POCO F7 VS IQOO Neo 10 Setelah Update ! Siapa Rajanya Sekarang ?!! (YouTube Video)
Langsung aja lah ya, ini adalah dua HP yang keduanya jago di performance. IQ New 10 versus Poco F7 setelah keduanya udah ada software update. Xiaomi update-nya overheating issues. Apakah bakal enggak panas setelah di-update? Sementara ICON update-nya tentang Wii dan optimasi pihak ketiga. Apakah PUBG-nya udah bisa kebuka 120 FPS? Emang video komparasinya sengaja kita delay ya, karena saya lagi nunggu software update-nya. Nah, siapa tahu keduanya udah memperbaiki diri masing-masing. Dan langsung ajaalah kita tes performa keduanya. Kita tes waktu baterainya semuanya sama-sama 100%. Performance-nya ada di performance mode. Refresh ris-nya mentok, brightness-nya juga sama. Dan kita coba dulu di AnTuTu kita running sebanyak lima kali. Kalau kita lihat di AnTuTu pas running ya di IQ tuh dia lebih smooth, enggak patah-patah, dan selesainya juga lebih cepat dibanding IQ. Tapi hasilnya Poco F7 ini punya skor yang secara rata-rata lebih tinggi ketimbang IQ New 10 walaupun ya gap-nya gak terlalu jauh. Dan untuk stability-nya di Antutu Poco juga lebih stabil dengan 96,75% stability-nya. Sementara IQ New 10 di 91,69%. Dan yang perlu dicatat si Icon New 10 yang kita tes ini dia pakai RAM 16 GB storage 512. Sementara Poco F7 RAM 12, storage 512. Gap RAM-nya itu sekitar 6 GB eh sorry 4 GB. Lanjut ke Geigand 6. Di GeBand 6 ini yang unik hasilnya lebih gede si IQ ketimbang Poco. Dan kalau kita lihat posisi baterai masih sama ya, keduanya dari 100% berkurang jadi 74% setelah tes running AnTutu 5 kali dan juga Geigband 6. Lanjut ke 3D Mark test dan puku F7 kemarin ketika kita tes pakai stability test di 3D Mark, dia ada isu overheating, terus ada software update. Yang di software update-nya itu ada tulisan overheating issues. Jadi apakah dia bakalan enggak overheat? Dan jawabannya tetap overheat sih. Dan yang bikin nyesek overheat-nya ini di loop yang ke-20, loop yang terakhir. Jadi udah tinggal muncul hasilnya malah overheat. Kan kurang ajar ya. Tapi untungnya isu overheat ini cuma ada di tes 3D Max aja sih. Tes yang lain gaming yang walaupun casingnya sampai panas, gak ada sampai isu overheat kayak di 3D Max. Dan setelah kita stres tes di 3D Max, sisa baterai dari Poco itu ada di 64% sedangkan IQ ada di 67%. Sekarang kita coba lihat gimana perbandingannya kalau dipakai untuk gaming. Tapi sebelum ke situ, kita coba lihat dulu fitur-fitur gaming-nya ya. Yang mana IQ Note 10 ini punya chip H1 yang ngebantu fitur gaming-nya. Ya, memang lebih banyak dari Poco sih. Kalian bisa lihat seat yang ada di sini tuh lihat aja fitur gaming-nya IQ Note 10 lebih banyak. Ada 4D game vibration, ada bypass charging, motion control, control setting, dan lain-lain. Nah, untuk game Gensin Impact kalau kita lihat yang unik ya di IQ Neo 10 dia cuma butuh power itu 2,74 wat. Sedangkan untuk Poco F7 power-nya itu langsung gede di 6,27 wat. Kalau untuk average FPS kita lihat di sini juga IQ New 10 lebih stabil ketimbang Poco E7. Kita coba main ini sama-sama sekitar setengah jam untuk suhu temperatur bagian dalamnya. Si Aquino Note 