versi ARM yang native. yang tersedia hanya yang Intel Base Premiere Pro yang dapat diinstal dan dijalankan di laptop Snapdragon X series. Jadi, ini harusnya Premiere Pro-nya jalan di mode emulasi. Oke, langsung aja untuk 4K 60 2 menit 7 detik. Software only saya dalam waktu 27 menit 11 detik. Kalau kita pakai GPU acceleration lebih cepat di 14 menit 5 detik. Sementara kalau pakai full HD di 60 fps durasi yang sama dengan software only dalam waktu 6 menit 30 detik. Sementara kalau kita pakai GPU acceleration via Open CL selesai dalam waktu 3 menit 30 detik. Jadi kalau kita pakai Premiere Pro terlihat kalau ngedit video tuh lebih pas kalau kita pakai 1080p 30 fps. Itu nanti exporting time-nya bisa cukup kencang. Nah, lanjut untuk Dafinci Result 19.1. Nah, Safware ini sudah support ARM 64 ya, jadi udah native juga. Kita lihat untuk 4K60 video yang 2 menit 7 detik selesai dalam waktu 20 menit 56 detik. Sementara untuk video yang full HD 60 fps 2 menit 7 detik selesai dalam waktu 5 menit 56 detik. Lagi-lagi di sini kelihatan bahwa cocoknya memang untuk ngedit video 1080p 30 fps. Oke, kita lanjut untuk CapCut. Lagi-lagi ini CCD sudah ARM 64 juga. Jadi, sudah native juga di sini. Untuk video 4K 60 2 menit 7 detik selesai dalam waktu 6 menit 12 detik. Sementara kalau full HD 60 fps 2 menit 7 detik selesai dalam waktu 1 menit 41 detik. Jadi kelihatan kalau kita pakai CapCut 4K 30 fps masih okelah dan 1080/ 60 fps udah kencang nih exporting time-nya. Lanjut untuk handbreak for arm 64. Pada pengujian kali ini kita pakai untuk transcoding video 4K60 2 menit 7 detik ke format full HD 60 fps AV1 ya. Tanpa akselerasi hardware selesai dalam waktu 4 menit 38 detik. Sementara kalau kita pakai akselerasi hardware sesuai dalam waktu 2 menit 19 detik. Udah kencang kan? Karena dekat dengan durasi videonya sendiri. Oke, lanjut untuk gaming. Nah, perlu diperhatikan buat belum semua gaming Windows itu bisa berjalan normal di laptop dengan Snapdragon X series. ini karena game Windows itu rata-rata ditujukan untuk prosesor Windows yang versi X86 ya. Jadi game-game ini akan tentunya jalan di mode emulasi. Nah, untuk daftar kompatibilitas game yang dapat berjalan di laptop Snapdragon X series itu bisa lihat di website Windows on Arm Ready Software ada tuh daftarnya ya. Oke, langsung aja kita tes untuk gaming. [Musik] [Tepuk tangan] Nah, di game yang terakhir ini Metro Exodus selama setengah jam. Kita lihat suhu permukaan bodinya. Untuk keyboard paling tinggi kami temukan di deretan tombol escape sampai F3 dan suhunya tuh juga masih di bawah 40 ya, di kisaran 38 sampai 39 derajat celcius. Sementara area sebelah atas keyboard itu suhunya di kisaran 35 sampai 37 derajat Celcius. Untuk suhu pampres itu aman banget di bawah 31 derajat celcius. Jadi kalau kita lihat ini suhunya tergolong adem ya. Dan ini terjadi saat kita sedang main game. Jadi kalau aktivitasnya lebih ringan suhunya harusnya lebih rendah lagi. Tentunya tergantung suhu ruangan juga. Oke lanjut untuk storage test. Kita pakai Crystal Dismark for Arm 64. Lagi-lagi software pengujiannya sudah native ARM ya. Untuk kecepatan bacanya lumayan kencang di 6.372 372 MB/ dan tulis di 4.424 MB/s. Kencang banget untuk kelas harganya. Lanjut untuk pengujian baterai. Tingkat berat kita atur ke 150 nit. Volume suara 25% dan untuk 1080p lokal video playback baterai baru habis setelah 22 jam 51 menit. Iya sudah hampir 23 jam ya kita dapat ya di sini ya. Memang ini belum mencapai klaim Asus di kisaran 30 jam, tapi ini adalah salah satu laptop yang paling irit yang pernah kami uji saat ini. Nah, itu juga lanjut menguji daya tahan baterainya saat melakukan streaming YouTube 1080p dan Netflix selama 1 jam. Ya, kalau untuk Netflix selama 1 jam itu baterai berkurang sekitar 7% kalau kita pakai Netflix app. Sementara untuk streaming YouTube itu baterai berkurang sekitar 5% kalau kita nontonnya pakai Google Chrome. Oke, lanjut untuk charging. 