Jungkat

POCO F6 itu OVERRATED, dan LEBAY! (YouTube Video)

  • 10/08/2024

Yaudah, nggak usah pake basa basi, saya mau review hape ini. Poco F5, sebuah flagship killer. Apakah yang mereka klaim sebagai flagship killer ini? Menurut saya, nggak killer-killer amat. [Mouldie]: Killer itu yang itu kan, yang bisa melingkar di panger itu? Uler! Killer itu yang terbang- terbangan, ganggu itu lho. [Mouldie]: Laler! Terusin nggak bang? Panjang nih. [Mouldie]: Udah-udah, durasi, memory card-nya mau habis. Sebelum mulai review ini, saya mau sedikit curhat. Saya merasa hape ini belakangan jadi banyak drama ya. Terutama bagaimana cara marketing mereka bekerja. Kita semua tahu, di media sosial mereka terasa sangat offensif terhadap realme. Ya mungkin hal itu wajar, karena mungkin ini hanyalah respon dari serangan Realme ke Poco. Yang mana? Yang begini tuh bukan hal yang baru ya. Karena kita setiap tahun tuh mungkin selalu disukukan dengan bagaimana Apple dan Samsung saling serang dan saling sindir. Bisa dibilang ini berantem versi ekonomis ya bang. Kalau itu kan versi premium tuh. On budget. [Mouldie]: Apple sama Samsung tuh. [Irwan]: Ya on budget, soalnya mereka pake iklan nyindirnya. Ini kan nggak ada budget ya. [Mouldie]: Iya, jadi kurang. [Irwan]: Jadi di medsos! Tapi saya nggak tahu ya, saya melihat saling serang antara Poco sama realme itu malah nggak keren gitu loh. Kayak apa ya? Bahkan kerasa agak norak gitu. Ini mah opini saya pribadi ya. Saya cuma bereaksi aja terhadap apa yang mereka lakukan. Karena seribut-ributnya dua brand ini, saya merasa dua brand ini sebenernya mirip loh. Bahkan kalau kalian perhatikan box dari Poco F6 dan realme GT6, itu mirip banget loh. Saya bahkan curiga jangan-jangan mereka bikin boxnya patungan. Entah produksi boxnya, entah desainernya. Pokoknya patungan lah. Mirip soalnya. Ini mah pikiran negatif saya aja ya. But anyway, mending kita fokus bahas hape ini. Daripada bergosip. Nggak boleh bang, gosip dosa. Cukup petinggi Poco aja yang gosip. Poco F6, hape baru keluaran Poco yang menurut saya sangat overrated dan terlalu berlebihan. Dimana-mana kita bisa melihat kalau mereka ngeklaim bahwa hape ini jauh lebih baik dan lebih worth it untuk dibeli daripada realme GT6. Di satu sisi saya setuju soal ini, tapi di sisi lain saya nggak setuju. Saya setuju karena hape ini memang ngasih value for money yang sangat bagus. Yang mana dia bisa ngasih harga yang nggak masuk akal untuk sebuah spesifikasi yang harusnya nggak dijual dari segini. Kalian bayangin deh, bagaimana bisa ada hape dengan Snapdragon 8s Gen 3, tapi dijual dengan harga yang nggak sampai 5 juta. Oke lah, harganya 4.999.000 sekian. Yang mana itu cuma 5 juta kurang 1000 perak. Tapi dijual lebih mahal 500 ribu pun, hape ini tetap kemurahan menurut saya. Itu dari sisi saya setuju ya untuk statement mereka. Tapi saya juga nggak setuju untuk self- claim tersebut, karena sejujurnya hape ini sudah untuk head-to- head sama realme GT6. Karena secara spesifikasi yang mirip cuma SoC-nya doang gitu loh. Yang mana untuk membuat sebuah perbandingan, ya nggak bisa cukup mengandalkan 1 poin aja. Sama-sama menggunakan SoC yang sama, tidak membuat hape tersebut jadi sama dengan yang lain. Nissan March sama Datsun Go, itu pake mesin yang sama loh. Tapi lucu kalau ngebandingin 2 hape tersebut. [Mouldie]: 2 mobil! [Irwan]: Eh, 2 mobil. Mobil bang saya salah baca. Secara desain saya nggak ada masalah sama hape ini. Jujur desainnya lumayan cantik, frame-nya plastik, back covernya kaca. Tapi tetap, desainnya sangat nggak flagship killer menurut saya. Alasannya gampang. Pertama, feel mewahnya nggak kerasa ya. Karena walaupun bagian back covernya pake bahan kaca, tapi saya malah ngira pas pertama pegang hape ini, ini tuh plastik loh. Usut punya usut. Ternyata ini kaca. Ini