Perbaikan Yang Ditunggu2!! - Logitech G522 (YouTube Video)
Ini adalah headset gaming Logitech yang akhirnya suara mikrofonnya itu decent. Apalagi kalau dibandingin sama headset gaming Logitech yang harganya jauh lebih mahal. [Musik] [Tepuk tangan] Unboxing experience-nya cukup lengkap buat sebuah headset Logitech. Namun tentu tidak selengkap headset Logitech yang mahal. Di dalam kita bisa melihat ada guide yang diprint di dalam boksnya agar enggak banyak pretelan. Lalu tentunya ada headsetnya itu sendiri yang bentuknya ini agak funky dan casual ya. Kita akan bahas ini lebih lanjut. Lalu ada dongle light speed-nya yang sekarang ukurannya lebih kecil. Kabel type C to type A buat charging dan detachable microfone-nya. Ukuran dari dongnya ini lebih kecil ketimbang dongle headset gaming yang biasa kita review. Terutama dari dongle Logitech GPro X wireless yang kita pakai buat daily driver. Secara desain, Logitech G52 ini mirip dengan G435 yang waktu itu udah pernah kita review juga. Cuman rata-rata desainnya ini agak berbeda. Dan sayangnya dia enggak adjustable kayak G435. Ear cup yang ada di headset ini cukup besar dengan RGB yang ada di kedua sisi headset. Hanya aja headband-nya itu tidak lembut dan cuma berpegang sama satu slive yang bisa diretch ini aja. Ear cup-nya terbuat dari fabric. Lumayan empuk dan bahkan bisa dicopot-copot juga. Jujur gua lebih suka dengan fabrik kayak gini ketimbang yang kulit-kulitan. Karena kalau kulit-kulitan itu enggak lama pasti juga suka ngelupas-ngelupas. Jujur buat overall desainnya, Logitech G52 ini stylish dan simpel banget. Hanya aja karena ini terlalu simpel, jadinya tidak ada mekanisme adjustable padding yang bisa menyesuaikan dengan kepala kita. Dan di pengalaman gua, ini headset suka melorot-melorot pas dipakai. Sebenarnya kita juga bisa adjust sekali selift headband ini dari headphone-nya. Namun ya setelannya hanya ini aja enggak lebih. Tombol krol yang ada di ear cup kirin-nya itu ada macam-macam. Yang pertama ada power switch button, Bluetooth button, volume scroll wheel, mute mic button, dan juga USBC. Tidak ada audio combo jack di sini yang berarti headsetnya itu tidak bisa wired mode. Kalau mikrofonnya sedang di-mute, akan ada notifikasi LED merah di mic mereka. Namun tidak sehalus LED yang ada di headset corser saat di-mute. Lalu selesai dari desainnya, gimana nih dengan kualitas suara dari headsetnya itu sendiri? Sebenarnya kualitasnya itu ya suara dari headsetnya ini bagus secara clarity dan cukup jelas juga detailnya. Gua suka dengan struktur suaranya terutama saat main Expedition 33 yang mengandung banyak lagu klasik. Namun drivernya ini terasa kurang akan depth alias bassnya ini kurang nendang. Jadi terasa datar dan tidak terlalu imersif kalau lagi ada ledakan atau tembak-tembakan di sekitar kita. Saat kita lagi dengerin dialog sih enak ya karena vokalnya itu jelas. Namun saat action scene jadi terasa kurang. Tapi kualitas dari bassnya itu malah lebih halus loh. Halus banget sampai-sampai detail dari suaranya itu kedengaran semua. Kita sih nyaranin kalau mau main game yang enak di headset ini adalah game yang berfokus sama dialog terutama di RTS. buat volumenya di 60%-an dia udah cukup dan kalau kita sarankan sih ambil equalizer yang condong menonjolkan bass seperti preset yang bass boost ini kalau lagi dengerin lagu terutama lagu-lagu yang kebanyakan IDM itu pakai