PLUG IN HYBRID TERMURAH KINI DIPEGANG JAECOO J7! (YouTube Video)
Kemarin waktu gua di Malaysia pas 1 million Journey, sering banget lihat mobil ini di jalan Jau J7. Banyak banget. Mungkin mobil Tiongkok yang paling banyak di jalan itu di Malaysia tuh ini. Tapi yang banyak di sana itu bukan yang tipe SHS. Karena yang SHS itu di launching-nya tuh enggak lama juga sama kayak di Indonesia. Mereka itu udah punya tipe yang 1500 cc turbo yang sama dengan Cherry 38 premium yang gua pakai buat overland. Terus akhirnya sekarang SHS keluar dan speknya juga sama persis kayak Tigo8 yang CSH. Dia punya penggerak depan mesin 15500 cc turbo PHV plugin hybrid electric vehicle di mana kalau kita nyolok listrik itu bisa jalan 90 km tanpa harus keluarin bensin sama sekali. which is good. Dan gua senang banget dengan PUV karena kita punya mobil bensin, mau keluar kota dadakan bisa dan kalau kita lupa ngecas di rumah besok mau langsung ke kantor gitu ya, wah habis enggak bisa jalan. Tenang, enggak kejadian di sini. karena dia tetap punya mobil bensin dan kalau misalkan bensinnya full terus juga listriknya full itu bisa jalan sampai 1300 kilo tanpa harus ngecas dan ngisi bensin lagi. Jadi panjang sekali karena meskipun dia PUV dia punya tangki bahan bakar yang gede 60 L dan kalau ngomong spesifikasi dia kurang lebih sama kayak CR 38 CSH cuma bedanya yang sana seven seater yang ini five seater dan desainnya juga sangat berbeda. Enggak semua orang suka sama 38 CSA, tapi desain yang ini gua suka banget. Ini ganteng banget ini ya. Jack-nya kita copot, kita ganti di atas ini tulisnya Range Rover. Kayaknya orang percaya deh karena emang desainnya Range Rover banget dan tim yang ngedesain mobil ini itu adalah timnya Jaguar Land Rover juga makanya ada kemiripannya. Kalau Hyundai Palisate gitu kan yang baru kan di Range Rover Range Roverin, tapi sebenarnya enggak ada hubungannya, cuma terinspirasi aja. Kalau yang ini gak cuma terinspirasi, tapi memang yang desain juga dari Jaguar Land Rover. Jadi kalau misalkan Jaguar Land Rover mau bikin e brand yang lebih murah gitu kayak Nissan bikin dutsun Toyota ada Dehatsu-nya. Nah, ini mungkin Dehatsu-nya versi Jaguar Land Rover, tapi enggak Daihatsu juga kali ya. Semurah-murah Jaguar Land Rover tetap aja enggak murahan. Jau ini harganya R99 artinya R500 juta kurang Rp1 juta. Dan lihat deh desain depannya cakep ya. Di sini ada lampu tapi ini cuma DRL. sama buat lampu sein. Lampu utamanya ada di bawah sini dan atas bawah ini sudah pakai projecttor ya. Lampu malamnya juga cukup terang jadi enggak perlu di-upgrade. Sama di sini ada lubang ini beneran dia akan tembus ke belakang buat nambah aerodinamis jadi lebih bagus. Dan enggak cuma itu, yang bikin Jumawa adalah nih lihat deh ke dalam sini crash Impact Beam depannya itu kelihatan dan warnanya silver. Ini kalau dari bahan ya kayak yang dipakai sama Mercedes-Benz atau BMW. Kalau kalian pernah lihat Mercedes-Benz BMW tabrakan gitu kan. Depannya kan crash Impact Beamnya tuh kalau mobil Jepang biasanya sewarna body atau warna hitam. Ini kayak logam setebal ini ditaruh depan dan bikinnya kayak berasa aluminium. Mungkin bahannya kayak semacam aluminium atau semacam, tapi ini kuat banget. Dan di depan