Pertama Kali Nyoba HP Motorola, Kok Jadi Gini...?! (YouTube Video)
Tuh, tuh, tuh, tuh, ber, tuh, ada, ada, ada, kayak, kayak kulit. Yah, enggak bisa. [tertawa] Bebekas. Yah, harga jual turun, baru gue beli, belum dinyalain. Setelah setahun kita enggak bahas HP-nya Motorola, terakhir itu Motorola G45 gitu ya. Nah, kali ini kita bakal bahas Motorola Edge 70 Fusion, ini kelanjutannya dari Edge 60 Fusion, yang waktu itu tuh sempat ramai gitu ya di Indonesia. [musik] Dan ini adalah mid range-nya Motorola, yang mana gue sendiri pribadi, gue tidak pernah memegang HP-HP Motorola, entah itu yang lama, yang jadul, yang Razer, yang flip-flip gitu ya, ataupun yang baru-baru yang sekarang Motorola kan warna-warni banget kayak lollipop gitu. Jadi, gue akan experience HP-HP-nya Motorola memulainya dengan Edge 70 Fusion, yang mana itu gue sempat lihat sedikit-sedikit di HP ini, itu ada perubahan yang sedikit membesar ketimbang sebelumnya. [musik] Jadi, kita langsung masuk aja ke videonya. Let's go. Nah, sambil kita unboxing HP-nya, gue pengen ngejelasin apa aja perbedaannya dari Edge 70 Fusion dengan Edge 60 Fusion. Nah, dari segi layar, dia improve ukurannya jadi 6,78 inci AMOLED 144 Hz. [musik] Chipset-nya sekarang pakai Snapdragon 7s Gen 4 dengan storage ini satu varian aja, di 8/256 GB. Baterai sendiri ini lebih gede, di 7.000 mAh, tapi tetap ngandelin charging 68 watt. Sisanya dari segi specs itu 11-12. Oke, jadi ini semua kelengkapan yang kita dapat. HP-nya udah pasti, dapat charger yang 68 watt, eh, dapat kabel yang type C to C, dapat SIM card juga, eh, ini kayaknya memang udah paketan sama si HP-nya. Terus, SIM ejector-nya yang sangat-sangat menarik, karena dia bentuknya kayak wet wipes. Dan buku-bukuan, dapat [musik] case-nya bening. Mending dibrewek apa didorong, Guys? Brewek. Enak juga dibreweknya, Pak. Oke. Oke, ini jadi nama warnanya adalah Pantone Silhouette, warna hitam, tapi enggak hitam-hitam banget sih. Ada biru-birunya, ada abunya. Dia ini tuh enggak ini tuh enggak keras. Jadi kayak karet-karet gitu. He eh. Ini kayak Terus Kayak kulit sintetis. Tuh ada ada ada kayak kayak kulit Kayaknya ya vegan leather. Yah, enggak bisa. Bebekas. Yah, harga jual turun. Baru juga beli, belum dinyalain. Legend banget sih di tengah-tengah ini logo Motorola kayak gini ya. Eh, dia curve. Digenggamnya juga sudah pasti [musik] nyaman lah kalau curve-curve kayak gini. Dan berasa nya agak tipis ya. Kok enteng? Hmm. 193 gram, enggak sampai 200 gram. Tapi entah kenapa kok berasa nya enteng ya? Mungkin karena efek dia punya curve kali ya. Dan gua rasa karena kameranya juga enggak terlalu berat. Jadi cuma tadi first impression-nya langsung baret. Sedih. Nah, sekarang gua pengin bahas UI-nya. Bentukannya ini stock Android banget, yang mana itu bagus untuk HP di 6 juta. Jadi kalau kalian scroll atas kayak gini ya, misalkan di notification bar kita itu dapat cleanness-nya dari si stock Android. Apa ya? Menurut gua ini cakep gitu, enteng gitu ya. Bentuk-bentukannya juga bagus desainnya gitu ya. Dan dia punya apa namanya eh menu bar-nya juga cakep. Icon-nya bisa di-custom macam-macam nih ya kalau misalkan kita hold, ini semuanya bisa kita custom dari widgets-nya, kita bisa masuk-masukin. Wallpaper-nya juga banyak yang bisa kita pilih. Tema-tema nya yang sudah tersedia juga ini lumayan banyak ya. Personalize, ini dia lebih ke eh hal-hal yang lebih mendetail kayak misalkan icon, terus font-nya itu bisa diganti. Colors, itu kalau misalkan kalian pengen yang lebih warna monoton bisa di sini. Dan lock screen juga bisa kalian custom. Kalau gua custom-nya bentukannya kayak gini ya, ada ciri khas Moto. Misalkan di eh clock-nya ini bisa kita ganti, ada banyak banget tuh jenis-jenisnya. Nah, ini