Pindah dari Vivo X300 Pro ke Samsung S26 Ultra : Keputusan Terbaik atau Kesalahan Fatal? (YouTube Video)
Mungkin S27 Ultra nanti bakal beda cerita ya. Tapi untuk sekarang jujur ya, pertama kali S26 Ultra rilase, saya tuh sempat skeptis karena berpikir bahwa ya paling akan sama seperti seri sebelumnya kayak S24 Ultra, S25 Ultra yang kerasa kelihatan mirip gitu loh. Tapi saya lama-lama jadi penasaran kenapa sih orang rela ngeluarin uang mahal harganya Rp20 juta lebih. By the way, lebih mahal daripada X300 Pro saya untuk beli handphone ini. Dan karena saya penasaran, saya beli juga. Ini saya pakai casing dari Cashfolia ya, by the way. Mantap. sekalian promo. Intinya adalah karena saya penasaran, saya beli juga dan akhirnya saya pakai berbarengan dengan X300 Pro yang saya pakai sejak launching. Nah, setelah saya pakai sekitar sebulan gitu, saya jadi paham kenapa pada akhirnya mereka rela mengeluarkan uang sebesar itu untuk handphone yang kata netizen jelek dan enggak menarik dan biasa aja [musik] itu. Saya akan cerita pelan-pelan ngopi dulu. Pertama soal SOC. S26 Ultra ini pakai Snapdragon 8 Elite Gen 5, SOC terbaru dan paling kencang dari Qualcom saat ini. Nah, X300 Pro atau X300 Pro saya pakai Dem City 95.500 dari Mediatek. [tertawa] Keduanya flagship, keduanya kencang. Tapi harus saya akui performa gaming S26 Ultra itu lebih baik. Nyaris enggak kerasa starter dan thermal managemennya menurut saya lebih oke. Untuk urusan performa S26 Ultra di kertas lebih kencang sih menurut saya. Jadi sorry to say jujur soal ini. Tapi yang paling bikin saya mikir dan terngiang adalah privacy display. Ini adalah pertama kalinya sebuah HP punya layar privacy yang beneran build in, bukan anti gores yang ditempel, tapi langsung ada di dalam panelnya sendiri. Cara kerjanya sederhana tapi jenius. Pixel-pikel di sisi layar dimatiin. Jadi orang yang lihat dari samping enggak bakal bisa baca apa yang ada di layar. Yang kelihatan cuma kalau kita lihat dari depan aja. Kalian bisa atur supaya otomatis aktif pas lagi ngetik password, buka notifikasi. atau aplikasi tertentu. Sebagai pengguna X300 Pro, saya enggak punya fitur ini dan saya baru sadar betapa sering saya nutupin layar HP pas lagi ada LRT atau di tempat-tempat yang ramai. Jadi secara enggak sadar ternyata saya tuh butuh banget fitur ini. Dua jempol lah buat Samsung. Terus soal AI, Samsung sangat sangat sangat sangat sangat lima kali tuh serius. Di bagian ini ada fitur yang namanya now notch yang kasih saran kontekstual dari percakapan. Misalnya otomatis ngajakin nambah event ke kalender, share foto, atau cari lokasi tanpa harus pindah-pindah aplikasi. Ada juga foto assist yang sekarang bisa nambahin objek ke foto, enggak cuma ngapus doang dan bisa ngubah suasana foto dari siang jadi malam. Di X300 Pro fitur II-nya emang ada, tapi lebih fokus ke kamera. Samsung tuh mainnya lebih jauh gitu, produktivitas, kreativitas, semuanya dicaplok sama dia. Jadi untuk urusan AI menurut saya Samsung masih yang terbaik sih. Terus ada S Pen ya. Styless ini masih nempel manis di dalam body, tersimpan rapi di slotnya. Saya tahu ini bukan untuk semua orang. Saya sendiri mungkin jarang pakai atau bahkan hampir enggak pernah pakai sejak HP ini dibeli. Tapi buat yang kerja di bidan kreatif, desainer, orang yang suka nulis tangan di HP, ini [musik] hal yang enggak ada di X300 Pro. Dan jangan lupa hal yang penting yaitu ekosistem. Samsung itu punya Galaxy Ring, Galaxy Watch, Galaxy Buds, Galaxy Tab. Semuanya bisa nyambung mulu satu sama lain loh. Kalau kalian udah all in atau udah nyemplung total ke ekosistem Samsung, S26 Ultra ini ya anggap aja kayak puzzle yang lengkap lah. Satu lagi yang saya harus akui, Samsung dikenal punya nilai jual kembali yang lebih tinggi dibandingkan brand Android lainnya. Dan untuk update software-nya panjang banget. 