Pilihan Terbaik di Harga 3 Jutaan tahun 2025 ! (YouTube Video)
Buat kalian yang HP-nya mau ganti tapi gak ada referensi, tonton aja video ini karena kita bakal ngasih rekomendasi HP harga 3 JT yang udah worthed buat dimiliki. Ya udahlah ya, enggak usah sok berbakti. Selamat menonton yang takut sama logo Topi Jerami. Hai Andika, guys di sini. Jadi di video kali ini kita akan ngelanjutin video rekomendasi 2 jutaan kemarin. Karena kemarin banyak yang komen juga, "Bang, lanjutin Rp3 juta sampai R juta. Gila, banyak banget." Ya, kita lanjutin ke 3 sampai 4 jutaan dulu yang berarti 39 di atas R juta enggak kita masukkan ke list. Dan pastinya seperti biasa karena harga Rp3 jutaan itu banyak banget pilihannya, jadi kita filter. Filternya lumayan ketat tahun ini. Pertama, HP-nya harus baru, garansi resmi, terus RAM minimal 8 GB, storage 256 GB, dan kalau bisa sih harus 5G ya. Kalaupun dia gak 5G atau gak pakai Damin City ya, minimal dia punya selling point menarik yang lainnya. Dan langsung aja HP yang pertama. HP ini rilis di April 2025 namanya Infinix Note 50 S 5G Plus. Secara harga dia menarik banget sih. Harganya itu Rp3 juta kecil, Rp3.99.000. Nah, kalau misalkan kalian punya promo cashback, harganya pasti bisa di bawah Rp3 juta. Dan dengan harga Rp3 juta kecil ini secara desain dia mirip banget sama Note 50 series lainnya. Kalau yang pernah saya review itu yang 50 Pro ya. Desainnya itu cakep di kelas harganya enggak nora, enggak ikut-ikutan boba iPhone lagi. Dan desain di bagian depannya juga punch hole flat dan secara basel dia juga udah lumayan tipis. Layarnya pakai AMOLED 6,78 inch full HD plus. Refresh rate 144 Hz. Baterainya juga lumayan 5.200 m. Chargernya 45 wat. Kameranya juga lumayan nih 64 megap. Pakai sensornya Sony AMX 682. Selfie-nya 13 megap. Main kameranya itu bisa record 4K 30 fps, bukan 2K yang diupsing kayak biasanya grupnya transion holding ya. Fitur lain dia ada NFC, stereo speaker ada fingerprint juga under display, sertifikasi IP ratingnya 64. Kalau untuk performaan tutunya karena dia pakai diamond city 7300, jadi skornya itu ada di kisaran R00.000-an lah. RAM-nya juga udah 8 GB, tipenya itu LPDDR5X. Sayangnya untuk UFS-nya dia tipenya bukan 3.1 ya, tipenya itu masih di 2.2. Paling kalau kita ngomongin kekurangannya dia gak kayak Techno Camon 40 Pro sih. Dia sayangnya belum punya ultrawide. Lanjut ke H selanjutnya ada Techno Pova 5G bukan yang 4G ya. Yang 4G itu harganya R2 jutaan. Tapi untuk yang 5G dia sama pakai diam city 7.300 dan ada dua harga. Yang 8128 itu Rp2.900 dan yang 8256 di kisaran Rp3 juta kecil Rp3.199.000. RAM-nya juga udah 8 GB. LPDDR 5X juga storage-nya 256. Untuk layar sayangnya belum kedapatan yang AMOLED ya. Layarnya ini IPS walaupun resolusinya udah full HD plus, refresh r4 Hz tapi kan ya grupnya trans holding enggak Infinix. Di harga Rp3 juta kecil kan udah dapat AMOLED ya. Tapi entah kenapa di Techno 5G ini kita dapatnya masih IPS. Untuk min kameranya dapatnya masih oke di 50 megapel. Lensa lainnya bisa dibilang gimik lah ya. Terus untuk main video bisa record 30 fps. Selfie kameranya di 13 megapel. Nah, untuk baterai yang menarik di Teknopova yang 4G yang pakai LU 100 itu di 7.000 mAmp. Tapi untuk yang dimensity 7300 ini malah turun ya. Jadi baterainya itu di 6.000 mamp. Kalau untuk fast charging-nya sih sama dengan Technopova 4G di 45 watt. Desainnya juga mirip-mirip. Untuk performanya ya mirip-mirip karena dia sama-sama pakai diamond city 7.300 jadi di kisaran 700.000 1000 poin. Nah, kalau kita cobain untuk Gensin Impact lowest 60 fps