Pilihan GAMPANG! POCO F7 vs Samsung A56 (YouTube Video)
Ngomongin value for money, Poco F7 emang berani kasih lebih mulai dari performance ngebut, baterai tebal, sampai kelengkapan paket penjualan. Tapi Samsung A56 juga punya daya tarik tersendiri. Terbukti penjualannya pun enggak main-main. Kira-kira apa aja kelebihan dan kekurangan masing-masing HP? Kalian lebih cocok yang mana? Yuk, kita bahas. Oke, kalau ngomongin desain kedua HP ini bisa dibilang hampir mirip punya kamera modul yang lensanya dijadiin satu warna hitam gitu. Cuman secara ukuran A56 lebih tipis aja dia. Habis itu untuk back sama-sama dari kaca, tapi di F7 gua lebih suka karena finishingnya yang mat gitu. Dengan perlindungan yang lebih baik di A56 pakai Gorilla Glass Pictus Plus. Sedangkan F7 enggak ada info sih pakai apaan. Untuk frame-nya sama-sama dari metal tapi teksturnya beda ya. A56 itu ada garis-garisnya sedangkan F7 lebih mulus dia dan sudut-sudutnya pun sedikit lebih tumpul dibanding A56. Ini berpengaruh sama feel genggam sih di mana F7 buat gua lebih nyaman dibanding A56 yang kalau digesek-gesekin gini cukup berasa sudutnya. Cuman ini tanpa cas ya kalau pakai ya beda lagi ceritanya. Secara angka Poco F7 juga punya ukuran yang lebih gede 1 sampai 1 mili tapi pas dipegang langsung gini sih mirip-mirip aja kecuali untuk berat ada berasa sedikit lebih enteng di A56. [Musik] Lanjut kalau kita ngomongin layar. Poco F7 lebih luas 0,13 inch ya dengan resolusi yang lebih tinggi juga 1,5K berbanding full HD plus di A56. Habis itu untuk touch sampling sama tingkat kecerahan layar juga Poco F7 lebih baik ya dibanding A56. Kecuali buat para pecinta always on display, Poco enggak bisa benar-benar always, cuman bisa 10 detik aja atau smart yang artinya bakal nyala kalau kita lihat ke HP-nya. Sedangkan A56 bisa benar-benar always. Habis itu secara perlindungan juga A56 lebih baik pakai Gorilla Glassfictus Plus berbanding 7i. Terakhir yang harus dibahas adalah basel yang sebenarnya kalau kalian udah pakai A56 cukup lama. Lihat baselnya sih udah biasa aja ya sama kayak yang gua rasain. Tapi saat disamping-sampingin gini baru deh kelihatan berlebih garis hitam di sisi layarnya. terutama buat dagu. Oke, kalau buat performance enggak usah ditanyain lagi. Jelas Poco lebih baik, tapi tetap gua bakal lakuin beberapa tes di sini buat tahu gimana suhu dan daya tahan baterainya yang terpaut 1500 mAh. Jadi sebelumnya gua pasing kedua HP ini ada di 100% dengan settingan sama beserta update software juga udah terbaru. Habis itu gua lakuin tes AnTuTu dan hasilnya seperti yang udah diduga terpaut cukup jauh ya sampai setengah yaitu R1,8 juta di F7 dan R900.000-an di A56. Skor tinggi ini dibarengi sama suhu dan konsumsi daya lebih tinggi dibanding A56. Habis itu untuk Geekbch juga sama Poco F7 punya skor lebih tinggi mau single core ataupun multiore. Nah, lanjut kita ke tes yang lebih manusiawi dikit yaitu nonton YouTube selama 30 menit dan hasilnya Poco berkurang 3% sedangkan Samsung 2%. Habis itu tes recording 4K selama 30 menit juga dan kedua HP ini sama-sama berkurang 7% ya. Tapi yang menarik secara suhu Samsung malah lebih tinggi hampir 1 derajat. Hmm, apakah artinya kualitas video Samsung lebih baik? Nanti