pun juga lengkap radarnya ada di atas ada kameranya jadi adasnya sudah lengkap. Nah, sekarang kita ke samping yuk. Nah, ke samping kita dapat ban Kumho dan ini ukurannya 23550 R19. Nah, terus ke samping lagi mirip kayak Range Rover Evo ya. Ya enggak sih? Garisnya di sini, bodinya juga mirip dari samping. Nah, cuma kita tuh dikasih aksen di bagian gini ada garis sama ada titik-titik gitu kayak equalizer kayak bagian depannya. Nah, sama dia punya gagang pintu itu yang bisa keluar masuk ke dalam seperti ini. Nah, kalau misalkan kita kunci nanti dia akan nutup. Kalau misalkan tabrakan nanti dia juga akan kebuka secara otomatis biar gampang dibukanya. Dan kalau kita buka, nah dia akan kebuka seperti ini. Ya, keren sih, cuma gua lebih suka yang handle pintu biasa sih, enggak mekanikal. Terus kita lanjut ke belakang ini. Kalau kita buka ya, se di sini ada colokan dan ada CCS2 ya. Jadi kalau misalkan kita nih lagi ke Bandung ya pasti 90 km enggak cukup dong. Kita mampir ke SPKLU buat makan siang ya kan atau kita mau salat dulu atau apa bisa colok. Nah, pulang pergi bisa enggak usah pakai isi bensin. Nah, tapi ada caranya gimana biar kita bisa pakai EV mode terus. Karena kalau baterainya sudah mau habis g sekitar 20%an, dia akan switching ke mesin hybrid, gak jadi PUV lagi. Oke, ke belakang. Nah, desain belakangnya seperti ini. Biasanya beberapa mobil rameai ya. Oh, emblemnya di mana-mana dan kawan-kawan SHS gitu kan. Ini enggak nih. Lihat desain belakangnya clean, simpel, Eropa banget ya. Lampunya juga lucu sama logo Jaekunya ada di dalam kacanya ini ya. Nah. Nah, terus wah enggak ada weer belakangnya nih. Oh, tenang aja. Ada dong. Tapi naruhnya di bagian atas ini jadi dibikin clean. Dan spoilernya juga paduadannya pas. Enggak ada desain yang nora-nora gitu ya. Semuanya dibikin padu padannya pas. Bahkan nih ya detailnya ini merah. Di atas sini ada merah lagi sedikit. Sama logo J7-nya cuma ada satu di sini doang. Jadi enggak ada emblem aneh-aneh. Udah clean seperti ini. Tapi kalau kita lihat belakangnya berharap ada knalpot enggak ada. Karena meskipun dia plugin hybrid ya, ada mesin bensinnya sama dia enggak dikasih knalpot. Nah, sekarang gimana bagasinya? Mari kita lihat. Ini dia bagasinya enggak gede-gede amat sih, cuma segini aja. Dan kalau kita buka di bawahnya ada tempat penyimpanan cukup besar. Bagian sini kanan sama ya di tempat sinilah. sisanya kalau dibuka kita akan menemukan tuh ada baterai 12 volt sama ada electronic control modul buat si baterai plugin hybrid-nya. Tutup lagi. Nah, dapat ker juga bawaan dari sananya. Bahkan kalau misalkan kita beli yang Adventure Edition kalau enggak salah dasoris-nya berapa R jutaan kalau enggak salah ya. Kita dapat proyektor di belakang buat nonton. Wii, cakep ya. Ini nyala ya AC-nya nyala nih sampai ke sini. Dan seperti mobil-mobil Eropa ya, lihat dong ini hooknya dia pakai metal seperti ini. Ada satu, dua, 3, dikali aja jadi en. Ada banyak sama kalau menurut kalian masih kurang, di sini ada gantungan lagi ya. Maksimum 3 kg ada colokan 12 volt sama di sini ada lampu ya. Jadi kalau malam dia akan nyala termasuk yang di sini nih ada lampu juga jadi enggak dikurang-kurangin sama Jacku. Nice. Nah, di sebelah kiri