Jungkat

Penjualan Rp 1,9 Trilyun setahun dengan belajar 4 Narasi ini (YouTube Video)

  • 04/07/2025

Halo semuanya, selamat pagi dari Seoye Hills. Nah, Teman-teman, dari 15 tahun terakhir saya telah membangun lebih dari 7.000 apartmen dan juga rumah. Dan banyak orang bertanya apa modal dan rahasia paling penting. Nah, kalau saya boleh sharing, salah satu rahasia paling penting dan modal paling penting adalah naratif, bukan produk, bukan uang. Dan salah satu tempat saya berdiri, Se Hills, kami betul-betul merancang sebuah project yang riding the narrative. Jadi, buat teman-teman para pelaku bisnis dan juga investor, kalau teman-teman ingin membangun bisnis yang sustainable, kami pribadi 15 tahun sudah melewati lebih dari tiga crash dan salah satu crash yang paling besar adalah eh COVID-19. Dan buat teman-teman mau belajar 15 menit ke depan saya akan sharing bagaimana teman-teman bisa belajar naratif mastery. Dan sebelum itu, kalau misalkan enggak lengkap kalau misalkan teman-teman enggak melihat contoh langsung dari bagaimana kita riding the narrative. Nah, tempat saya berdiri adalah eh satu project terbaru dari Trinity Land di Seoya Hills Tool dan project ini atau rumah ini saya kasih nama Harvestfield. Nah, di mana narrative yang kita pakai, yang kita riding adalah community estate. Jadi, apa itu community estate? Jadi banyak dari kita seringkiali membangun properti itu hanya fokus pada feature ya. Misalkan rumahnya ada smart home system, kemudian ada solar panel, mereka semua fokus pada feature. Padahal orang-orang sekarang membeli properti itu bergantung pada komunitas yang membuat mereka nyaman. Dan rumah ini inspired dari salah satu game ya, salah satu naratif game yang saya main di awal tahun 2000-an namanya adalah Harvest Moon. Di mana di Harvest Moon kita bisa punya rumah dan kita bercocok tanam di rumah kita sendiri. Jadi, rumah itu adalah rumah yang tumbuh, rumah yang hidup. Dan saya pikir kayaknya ini bukan merupakan sebuah ide yang mustahil kalau kita terapkan. Dan akhirnya lahir ya bukan Harvest Moon e Residence tapi Harvestville. Di mana saya pertama kali di Indonesia membangun sebuah rumah dengan backyard di mana teman-teman bisa menanam herbs, vegetables, fruits yang langsung teman-teman bisa kelola sendiri dan teman-teman bisa nikmati sendiri. Dan ini bukan hanya ee fantasi dan di belakang saya rumah sudah jadi dan saya akan ajak teman-teman keliling dan kita belajar 15 menit ke depan tentang naratif masteri. Ayo ikutin saya. [Musik] Nah, sekarang kita sudah ada di dalam pelum contoh dari harvest field. Nah, di mana di sini di entry kita lihat ada tinggi siring sampai 8 m. Jadi kalau kita dari itu utama masuk, kita ingin merasakan sesuatu yang lebih gram, lebih tinggi ya, lebih mewah. Tetapi ketika kita sudah mulai masuk ke area living, kemudian area dining di sini si akan lebih rendah skriptif untuk bisa menciptakan kesan homi. Balik adalah di tipe Brumay 9* 16 ini kita punya backyard yang nantinya akan tersambung dengan yang namanya urban fil. Jadi seperti konsep atau narative community is jadi hasil dari herbs vable itu bisa dikelola bersama dengan komunitas. Dan yang menarik dari rumah ini adalah kita punya konsep split level. Lah, apa itu split level? Nah, jadi di sini biasanya kalau rumah itu punya dua fungsi ru berbeda, banyak desainer atau arsitek biasanya mereka gampang aja mereka bikin tembok untuk memisahkan dua fungsi. Tapi set level adalah bagaimana bisa membedakan dua fungsi ruang yang berbeda tanpa bikin tembok. Caranya dengan membangun dua perbedaan level ketinggian. Nah, salah satunya ini di sini kalau ke bawah ya hanya menol