Jungkat

PERDANA AJAK EV VIRAL, BYD ATTO 1 KE LUAR KOTA. MENYENANGKAN DAN FITUR-FITURNYA SESUAI KEBUTUHAN (YouTube Video)

  • 20/08/2025

Nah, model samping kita ini sudah jadi bahan perbincangan di GIAs 2025 lalu, Byd atau One. Sekarang BYD ngajak kita untuk mencobanya langsung di Semarang, Solo, dan Jogja. Bagaimana impresi dari EVurah BYD ini di jalanan perkotaan lintas kota tersebut? Ayo kita cobain bareng-bareng. Nah, sebenarnya untuk bahasan soal eksterior sudah diperbincangkan pada GIAs lalu. Tapi bolehlah kita e kita singgung sedikit soal eksterior dari Atowan ini. Jika Anda melihat bahwa EV Compact ini menyerupai produk Eropa, ya kita bisa bilang ya Lamborghini itu karena kepala desainnya dari BYD adalah bekas dari desain Lamborghini tersebut. Dan ini jadi salah satu apa ya ee cara pabrikan Cina untuk bisa ee naik level terhadap desain-desain mereka dan ya itu sahsah aja ya karena membuat atau ini atau yang di luar disebut dengan sigal jadi lebih menarik. Untuk dimensinya kita bisa ngelihat ini adalah kendaraan EV Compact dengan panjang kurang dari 4 m dan lebar di sekitar 1,6 m. Dan ini menjadi salah satu keunggulan untuk e tawaran EV perkotaan yang e lebih kompetitif ya dan juga bisa dipilih oleh konsumen-konsumen pengguna EV pertama mungkin atau mungkin sebagai kendaraan tambahan. TV ini menawarkan tinggi ground clearance setinggi 155 mm, tawaran peleg 16 inci yang sporty, serta kehadiran spoiler belakang bernuansa sport yang berukuran besar untuk ukuran area belakang mobil komnya ini. Kemudahan berbagian atau menawarkan ruang bagasi seluas 230 L. Ruang ini bisa diperbesar hingga 930 L dengan melipat kursi baris kedua. Terakhir, tawaran warna body. BYD menawarkan tiga warna untuk konsumen atau one. Ada apricity white, Cosmos black, dan sprout green. Warna terakhir ini membuat mobil berukuran kecil ini terlihat mencolok di jalanan. Impresi pertama interior atau onean tipe premium adalah mewah. Ini karena bahan kulit mendominasi detail pada interior mulai dari lingkar kemudian tuas yang memudahkan pengoperasian fungsi-fungsi dasar termasuk transmisi berkendara dengan model yang unik. Kesan modern hadir dari layar utama 10,1 inci yang menghadirkan beragam fungsi termasuk sambungan telepon ngenggam Android Auto dan Apple CarPlay. Layar instrumen di bagian kemudi dengan lebar 7 inci yang menghadirkan beragam informasi sepanjang perjalanan. Kelengkapan lain dari varian teratas ini terdapat wireless charger, speaker sebanyak empat buah di kabin, soket type C dan type A, serta micr SD yang memenuhi beragam kebutuhan sepanjang perjalanan. Lantas, bagaimana kesan di baris kedua? Nah, salah satu yang jadi bahasan untuk atau one adalah gimana sih impresi di baris keduanya. Sebagai mobil EV Compact, dia menawarkan jarak sumbu roda di angka 2,5 m. Dan ini jika dibandingkan dengan mobil ice konvensional, dia setara dengan e Jazz generasi kedua ya. Dan bagi saya dengan tinggi 1,6 m 169 cm ini masih terhitung lapang dengan ee ini adalah baris pertama yang dengan ukuran tubuh tubuh saya juga. Jadi ini masih terlihat nih ada ruang ee kaki yang cukup lapang dengan ruang kepala yang juga cukup lapang. Dan di sini penumpang mendapatkan headrad rest terpisah nih 1 2 3. Ada tiga bahkan yang mengindikasikan bahwa dia bisa sebenarnya untuk tiga penumpang ya. Selama penggunaan di Semarang, Solo, Jogja