Jungkat

POCO F7 vs iQOO Neo 10: Siapa KING-nya? (YouTube Video)

  • 25/06/2025

IQ 10 ini juara banget. Baterai lebih gede, cip gaming khusus, sampai bypass charging. Apakah Poco F7 enggak berkutik di duel ini? Cuma modal sangar di sosmate doang kah? Dari segudang tes-tes yang gua lakuin ini siapa juaranya? Pengalaman gamingnya lebih mending mana? Kalau kamera? Ai duel kali ini bakal panas banget. Yuk, kita bahas. Oke, kalau ngomongin desain sebenarnya tergantung warna juga sih. Edisi gaming Poco F7 kalau gua bandingin sama IQ Neo 10 jujur gua lebih prefer ke IQ karena terlalu meriah dan bukan selera gua. Tapi kalau dibandingin sama warna putih atau hitamnya, gua lebih suka Poco sih karena secara kamera mode lebih minimalis. Terus buat material back beserta frame-nya IQ dari polikarbonat ya. Sedangkan Poco F7 punya back glass dengan frame metal. yang terlihat garis antenanya tuh jelas Poco lebih berasa premium. Kalau F genggam buat gua sedikit lebih nyaman di IQ karena ada sedikit lengkungan tipis di belakang sedangkan Poco lebih keboki cuman sisi-sisinya enggak bisa dibilang tajam juga sih masih okelah dengan keempat sudutnya yang lebih melengkung dibanding Iku. Untuk tebal secara visual Poco F7 terlihat lebih berisi ya karena ada kamuflase lengkungan tipis tadi di belakang Iku. Padahal di atas kertas beda 0,11 mili aja. Untuk layar dari sisi ukuran Poco F7 0,05 inch lebih gede. Tapi pas dilihat langsung gini enggak ada bedanya sih. Buat bezel-nya pun kalau gua lihat mirip-mirip aja. Walaupun IQ terlihat lebih tebal mungkin gara-gara nyaru sama bezelnya warna gelap. Paling yang ngebedain dari sisi refresh rate dan PWM diming yang sedikit lebih baik di IQ. Sedangkan touch sampling Poco lebih tinggi di 480 Hz. Kalau Ik jujur gua gak dapat info sih, tapi harusnya di bawah itu. Terus untuk always on display di IQ dia benar-benar bisa always ya. Sedangkan Poco dalam 10 detik bakal mati atau ada pilihan smart di mana AOD-nya bakal nyala saat kita lihatin HP-nya. Terakhir buat brightness secara angka nit terlihat IQ lebih tinggi ya. Dan kalau gua tes di outdoor langsung emang berasa layar Poco lebih redup tapi enggak terlalu jauh beda juga. Oke, langsung kita ke bagian yang paling ditunggu performance. Untuk chipset sama-sama pakai Snapdragon 8S Jet4 dan ada sedikit perbedaan varian yang gua pakai ini ya. Poco itu 12+ 512, sedangkan IQ punya RAM lebih gede di 16+ 512. Habis itu secara cooling system IQ lebih luas nih di 7.000 mm², sedangkan Poco di 6.000. Kira-kira dengan kombinasi ini mana yang lebih baik? Jadi di sini gua bakal lakuin berbagai tes buat cek kemampuan kedua HP ini. Tapi sebelumnya gua pasin kedua HP-nya ada di 100% connect di Wii yang sama, update software terbaru dan refresh-nya dimentokin. Dan langsung aja kita ke tes pertama. Antutu yang terlihat skor IQ lebih gede mendekati 2,1 juta, sedangkan Poco hampir di 1,8. Cuma menariknya setelah jalan tiga kali berturut-turut skor Poco cenderung lebih stabil ya dengan penurunan sekitar 2%-an aja. Sedangkan IQ 14% turun dari 2 jutaan tadi ke 1,78. Untuk suhu rata-ratanya sendiri IQ lebih tinggi sekitar 2 derajat dengan baterai lebih hemat 1%. Cuma perlu diingat ini tes dengan performance mode balance ya di akhir nanti kita tes lagi dengan performance mode on. Apakah angkanya bisa lebih tinggi? Terus gua juga sempat lakuin storage test untutu yang hasilnya lebih tinggi pokisih 15.000 poin. Dan setelah gua ademin lanjut kita tes yang lebih manusiawi dikit. Enggak cuma angka-angka benchmark, yaitu test recording 4K selama 30 menit. Yang mana secara suhu mirip aja sih, tapi untuk baterai pokok berkurang 2% lebih gede dari