30 menit pertama langsung terisi di 38%. Sementara dari kosong sampai penuh dia butuh waktu 2 jam 7 menit. Untuk baterainya yang berukuran cukup besar ini adalah hasil yang normal atau malah bagus sebetulnya. Nah, untuk harga enggak tinggi-tinggi amat juga dia ada di kisaran Rp12.299.000. Tapi coba deh cek dulu di online store ya. Kira-kira kalian bisa nemu di harga berapa? tulis di kolom komentar. Nah, untuk garansi dia dapat 3 tahun international warranty dengan 1 tahun Asus VIP perfect warranty. Nah, kalau kita pakai VIP perfect warranty ini, Asus Indonesia akan menanggung 100% total biaya perbaikan dari kerusakan yang disebabkan oleh kelalaian pengguna. Asus VIP Perfect Warranty ini dapat digunakan satu kali di tahun pertama pembelian. Oke, kita langsung masuk ke dalam hal yang perlu diperhatikan ya. pertama untuk saat ini memang belum semua aplikasi untuk Windows 11 yang X86 itu tersedia versi ARM 64-nya, tapi sudah makin banyak ya sekarang sebetulnya ya. Kemudian sejumlah aplikasi Windows 11 yang X86 ya akan berjalan di mode emulasi saat diinstal di laptop ini. Jadi mungkin ada perbedaan pada performa dan kompatibilitasnya. Nah, dari segi menarik ya tentunya pertama baterainya sangat-sangat irit ya. Lalu dia menggunakan stabdragon X yang polos. ini buat harga laptop juga jadi lumayan terjangkau. Masih ingat kan ya harganya ya nih walaupun layarnya udah yang berkelas begitu tetap aja harganya masih lumayan terjangkau. Performa keseluran juga masih mampu bersaing dengan prosesor X86 terbaru di aplikasi tertentu. Dan sebetulnya dia masih cukup kuat untuk main game tipis-tipis ya. Lalu dia punya NPU dengan kemampuan 45 tops yang sama dengan X Elite dan X Plus-nya yang tentunya harga laptopnya lebih tinggi. Kemudian suhu permukaan tergolong adem. RAM-nya superuper kencang. Layarnya IPS 2,5K 100% sRGB. Suara speakernya untuk kelas harganya ini udah keren banget. Keyboard-nya juga nyaman banget untuk mengetik. Dia punya dua konektor USB 4 dan ada konektor USB serta HDMI yang besar juga di sini. Pengamanan biometrik juga ada di sini. Lalu, performanya antara colok listrik sama tidak colok listrik itu mirip-mirip aja ya. Dan dia dapat 3 tahun garansi internasional. Internasional ya. Dan ada 1 tahun garansi akibat kelalaian pengguna. Nah, jadi Asus Vivobook S14 yang pakai pressor Snapdragon X ini cocoknya buat siapa sih? Nah, pertama laptop ini cocok banget untuk kaum road warrior yang aktivitasnya nyari selalu ada di luar ruangan. Dengan baterai yang irit, kita enggak perlu pusing nyari colokan saat bepergian. Lalu untuk pekerja kantoran, pasti ini oke banget ya kalau memang pekerjaannya sesuai dengan kemampuan laptopnya. Terlebih laptop ini punya penampilan yang profesional. Cocok nih dibawa meeting ketemu klien tuh masih cocok banget. Lalu mau dipakai editing video juga masih oke ya. Asal softwarenya memang tepat ya. Salah satu yang paling cocok mungkin capcut di sini. Lalu seharusnya laptop ini juga bisa dipakai untuk programming asalkan software coding-nya memang cocok dengan hardware dan sistem operasi dari laptop ini. Jadi kalau yang dicari adalah sebuah laptop Windows 11 yang baterainya super super irit, penampilannya premium, fiturnya kekinian, dan harganya masih relatif terjangkau. Asus Vivobook S14 ini adalah salah satu pilihan yang kayaknya susah untuk dilewatkan. Saya Ded Irfan, Jaka TV.

Lihat di YouTube