yang menurut saya alasan hape ini gagal jadi berasa mewah. Ada brand yang bisa bikin plastik terasa seperti kaca, dan ada yang justru bikin kaca terasa seperti plastik. Saya yakin lah kalian tau Poco ada di sisi yang mana. Feel murah juga kerasa dari frame plastiknya, yang bikin hape ini emang kayak pantas dihargain segini gitu. Karena feelnya itu kayak hape- hape menengah pada umumnya. Terus ada beberapa bagian di hape ini yang nggak simetris. Contohnya port USB type C. Kesimpulannya, desainnya oke, tapi terlihat mainstream, terasa murah, dan terasa nggak flagship killer ya sekali lagi. Terus apakah layarnya juga bisa disebut sebagai flagship killer? Well, gaemol gitu-gitu. Sebenernya bagus. Misalnya dia punya resolusi 1.5K, atau 2712x1220 pixel. Terus dia juga punya refresh rate 120Hz. Dia juga punya tingkat kecerahan sampai 2400 nits dalam kondisi peak. Punya panel AMOLED mendukung HDR10+. Terus ada Dolby Vision, dan color gamutnya sudah disaipin di 100% dan punya warna yang banyak banget sampai 68 miliar warna. Spesifikasi begini untuk 2 atau 3 tahun lalu mungkin akan terasa flagship killer Tapi percaya atau nggak? Spesifikasinya mirip sama hape- hape di range harga 2-4 jutaan. Nggak percaya? Coba liat Redmi Note 13 Pro 5G. Layarnya persis kayak hape ini. Bedanya cuma di brightnessnya aja yang lebih rendah, yaitu cuma 1800 nits dalam kondisi peak. Jadi menurut saya layarnya bagus, tapi terlalu berlebihan kalau dikasih julukan flagship killer gitu. Seperti biasa, respons layar dari hape-hape Xiaomi atau Poco tidak pernah mengecewakan karena responsnya cepat. Saya tidak merasakan adanya latensi atau delay mengganggu atau bahkan sama sekali nggak kerasa. Untuk proteksi, hape ini juga udah pake Corning Gorilla Glass Victus, generasi pertama. Yang mana ini adalah salah satu kaca paling keras yang dibuat oleh Corning. Ingat ya, keras disini tuh tahan terhadap goresan, bukan tahan terhadap pecah. Ingetin diri sendiri bang. Iya, saya cuma ingetin buat tidak ada yang lolos dari tangan saya. Hati-hati. Wow factor dari hape ini menurut saya cuma satu, yaitu penggunaan SoC Snapdragon 8s Gen 3, yang mana ini adalah satu-satunya hape di bawah 5 juta yang pake SoC sengebut ini. Hasil benchmarknya lumayan oke, bisa dapetin angka-angka yang cukup tinggi. Untuk Antutu dia ada di angka hampir 1,5 juta. Untuk Geekbench juga cukup tinggi, 1994 untuk single core-nya dan 5059 untuk multi core-nya. Apakah performa kayak gini masuk kelas flagship? Menurut saya iya, karena belum ada hape midrange yang punya angka-angka benchmark setinggi ini. Hanya saja saya merasa Snapdragon 8S Gen 3 di hape ini berbeda dengan yang ada di Realme GT 6. Entah konfigurasi SoC-nya atau sistem pendinginannya, karena faktanya terjadi throttling yang parah di hape ini. Dan itu tidak terjadi di Realme GT 6. Apa kita perlu bikin video ngadu ya buat kedua hape ini? Coba tulis pendapat kalian di kolom komentar di bawah. Selain performa tinggi, hape ini juga punya kelengkapan lainnya sebuah hape flagship, NFC, dual stereo speaker, dan lain-lain. Lengkap lah pokoknya. Dan untuk baterainya, kapasitas baterai di hape ini standar 5000mAh dan daya tahannya lumayan oke. Dipake dalam skenario kasual, dia cukup awet. Hasil pengujian daya tahan baterainya dapet segini nih. Poco F6 pake HyperOS sebagai sistem antar mukanya dan berjalan di atas Android 14. Dibandingkan sama MIUI yang sebelumnya. HyperOS ini ngasih pengalaman yang mirip menurut saya. Yang beda kayaknya ada di optimalisasinya. Dimana OS ini kerasa lebih smooth waktu dipake terus buat buka atau tutup aplikasi juga dia lebih gesit dan lebih enteng gitu. Animasinya juga lebih cepet dan halus. Transisinya juga kerasa cepet gitu. Tapi ada beberapa fitur baru di HyperOS yang mungkin belum kalian tau. Pertama ada Xiaomi