Perang MPV Hybrid vs MPV EV Terlaris | Komparasi (YouTube Video)
Mobil hybrid akan memiliki konsumsi bahan bakar yang baik dan juga waktu tempuhnya akan lebih singkat dibandingkan Anda mengemudikan sebuah mobil listrik. Mobil listrik punya satu kelebihan yaitu ini dia platnya [Musik] biru. Jangan pernah melawan untuk urusan fitur di mobil Tiongkok. Ini rasanya e baris ketiga ternyaman di sebuah mobil dengan range harga 500 sampai 1 M. Anda menginginkan sebuah MPV hybrid atau MPV listrik karena masing-masing tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. EVI versus hybrid. Yes. Jadi, kedua general mobil ini menjadi e perbincangan yang hangat, kemudian menjadi perdebatan yang hangat dan juga menjadi bahan pertimbangan yang cukup sulit gitu. Karena kedua mobil ini memiliki beberapa keuntungan masing-masing antara elektrik dan juga hybrid. Dia misalkan seperti ee elektrik ini dia bebas ganjil lenap, tapi hybrid ini dia memiliki jarak tempuh yang bisa dikatakan tidak terbatas. Lantas kami akan melakukan komparasi mobil listrik yaitu BYD M6 dengan salah satu MPV hybrid yang sangat laris di Indonesia yaitu Toyota Kijang Innova Xenix berikut ini. Oke, kami akan melakukan komparasi yang dibagi menjadi dua bagian yaitu komparasi secara general dan juga spesifik general. Jadi ee kami akan melakukan komparasi sebuah EV dan juga sebuah MPV keuntungan dan juga kelebihannya. Jadi ee general model ya, enggak cuman Zenix dan M6. Kemudian secara spesifik yaitu bagaimana kelebihan dari Innova Zenix dibandingkan M6. Begitupun juga sebaliknya. Oke, yang pertama adalah komparasi general secara running cost. Oke, tentunya pastinya semua sudah tahu eh bagaimana running cost sebuah mobil listrik dibandingkan mobil hybrid. Pastinya untuk bicara running cost untuk e short term ya itu pasti akan lebih terjangkau mobil listrik dibandingkan mobil hybrid. Yang pertama adalah energi. Energi listrik dari sebuah mobil EV itu sangat murah. Jadi dia untuk pemakaian rumah tangga ya di ketika Anda mengechas di rumah itu hanya Rp1466 perwh. Sedangkan untuk menjalankan sebuah mobil hybrid itu membutuhkan Rp13.500 per lit untuk bensin dengan Ron 92 ya sekitar 1.500 lah di bulan Mei ini. Jadi udah pasti itu akan lebih murah mobil listrik. Itu yang pertama. Yang kedua adalah maintenance. Nah, maintenance selama e 1 tahun 2 tahun mobil listrik itu lebih sederhana karena Anda tidak perlu melakukan penggantian pelumas seperti di mobil hybrid. Bahkan mobil hybrid ini bisa dikatakan untuk long termnya akan lebih mahal dibandingkan mobil bensin biasa karena Anda harus memikirkan dari baterainya juga. Kemudian yang ketiga adalah pajak tahunannya. Nah, Innova Zenix ini dia memiliki pajak tahunan ee estimasi itu di Rp3 jutaan sampai Rp5 jutaan. Sedangkan BYD M6 ini itu sangat murah sekali, bahkan tidak sampai Rp1 juta atau di daerah tertentu dia bisa sampai di atas Rp1 juta, tapi paling mahal tuh Rp1,5 juta. Nah, kami sudah rangkumkan ee datanya e running cost kedua mobil ini tiap pemakaian 10.000 km di bawah ini nih, Anda bisa lihat. Nah, bagaimana ketika Anda melihat tabel perbandingan tersebut? Mungkin Anda langsung memilih mobil listrik. Nah, tunggu dulu. Karena itu hanya pemakaian untuk short term. Nah, untuk long term pemakaian misalkan 5 tahun sampai 8 tahun atau mungkin 10 tahun. Nah, ada juga beberapa hal yang harus Anda bandingkan antara mobil hybrid dan juga mobil listrik. Seperti yang pertama adalah biaya penggantian baterai. Nah, jadi memang kalau baterai itu nyawa dari mobil listrik di baterai. Ketika