Performa Super Kencang, Suhu Tetap Adem, Bobot 1.5 KG! Review Acer Predator Triton 14 AI (YouTube Video)
Ini adalah laptop gaming dan content creion terbaru dari Acer yang super tipis dan ringan. Tebalnya di 1,7 cm dan bobotnya hanya 1,5 kg. Tapi performanya super kencang karena sudah menggunakan Intel Core Ultra 9 processor 288V ya. Ini pakai prosesor Lunar Lake yang NPU-nya punya performa hingga 48 tops. Jadi langsung memenuhi syarat copilot plus PC. GPU-nya juga kencang banget pakai Nvidia GeForce RTX 5070 laptop yang langsung pakai Nvidia Studio Driver. Jadi cocok banget untuk para content creator. RAM-nya langsung 32 GB LPD da mic yang lega dan super kencang. Storage juga lega langsung 1 TB. Layarnya cantik nih. Pakai OLED 14,5 inci resolusi 2,8K dengan reset 120 Hz dan udah 100% DCIP3. Touchpad-nya juga bisa digunakan dengan stylus seperti pentep gitu ya. Ini adalah Acer Predator Triton 14 AI. Oke, laptop yang satu ini emang unik banget, emang keren banget. Yang satu ini bodinya mungil, performanya kencang, dan banyak inovasi baru dari Acer yang ada dalam laptop yang satu ini. Penasaran? Mari kita bahas mulai dari spesifikasi utamanya. Untuk prosesor dia pakai Intel Core Ultra 9 processor 288V. Code name-nya adalah Lunar Lake. Litography TSMC N3B base power-nya di 30 watt dan dia udah punya total 8 core yang terdiri dari 4 performance core dan 4 low power efficient core. Maksimum turbo frekuensinya up to 5,1 GHz dan untuk Intel Smart Cash-nya ada 12 MB. NPU-nya pakai Intel AI boost dan ini punya performa up to 48 tops. Integrated grafisnya pakai Intel Arc 140V GPU. Dia punya total 8 X cores dan tentunya sudah support akselerasi Quixink AV1 dan bahkan bisa decode H266 bukan H265 lagi. Untuk RAM-nya langsung 32 GB LPDR 5X 853 dual channel 128 bit ya. Laptop yang satu ini RAM-nya itu sudah nempel di prosesor ya. Jadi, ini emang enggak bisa di-upgrade, tapi tenang karena kapasitasnya udah lega banget di 32 GB, jadi udah siap pakai lah yang satu ini. Untuk storage 1 TB SS di NVMi PCI Gen 4. Hanya ada satu slot SSD di laptop ini. Jadi, kalau mau upgrade harus ganti yang udah terpasang. Tapi kapasitas bawaannya langsung 1 TB, udah puas banget harusnya ya. Des graphicsnya pakai Nvidia Gefce RTX 5070 laptop GPU. Ini punya 4.608 kuda CE. VAM-nya 8 GB GDDR 7. Memori bass-nya 128 bit, maksimum GP-nya up to 110 watt. Tentunya sudah support fitur resizable bar. Nah, di sini diskret GP-nya sudah hadir langsung dengan Nvidia Studio Drivers. Ya, buat yang belum tahu, driver ini adalah varian driver yang sangat stabil untuk kegiatan content creation. Tapi kalau butuhnya versi game ready driver yang buat gaming itu tenang bisa di-instal juga kok. Enggak ada masalah. Untuk RTS wireless dia pakai Intel Killer WiFi 7 be1750i tentunya support WiFi 7 dan Bluetooth versi 5.4. Kapasitas baterainya juga enggak kecil ya, 76 wat hour di sini. OS-nya pakai Windows 11 Home. Untuk body form factornya adalah clamp Shell atau laptop classic. Materialnya ini pakai CNC mesin aluminium chisi. Jadi ini terasa kokoh tapi tetap cukup ringan ya untuk warnanya black atau ya hitam aja polos hitam gitu untuk desain. Nah, Predator Triton 14EA ini menawarkan desain yang simpel, kalem, dan profesional tentunya ini jarang ya. Mengingat biasanya laptop dari Acer Predator itu punya desain yang gaming banget kan warnanya hitam matte. Ini juga dikombinasikan dengan lapisan anti fingerprint coating yang menjaga supaya laptopnya tetap bersih dari bekas-bekas sidik jari saat digunakan. Jadi, tetap kelihatan bersih ya saat digunakan bekerja ya. Sudut-sudut laptop juga terlihat tegas dipadukan dengan ukuran yang