10 juga lebih oke dengan 45,2 derajat Celcius, sedangkan Poco 47 derajat Celcius. Lanjut ke game PUBG. Keduanya sayangnya walaupun udah ada update tapi belum bisa kebuka settingan 120 fps. Mentok di 90 fps. Tapi yang terjadi sama ya, IQ itu lebih butuh power yang rendah dengan 1,61 watt. Sedangkan Poco 4,18 watt. Su temperatur juga lebih rendah di IQ. Dan kalau kita lihat chart-nya IQ juga lebih stabil. Sementara Poco ya adalah frame drop walaupun ya kalau dibuat main nyaman aja. Lanjut ke game Mobile Legends. IQ 10. Kemarin Mobile Legends-nya itu enggak terlalu stabil, tapi setelah update sekarang Mobile Legends-nya jauh lebih stabil. Lihat aja catnya ya. Benar-benar bisa 120 FPS-nya itu dipertahankan. Kalau yang turun itu lobi ya. Jadi setelah main rank 18 menit masuk lobi makanya dia turun. Tapi setelah itu stabil lagi. Kita coba main sekitar setengah jam juga. Dan lagi-lagi kalau kita lihat IQ Note 10 itu cuma butuh power 1,63 watt, sedangkan Poco 3,21 watt. Kalau secara performa memang si Icon Neo 10 ini lebih unggul. Tapi di game Gensin ya, Icon Neo ini kan punya fitur yang namanya frame interpolation ya, di mana dia bisa memaksa jadi 144 Hz, tapi di in game-nya malah kena limit kalau di IQ New 10. Sementara smart frame rate di Poco F7 ini in game-nya kebacaannya 120 fps. Walaupun memang kalau kita lihat chartnya 120 fps-nya itu awal-awal aja. Terus dia ya stabilnya itu di kisaran 90 fps ke atas lah. Tapi masih lebih oke karena in game-nya dia dapat. Sementara IQ 10 cuman di herz layar-nya aja yang kebuka, tapi in game-nya malah ke limit di bawah 60 fps. Nah, sekarang kalau kita ngomongin suhu permukaannya ketika kita Fleir, si IQ Neo 10 juga lebih dingin ya. Karena kan tadi suhu bagian dalamnya juga lebih dingin IQ Neo 10 ya. Sementara buku F7 ya lumayan suhunya itu di 48 derajat celcius. [Musik] Tapi kalau kita ngomongin harga, wah harganya jelas unggul puku F7 ya. Karena untuk yang 12512 harganya itu sekitar sekarang Rp5.500-an. Sementara aku neo 10 yang 16512 ini harganya sekitar 7,5. Jadi gap selusinya itu R2 juta. Kalau harga jelas menang pukuh. Tapi gimana kalau untuk hasil penjualannya? Si IQ Neo 10 ini dia launching duluan ketimbang Poco F7 tapi hasilnya penjualannya dan data ini tanggal berapa sekarang? Tanggal berapa tu? Tanggal 4 ya? Tanggal 4 Juli itu kita ambil datanya di e-commerce Tokopedia dan juga Shopee Official masing-masing. Saya enggak ngitung dari toko pihak ketiganya dan juga offline-nya saya enggak ngitung. Dan hasilnya Poco F7 di Shopee itu 6,3.000 terjual. Gokil. Sementara untuk IQ Ne di Shopee 1,5.000 terjual. Di topet PUK7 terjual 5.033 unit. Sementara IQ 10 di topet terjual 1.398 unit. Jadi dari penjualan karena harganya memang selisih R2 juta ya unggul pokok. Cuman sekali lagi itu tadi dari e-commerce official masing-masing ya. Kalau untuk offline dan juga pihak ketiganya, wah ngitungnya ribet. Atau kalian udah tahu data penjualannya kedua masing-masing HP ini, coba tulis di kolom komentar. Kalau soal penampilan, keduanya emang beda ya. IQ Note Xen ini lebih simpel, low profile, bodinya kelihatan lebih memanjang. Sedangkan Poco