yang maksimumnya bisa 45, average di 42, low-nya bisa di 38 fps. Kelebihannya desainnya cakep sih ya, finishingnya gaming, terus ada indikator light RGB juga. Performanya juga oke. Baterainya gede, ada sertifikasi IP64. Cuman kekurangannya ya di layar. Apalagi buat kalian pecinta OLED. Wah, IPS sama OLED itu jelas beda. Terutama di warna hitamnya. pekatnya itu beda. Bel kalau dibilang tebal enggak, tapi bagian bawahnya masih kerasa agak gimana gitu. Dan kamera menurut saya juga biasa aja untuk kelas harganya. Lanjut ke HP yang ketiga yang bisa dibilang ini HP R jutaan yang baterainya paling jumbo. Apa itu? IQ Z10. Baterainya itu di 7.300 mamp. Tapi walaupun baterainya jumbo secara chipset dia juga enggak yang dikompromi gimana gitu. Dia pakai Snapdragon 7S Gen 3 RAM 8 GB. storage 256 eh dia ada dua SKO sih yang 8128 itu di 3599 8256 di 389. Layarnya udah pakai AMOLED yang ini 6,77 inch full HD plus 120 Hz. Kalau untuk main kameranya di kelas harga segini mirip-mirip lah ya pada pakai 50 megapel. Terus min videonya juga bisa 4K 30 fps. Selfie kameranya lumayan gede untuk IQ Z ini di 32 megap. Sertifikasi IP rating-nya ini agak naik dikitlah. Kalau yang tadi itu IP64, ini di IP65. Dan untuk fitur fast charging-nya dia gede sih di 90 watt. Jadi udah dapat baterai jumbo terus dapat fast charging 90 watt. Itu nikmat mana yang kalian dustakan. Jadi buat kalian yang baterai itu adalah alasan utama kenapa kalian beli HP ya si IQ Z ini bisa jadi pilihan yang menarik. Dan kalian dua pakai Snapdragon 7S Gentry, antutunya itu lebih tinggi dibandingkan dimensity 7300 dengan skornya rata-rata itu di kisaran 800.000an poin. Kalau untuk main Gensin highest 60 fps maksimum bisa 55 fps, average-nya di 45, drop-nya itu cuma di 35 fps. Kelebihannya jelas ya, baterainya gede, awet. Desainnya juga selera sih desain itu. Tapi menurut saya walaupun baterainya gede, tetap bodinya tipis dan ringan. Fast charging-nya kencang 90 watt. Performanya juga kencang. Layarnya P OLED dengan basel tipis, brightness-nya juga gede. Ada fitur-fitur AI dari IQ dan sertifikasinya IP65. Nah, kalau kita ngomongin kekurangan, kekurangannya cuman single kamera aja sih. Yang lain itu kayak lensa bonus aja. Ultrawide-nya juga enggak ada. Selfie kameranya belum ada stabilizer. Speakernya mono dan dia ada always on display sih, tapi always on display-nya itu cuma yang 5 detik. Jadi harusnya diganti bukan always on display ya, 5 second display harusnya. Lanjut ke HP Rp3 jutaan. Tapi ini dibanding-bandingin sama HP gaming yang biasanya harganya Rp8 juta ke atas. Dibanding-bandinginnya itu sama ROG. Jadi kenalin ini adalah Infinix GT 30 Pro yang harganya pas video ini saya buat di 3889 untuk varian 8 GB 256 tapi cuma ada 1 SKU aja sih. Csetnya dia pakai Mediatek Damen City 8350 Ultimate yang skor AnTutunya untuk kelas under R juta. Ini gokil banget sih Infinix ya. Antutnya itu di 1,3 juta. Layarnya udah pakai AMOLED 6,788 inch. Refresh rate juga udah refresh rate standar HP gaming dengan 144 Hz. Min kameranya 108 megap wide, terus ada 8 megap ultrawide. Ya, min kameranya walaupun 108 tapi menurut saya sih biasa aja ya. Ultra-nya juga biasa karena memang segmentasinya si Infinix GT30 Pro ini lebih untuk gamers yang hardcore karena Infinite GT33 Pro ini punya solder trigger juga sama kayak ROG phone Phone dan juga punya fitur AI ketika kalian main game G Impact ada auto walking, ada auto skip dialog, terus ada auto pick up, auto run. Mirip banget sama ROG Food. Baterai lumayan gede lah ya di 5500 mAmp. Sertifikasi IP rating-nya 64, fast