cukup mungil untuk sebuah laptop gaming. Predator 14EA ini memberikan kesan yang mewah saat kita gunakan. Di area pameres kanan itu ada logo Predator yang bisa menyala dengan backlit RGB mengikuti backlit dari keyboard-nya. Nah, logo di area punggung layar juga punya backlit RGB yang dapat diatur melalui software Predator Sense. Keren nih ya. Jadi kalau mau low profile tinggal matiin aja RGB-nya ya. Kalau mau ngejrank, mau gaming banget tinggal nyalain RGB-nya. Jadi lebih meriah aja gitu. Untuk dimensi panjangnya 32,2 cm, lebar 22,5 cm, dan ketebalan di 1,73 cm. Untuk bobotnya laptopnya aja di 1,59 kg. Chargernya 368 gr. Ini menarik kalau dibawa-bawa laptop dan chargernya baru mencapai 1,96 kg saja. Untuk display atau layarnya dipakai panel OLED ukuran 14,5 inci. Resolusinya di WQ XGA plus atau 2880 * 1800 pikel. Aspek rasionya jadi modern nih di 16 bfresh rate-nya 120 Hz dengan respon time di 1 ms. Menurut Acer layar ini punya color gambut di 100% DC IP3. Nah, kalau dari pengujian kami kecerahan di mode SDR itu mencapai 385 nits dan untuk mode HDR mencapai 598 nits. Nah, untuk gamut covers yang ada di 82,8% di CP3 dengan gambut volume di 85,3% di CP3. Lah, kok enggak nyampai 100% di CP3? Tenang, karena di laptop ini terdapat software Acer Chroma Chune yang dapat digunakan untuk mengubah profil warna layar laptop. Nah, karena pengujian tadi dilakukan pada mode default-nya di mode sRGB, jadi hasilnya seperti itu. Kalau kita tes di mode lain, contohnya nih di display P3 gambut covers-nya jadi 99,1% di CP3 dan gambut volume-nya mencapai 119,9% di CP3. Nah, udah pas kan sesuai dengan klaim dari Acer. Layarnya juga diverifikasi dengan Kalman verified. Jadi jelas cocok untuk berbagai kegiatan content creation. Dipakai buat nonton juga asik karena layarnya udah support HDR dan disertifikasi Vesa Display HDR True Black 500. Di software Predator S terdapat menu screen saver yang akan aktif saat layar dikondeksi idle dalam waktu yang lama. Ini dapat membantu mengurangi resiko burn in saat layar menyala dalam kondisi idle. Nah, layar juga ada support touch screen dengan dukungan 10 point multit touch. Jadi bisa buat 10 jari di sini. Tapi memang layarnya belum support penggunaan stylus pen di sini. Nah, untuk basel kanan kirinya terlihat sangat tipis dan untuk basel atas itu memang agak tebal karena ada kamera di bagian itu. Nah, untuk kamera dan mikrofonnya itu kameranya resolusinya adalah 1080p 30 fps. Nah, karena prosesor punya NPU, kamera ini sudah mendukung berbagai fitur Windows Studio FX seperti background blur, eye contact, dan auto framing. Untuk mikrofon letaknya di samping kanan dan kiri kamera. Dan yang satu ini tentunya sudah dilengkapi dengan fitur noise cancelling yang tergolong keren. Di sini suara-suara background yang cukup bising itu bisa dihilangkan dengan rapi tanpa membuat distorsi suara penggunanya. Untuk kata suara dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini. Oke, kali ini kita berada di luar untuk menguji kemampuan mikrofon dari Acer Predator Toyoton 14i. Nah, seperti yang kalian lihat di sini ramai sekali ya, Teman-teman sama kendaraan. Oh, iya laptop ini punya fitur noise caning ya, Teman-teman. Jadi suara saya masih bisa terekam dengan cukup baik. Oke, kali ini kita berada di luar untuk menguji kemampuan mikrofon dari Acer Predator Triton 14AI. Nah, seperti yang kalian lihat di sini ramai sekali ya, Teman-teman, sama kendaraan. Oh, iya laptop ini punya fitur noise cancelling ya, Teman-teman. Jadi, suara saya masih bisa terekam dengan cukup baik. Kali ini kita akan uji kemampuan kamera dari Ex Predator Toyon 14A. Kamera di laptop ini