7 tahun OS update. Vivo X300 Pro masih lebih pendek dari itu yang pasti. Jadi dari sisi investasi jangka panjang, S26 Ultra menurut saya lebih aman ya. Pokoknya pakai HP ini tuh nyaman banget menurut saya. Nyaris enggak ada komplain secara user experience. Saya juga mau share satu hal soal bagaimana integrasi antara dua handphone ini terhadap macOS yang memang saya pakai. Pertama soal Samsung saya suka banget karena dia terintegrasi langsung tanpa harus pakai aplikasi tambahan. Sedangkan si FIFA X300 BR kita harus nginstal aplikasi dulu namanya Office kit supaya kita bisa transfer ke macOS. Nah, kalau sudah percaya kita harus lihat ya. Misalnya saya mau ngirim foto video ini. Kita pilih ke share di sini nanti langsung muncul Mac dan di Max-nya langsung muncul. Artinya apa? Artinya langsung terintegrasi tanpa ada aplikasi tambahan. Sementara kita eh salah saya pikir touch screen. Kita save dulu sementara untuk eh Vivo kita coba share. Pilih Vivo Share. Di sini kita pilih send to computer. Nah, dia langsung ngetransfer. Waduh, kok gelap. Nah, jadi sebenarnya sama-sama cepat, sama-sama enak buat e media file ke macOS. Tapi memang S26 unggul karena enggak perlu ada tambahan lagi eh aplikasi-aplikasi buat bisa support dan ngirim file ke MacOS. Sementara Vivo dia harus nginstal Office Kit. Nah, tapi ada downside-nya. fokusnya ngacau nih downset-nya kecepatan transfer Vivo itu lebih cepat dibandingkan Samsung. Dia ini ngirim duluan ya, tapi lihat lama sekali ngirimnya. Sementara si Vivo yang ngirim belakangan, lihat progresnya sudah hampir setengahnya. Padahal saya mengirimkan file yang sama. Maksudnya sama-sama diambil menggunakan e handphone yang sama dengan file size yang sebenarnya mirip gitu. Jadi, dua handphone ini menurut saya sama-sama enak dipakai di ekosistem Apple. Eh, kalau ini harus ribet sedikit di awal untuk instal aplikasi. Kalau ini sudah terintegrasi langsung dengan macOS. Kalau saya pribadi ee ini enak karena kalau ke handphone lain, ke iPhone dan lain-lain dia bisa langsung ngirim file. Mantap Samsung. Sekedar informasi tambahan, ukuran fil sama yaitu dia 8K eh 1 GB dan ini juga 8K. File size-nya juga sekitar 1 GB. Jadi untuk kecepatan baca eh kecepatan kirim Vivo lebih unggul. [tertawa] Lucu dah. Tapi semua itu kayak lagi ngelihat rumput tetangga yang lebih hijau gitu karena dari jauh itu kelihatan segar gitu. Tapi pas saya balik lihat rumput sendiri, ternyata ada banyak hal yang bikin saya tetap betah di rumput sendiri dibandingkan rumput tetangga gitu. Sekarang saya akan ngebahas bagian yang enggak kalah penting yang mungkin kalian juga harus tahu. Bukan negatif, bukan minus, tapi lebih kepada alasan kenapa saya berpikir bahwa X300 Pro saya lebih baik daripada Samsung Galaxy S26 Ultra ini. S26 Ultra punya empat kamera belakang. Kamera utama 200 megapel, ultrawide 50 megapel, telefoto 50 megapel, dan telefoto 10 megapel dengan zoom optik 10 kali. Kedengaran keren kan? Sabar dulu kisanak. Saya punya beberapa foto yang saya ambil menggunakan Samsung Galaxy S26 [musik] Ultra. Berikut fotonya. X300 Pro punya kamera telefoto 200 megapel dengan sensor 1 per1,4 inch. Sensor paling