Pilihan GAMPANG‼️ Samsung A56 vs vivo V50 (YouTube Video)
Oke, banyak banget yang minta gua bandingin kedua HP ini. Kira-kira dari berbagai topik yang gua bahas di sini, HP mana yang cocok buat kalian? Plus minusnya apa aja? Dan ini dia duel A56 lawan V50. Yuk, kita bahas. Oke, kalau ngomongin desain kedua HP ini bisa dibilang beda aliran. A56 HP boki dengan frame rate-nya. Sedangkan V50 lebih ke curve yang berpengaruh sama fil genggam. Untuk kenyamanan, V50 bisa gua bilang lebih enak tapi cenderung lebih licin. Sedangkan A56 genggamannya lebih kaku tapi gripnya lebih dapat karena frame flate tadi. Tapi di sisi lain karena frame A56 dari aluminium feel solidnya lebih berasa dibanding frame V50 yang dari plastik. Plus kalau diperhatiin bagian volume dan power button A56 ada sedikit tonjolan. Sedangkan buat bobotnya kedua HP ini mirip ya selisih 1 gr aja. Kecuali kalau kalian punya Vivo yang warna hitam bermaterial polikarbonat tuh yang punya berat lebih enteng 10 gr. Lanjut kita ke bagian belakang di mana modul kamera A56 sekarang ketiga lensanya dikasih frame yang ukurannya jadi lebih gede dan tebal. Sementara di Vivo masih mirip V40 dengan dua lingkaran. Satu buat kamera dan satu lagi aura light. Untuk material kedua HP ini sama-sama kaca tapi V50 berteeksture matte sedangkan A56 glossy. Yang mana lebih minim si jik jari itu di V50. Overall secara desain back, gua lebih suka di Samsung ya. Lebih bersih aja penampilannya dan frame aluminiumnya jadi nilai plus banget. Walaupun kenyamanan genggam HP tanpa cas masih lebih baik di Vivo V50. Lanjut kita ke layar yang perbedaan paling mencolok ada di bentuk nih. V50 pakai layar lengkung di keempat sisi, sedangkan A56 flat. Layar lengkung jelas bikin HP terasa lebih premium dan nyaman buat swipe pakai gesture. Tapi di sisi lain, layar flat lebih diminati buat para gamer tuh. Dan tambahan aja, kalau curve-nya V50 ini sebenarnya enggak semelengkung V40 ya. Jadi lebih mendekati layar flat juga. Dari segi bezel A56 sebenarnya punya basel yang lebih tipis dibanding tahun lalu. Tapi tetap kalau dibandingin sama V50 masih lebih tipis di Vivo karena kebantu sama layar lengkungnya tadi dan cenderung lebih simetris sih dibanding A56 yang dagunya lebih tebal. Tuh. Untuk ukuran layar mirip aja antara kedua HP ini dengan resolusi sama-sama full HD plus. Dan buat tingkat kecerahan yang gua tes langsung di outdoor berasa kalau Vivo ini lebih terang ya. Untuk perlindungan layar, A56 pakai Gorilla Glass Victus Plus di depan dan belakang. Sedangkan Vivo pakai Scott Diamond Shield, perusahaan Jerman yang masih satu perusahaan sama Zeong ke Vivo deh. Oke, mana yang lebih mantap? Chipset baru Exy 1580 atau Snapdragon 7 gen 3 yang udah dipakai Vivo di dua seri sebelumnya. Jadi, gua bakal ngetes antutu tiga kali. Geekbandch, 3D Mark, test download, rendering, sama storage ya. Jadi di Undut pertama A56 selesai duluan dengan skor R910.000-an. Terus beberapa detik kemudian V50 nyusul dengan selisih skor hampir Rp100.000. Habis itu gua lanjut jalanin dua kali Antutu dan bisa dilihat penurunan skor keduanya enggak terlalu signifikan di bawah 5%. Tapi untuk konsumsi daya terlihat jelas kalau A56 lebih tinggi berkurang 11%. Selisih 5% lebih hemat di Vivo. Untuk suhu keduanya tergolong aman nih di bawah 40 derajat dengan Vivo lebih adem sekitar 2 derajat. Oh ya, karena kedua HP ini punya kapasitas baterai yang beda, gua cantumin juga pengurangan dayanya dalam mAh. Lanjut kita ke Geekbandch. Terlihat lagi lebih baik di A56 dari single core maupun multiore. Dengan selisih yang lumayan juga tuh. Untuk baterai sama berkurang 1% aja dengan suhu beda tipis di 34 sampai 33 derajat. Habis itu kita benchmark lagi pakai 3D Mark Test yang hasilnya secara skor dan stabilisasi