baterai itu benar-benar rusak, mobil itu tidak bisa berjalan sama sekali. Berbeda dengan mobil hybrid. mobil hybrid ketika baterai misalkan sudah umur, sudah rusak, nah dia masih bisa jalan tapi tidak bisa mengandalkan motor listriknya lagi. Nah, berapa sih biaya penggantian dari sebuah baterai mobil listrik dan juga mobil hybrid? Nah, memang sampai saat ini belum ada biaya yang pasti gitu antara mobil penggantian baterai mobil listrik dan juga mobil hybrid. Tapi kami sudah pernah ee dulu interview dengan e pihak BYD waktu itu di Senchen di Cina di markas besarnya. Nah, dari pihak teknis itu menyebutkan bahwa penggantian sebuah baterai mobil listrik dan ini umum ya, kami sudah menanyakan ke pihak Hyundai juga ke merek-merek mobil lainnya itu berada di 30% dari harga mobil. Nah, jadi tinggal dihitung aja 30 sampai 40%. 30% harga mobil ini Rp433 juta ya kurang lebih sekitar Rp1 juta untuk penggantian baterai dari sebuah BYD M6. Dan menurut eh interview tersebut waktu tahun 2024 saya interview ke sana baterai dari eh BYD itu tidak bisa diganti persel jadi harus diganti the whole baterai. Nah, kemudian juga sama dengan Toyota Kijang Innova Zenix ya mungkin ya kedua mobil ini belum mencapai umurnya di 8 tahun gitu ya. Jadi belum tahu ganti exact price-nya berapa, tapi kalau kami sudah mengkonfirmasi juga ke pihak Toyota bahwa penggantian ee baterai dari sebuah Kijang Innova Zenix untuk baterainya saja ya itu mungkin di kisaran Rp40 jutaan. Jadi lebih terjangkau untuk menggantikan baterai dari Innova JX dibandingkan BYD M6 dan itu berlaku untuk sebuah mobil EV maupun hybrid. Kira-kira seperti itulah. Kemudian yang kedua kalau bicara tentang Toyota Kijang Innova Zenix dan juga BWD M6 tentu adalah harga jual kembali dari mobil tersebut. Yes. Seperti kita tahu mobil listrik itu memiliki resel value yang kurang baik jika dibandingkan mobil bensin maupun mobil hybrid. Apalagi dia mengemban merek Toyota. Ini udah enggak ada lawannya. Jadi ketika Anda menggunakan mobil ini untuk long term 5 tahun sampai 8 tahun, tentu Kijang Innova Xenix lebih baik dibandingkan sebuah BYD M6. Kemudian yang ketiga adalah ketika Anda sering menggunakan mobil untuk antar kota misalkan dari Jakarta ke Jawa Tengah ke Jawa Timur itu tentunya jaraknya jauh. Nah, mobil hybrid akan memiliki konsumsi bahan bakar yang baik dan juga waktu tempuhnya akan lebih singkat dibandingkan Anda mengemudikan sebuah mobil listrik. Ya, mau ee bagaimanapun juga infrastrukturnya sebanyak apapun SPKU tentunya mengisi mobil listrik akan lebih lama dibandingkan mengisi ee bensin sebuah mobil hybrid. Tapi jangan lupa juga mobil listrik punya satu kelebihan yaitu ini dia platnya biru. Jadi ketika Anda menggunakan mobil ini di Jakarta, Anda akan kebal, ganjal genap dibandingkan sebuah mobil hybrid yang tidak ada partu sama sekali. Oke, di sebelah saya adalah sebuah BYD M6 varian tertinggi superior six seat yang dijual dengan harga 433 juta. Sebenarnya harganya dia itu range-nya tuh di antara LMPv dan sebuah MPV sekelas Kijang Innova Zenix. Tapi secara dimensi dia lebih cocok bertemu dengan Kijang Innova Zenix dibandingkan Avanza Velos kemudian Expander dan sebagainya. Kemudian Innova Zenix ini untuk tipe hybrid saja itu sebenarnya yang tipe G sudah lebih mahal dibandingkan BYD M6. Apalagi yang tipe V seperti ini dengan fitur yang sebenarnya mirip-mirip dengan BYD M6 ya kelengkapannya. Nah, dia dijual dengan harga Rp547 juta. Ini tipe model lista ada reset entertainment tapi dia tidak ada TSS-nya. Yang TSS lebih mahal lagi