charging-nya di 45 watt, dan ada wireless charging juga. Gokil sih Infinix ya. Dan wireless charging-nya itu lebih gede dari punyanya iPhone loh di 30 watt. Fitur lain NFC ada, stereo speaker ada, Android display fingerprint ada. Dan kalau untuk kelebihannya jelas kalau kalian cari HP gaming budget terutama di Rp3 jutaan ya, Infinic GT30 Pro ini benar-benar masuk ke radar sih. Dia ada air triggernya. Kita bisa shortcut semua button-nya itu. Terus ada til control juga yang bisa kita shortcut dan customize. Fitur gaming-nya banyaklah. Ada bybass charging, terus ada AI gaming box juga. Kekurangannya di kamera sih. Kameranya ultraw-nya 8 megapel itu kayak cuman sekedar ya jarang saya pakai sih ya. Kayak sekedar cuma ada aja. Dan kadang ultrawide-nya ini autofokusnya itu nyangkut ya. Sama kayak anggaran. Jadi dari atas itu udah ada tapi ke bawahnya nyangkut. Lanjut ke HP yang unik. HP ini kenapa unik? Karena di harga under R juta dia masuk ke Dx Max dengan peringkat 24 kalau enggak 26 ya. Namanya adalah Techno Cemon 40 Pro 5G. Di seri yang R jutaan yang 4G aja kameranya itu udah cakep banget. Nah, kalau kalian pengin yang dapat cakep lagi bisa ambil yang Pro sih. Nah, yang suka pakai Techno Camenon 40 Pro ini K2 GS ya, Satis ataupun C itu kalau ke mana-mana pasti bawa Techno Camon 40 Pro ini dan mereka bandingin dengan HP-HP flagship kayak iPhone, pokoknya HP flagship lah. Dan ya memang sebagus itu Techno Camen 40 Pro itu kalau kalian carinya kamera. Nah, walaupun kameranya ini oke banget, tapi secara chipset juga enggak yang dipangkas gitu. Dia tetap pakai Diamond City 7300 Ultimate. RAM-nya juga tetap 8 storage 256. Terus dia pakai layar AMOLED Curve Full HD plus. Refresh rate 144 Hz. Min. Videonya bisa 4K 60 fps ya untuk kamera belakangnya. Gokil ini kelas under R juta. Selfie kameranya juga 50 megapel nge-wight dan dia juga bisa 4K juga. Baterai sih bukan yang paling gede kayak Teekno Pova, dia di 5200 mamp tapi fast charging-nya juga masih lumayan di 45 watt, enggak ada wireless charging. Fitur lain NFC ada, stereo speaker, terus under display fingerprint ada. Nah, kalau AnTutunya karena dia pakai diamond itu 7.300 jadi ya di range antara 650 sampai 700.000 poin. Gensin pack average FPS di 43, maksimumnya 60 fps bisa dot drop-nya di 35 fps. Kelebihannya jelas desainnya ini keren, tipis, dan ringan. Desainnya itu kayak kamera-kameract jadul, ada bypass charging juga dan fitur AI-nya juga lumayan banyak. Dan IP ratingnya di under 4 juta. Entah ini salah typo atau gimana karena kayak ini bener enggak sih ini IP rating yang biasanya ada di HP Flex IP 68 dan 69 biasanya itu di HP R5 juta ke atas gitu. Kekurangannya ya paling AUD-nya bukan yang always on display juga dia cuma 5 detik dan color akurasinya enggak sampai 100% sRGB ya. Jadi layarnya itu kalor gambutnya kurang. Terus dari sisi kamera tetap ada kelemahan. Kadang autofokus itu telat dan selfie kameranya itu noise waktu low light. Lanjut di HP yang keenam ada HP dari Samsung. Samsung Galaxy A26. Ini juga di launching kalau enggak salah April 2025. A26 ini masih pakai chipsetnya Samsung. Dia pakai Exyos 1380, RAM 8 GB, storage 256, dan layarnya pakai Super AMOLED khasnya Samsung ya, Full HD Plus dengan refresh rate 120 Hz. Kameranya 50 megapel, ada Ose yang lumayan ngat juga. POV-nya ada ultra wide 8 megap dan 2 megapel makro. Makronya sih bonus aja. Main videonya bisa 4K 30 fps. Selfie kameranya enggak gede kayak HB Cina, cuma 12 megapel, tapi ya hasilnya masih Samsung lah, masih oke. Baterai standar di 5000 mAmpz, terus