ee kebanyakan jalan tol dan jalan utama jalan perkotaan sedikit. Ini terhitung apa ya ee terbilang nyaman ya meski masih terasa e keras ya. Untuk apa yang didapat dari penumpang di sini ada tempat untuk gantungan baju di sebelah kiri dan kanan. Kemudian ada ee kantong untuk menyimpan ee dokumen mungkin dan lain-lainnya. Di konsol tengah ada ruang juga untuk tempat penyimpanan. Yang disayangkan sebenarnya adalah tidak adanya saluran udara atau semburan AC di arah belakang sini. Sehingga mostly sepanjang perjalanan masih mengandalkan semburan dari baris pertama. dan rasa-rasanya ya dengan harga yang ditawarkan dan juga kenyamanan yang didapat ini masih bisa ditolerir. [Musik] Nah, sekarang kita sudah dibalik e perjalanan ke luar kota dan ini rutenya adalah Semarang, Solo dan kita akan berakhir ke Yogyakarta. Untuk pengalaman perdana eh membawa atau di luar kota terhitung e cukup baik ya. Utamanya soal sudut pandang ini terhitung luas dengan ee posisi duduk yang comanding ya agak tinggi nih bisa dibilang ee pengaturannya untuk varian yang teratas juga terhitung mudah dengan kehadiran pengaturan jok elektrik maju mundur rebah dan tegak. Juga untuk kolam kemudi tilt dan teleskopik. E di atas kertas motor listriknya menghasilkan tenaga 75 PS dengan torsi 135 Nm. Untuk perkotaan rasanya enggak masalah ya. Tapi untuk ke luar kota mungkin di jalan tol seperti ini ee beberapa kali sempat ngerasain di mana keinginan mendapatkan tenaga itu tidak instan hadir. Ee seperti reaksi motor listrik di EV ya yang lebih besar ya. Di sini kita kayaknya masih punya ada jeda gitu untuk menghasilkan torsi yang instan. Tapi kemudian kecepatannya bisa didapat ee dengan beberapa e detik gitu jaraknya. Nah, untuk mode berkendara pengemudi ee mendapatkan tiga mode yakni ec normal dan sport. Dan sepanjang perjalanan ini baik auto.com maupun juga beberapa teman media sepakat sih sebenarnya bahwa mode yang paling banyak digunakan adalah mode sport. Di sini seperti e namanya mode sport ini menghasilkan ee torsi yang cukup cepat, instan, dan rasanya sih menjadi lebih apa ya percaya diri untuk melewati kendaraan di berbagai situasi. Utamanya tol di Semarang ke Solo maupun ke Jogja itu kan banyak turunan dan tanjakan dan itu jadi salah satu yang membuat penggunaan mode sport ini jadi lebih meyakinkan. Nah, selain mode berkendara, e BYD juga menyertakan yang namanya eh mode pengendalian ya, steering mode. Di sini ada comfort dan juga sport. Seperti juga namanya, comfort tuh kayaknya dibuat untuk situasi perkotaan ya, yang bisa bermanuver dengan lincah. Kemudian sport di mana kendalinya jadi lebih stif ya, jadi lebih kaku gitu yang membuat perjalanan di jalan tol seperti ini misalnya jadi lebih agak kaku gitu ya lingkar kemudihnya untuk digerakkan. Dan ini untuk pengalaman perdana di perkotaan maupun luar kota seperti ini jadi salah satu tambahan yang menyenangkan untuk sebuah EV dengan bandrol harga murah seperti Atowaan ini. Nah, fitur lain yang bisa jadi tambahan kenyamanan pada perkendara luar kota ini adalah kehadiran dari ee cruise control. sayangnya bukan adaptif ya, tapi ini membuat perjalanan luar kota yang jarak jauh mungkin di jalan tol seperti ini. Jadi lebih nyaman bisa mengistirahatkan kaki kanan ya untuk ee pengaturan yang hanya dilakukan pada tombol kemudi sebelah kiri pada jempol kiri ya. Ya, kita tinggal