kita buktiin di tes kamera. Terus kita ke tes yang banyak ditungguin teman-teman juga yaitu download dari Google Drive dengan file sekitar 1 gigaan. Dan hasilnya Poco bisa kelar duluan ya, tapi beda tipis aja sekitar 1 detik. Jadi secara download bisa dibilang sama-sama baik. Habis itu gua pakai file-nya buat rendering Kinemaster yang editannya gua kasih scale dan satu filter. Terus export dalam 4K30 dengan bit rate yang gua samain di mentoknya A56 yaitu 114 Mbps dengan file output 2,8 gig. Hasilnya tipis banget. F7 bisa kelar duluan tapi terpaut 1 detik aja dari A56. Wah, persaingan benar-benar ketat nih. Dan terakhir tes yang sering memakan korban khususnya di beberapa video terakhir untuk Poco F7 yaitu 3D Max stress test. Di tes terakhir atau loop 20/20, kedua F ini masih aman ya. Bahkan gua masih sempat tes suhunya dan emang tinggi banget di Poco F7 mencapai 50,5 derajat sedangkan Samsung 42,9 dan saat mau keluar skor keluarlah lagi warning overheat ya. Cuman kali ini agak beda dari sebelumnya karena pas gua cek ada result-nya loh dengan skor yang jelas jauh lebih tinggi dari A56 dengan stabilisasi yang termaksud baik juga di 78%-an. Dan gua harus ingetin berkali-kali kalau warning overheit ini cuman terjadi di 3D Mark aja ya. Untuk aktivitas keseharian enggak kejadian kok. Detailnya kalian bisa cek video yang gua bikin di sini dan seru loh. Gua coba habisin baterainya dari pagi sampai malam. Cus ke sana kalau belum nonton. Dan pertanyaan selanjutnya, gimana performance-nya kalau dibuat nge-game? Dari tes sebelumnya untuk Gin Impact Highs 60, Poco F7 tampil perkasa bisa dapat FPS hampir sempurna di 59,6 FPS. Sedangkan A56 sebenarnya masih nyaman dimainin walaupun enggak semulus F7 yaitu di 45,2 dengan suhu yang sama-sama panas di 44,5 derajat untuk Samsung dan 45,7 di Poco. Konsumsi baterainya sendiri selama 20 menit main sama-sama berkurang 9%. Overall untuk performance seperti yang udah diduga Poco F7 lebih baik ya. Sedangkan buat konsumsi daya secara persentase sebenarnya sama aja. Terlihat sebelum 3D Max tadi kedua HP ini sama-sama ada di 84%. Habis itu untuk game berat selama 20 menit main juga sama-sama berkurang 9% tuh. Cuman gua mau mengapresiasi A56 yang bisa mengimbangi pemakaian Poco F7 walaupun secara kapasitas baterai lebih kecil sampai 1500 mAh. BT untuk konsumsi daya dalam mAh-nya gua cantumin juga di tabel. Terakhir nilai plus buat Poco F7 dalam hal charging yang mana support 90 watt berbanding 45 watt di A56 diklaim Samsung ke 100% itu dalam 68 menit. Mesti sabar tunggu lamaan dikit ya. Sama kayak channel ini yang butuh waktu ke 1 juta subscriber. Jadi supaya bisa cepat-cepat kesampean, jangan lupa subscribe buat yang belum. Oke, thank you. Oke, kalau ngomongin AI dari list yang kalian bisa lihat di sini, entah kenapa fitur di Poco F7 lebih berguna buat gua. A56 itu cukup kepakai menurut gua ada tiga, object, Eraser, base V, sama AI select. Sedangkan F7 lumayan banyak misalnya interpreter yang bisa bantu translate percakapan secara langsung. Terus ada AI notes yang bisa ngeringkas catatan, nge-translate sampai bantu tata bahasa kita kalau lagi nyatat sesuatu di aplikasi notes bawaan Xiaomi. Buat galeri juga enggak ketinggalan ada