supportnya cuma di 25 watt. Ya, fitur lain walaupun dia udah AMOLED tapi masih side mounted fingerprint. NFC ada IP rating-nya di 67 lumayan. Terus dan karena Samsung banyak yang bilang Samsung itu jualan software. Tapi memang benar sih ya software-nya Samsung itu untuk Android. Saya pribadi suka sih One UI itu memang menyenangkan. Apalagi Samsung lagi ngembangin yang namanya Samsung Wallet untuk di Indonesia. Ke depannya dia kerja sama sama BRI kalau enggak salah. Jadi nanti kalau misalkan kita mau bayar-bayar bisa pakai NFC-nya dari Samsung aja. Tempel di edisi, tempel di edisi dan beres. Nah, itu kalau misalkan semuanya udah terintegrasi dengan baik, wah orang sih karena saya tuh malas bawa dompet ya. Paling enak itu ya bawa HP NFC tak kan beres ya. Nah, si Samsung A26 ini kalau kalian carinya software yang memang benar-benar matang ya Samsung bisa jadi pilihan yang menarik sih. Untuk skor Anut-nya, Exyos ini juga masih lumayan dengan skornya itu di R00.000-an walaupun memang bukan yang paling kencang di kelas harganya. Genin Impact tapi masih bisa ngangkat lah. Average FPS di 40, maksimumnya bisa 50-an FPS dan drop-drop-nya di 30 fps. Kelebihannya jelas software dan update-nya panjang 6 tahun. Performanya bukan yang paling kencang tapi oke aja lah. Desainnya cakep khas Samsung. Baterainya juga lumayan awet. One UI-nya juga masih lumayan banyak fitur. Ada Samsung Knockf buat security. Kameranya juga bagus, IP67. Tapi kekurangannya desainnya itu masih water droprop walaupun harganya Rp3 juta gede ya. Tolonglah Samsung ya udah mulai tinggalin lah water drop ini pakai pansul aja biar terlihat lebih mahal gitu HP-nya. Terus ya jelas enggak ada charger single speaker terus refresh r-nya belum adaptif ya. Jadi ada pilihannya 120 atau 60, tapi dia enggak adaptif. Jadi kita harus nentuin secara manual. Lanjut ke brand yang comeback di Indo. Brand yang namanya HER. It's an HER. Wih, namanya HER 400 Lite 5G. Harganya sekarang di Rp3.994.000 lah ketika video ini dibuat. Dan untuk chipset dia pakai Mediatch Damity 7025 Ultra RAM 8 tentunya storage 256 yang skor Antutunya walaupun diamens City 7.000 tapi jangan disamain sama 7.300 300 ya karena skornya itu enggak sekencang itu dengan Anut-nya itu sekitar 400.000-an poin. Mirip-mirip sama Helio G200 di 460.000-an tapi ini versi 5G-nya lah. Untungnya layarnya udah AMOLED ya 6,7 inch 120 Hz full HD plus. Main kameranya si her ini 108 megap dan untuk ultrawide ada juga 5 megapel. Selfie kamera di 16 megapel dan untuk hasil kameranya untuk her sih masih lumayan oke sih di under Rp juta walaupun enggak seoke Cam 40 Pro. Baterai standar juga di 5.230 mz. Charger 35 watt. Fitur lain NFC ada, fingerprint ada. Kelebihannya ya desainnya aner banget, cakep. Kelihatan luxury. Terus ada kamera button juga. Layarnya bagus. Plus ada magic capsule. Magic capsule itu kayak semacam dynamic island dan ada magic portal juga dari her. Kalau kalian suka kayak multitasking cepat, under ini cakep sih. Terus fitur AI-nya walaupun under R juta juga banyak, sertifikasi IP ratingnya di 65. Kekurangannya paling di chipset ya. Chipsetnya kalau dibandingin HP Cina, tapi under juga HP Cina ya. Cina yang ke Huawei-Huawei-an lah ya, ke BUMN lah. Jadi bukan Cina yang kayak transing gitu ya. Performanya bukan yang paling kencang dengan antutunnya di R60.000-an terus kekurangannya kameranya belum ada OIS dan speaker juga masih munuk. Lanjut ke HP yang diinvest sama partai ya. Ini kalau kata sobat HP, HP ini hijau. Terus namanya P3, partai P3. Emang Mas Moldi itu cakep banget sih