mencet tombol untuk mengaktifkan adap cruise control ini adaptif dan kemudian mengatur kecepatan maju dan mundur dengan tuas di tombol kiri juga. Untuk kenyamanan lainnya ee buat pengemudi maupun penumpang jelas ada pada head unit 10,1 inci ini dengan kemampuan Android Auto dan juga Apple CarPlay. Dan ini memudahkan ya untuk misalnya navigasi juga hiburan. sepanjang perjalanan. Untuk ngubunginnya juga enggak terlalu susah, bisa lewat Bluetooth maupun lewat e kabel gitu. Dan sepanjang perjalanan sih untuk kualitas suaranya cukup baik. terutama juga ternyata dia membawa fitur karaoke di dalam head unit ini. Jadi kita di dikasih e mic bawaan mic dari e Bydambungkan ke speaker di dalam kabin dan bisa ee berkara ya. Rute Semarang Solo dan Yogyakarta kali ini menawarkan jarak tempuh sekitar 170 km. Jarak yang terhitung mudah untuk sebuah kendaraan listrik dengan tawaran hingga 300 km. Selain perjalanan antar kota, BYD juga menawarkan area tantangan bagi peserta test drive. Di kawasan De Colomadu Solo, BYD menghadirkan sesi agility station dengan tiga tantangan. Ada swerf station untuk manuver zigzag. Easy parking dengan memanfaatkan kamera dan sensor parkir sebagai salah satu fitur andalan BYD Atan serta easy drive yang menguji kelincahan di jalan sempit dan melakukan putar balik di ruang terbatas. Pada kesempatan singkat ini juga auto.com coba melihat efisiensi daya dari Atowan. Mobil kompact ini diisi tiga penumpang dewasa dengan bobo total 250-an kg. Gambaran ruteut perjalanan dimulai dari Kota Semarang melewati jalan tol menuju De Colomadu Solo, kemudian berkegiatan melewati tantangan dan melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta melewati jalan tol. Mode berkendara digunakan beragam, namun mayoritas menggunakan sport sesuai dengan alasan yang sudah diutarakan. Semburan AC di level 2 dan 3 USB digunakan untuk mengisi daya sepanjang jalan. Nah, hasilnya pada saat titik akhir perjalanan di Yogyakarta didapat angka konsumsi rata-rata 14,6 kWh per100 km. Ini jika dikonversikan menjadi 6,8 km/ kWh-nya. Nah, sayangnya sepanjang pengujian auto.com tidak sempat merasakan kemudahan pengisian daya atau varian premium yang dapat menerima daya pengisian cepat hingga 40 kW. Lantas apakah Atauan menjawab semua kebutuhan calon konsumennya? Sebagai sebuah EV dengan harga kompetitif, Atawan menawarkan fitur dan kemampuan yang mumpuni sebagai mobil harian perkotaan atau dibawa ke luar kota. Namun rasanya mobil ini baiknya tidak menjadi sebuah kendaraan utama alias hadir sebagai mobil kedua atau cadangan. Alasannya ini karena sebuah EV jelas harus siap dengan beragam ekosistem dan penggunaannya. BYD misalnya tidak memberikan wall charger untuk konsumen atau one dalam paket pembeliannya. Konsumen harus merogoh kocek tambahan Rp8,5 jutaan hanya untuk membeli unit wall charger. Dana ini belum ditambah dengan pemasangan, instalasi kelistrikan, serta penambahan daya yang tentunya membutuhkan perhitungan lainnya. Itu dia tadi pengalaman perdana bersama ETO One di rute luar kota. Jangan lupa saksikan informasi terkini seputar otomotif hanya di auto.com, carvaganza.com, dan zigwel.co.id. Dukung kami terus menghadirkan video seputar dunia otomotif berkualitas dengan me-like video ini dan subscribe untuk mendapatkan informasi secara berkala. Sampai jumpa di video-video selanjutnya.

Lihat di YouTube