AI Expansion sama AI Eras Pro yang mana kalau gua bandingin sesama objek erasernya di A56, wah Era-nya masih bagusan di Poco F7 ya. Kalau di A56 kayak di blur chat air gitu. Terakhir buat recording di F7 juga bisa langsung ngubah kata-kata jadi teks ya. bikin ringkasan dan bahkan nge-translate otomatis. Oh ya, kalau buat Circle to Sur Gemini, kedua HP ini sama-sama ada. Nah, lanjut. Kalau kita ngomongin kamera secara spek A56 lebih baik. Ultrawide 12 megap dan ketambahan lensa makro 5 megapel dengan selfie sedikit lebih kecil di 12 megapel yang punya saturasi lebih tinggi di A56. Ya, muka gua lebih coklat dan baju bocil lebih pop up merahnya. F7 lebih mendekati asli di sini buat ultrawide di Poco F7 lebih cerah dengan jarak pandang yang lebih luas di A56. Sedangkan buat lensa white, A56 punya karakter yang lebih ke warp, sedangkan F7 lebih ke cool kebiruan. Untuk foto buat gua sih plus minus, tergantung selera aja, kecuali untuk video gua lebih condong ke A56. Beberapa di antaranya seperti yang kalian tahu di Poco F7 ini ada kedutan tipis yang kadang ngeganggu. Dan ini gua gak berasa di A56 walaupun secara warna. Terutama baju bocil ini lebih mendekati di Poco F7 ya. Aslinya itu lebih merah yang ke pink bukan merah yang ke orange. Cuman untuk shadow lebih bisa diangkat di A56. Di F7 area gelapnya terutama di pohon lebih berasa. Jadi gambarnya ngasih detail A56. Terus kalau pindah ke ultrawide sama kayak foto A56 bisa lebih luas ya. Dan salah satu kelebihannya karena resolusinya 12 megap saat rekam di 4K A56 bisa pinda lensa juga. Enggak kayak F7 yang terbatas sih 1080p 30 aja. Terus kalau ngomongin video selfie secara warna juga lebih pop up di A56. Muka gua lebih coklat sama baju bocil juga saturasinya lebih tinggi. Lebih mendekati F7 dengan dynamic range yang sedikit lebih baik di Samsung. Langit di Poco hampir putih sedangkan Samsung masih berbentuk dikit. Oh ya, kalau buat resolusi kamera belakang, Poco F7 bisa mentok sampai 4K60 ya. Sedangkan A56 di 4K 30 aja. Habis itu buat selfie-nya Poco F7 mentok di 1080p60 enggak bisa 4K. Sedangkan A56 bisa 4K 30 tapi enggak bisa 1080p 60. Hayo kalian tim yang bisa shoot 4K kayak A56 atau shoot 60 fps di F7. Kalau untuk zoom Samsung bisa mentok lebih jauh di 10 kali, sedangkan Poco 6 kali aja. Dan buat sesama enam kali, gua berasa hasilnya masih lebih baik di Samsung. Ya, Pokok cenderung lebih gelap dan udah ngeblur. Overall secara fitur Samsung A56 lebih lengkap. Terutama ada fitur dual R sama fun mode di sini. Apalagi A56 bisa pindah lensa depan belakang dan sebaliknya saat lagi recording gini. Terakhir buat low light. Sekilas aja buat fotonya untuk Samsung ini punya gambar yang lebih dicerahin. Sedangkan pokok film malamnya masih berasa. Sama kayak video yang terlihat di Samsung sedikit lebih cerah. Terus karena kedutan di Poco tadi, bikin jater saat lagi jalan gini lebih berasa ya dibanding Samsung. Habis itu dalam meng-handle cahaya juga Samsung lebih baik nih. Lampu di gedung sana lebih merah dibanding F7 yang udah mulai keputihan. Cuman sayangnya saat pindah ke ultrawide video di Samsung jadi gelap banget. Walaupun secara detail Samsung sedikit lebih baik dibanding Poco yang udah soft. Kalau buat video