gede yang pernah ada di kamera telefoto HP manapun. E setidaknya untuk sekarang ya. Terus dia juga udah pakai lensa ZIS yang udah kebukti performanya. Hasil zoomnya tajam, detail, dan warnanya sangat-sangat zai sekali. Natural tapi berkarakter. Anjay. Kedua HP ini sama-sama bisa merekam video hingga resolusi 8K di 30 fps. Saya tahu enggak semua orang pakai resolusi setinggi ini karena selain ukuran file yang gede banget, ngedit file 8K itu setengah mati ya, butuh spesifikasi yang tinggi banget ya. Minimal flagship lah. Sebentar. Alhamdulillah. Jadi eh menurut saya pribadi alasan kenapa brand ngasih kemampuan 8K di smartphone mereka salah satunya ya mungkin untuk marketing karena punya kemampuan sebentar kok saya bersihin mulu eh alhamdulillah maaf guys bersin mulu salah satu salah satu alasannya ya karena buat marketing karena gimanapun juga yang punya kemampuan bisa merekam 8K K punya nilai jual lebih dibandingkan yang enggak punya kemampuan merekam 8K. Ah, bersin terus. Ah. Eh, intinya adalah kedua handphone ini sama-sama ee bisa merekam video sampai resolusi 8K. Untuk kualitasnya kalian bisa lihat sendiri. Cuacanya bagus hari ini ya. Udah berapa hari nih tidak hujan cerah alhamdulillah. Jadi bisa beraktivitas seperti biasa walaupun panasnya luar biasa tapi harus selalu syukuri, Guys. Begitu. Jadi ee untuk stabilisasi di resolusi 8K saya mencoba berlari-lari kecil. Sama-sama stabil, sama-sama bagus menurut saya. Jadi sama-sama oke, mantap. Perihal kamera depan juga kedua HP ini berbeda. Di mana kalau kita lihat kamera dari Vivo X300 Pro ini punya vokal yang lebih lebar yaitu 20 ml dibandingkan si Samsung Galaxy S26 Ultra. Walaupun keduanya sama-sama bisa merekam video 4K di 60P dan keduanya sudah autofokus. Jadi untuk bikin konten menggunakan kamara depan kedua handphone-nya sudah sangat-sangat reliable ya. Walaupun kalau kalian lihat karakter dari kulitnya sedikit berbeda. Ini selera sebenarnya sama-sama enak dilihat, sama-sama natural, enggak berlebihan prosesnya. Enggak bikin saya jadi super ganteng banget. Kondisi beautification-nya saya matikan. Jadi untuk kamper depan saya merasa keduanya bagus. Kamera Samsung Galaxy S26 Ultra sangat reliable. Itulah kenapa handphone Samsung Galaxy Ultra ini lama dipakai sama Moldi sebagai senjata utama bikin konten. Kayaknya bertahun-tahun deh dari du S23, 24, 25 kalau enggak salah. Beliau enggak pakai iPhone karena ngerasa S26 Ultra udah bagus. Nah, sekarang si X300 Ultra keluar dengan autofokus karena XT X200 Ultra kalau enggak salah dia enggak autofokus. Itulah kenapa di seri ini sudah bagus. Jadi kalau ditanya mana yang lebih bagus antara S26 Ultra atau Xasu Pro, saya bar jemput Ultra karena yang ultranya baru keluar ya. Saya rasa dua-duanya bagus dan saya tidak ada keraguan, tidak ada eh perbedaan antara kualitas di kamera depan. Jadi kalian boleh menentukan lebih suka yang mana antara S26 Mutra atau S300. Jadi intinya eh sama-sama merekam lock, sama-sama merekam di eh settingan paling tinggi yang bisa dilakukan oleh kedua smartphone ini. Untuk kualitasnya kalian bisa lihat sendiri mana di antara kedua footage ini yang paling detail dan paling minim noise-nya. Karena masalah dari ee pengambilan gambar menggunakan smartphone di kondisi cahaya yang tidak ideal biasanya sangat mudah untuk muncul noise. Jadi kalian bisa simpulkan sendiri. Dan kalau kalian mau naik level, ada fotografic kit dengan telefoto X standar 2,35 kali yang bisa dipasang langsung ke X300 Pro ini. Kitnya