bisa melakukan video up to 1080p 30 fps. Hasilnya seperti ini ya, Teman-teman. Kalau pakai pencahayaan studio. Gambar udah terlihat detail dengan noise yang minim. Udah oke bangetlah untuk meeting online maupun video call. Nah, untuk sistem audio Predator Triton 14AI itu menggunakan konfigurasi enam buah speaker yang disebut sebagai Predator Fox. Prendetar Fox ini adalah sistem speaker yang sudah dipatenkan dengan desain tube structure. Desain ini diklaim dapat meningkatkan kualitas suara dan memberikan separasi yang lebih bagus. Jadi, lubang speakernya itu ada empat ya. Dua lubang speaker mengarah ke alas dan dua lubang speaker mengarah ke samping kanan kiri body laptop. Speaker ini menggunakan dedicated driver untuk bass dan travelnya dengan dua arah keluaran suara untuk memberikan pengalaman imersif bagi penggunanya. Nah, untuk kualitas suaranya kalau kita tes ini sih lantang sih ya suaranya ya. Kencang suaranya dan kalau dibandingkan dengan laptop-laptop dari predator yang sebelumnya ini udah jauh lebih bagus. Tapi memang rasanya kalau by default aja kita tuh berharap suaranya bisa lebih bagus lagi karena agak kurang bright ya suaranya ya. Nah, di sini kita bisa gunakan equalizer untuk menaikkan brightness-nya supaya dia lebih bright lagi. Nah, di sini jadi lebih enak nih. Tapi sayangnya ini enggak by default aja ada di sini ya. Harusnya preset yang lebih bright seperti ini. Dan tentunya kalau dipakai buat nonton default-nya sih sudah asik. Apalagi untuk film action atau buat gaming ini asik karena lumayan menggelegar sih sebetulnya. Lanjut untuk konektornya. Di sebelah kiri ada satu Thunderbolt, satu USB 3.2 Gen 2, dan ada satu audio jack combo 3,5 mm. Beralih ke sisi kanan, ada satu micro SD card leader slot, ada satu Thunderbolt 4, 1 USB 3.2 Gen 2, dan 1 HDMI 2.1. Nah, untuk keyboard ini menggunakan keyboard chicklet dengan layout yang terasa sangat kompact ya, bahkan lebih kompact jika dibandingkan dengan Predator Helios Neo 14 yang pernah kami review. Layoutnya itu lebih mirip seperti laptop seri Swift jadinya nih. Untuk tombol navigasi seperti home, page up, page down, dan end itu menyatu dengan tombol anak panah. Dan tombol anak panah atas dan bawah itu punya ukuran setengah dari tombol-tombol lainnya. Nah, untuk tombol power itu menyatu dengan layout keyboard dan terletak di pojok kanan atas. Tapi tenang ya, kalau enggak sengaja ketekan ini enggak terjadi apa-apa kok sebetulnya ya. Harus diniatin banget. Nah, di keyboard ini juga bisa ditemukan tombol predator keys yang dapat digunakan sebagai shortcut untuk membuka software Predator Sense. Nah, di area kiri atas keyboard terdapat tombol mode switch key yang secara default berfungsi sebagai shortcut untuk pindah ke mode turbo dengan cepat. Tombol ini dilengkapi dengan backlit yang warnanya akan berubah sesuai dengan mode performa yang digunakan. Nah, untuk keyboard-nya ini dilengkapi dengan backlit per QR RGB yang juga sudah mendukung fitur dynamic lighting dari Windows. Untuk pengaturan warna dan tingkat bisa dicek melalui menu Pulser Lighting pada software Predator Sense. Nah, untuk touchpad-nya ini menarik banget ya karena laptop ini menggunakan heptic touchpad yang terasa sangat mewah sekali saat dioperasikan ya. Ukurannya di kisaran 13,6 * 8,5 cm dengan posisi yang cenderung center to body. Jadi agak melebar ke kanan dari tombol space bar. Tapi tenang karena fitur palm reaction-nya keren banget. Jadi kalian enggak perlu takut kalau touchpad-nya enggak sengaja kesenggol telapak tangan. Nah, touchpad-nya ini rata sejajar dengan palmrin seperti ini makin menambah kesan simplistik modern dari si laptop