beda tipis. Cuman untuk suhu dan konsumsi daya A56 lebih tinggi lagi di sini selisih 2% untuk baterai dan 3 derajatan untuk suhu. Next kita tes download untuk file sekitar 1 gigan yang mana A56 bisa kelar duluan dengan V50 nyusul enggak lama. Terus biar lebih valid gua coba tes sekali lagi. Tapi kali ini V50 download duluan dan setelah 2 sampai 3 detik kemudian baru gua jalanin A56. Hasilnya kali ini malah V50 bisa selesai di luar. Jadi mungkin untuk tes download keduanya sama-sama baik. Dan dari file tadi gua lakuin rendering pakai Kin Master yang editannya gua kasih scale dan satu filter. Terus export dalam 4K30 dengan bit rate yang gua mentokin dan output hampir 2 gig. Hasilnya A56 bisa selesai duluan dan sekitar 1,5 menit kemudian V50 baru kelar dengan baterai yang berkurang 1%. Dan terakhir karena UFS kedua HP ini beda 3.1 dengan 2.2, gua juga lakuin storage speed test yang overall skornya selisih 15.000-an. Selisih angka ini lebih kecil ya kalau dibandingin sama R56 versus R36 kemarin yang mencapai Rp25.000. Dan perbedaan angka ini sedikit banyak bakal berpengaruh saat kita lagi buka atau loading suatu app. Nah, di akhir tes kita bisa lihat tuh untuk konsumsi daya Vivo lebih hemat sampai 8%. Selain kapasitas yang lebih gede, mungkin dipengaruhi juga sama suhu yang lebih adem nih. Walaupun secara performa enggak skincang A56. Terus enggak cuman lebih hemat daya dalam hal charging juga Vivo lebih cepat 90 watt berbanding 45 di A56. Terus gimana buat gaming? Dari tes gua sebelumnya di A56 buat Genin Impact HS60 dapat FS rata-rata di 45,2 ya dengan suhu yang cukup tinggi di 44,5. Untuk konsumsi dayanya sendiri termasuk normal selama 20 menitan main berkurang 9%. Habis itu buat Vivo V50 sendiri dengan settingan yang sama HS60 dapat FA rata-rata lebih rendah di 42,3 tapi dengan suhu yang lebih adem di 41-an derajat. Lama main juga sama 20 menitan dengan baterai berkurang 7%. Hasil ini enggak jauh beda ya dari tes benchmark sebelumnya di mana overall secara performance Samsung lebih baik tapi dengan suhu dan konsumsi daya yang lebih tinggi juga. Terus selain performance yang lebih baik, untung settingan games juga A56 lebih jauh ya. Salah satu contoh Mobile Legends settingannya bisa dapat ultra. Sedangkan V50 ini cuma di super ultra aja. Bet guys, kalau dirasa video duel kayak gini bermanfaat, boleh kasih tahu gua dengan like video ini ya. Dan subscribe juga buat yang belum. Oke, sebelum bahas kualitas foto video, mari kepoin dulu fitur-fitur kamera yang mana kedua HP ini sama-sama bisa pindah lensa depan belakang dan sebaliknya. Cuman sayangnya untuk Vivo cuma bisa di 1080p 30 aja buat 4K-nya enggak bisa dipilih nih sama gak mau pindah ke ultrawide juga sedangkan A56 aman-aman aja. Belum lagi gua cukup sebal sama Vivo yang mana zoom controlnya masih jadul gitu mesti di slide ya enggak bisa langsung loncat kayak A56. Kalau mau ke zoom maksimum 10 kali gini cukup lama tunggunya. Tapi kurang-kurangnya tadi dibayar Vivo dengan jarak pandang selfie-nya yang cukup luas bisa sampai 0,8 kali. Dan gak cuman difoto, tapi videonya juga enak banget buat nge-vlog. Habis itu selfie-nya Vivo juga ada autofokus yang bikin objek di depan lebih tajam dengan background yang ngeblur. Nilai plus banget nih. Nah, sekarang lanjut ke hasil fotonya yang mana buat selfie di Vivo kayak ada pemrosesan yang bikin muka kita lebih cerah gitu. Dan ini sesuatu yang bagus sih karena di Samsung kadang terlihat gelap. Kalau buat kamera belakang gua enggak terlalu bahas tentang warna ya karena Vivo cukup fleksibel dengan color profile-nya ada Vivit, textured ataupun ZZ natural. Dan semua foto yang gua shoot tadi itu pakai Vivit. Paling untuk beberapa kondisi foto di Samsung terlihat lebih gelap, sedangkan