lengkap. case-nya dengan kick stand, gripnya dengan baterai tambahan 2300 mAh. Ada lens attachment, adapter ring 52 mm, dan tali strap. Ini bukan aksesoris biasa ya. Ini tuh kayak ngubah HP kita jadi kamera beneran. S26 Ultra enggak ada yang kayak gini. Kalaupun ada, itu bisa dipastikan dari pihak ketiga, tidak dikembangkan oleh Samsung sendiri. S26 Ultra support charging 60 watt pakai USB type C dan chargernya pun enggak ada di dalam paket penjualan. Sementara X300 Pro udah di 90 watt wire charging dan 40 watt wireless charging. Secara angka Vivo X300 Pro menang telak. Tapi dalam praktiknya Samsung justru terlihat lebih baik. Gimana menurut kalian? S26 Ultra dijual mulai dari R4 jutaan untuk versi 256 GB. Dan dengan harga segitu [musik] kalian dapat apa? Upgrade yang kerasa enggak signifikan, charger yang enggak dikasih, dan beberapa fitur baru yang jujur enggak semua orang bakal pakai setiap hari. X300 Pro jauh lebih murah, bisa beda sampai R jutaan dan kalian akan dapat kamera yang beberapa reviewer bilang terbaik di kelasnya untuk sekarang. dan fleksibilitas fotografi kit yang punya nilai tersendiri buat para [musik] content creator. Jadi, sebagai pengguna Vivo X300 Pro, gimana sih saya ngelihat Samsung Galaxy S26 Ultra ini? Mm, saya ngelihatnya sebagai HP yang bagus banget untuk orang yang udah lama di ekosistem Samsung, yang butuh S Pen, yang mau semua fitur AI Samsung, dan yang pengin privasy display pertama di dunia, jujur ini HP bagus banget. Itu semua sangat-sangat worth it menurut saya untuk dibeli. Oh iya, satu lagi, Samsung berhasil ngeracik software mereka jadi lebih optimal. Terbukti baterai kecil di Samsung S26 Ultra ini bisa dibikin irit banget, coy. Bahkan jujur ya, iritnya itu bisa 111 sama X300 Pro saya yang baterainya jauh lebih gede. Tapi buat saya pribadi ya masih belum cukup buat bikin saya akhirnya pindah tanda kutip agama. Kamera S300 Pro masih lebih bisa diandelin menurut saya, chargingnya lebih cepat dan rasanya saya masih ngerasa dapat hal yang saya butuhin dari sebuah smartphone di X300 Pro ini. Video ini sama sekali tidak menjelaskan kalau S26 Ultra itu jelek. Ya, saya bahkan berani jamin ini seri S terbaik yang pernah mereka buat. Super nyaman, super aman, super tenang. Tiga hal yang enggak dimiliki sama HP lain. Bahkan termasuk sih X300 Pro punya saya. Mungkin S27 Ultra nanti bakal beda saya masih betah di sini. Oke, jadi itu aja cerita saya soal pengalaman saya menggunakan si Samsung Galaxy S26 Ultra dari perspektif pengguna Vivo X300 Pro dan semua yang saya rasakan sudah saya tuangkan di video ini dan kalian bisa simak dan jadikan referensi apa kalian akan beli handphone ini atau mungkin tertarik untuk beli X300 Pro. Klik tombol like kalau kalian suka dengan video ini dan kita akan ketemu lagi di video berikutnya. Ironomit dan adios.
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Langkah tidak biasa diambil oleh Jagat Review saat mendadak menunda ulasan mendalam untuk vivo X300 Ultra, kasta tertinggi ponsel flagship di tahun 2026. Di balik...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Tren ponsel pintar berdimensi ringkas kembali mencuri perhatian lewat kehadiran vivo X300 FE, sebuah perangkat kompak yang digadang-gadang menjadi idaman baru para...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pertarungan supremasi fotografi seluler tahun 2026 akhirnya mencapai klimaks melalui benturan dua raksasa: OPPO Find X9 Ultra dan vivo X300 Ultra. Lebih dari...


















