Pemilik XPANDER CROSS & RUSH GIGIT JARI, Kok Bisa Lawannya SECANGGIH INI? (YouTube Video)
Ini adalah Hyundai Stargazer Carens X versi barunya dari Hyundai Stargazer X. Nah, kalau tadinya si Stargazer X itu cuma beda-beda sedikit ya dari Stargazer yang biasa. Nah, di Stargazer yang Carens X ini dibikin lebih banyak lagi perbedaannya. Dari luarnya itu beda cukup jauh dibanding cardens yang biasa dan interiornya itu bakal lebih jauh lagi. Dan cukup banyak fitur-fitur baru yang lebih mewah dibanding kebanyakan low SUV di kelas ini. Nah, buat detailnya smart di 10 hal Stargazer Carens X. [Tepuk tangan] [Musik] Satu. Apa itu Carens? Sebentar, sebentar. Ini bukannya dulu namanya Stargazer X aja ya? Kok sekarang jadi Stargazer Carens X yang Stargazer biasa gimana? Oke, pelan-pelan ya. Stargazer facelift atau Stargazer baru ini pada dasarnya sekarang punya imbuhan nama Kartens di belakangnya. Nama Kartens sendiri diambil dari nama gunung tertinggi yang berada di Papua. Ya, kenapa Hyundai pakai nama ini? Well, Hyundai bilang puncak ini adalah simbol kebanggaan dan tantangan tertinggi di Indonesia ya, sehingga melambangkan kekuatan, keagungan, dan ketangguhan. So, mungkin mereka pengin hal-hal itu merepresentasikan si Stargazer facelift ini. Ya, balik lagi. Jadi, kalau dulunya ada Stargazer dan Stargazer X yang baru ini sekarang ada Stargazer Carens dan Stargartens X. Stargazer Carens yang MPV ya. Nanti kita bakal bikin video sendiri lebih detail soal itu karena banyak banget bedanya sama yang ini juga dan Stargazer Carens X ini yang MPV crossover atau l SUV lah orang Indonesia biasanya nyebutnya. Nah, approach ini diambil saudara seatformnya juga ya, Kia Carence. Karena di India sana Kia ngebawa Carence baru dengan nama Carence Clavis. Sementara Carence lama tetap dijual dan Carence Clavis diposisikan jadi model yang punya fitur lebih banyak. Nah, apakah Stargazer dan Stargazer X lama bakal tetap dijual setelah ada yang kart ini? Hyundai Indonesia sih belum bilang ya, tapi kita coba lihat nantiah. Sekarang kita fokus ke si Stargazer Carens X ini dulu aja ya. Dua, varian dan harga. Buat variannya agak unik nih. Kalau sebelumnya Stargazer X tersedia dengan pilihan varian style dan prime. Kali ini Stargazer Carens X atau Carens X aja kali ya kita sebutnya. Hanya tersedia dalam varian trend dan style aja. Tapi kalau kita pilih varian style, kita bisa pilih opsi prime package yang nambah beberapa fitur ini. Tapi biar gampang, kita sebut aja yang varian opsional ini. Jadi varian prime package lah ya. Nah, waktu kita keluarin video ini emang belum ada harganya ya? Nanti kita tambahin di kolom deskripsi dan komentar aja kalau udah ada. Warnanya juga ya belum diumumin sama Hyundai ada apa-apa aja. Nanti kita update di komentar lah ya kalau udah ada. Tiga, fitur makin banyak. Sebenarnya dari sebelum ini juga fitur Stargazer X sudah jadi yang paling banyak sih ya di kelasnya. Tapi di facelift Stargazer Carens X ini bakal jadi lebih banyak lagi ya. Kita detailin yang di style dengan prime package ini. Pertama ada pendingin jok atau ventilated seat. Gila kebayang enggak kelas low SUV gini sekarang pendingin joknya. Tapi bedanya sama di kereta di Karten Sex ini cuma ada di jok driver aja dan hanya satu level aja ya. Tapi okelah udah dapat gini juga. Nice ya. Lanjut. Cartens X yang prime package juga dapat jok electric driver 8 arah. Yes, sekali lagi satu-satunya di kelasnya ni. Ada pedle shift juga dari varian style buat simulasi naik turunin giginya. Oh, dan Caren size juga dapat tuas transmisi baru ini ya yang di belakang setir. Nah, ini khusus di X aja nih. Di curens biasa enggak dapat ya, masih pakai tuas transmisi yang standar. Nanti kita detailin cara pakainya di nomor mesin deh. Tetap ada warna charger tapi sekarang posisinya di konsol tengah barunya ini ya. Sekarang dia agak ditonjolin ke atas gitu dan padnya jadi karet kayak di Santafe ya. Jadi, HP-nya gak gampang jatuh dan katanya ada air coolingnya juga biar HP-nya gak kepanasan. Dan buat mati nyalan war chargernya sekarang dari Hu Nitia. Buat charge di depan tetap ada power outlet 12 volt yang bisa sampai 180 watt di varian style dan 120 watt di varian trend dan 1 USB porte. A, nah yang baru sekarang ada tambahan satu USB portes ini ya buat yang mau nge-charge lebih cepat. Dan uniknya di belakang wir chargernya sini kayak dikasih lubang nih. Nah, ini buat kita slipin kabel ya ke dalam sini. Jadinya meskipun ngechage pakai kabel tapi HP kita tetap bisa ditaruh di atas sini dan gak bakal berantakan kabelnya. Nice lah. Yang di baris kedua baru ni. Jadi ada dua USB port type C gini dibanding sebelumnya yang du type E. Mantap. Dan di baris ketiga ada power outlet lagi ya. Lanjut instrumen clusternya full LCD TFT 10,25 inci ini yang bisa diganti temanya waktu kita ganti-ganti mode berkendara ya atau bisa juga diganti manual pilih temanya dari head unit. Dan nanti selain tiga tema tadi ada satu tema tambahan lagi yang cube ini ya. Info yang bisa diganti yang di tengah ya dari layar fitur ADAS atau smart sense-nya. Geser kanan ada trip meter current trip yang bakal keet otomatis