Pesona HP Jepang Ini Emang "Agak Lain" (YouTube Video)
Di saat HP R jutaan sekarang isinya spek dewa semua. Ada satu HP Jepang yang kelihatan santai, gak ikut lomba spek dan kamera. Kalau gua ke arahin ke muka gua seadanya, tapi tetap PD dijual. Dan setelah gua pakai beberapa lama, gua baru ngerti kenapa HP ini ada. Dan kenalin, ini SH Aqua S Wish 5. Apakah HP ini mulai ketinggalan atau malah kita yang salah paham? Yuk, kita bahas. Ini dia boxnya Shap Aquos Wish 5. Dan kalau kalian pernah lihat HP sebelumnya, iya, bakal langsung familiar sama tampilannya. Nih, desain boknya simpel, agak jadul dengan visual HP sesuai warna yang dibeli. Tulisan serinya gede banget, hampir setengah bok sendiri. Plus ada garis merah kasap di sisi kanan. Tapi yang bikin gua bengong segle box-nya ini bukan plastik, bukan green peel juga, tapi lakban. Ini HP Jepang tapi vi-nya kayak paket warung online gak sih? Pas dibuka langsung ketemu HP-nya, terus ada kertas-kertas yang bakal kita cuekin, casing lentur bening, sama kabel charger type C. Terus di dalam boknya enggak ada sim ejector ataupun kepala charger ya. Tapi tenang, Sharpnya masih baik hati karena kepala chargernya tetap dikasih sebagai paket penjualan terpisah bukan di dalam boks. Mmm. Hello, Sharp. Mau sampai kapan HP-nya dibungkus plastik oversize gini? Tapi untungnya sekarang udah enggak bening kayak Shapsen 9 dulu ya, yang mirip jajanan warung 2000-an. Begitu dinyalain, kita disambut logo Sharp berbasis Android 15 lengkap sama animasi Aquos-nya. Habis itu gua setup-setup kayak biasa. Nah, setelah kelar gua cek storage sudah kemakan 21an giga dari total 128 punya gua. Sebenarnya masih tergolong wajar ya, apalagi blotware-nya mining banget dan isinya kebanyakan aplikasi Google bawaan. Dan ini baru awal aneh-anehnya baru mau keluar habis ini. Impresi gua sama HP ini selalu ya tiap lihat HP Sharp itu mata gua langsung ketarik sama modul kameranya. bentuknya itu kayak dua lubang dalam satu lingkaran mirip hidung. Apalagi yang warna pink ini kok malah makin cocok. Dan ini bukan cuman di Wish 5 karena dari tiga model sharp yang mereka rilis ada Wis S sampai seri R terbaru semuanya pakai desain kamera yang mirip-mirip. Aneh? Iya, tapi justru mungkin ini yang mereka kejar karena sharp tuh tampaknya enggak kejar desain ganteng yang aman, tapi konsisten sama identitas mereka sendiri. Bahkan desain ini nih diupervisi sama desainer ternama Isai Mia. Jadi kalau mau bilang jelek mending pikir dua kali deh. Bilang aja unik atau eksotis biar aman. Oh ya, buat yang belum tahu, Isai Mia ini juga pernah ngerancang aksesoris iPhone yang mirip kos kaki dan harganya juga enggak kalah mahal dari HP ini. Terus ada satu hal menarik lagi, dua lensa belakang ini ternyata cuman ada di versi global aja. Karena kalau kita lihat versi Jepangnya itu cuman satu lensa. Kelihatan lebih simpel sih, tapi enggak bisa dipungkiri kalau yang versi global ini berasa lebih untung. Lanjut ke material. Bagian belakang HP ini terbuat dari 60% plastik daur ulang. Jadi lebih ramah lingkungan. Finishingnya matte, keset, tapi tetap halus di tangan. Dan yang paling penting, enggak gampang ninggalin bekas sidik jari. Di bagian kanan HP ini ada volume dan power button yang ngerangkap jadi sensor fingerprint. Terus bawahnya ada mic, lubang type C, sama speaker. Di atas ada mic lagi. Dan kabar baik buat pecinta lubang, headphone jack-nya masih ada. Hei, terakhir sebelah kirinya ada slot SIM