yang tadi gua bilang font-nya itu bisa diganti-ganti. Kalau gua gantinya ke yang Motorola banget. Gitu, dan di bawahnya widget-widget yang bisa kita custom. Di sini tuh sebenarnya ada empat widget yang bisa kita masukin yang kecil-kecil. Tapi karena di tengahnya ini gua masukin yang gede jadi ya dia keisi gitu ya. Dan di bagian bawahnya shortcuts ini juga kita bisa isi, ada dua sebelah kiri dan sama sebelah kanan. Kita tinggal custom aja kalian mau apa, ini bisa masuk aplikasi juga. Terus gua mau bahas soal pertanyaan yang dilemparin sama salah satu dari kalian di Instagram Reels, di mana kita itu sempat versus-in music notification bar yang ada di smartphone-smartphone. Kalau misalkan di Motorola itu harus download third party app untuk munculin dynamic island-nya di HP ini. Memang betul tidak ada dynamic island yang terhubung langsung di sini ataupun ya nama gimmick apapun itu fiturnya ya. Kalau di sini gua itu download yang namanya dynamic spot. Kalian bisa temuin banyak banget variasi-variasinya dari dynamic island di Android gitu dan ini bisa dipakai juga untuk HP-HP lain, enggak cuma buat Motorola doang. Nah, ini sistemnya kalau misalkan gua lagi nyalain lagu, misalkan ini gua nyalain lagu di YouTube Music ya. Nih. Gua close, nah dia muncul di bagian atas. Kalau misalkan kita tap dia bentuknya kayak gini. Tapi untuk design music notification bar-nya sendiri tanpa kita tambah-tambahin dari third party app menurut gua itu udah minimalis dan keren. Kenapa? Karena kalau misalkan kita turunin di sini nah, ini dia dia muncul di bagian atas notification [musik] bar dan bentuknya itu lumayan menarik karena satu ada wallpaper dari si penyanyinya dan kedua adalah dia masih mempertahankan gaya cacing-cacingan yang ada di Android device dan ini udah lama enggak gua lihat ya, terakhir tuh kita kontenin untuk music notification bar setahun atau dua tahun lalu gitu dan HP-HP tuh masih kayak bentuknya masih cacing-cacing kayak gini, nah sekarang udah custom kan mereka udah berubah-ubah dan ini juga bisa kita lihat di lock screen-nya dan dia muncul di sini, ini bisa kita atur-atur di sini ya. Bisa kita atur-atur, bisa kita like, bisa kita pause dan segala macam, jadi kalau misalkan mau masuk kita tinggal pencet hap masuk fitur-fitur yang ada di OS-nya ataupun user interface-nya dan experience-nya saat menggunakan si HP-nya karena di sini banyak banget, jadi misalkan misalkan ini default-nya dari mereka ya, kalau [musik] gua shake nah, dia bisa nyalain flashlight tapi sayangnya dia enggak bisa di-custom, yang bisa di-custom adalah kalau misalkan kita tap belakang HP-nya yang mana ini udah banyak juga yang nerapin ini, jadi kalau misalkan kita double tap nah, di sini muncul AI-nya jadi di sini gua custom untuk AI tapi kalian bisa atur juga untuk shortcut apapun ataupun kalian mau buka aplikasi apapun itu bisa custom di sini dan serunya di sini tuh AI-nya enggak cuma AI dari Google doang Gemini tapi ada juga yang Ask Copilot di sini sama ada satu lagi yaitu Perplexity nah, ngomongin soal AI-AI juga kalau misalkan kita masuk ke menu atau setting-an Moto AI di sini lumayan banyak hal yang bisa kita atur-atur ya dari launch gesture di sini kalau misalkan kita double-double press power key ada quick launch juga segala macam dan gua juga nyalain si floating bubble-nya jadi ada di samping sini kalau misalkan gua tap nah, itu dia dia bisa muncul terus action, kalau action ini tuh dia ada dua yang menarik untuk kalian pakai untuk sehari-hari buat have fun itu adalah image studio di mana kita nge-generate gambar-gambar sesuai dengan imajinasinya kita. Dia bisa generate stiker juga. Misalkan gua create image ya. Fighting a King Kong. Gua pilihnya fantasi aja karena