ICO. Habis itu tes selanjutnya gua sempat nonton YouTube dengan resolusi 1080p selama 30 menit dengan hasil yang mirip-mirip aja, mau secara suhu ataupun konsumsi daya. Oh ya, karena kedua HP ini punya kapasitas baterai yang beda, gua juga cantumin konsumsi dayanya dalam mAh yang kalian bisa lihat di sini. Next, kita balik lagi ke benchmark. kali ini Geekbench yang mana IQ punya skor lebih tinggi selisih 40 poin buat single core dan multiore-nya 300-an. Huh, melelahkan ya. Tapi tes kita belum kelar, masih banyak. Dan sekarang lanjut ke tes download Google Drive dengan file sekitar 1 giga-an yang hasilnya Poco bisa kelar duluan ya dan sekitar 5 detik kemudian disusul IQ. Terus biar lebih valid, gua tes sekali lagi dan sempat nyala matiin Wi-Fi-nya. Sama kali ini IQU jalan duluan, habis itu disusul Poco 2 sampai 3 detik kemudian. Hasilnya Poco masih bisa ngejar dan bisa disimpulin untuk tes download dengan Wii ini. Poco lebih cepat. Tapi Bang kalau download pakai selluler gimana? Iya gua tahu kalian pasti penasaran juga. Bakal gua lakuin kok setelah beberapa tes selanjutnya. Yaitu dari file yang di-download tadi gua bakal pakai buat rendering Kin Master yang editannya gua kasih scale dan satu filter. Terus export dalam 4K30 dengan bitrate yang dibentukin dengan file output sekitar 3,7 gig. Dan hasilnya IKU bisa kelar duluan dan 15 detik kemudian disusul Poco dengan suhu yang bisa dibilang mirip sih di sekitar 33 sampai 34 derajat. Nah, di tes selanjutnya nih biasa bakal memakan korban yang bikin HP-nya overheat yaitu 3D Max test. Dan sejauh ini masih cukup aman ya. Dan pas gua cek suhunya IQ di sekitar 40-an derajat aja. Tapi beda dengan Poco doi langsung benar-benar ngegas mencapai 51-an. Udah sempat senang di akhir tes enggak mau makan korban. Tapi ternyata wah kena overheat juga nih si Poco. Selain suhu ini juga berimpact sama konsumsi daya yang cukup tinggi dan tambahan kalau sebelumnya gua sempat tes juga dan lolos di Poco F71 lagi ya. Jadi kita pakai angka itu sebagai referensi yang mana Poco punya base loop yang lebih tinggi di 4.600-an dengan stabilisasi yang juga lebih baik 70% berbanding 3.900-an base loop di IQ dengan stabilisasi 55%-an. Tampaknya untuk test 3D Mark IQ lebih nahan nih terlihat dari suhunya di 40-an derajat. Beda sama Poco yang all out bahkan dites tadi suhu tertingginya mencapai 52an derajat. Cuman sekali lagi ingat ini cuman angka-angka benchmark ya buat ril performance gaming-nya. Sekejap bakal gua share setelah gua nuntasin janji tes Anutu pakai performance mod on. Eh, tapi sebelumnya gua ademin dulu HP-nya yang mana setelah normal di 29an derajat gua nyalain dulu performance mod di bagian baterai dan hasilnya pokok angkanya mengalami peningkatan mendekati IQ di R jutaan ya. Sedangkan Iku mirip aja sih mau performance mod-nya dinyalain atau enggak dan akhirnya kelar juga rangkaian t performance ini. Next kita bakal cobain Git Impact dan Withering Wave. Tapi sebelumnya serius guys, bikin video perbandingan ini menguras waktu banget. Jadi biar usaha gua yang gua lakuin ini enggak sia-sia dan biar bisa cepat-cepat colab sama gadgetin 200.000 subs lagi jangan lupa subscribe buat yang belum ya. Thank you. Jadi langsung aja untuk tes Gin Impact yang tentu performance mod-nya udah gua nyalain ya. Dengan settingan HS 60 dapat FPS rata-rata hampir sempurna di 59,6 dan selama 20 menit main tadi baterai berkurang 9% dengan suhu yang bisa dibilang cukup panas sih 45,7. Sedangkan kalau dibandingin sama tes gua sebelumnya untuk IQ Neo 10 bisa dapat FPS mirip di 59an juga tapi dengan suhu yang lebih rendah dan baterainya sedikit lebih irit. Habis itu buat game