ada tempat buat ngisi bensin. Tapi buat ngisinya itu kita masih pencet tombol yang ada di dalam. Enggak bisa langsung. Suspensi belakangnya dia sudah pakai multilink ya. Jadi dia sudah independent bukan pakai torsion beam lagi. Terus ke bagian atas dia ada roof rail. Ini beneran bisa dipakai bukan cuma aksesoris ya. Dan dia tuh atasnya dibikin full black ya. Jadi kayak two tone color. Ke atas juga sama. dia hitam dan ada panoramic sunroof-nya. Kalau tulisannya Jau diganti Land Rover atau Range Rover mungkin orang bisa percaya loh. Yuk, sekarang kita masuk ke dalam. Nah, sekarang kita masuk ke dalam interiornya. Dan bisa kalian lihat di sini warnanya hitam ya. Jadi emang dibuat itu elegan dan rasanya itu mewah sebenarnya. Kalau kita lihat nih door trim-nya ya, pemilihan materialnya itu juga bagus-bagus. Di sini tuh empuk-empuk ya, sampai ke sini juga empuk. Dan ini tuh kalau kalian pikir plastik keras bukan. Di sini juga kayak kayak semacam kulit dengan pattern bawahnya ini juga empuk lagi sampai ke sini juga empuk. Jadi pemilihan materialnya itu bagus banget. Build quality dan fit and finish-nya juga bagus. Dan ketika kita duduk di belakang ini juga rasa kursinya tuh pas gitu. Jadi dia punya kursi bagian kakinya masuk ke dalamnya pas ya. Ini juga dikasih tongolan dikit tuh biar kita tuh duduknya pas gitu. sama kita bisa buka. Nah, santan tangannya bisa dibuka sebelah kanan, kirinya bisa kepakai. Power window-nya itu bentuknya seperti mobil-mobil kekinian yang canggih-canggih ya. Cuma gua kurang begitu suka sih karena kalau dibuka itu dia tuh kebalik ke depan dan buat naikinnya ke belakang. Nah, seperti khas dari mobil Cherry Group untuk bangku bagian tengah ini dia tuh pintunya selalu ada indikator. Kalau misalkan kita buka ada mobil lewat atau motor lewat dia kayak nyalain merah-merah gitu. Tiit ada bunyinya. Nah, di sini juga ada dan audionya itu juga sampai ke belakang. Jadi, twitter-nya ada di belakang sama untuk midbass-nya ada di sini. Dan untuk subwover dia juga ada di belakang. Terus kalau menurut kalian kursinya terlalu tegak, nah dia tuh ada dua step ya. Jadi kita bisa pencet lagi mundurin ke belakang seperti ini. Nah, duduk akan jadi lebih nyaman. Headro lega, leg room lega. Cuma sayang AC-nya di bagian sini itu dia tuh lebar dan hembusannya kencang. Nah, cuman kita enggak bisa jadi individual. Jadi dia cuma bisa diatur ke kiri ke kanan, enggak bisa dibagi dua gitu loh. Atas bawahnya juga sama. Jadi sayangnya ini cuma satu nih. Kalau bisa bikin dua kanan kiri gitu ya pas lagi panas banget gitu kan pasti nyebelin dong. Nah, ini dia cuma ada satu aja. Kalau buat duduk menurut gua rlinenya udah pas, tapi kalau misalkan dia bisa dibikin lebih rebah lagi buat tiduran itu pasti lebih jos. Yuk, sekarang kita ke bagian depannya. Nah, sekarang kita masuk ke dalam interiornya. Aduh, dan seperti yang kalian lihat ya, interiornya itu juga mirip-mirip ala-ala Jaguar Land Rover. Dia tegak, kaku, terutama warna hitam gini tuh rasanya jadi kayak mobil yang serius kayak buat pebisnis kelas atas lah. Kemudian untuk pemilihan materialnya ini juga bagus ya. Kita lihat di atas ini empuk, bagian sini juga empuk. Ya, ini tuh bagian bawahnya kayak ada pattern. Dia