setiap habis restart mobil, trip meter since review yang bakal keeset otomatis setiap habis isi bensin. Dan trip meter since last reset yang bisa kita reset manual dan ada speedometri digitalnya. Geser kanan lagi ada kompas dan ada info navigasi yang lagi jalan. Dan geser kanan lagi ada TPMS. Buat setting-settingsnya pindah ke head unit semua ya. Nah, head unitnya ini keren ya. Dia dan instrumen clusternya kan sama-sama 10,25 inci. Jadi mereka berdua kayak ada animasinya dulu pas kita masuk ya. Tetap ada beberapa shortcut dan kontrol fisikal tapi pindah ke bawah kontrol AC ya. Tuh selain beberapa tombol ini ada juga knock track dan volume. Nice lah ya. Nah interface-nya mirip di kereta atau kayak di palis yang lama lah ya. Ada profil juga nih kita bisa ganti-ganti dan tiap ganti nanti dia juga bakal ubah beberapa preferensi mobilnya ikutin profil yang kita pilih ya. Nah, menu-menunya ada kiblat yang bisa ngasih lihat kompas, titik lokasi dan arah kiblat. Dan bisa multitasking kayak gini nih. Tarik side bar dari kanannya buat lihat lebih dari satu aplikasi sekaligus. Lanjut, sekarang ada navigasi bawaannya. Nah, ini terkoneksi internet jadi kita bisa lihat hal-hal kayak lagi macet atau enggak dan lokasinya juga lebih update ya. Dan ini nyambung sama blue link kita. Okelah, ada Bluetooth telepon voice buat ngerekam suara, climate buat ngatur AC langsung dari head unitnya. Val mode buat ngelimit akses kalau mobilnya dikasih ke valet. Ada quiet mode buat bikin suaranya langsung dilimit ke speaker depan doang. Terus ada radio tentunya. Media yang bisa diputar bisa dari Bluetooth, USB, dan sekarang ada sounds of Nature yang bisa simulasiin macam-macam suara kayak di suatu tempat unik gitu. Dan ada 10 simulasi suara nih, ya totalnya di sini. Lanjut, ada Apple CarPlay dan Android Auto. Tapi kalau sebelumnya wireless, kali ini hanya bisa pakai kabel ya, sayangnya kayak di kereta baru juga tapi nanti jadi bisa pakai aplikasi kayak Apple Music, Spotify, Google Maps, Waze, dan lain-lain. Nah, settings-nya banyak nih ya. Settings vehicle pertama ada driver assistance buat atur semua fitur ADAS atau Hyundai smart sense-nya. Nah, ini safety-safety-annya kita bahas lengkap di nomor habis ini ya. Menu cluster ada buat atur instrumen cluster kayak brightness, nyalain blue light filter buat klingin layarnya, buat ganti-ganti tema dan atur beberapa perintilan instrumen cluster. Menu climate ada buat bikin sirkulasi udaranya otomatis ketutup kalau kita aktifin washer wiper dan ada buat sirkulasinya kebuka tutup otomatis juga ya. Di menu lights ada buat atur tingkat keterangan ambient lighting-nya, ada juga buat ganti-ganti kalau kita cekin tuas lampu seinnya sedikit mau berkedipnya tiga kali, li kali atau tujuh kali. Dan ada buat atur welcome function yang bakal kita jelasin habis ini ya. Follow me home dan highbeam mesin ini buat nyalain lampu ja otomatis. Di menu door ada settings auto lock auto unlock dan remote window control buat buka tutup jendela pakai remote. Dan di menu convenience bisa aktifin rear ocupant alert buat diingatin cek penumpang belakang kalau kita keluar mobil. Service interval buat atur pengingat servis. Mati nyalain wirel charger dan wiper belakang otomatis. Nah, sisa settingsnya lebih standar sih ya kayak settings menu navigasinya. Setting sounds ini buat atur segala persuaraan termasuk dynamic speed compensation-nya Bos yang bisa otomatis nyesuaiin volume dan kualitas suara tergantung kecepatan mobil sampai radio noise control yang bisa kurangin suara noise di radio mobilnya. Menu layout ini buat ubah tema dan screen saver. Display buat atur layar head unit ini. Buttons buat setut ke beberapa tombol bintang dan buat atur blue link. Nanti kita jelasin terakhir ya. Lanjut AC-nya. ganti modelnya aja tapi tetap auto climate control ya. Jadi bisa kita set suhunya aja dan nanti kipasnya bakal menyesuaikan. Suhu paling dingin 16,5 derajat celcius dan paling panas 27 derajat. Ada buat tarin angin ke kaki difroster kaca depan tapi sayangnya tetap belum ada di fogober kaca belakangnya. Tetap ada double blower. Meski sayangnya modelnya masih yang ngegunduk gini di plafonnya belum yang flush kayak di Kia Curence. Ada empat ventilasi dan kipasnya ada tiga levelnya. Nah, kalau dulunya sound system bos ada di Stargazer X varian Prime, di yang car size ini udah ada dari varian style dan prime package-nya. Ada delan speaker, 4AT speaker depan plus satu center speaker di dashboard, dua speaker belakang, dan satu subwoover di bagasi. Lampunya otomatis dan ada indikatornya di instrumen cluster ya. Pas kita mati nyalain. Wipernya tetap intermittent variable. Setirnya yang sebelah kiri ada tombol buat atur audio, telefoni, dan voice command. Sedangkan setir sebelah kanan ada buat atur MID, lane keeping, lane following, dan smart cruise control-nya. Semua varian carens X ada rem parkir elektriknya. Buat ngerem tinggal tarik aja, buat nonaktifin tinggal tekan sambil injak pedal remnya. Ini kuncinya sama ya, ada tombol lock, unlock, remote start, dan buka kunci bagasi. Tentunya ada passif kills entry. Jadi kalau mobilnya