apa prompting gua sangat-sangat imajinatif. [musik] Bum, itu dia. Tapi untuk masuk ke image studio kalian harus masukin account dari Motorola-nya dulu. Nah, kalau catch me up ini mirip-mirip kayak di iPhone itu summary notification ya. Nah, di sini sebenarnya sama kayak gitu ya. Namanya itu catch me up dan kalian bisa nyalain aplikasinya itu apa aja gitu yang supported. Nah, kalau personalization dan memory ini tuh mirip-mirip kayak Oppo punya mind space. Jadi, kalian itu bisa masukin jurnal atau kalian mau diary di sini ya. Kita tinggal create [musik] a memory. Kalian bisa ngomong aja. Today I feel very very grateful and very very hype. I am so strong. Ya, kayak gitu ya. Kita matiin aja terus bisa kita tambahin foto juga. Lagi selfie. Nah, itu dia. Di sini dikasih summary soal apa yang kita apa tulis gitu ya. Dan ya, kita bisa masukin journaling atau notes-notes kita di si AI-nya ini. Nah, mungkin kalau misalkan ada AI lain yang menurut kalian seru di Motorola kalian bisa cantumin aja di kolom komentar. Nanti kita bahas lebih lengkapnya di review. Oke, lanjut kita ke bagian kameranya di mana kita langsung aja ke lapangan untuk ngetesin kamera dari Motorola Edge 70 Fusion ini. Apakah hasil kameranya bagus dan video record-nya bagus? Kita langsung cek di sana. Oke, Motorola Edge 70 Fusion dia pakai main kamera 50 megapixel [musik] sama ultra wide di 13 megapixel. Motret di lokasi outdoor ataupun indoor dapat detail yang tajam sama warnanya itu ngambil ke arah yang datar. Enggak diproses terlalu dalam gitu. Gua suka sama tuh 8x zoom-nya buat motret bunga yang mana itu kasih hasil yang mirip sama aslinya. Buat motret objek pun itu detailnya tetap mantap ya. Portrait mode dengan opsi 35 mm dan 50 mm dapat hasil yang oke walaupun [musik] potongan bokehnya memang ada miss di beberapa part, misalkan di bagian rambut. Ultra wide-nya ini dapat hasil yang sama tajamnya dan dynamic range di kamera ini boleh [musik] juga. Selfie-nya sendiri dia nangkap skin tone yang pucat tapi kerutan wajah semua ketangkap dengan baik. Nah, buat perekaman selfie-nya sendiri ini kalian lagi lihat di resolusi 4K 30 fps. Jadi dia mentoknya ada di situ ya untuk frame rate-nya. Tapi di sini kita enggak bisa rotate langsung ke rear kamera. Jadi harus dimatiin dulu baru kita nyalain lagi di rear kameranya. Sekarang ya kita matiin dulu dan kita nyalain di rear kameranya untuk di ultra wide-nya, yuk. Nah, ini perekaman untuk ultra wide sambil jalan tipis-tipis sama di 4K 30 fps. Sayangnya di sini kalau misalkan kita mau shoot ultra wide kita enggak bisa naikin ke frame rate yang paling tinggi di 60. Jadi 4K 60 itu cuma buat di main kameranya aja gitu ya. Nah, di sini kita bisa ganti-ganti lensa sebenarnya. Gua coba ganti lensa ke arah si ini aja ya. Ada bunga di bagian atas nih. Oke, ini satu kalinya. Dua kalinya. Dia memang patah-patah gitu ya. Kalau misalkan kita dari ultra wide ke main cam. Ini digital zoom di 6 kali ya. Balik lagi ke satu kali. Dan kalau kita yap dia ada perpindahan lensa yang benar-benar kelihatan enggak ada transisi di antaranya. Nah, tapi uniknya di sini ada mode dual video di mana rear kamera dan selfie-nya itu ngerekam bersamaan. Di sini kita enggak bisa ganti-ganti lensa untuk rear kameranya ya. Jadi kalau misalkan kita zoom ini mentoknya di 0,9. Tapi kita bisa ganti untuk background-nya itu di rear kamera ataupun selfie-nya gitu ya. Tapi gimana menurut kalian soal kualitas video Motorola Edge 70 Fusion? Tulis di komen. Nah, untuk performa sendiri menurut gua HP ini tuh punya performa yang oke untuk harga 6 jutaan atau mid range. Kalau kita lihat di benchmarking-nya dulu, ini standarnya dulu ya dari benchmark dia itu dapat skor AnTuTu-nya di 1 juta poin. Dan