harganya. Oh, TSS hanya di tipe Q. Jadi untuk harga ya rasanya lebih worth it sebuah BYD M6 karena harganya jauh lebih terjangkau dibandingkan Kijang Innova Zenix dan kami kasih poin dua untuk BYD M6 dan poin satu untuk Kijang Innova Zenix. Dan untuk varian BWD M6 tersedia tiga varian saja. eh seven seater yang tipe basic, kemudian seven seater yang superior dan juga six seater yang superior. Untuk Kijang Innova itu banyak sekali variannya. Kalau keseluruhan itu lebih dari 15 varian dan untuk varian hybrid itu dari tipe G yang harga Rp400 jutaan hingga tipe tertingginya itu Q eh modelista TSS special color RSE. Dah di tipe lengkapnya yang harga paling mahal deh. Jadi secara varian ee Anda bisa memilih lebih fleksibel untuk Kij yang Innova Zenix dibandingkan BYD M6. Dan untuk masalah ini kami berikan poin dua untuk Kijang Innova Zenix dan poin satu untuk BD M6. Desain eksterior oke ini memang masalah preferensi tapi kami harus tetap memberikan penilaian terhadap dua mobil ini. Kita mulai dulu dari BYD M6 ya. Secara desain memang dia straight MPV aja gitu ya. Jadi gak ada lekukan-lakukan yang membuat dia gagah. Dia benar-benar e diutamakan semua untuk fungsinya. Jadi enggak ada yang membuat dia menjadi MPV yang gagah gitu ya. Kemudian dia dilengkapi dengan aksen chrome-chrom seperti ini. Ada rooeller-nyael. Tapi yang untungnya dia memiliki bmper belakang dan mper depan yang cukup stylish. Jadi dia terkesan tuh seperti sebuah MPV yang sporty gitu ya. Dan untuk velegnya dia desainnya seperti ini. E diameter ring 17 bukan diameter ring 18 bukan diameter ring 19. Karena tentunya sebuah MPV yang dibutuhkan adalah sebuah kenyamanannya dibandingkan estetikanya. Berbicara masalah ban, BYD M6 ini menggunakan ban dari Giti Control P10. Salah satu produk unggulan dari GIT yang dirancang khusus untuk penggunaan harian dengan karakteristik performa tinggi dan kenyamanan maksimal yang cocok untuk sebuah MPV. Secara desain, Gittrol P10 ini memiliki pola tapak asimetris yang memberikan traksi optimal dan grip yang kuat, terutama di jalanan yang kering. Dan yang menarik, ban ini juga tetap stabil dan responsif pada saat menghadapi kondisi jalan yang basah plus suara lebih senyap, jadi makin nyaman untuk berkendara. Dan untuk Kijang Innova Xenix, meski dia sama-sama MPV tapi terasa itu desainnya lebih e stylis, lebih modern, dan juga lebih e terasa mewah. dan ada sedikit aura SUV-nya. Jadi, guratan-guratan garis itu lebih banyak dibandingkan BOD M6 yang monoton. Kemudian dia juga dilengkapi dengan eh aksen off vender hitam yang membuatnya tuh MPV rasa SUV gitu ya. Memang bukan desain yang revolusioner dari Kijang Innova generasi sebelumnya, tapi rasanya kalau dipandang itu ya terasa lebih mewah Innova Zenix dibandingkan BYD M6. Sama dengan BYD M6 Innova Zenis tipe V ini, dia juga menggunakan velk diameter yang tidak besar yaitu ring 17 inci. Tapi memang desainnya lebih monoton untuk tipe V ini. Kalau yang lebih stylis itu di tipe Q tapi ya harganya tentunya akan lebih mahal. Dan untuk masalah desain ya, kami harus memenangkan salah satu model dari kedua MPV ini. Dan kami memilih Kijang Innova Zenix karena dia memiliki desain yang lebih ke SUV SUV-an, kemudian terasa aura mewahnya dan juga lebih maskulin. Jadi kami berikan nilai dua poin untuk Innova Zenix dan satu poin untuk BYD M6. Akomodasi barang tentunya menjadi hal yang penting di sebuah MPV karena untuk mengangkut e barang-barang keluarga Anda. Karena mobil ini adalah mobil keluarga. Dan kita lihat bagasi BYD M6 terlebih dahulu. Ketika baris