card yang tipikal kebanyakan HP Jepang nih. Tinggal congkel aja pakai kuku. Makanya enggak dikasih SIM injector. [musik] Sim tray-nya sendiri isinya satu slot nano sama bisa tambah micro SD sampai 2 tera. Dan lanjut kita ke bagian depan yang punya layar 6,6 inch dengan basel yang jauh dari kata tipis. Tebal betet untuk zaman now. Plus dagunya juga enggak mau kalah sama baselnya. Tablet enggak sih? Cuma walaupun gitu F genggamnya masih oke. Bodinya agak sedikit memanjang dengan ketebalan 8,8 mili dan berat 187 gr. Plus enggak tajam karena sisi HP-nya itu rada melengkung. Setelah gua lihat penampakannya, harus diakui HP ini emang enggak berusaha kelihatan modern, tapi enggak malu juga buat tampil beda. Nah, sekarang pertanyaannya apakah dari sisi spek bisa ngimbangin? Masuk ke spesifikasi mulai dari layarnya yang punya ukuran 6,6 inch LCD dengan resolusi HD plus dan refresh rate 120 Hz. Lanjut ke performance buat chipsetnya pakai Mediatch Diamond City 6300 yang bisa dibilang chipset entry level mungkin setara Snapdragon kepala 4 atau 6 dengan skor antutu di R00.000-an. Buat pemakaian harian kayak sosem, chatting, browsing, YouTube aman. Dan kalau dipakai buat nge-game casual kayak Mobile Legends yang settingan mentoknya di high juga mulus-mulus aja. Bahkan di kondisi ramai gini minim frame drop. Buat suhu juga anget dikit enggak sampai yang panas. Kalau buat baterai cukuplah ya 5000 mAh dengan charging 27 watt. Nah, sekarang kita ke kamera. Di belakang ada 50,1 megapel lensa utama plus 1,9 megap dept. Sampai sekarang gua masih belum paham kenapa harus ada ekstra 0,1 megapel bonuskah atau cashback. Sedangkan selfie-nya 8 megap. Buat spek lain, HP ini udah HP 5G dan surprisingly support e SIM dengan IP rating yang cukup lengkap. Terus udah military standar dan OS update-nya dapat dua kali sama security 4 tahun. buat speakernya masih mono yang kualitasnya ya standar aja. Dan karena cuma keluar di satu lubang speaker saat kita tutup gini hilang tuh suaranya. Nah, setelah lihat spek barusan, kayaknya emang cukup tertinggal ya sama HP zaman now. Salah satunya di range harga Rp3 jutaan yang sempat gua review kemarin itu ada IQ Z10. Layarnya udah AMOLED full HD plus. Chipset diamond City 7360 turbo dengan skor anut Rp700.000 selisih 300.000 dari HP shop ini. Terus baterainya lebih gede, charging lebih ngebut, belum lagi kamera lengkap dan SP dan dan stereo speaker bisa dibilang kalat telak si paling yang jadi pembeda Wish 5 ini dia punya eim, headphone jack, dan desain yang emang unik dan beda sendiri. Di titik ini secara spek ceritanya emang sebenarnya udah kelar sih, tapi justru makin menarik karena pertanyaannya sekarang, kenapa Shark masih PD jual HP ini? Ya gua ngerasa jawabannya itu mulai kebayang waktu sempat ke Jepang kemarin. Tapi sebelum ke sana, yuk kita tes kameranya. Eh, bentar bentar satu lagi gua pengen cerita. Jadi walaupun secara spek HP ini enggak kelihatan wah, tapi ada cerita yang pengen gua share di balik kenapa HP ini ada. [musik] Dan kalau teman-teman suka sama pembahasan kayak gini, boleh kasih tahu gua dengan like video ini ya. Thank you. Oke, mari kita kepoin dulu kamera HP ini. Dan sekarang kalian lihat di selfie-nya yang kualitasnya ya seadanya aja. Jiter cukup berasa lebih kayak jelly-jelly gitu. Dynamic range juga kurang cenderung putih di bagian belakang. Cuman ada satu hal yang bikin gua salf saat ke menu guideline. Settingannya banyak banget. Ada guideline