kalau misalkan kita lihat di Geekbench 6 dia dapat multi core-nya di 3.000-an poin. Saat gua testing tadi buka-buka aplikasi terus gua scrolling-scrolling gitu ya gua pindah-pindah aplikasi itu gua tidak menemukan ada lag ataupun ada stutter gitu di si HP-nya karena mungkin stock Android-nya atau UI-nya di sini itu juga memang smooth gitu ya. Buka set set set set set set itu itu lancar gitu ya. Tapi kalau misalkan kita pakai jangka panjang ini sebenarnya yang gua sendiri agak worry karena tadi ya storage-nya cuma ada satu pilihan yang 8 256 GB RAM 8 GB. [musik] Gua ada ketakutan HP ini jadi lemot, jadi berat gitu. Karena kalau yang Edge 60 Fusion itu kan dia pakai 12 GB lebih gede 4 GB ketimbang yang ini. Nah, sekarang 8 GB menurut gua itu kurang kali ya untuk mid range. Mungkin untuk kalian yang pakai HP Motorola dengan RAM 8 GB bisa bercerita apakah kalian mengalami kepenuhan RAM gitu di 8 GB. Oke, sekarang kita main game berat yang gua mainin kali ini adalah Wuthering Waves dan di sini ini gua udah gua buka ya game-nya. Dan kita pakai setting-an grafis yang direkomendasiin. Jadi di balance, medium dan kita ganti frame rate-nya di 60 FPS. Dan kita pakai untuk gaming profile-nya [musik] itu ada di turbo ya, performance mode nya. Audio gua nyalain dan ini gua naikin sampai di sekitar 70% [mendengus] Bisa dibilang main Wuthering Waves dengan settingan balance [musik] dan frame rate 60 itu cukup oke, ya. Nah, temperaturnya itu ada di sekitar 43 untuk [musik] bagian layarnya, ya. Ngumpul di bagian atas sama bawah nih, 42. Bagian frame nya itu dia lebih adem, 39, 40 dan bagian belakang 30, 40-an juga. Jadi memang paling panas itu ada di bagian layarnya, ya. Dia pakai Snapdragon 7s Gen 4 dan ini cukup sih untuk kita pemakaian heavy usage kayak [musik] gaming-gaming gini. Aman. Nah, sekarang kita cek aja untuk layarnya seperti apa dan ini HDR on. Oke, selama gua ngelihat layarnya ini gua ngerasa kayak dia itu bukan tipe yang vibrant banget. Kalau misalkan sebelumnya eh Vivo Vivo, Samsung itu kan dia vibrant banget, ya, naikin. Kalau di sini tuh dia enggak begitu naik si vibrance nya itu. Malah menurut gua dia lebih ke arah eh kalem, ya, natural nya di dijaga gitu. Tapi yang terang kayak misalkan di bagian matahari itu dia ada bagian cerah sama gelapnya tuh dia lebih balance gitu. Dan kalau misalkan kita nonton dengan HDR on itu di mata gua lebih nyaman sih. Tapi gua enggak tahu, ya, kalau misalkan kita compare-compare sisi kiri, kanan, kiri, kanan itu baru akan ketahuan. Tapi kalau misalkan kita lihat langsung satu HP di depan kayak gini ini cukup menarik di mata gua. Tidak engaging [musik] banget dan nyaman di mata walaupun HDR nya itu nyala. Nah, sekarang kita kasih gambaran untuk kualitas speaker-nya sendiri yang gua nyalain si Dolby Atmos-nya. By the way, ini dia stereo ya di bagian atas sama di bagian bawahnya. Yang langsung berasa adalah suaranya lebih ke bright ya buat kita sosmed-an atau buat apa itu suaranya kencang, tapi bass-nya tidak ada. Dia hilang gitu ya, tidak berasa gitu [musik] bass-bass-nya yang ada di bawah. Jadi, mungkin untuk kita dengerin lagu it's just okay untuk sehari-hari. Tapi terakhir soal layarnya yang baru gua notice juga adalah out of the box dia itu enggak ada proteksi sama sekali, entah itu hydrogel ataupun proteksi layar yang plastik biasa. Jadi, kita harus cari di internet sambil kita beli si HP-nya. Gua sendiri itu pilih yang hydrogel. Jadi, kalau misalkan dia curve screen kiri kanan atas bawah, itu lebih mudah untuk kita tempel ya dan dia lebih rapih juga. Nah, terakhir kita bahas soal body dan proteksinya. Nah, buat body-nya sendiri saat tadi gua genggam ya, iya benar-benar ini ngingetin gua sama HP-nya Oppo Oppo