tuh sebenarnya kayak black piano ya, tapi karena dia bikin ada garis-garisnya ini enggak ganggu gitu. Ini bisa dicontoh. Soalnya kalau dia cuma black piano doang ini pasti bakalan banyak fingerprint kotor gitu. Tapi ketika dikasih pattern kayak gini jadi rasanya pas gitu. Dan bagian sininya juga sama build quality-nya tuh kuat, dia enggak goyang-goyang ya. Bagus. Begitu pula dengan layarnya juga sama dia enggak retel enggak apa, semuanya solid. sampai ke sini aja tuh dia solid, enggak bunyi-bunyi kalau kita pegang, which is good. Cuman khas mobil dari zaman sekarang yah, layarnya besar tapi tombolnya banyak yang hilang. Gua sebenarnya suka-suka aja kalau mobil punya layar besar, cuma masalahnya enggak semuanya harus dimasukin ke layar. Tetap harus ada tombol-tombol fisik. Beberapa tombol yang hilang di mobil ini kayak misalkan buat atur spion itu enggak ada tombolnya lagi. Jadi, kalau kita mau atur spion tinggal tarik dari atas ya. Oh. bukan yang sebelah kanan. Kemudian kita pencet mirror adjust. Nah, baru kita bisa atur spion yang sebelah kanan. Tombol yang dibuat yang sebelah kanan yang sebelah kiri untuk yang sebelah kiri. Sebenarnya dia udah bisa jadi satu sama memory seat ya, tapi tetap aja ya menurut gua lebih baik pakai tombol fisik dibandingkan dengan pakai touch screen harus dipencet-pencet lagi jadi kelamaan gitu. Nah, di sini tuh kita punya wireless charging 50 watt. Ada kipasnya di bagian bawah sini. Jadi, kalau misalkan wir charging kan biasanya bikin panas kan. Nah, ini jadi enggak panas karena ada kipasnya. Sebelah kanan ada tempat naruh HP tapi enggak ada wire charging-nya. Dan dipegang ini bahannya blurw-nya bagus ya. Jadi emang kalau untuk bahan-bahan itu bikin naksir sih. Kita buka nih. Nah, bukanya soft opening lumayan besar. Ada tempat buat naruh pulpennya dan di bagian tengah sini ada tempat penyimpanan juga cukup besar ke dalam dan ada pendinginnya. Jadi ada AC-nya masuk ke sini lubangnya. Kalau kita ke bagian bawah sini ada tempat penyimpanan juga cukup besar. Oke, yuk sekarang kita mau jalan-jalan sambil kita ngomongin rasanya mobil ini gimana sih pas kita bawa jalan. Let's go. Jadi, yang paling menyenangkan dari mobil ini adalah dimensinya ya. Karena dia kan punya spesifikasi tu yang mirip-mirip kayak 38 CSH. Kayak misalkan tenaga mesinnya, range-nya, otomatis konsumsi bahan bakarnya pun juga mirip. Dan 38 CSH gua enggak ada komplain, mesinnya bagus, super halus ya. Semua hal yang bagus dari TIG8 CSH itu ada di mobil ini. Tapi TIG8 CSH itu buat beberapa orang itu lebar dan panjang. Di mobil ini enggak. Jadi dimensinya panjangnya 4,5 m dan lebarnya 1865. Jis buat gua ya itu pas banget pas kita duduk gitu ya, kita pegang setir ya, everything feels right. Jadi semuanya itu terasa pas gitu ya. Posisi duduknya bagus, ergonomi kursinya juga bagus. Pas kita ngerasain pedal remedal gasnya itu juga pas sama kaki kita. Naruh tangan sebelah kanan pas, sebelah kiri pas. Jadi buat kalian yang buat nyetir tiap hari ya ini posisi duduknya menurut gua pas banget. Jadi secara ergonomi ini terbaiklah dibandingkan dengan saudaranya gitu. Dan tombol-tombolnya juga sama gitu. Gua sebagai driver untuk menjangkau head unit yang besar ini itu enggak