person, fibonacci, food dan macam-macam lagi. Niat banget dah. Untuk kamera belakangnya mirip ya. Gambarnya cenderung agak gelap dengan stabilisasi yang berjiter-jiter ria. Tapi ini udah cukup mending loh karena pas dilihat di preview-nya enggak ada stabilisasi sama sekali alias gempa. Dan ini kalau gua arahin ke muka gua yang mana untuk resolusinya itu dia mentok di full HD 60 fps kamera belakang dan full HD 30 fps kamera depan. Untuk foto lebih mending ya walaupun area-area gelap atau shadow kayak di pohon gitu kurang bisa diangkat. Ya, overall seadanya aja sih gua bilang, termasuk selfie-nya juga. [musik] Terus sama satu lagi, pas gua mau coba aktifin watermark-nya tapi enggak ketemu, jadi kayaknya alirannya mirip iPhone yang enggak sediain watermark bawaan dan Sony Xperia juga kah? Lupa gua. Nah, sebelum ngomongin harga, gua mau bahas satu hal kecil tapi menurut gua penting. Jadi, walaupun HP ini minim Bloodware, tapi ada satu app yang cukup menyita perhatian perhatian, yaitu Aquas Rick yang mana saat dibuka ada bermacam fitur di dalamnya nih. Salah satunya junior mode yang ngubah tampilan HP jadi kids friendly. Intinya dibikin lebih sederhana dengan icon warna-warni di sini. Terus enggak cuman buat bocil, tapi buat orang tua juga ada yang namanya simple mode. Icon sama teksnya dibikin jadi gede-gede dan navigasinya lebih simpel. Dan fitur-fitur ini langsung ingetin gua waktu di Jepang kemarin yang beberapa kali lihat anak mungkin SD atau SMP pakai HP shop model kayak gini. Dan dari situ mulai kebayang jawabannya. Sharp Aquos Wish 5 ini emang bukan HP buat ad spek, bukan buat gamer juga dan jelas bukan buat yang hobi mendang-mending. K mendang mending, tapi lebih ke buat anak-anak atau orang tua yang butuh HP stabil, simpel dan awet. Ini malah justru masuk akal ya. Cuman masalahnya logika ini kuat di Jepang, tapi belum tentu relevan di luar Jepang. Karena di market global orang lihat HP itu pertama kali dari spek sama harga. Dan di situ HP-nya cukup berat nih saingannya. Bahkan Sharp sendiri kelihatan sadar soal itu. Di Singapura misalnya, harga awal HP ini sekitar 319 Singaporea dolar atau kurang lebih 4,2 juta. Cuman ada promo preorder jadi 3,8 dan sekarang setelah setengah tahun rilis harganya jatuh ke 229 Singaporea dolar atau R3 juta kecil aja. Penaran harga ini kelihatan banget ya. Kalau pasar global emang mikir ulang soal value-nya. Makanya juga enggak heran kalau Sharp Indonesia enggak keluarin HP ini. Di sosial media mereka gua enggak lihat sih yang ada midrange-nya Aquas 10. Karena kalian pasti udah tahu di segmen HP 3 sampai 4 jutaan itu buas banget. Saingannya bukan cuman satu dua tapi puluhan HP spek dewa dari brand Cina. Belum lagi gempuran Trension Group. Oh ya, HP ini tersedia dalam lima warna ya dan ini salah satu nilai plus juga ada putih, hijau, hitem, pink, sama biru yang gua pakai. Jadi buat siapa HP ini? Jujur cukup susah sih buat direkomendasiin secara umum. Paling masuk akal buat orang tua atau anak-anak yang pengin HP simpel, awet, dan enggak ribet. Tapi kalau kalian tipe yang lihat spek dan suka bandingin sama HP lain, jelas ini enggak cocok. Dan engak masalah juga sih karena HP ini emang gak dijual resmi di Indonesia. Anggap aja ini gambaran di mana Sharp ngelihat pasar mereka. Dan kalau teman-teman suka pembahasan HP yang enggak cuman ngomongin spek, tapi juga ada ceritanya, jangan lupa subscribe ya. Sampai ketemu di video selanjutnya. Bye- bye.