Find X8 gitu ya. Jadi, dia curve di mana-mana dan bikin HP-nya tuh jadi lebih enak digenggamnya gitu. Cuman dia memang agak gede ya kalau misalkan kita pakai satu tangan satu jari kita ngetik [musik] di bawah ke atas itu jauh banget gitu. Ini padahal gua telapak tangan gua lumayan gede gitu ya. Jadi, kalau misalkan kita pakai HP-nya ya enakan pakai dua [musik] tangan sekaligus gitu buat naik turun naik turun. Bahannya juga lumayan unik tadi di bagian belakangnya, dia enggak fully keras gitu. Dia ada empuk-empuknya, tapi memang kalau tergores entah itu pakai kuku atau misalkan kalian enggak pakai anti casing gitu ya dan kalian taruh di celana ini lama-lama bisa tergores cepat gitu apalagi yang warna-warna kontras gini kayak yang warna hitam. Case bawaannya dari mereka ini juga bagus sih, bisa kasih lihat si warnanya gitu enggak ketutup. Nah, buat proteksinya sendiri si HP-nya ini punya beberapa sertifikasi entah itu IP rating ataupun military standard. Asal jangan kalian cemplungin ke pantai. Air laut. Air laut gitu ya. Bahkan kalau misalkan ke curug juga itu tidak disarankan untuk benar-benar dicemplungin gitu ya. Gua bisa bilang ini HP yang menarik dari Motorola, tapi memang ada beberapa kekurangan juga yang kita temukan di HP-nya. Nah, gua spill dulu apa yang gua suka di Motorola Edge 70 Fusion. Yang pertama itu bagian UI-nya ya. Ini UI Android stock banget gitu dan ini sudah lama enggak gua rasain dan ini salah satu HP yang resmi ya di Indonesia dan paling dekat ke Android stock. Yang kedua adalah di bagian balancing antara performance-nya, layarnya, design-nya sama kenyamanan pas kita genggam. Menurut gua balance-nya itu pas gitu ya. Kalian pengen yang pasti-pasti gitu ya dari sebuah HP. Nah, semuanya ada di [musik] sini. Tapi memang kekurangannya yang bisa bisa gua bilang adalah di bagian kamera. Biasa aja atau bisa dibilang video recording-nya aduh minta ampun Pak. Kalau misalkan kita gonta-ganti kameranya di video record-nya ini benar-benar ah apa ya? Patah banget gitu dan harus ada pengembangan di bagian si software kameranya [musik] ini. Terus kedua adalah RAM-nya menurun dari yang 12 ke 8 GB itu bikin deal breaker apakah beli HP ini di harga 6 juta atau 5,9 atau kita beli sekalian yang Edge 20 Fusion. Yang mana itu harganya 4 setengah juta tapi RAM-nya di 12 GB. Secara spec wise juga itu enggak beda jauh dari si 70 Fusion. Sama terakhir yaitu di bagian body-nya yang menurut gua fragile. Kalau misalkan pakai HP ini harus pakaiin casing. Wajib sih menurut gua. Oke, itu dia first impression gua dan unboxing dari Motorola Edge 70 Fusion. Nah, buat harganya sendiri ini SRP-nya ada di 6 sampai 7 jutaan. Tapi kita beli itu ada di sekitar 5,9 ya 6 juta lah gitu ya buat si HP-nya lewat e-commerce. Tapi itu karena kita dapat voucher-nya. Kalau kalian pengen beli Edge 70 Fusion, menurut gua itu kalian pertimbangin juga dengan generasi sebelumnya. Misalkan pengen sama-sama Motorola gitu ya, kalian pertimbangin dengan Edge 60 Fusion. Gimana pendapat kalian soal HP-nya apakah lebih worth it untuk ambil 70 Fusion, 60 Fusion atau mungkin ditunggu dulu untuk HP-HP Motorola lain atau mungkin ada varian HP Motorola lain yang pengen dicoba gitu ya yang lebih menarik. Kalian bisa spill aja di kolom komentar dan kita saling berbagi atau saling belajar, saling berpendapat. Kalau misalkan ada salah data ataupun salah apa ya eh fitur yang gua sampaikan di sini kalian bisa perbaiki juga di bawah dan kita saling berkomentar aja di sana. Sip, kita ketemu lagi di video selanjutnya. Thank you guys. Ciao Bella, Motorola Edge 70 Fusion. Gua dari tadi sa suka salah ngomong karena penamaannya itu agak ini agak agak belibet gitu ya buat gua. Tapi ini HP yang sangat menarik.