kedua woodering wave yang lebih berat lagi nih dengan settingan gua mentokin ternyata Poco F7 bisa dapat hasil yang sangat baik ya di 58 fps. Cuma emang suhunya cukup meraja lela nih mencapai 47,4 derajat dengan baterai berkurang lebih tinggi juga 11% selama 20 menit main. Hasil ini kalau dibandingin sama IQ Neo 10 cukup jauh ya. Dapat FPS rata-rata di 49,4 FPS tapi secara konsumsi daya dan suhu IQ lebih baik. Test wooding wave ini entah kenapa ingetin gua sama duel sebelumnya Poco F7 Ultra lawan IQ 13 di mana untuk test wering wave juga IQ 13 punya FPS yang lebih drop dibanding Poco. Apakah game ini masih belum optimal di IQ? Hmm, buat detailnya kalian bisa cek video ini. Jadi kesimpulannya untuk performance menurut gua sih plus minus. Misalnya buat wering wave tadi Poco bisa punya FS lebih tinggi yang diikutin kenaikan suhu juga. Sedangkan Ikiku enggak setinggi Poco tapi dengan suhu lebih dijaga. Beda pendekatan sih, tergantung kalian suka yang mana. Terus buat daya tahan baterai IQ lebih awet ya terlihat saat tes recording 4K tadi sama dua game Genchin dan Wing Wave. Thanks buat kapasitas baterainya lebih gede 500 mAh. Sedangkan dari sisi charging IQ lebih ngebut di 120 wat berbanding 90 wat di Poco. Habis itu kedua HP ini sama-sama bisa reverse charging yang mana Poco lebih gede watt-nya berbanding IQ. Oh ya, satu lagi yang enggak boleh kelewat kalau IQ ini punya fitur penting yang enggak di pununya Poco yaitu bypass charging. Ini bisa jadi nilai plus banget. Terus gua lupa mention juga kalau IQ punya chip gaming tambahan yaitu super computing chip Q1 yang salah satu gunanya bikin pengalaman gaming lebih mulus sampai bisa dipush ke 144 FPS dengan gambar yang lebih detail. Dan ternyata Poco juga punya fitur ini loh, tapi dilakuin oleh chip yang sama 8S J4. Kalau kita cek bagian performance setting, ada pilihan enhance visual dan di sana ada smart frame rate sama super resolution. Cuma gua gak tahu ya plus minusnya apa antara pakai chip tambahan atau enggak, tapi logikanya kalau punya chipset terpisah harusnya kerja si Snapdragon 8SJ4 di IQ lebih walk life balance ya karena dapat bantuan. Sedangkan 8S4 di Poco kalau di tongkrongan tuh mungkin ada curhat-curhat dikit. Kalau apa-apa gue yang kerjain, apa-apa gue gue gue. Terus masih tentang gaming. Iiku punya beberapa fitur tambahan ya. Di antaranya ada 4D game prtion vibration motion control, bypass charging tadi dan lainnya. Sedangkan di Poco cukup minim. Semoga bagian ini bisa jadi PR ke depannya. Yuk, bisa yuk, Poko. Oke, sebelum kita tentuin kesaktian 5G HP ini, terus AI beserta dengan kesimpulan gua mana yang lebih baik dari kedua HP-nya, mari sekejap kita kepoin gimana kameranya, Guys. Yang terlihat secara stabilisasi Poco lebih stabil. IQ berasa goncangannya. Sayang banget. Cuman dari sisi resolusi IQ bisa shoot sampai 4K 60 ya. Sedangkan Poco mentok di 1080p 60 aja kamera depan. Kalau buat kamera belakang sama-sama bisa shoot 4K60. Yang cukup berasa kalau sambil jalan gini kedua HP-nya berasa ada kedutan di lensa utama dengan gambar yang lebih cerah di Iiku. Sedangkan Poco area gelapnya kurang bisa diangkat nih. Saat lagi recording gini, kedua HP ini bisa pindah lensa ya ke ultrawide. Tuh sama-sama pindah ultrawide. Tapi ini cuma bisa di 1080p 30 aja ya. Lanjut buat foto. Sama kayak video IQ punya gambar yang lebih cerah terutama untuk objek pohon. area gelapnya atau shadow bisa lebih terlihat. Cuma selain itu sama-sama oke sih kalau gua lihat. Paling buat warna gua enggak terlalu bahas ya karena di IQ ini lebih fleksibel bisa diatur ada Vivit, texture dan natural yang mana selama foto di sini gua pakai yang