kalau bikin juks bapak-bapak ya. Saya lihat itu langsung ngakak gitu. Yap, jadi HP ini namanya Realme P3, harganya under Rp4 juta 3,99 dan dia pakai chipset Snapdragon 6 Gen 4. Cset yang lumayan baru juga dari Snapdragon dan RAM-nya ini yang paling gede di antara under 4 jutaan lainnya. RAM-nya ini 12 GB, storage sih 256 ya. Layarnya tipe AMOLED 6,67 inch full HD plus 120 Hz min. kameranya 50 megap bisa 4K 30 fps. Selfie kameranya 16 megap. Baterai juga lumayan ya di 6.000 mAp. Nah, untuk Antutu-ya lebih tinggi dibandingkan Diamond City 7300 dengan skornya itu di 765.000an poin. Gensin dia bisa average FPS 45 minimumnya atau dropnya itu di 30 fps maksimum ya bisa 60 fps. Fitur lain NFC ada, stereo ada, fingerprint under display ada. Fast charging-nya juga di 45 watt. Kelebihannya. Jadi, dia itu kayak speknya mirip-mirip sama Realme 14 5G, tapi harganya under Realme 14 5G. Ini termasuk ya kanibal juga ya sebenarnya. Jadi orang ngapain beli Realme 14 5G kalau udah ada Realme P3. Desainnya juga cakep, chipset dan performanya kencang, baterai gede plus awet. Kekurangannya sih masih ada kamera gimik, terus cooling-nya juga enggak sebagus Realme 14 5G. Base layarnya juga masih agak lumayan tebal. Okelah. Jadi itu tadi adalah delan total hadasi HP Rp3 jutaan. Dan kesimpulannya mana yang paling baik? Enggak bisa kayak gitu ya karena tergantung preferensi dan kebutuhan masing-masing. Contohnya kalau saya ditanya mana yang paling baik buat saya ya kalau misalkan di list ini sih saya pilihnya Techno Camon 40 Pro ya. Kenapa? Karena saya suka foto-foto dan saya adalah content creator yang sering posting. Kalau kalian lihat Instagram di KID aja upload-nya hampir tiap hari. Jadi saya butuh device yang bisa ngebantu saya buat kerjaan saya biar saya lebih produktif. Tapi kalau contohnya kayak Yanza. Yanza di belakang kamera. Jadi Yanza itu kalau misalkan sepulang kerja dari DKID dia oh cek online ya. Shopee Food. Shopee Food. Nah kalau Shopee Food ya dia yang bikin script ini ya. Dia katanya IQ Z10 yang paling menarik ya. Buat dia sih IQ Z10 karena baterainya kan gede ya R.300 dan fast charging juga. Jadi kalau dibuat untuk Grab online atau online apa sih guanya online gitu-gituan lah itu lebih enak di luar karena enggak harus ngecas terus. Terus kalau kalian sukanya gaming ya jatuhnya ke Infinite GT30 Pro itu bisa dibilang ROG Phone Killer ya karena gaming budget banget. Nah, sekarang kalian tinggal milih tuh dari racikan brand karena enggak mungkin brand itu bikin racikan yang sama. Karena kalau mereka bikin racikan yang sama ya salah satu pasti akan ya kalah gitu. Jadi mereka makanya bikin racikan beda-beda. Kalau misalkan brand ini ngeluarin kamera, brand ini baterai, brand ini layar, brand ini performa. Jadi kayak memang gitu racikannya. Itu dibeda-bedain antara hardware dan software biar ada pasarnya masing-masing. Kalau kalian punya budget Rp3 jutaan, kira-kira kalian bakal pilih mana? Kalau misalkan di list ini atau misal yang enggak diilis ini, kira-kira kalian pilih HP mana? Coba tulis di kolom komentar ya. Sik and see you on the next video.
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Pasar smartphone midrange di pertengahan tahun 2026 ini sedang menghadapi badai kenaikan harga yang kian tidak masuk akal, memaksa konsumen untuk ekstra jeli dalam...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
realme C100 membuktikan bahwa ponsel kelas menengah ke bawah tidak selalu harus berkompromi soal daya tahan. Di tengah persaingan pasar yang ketat, perangkat ini...

