dikunci, remote-nya tinggal dikantongin aja, dekatin mobilnya dan klik tombol di handle ini dan kuncinya kebuka sekaligus spionnya juga kebuka. Ya, buat kunci lagi tinggal klik lagi dan spionnya juga bakal kelipat lagi. Buat lipat spionnya manual pakai tombol yang di sini ya. Sedangkan buat nyalain mesinnya pakai tombol start stop. Di sini ada welcome function juga. Jadi kalau kita dekatin mobilnya sambil bawah remote-nya nanti spionnya bakal kebuka buat nyambut kita. Tapi ini mobilnya masih kekunci ya. Kita tetap harus klik tombol ini buat buka kuncinya. Ada fungsi remote open window. Jadi kalau kita tahan tombol unlock di kuncinya nanti bakal bisa buka jendela drivernya dari luar. Ya, sayangnya emang hanya jendela driver aja. Tapi kalau kita tahan tombol lock-nya nanti bisa buat tutup lagi juga ya. Ada remote start engine, jadi kita bisa nyalain mesin mobilnya dari luar ya dengan klik lock terus klik dan tahan tombol remote start-nya ini. Dan nanti mesinnya bakal nyala. Jadi kita bisa panasin mesin mobil dan dinginin kabin mobil sebelum masuk ke mobilnya. Oh ya, ada perintah suara juga pakai bahasa Indonesia tapi enggak terlalu banyak sih MC dilakuin. Nih ya beberapa contohnya. Nyalakan AC. Menyalakan AC. Atur suhu menjadi 23 derajat. Menyetel suhu ke 23 derajat. Dan terakhir tetap ada Blue Link ya, alias fitur telematics atau connected karya Hyundai yang artinya kartens ini bakal selalu tersambung ke internet dan kita bisa mantau dan kontrol beberapa fungsi HP-nya langsung dari HP kita. Dua fitur yang paling populernya ada tombol SOS. Ini kalau ditekan bisa otomatis menghubungi call centernya Hyundai dan nanti bakal langsung dikirimin bantuan ke posisi kita misalnya terjadi kecelakaan gitu ya. Dan tombol yang satu lagi ini road side assistance ya yang bisa menghubungi call center kalau kita butuh kendaraan seandainya caren size kita mengalami emergency. Nah, sisa fitur blueing-nya pakai HP kita ya buat pantau mobil misalnya kita bisa lihat posisi persis mobilnya bisa lihat status mobil kayak bensinnya ada komponen yang bermasalah atau enggak tekanan ban dan lain-lain yang buat kontrol misalnya kita bisa mati nyalain mobil bisa atur suhu AC juga sebelum nyalain mobil bisa buka atau kunci mobil atau nyalain klakson dan lampu buat cari posisi parkir. Plus dari blue link-nya juga ada fitur kayak Geo Fancing yang bisa ngasih notifikasi kalau mobilnya lewatin batas area yang sudah di-et sebelumnya. Ada time fancing, speed notification, val mode, dan lain-lain. Kalian bisa cek video review lengkap Stargazer XX selama kita deh kalau pengin lihat praktik si fitur bluing ini. Lebih lengkap lagi penjelasannya. Ada yang kurang ya? Tetap ada sih. Misalnya buat sebuah mobil yang bernama Stargazer tetap enggak ada sunroof-nya. Ya mengingat di ken ada kan? Jadi harusnya di sini juga bisa ada sebenarnya. Dan jendelanya saya ingat tetap baru jendela driver aja yang auto up down. Tapi segini juga udah lengkap banget lah ya. Empat, safety makin lengkap. Nah, kalau sebelumnya fitur safety-nya Stargzer X sudah termasuk sangat banyak tapi masih kerasa cukup mirip sama di Stargazer biasa. Di yang cararten sex ini dibuat lebih lengkap lagi ya. Kalau kita pilih yang prime package kameranya jadi ada empat ya. Satu di depan, satu di masing-masing bawahnya spion, dan satu lagi di belakang. Dan ini bisa nghasilin gambar 360 derajat gini. Garisnya dinamis ya. bakal belok kalau setirnya kita belokin. Nah, tampilannya yang belakang ada tiga angle, yang standar white angle, top down gini, dan yang fokus ngelihat kiri kanan dan belakang. Yang depan ada dua angle ya, white angle dan standar. Ada model tiga dimensinya ya yang bisa kita putar-putar kayak gini. Nice ya. Plus ada tombol buat aktifin kamera 360-nya dari tengah sini juga. Khusus yang prime package juga dapat fitur blind spot view monitor. Jadi kalau kita nyalain lampu sein ke kanan, nanti bakal muncul gambar sisi sebelah kanan kita di instrumen clusternya supaya kita dapat gambaran lebih jelas dibanding yang kelihatan di spionnya. Kalau nyalain lampu sein kiri bakal muncul gambar yang sebelah kiri. Nice ya. Yang baru lagi sensor parkirnya. Kalau sebelumnya di belakang ada empat titik yang terintegrasi dan di depan ada dua titik. Sekarang di depan juga ada empat titik ya. Ada tombol buat mati nyalainnya di tengah sini dan ada indikator di hch unit plus di instrumen clusternya ya. Airbag-nya ada enam. Dua airbag depan, dua airbag samping yang ada di samping jok depan, dan dua airbag pilar yang memanjang. Lanjut remnya. Yang depan cakram ventilasi 15 inci dan yang belakang cakram 14 inci. Sistem rem ABS dan EBD lengkap ya dan stability controlnya tombolnya agak beda sama di kart biasa yang di tengah. Di carartens X ini di sebelah kanan sini posisinya. Kalau kita klik tombolnya sebentar bakal masuk ke traction limited dan kalau ditahan lama bakal matiin traction control dan stability control-nya. Ada heal start assist juga yang bisa nahan remnya beberapa detik pas kita berhenti di tanjakan biar kaki kita bisa pindah dari pedal rem ke pedal gas tanpa mobilan merosot dulu. Tetap ada TPMS atau