Vivo lebih cerah. Habis itu kedua HP ini bisa shoot makro. Cuman yang bedain di Vivo dia pakai lensa ultrawide ya dengan resolusi yang lebih tinggi 50 megap dibanding 5 megapel lensa makro A56. Terus buat foto portret, Vivo lebih fleksibel nih. Ada tiga fokaleng dan karena colab sama ZC, dia ada berbagai bok flare yang bisa dipilih. Buat hasilnya sama-sama bagus, tapi Vivo bisa kasih gambar yang lebih tajam dan skin tone-nya enggak terlalu flat kayaknya di A56. Lanjut kita ke video selfie yang secara skin tone lebih mendekati Vivo sih. Kulit muka gua di Samsung sedikit lebih coklat ya. Tapi untuk dnamic Samsung lebih baik. Cukup jelas kelihatan kalau langit di belakang masih berbentuk dibanding Vivo yang mulai keputihan. Terus satu lagi yang cukup disayangkan di Vivo adalah resolusi 4K-nya yang gak stabil, berasa goyang di sini. Dan hal ini juga kejadian buat kamera belakang ya. Saat gua lari goyangannya lebih berasa di Vivo dan saat jalan pun ada berasa endut-endutan. Cuma ini berlaku di 4K aja. Untuk 1080p-nya sama-sama aman. Kalau dari sisi gambar enggak tahu kenapa di video muka si Nyonya dan Bochi lebih putih nih. Masih terlihat natural di A56. Selebihnya mirip kayak fotonya. Nah, misalnya untuk ultrawide ini Vivo punya gambar yang lebih cerah dari A56 dan gua baru nge kalau ultrawide-nya Samsung lebih luas ya dibanding Vivo, termaksud fotonya juga. Dan next, gimana kondisi saat malam? Sekilas aja untuk ultrawide Vivo punya gambar yang lebih terang dan detailnya pun masih dapat. Mungkin karena resolusi 50 megapel ultrawide-nya berbanding 12 megapel di Samsung. Habis itu kalau buat white, Samsung sekarang lebih terang. Tapi menurut gua Vivo lebih balance di sini karena dalam menghandle cahaya lebih baik, pancarannya lebih minim. Sedangkan selfie kebalikan. Samsung lebih bisa meredam cahaya yang ada di belakang dengan kulit muka yang cenderung lebih flat dibanding Vivo. Lanjut ke video yang mirip kayak fotonya, Ultra Whide Vivo lebih cerah dan bisa meredam cahaya lebih baik. Sedangkan white-nya Vivo lebih gelap tapi dalam meredam cahaya masih tetap baik ya. Terakhir untuk selfie juga sama, muka sedikit lebih cerah di Vivo, tapi dalam menghandle cahaya di belakang Samsung sedikit lebih baik. Untuk detail muka pun gua berasa Vivo lebih baik di sini. Jadi mungkin kalau bisa gua rangkumin untuk foto gua lebih prefer Vivo ya. Mulai dari kualitas, fitur-fitur yang ada beserta kolaborasi dengan Z-nya. Belum lagi V50 ini ada dukungan aura Lite yang bisa kasih pencahayaan lebih merata. Sedangkan buat video, gua lebih condong ke Samsung sih. Sayangnya di Vivo itu ada keterbatasan di resolusi 4K-nya enggak bisa pindah lensa sampai stabilisasinya yang kurang tuh. Gimana? Setuju enggak? Oke, jadi Samsung A56 mereka ngenalin beberapa fitur AI andalan mereka yang disebut awesome intelligent. Tapi perlu diingat kalau ini bukan full galaxy AI kayak di seri fagship. Dan maksudnya gimana? Coba deh kalian chose tonton video A56 gua ini yang gua bandingin sama S24 FE. Beberapa di antaranya di A56 ada auto trim best face AIC lag read alloud dan circle to search yang ada juga kok di V50. Sedangkan V50-nya sendiri dia ada AI tranptis buat transcript recording, bisa translate telepon dan yang lagi kita lihat di layar juga. Terus ada AI live text buat ambil teks dari foto. Oh, sama satu lagi gua ada sempat bandingin tipis-tipis antara AI Eras 2.0 punya Vivo sama objek E eraser di A56. Untuk hasilnya kalau buat objek-objek simpel gini, kedua HP ini bisa nghapus dengan baik sih, tapi kalau udah cukup kompleks, Vivo lebih rapi dibanding Samsung. [Musik] Lanjut buat spek lainnya yang paling menonjol di Vivo adalah IP68 dan IP69. Jadi enggak cuman bisa dicelupin ke dalam air, tapi bisa juga disembur dengan