ketiga dilipat seperti ini ee volume yang dihasilkan adalah 580 L. Ya, cukup luas untuk sebuah MPV. Tetapi ketika bangku baris ketiganya dibuka menurut saya, nah memang ruang yang dihasilkan tidak terlalu besar ya. Jadi ketika baras kita dib ketiga ini dibuka ya, Anda tidak bisa membawa koper sama sekali. Mungkin hanya barang-barang yang kecil saja. Kemudian di balik ee cover ini aja ada tempat partisi-partisi untuk menyimpan barang seperti TI Repir kit, kemudian ada ee segitiga pengaman dan lain-lain. Jadi tidak bisa membawa barang yang besar di bagian bawahnya. Dan tentunya Kijang Innova Zenx memiliki ruang bagasi yang lebih luas dibandingkan BYD M6. Padahal dimensi panjangnya mirip dan juga dimensi lebarnya kedua mobil ini juga cukup mirip. Oke, kemudian volume total bagasi ketika baris ketiga lipat seperti ini itu mencapai 1128 L yang memang bisa dilihat secara gamblang ini bedanya cukup signifikan dibandingkan M6. Kemudian bagaimana jika kita buka baris ketiganya? Nah, sih sangat lapang bahkan disenderkan sekalipun tuh tuh. Ya, kalau ini enggak bisa bokop. Bisa sih satu ditidurin ya. Kalau posisi seperti ini, wah bisa sekali nih membawa copper cabin satu dua lah ya minimal di bagasinya. Kemudian dia juga masih ada tempat penyimpanan di bagian bawahnya di sini. Dan oke, overall bagasi Kijang Innova Zenix ini lebih luas dibandingkan BYYD M6. Jadi untuk penilaian akomodasi barang untuk kedua MPV ini lagi-lagi kami harus memenangkan Kijang Innova Zenix dengan poin 2 dan BD M6 1 poin. Untuk kepraktisan memang jadi faktor penting juga di sebuah MPV. Salah satu yang kami inilai adalah tempat penyimpanan ya. Jadi ee cup holder di mobil ini tuh ada banyak sekali. Ee masing-masing door trim ada 1 2 3 4 bahkan hingga baris ketiga. Jadi ada 5 6 total 7 ee 8. Kemudian di balik dari joknya ini juga terdapat kantong-kantong penyimpanan seperti ini. Di bagian kiri juga ada. Namun memang dia tidak ada eh cup holder di bagian tengah karena dia menggunakan yang captain seat. Kalau yang tidak captain seat dia ada cup holder di bagian e amres tengahnya. Sekarang kita lihat bagaimana dengan kijang Innova Zenix. Kepraktisan bisa dikatakan plus minus ya antara M6 dengan Kijang Innova Xenix. Jadi kalau dilihat di masing-masing door trim itu ada satu buah cup holder. Jadi hingga bar ketiga juga jadi total ada en buah cup holder. Kemudian di tengah juga ada dua buah cup holder. Tapi perbedaannya karena ini merupakan varian yang bukan captain seat, jadi dia punya center armr seperti ini dan dia ada tambahan dua buah cup holder. Tapi kalau yang di versi captain seat dia juga tidak ada cup holder. Jadi rasanya tuh kalau masalah kepraktisan untuk membawa botol minum itu mirip-mirip antara BWD M6 dan juga Innova Zenix. Nah, kenapa saya bilang plus minus? Kalau di BWD M6 itu kantong kursi itu banyak banget. Sedangkan di Innova JX ada satu. Tapi besar sih memang satu masing-masing satu. Kemudian tempat penyimpanan sedikit lebih banyak di mobil ini. Di bagian dashboard tuh ada tempat penyalanan terbuka dan juga center konsol sedikit lebih besar dibandingkan BYD M6. But overall ya kami harus menilai tampaknya ini mirip-mirip dan kami menilai untuk masalah kepraktisan kedua mobil ini berimbang. Jadi satu poin untuk Kijang Innova Zenix dan satu poin untuk BYD M6. Untuk akomodasi sendiri memang harusnya ya sebuah e MPV listrik itu lebih lega dibandingkan MPV bensin. Tapi sayangnya memang M6 itu dia basic-nya bukan eh MPV EV dedicated gitu ya. Jadi dia dikonversi dari mesin hybrid dan juga mesin bensin