dia lebih gahar dan kelihatan gaming dan bodinya juga lebih melebar. Kalau kita lihat sekilas dari depan sih mirip kayak iPhone. Dari desain modul kamera sih saya lebih suka PU ketimbang AQ Neo 10 yang menurut saya agak terlalu lebar. Big quality IQ memang masih pakai plastik tapi dia kayak kerasa lebih solid aja. Nah, si Poco ini pakai kaca tapi kalau kita ketok-ketok seperti ini tuh ada perbedaan suara kan. Jadi ada area yang masih kopong. Tapi kalau kita mauin F genggamnya sebenarnya lebih kerasa premium Poco dengan frame-nya yang udah pakai metal dan sertifikasinya juga udah IP68 sementara IQ New 10 belum di situ. Tapi kalau desain secara keseluruhan desain itu selera masing-masing ya. Tapi kalau saya pribadi lebih suka desainnya IQ Neo 10 sih. Lebih low profile aja. Saya enggak terlalu suka yang rame. Sekarang layarnya dari ukuran Poco lebih lebar. Jadi secara experience di Poco lebih lega, lebih mantap. Sedangkan di ICON Vision-nya itu berasa lebih sempit. Untuk spesifikasi layarnya kalian bisa lihat di sini. Nah, itu udah saya kasih poin highlight yang beda apa yang warna merah. Dari panel layar puku ini pakai flu AMOLED, sedangkan IQ pakai AMOLED biasa. Emang bedanya apa, Bang? Bedanya flu AMOLED dia dibuat lebih tipis, lebih fleksibel, dan tahan benturan dibanding AMOLED biasa. Dari durability layar bisa kita bilang pukul lebih unggul. Selain panel flu amolet-nya yang udah kuat, dia juga udah punya proteksi Corning Gorilla Glass 7i. Icon 10 juga ada sih proteksinya. Namanya seat glass yang secara proteksi masih lebih unggul punyanya Poco dan untuk color akurasinya pas kita tes ya sebenarnya mirip-mirip aja ya sRGB-nya di Poco itu kalau mode satu rated bisa nyentuh di 144,2%, adob RGB 98%, P3 100%. Tapi di IQ pun kalau mode bright juga kayak gitu. SRGB 139%, P3 juga 100%. Tapi kalau untuk brightness tipikalnya lebih unggul Poco dengan menyentuh hampir 600 nit sementara IQ New 10 di 461 nit. Biar makin seru ini kita tampilkan juga perbedaan tabel spesifikasinya antara IQ Note Xen dan juga Poco F7. Nah, kalau kalian lihat bedanya di mana lagi ada di baterai. Acunio 10 punya baterai yang lebih gede 7000 mAh dan charging-nya juga lebih kencang 120 watt. Cuman si Poco punya reverse wireless charging yang lebih gede 22,5 wat dibanding 10 watt punyanya IQ Newch. Dan untuk daya baterainya setelah kita tes tadi Gensin Impact PUBG dan juga Mobile Legends dengan suhu ruangan yang sama ya dengan semuanya juga mode performance mentok rata kanan puku F7 hasil baterainya itu terakhir tinggal 41% sementara IQ New 10 tinggal 45%. Ini sebenarnya kalau secara selisih cuman 4% aja ya. Dengan kapasitas baterai yang sebenarnya gap-nya lumayan dari 6.500 ke 7.000. Cuman yang bedanya lumayan jauh fast charging-nya sih. IQ note 10 dengan 120 watt-nya 0 ke 100% cuma 32 menit. Sementara Poco F7 dengan 90 watt-nya 44 menit. Lanjut kita bahas kamera. Nah, untuk spesifikasi keduanya kalian juga bisa baca di sini. IQU sih punya beberapa tambahan ya kayak Fish Eye, Super Moon, Sick Reminder dan Video Pro. Tapi ya fitur ini nice to have aja lah. Kepakai atau enggak itu biasanya tergantung