stack itu ada room dan di atas kita akan lihat ada beberapa e r uang sudah dari master bathroom kemudian juga ada home office mari kita langsung ke atas Nah, buat teman-teman bisnis owner atau juga investor yang ingin belajar mengenai naratif, nah hari ini saya akan sharing empat poin agar biar teman-teman bisa menguasai namanya narrative mastery. Yang pertama adalah follow or create one. Nah, jadi eh kita bisa melihat bahwa ada dua pilihan nih. Yang pertama adalah teman-teman gak usah pusing untuk menciptakan ya. Jadi cukup follow aja. Jadi eh misalkan orang-orang lagi bicara mengenai naratif apa sekarang dan teman-teman bisa going through the social media apa yang orang lain bicarakan tergantung dengan bisnis dan jasa kalian. Dan di sini mungkin saya akan ambil satu contoh yang paling simpel adalah sekarang semua orang naratif bicara mengenai AI dan jika kita sebagai pelaku bisa mencoba untuk melawan harus naratif, nah ini akan menjadi satu pemborosan akan besar. Kenapa? Karena kalau saya pribadi ketika orang-orang lagi bicarain sesuatu udah kita ikutin aja ya. Dan ketika orang-orang bicara semuanya AI dari lokal kemudian maupun global, nah kita harus bisa mencoba untuk bisa mencari kira-kira eh sudut pandang apa yang bisa kita cocokkan dengan bisnis dan jasa kita yang berhubungan dengan AI. Yang kedua adalah sekarang naratif orang-orang itu mulai mencari yang namanya apa? Eh the new flex, ya. Jadi wellness is the new flex. Eh kalau misalkan dulu kita lihat orang-orang suka flexing barang-barang fisik seperti jam tangan mewah, mobil mewah atau rumah mewah. Tapi sekarang dalam 1 tahun terakhir orang-orang mulai flexing dengan bukan dengan benda fisik, tapi bagaimana mereka cik luar negeri atau mereka eh flexing dengan komunitas mereka di komunitas pedal mereka ya. Dan saya melihat bahwa saat ini ya wellness is the new flex dan ini akan menjadi naratif yang besar. Nah, kebetulan saya sebagai pelag property e salah satu yang kami coba untuk bisa riding the wave adalah kami mencoba untuk menciptakan yang namanya untuk project kami namanya Collins e Buluvart. kita buat yang namanya Collins Wellness Club. Kemudian juga untuk sekoya kita buat Seoya Country Club ya. Di mana kita betul-betul follow dan riding the narrative di bidang wireless karena wireless itu sangat berkembang dan bahkan tumbuh 40% setiap tahunnya ya. Eh wireless itu bukan hanya sekedar bicara mengenai tempat untuk kita bisa memancarkan diri kita. Wireless itu luas sekali. Ada yang tentang beauty ya, kemudian ada tentang longevity. Bahkan ada tempat retreat yang namanya social atau mental retreat ya di Thailand ya. E detoxification, kemudian juga ada oxygen chamber ya, C plants, paddle dan masih banyak lagi. Nah, jadi eh follow or create one. Nah, kalau teman-teman termasuk eh satu brand yang memang sudah punya authority ya, brand yang sudah punya banyak follower atau figure yang sudah punya follower, teman-teman bisa juga enggak hanya follow tapi juga create ya, create narrative kalian sendiri. Nah, misalkan contoh Trinity Land, kita sudah berjalan selama 15 tahun, kita sudah punya autority di industri kita yaitu di properti. Maka dari itu kita berani untuk membangun naratif kita sendiri. Kita bangun rumah dengan konsep introvert pertama namanya adalah mono house. Kita buat rumah dengan konsep harvest moon ya dengan backyard, dengan ada urban farm. Nah, kita berani untuk create narator kita sendiri karena kita sudah build authority. Ini adalah poin yang pertama. Nah, sekarang poin yang kedua, narrative mastery, yaitu adalah harus menjadi early adapter. Nah, jadi teman-teman di sini kita juga bisa