biasa. Jadi dia e terasa kurang lega gitu di bagian dalam kabinnya. Tapi masih enggak apa-apa untuk poster tubuh 175 cm hingga 180 cm rasanya masih cukup masuk akal ketika Anda duduk di baris keduanya. Ini bisa dilihat ini posisi berkendara saya. Tinggi saya 177 cm dan memang ya ada ya tinggal sedikit sih ruang kaki saya ini bisa dilihat ya tinggal segini jaraknya. Kemudian tapi untuk headroom masih cukup aman. Masih ada ruang segini nih. Dan ini sudah posisi paling mundur seperti ini. Kalau dimajukan bisa, tapi jadi lebih sempit gitu. Dan dia juga dilengkapi dengan opsi ini untuk varian tertinggi ya. Seperti ini ya, ada captain seat-nya. Kemudian agar lebih nyaman, nah ini ada amres di bagian ee bangku baris keduanya. Untungnya posisi baris ketiganya masih cukup leluasa. Memang ini saya ee majukan sedikit tadi, ya. Bukan posisi semula, tapi coba kita mundurkan ya. Ya, masih bisa nih. Karena dia joknya untuknya lekuk. ada lukunya. Jadi untuk ee posisi dewasa ya dengan tinggi tubuh 170 cm itu masih bisa tapi memang bukan yang nyaman ya untuk baris ketiga. Ee kemudian untuk kaki saya memang tidak tersangka dengan baik dan headro masih ada ruang meski tipis sekali dengan kepala saya tapi ya overall ini cukup positif dan akomodasi Innovax terasa lebih baik. Ini bisa dilihat ini setup seperti ini saja masih bisa dilihat ini ruang kaki saya sangat lapang. Kemudian headro juga lebih lapang dari M6. Belum sampai di situ karena ini bisa dimundurkan lagi. Wah, ini isi ini sih namanya ultimate lapang ya. Wuh, benar-benar lapang sekali. Kijang memang selalu dari generasi ke generasi baris kedua itu enggak ada lawan. Kita mundurin lagi tuh bisa lihat ya. Tuh, lega sekali. Kemudian, nah di M6 tadi itu di bagian tengahnya justru dia masih ada channel karena dia basicnya adalah sebuah mobil bensin yang diconvert menjadi sebuah EV. Mobil ini entah kenapa dia bukan mobil listrik tapi dia tidak ada channel. Dia rata seperti ini. Benar-benar wah lapang banget baris keduanya ini. Dan bisa dilihat ruang baris ketiganya memang untuk Lroom tuh sama-sama aja ya. Tapi sebenarnya bisa dimajukan lagi. Kalau dimajukan lagi masih masuk akal juga untuk manusia di baris keduanya. Dan bisa dilihat ini kaki saya tersangga lebih baik dibandingkan ketika duduk di BYD M6. Kemudian e headroom sebenarnya tipis-tipis dengan M6 tapi ini bisa direbahkan lagi seperti ini. Wah, ini rasanya e baris ketiga ternyaman di sebuah mobil dengan range harga 500 sampai 1 M ya. Bisa kayak gini loh. Bahkan di MPV sliding ya. sliding door mungkin lebih luas lagi sih, tapi rasanya untuk MPV non sliding door ini yang terbaik. Dan ya di sini kami bisa menyimpulkan bahwa Kijang Innova Zenix unggul dari sisi akomodasi dibandingkan BYD M6. Oleh sebab itu, kami beri nilai dua untuk Kijang Innova Zenix dan satu poin untuk BYD M6. Selain akomodatif ya, posisi berkendara tentu menjadi hal yang penting. Karena untuk MPV entry level seperti ini tidak jarang Anda berkendara sendiri. Jadi tidak menggunakan jasa pengemudi gitu ya. Oke, jadi untuk posisi berkendara sendiri dia bisa diatur secara tilt dan teleskopic memang. Kemudian untuk joknya bisa diatur secara elektrik ya, semuanya maju mundur dan juga bisa di e atur. Tapi memang secara overall posisi berkendaranya untuk saya ini setirnya agak sedikit ketinggian gitu. Jadi kalau rasanya lebih lebih turun lagi akan lebih ergonomis. Nah, sekarang kita lihat bagaimana di Kijang Innova Xenix ya. Sebenarnya untuk setupnya e mirip-mirip dengan M6 ya. Dia juga bisa tilt dan teleskopik ini untuk yang