preset bass boost agar kedengaran dep-nya positioning suaranya itu terdengar detail walaupun kita enggak ada mode surround atau gimana tapi pas lagi main Doom misalnya itu positioning-nya lumayan clear hanya aja headset ini tidak terlalu bisa mengisolate kuping kita dari background noise. Jadi, volumenya harus agak dikencengin biar kita enggak mendengar suara dari luar. Buat Bluetooth mode-nya, kita juga enggak merasakan ada delay. Namun, game yang kita mainin di HP itu juga bukan game yang kompetitif banget. Tentunya sebagai headset dari Logitech, G52 ini juga supported di dalam Logitech GHU di mana kita bisa atur equalizer per game atau per aplikasi. Logitech GHUp ini sebenarnya bakal ribet pertama-tama karena kita mesti nyetel lagi tiap ganti game. Namun enaknya kalau kita udah setel ini satu-satu, kita bisa punya preset headset per game spesifik. Kalau batery life-nya Logitech klaim bahwa headset ini bisa nyala sampai 70 jam kalau RGB-nya dimatikan dan 40 jam saat RGB-nya dinyalakan. Tapi kita sendiri belum pernah tes sampai sepanjang itu. Sejauh ini seminggu pemakaian kita belum pernah charge sama sekali headsetnya. Dan yang paling kocak adalah fitur sampler yang di mana kita bisa punya soundboard sendiri, khususnya di Discord di mana kita udah gak butuh Nitro lagi. Dan yang terakhir, kualitas suara mikrofon dari headset Logitech ini benar-benar clear banget dibandingin sama headset Logitech sebelumnya ya. Yang ini lebih decent, lebih bulat, dan akhirnya blue voice yang ada di Logitech itu tidak cuma gimmik lagi. Kita juga masih bisa nge-set preset-pret mikrofon di dalam e Logitech Ghub-nya, tapi menurut gua yang ini udah cukup bagus. Apalagi kalau kualitas mikrofonnya kita bandingkan dengan flagship-nya mereka yaitu Logitech Gro X2 wireless ini yang harganya itu sampai Rp3,2 juta. Jadi, buat sebuah gaming headset di harga 2,4 sampai 2,5 juta ya G522 ini udah nge-deliver sesuai dengan janjinya lah. Kualitas suaranya itu udah decent banget alias clarity-nya itu udah jelas. Terus surround sound-nya itu juga lumayan kerasa walaupun enggak ada settingannya. nya. Terus juga detail suaranya juga lumayan lengkap dan paling kurangnya itu tadi di bassnya itu alias dep-nya itu enggak terlalu kerasa. Jadi kalau kalian lagi main game action dan berharap ini bakal imersif banget ya immereness-nya itu bakal agak kurang lah. Cuma untuk clamping force-nya ini adalah sebuah gaming headset yang salah satu yang paling ringan dan juga clamping force-nya itu enggak terlalu yang nge-clamping banget, enggak terlalu ngejepit banget. Jadi dipakai cukup lama pun masih oke. Gua biasanya makai ini mungkin sekitar 5 sampai 6 jam dan masih oke-oke aja. Cuman ya balik lagi. Karena ini enggak terlalu nge-ekclamping jadinya headsetnya itu suka melorot-melorot. Adjustable-nya juga dikit banget dan bahkan eh dia itu juga tidak terlalu nge-isolate kuping kita. Jadi suara background itu masih suka kedengaran. Buat kualitas mikrofon enggak usah ditanya. Ini adalah yang paling bagus di antara headset gaming Logitech yang lain. Kalau gua sih, gua enggak akan mau nge-cune lagi suara gua, tapi kalau kalian mau e atur-atur lagi sebenarnya ada preset di Logitech JiHUB yang kalian bisa akses. Jadi, paling itu aja sih pendapat kita soal G52 ini. Menurut kalian headset gaming itu lebih penting mana sih? Kualitas suaranya dia atau kualitas suara mikrofonnya?