pengukur tekanan masing-masing ban di instrumen cluster. Ada rear ocement alert yang bakal ingetin buat cek penumpang belakang setelah kita keluar mobilnya. Dan ada isofix di jok baris kedua buat pakai jok bayi. Nah, sekarang fitur safety aktif atau adasnya yang disebut Hyundai Smart Sense. Ini canggih ya. Jadi kalau sebelumnya di depan hanya memanfaatkan kamera di balik spion tengah aja, sekarang ada tambahan radar di depan gini karena sekarang dapat fitur adaptive cruise control atau di Hyundai namanya smart cruise control. Jadi, selain bisa nge-set kecepatan konstan, kita juga bisa nge-set buat jaga jarak sama mobil depan dan nanti mobilnya bakal memelan otomatis pas depan kita memelan dan sebaliknya ya tanpa ink pedal rem dan pedal gas. Dan ini sampai stop and go ya, jadi bisa ikutin memelan sampai mobil depan berhenti dan bisa jalan lagi. Lanjut smart sense-nya tetap ada forward collision avoidance assist atau rem otomatis ya. Jadi dia bakal mendeteksi kalau udah kemungkinan nabrak mobil depan dan kalau enggak kita gubris juga mobilnya bakal ngrem otomatis. Yang baru di Carartens X sekarang juga ada fungsi junction turning. buat ngerem. Otomatis kalau ada objek mendekat dari kanan depan kita ya. Ada lane following assist yang bakal ngejaga supaya mobil kita selalu ada di tengah-tengah lajur yang ada garisnya. Jadinya kita bisa lepas setir sebentar dan mobilnya bakal tetap jalan belok-belok ikutin garisnya. Nice. Ada juga lan keeping assist yang fungsinya buat ngasih peringatan dan koreksi setir. Kalau terdeteksi kita keluar lajur yang ada garisnya dan tanpa ngasih lampu sein. Nah, sisanya Smart Sense yang manfaatin dua radar yang sembunyi di kiri kanan bumper belakangnya. Ada blind spot collision avoidance assist yang bakal nyalain indikator di spion kalau deteksi ada objek di titik buta. Dan kalau kita tetap nyalain lampusin ke situ nanti bakal dikasih peringatan bunyi dan berkedip. Bisa diremin juga ya misalnya lagi mau keluar parkiran paralel gitu ya dan ada objek mendekat dari sisi yang kita mau keluar itu ada safe exit warning yang bakal ngasih peringatan kalau kita mau buka pintu pas terdeteksi ada objek mendekati. Ada rear cross traffic, collision, avoidance assist yang bakal ngasih peringatan kalau kita lagi mundur dan ada objek mendekat dari belakang kiri atau belakang kanan dan bisa diremin otomatis kalau kita tetap maksa mundur. Dan terakhir ada highbe mesis yang bisa otomatis nyalain lampu jauh ketika dibutuhin. Gimana? Lengkap banget ya buat sekelas ini. Lima, eksterior berani. Sebelum ngomong bentuknya, kita bahas dimensinya dulu ya. Karena Stargazer Carensex ini panjang overall udah tembus 4,6 m ya. Buat gambaran dimensi eksteriornya Carens ini cenderung lebih dekat ke Mitsubishi Destinator ya yang diposisiin jadi satu kelas di atasnya dibanding ke Suzuki XL7 yang padahal sekelas sama si Carens X ini. Unik ya. Nah, desainnya jujur kita agak speechless ya pas pertama kali lihat depannya kayak bingung aja gitu ini mau dibawa ke mana arahnya. Karena menurut kita sih desainnya Stargazer Cartens yang biasa masih cukup oke ya. Ada palsate look-nya gitu. Nah, yang X ini desain depannya dibuat beda dan ini menurut kita pribadi sih lebih ke overdone-nya. Tapi balik lagi desain selalu subjektif dan mungkin kalian ada yang lebih suka lihat si curens ini dan itu ya gak masalah lah ya. Anyway, kayak Stargazer Carens biasa, tema desain overaller Car ini juga berubah dari one curve siluet di Stargazer dulu jadi two box siluet di sini. Alasan utamanya sih jelas karena kap mesinnya udah enggak nukik tajam lagi ya, sekarang dibuat lebih tegak yang dibilang lebih ngasih SUV stand overall-nya. Dan emang sih lihat 3/4 depan sini jadi terkesan lebih gagah ya dibanding sebelumnya yang futuristik aja. Kali ini enggak pakai desain lampu yang kepisah lagi ya. Sekarang pakai lampu multireflektor kayak di kereta gitu yang hanya ada di atas saja. Nah, lampu aksennya baru nih. Kalau di malam hari pas nyala dia lebih kelihatan kayak huruf H gitu ya, dibanding dulunya yang lebih kayak garis horizontal aja. Nice lah. Grillnya well depannya hampir grill semua sih ini ya. Ini sebenarnya masih setema sama Star Gizer X dulu. Jadi dia ada garis-garis menonjol gitu tapi di CarartenX ini diterusin lebih lebar lagi sampai ke bagian vertikal lampu di arealnya. Dan kalau di Kartens biasa grill ini berhenti di nomor plat. Di kartens X enggak ya. Jadi di sekitar nomor platnya juga masih grill semua tuh. Nah, efeknya yang panel hitam di kiri kanannya itu enggak terkesan disambungkan kayak di kartens biasa. Tapi tetap ngasih kesan lebih lebar juga sih ya dibanding sebelumnya. Dan di paling bawahnya kalau di kartens biasa hitam aja di carartens ini masih dibuatin panel abu-abu terapezoidal gini ya buat kesan lebih ke crossoverannya. Oh dan emblem di X ini dihitam-hitamin ya dibanding di cartens biasa yang silver aja. Detail lampu depannya jadi full LED ya diarelnya yang di pinggir aja. Lampu malamnya yang tengah ikut nyala jadi kayak huruf H gitu. Lampu besarnya LED yang dua sisi luar. Lampu jauhnya LED yang sisi dalam dan lampu seninnya