perlu maju tangannya ya. dan beberapa tombol yang kadang-kadang gua sebel dihilangin ya, kayak misalkan tombol lampu ya kan. Ini kan tuas kanannya jadi transmisi sebelah kirinya jadi buat wiper ya. Ada diputar-putar sini wipernya termasuk wiper belakang. Terus lampu sein juga ada. High beam low beam juga ada di sini termasuk buat nih nyalain kecrutan ya. Ada di sini juga. Nah, sebelah kanannya ini tetap dipakaiin buat tombol-tombol lampu kayak BMW ditaruh sini. Termasuk ada tombol buat buka belakang bagasi secara otomatis sama buat buka e fuel door di sebelah kiri. Jadi, ketika dipakai tek gitu kayak pas banget gitu. Speedometer pun juga bagus. Gua kebiasa dengan tampilannya. Headat display-nya juga bagus ya. Dia tuh benar-benar real kalau kita lihat tuh bukan cuma sekedar pajangan doang. Bisa kita pakai ada pemberitahuan Adas. sama kilometer/jamnya berapa dan ada versi snow modenya. Jadi kalau jadi snow mode kalau putih itu kan enggak kelihatan ya dia jadi warna biru gitu. Sisanya semuanya ada di speedometernya ini. Dan gua dari hari pertama sampai sekarang itu belum pernah pakai mode hybrid-nya karena gua malas isi bensin ya. Nah, ketika lagi dipakai di macet-macetan gini, dia tuh ada parking sensor yang akan otomatis nyala kalau misalkan ada sesuatu yang mendekat kayak ada motor, ada mobil lewat gitu, dia langsung tung tung tung tung tung tung tung tung dan layarnya itu langsung jadi kamera 360. Itu sebenarnya bagus, cuma kalau buat gua enggak suka. Kenapa? Karena ketika kita lagi pakai Android Auto atau kita lagi nyetel AC gitu ya, ini kan semuanya dari touch screen ya. Kayak misalkan pas lagi Android Auto nih, kalau kita mau nyetel AC kita harus naikin dulu dari bawah ke atas, habis itu pencet di sini ya baru bisa kita atur. Karena guat gua nyebelin banget kita lagi nyetel AC udah mau mencet tiba-tiba berubah jadi kamera 360 karena ada motor yang ngedekat sama kita gitu loh. Itu sih jadi ini cuma masalah software. Gua harap Jau buat update software-nya itu bisa dibikin full mati gitu. Jadi parking radarnya bisa full mati. Karena tiap gua masukin mundur parking radarnya otomatis nyala. Terus kita bawa jalan, dia otomatis nyala terus tuh. Harus kita matiin lagi secara manual. Terus DMS bagus punya driver monitoring system. Tapi ketika kita matiin DMS-nya, dia akan otomatis nyala lagi ketika kita matiin si mobil terus nyalain lagi gitu. Jadi kayak otomatis keiset, keiset, keet. Jadi pas kita mau start, gua tuh langsung tarik dari atas ke bawah matiin DMS sama matiin parking radarnya. Kemudian untuk pengaturan AC-nya, gua harap pengaturan AC-nya dibikin permanen ada di atas. Jadi, pas kita pakai Android Auto, dia enggak auto hide seperti ini. Karena ada beberapa tombol kayak misalkan buat temperatur. Gua lebih senang dia ada terus, tapi si Android Autonya dia berkorban sedikit agak naik sedikit biar kita tetap punya pengaturan AC dan lain-lain tuh ada di sini gitu. Enggak usah pakai dua kali kerja. Nah, sisanya gua enggak ada komplain, pengaturannya, settings-nya, segala macamnya itu bagus dan gua udah cukup terbiasa dengan eh intervensi cherry ya. Kalau pertama kali mungkin kalian akan bingung, tapi setelah dipakai tiap hari e jadi kebiasaan gitu. Dan