Innova Zenix untuk pengaturan setirnya. Kemudian juga untuk e pengaturan joknya ini malah masih manual untuk Innova V ya. Tuh seperti ini direndahkan. Tapi rasanya itu lebih fleksibel untuk pengaturan setir tilt dan telkopik itu. Jadi untuk postur tubuh dewasa atau bahkan di bawah 175 cm pun ini akan terasa fleksibel dan wow ini lebih ergonomis dibandingkan BYD M6 definitely ya. itu benar-benar lurus enggak enggak kerasa ke atas gitu dibanding M6. Wow, ini enak posisi berkendaranya dan dibandingkan sebelum ini sebandingkan sebelum Zenix yaitu di Reborn generasi sebelumnya memang posisi duduk Kijang generasi ini adalah yang terbaik bahkan dibanding Rivalnya juga ini yang jadi yang terbaik. Nah, untuk masalah posisi berkendara, jadi kita lagi-lagi memenangkan Kijang Innova Zenix dengan poin 2, sedangkan BYYD M6 1 poin. Nah, untuk masalah fitur kami disclaimer dulu dari awal kenapa kami pilih Kijang Innova yang tipe V ya. Jadi memang sisi harganya tidak begitu jauh dengan BYD M6 tapi kelengkapannya masih mirip-mirip seperti misalkan nih soal fitur dia masih ada panoramic sunroof. Kemudian sistem entertainmentnya dia sudah mendukung Apple CarPlay dan Android Auto. Kemudian dia juga sudah instrumen cluster digital untuk bagian speedometernya. Sedangkan bagian lainnya masih analog dan LT parking brake. Kemudian dia ada EV mode, USB type C di bagian depan eh dua buah cup holder. Tapi memang untuk tipe ini dia belum dilengkapi dengan fitur radar. Adidas Toyota Safety Sense, ada yang eh Toyota Safety Sense tuh di tipe Q. Kemudian untuk tip e varian ini juga dia juga belum lilengkapi dengan kamera 360, hanya kamera mundur. Jadi benar-benar fitur-fitur esensial khasnya mobil Jepang ada di mobil ini. Jangan pernah melawan untuk urusan fitur di mobil Tiongkok. Karena di MPV listrik seharga Rp43 juta ini, itu sangat lengkap fiturnya. Seperti misalkan yang pertama adalah electric tailgate di Innova Zenix yang tipe V ini belum ada. di yang tipe tertinggi dengan harga Rp30 juta ini dia sudah punya di BOID M6. Kemudian yang kedua adalah kamera 360 dan kamera 360 itu sangat jernih di BYOD M6 ini. Sedangkan di Innova itu baru ada di tipe Q. Kemudian juga dia ada fitur yang sangat berguna tentunya dan ini banyak sekali dan common di mobil asal Tiongkok yaitu fitur radar Adas dan fitur radar adasnya lengkap sampai ke adaptive cruise control. Kemudian sistem entertainment-nya juga lebih besar layarnya dibanding Innova Zenix dan fiturnya juga sangat lengkap. Kemudian ada fitur gimmic dari BYD yaitu layarnya bisa diputar-putar seperti ini. Jadi secara overall fiturnya lebih lengkap M6 dibandingkan Innova Zenx tipe V. Dan ya untuk masalah fitur kami memenangkan BYD M6 dengan poin du sedangkan Kijang Innova Zenix 1 poin. Mobil yang kami kemudikan ini ternyata membutuhkan tambahan daya untuk kami melanjutkan perjalanan dan merasakan impresi berkendaranya. Jadi kami lajukan terlebih dahulu mobil ini ke SPBU Shell. Sekarang Anda bisa mengisi daya mobil Anda dengan tarif yang terjangkau, yaitu Rp2.166 per km. dan juga Rp25.000 untuk biaya layanan per transaksi. Silakan kunjungi www.sell.co.id/sellrecharge untuk informasi lebih lanjut. Nah, untuk menikmati berbagai keuntungan di Shell, Anda bisa menjadi member Shell Go Plus melalui aplikasi Shell Asia. Shell recharge merupakan wujud dukungan sell Indonesia terhadap agenda pemerintah Indonesia dalam penyediaan energi yang lebih bersih. Dengan daya pengisian fast charging hingga 60 kW, proses pengisian daya dari 0 sampai 80% dapat dilakukan dalam waktu