jadi LED. Gandin yang di bawah lampu besarnya itu ya. Tapi sekarang jadi gak ada fog lamp-nya. Sampingnya. Nah, banyak yang bilang nih bagian ini paling sulit diterima karena kayak maksain bentuk buletin Stargazer lama jadi lebih mengotak di yang baru ini. Tapi menurut kita pribadi sih ya, habis lihat dua atau tiga kali juga udah terbiasa kok. Meski emang belahan yang potongan dari fender belakang ke bumber belakang ini tetap masih agak sulit dilihat sih ya. Nah, kalau di Cartens biasa sekarang udah dapat roof rail kayak di Stargazer X dulu. Di Cartens X roof railnya di-upgrade ya. Jadi bridge type gini kalau Hyundai sebutnya. Dan ini jadi bisa nopang bobot beneran ya. Jadi buat kita pakaiin roof box gitu lebih gampang. Okelah velnya juga ganti ya. Tetap 17 inci dan tetap pakai ban 20550 R17. Modelnya keren sih di yang baru ini. Dan di X ini dibuat hitam gloss semua ya warnanya. Meski kayak dulu juga profil bannya kayaknya bakal lebih oke lagi kalau dibuat lebih tebal ya. Anyway, Carens X tetap pakai clading plastik hitam di bawahnya yang di bawah pintunya ada gerigi-geriginya ya sekarang. Dan yang di fendernya sebenarnya bentuknya masih sama sih yang unik itu. Tapi kalau dulunya kan di belakangnya kayak ada garis-garis lubang gitu ya. Di yang sekarang jadi enggak ada jadi sedikit lebih clean aja ya. Sedangkan spionnya enggak ada perubahan. Tetap bertengger di pilaranya. Begitu juga handle pintunya yang sewarna body dan enggak ada list chrom-kerroman di jendelanya ya. Nah, belakangnya bagian ini sih menurut kita improve banget dari X dulu ya. Kayak depannya, usaha buat membuat si karten saksi ini jadi kekotakan cukup sukses lah dari belakang sini. Dan kalau kalian penasaran dari mana sih penambahan panjangnya kartens ini dibanding sebelumnya? Well, mungkin dari si bumper belakang ini yang jadi lebih menonjol ya. Anyway, lampunya pun berubah ya, jadi lebih ke kotak-kotakan dan LED-nya juga dibuat lebih tebal kayak di depan dan bagian vertikalnya juga enggak sepanjang dulu lagi ya. Jadi mungkin udah enggak terlalu banyak referensi Star Wars lagi nih kalau lihat Stargens dari belakang. Cartens juga dapat spoiler yang lebih besar gini sekarang. Dan kayak depannya emblem di belakang sini pun semuanya dibuat hitam-hitam ya. Meskipun kalau lihat emblem di sini namanya jadi kayak Stargazer X Cartens ya, bukan Stargazer Carens X. Nah, si bamb bawahnya kalau di Stargazer Carens yang biasa itu warnanya silver tapi dilingkarin panel hitam. Di curens ini kebalikannya ya. Dalamnya hitam tapi dilingkarin panel silver gini. Dan yang bumper bawah ini juga muat lampu mundurnya yang di paling bawah sini. Sedangkan yang di ujung kiri kanannya ini enggak berlubang beneran ya. Ada cover plastik kayak gitu. Detail lain di belakang sini knalpotnya ngumpet di kanan bawah dan ada antena serview-nya yang dihitaminnya. Detail lampu belakangnya lampu malam LED yang tetap kayak huruf H tapi dibuat agak terputus-putus. Sekarang lampu remnya akhirnya LED ya dengan highmon stop lamp LED. Lampu seninnya halogen dan lampu mundurnya terpisah sendiri. Halogen di paling bawah ya. Enam. Interior berubah drastis kayak Hyundai biasanya yang suka kasih facelift yang niat. Interiornya Stargazer Carens X ini juga berubahnya drastis banget ya. Bahkan lebih banyak lagi dibanding di Stargazer Carens biasa. Yang kelihatan jelas baru udah pasti dashbornya lah ya. Pakai desain horizontal baru yang Hyundai bilang terinspirasi dari furniture rumah. Dan sekilas lihat sih desain dashbornya mirip di Santafe baru ya dan keren aja gitu. Stargazer bisa punya dashboard gini. Anyway bahannya tetap plastik yang paling atas dan sekarang dengan cetakan alat jahitan. Nah, yang si pad panjang ini baru nih dia dilapis kulit. Gak sampai empuk sih, tapi okelah ada jahitan benerannya ya. Kontrol AC dan physical head unitnya juga sekarang jadi satu di panel besar tengah gini. Ngasih efek kelihatan lebih canggih ya. Nah, yang eksklusif di carens ini konsol tengahnya. Jadi karena dia pakai transmisi yang model elektronik di belakang setir bagian tengahnya bisa jadi lebih lowongnya dan dibuatin konsol tengah yang model bertingkat gini. Yang bawahnya buat naruh barang, yang atasnya ada buat cup holder, tombol-tombol. Dan yang ujung tuh paling unik sejenis grip gitu ya buat pegangan tangan yang sama apa? Setirnya tetap pakai bentuk kayak sebelumnya yang dilapis kulit kayak gini. Tapi sekarang kembali dengan jahitan putih gini ya. Tetap ada ambient light biru juga meski emang dia beberapa posisi sih. Sekarang jadi di dashboard barunya yang sorotan lampunya indirect dan di pintu pun tetap ada ya. Tapi yang di cup holder tengah udah enggak ada ambient light-nya dan ini bisa diatur brightness-nya dari head unit ya. Yang keren juga insurance claser dan head unit barunya tadi juga dimasukin ke satu frame piano black super panjang gini. Nice ya. Dan yang unik, di ujung kanan sini ada yang kayak lubang gini nih. Nah, Hyundai bilang ini nantinya bisa ditempelin aksesoris resmian. Aksesorisnya apa? Entahlah ya, belum dikasih contohnya. Dan khusus curens yang varian style dan prime package, ada