melihat e beberapa orang yang memang punya profile risk yang berbeda-beda. Nah, orang yang profile risnya enggak terlalu tinggi cenderung itu selalu mengamati dulu gitu ya. Dia lihat kira-kira pendle itu mungkin masih awal masih euforia. Jadi mereka e masih lihat dulu, ngitung-ngitung dulu sampai akhirnya ketika naret sudah lewat ya dia baru mulai he menjadi late adapter. Dan e buat saya menjadi late adapter itu kita sudah tidak lagi landing the wave malah kita hanya mendapatkan sisa-sisa. Jadi teman-teman di sini harus lebih reaktif, tapi bukan berarti saya mengajak teman-teman untuk bisa mengambil eh noncalculated risk. Jadi walaupun kita ambil sesuatu dengan cepat tapi tetap harus calculated. Jadi kalaupun teman-teman eh melakukan kesalahan, teman-teman bisa adjust dan tidak mengalami kerugian yang sangat pesat. Jadi jadilah early adapter untuk bisa riding the wave, riding the right narrative. Nah, sebelum kita lanjutkan ke poin ketiga, saya ingin menyampaikan satu informasi atau kabar baik buat teman-teman pelaku bisnis property, baik itu developer, epestor, atau property agent. Nah, kita tahu bahwa naratif memegang peranan penting bagi kesuksesan Trinity Lab ya. Selama 15 tahun terakhir kita sukses membangun 7.000 residensial dan juga komersial. Dan teman-teman eh kita harus bisa menjadi seorang pelaku bisnis properti yang naik kelas atau naik level eh apalagi developer ya. Jadi bukan hanya sekedar membangun properti ya, bukan hanya menjadi regular developer, tapi teman-teman harus belajar bagaimana menjadi creator developer. Nah, istilah created developer ini adalah istilah baru yang saya buat. Kenapa? Karena eh kalau kita hanya sekedar membangun sebuah rukung, kemudian rumah atau apartmen, saya pikir eh sekarang di tengah persaingan sangat-sangat berat ya. Ini akan sangat sulit untuk teman-teman misal riding the wave, riding the narrative. Dan saya juga akan sharing card melalui sebuah kelas properti selama 4 hari. yaitu Bong Candra Property School. Ini adalah sekolah properti yang saya dirikan eh di mana e teman-teman belajar itu bukan hanya sekedar belajar dari teori, tapi belajar dari setiap projek-projek kita. Ya, saya akan ajak teman-teman untuk bisa mengunjungi projek-projek saya selama 4 hari ya mulai dari tanggal 24 sampai tanggal 27 Juli. Jadi ini adalah sebuah class property yang sudah berjalan selama 14 batch dan kita akan buka patch yang ke-15. dan banyak alumni kita yang saat ini sudah menjadi developer. E salah satunya adalah Pak Ibnu yang sekarang saat ini sudah mengembangkan lebih dari mungkin revenue 400 miliar per tahun ya dan mendapatkan penghargaan sebagai the best subsidized developer property nasional versi Bank BTN tahun 2024. Nah, ini adalah salah satu dari alumni-alumni dari Bong Cantra Properties School. Dan yang menariknya lagi adalah e di akhir sesi saya akan juga membuka kesempatan untuk para developer-developer lokal untuk bisa bekerja sama dengan Trinity Land, berkolaborasi untuk co-develop project bersama dengan Trinity Land. E lahannya juga sudah ada dan saya ingin mengundang kita untuk bisa men-develop 5 hektar cluster residential. Jadi buat teman-teman yang ingin join batch yang ke-15, silakan bisa kontak nomor ada di bawah saya. Sekarang kita lanjutkan poin yang ketiga dan poin yang keempat, aim for the Mars ya. Jadi, Teman-teman harus bisa, harus bisa punya target sampai ke Mars. Nah, di sini adalah sebuah filosofi aja ya. Jadi bukan betul-betul literally kita harus sampai ke Mars. Jadi, ketika tadi di poin yang pertama saya katakan follow the narrative or create one. Nah, kalau kita punya authority, kita bisa create