sekitar 30 menit saja. Shell Rege, kini pengisian daya mobil listrik Anda menjadi lebih mudah. Ya, untuk sebuah MPV memang M6 ini tergolong nyaman sih suspensinya. Ee dia tuh cenderung ke arah empuk. Tapi memang kalau misalkan lewat ee ini ya seperti speed trap gitu ya memang ya peredamannya sols ya. Ada getar-getarannya juga tetap. Kemudian, nah ketika melalui polisi tidur atau jalan seperti ini, jalan patahan jalan gitu memang dia tuh lebih cenderung ke arah empuk ya. Peredamannya ok lah di tahap oke, nyaman. Tapi yang bukan yang nyaman banget enggak, tapi masih dalam tahap nyaman untuk M6 ini. Nah, bagaimana dengan Kijang Innova Zenix? Sejak berganti generasi ejang Innova ya memang dia memiliki kenyamanan suspensi yang jauh gitu dibandingkan eh yang masih versi leather frame ya di Zenix ini ya dia MPV suuhnya bukan lagi MPV leather frame. Di mana dia memiliki kenyaman suspensi yang terasa membuai, terasa benar-benar ya definisi MPV nyaman ya ini Innova Zenix bukan Kijang Innova yang dulu. Memang yang dulu nyaman tapi masih ada keras-kerasnya gitu ya. Dan bagaimana jika dibandingkan dengan BYD M6? Nah, ya enggak tahu sih secara kasta mungkin juga beda mungkin ya. Tapi memang terasa lebih nyaman di Innova Zenis masalah kenyamanan suspensi karena suspensi itu adalah faktor yang penting untuk sebuah MPV dari segi nyamannya. Jadi kami berikan nilai dua untuk Innova Xenix dan satu untuk BOD M6 dari segi masalah kenyamanan suspensi. kekedapan kabin. Ya memang ketika Anda masuk ke mobil ini ya membuka pintunya aja tuh udah tahu inovasi ini seperti apa dan bid FC seperti apa. Memang plat body dari mobil Jepang tuh yang modern ya itu memang tidak bisa dibandingkan dengan merek Cina. Memang kalau Cina tu tebal-tebal banget body eh plat bodinya. Sedangkan di Innova sini sedikit tipis. enggak ngaruh ke masalah keamanan sebenarnya, tapi lebih pengaruh ke masalah kegedapan kabin. Jadi untuk Innova ini sebenarnya baik, tapi memang masih cukup terdengar gitu suara-suara dari e luar kabin, suara motor yang dengan kenapot berisik atau suara truk gitu ya. Jadi memang bukan yang terbaik di kelasnya kalau masalah untuk kegedapan kabin. Nah, untuk kekedapan kabin memang M6 ini ya karena dia EV kali ya, jadi benar-benar tidak ada raungan mesin. Kemudian terasa memang ketika berjalan eh road noise-nya tuh lebih minim dibandingkan Zenix ya. Kemudian suara-suara dari sekitar tuh insulasi kabin tuh terasa baik gitu. Itu salah satu sebenarnya eh advantage dari mobil Cina ya. Mobil Cina tuh rata-rata kekedapan kabinnya bagus sih dan tak terkecuali di M6 ini. Jadi ya kami harus memberi nilai tetap di soal kekedapan kabin dan M6 ini mendapatkan poin du untuk masalah kekedapan kabin. Sedangkan Zenix 1 poin. Karena mobil ini terasa lebih nyaman kemudian lebih janggung ya ground kilnya dibanding BOD M6. Jadi ada satu pengorbanan sedikitlah yaitu masalah body roll dan pengendalian. Jadi memang ya agak kerasa gitu pengendalannya, tidak begitu akurat untuk Innova Zenix ini. Tapi ya Anda pilih mana? Anda pilih yang nyaman atau yang stif tapi keras itu ya. Ya udah kita lihat BYD M6 seperti apa untuk masalah pengendaliannya. Karena M6 ini merupakan BV ya. Jadi dia ada baterai di bagian bawah yang membuat center of gravity-nya lebih baik dibandingkan e mobil biasa. Jadi itu misalkan kita tekuk gitu ya, itu memang ada body roll tapi tidak se terasa di Kijang Innova Zenix. Kemudian juga ground clearance mobil ini lebih rendah dibandingkan eh Xenix. Jadi terasa tuh lebih terprediksi untuk masalah pengendaliannya. Memang