menurut gua setelah gua pakai lama gitu ya interface ch itu gampang banget dan mudah ya. Cuma ya itu aja tuh ada kurang-kurang yang harus bisa diwick dikit karena itu cuma masalah software aja. Nah di sini juga kita ada tombol auto itu buat AC, ada mode, mode berkendara, ada buat ee ngunci pintu sama hazard dan ada EV dan HV. Kalau misalkan kita pakai mode EV, nanti kalau udah sampai 20%-an, dia akan otomatis pindah ke HV. Nah, kalau kita benar-benar mau habisin si baterainya ini ya, kita sama sekali enggak mau pakai bensin dan benar-benar pengen sampai 90 kilo habis, kita masuk ke quick control dan power modenya kita pilih EV plus. Nah, kalau EV plus nanti ada tulisannya nih, "Mode can increase the depth of discharge and provide longer pure electric range." It is recommended for emergency use only. Please check if you need to enter in V plus mode. Confirm. Nah, oke. Sekarang kita bisa habisin sampai 90 km tanpa harus takut, ya. Ini sekitar 26% lagi habis dan mobilnya tuh udah gua pakai dari kemarin-kemarin ya. Kalau gua di Klaten pakai mobil 90 kilo ya itu rasanya kayak kurang sedikit gitu. Tapi pas gua pakai di Jakarta 90 kilo itu jauh sekali di Jakarta. Karena kayak gini, gue tuh di Kemang Village ya ee nyewa apartemen sama keluarga. Terus kita ke Pasar Minggu nih ke kantor jaraknya cuma 5,6 kilo. Pulang pergi ternyata cuma 11 kiloan. Dan untuk dari Pasar Minggu ke Kemang itu itu membutuhkan waktu sekitar 40 menitan karena macet. Nah, pas gua pakai di Klaten, gue dari rumah ke sekolah aja itu 5 kiloan. Jadi pulang pergi itu 10 kilo. Berangkat pagi, sore jemput udah 20 kilo. Jadi kerasanya kayak boros gitu ya pas di Jakarta. Gila ya udah sejauh ini masih segini ya baterainya. Makanya gua bilang kalau kalau di Jakarta enggak ada ganjil genap diav terbaik. Terus gimana soal rasa berkendaranya? Yang pertama, tenaga mesinnya gede ya. Tenaga gabungan mesin sama eh motor listriknya sekitar 300 HP dan kalau kita gas dari 0 ke 100-nya itu di angka 7 detikan aja. Dan karena dia punya mesin 1500 cc turbo yang tenaganya juga 200 dk-an ya, 200 PS gitu ya, ketika di atas 100 pun itu tenaganya itu masih ngisi ya. Jadi kalau kita gaspol walaupun kita div mode pas digaspol kan dia harus nyalain mesinnya kan biar lebih tenaganya ada gitu. Itu juga kencang gitu. Jadi bukan yang tipikal kayak CRV Turbo. Let's say di bawahnya kencang di atasnya loyo gitu. Ini enggak. Ini tetap ngisi terus ada terus. Jadi buat kalian yang suka ngebut ya ee harus hati-hati bawahnya karena ini mobil kencang. Enggak cuma di bawah, di atasnya pun juga buat ngisi tu cepat gitu. Dan handling-nya seperti cas mobil Tiongkok cherry itu menurut gua handlingnya udah lebih baik dibandingkan dengan yang lainnya. Tapi tetap rasa entengnya itu, lightweight-nya itu masih ada gitu. Kalau lagi berhenti gini ya, ini setirnya enteng dan pas kita jalan dia tuh ada bobotnya lumayan. Tapi pas kita pakai buat kencang udah kita pindah ke sport mode ya. Eh si setirnya kan dia bisa pilih setirnya tuh mau yang sport atau normal. Dan brake-nya itu juga remnya itu bisa sport atau normal. Nah, tetap walaupun udah kita pindah ke sport ya menurut gua masih terlalu enteng. Kalau misalkan dikasih bobot lagi gitu ya