tambahan lagi si mounting aksesoris tadi di depan konsol tengah barunya tadi ya. Oh, dan khusus di X aja plafon dan pilar-pilarnya sekarang jadi warna hitam juga termasuk overhead console, sunviser, double blurnya dan lain-lain yang di atas ya. Jadi hitam semua juga. Dan kayak sebelumnya lampu kabin DX ini juga LED ya. Yang depan ada dua LED gini dan yang di baris kedua bareng sama buat baris ketiga ya, ada satu LED di tengah sini aja. Joknya jok depan sebenarnya bentuknya sama kecuali yang prime package tadi dapat jok driver elektrik ya. Dan motif yang dipakai sekarang beda nih. Jadi ada embos X-nya gini di tengah dan enggak ada jahitan merah-merah lagi ya. okelah, sedangkan bahannya tetap kulit sintetis. Jok tengahnya pun sama, tetap ada opsi yang jokben bench seven seater atau yang lebih mahal captain seat six seater kayak gini. Kayak biasa jokben bench itu bakal muat penumpang lebih banyak. Sedangkan captain seat gini bakal terlihat dan kerasa lebih mewah dan bikin bocah jadi bisa bolak-balik depan belakang terus ya. Dan ini jok baris ketiganya tetap sama sih yang ini ya. Di nomor setelah ini kita praktikin rasa duduknya. Nah, yang mungkin orang enggak sadar beda sama Stargazer X sebelumnya. Meja lipat di baris kedua sini tetap ada yang sebelah kiri doang. Tapi mejanya berubah ya. Kalau dulunya kan gini nih, ada cup holder dan garis di belakangnya. Sekarang enggak ada cup holdernya gini ya. Dan buat garis buat naruh tabletnya jadi lebih ke depan gini. Sekarang juga ada cantolan kabel di kiri kanannya. Dan kalau dilihat di balik meja ini sekarang jadi ada bahan plastiknya ya. Dan di bawahnya jadi ada kantongnya gitu. Bentuk kantongnya pun beda loh sama yang di kartens biasa. Dan yang di belakang jok kanan sini juga ada kantongnya tapi kantongnya juga beda ya sama di Carartens biasa. Di luar itu sisanya mirip sebelumnya lah pintu depannya. Kita bentuknya tetap dengan yang bagian atasnya plastik dengan aksen alat jahitan dan bawahnya yang garis-garis gini. Nah, paling lapisan kulit di sandaran tangannya udah enggak ada merah-merahnya lagi aja ya kayak dulu. Sekarang lebih jadi putih-putih aja jahitannya. Dan grill speakernya pun tetap dibuat unik gini ya. Dan yang kita senang storage-nya banyak sini di pintu. Pintu belakang juga sama atasnya plastik dengan cetakan ala zaahitan. Bawahnya garis-garis terus ada lapis kulitnya dan ada cup holder di tengah-tengah ya. Dia bawahnya baru deh plastik semua. Detail lainnya sunvisernya. Yang kanan ada card holdernya. Kacanya hanya di bagian kiri aja ya sayangnya. Pegangan tangan plafon yang paling depan hanya ada di sisi penumpang depan aja. Yang di driver enggak ada. Sedangkan yang di baris kedua keduanya model lipat ya. Yang ada gantungan bajunya hanya di sisi kanan aja. Dan di baris ketiga enggak ada pegangan tangan plafonnya sayangnya. Dan spion tengahnya day night manual ya. Jadi kalau silau tinggal dicetekin aja. Tapi gimana rasanya duduk di dalam kabin? Tujuh. Konfigurasi jok buat masuk ke depan. Buka pintunya cukup berat ya. Not bad. Sudut bukanya lebar banget nih. Dan buat nampak ke dalamnya cukup tinggi tapi masih gampang ya. Ya, sama kayak ke Stargazer Cartens bias lah. Oke, duduk di depan. Posisi duduknya kalau kita set joknya ke paling rendah mirip di Stargazer Carens biasa ya, cukup tinggi tapi enggak tinggi berlebihan kayak kebanyakan LSUV atau LMPV lainnya gitu. Jadi masih cukup ergonomis buat posisi nyetir. Nah, karena si frame head unit dan instrumen cluster barunya lebih pendek lagi dibanding sebelumnya, artinya visibilitas ke depan jadi lebih baik lagi ya dibanding di Stargazer X dulu. Apalagi kap mesin yang lebih tinggi kan bikin lebih kelihatan lagi tuh patokan ke depannya. Jadinya visibilitas ke sampingnya sama aja sih kayak sebelumnya. termasuk cukup oke meskipun spionnya masih di pilar A tapi dia kebantu banget sama kaca kecil tambahan ini ya nice pengaturan jok driver yang varian prime package electric ya delan arah jadi selain ketinggiannya bisa dinaik turunin bagian depannya bisa tilt juga jadi ya nyari posisi lebih ergonomisnya bakal lebih gampang nih dibanding varian bawahnya yang manual nice ya sedangkan yang penumpang depan slide dan recline aja nah headr-nya ini naik turunnya bisa tinggi banget ya kita yang tingginya 173 cm aja masih bisa bersandar enak gini kepalanya enggak ketusuk dan kepalanya mau sandar sambil nyetir cukup oke ya enggak terlalu ngedanga Meski emang enggak sampai maju banget, sedangkan ruang kepalanya masih sangat-sangat lega. Cuman emang sama kayak sebelumnya, support bahu joknya itu masih jauh di bawah bahu kita ya. Jadinya kayak enggak ketopang full aja badan kita. Masih enak, tapi kayak kurang optimal aja sih. Sandaran tangan di tengah dilapis kulit jadi empuk nih. Tetap enggak bisa digeser, maju mundur ya. Dan agak sulit kalau mau sandarin tangan sambil pegang sendiri gini. Tapi enaknya karena di X ini ada gripnya di depan sini, jadi tangan kita bisa sandaran pegangan gini ya. Okelah, sandaran tangan di pintu juga dilapis kulit ya. Jadi empuk juga. Seat belt-nya posisinya fix, gak bisa diatur naik turun. Setirnya