Interconnectivity. Berat banget bahasanya. Fitur ini cara kerjanya mirip kayak ekosistem di Apple ataupun Huawei ya. Jadi kalau kalian punya lebih dari 1 device Xiaomi kayak HP, laptop, tablet, atau yang lain. Fitur ini akan bikin transfer file atau data antar device Xiaomi jadi lebih seamless. Di HyperOS juga semua sudah serba AI. Ada banyak banget fitur-fitur yang berbasis AI yang bisa kita manfaatin. Ada AI Portrait, ada AI Expansion, ada AI Magic Eraser Pro, dan AI Subtitle, dan lain-lain. Pokoknya semua serba AI lah. Dan masih banyak lagi fitur dari HyperOS yang bisa dicoba. Ya pasti nggak akan saya jelasin satu-satu ya. Capek. Terakhir kita bahas soal kamera. Total ada 2 kamera di bagian belakang dan 1 kamera di bagian depan. Untuk kamera utamanya pake sensor Sony IMX882 beresolusi 50MP. Kamera keduanya adalah kamera ultrawide beresolusi 8MP. Sedangkan kamera ketiganya adalah kamera depan beresolusi 20MP. Sensor kamera di HP ini pake teknologi Pixel Binding 4-in-1 ngasilin foto default beresolusi 12.5 MP yang lumayan detail dan tajem. Secara keseluruhan, foto yang ditangkap kamera utama HP ini punya detail yang baik, warna yang akurat, dynamic range yang lumayan luas. Pokoknya oke lah. Foto juga terlihat tajem dan jernih. Bahkan waktu kita zoom. Tapi saya ngerasa tone warna yang ditangkap sama HP ini kerasa sedikit lebih pucat. Kayak kurang vibrant gitu. Foto lowlight di HP ini juga cukup memuaskan. Terlihat tajem dan stabil berkat OIS yang sudah tertanam di lensa utama. OIS inilah yang mengkompensasi getaran waktu kita ambil foto lowlight. Karena saat ngambil foto dalam kondisi gelap, shutter speed pada kamera akan otomatis memanjang. Jadi butuh pegangan yang stabil. Untuk kamera ultrawidenya, saya cuma bisa bilang hasil fotonya lumayan. Nggak bagus-bagus samat lah. Dan nggak tajem-tajem amat sih. Susah berharap banyak dari kamera beresolusi 8MP. Karena kalau saya lihat, kamera kedua ini cuma jadi syarat aja gitu, biar kamera utamanya nggak kesepian. Sian ya. Sedangkan untuk kamera depannya, cukup oke menurut saya. Detil masih bisa sangat mudah didapat. Skin tone-nya menurut saya sedikit lebih baik dari kamera belakangnya. Cukup bagus lah. Walaupun saya merasa kualitasnya ada di bawah realme GT 6. Dibandingin lagi dengan realme GT 6. Overall, hape ini ngasih value yang sangat oke sekali dengan kombinasi performa yang kuat, layar AMOLED yang cakep, kamera yang lumayan oke, dan durability baterai yang cukup memuaskan menurut saya. Kalau harus berkesimpulan, setidaknya ada beberapa kelebihan dan kekurangan yang saya temuin di hape ini. Untuk kelebihannya, pertama dia ngebut. Snapdragon 8s Gen 3 untuk sebuah hape 4 jutaan, ini sih overkill ya. Nggak ada lawan lah. Terus layar AMOLED dengan resolusi dan refresh rate yang tinggi juga tentu jadi nilai plus. Dan terakhir adalah baterainya yang menurut saya awet. Optimalisasi HyperOS dalam memanage daya di hape ini bekerja dengan sangat baik. Dia juga udah punya sertifikasi IP64, tahan terhadap percikan dan debu. Kekurangannya menurut saya, dikit sih kayak nggak ada slot microSD satu. Terus build quality yang masih kerasa murah. Nggak ada yang bisa direpin lah, pokoknya dari build quality. Jadi kalau punya itu mending pengen casing. Kelihatan banget hape 2 jutaan soalnya. Oh iya, satu lagi. Saya nggak suka sama marketing hape ini. Norak! But it's okay lah. Semoga yang mau beli hape ini nggak usah tau betapa noraknya campaign mereka ya. Jadi kalau ada budgetnya, silahkan dibeli. Toko selalu susah dilawan soal price to performance. Mantap lah toko. Kecuali marketingnya. Jangan ketawa-ketawa anda. Anda jangan ketawa-ketawa. Saya nyindir anda nih. Hape-nya bagus marketingnya, nggak begitu. Tolong ya. [Mouldie]: Saya punya nomor Whatsappnya, apa kita Whatsapp aja? [Irwan]: Halo?