pasti lebih enak gitu. Terus kalau kita gas wuh instan, Pak. Ya, tapi ini yang mode EV kalau kita pindah ke HIV terus kita masuk ke mode sport. Let's go. Wei, langsung berubah dan ban depannya tuh pasti slip dia. Seret gitu. Enak. Torque setirnya juga menurut gua masih terjaga ya walaupun berasa, tapi untuk mobil sekencang ini eh tor setirnya itu masih lumayan oke loh. Nah, kita gas lagi. Acus. Wah, gila. Kencang lhek aja, Pak. E, udah, dah, dah. Jangan ngebut-ngebut di jalan umum. Intinya nih mobil kencang dan kalau soal lari ya itu enggak perlu dipertanyakan lagi. Kayaknya mobil Jepang enggak ada yang e harga Rp500 juta punya performance yang kayak gini sih. Bisa dibilang ini paling kencang kali ya. Ya, bagaimana enggak? Mesin bensinnya ada, mesin listriknya ada, dua-duanya jalan bes langsung kilat. Pindah lagi ke mode Echo dan kita masuk ke EV karena hah mode Eco dan EV-nya aja udah kencang banget. Nah, pertanyaan berikutnya, bagaimana suspensinya? Buat gua ini suspensinya enak. Dia itu e membelnya pas ya. Jadi kalau kita bawa jalan kena polis tidur di kepitan rendah itu membelnya tuh pas dan ayunannya berasa. Peredaman tuh berasa bagus ya. Meskipun kalau kita lewat jalan yang miring gitu ya, dia tuh e shaking-nya masih ada di kiri kanannya. Seperti biasa mobil-mobil zaman sekarang dia punya body yang rigid ketika kena dari samping itu goyangannya cukup berasa gitu. Tapi kalau dipakai buat harian enak banget. Dipakai kencang pun juga rasanya oke. Perdaman kabinnya bagus ya. E suara kolong, suara luar itu terjaga. Apalagi kaca depannya ini dia sudah double glass. Jadi perdaman kabinnya e enggak ada problem ya. Paling ada suara angin aja sih waktu kita pakai di tol kencang. Sisanya suara kolongnya bagus, suaranya bagus. Pokoknya untuk harga segini ini perdaman kabinnya bagus. audionya dari Sony juga bagus. Cuman kalau kalian mau cari staging yang bagus ya menurut gua ini audionya meskipun dia gua bilang bagus, Twitter-nya masih terlalu powerful. Jadi trablenya biasanya gua kurangin dikit sama ya suara vokal, suara traelnya itu benar-benar kerasa banget dari Twitternya gitu. Seandainya kalau misalkan dikasih ee prosesor ya itu pasti suaranya bisa ke tengah dan dibikin naik gitu. jangan dibikin ke ee Twitter-nya aja. Menurut gua cuma itu doang sih. Kalau misalkan audio Sony-nya punya prosesor yang bagus, gua rasa ini bisa lebih enak lagi karena staging-nya bagus, suara bassnya kencang, empuk ya, vokalnya juga berasa ya. Cuma itu dia kelihatan banget suaranya dari Twitter gitu, enggak dikasih time alignment. Udah itu aja sih. Kalau misalkan kalian biasanya mobil di Jepang yang harga di bawah Rp600 juta yang adya standar ketemu ini sih Audinnya wah jauh banget. Bagus ini ke mana-mana. Terus kursinya dia juga punya lambar support. udah elektrik kiri kanan ya. Udah gitu kalau kita turunin ke bawah menurut gua juga posisinya sih pas banget sih. Gua suka. Terus kalau kita turunin ke bawah ini juga posisinya pas banget gitu. Turunnya tuh bisa pas. Nah, tuing tuwing. Cuma ada satu hal yang gua sangat tidak suka pada mobil ini, yaitu remnya. Mobil ini punya rem yang terlalu sensitif. Gua pikir cari 38 CS1 udah sensitif banget ya. Ini ternyata lebih sensitif. Kita