selain tilt bisa teleskopik juga dan cukup jauh nih. Nice. Dan sandaran kaki kiri driver ada gundukan gini tapi tanpa pet plastiknya. Sekarang kita ke belakang. Pintu belakangnya lebih berat dari yang depan ya karena lebih besar dan bukan pintunya juga termasuk lebar banget nih. Dan karena enggak ada lekukan tatap aneh-aneh juga jadi kepala kita enggak perlu nunduk-nunduk pas masuk. Posisi duduk di baris kedua ini lebih tinggi dibanding di depannya. Nah, dudukan joknya ini cukup oke sih. Support pahanya menurut kita gak sebaik di Expander, tapi udah termasuk enak banget lah. Sudut paha kita cuma naik sedikit banget. Yang di bawah 170 cm sih bakal sempurna ketopannya ya harusnya. Dan case sebelumnya window linen-nya ini termasuk tinggi ya. Jadi kita posisi duduknya emang kayak agak tenggelam gitu efeknya. Jok ini bisa digeser maju mundur. Ini kalau dibuat paling maju ya masih ada sisa ruang kaki. Not bad. Ini misalnya kita pengen lueluasin baris ketiganya atau kalian duduk di sini anak kecil pengin dekat sama orang tuanya yang duduk di depan. Dan ini kalau dibuat paling mundur termasuk cukup luas ya. Meski emang gak seluas Avanza atau Velos baru tuh yang slidernya kan bisa jauh banget tapi udah aman bangetlah segini dan ruang gerak sepatunya juga sangat-sangat aman. Headr kedua sisi yang Captain City ini adjustable ya dan masih cukup tinggi juga jadi kita bisa bersandar lebih santai lagi. Nah, yang tetap satu-satunya di kelasnya adalah opsi Captain City ini ya. Jadi duduk ke pisah kiri kanan gini emang ngasih feel yang lebih private. Meski emang kalau mau bisa duduk bertiga di tengah itu tetap ada pilihan yang jok biasa buat sandaran tangan di pintu dilapis kulit jadi empuk. Dan yang captain seat ini tengahnya ada armr yang bisa diturunin tapi posisinya cuma satu ya. Jadi enggak fleksibel tapi empuk ya di lapis kulit. Sudut rubahan joknya bisa diubah-ubah ya. Fleksibel nih. Kalau tegak gini misalnya mau sambil pakai laptop gitu ruang kepalanya masih aman banget. Nah kalau dibuat paling rebah gini emang enggak sampai full tidur tapi udah termasuk rileks banget lah ya. dan ruang kepalanya lebih aman lagi. Nah, karena ini versi yang captain seat, jadi kan udah pasti gak bisa duduk bertiga ya di baris kedua sini. Tapi misalnya kalian mau geser ke kiri kanan, lantai di tengah sini termasuk rendah. Jadi masih gampang buat ngelangkahnya kalau mau pindah-pindah gini ya. Oke, sekarang kita ke baris ketiga. Nah, di varian yang Captain City ini jelas kita bisa langsung napak dari tengah ya. Tapi ada gundukan lantainya yang agak tinggi sih. Meski emang kalau anak kecil lewat sini sih sama sekali enggak bakal masalah. Nah, kalau mau dari samping bisa lipat joknya juga ya. pakai tuas ini sekali dicetek dia bakal langsung mental kebuka kayak gini alias one touch tumble terus kita tinggal nampak ke belakang deh dan dibantuin sama pegangan kecil ini nih sama ya dari sisi satunya lagi juga bisa dilipat one touch tumble dan langsung ke belakang dan ada pegangannya juga oke ini baris ketiganya kita naikin dulu ya kedua headr-nya posisi kita lebih tinggi ya dibanding di baris kedua bagian bawah joknya ini bakal berubah sudutnya ya kalau recline joknya diubah-ubah nah yang keren jarak dudukan joknya sama lantai masih cukup jauh nih ya buat ukuran jok baris ketig sudut paha kita Masih tetap sedikit naik, tapi ini naiknya sedikit banget sih hitungannya buat baris ketiga. Jadi termasuk nyaman ya buat orang dewasa duduk di baris ketiga sini juga. Nice lah. Sudut joknya bisa direubahin ya pakai tali di atas ini. Dari kalau dibuat tegak kayak gini ini sisa ruang kepalanya masih aman ya, masih sisa sedikit dan ini kalau dibuat paling rebah. Termasuk sangat rileks loh ini buat jok baris ketiga mobil sekelas ini. Nice. Dan ruang kepalanya lebih sempit dibanding ditegakin tadi tapi masih aman. Okelah ruang kakinya ini kalau jok tengahnya kita geser paling maju. Sisa ruang kakinya masih sangat luas ya jelas. Dan yang keren ini kalau kita set paling mundur masih ada sisa ruangnya bahkan buat kita yang tingginya 173 cm juga. Jadi enak nih ya jok baris kedua bisa digeser paling mundur pentok dan di belakang masih cukup buat orang dewasa. Sisa ruang gerak sepatunya juga masih termasuk oke ya. Apalagi kalau ambil yang captain seit ya kaki yang di tengah masih lebih lega lagi geraknya. Nah buat sandaran tangan ya di kiri dan kanan sama-sama ada tempat bersandar gini tapi plastik ya tentunya jadinya keras. Sedangkan jendelanya di paling belakang sini masih cukup besar lah ukurannya. Kesan klaserfobiknya gak kayak di kebanyakan jok bersih 3. Di sini gak terlalu parah. Bagasi dan storage. Bagasinya Carens X bisa dibuka kuncinya pakai tombol di remote sini. Jadi kalau mobilnya dikunci, kita tahan tombol ini, terus remote-nya kita tinggalin. Nah, nanti kunci pintu bagasinya bakal kebuka dan tanpa B remote-nya pun bisa kita buka ya pintu bagasinya. Tapi semua pintu lain masih kekunci. Bagasinya juga nyambung sama sistem passifs entry-nya. Jadi kalau mobilnya dikunci, remote ini bisa kita kantongin aja dan klik satu-satunya tombol di pintu bagasi sini dan