ee dia kelemahan, bang, kelemahan sih, tapi F menyetirnya itu memang ya mobil listrik Cina banget sih memang jadi agak kerasa kosong gitu ya, enggak ada feel-nya. Tapi tetap pengendalian kita harus menilai M6 ini lebih baik dibandingkan Kijang Innova Zenix untuk sebuah MPV ya. Jadi rasanya kami harus memberikan nilai dua atau yang menang adalah BYD M6 ini. Sedangkan Kijang Innova Z ini satu poin. Untuk performa mesin. Nah, Innova Zenx ini sebenarnya untuk tipe hybrid tuh lumayan cukup menjanjikan ya karena akselerasinya 0 sampai 100 km/h itu tuntas dalam waktu 9,5 detik. Nah, kita bandingkan bagaimana dengan performa dari sebuah MPV listrik yaitu Byd M6. Ya, pastinya sebuah mobil listrik itu memiliki akselerasi yang instan, performa yang juga lebih kuat gitu ya dibandingkan mobil hybrid. Hybrid kan memang dia kegunaannya untuk efisiensi bahan bakar kan. Sedangkan mobil listrik itu dia tidak memakai bahan bakar. Plus dia punya torsi yang instan, kemudian power yang instan juga. Dan di M6 ini catatan waktu akselerasinya itu diangka 7,7 detik 0 sampai 100 km/h yang artinya dia mengungguli kejang Innova Zenx dari segi performa. Oleh sebab itu kami beri nilai dua untuk BYD M6 dan satu untuk kijang Innova Zenx. Nah untuk konsumsi bensin versus konsumsi energi memang tidak apple to apple. Jadi kita tidak akan membandingkan kedua hal ini. Ee sebagai catatan aja untuk Kijang Innova Zenix itu berdasarkan pengetasan kami ya teriritnya adalah mencapai 20 km/l. Nah, kita lihat berapa catatan konsumsi dari BYD Mcis. Konsumsi energi ya, bukan konsumsi bensin ya. Untuk masalah konsumsi tidak bisa dibandingkan Apple to Apple ya karena yang satu memakai bahan bakar. Sedangkan si M6 ini menggunakan energi atau listrik ya. Dan sebagai catatan, kami sudah mengetes kedua mobil ini untuk M6 terlebih dahulu ya. Dia untuk konsumsi energinya di angka 7,1 km/h. Dan kami sudah mengetes eh untuk hitungan segitu 7,1 km/KWh. Itu artinya mobil ini bisa menempuh jarak sejauh 512 km yang artin tidak melenceng jauh dibandingkan klaim NEDC-nya. Ya. Ya. Unitway M6 ini kami dapatkan dari rental mobil Renet. Di sana Anda bisa mencari e mobil, bisa merental mobil dari mobil BWD M6 ini hingga mobil premium sekelas Alfard sekalipun. Jadi, Anda bisa langsung kunjungi Instagram-nya di @renjenet.id. Well, well, sebagai kesimpulan kita akan merecap e poin dari kedua mobil ini. BOD M6 versus Kijang Innova Zenx. Jadi, berdasarkan semua faktor yang kami nilai, memang beberapa hal tidak bisa kami komparasi karena menurut kami tidak Apple to Apple. Tapi ada beberapa hal juga yang tentunya kita komparasi dari segi kenyamanan karena ini ada sebuah MPV, kemudian fitur dan lain-lain. Dan Booyid M6 secara recap poin kita itu berhasil meraih 16 poin total keseluruhan. Sedangkan Innova tipis di angka 17 poin. Tapi ya masing-masing kembali lagi ke Anda semua, Anda menginginkan sebuah MPV hybrid atau MPV listrik. Karena masing-masing tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak benar-benar menang satu, tidak ee kalah satu, ya. Jadi benar-benar masing-masing punya kelebihan. Tergantung lagi kebutuhan Anda seperti apa. Apakah Anda gunakan mobilnya untuk dalam kota saja atau sesekali keluar kota atau Anda bisa gunakan mobil di dalam kota tapi bisa diajak keluar kota kapanp tapi dengan biaya running cost yang sedikit lebih mahal. Tapi sebagai catatan untuk jangka panjang mobil hybrid rasanya akan lebih masuk akal dibandingkan mobil listrik. Ya, semua kembali lagi kepada Anda. Anda pilih MPV hybrid atau MPV listrik.