kreativitas kalian. Dan ini adalah kualitas keduanya. Si Poco ini mentoknya di 1080 pi 60 fps. Sementara IQ bisa 4K 60 fps. Cuman kalau di layarnya ini ya sebelum dipindah ke PC skin tool-nya lebih natural di IQUS ya. Di Poco itu kayak lebih pucet. B ini sekarang jam 3.00 sore. Coba kita lihat langitnya. Apakah dynamic uh dynamic rnya juga masih lebih oke di aku ya. Ya, kalau kalian lihat tembok dan juga langit itu dipukul langsung kayak blown out gitu langsung jadi putih semua. Terus tekstur daun di atas itu juga ikiku lebih oke. Ini enggak saya touch, enggak saya apa-apain, cuman point shoot aja. Terus kalau digunain untuk jalan ya sama-sama gempanya sih walaupun 60 fps. Cuman karena di IQ ini 4K detailnya itu lebih dapat. Terus kalau saya gunakan agak lari kencang kira-kira seperti ini. Mirip-mirip sih. Eh, tapi kayak pokok lebih stabil ya. Coba sekali lagi ya. Tuh kayak pokok lebih stabil. Bentar ini saya pegangin. Benar-benar saya pegangin ya. Dan hasilnya tuh dibuku kayak lebih semut gitu kalau misalkan kita jalan agak cepat ya. Oke, sekarang kita coba kamera belakangnya ya. Keduanya sama-sama bisa 4K 60 fps. Tapi kalau kita lihat POV-nya si IQ itu lebih lebar ya, lebih luas main kameranya. Sementara puku dia kayak terlalu nge-zoom gitu. Dan kalau untuk warnanya saya lebih suka di Ikiku sih. Warnanya lebih cakep ya. Ijaunya itu lebih vivit tapi masih di range yang natural. Warnanya lebih keluar. Sementara di Iku eh sori di buku kayak lebih pucat gitu. Terus kalau misalnya kita gunain untuk zoom sambil jalan nih, kalian bisa tulis di kolom komentar aja mana yang lebih-endutan. Karena biasanya kalau dipindah nanti beda. Terus kalau misalkan autofokus Al, coba kamu jongkok. 1 2 3 set. Lagi-lagi set. Wah, kayaknya enggak bisa deh. Harus dari sini deh. Hayal kamu sekarang jongkok. 1 2 3 set. Ayo berdiri lagi sambil olahraga. Wah. Atau fokus juga sama-sama cepat. Coba bentar ya. Dari sini kita pindah ke sini. Set. Aman aja sih, tapi sekarang kalau pelan-pelan. Set, set. Oke, keduanya aman. Kalau untuk skin tone, coba kalian tulis di kolom dalam komentar kalian suka yang mana. Ini sekarang saya zoom out. Sekarang saya mau coba pakai lensa zoom-nya. Nah, ini dua kali di ah ini dua kali juga. Nah, seperti ini. Terus maksimal zoom-nya kalau IQ bisa sampai 10 kali, tapi 10 kalinya ya pixelated kayak gini, ya. Sementara di Iiku eh sori di Poco en kali kebalik-balik terus nih. Coba kalau misalkan sama-sama en kali ya. Dan kalau misalkan sama-sama en kali hasilnya seperti ini ya. Lebih detail mana? Lebih detail mirip-mirip aja. Tapi kalau ngomong stabilannya stabil mana? Kayak lebih stabil puku ya kalau masalah zoom-nya ya. Lanjut ke ultrawide. Kebetulan ini udah agak lulet ya. Nah, ultrawide-nya kira-kira seperti ini hasilnya. Ultra wide. POV-nya lebih lebar si IQ. Jadi kalau misalkan sama berdiri di sini tuh kalau kalian lihat kursinya di bagian IQ lebih terlihat panjang dibanding di puku. Terus soal cahaya juga lebih terang ya. Kalau di layarnya ini ya biasanya kalau dipindah ke PC itu berubah. Terus kalau untuk stabilnya stabil mana kira-kira seperti ini. Tuh ini saya