yang satu ini. Untuk pembatas area touchpad itu hanya tersedia di sisi kanan dan kiri. Dan ini berupa garis yang memiliki backlit juga. Backlit-nya dapat dinyalakan melalui software Predator Sense. Belum selesai kejutannya karena ternyata touchpad laptop ini juga mendukung penggunaan stylus pen. Itu sebabnya ada stylus p-nya nih ya. Ya, kalau biasanya layar yang di-support di sini touchpad-nya yang support. Jadi touchpad-nya ini bisa digunakan seperti sebuah pen tab di sini ya. Tapi sayangnya memang tidak diakan tempat untuk nempelin stus ke laptop nih ya. Jadi perlu disimpan terpisah kalau mau dibawa-bawa. Styless SP ini juga sudah disediakan dalam paket penjualan dan ini menggunakan satu baterai ukuran 4A. Tentunya touchpad ini sudah support protokol MPP 2.0 dan 4096 pressure level. Oke, untuk sistem keamanan laptop ini menggunakan sistem keamanan biometrik berupa infrared kamera yang sudah support Windows Hello. Nah, untuk sistem pendingin predator Triton 14 AI menggunakan sistem pendingin terbaru dari Acer dengan teknologi 6 gen Aeroblade 3D Fan. Kipasnya ini diklaim sebagai kipas laptop paling tipis di dunia dengan ketebalan 0,05 mm untuk meningkatkan airflow tanpa menambah gaya gesekan terhadap udara. Ini menggunakan dua kipas ya dan tiap kipasnya punya 100 bilah yang mampu meningkatkan airflow sebesar 20% dibandingkan pendahulunya. Kipas itu juga diklaim mampu beradaptasi terhadap kecepatan putaran dengan mengubah lekukan kipasnya. Tapi bukan hanya kipasnya yang baru. Predator Triton ini juga menggunakan material thermal interface yang baru yaitu grafin. Ya, ini bukan pakai thermalap biasa. Yang satu ini pakai Grafin yang diklaim memiliki thermal conductivity atau kemampuan penghantar panas 14,5% lebih baik dibandingkan thermal pace biasa. Jadi, panas dari CPU dan GPU bisa dipindahkan dengan lebih cepat dan stabil ke vaper chamber-nya. intara itu dari bawah dan atas laptop dengan ventilasi pembuangan ke arah belakang. Nah, meskipun ke arah belakang kita bisa lihat di bagian exsel ya, kalau yang ke arah layar itu tertutup cukup rapat. Jadi, semua udara panas itu terbuangnya ke bawah, tidak menembak langsung ke monitor. Sekarang kita masuk dalam aspek performanya. Seperti laptop Iser Predator yang lain, laptop ini dilengkapi dengan mode performance yang dapat kita ubah melalui software Predator Sense. Optinya adalah quiet balance performance dan turbo. Kita juga bisa mengatur kecepatan kipas melalui software ini ya. Opsinya adalah auto, max dan custom. Sekarang kita lihat konsistensi performanya pakai Sinab R23 stability test. Untuk skor maksimal yang bisa diraih di moda balance itu bisa mencapai 11.100 poin. Dari moda turbo dengan kecepatan kipas maksimal itu bisa mencapai 11.114 114 poin. Sementara untuk skor yang bisa dipertahankan. Di mode balance ada di 11.000-an poin. Sementara di mode turbo dengan kecepatan pas maksimal itu juga ada di 11.000-an poin. Jadi sebenarnya mirip-mirip aja ya performa antara mode balance dan turbo. Untuk suhu kerjanya di mode turbo, SU CPU ada di kisaran 55 sampai 60 derajat celcius. Adem banget yang satu ini. Oke, langsung aja kita coba untuk Blender 4.5 Barberershop render test. Langsung yang berat aja. Kalau pakai CPU render selesai dalam waktu 46 menit 16 detik. Sementara kalau pakai GPU render selesai dalam waktu hanya 2 menit 31 detik. Nah, suhu kerjanya pada saat melakukan GPU rendering, suhu CPU ada di kisaran 60 sampai 70 derajat Celcius. Sementara suhu GPU-nya ada di kisaran 60 sampai 66 derajat Celcius saja. Adem banget. Lanjut untuk Adobe Premier Prosisi 2025. Kita pakai video dengan durasi 2 menit 7 detik. Seperti