Vivit. Terus buat foto objek orang kalau diperhatiin racikan pemrosesan gambar Vivo ada di sini enggak sih? Kayak lebih glowing aja hasilnya. Tapi bukan artinya pokok jelek ya, karena dia terlihat lebih natural dengan kondisi asli yang emang lebih warm gitu. Habis itu buat selfie, Pokok bisa shoot lebih luas nih karena ada 0,8 kalinya dengan skin tone yang gua lebih suka di Poco deh. Iiko agak sedikit kecoklatan. Oh ya, satu yang lupa gua kasih tahu dan ini sesuatu yang menyenangkan di Ikiku, yaitu saat lagi recording gini bisa pindah lensa e ke depan belakang dan sebaliknya ya. Kalian bisa lihat di sebelah kanan atas ini. Tada! Tuh, ini ke ultra white. White. Pindah lagi, pindah lagi. Kalau buat foto pas malam sama sih karakternya. Ikiku lebih cerah gambarnya. Mau di white ataupun ultra white. Terus kalau buat selfie gambarnya sama-sama tajam ya, paling beda aja di sisi warna. Dan terakhir buat video Light, lensa utama sedikit lebih cerah di Iiku, tapi saat pindah ke ultrawide malah kebalikan. Nih, kalau buat selfie-nya mirip-mirip aja sih, kecuali untuk stabilisasi tadi yang enggak jalan di ICO. Oke, buat spek lainnya kedua HP ini sama-sama udah 5G yang mana gua sempat lakuin speed test dengan provider dan server yang gua samain. Dan hasilnya speed IQ lebih baik dari sisi download maupun upload. Terus gua sempat tes sekali lagi dan hasilnya IQ lebih cepat ya cuman kalau dibilang beda jauh juga enggak. Dan tadinya gua mau lanjutin tes ketiga. Tapi anyway, semoga menjawab rasa penasaran kalian. Kalau iya, boleh like video ini ya, supaya algoritma YouTube tahu kalau video ini bukan kaleng-kaleng. Thank you. Lanjut. Kalau tanya support isim atau enggak, keduanya enggak bisa. Habis untuk IP rating pokok lebih baik IP 68 yang bisa dicelup-celup HP-nya berbanding IP 65 yang dicipprat-ceprat aja dengan heptic feedback yang sama-sama mantap, solid gitu getarannya. Sedangkan buat kualitas speaker habis itu kalau ngomongin AI bisa dibilang Poco lebih unggul. Fitur-fitur kayak AI interpreter, translator, dan subtitle hadir. Terus untuk AI writing sama-sama bisa bikin summary tapi di Poco lebih lengkap lagi. Ada cek grammar, terus extension ini bisa kembangin kata-kata kita sampai ubah gaya bahasa. Walaupun sayangnya belum bisa ubah kata-kata gebetan kalian dari Cuma untuk fitur-fitur basic kayak Gemini dan Circle to Search ada. Terus di galeri kayak AI Race buat hilangin orang sama AI Image Expander buat memperluas gambar ada. Eh di Poco ada tambahan deh beberapa lagi kayak enhance gambar, remove reflection, dan ganti langit. BT buat Hyper OS di Poco ataupun Fouage OS di IQ gua gak bahas lagi ya. Buat kalian yang belum familiar bisa cek video gua yang ini deh. Habis itu kalau ngomongin update software Poco lebih lama dibanding IQ. 4 kali Android dan 6 kali security berbanding 3+ 4 di IQ. Lanjut. Kalau ngomongin iklan terutama di Poco entah gimana sejauh ini gua kagak ada ketemu loh. Tempat-tempat yang biasa gua tahu kayak di Mi Video biasanya ada diselipin di beberapa baris video sini bersih. Waktu ganti wallpaper juga aman. Sama juga waktu pakai cleaner gitu enggak ada. Paling komplain gua pas di awal-awal setup aja ditawarin instal app ini yang sebenarnya masih enggak apa-apa tapi yang bikin sebal enggak bisa di-unselect all. Jadi masih satu-satu cuma ya itu sekali doang di awal. Sedangkan IKU emang gak pernah ketemu nongol iklan sih. Paling ada dua folder app sama games yang gak tahu hitungannya iklan atau enggak. Cuma bisa kita hilangin tinggal sekali setting habis itu enggak keluar lagi. Dan selanjutnya ini bakal nilai plus buat Poco yaitu dukungan ekosistem di mana buat Poco sendiri