gunain untuk rotary shot. Sama-sama kayak agak endut-endutan ya. Terus kalau untuk dynamic range set h dynamic range juga saya prefer di IQ sih. Seimbang antara gelap dan terangnya itu masih dapat. Terakhir untuk hyptick feedback yang saya rasain sih hiptic feedback-nya lebih enak di Poco ya ketimbang IQ. Okelah, jadi cukup segitu aja video komparasi dari IQ Ne dan juga Poco F7 setelah udah ada software update. Dan kalau kita lihat sebenarnya kedua HP ini punya ya punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kayak saling nge-counter kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Kayak yang enggak ada di Poco, ada di IQU dan begitu juga sebaliknya. Nah, sekarang kalau ditanya lebih worth ita, tergantung perspektif dan kebutuhan sebenarnya. Kalau misalkan budgetnya memang di kisaran R jutaan dan pengin butuh HP performance, ya puku F7. Tapi kalau kalian punya budget lebih dan pengen HP yang lebih adem, terus OS-nya juga lebih nyaman, ya menurut saya akun New 10 lebih enak sih. Tapi kalau menurut kalian dengan data yang saya berikan tadi di mana IQ New, fitur gamingnya lebih banyak, tapi Poco F7 lebih murah dengan feel genggamnya lebih nyaman, IP68, kira-kira kalian bakal pilih mana? Coba tulis di kolom komentar ya. saya and see you on the next video.
Video Lainnya
Smartphone yang mendadak panas saat dipakai bermain game kompetitif sering kali menjadi momok yang mengganggu kenyamanan. Menghadapi masalah klasik ini, opsi...
Pasar ponsel pintar kelas menengah ke atas kini menyajikan persaingan yang semakin ketat, terutama dengan hadirnya jajaran perangkat baru yang menawarkan kombinasi...
Pasar ponsel pintar di rentang harga Rp5 hingga Rp7 juta kini menjelma menjadi medan pertempuran yang paling sengit, menawarkan lompatan performa ekstrem yang...
Berburu ponsel baru di rentang harga Rp3 hingga 5 jutaan menjelang momen Lebaran kini terasa jauh lebih menantang sekaligus memuaskan. Pasar mid-range tahun ini...
Pasar smartphone kelas menengah bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini yang digadang-gadang sebagai calon POCO X8 Pro Max. Menariknya, perangkat...
Pasar ponsel pintar kelas menengah kini semakin memanas dengan hadirnya jajaran perangkat lima jutaan yang membawa spesifikasi rasa flagship. Lewat kurasi ketat...
Memilih smartphone di akhir tahun sering kali menjadi jebakan batman karena godaan diskon besar yang bertebaran di berbagai e-commerce. Melalui panduan belanja...
Berburu ponsel baru di rentang harga Rp 1 hingga 5 jutaan kini terasa seperti menjelajahi medan perang spesifikasi yang sangat sengit. Menariknya, pergeseran tren...
Pasar ponsel pintar di penghujung tahun selalu menyajikan kompetisi sengit, di mana deretan perangkat baru saling sikut demi memikat hati konsumen yang bersiap...
Pasar ponsel pintar di kelas harga 6 jutaan kini sedang berada di titik paling kompetitif, menyajikan pertempuran sengit antara inovasi kecerdasan buatan kelas atas...
Pasar gawai akhir tahun selalu menyajikan persaingan sengit ketika para produsen berlomba memikat konsumen. Peta kompetisi kali ini tidak lagi sekadar perang...

















