POCO F6 adalah "FLAGSHIP KILLER" KILLER 🔥🔥🔥 (YouTube Video)
Video ini adalah bagaimana caranya flagship killer membeli flagship killer Istilah flagship killer itu awalnya muncul di tahun 2014 dimana ada salah satu brand smartphone yang rilis dengan spesifikasi high end di harga yang sangat-sangat bersaing. Sebenarnya istilah ini tidak memiliki definisi yang pasti, however, istilah ini masih dipakai sampai sekarang dan diadopsi oleh smartphone yang akan kita bahas kali ini, Poco F6 series. F series adalah smartphone Poco dengan tier paling tinggi. Kita kembali ke belakang, Poco F5 Pro hampir bisa ngalahin flagship S Ultra dari segi spesifikasi. Ini adalah tabel spesifikasi Poco F5 Pro dan smartphone flagship S Ultra tahun lalu. Baris pertama lihat, 8 juta versus 12,5 juta versus 17 juta. RAM, storage, display, kamera, baterai, dan protokol fast chargingnya sangat bersaing. Tapi untuk prosesornya beda, Poco F5 Pro pake Snapdragon 8 Plus Gen 1 dan yang lain pake Snapdragon 8 Gen 2. Untuk clock speednya kalian bisa lihat, memang Snapdragon 8 Gen 2 itu punya clock speed CPU dan GPU yang lebih baik. Tapi untuk real life usage, ini hanya bakal terasa banget kalau main game-game triple A. Dan untuk AI performance yang ditingkatkan di Snapdragon 8 Gen 2 adalah fitur kayak image processing, speech recognition, dan AR. Nah kekurangannya adalah, Snapdragon 8 Plus Gen 1 itu gak bisa ray tracing dan DSP. Oke, sampai sini kesimpulan yang bisa ditarik adalah, Poco F5 Pro adalah bener-bener flagship killer. Karena perbedaan performa antara Poco F5 Pro dengan smartphone flagship itu tidak begitu signifikan. Namun, harga dari smartphone flagship itu sangat-sangat jauh perbedaannya kalau dibandingin dengan Poco F5 Pro. Oke, kita masuk pokok bahasan video ini. Kita bahas hape Desain handphone sebenernya subjektif. Awalnya saat unboxing, ekspektasiku ini hape mungkin karena terjangkau desainnya bakal gak sehat nih. Tapi ternyata gak begitu loh. Ini hape desainnya gak mengecewakan. Emang sih agak monoton, tapi ini gak cocok dibilang jelek karena dia emang mengusung minimalist desain. Di dalam boxnya juga disertai dengan casing bagus kayak begini, jadi dia bukan casing bening standar. Kita lanjut ke layarnya. Layar hape ini gila. Kaget awalnya pas ngeliat spesifikasi, oh wajar 120hz flow AMOLED display. Pantes layarnya bagus, terang, responsif, dan smooth. Terus kita masuk ke chipset. Chipset yang dipakai di hape ini adalah Snapdragon 8s Gen 3 Chipset ini dirilis bulan Maret 2024 kemarin dengan menawarkan performa yang lebih maksimal dalam pemakaian gaming, fotografi, dan penggunaan AI. Gini di menit-menit awal aku ada bilang bahwa Poco F5 Pro itu tidak support dengan ray tracing. Ya karena chipsetnya emang gak support. Tapi di Poco F6 ini udah support ray tracing karena salah satu kelebihan utama dari chipset Snapdragon 8s Gen 3 ini adalah support ray tracing. GPU Adreno 735 berperan penting untuk hal ini. Dia emang dibuild untuk menangani ray tracing di chipset ini dalam bermain game. So, sekarang apa yang menjadi kekurangan dari Poco F5 Pro itu sudah diperbarui dan diperbaiki di Poco F6 ini. Dan kalian dengar dari tadi, yang aku bahas dari tadi ini adalah Poco F6 biasa. Di Poco F6 Pro itu dia pake Snapdragon 8s Gen 2 yang sudah kita bahas dari tadi, yang sudah kita compare dari tadi juga. Dan sampai sini menurutku, dua smartphone ini sudah mengkonfirmasi jiri mereka sendiri bahwa mereka adalah benar-benar flagship killer. Karena chipset yang mereka pake adalah chipset yang bukan sembarang chipset. Oh iya, untuk experience bermain game dan ketahanan baterai di smartphone ini belum bisa aku ulas secara main detail. Ya karena ini baru hands on doang, nanti bakal dibahas lagi di video yang lebih panjang lagi. Terus untuk protokol chargenya, Poco F6 di 90W Turbo Charge dan Poco F6 Pro di 120W Hyper Charge dengan sama-sama punya baterai 5000 mAh. Kemarin seharian penuh jalan-jalan pake hape ini, dan aku happy banget karena hasil jepretan dari hape ini gak mengecewakan sama sekali. Ini aku pakenya Poco F6 biasa ya, asumsinya kalo misalnya Poco F6 biasanya aja itu sudah bagus, bagaimana dengan yang Pro? Karena spesifikasi dari Poco F6 Pro itu kameranya juga lebih bagus banget. Bagus lagi. Di Poco F6 kamera utamanya pake 50MP OIS dengan sensor Sony IMX882 dan kakaknya Poco F6 Pro itu pake 50MP triple camera dengan OIS juga. Dan sensor yang dipake sensor Light Fusion 800 dari Omnivision. Sample-sample dari Poco F6 ini kalian bisa liat sendiri, akurasi warnanya lumayan akurat dan detailnya bagus loh. Jadi ini adalah sampel dari kamera depan Poco F6 dan sekarang aku lagi ada di Marina di Dubai. Ini dia kanal, dan kalian bisa liat kayak gimana hasilnya, bagus gak, stabilisasi-nya kayak gimana, dan sound quality-nya kayak gimana. Dengerin aja. Lupa ada fitur baru di hape ini, karena chipset yang dipake udah support AI, sekarang kalian bisa manfaatin fitur AI Erase dan AI Photo Expand. Nih aku kasih contoh. Oke kita masuk ke kesimpulan. Smartphone ini adalah smartphone yang tangguh banget kalau mengacai dari tabel spesifikasi. Pengalaman dari Poco F5 sebelumnya, Poco F5 itu selalu masuk rekomendasi manja Sobat HAPE. Ya kalau kalian gak tau manja, parah banget sih. Ya emang Poco F series emang setangguh itu dan selayak itu untuk dibeli. Dan satu tips dari aku, sejauh ini hape-hape Poco kalau launch di market, demennya tinggi banget namun suplainya kurang. Hukum marketing berlaku di sini. Good job, semoga kalian dapat slot pre-order. Terima kasih sudah nonton, dari Dubai, Jukbeng, bye.
Video Lainnya
Mencari ponsel pintar di rentang harga 4 hingga 5 juta rupiah kini terasa seperti menjelajahi medan perang spesifikasi yang sangat sengit. Tidak sekadar menawarkan...
Membeli ponsel baru di rentang harga Rp 3 hingga 5 juta kini terasa seperti menjelajahi medan perang yang penuh kejutan, di mana batas antara perangkat kelas...

