nanti pintunya kebuka. Tapi semua pintu lain tetap kekunci. Ya agak sayang sih emang belum elektrik bagasinya, tapi semua di kelasnya juga enggak ada yang elektrik sih. Jadi ya udahlah. Nah, ini bagasinya Carens X kalau semua jok lagi dipakai. Persis lah ya. Kayak di Stargazer X dulu. Termasuk cukup luas mengingat ruang baris ketiganya masih muat banget buat orang dewasa ya. Bibirnya termasuk lebar ya dan lebih melebar lagi di bagian bawahnya. Jarak bibirnya dari tanah termasuk cukup tinggi, khasnya low SUV gini. Tapi masih miriplah sama di Star Gazer Carens biasa. Jadi kalau angkat barang berat pasti sedikit PR ya. Dan dari lantai bagasinya ke bibirnya rata ya. Jadi dia keluarin barang tinggal ditarik aja. Detailnya yang sebelah kanan sini kalau di Starg Cartens biasa ada gantungan belanjaan. Di Carartens X varian tinggi ini diganti tempat subwoover bos-nya ya. Sedangkan yang sebelah kiri sini ada gantungan belanjaannya. sayangnya emang gak ada lampu khusus bagasi ya di atas ini. Di bawah lantainya sini ada tempat penyimpanan tambahan ya yang ada tiga tempat gini termasuk tool kit-nya di sini dan kalau mau turunin ban sereap dari sebelah sini sedangkan ban sereapnya di bawah ya modelnya space saver. Oke karena jok paling belakang sudut rubahnya bisa diatur jadi kita bisa sesuaiin kebutuhan penumpang dan barangnya. Kalau kita bikin paling rebah gini penumpangnya duduknya lebih nyaman tapi sisa ruang bagasinya jadi jauh lebih kecil ya. Sedangkan kalau ditegakin ya sebaliknya. Lanjut. Kalau mau luasin kapasitas bagasi, jok baris ketiganya bisa dilipat pakai konfigurasi 50 bing 50. Tariknya bukan tali yang ini, tapi yang di atas, ya. Nanti joknya bakal langsung jatuh. Nah, kalau kayak gini kita bisa masukin barang lebih besar sampai tetap bisa duduk satu orang di paling belakang. Kalau yang satu lagi dilipat juga, nah bagasinya jadi jauh lebih besar kayak gini ya. Mantap. Dan ini lantainya rata. Jadi geser barang bisa enggak usah diangkat dulu. Nah, kalau mau luasin kapasitas lagi jok baris kedua yang Captain seit ini juga masih bisa dilipat ya. Kalau dilipat satu yang kanan, ruangannya jadi lebih besar lagi dan tetap bisa duduk satu orang di tengah tanpa keganggu. Kalau yang satu lagi dilipat juga, nah ruangnya jadi sangat-sangat luas nih ya. Lantainya juga cukup rata ya. Jadi kita bisa langsung geser bareng aja ke depan atau bisa masukin barang yang besar dan panjang kayak kasur gitu. Tapi tentunya hati-hati yang di captain City ini karena tengahnya jelas bolong tuh ya. Buat tutup bagasinya disediain handle di sebelah kanan dalam ini. Ini sisa storage di dalam kabin. mesin dan transmisi. Mesin yang dipakai di Stargazer Carens X ini sama persis kayak di Starg X sebelumnya dan artinya sama juga kayak di Stargazer Carens biasa ya, yang beda cara kontrol transmisinya. Tapi mesinnya dulu deh. Ini tetap pakai mesin Smart Stream 1500 cc dengan tenaga 113 HP atau 115 PS dan torsinya 143,8 Nm. termasuk tinggi ya di kelasnya, cuma di bawah BRV aja paling. Meski waktu kita tes performanya di Starga Gazer XX sebelumnya sih emang jadi yang paling kencang di kelasnya dan jadi salah satu yang paling irit juga ya. Transmisinya tetap IVT atau intelligent variable transmission. Pada dasarnya ini CVT yang pakai chain belt-nya dan bisa simulasiin manual 8 percepatan. Nah, kali ini simulasi manualnya pakai pedle shift nih di balik setirnya. Nice ya. Buat ganti giginya sendiri pakai si tuas transmisi unik ini ya di bawah kanan setir yang Hyundai sebut Shift by Wire Colume. Yes, ini shifter electronicnya punya Ionic 5, Ionic 6, Santa Fe, polis baru, gitu-gitulah ya. Nice. Ini kerasa mewah banget buat mobil sekelas gini ya. Operasiinnya jangan lupa sambil injak pedal rem ya. Ini buat jalan atau masuk ke D, kita putar ke atas yang jauh. Buat mundur atau masuk ke R, putar ke bawah yang jauh. Buat ke netral dari R, putar ke atas sedikit. Sedangkan kalau dari D putar ke bawah sedikit. Dan kalau udah mau berhenti tinggal klik yang P aja ya. Di ujung kanan sini ada mode berkendarnya juga kayak sebelumnya yang bisa dipilih dengan tombol di tengah sini ya. Ada eco normal, sport dan smart. Dan kayak sebelumnya Stargzer Carx ini juga berpenggerak roda depannya. 10. Detail-detail lain kayak Stargazer X sebelumnya. Stargazer CarX ini juga dirakit lokalnya langsung di pabrik Hyundai di Cikarang ya. Enggak salah sih sebenarnya kalau Hyundai ngeklaim Stargazer Carens ini mau beli Indonesia banget. Toh emang dikembangin buat pasar sini dan world premier juga di sini ya kan dan langsung dirakit lokal di sini juga okelah. Bensinnya meskipun enggak ada tulisannya di baliknya tapi kalau baca buku manual Stargazer sebelumnya ada keterangan bisa pakai bensin dengan oktan minimal Ron 90 ya artinya bisa pakai sejenis pertalight atau Vivo Revivo 90 gitu dan buat garansi atau servisnya kita belum dapat info soal ini waktu kita rilis videonya ya. Kalau udah ada nanti bakal kita tambahin di kolom komentar deh. So, g menurut kalian soal Hyundai Stargarten Sex ini silakan sampaikan komentarnya di bawah. klik like dan jangan lupa subscribe ini. See you next time.