selfie terlihat jarak pandang F7 lebih luas ya. Tapi untuk dynamic race lebih baik di A56. Detail langit-langit di atas lebih jelas dibanding Poco yang hampir putih semua. Overall kalau disuruh pilih untuk kamera gua sih lebih condong ke Samsung ya, lebih ke video yang lebih lengkap fitur-fiturnya lensa utama yang minim kedutan dan dynamic range selfie yang lebih baik. Walaupun secara warna gua lebih suka di foco di di foco yang lebih natural looks. Ada yang beda pendapat? Coba share di komen ya. Untuk spek lainnya ada sedikit perbedaan. Pertama di video Poco F7 kemarin ada sebagian teman-teman yang menyayangkan kalau HP ini enggak support i SIM dan ini nilai plus sendiri buat A56 karena dia udah punya. Terus untuk IP rating beda tipis yang mana lebih baik di Poco F7 plus Poco juga ada AR blaster cuman untuk dukungan software Samsung lebih lama ya 6+ 6 berbanding 4+ 6 untuk Poco. Btw untuk Hyper OS2 di Poco ataupun One UI di Samsung gua enggak bahas lagi di sini. Buat kalian yang belum familiar bisa cek videonya ini deh. Untuk Heptic Quidback kedua HP ini udah bagus getarannya bulat enggak yang nyebar gitu. Tapi kalau dibandingin, gua berasa Poco F7 lebih kuat. Cuman tipis aja bedanya. Dan gimana dengan kualitas speaker? Huh, akhirnya sampai juga kita di kesimpulan. Jadi kalau gua mesti ringkas dalam beberapa kata, Samsung A56 ini lebih ke allrounder, sedangkan Poco F7 lebih ke performa. Terus kalau ngomong value for money, Poco F7 bakal jadi opsi yang lebih menarik ya. Terutama dari sisi performance yang ngebut, baterai lebih gede, dan chargingnya lebih cepat. Belum lagi untuk harga dengan kalian keluarin 5,5 sampai R juta udah bisa dapat storage 512 plus udah dapat charger ke sama screen protector juga. Beda dengan A56 yang walaupun harganya udah turun masih di atas F7 tuh. Terakhir gua cek 6,1 juta untuk 12 plus 256. Buat yang kepo, gua cantumin produknya di video ya. Cuman walaupun gitu enggak bisa dipungkiri A56 juga punya daya tarik tersendiri ya. Terlihat dari penjualan mereka di Shopee Samsung Official kalau gua gabungin beberapa lebih dari 5.000 unit. Kenapa? Ya, sesimpel dari sisi brand Samsung sendiri yang lebih kuat di kalangan orang banyak. Terus kalau ngomongin teknis dikit, A56 ini punya performance oke, baterai awet, pengalaman pakai kamera yang secara garis besar gua lebih suka. Garis besar ya, bukan keseluruhan. Buat detailnya kalian balik lagi ke bagian kamera. Oke, terus apaagi ya? Dukungan e SIM, software update lebih panjang dan bebas iklan. Walaupun dari tes terakhir iklan di Poco F7 sih gua enggak ada ketemu ya. Cuma enggak tahu ke depannya bakal nongol lagi atau enggak. Cuma ya persepsi itu masih ada di HP Poco dan kalau mereka konsisten, enggak ada iklan, lama-lama pasti bakal hilang. Cuman gua penasaran nih, kalian lebih milih HP Poco yang enggak ada iklan dengan harga lebih mahal atau ada iklan tapi lebih murah? Coba kasih tahu di komen deh. Ya, intinya balik lagi ke prioritas masing-masing. Kalian lebih condong ke mana setelah lihat perbandingan tadi? Dan kalau dirasa video ini bermanfaat, jangan lupa gantian bantuin gua dengan like video ini, ya. Thank you.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...

