biasanya untuk 4K60 video exporting pakai software only s dalam waktu 6 menit 57 detik. Kalau kita pakai GPU acceleration hanya 1 menit 18 detik saja. 4K60 enggak ada masalah di sini. Lalu untuk 1080p 60 fps, kita lihat software only dalam waktu 1 menit 40 detik. Sementara kalau pakai GPU accelation sesuai dalam waktu hanya 24 detik saja. Nah, untuk suurnya pada saat melakukan 4K60 video exporting dengan GPU acceleration SU CPU dan GPU ada di kisaran 50 sampai 61 derajat celcius. Jadi lagi-lagi adem banget. Lanjut untuk Dafin Vinci Resource 19.1 software video editing kelas profesional versi gratisnya nih ya. Durasi videonya masih sama untuk 4K60 video exporting butuh waktu 3 menit 9 detik ini sudah lumayan kencang lalu untuk 1080p 60 fps video exporting butuh waktu hanya 1 menit 2 detik ini kencang banget untuk video sporting dengan 4K SCP dan GPU ada di kisaran 50 sampai 63 derajat celcius lagi-lagi adem banget yang satu ini. Lanjut untuk 3K graphic skornya ya untuk Fireestrike Direct X11 dia dapat 35.359 359 poin. Untuk time spy dari S12 dapat 13.580 poin. Nah, su kerjanya untuk trim spice stress test su GPU ada dari kisaran 76 sampai 79 derajat celcius aja masih terjaga dengan aman. Oke, laptop gaming tentunya harus dites untuk gaming ya. Hasilnya seperti ini. [Tepuk tangan] [Musik] Nah, kita lihat sekarang suhu kerjanya dengan Assassin's Creed Mirage selama setengah jam. Suhu CPU dari kisaran 76 sampai 80 derajat celcius. Sedangkan untuk GPU dari kisaran 76 sampai 78 derajat Celcius. Untuk suhu permukaan titi terpares ada di keyboard bagian tengah, lebih tepatnya di sela-sela tombol yang mencapai 46 derajat Celcius. Kalau untuk tombol-tombolnya, suhu itu ada di kisaran 38 sampai 43 derajat Celcius. Untuk keyboard sisi kiri dan kanan, suhunya terlihat rendah ya di bawah 31 derajat Celcius. Area ini bisa dingin karena kemungkinan besar terbantu oleh kipas laptopnya ya. Lalu untuk area palmr dan touchpad ini aman banget suhunya di bawah 31 derajat celcius. Sekarang kita lihat kecepatan SSD-nya. Untuk kecepatan bacanya ada di 7.146 MB/ dan tulis di 6 MB/s. Ini termasuk kecepatan SSD PC Gen4 yang sangat kencang. Rate-nya itu bisa lebih dari 7.000 dan rate-nya lebih dari 6.000 MB/ Ini keren banget ya. Oke, sekarang kita masuk ke pengujian baterai. Seperti biasa berarti kita set ke 150 dengan refresh set-nya default dan volume di 25%. Untuk mode GPU kita gunakan default-nya di Optimus ya namanya ya. Hasilnya saat digunakan untuk lokal video playback 1080p. Baterai baru habis setelah 11 jam 25 menit. Nah, ini asik nih ya. Meskipun belum yang awet lama banget ya, tapi dari tahan segini tuh udah bagus banget untuk sebuah laptop gaming yang sekencang ini. Dan ingat layarnya ini OLED resolusinya 2,8K. Jadi ya mendekati 12 jam udah bagus banget di sini. Nah, untuk charging test sekarang ya selama 30 menit pertama baterai sudah terisi di 53%. Ini keren nih, lumayan kencang durasi chargingnya di setengah jam pertama. Lalu untuk mencapai dari kosong sampai penuh itu butuh waktu hanya 1 jam 45 menit. Memang kecepatan chargingnya terlihat diturunkan ya saat sudah melampaui 50% dan ini wajar apalagi hasil charging ke 100%-nya itu masih tergolong cepat untuk sebuah laptop gaming dengan kapasitas baterai yang lumayan besar. Oke, laptop cantik yang inovatif ini dijual di harga kisaran Rp44.999.000 dan ini sudah termasuk Microsoft Office Home 2024. Ada gratis Microsoft 365 selama 1 tahun, PC Game Pass 3 bulan, ada Acer Predator Backpack, dapat stylus pen juga di sini, dan ada garansi 3 tahun spare part dan layanan termasuk garansi onside selama 3 tahun lengkap dengan AADP atau