injak gas eh injek rem dikit tuh kayak dek gitu loh. Kayak kampas racing yang udah panas tahu enggak? Diinjak dikit aja dia langsung gigit gitu. Nah, ini kejadian di mobil ini menurut gua. Mungkin ya kalau misalkan dikasih kampas rem yang ee enggak terlalu gigit ya enggak. Ini karena menurut gua kampas remnya terlalu gigit. Jadi bukan bukan enggak pakem. Beda ini tuh pakem banget gitu. Tapi saking pakemnya jadi enggak bisa dirasain. Kita gas e rem dikit gitu ya. rasanya kayak tek gitu loh, kayak remnya terlalu gigit. Memang bisa dibikin halus gitu. Kayak misalkan kita tinggal tempel dikit aja nanti dia akan halus banget tuh bisa gitu. Cuma suirnya harus benar-benar terlatih. Jadi kalau misalkan kalian sudah biasa bawa mobil ini ya, terus bawa mobil lain itu rasanya kayak langsung enggak pakem gitu. Karena ini menurut gua terlalu pakem gitu. Jadi kalau kita lagi lampu merah ya atau lagi macet gitu ya ngegas remng ngegas rem itu kalau drivernya enggak halus ngeremnya itu kita sebagai penumpang tuh enggak enak gitu. Dan gua pun itu hari pertama itu bawa mobilnya itu masih enggak enak. Pas sudah hari kedua, ketiga gua udah adaptasi sama bagaimana ee pakemnya ini mobil baru gua bisa bawanya enak. Cuma tetap aja rasanya kayak butuh kesabaran aja sih buat ngerem yang enak pakai mobil ini. Karena kalau kita pakai cara yang biasa ya rasanya kayak kita pakai mobil Formula tahu enggak? Gua di Dubai itu pernah coba mobil formula gitu ya. Formula 3.000 itu formula apa re? Itu remnya injak dikit teng gitu loh ya. ini tuh berasa di mobil ini gitu kayak pakai kampas racing. Nah, kalau mobil ee balap gua yang W itu kita ada Yaris Tiardi diupport sama Toyota ya, itu malah boosternya dicopot. Jadi ngremnya ketika kita ngerem dikit tuh ngerasa ngerem banget gitu. Tapi buat ngerem banget itu kita harus injaknya agak dalam dan kalau kita salah itu langsung ngeblok gitu. Jadi emang pembalap itu ee feeling ngem-nya jago itu sebenarnya. Nah, kalau kalian ah biasa ngerem pakai ini bisa halus, balapan bisa jago tuh. Itu aja sih. Kayaknya kalau aftermket bisa bikin kampas rem yang lebih tidak pakem ya, pasti lebih enak di mobil ini. Prosedur enggak gua rem tuh ya. Bantingannya oke loh. Oke banget loh ini. Ni lagi nih. Ini depannya SBI ya. Tuh deng deng deng deng. Pas. Enak. Gua suka. Gua suka ya. Gua enggak tahu ya. Mobil zaman sekarang tuh dibikinnya lebar panjang. gede-gede gitu ya. Gua ketika ketemu mobil yang ukurannya ee normal ya itu gua happy sekali sih. Ini sebenarnya mobil juga enggak kecil, lumayan gede juga 1865 kan lebarnya kan. Tapi pas kita duduk tuh kita tuh enggak perlu banyak penyesuaian gitu. Kayak ukurannya tuh normal-normal aja. Ini mobil pas gitu kalau buat gua ya. Ya, setelah kita nyobain Jacko J7, menurut gua ini mobil yang sangat reasonable banget. Terutama buat kalian yang butuh mobil SUV. Ukurannya enggak terlalu gede-gede amat tapi punya PiaV ya. Karena dengan harga 499 ya menurut gua ini adalah PV yang bisa kalian beli sekarang di Indonesia karena saudaranya itu sekarang jadi 519 ya, jadi beda Rp2 juta. Itu aja mungkin vlog kita kali ini. Buat teman-teman yang sudah beli Jack J7 coba komen di bawah seranif. Sampai jumpa di vlog berikutnya. Bye bye.