narrative kita sendiri. Dan ketika kita ingin menciptakan naratif kita sendiri itu jangan pernah sedang-sedang atau nanggung-nanggung, ya. Jadi, either go big or go home, ya. Karena kalau misalkan naratif kita itu tidak spesial, orang enggak akan follow naratif kita. Jadi harus ekstrem terlepas dari apakah kita bisa achieve naratif kita atau enggak. Nah, sebagai contoh adalah Elon Mar ya. Elon Mar itu dia punya one of the biggest narrative yaitu dia ingin mencapai Mars ya. Dia aim for the Mars dan dia ingin menjadikan manusia sebagai multi planetary species. Nah, pertanyaan adalah apakah dia sudah achieve? dia udah ngomong ini belasan tahun yang lalu, sampai saat ini belum dichieve sampai saat ini. Tetapi orang itu suka dengan ekstreme naratif dan orang akan follow dia. Nah, ketika orang follow dia, akhirnya e walaupun dia aim for the Mars ya yang dia capai tentu enggak sampai semar-nya, tapi yang dia capai adalah dia punya namanya mungkin eh yang namanya Space X ya dan dia punya klien terbesar adalah NASA dan sekarang dia punya satelite ya ee dan dia sekarang e memberikan service untuk internet ya. Jadi dari awalnya mau untuk mengincer Mars malah akhirnya dia sekarang jualan internet provider ya. Kemudian sekarang dia punya Tesla ya, dia punya dia mengakusisi Twitter yang sekarang diubah menjadi X ya. Dan dia juga merupakan founder dari salah satu founder dari eh Chat GPT ya e walaupun sekarang sudah keluar dan dia buat eka company dia sendiri. Jadi sekali lagi terlepas apakah dia gagal untuk mencapai Mars atau belum mencapai Mars tapi walaupun dia capai di bawahnya Mars tapi itu sudah membuat dia menjadi salah satu orang berkaya. Nah poin yang keempat adalah too small to sink terlalu kecil. untuk tenggelam. Ya, ini adalah antitesis dari too big to fall. Nah, eh jadi kalau misalkan kita lihat untuk bisa kita memanfaatkan atau riding the narrative, teman-teman harus bisa menjadi sebuah kapal kecil yang ejal, yang lincah. Dan menariknya kapal kecil ini mungkin enggak kelihatan semewah atau sebesar dengan kapal-kapal besar ya. Tetapi perhatikan kapal kecil ini lebih susah tenggelam loh ya. Kenapa? Karena too small to sink karena sangat kecil untuk dia bisa tenggelam. Jadi artinya adalah teman-teman ketika ingin riding narrative langsung buat small project dengan team yang sekecil apapun. Jadi teman-teman punya company nih ada narat apa langsung bikin small team enggak usah banyak-banyak mungkin dua tiga orang langsung jangankan naratif tersebut ya. Kalaupun gagal gimana? Enggak akan tenggelam karena itu tim kecil aja ya daripada kita harus buat oke ini ada satu naratif besar kita buat preparation cuk e untuk bisa follow the naratif 6 bulan sampai 1 tahun ke depan kita buat terlalu long term plan dan akhirnya yang kita tahu bahwa sekarang itu dunia shift dengan sangat cepat. Beda sama dulu ya. Kalau dulu ketika ada satu hal yang baru misalkan dulu penemuan ee namanya kereta atau mesin uap wah itu bisa berjalan sampai ratusan tahun tuh mesin uap puluhan tahun. Nah tapi sekarang enggak ya. Hari ini kita bicara mengenai AI baru bisa bikin eh language model nanti tiba-tiba bisa jadi ada action model. Jadi berubah dengan sangat cepat dari LLM ya menjadi Lam ya. Sekarang ada AI agent di mana dia bisa melakukan pekerjaan kita. Dia bisa berinisiatif booking restoran kepergian. Jadi kalau teman-teman terlalu punya plan yang besar itu justru akan membuat kita tenggelap. Jadi pastikan teman-teman buat ide yang kecil, tim yang kecil, dan jalankan secepat mungkin. Semoga empat hal ini bermanfaat buat teman-teman dan teman-teman bisa riding the ride narik.

Lihat di YouTube