Acer accidental damage protection di 1 tahun pertama. Oke, sekarang kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. pertama karena RAM-nya udah dipasang di prosesor ya, jadi RAM laptop ini enggak bisa di-upgrade. Tapi kan udah 32 GB, jadi udah lega lah buat sebuah laptop gaming tahun 2025 bahkan sampai 2026 juga ini masih termasuk besar ya. Kemudian untuk speakernya by default ini kurang bright rasanya menurut kami untungnya masih bisa dituning. Lalu untuk stylus ini menarik sekali sistemnya cuma sayangnya stylus itu enggak bisa dipasang di mana-mana ya. Bahkan enggak ada klipnya juga buat dipasang di kantong kemeja. Jadi mungkin harus agak berhati-hati aja kalau bawa stylusnya. Nah, dari segi menariknya pertama jelas form factornya. Ini bodinya tipis, mungil, tapi performanya mantap banget. Bahkan untuk ukuran laptop gaming ini mantap banget. Prosesornya kencang pakai Intel Core Ultra 9 28V. Ini buat gaming jelas kencang. Multitasking juga udah lumayan oke nih. Lalu udah punya NPU yang kencang. Jadi berbagai pekerjaan EI yang butuh NPU bisa dijalankan dengan lancar di laptop yang satu ini. Disk GP-nya juga kencang banget pakai RTX 5070 laptop yang TGP-nya up to 110 wat. Udah super teknologi baru seperti DLS4 dan multif frame generation juga dipakai buat gaming atau editing video 4K60. Ya, itu udah lancar enggak pakai lama. Nah, walaupun permukaannya memang agak hanget tapi suya CPU dan GPU-nya ini aman banget. Storage-nya juga lega. Langsung 1 TB SSD PC Gen4 yang kencang banget di sini. Desainnya. Nah, ini kami suka banget sih kalau RGB dimatiin itu langsung berasa kayak laptop kerja profesional gitu ya. Warnanya full hitam di situ ya. Mau kelihatan gaming tinggal nyalain RGB-nya di mana-mana tuh lampunya tuh meriah banget ya. Layar juga mewah pakai panel OLED 14,5 inci. Ini cocok untuk content creation dan gaming. Dan udah support touch screen pula layarnya. Touchpad-nya juga berasa mewah nih pakai haptic touchpad yang bisa disulap jadi pen tab karena udah support penggunaan stylus pen ini buat gambar-gambar. Nah, meskipun ukurannya mungil, konektor juga lengkap ya. Bahkan punya dua Thunderbolt 4. Lalu dia punya sistem kamera biometrik yang infrared kamera tadi udah pakai Wii 7 jadi future proof juga dan garansinya 3 tahun lengkap dengan AADP di tahun pertama. Jadi, Acer Predator Triton 14 A1 ini cocoknya buat siapa sih? Pertama jelas kalau kami ngelihatnya malah untuk content creator sebetulnya atau untuk gamer juga yang membutuhkan laptop gaming yang mungil dan ringan supaya mudah dibawa-bawa. Ini cocok banget buat kalian ya. Mau dipakai buat ngedit video ini lancar banget. Mau 4K 60 juga aman. Mau buat desain 3D juga bisa banget. Lalu buat yang nyari laptop high performance dengan desain minimalis mungkin mau sekaligus digunakan untuk kerja atau meeting formal dengan klien yang satu ini desainnya keren, simpel, profesional juga. Mau buat programming, mau dipakai untuk AI yang satu juga oke ya. Tapi memang selama spesifikasi laptopnya sesuai dengan software yang mau digunakan. Nah, setelah nyobain Predator Triton 14 AI, kami merasa bahwa Acer menghadirkan banyak inovasi dan hal baru yang membuat laptop ini terasa sangat mewah. Mulai dari CPU dan GPU yang super kencang, layar yang cantik, desain speaker baru, hpt touchpad yang support stylus spingga sistem pendingin baru dan grafin thermal interface material yang ada di laptop ini. Intinya kalau memang yang dicari adalah sebuah laptop high performance yang low profile dan portabilitasnya tinggi, rasanya Acer Predator Triton 14EA ini jadi sangat layak untuk dipertimbangkan. Saya Did Irfan, Jaka Tib TV.