tekanan yang cukup kuat. Buat Galaxy A56 cuma bisa celup-celup aja di IP6. Cuman selebihnya kalau gua lihat Samsung A56 lebih unggul sih. Pertama dukungan eIM yang belum ada di V50. Terus always on display yang beneran bisa always heptic feedback yang lebih baik di A56 plus dukungan software Android lebih lama 6 tahun berbanding 3 tahun di Vivo. Kalau buat UI-nya sendiri buat gua One UI masih susah dikalahin sih untuk Android tuh. Apalagi A56 ini udah pakai OneUI 7 terbaru dengan berbagai tampilannya yang fresh, terus fitur-fitur lengkap dan security-nya plus good luck. Tapi bukan artinya Fouage OS jelek ya. Buat detailnya kalian bisa tonton video gua yang bahas One UI 7 di sini dan Vantage OS15 di sini. Oke, sedangkan buat speakernya. Nah, kalau ngomongin harga untuk storage 256, si Samsung ini lebih mahal Rp200.000 ya. Tapi kalau kalian bisa manfaatin promo free upgrade storage dari Samsung tuh bisa dapat 8 plus 256 seharga 6,2 juta aja yang mana malah Rp300.000 sekarang lebih murah dari Vivo. Cuma perlu diingat untuk paket penjualan A56 dia enggak dapat charger, screen protektor, bawaan dan casing juga. Jadi kalau kalian belum ada butuh keluarin lagi tuh biaya tambahan yang total-totalnya mungkin Vivo yang bakal jadi lebih murah. Plus secara varian di V50 ini dia ada opsi 12+ 512 di harga Rp8 juta. Mengingat kedua HP ini enggak bisa tambah memori eksternal, jadi Vivo bisa kasih pilihan yang lebih fleksibel. Oke, jadi kalau bisa gua rangkumin lagi secara desain dan feel. Overall secara penampilan gua lebih suka di Samsung Plus dengan frame metalnya yang bikin HP-nya berasa lebih kokoh. Sedangkan Vivo lebih ngandelin kenyamanan saat kita ngegenggam HP-nya. Habis itu dari sisi layar buat gua pribadi layar langkung di Vivo dan bezel yang lebih tipis jadi nilai plus. Cuman kalau kalian aliran layar flat, Samsung bakal jadi pilihan yang cocok. Masalah basel yang tebal harusnya setelah pakai beberapa bulan ke depan bakal lupa sih. Kalau buat performance secara power A56 lebih sakti ya. Tapi hal ini juga dibarengin sama suhu dan konsumsi daya yang cukup tinggi. Belum lagi secara kapasitas mAh kedua HP ini sedis 1.000 ya. Jadi kalau kalian cari HP dengan power lebih gede ya A56. Sedangkan kalau prioritas kalian hemat daya ya V50 ditambah dukungan chargnya yang lebih cepat 90 wat. Habis itu buat kamera. Sebenarnya Samsung itu hitungannya udah bagus tapi ya udah bagus aja enggak kasih nilai lebih kayak Vivo dengan dukungan Z dan berbagai fitur terutama potretnya. Walaupun ada hal yang bikin greget di Vivo kayak stabilisasi di beberapa resolusi masih gempa. Buat detailnya balik lagi ke bagian kamera ya. Kalau buat spek lainnya, Vivo cukup tangguh dengan IP6 dan 69, sedangkan Samsung IP6. Cuman selebihnya gua bisa bilang Samsung cukup bersinar sih dari sisi software terutama, terus hpk feedback lebih baik, isim, dukungan software lebih lama dan lain-lain. Jadi kalau setelah nonton video ini kalian makin pusing, tenang, itu wajar ya. Masing-masing HP punya plus minusnya sendiri kok. Makanya sekarang kalian tinggal pintar-pintar aja buat memasak data-data yang gua sajiin di video ini sesuai sama preferensi, kebutuhan, dan budget masing-masing. Oke, semoga video ini mencerahkan dan ayo coba absen kalian tim A56 atau V50. Yeah.
Video Lainnya
Mendobrak smartphone kelas menengah, vivo Y500 tampil memukau dengan baterai monster 8100mAh. Visual AMOLED simetris dipadukan algoritma foto ala X300 juga...
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Langkah tidak biasa diambil oleh Jagat Review saat mendadak menunda ulasan mendalam untuk vivo X300 Ultra, kasta tertinggi ponsel flagship di tahun 2026. Di balik...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...


