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Xiaomi

Xiaomi adalah brand elektronik inovatif dengan produk smartphone, AIoT, dan smart home berteknologi canggih. Xiaomi menghadirkan perangkat berkualitas dengan harga kompetitif, mulai dari HP, tablet, wearable, hingga perangkat rumah pintar.

Poco F6

POCO F6 adalah smartphone performa tinggi yang dipasarkan resmi di Indonesia dan menyasar pengguna yang membutuhkan kinerja cepat, layar tajam, serta pengisian daya sangat singkat. Perangkat ini menempatkan fokus utama pada performa chipset, kualitas layar, dan kecepatan pengisian daya. POCO F6 dirancang untuk penggunaan intensif seperti gaming, multitasking, dan konsumsi...

Realme

Realme adalah brand teknologi dengan lini smartphone, tablet, wearable, dan AIoT berperforma tinggi. Realme menghadirkan perangkat stylish dengan harga terjangkau, baterai besar, dan fitur modern untuk gaming, hiburan, serta produktivitas harian.

Realme GT 6

Realme GT 6 yang dijual resmi di Indonesia hadir dalam satu SKU retail dengan konfigurasi RAM 12GB dan penyimpanan internal 256GB. Konfigurasi RAM menggunakan LPDDR5X dan penyimpanan menggunakan UFS 4.0. Pilihan warna yang tercantum untuk model ini adalah Fluid Silver dan Razor Green.Ponsel ini memakai chipset Snapdragon 8s Gen 3...