bisa connect sama tabletnya Poco Padun bisa masuk juga ke ekosistem Xiaomi misalnya connect ke IoT atau peralatan rumah tangga pintarnya Xiaomi. Tapi jujur ini gua belum sempat coba. Sedangkan Ikiku belum punya ekosistem yang lengkap. Apakah mereka harus bawa produk ekosistem lainnya? Kira-kira apa yang paling kalian tunggu? Oke, jadi kalau bisa gua simpulin secara desain sih ya selera, tapi enggak bisa dipungkirin kalau frame metal di Poco jadi nilai plus banget. Sedangkan untuk layar gua kasih poin ini ke IQ yang punya refresh rate, PWM diming, dan kecerahan lebih baik. Belum lagi untuk AOD-nya yang bisa always. Sedangkan buat performance ini bikin pusing. Untuk benchmark dan gaming plus minus untuk kedua HP ini. Sama-sama ngebut ya, tapi kalau disuruh pilih gua kasih ke Poco karena tes wooding wave tadi yang lebih baik. Cuman buat suhu ini juga penting ya. Dan gua kasih poin ke IQ yang lebih adem. Terus buat daya tahan baterai gua kasih ke IQ lagi karena kapasitasnya yang lebih gede. Cuman kalau dibilang jauh banget bedanya juga enggak. Habis itu buat CC gaming IQ ada plus-plnya mulai dari fitur-fiturnya beserta bypass chargingnya yang cukup penting buat ngejaga baterai kalian supaya lebih awet plus tambahan chip Q1. Dan gimana dengan Poco? AI plus ekosistemnya nilai plus banget. Belum lagi kalau enggak sengaja HP-nya kecemplung bisa ketolong sama IP68 sama satu lagi kamera. Overall gua sih lebih suka hasilnya dari IQ. Gambarnya lebih cerah dan gua berasa racikan pemrosesan Vivo ada di HP ini. Hasil videonya pun lebih pas aja di mata gua. Cuma balik lagi ke selera. Cuman satu yang pastinya enggak ada stabilisasi selfie di IQ itu cukup ganggu dan ini poin plus buat Poco. Hah. Jadi kalau dilihat dari poin-poin tadi menurut gua IQ 10 lebih worthed ya. Terutama buat kalian yang ngincir pengalaman gaming lebih maksimal, baterai lebih gede, ada bypass charging dan tambahan chip Q1. Cuman ada satu poin yang belum kita sentuh, yaitu harga. Yang mana dari bocoran yang gua dapat, Poco F7 ini bakal dijual satu varian doang 12 plus 512 seharga Rp6 juta untuk harga normal tuh. Sedangkan first sale-nya lebih murah lagi Rp400.000. Yang artinya untuk sesama storage 512 selisih R,5 juta dari IQ Ne varian 16+ 512-nya. 7,5 juta di harga normal atau R7,1 juta di first sale. Buat gua tahu itu malah bikin duel kedua HP ini benar-benar ketat ya. Dan jujur gua happy karena kita sebagai customer dapat pilihan yang sama-sama worthed sih. Enggak ada yang salah di antara kedua HP ini. Balik lagi kalian punya budget berapa, butuh storage gede atau enggak, suka pakai HP buat apa aja dan lain sebagainya bisa dicocokin sendiri ya dari hal-hal yang gua share barusan. terakhir dan ini penting kalaupun kalian nih serius dengerin ya kalaupun kalian udah suka sama salah satu HP ini tapi masih nyesek karena ada kekurangannya saran gua relain aja dan coba beradaptasi misalnyaiku punya video selfie yang gempa, ya kalian jangan pakai sambil jalan atau bisa effort dikit buat kasih stabilisasi pas editing. Untuk Poco juga sama ya, misalnya enggak ada bypass charging, ya udah istirahat aja dulu nge-game-nya. Ngecas bentar, habis itu baru main lagi. Jangan malah fokus sama kelemahan. Terus kelebihan HP-nya dilupain.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Poco F7

POCO F7 adalah smartphone yang sudah dipasarkan resmi di Indonesia dan ditempatkan sebagai model yang menonjolkan performa tinggi. Perangkat ini memakai platform Snapdragon 8s Gen 4 dengan proses manufaktur TSMC 4 nm. Konfigurasi CPU-nya octa-core dengan kecepatan hingga 3.21 GHz, dan GPU yang digunakan adalah Adreno 825. Untuk kebutuhan AI,...