Jungkat

POCO F8 Ultra vs iQOO 15: Pilihan SULIT.. (YouTube Video)

  • 30/12/2025

Walaupun kedua HP ini pakai Snapdragon 8 Elite Gen 5, tapi racikannya beda, Bos. Ada yang bisa menjinakan kesaktian naga ini dari beberapa tes yang gua lakuin, tapi ada juga yang Terus selain performance, apaagi sih yang beneran kerasa bedanya? Apakah Poco F8 Ultra cukup kuat buat ngalin IQ 15 yang lebih mahal? Mana yang lebih cocok buat kalian? Yuk, kita bahas. Oke, kita mulai dari yang enteng dulu, yaitu desain dan feel. Karena ini biasanya hal pertama yang bikin orang langsung cocok atau malah ilf. Dan jujur aja ini subjektif tapi gua pribadi lebih condong ke IQ 15 yang tampilannya lebih normal dan kalem. Sedangkan Poco F8 Ultra lebih rame nih. Kamera modulnya berasa kompor empat tungk nempel di belakang. Tapi dari kedua varian F8 ultra justru gua lebih suka warna hitem ini karena satu ton gelap gitu. Jadi kamera modenya lebih nyamar. Beda cerita sama varian deniminnya yang makin bikin kamera belakangnya kelihatan dominan. Sementara di Iiku selain hitam, dia ada yang warna putih ya yang cukup menarik perhatian juga kalau dilihat dari jauh. Soal finishing keduanya sama-sama mat tapi Poco punya tekstur bintik halus yang bikin jiprakan sidik jari jauh lebih minim. Sedangkan Ikik Mate Polos kelihatan lebih clean tapi ya kadang sidik jari suka samar-samar nongol tuh. Oh ya, satu lagi nilai plus dari IQ 15. Dia punya lampu joget-joget di dalam kamera modul ya. Dan ini bisa dicustom. Bukan fitur yang penting, tapi buat sebagian orang bikin eye catching dan beda aja. Selebihnya secara bentuk keseluruhan kedua HP ini mirip desainnya ngotak, layar flat, dan bezel tipis yang rapi. Jadi pilihan desain di sini benar-benar balik ke selera. Oke, sekarang kita lanjut ke layar dan ini salah satu bagian yang menurut gua jadi keunggulan utama IQ 15. Pertama, layar IQ ini udah polarize free. Jadi, pas gua pakai filter CPL layarnya enggak gelap gitu. Cuman kalau gua lihat di Poco juga aman ya. Tapi kalau dilihat perubahan layar di IQ lebih minim. Refresh rate IQ juga sedikit lebih tinggi 144 Hz. Dan yang lebih penting dia udah LTPO jadi bisa turun sampai 1 Hz. Sedangkan Poco minimalnya di 30 Hz. Dan itu pun di lock screen. Selebihnya di sekitar 60 sampai 120 Hz. Buat resolusi juga IQ lebih baik nih. Di pengaturan layar ada opsi resolusi UHD. Sedangkan di Poco opsi ini enggak gua temuin. Tapi ada satu hal yang gua ketemu. Entah kenapa ton layar di IQ ini cenderung kemerahan terutama buat skin tone. Kok muka gua merah banget ya di Ikiko ya? Ini gua nyadar waktu bandingin videonya sama layar Poco ya. Padahal footage aslinya enggak semerah itu. Gua juga sempat play video dan ternyata skin tone-nya cenderung lebih merah. Pokok terlihat lebih natural di sini. Habis itu kedua HP ini juga udah dapat screen protektor bawaan pabrik. Tapi khusus di IQU dia lebih efektif buat ngeredam refleksi dibanding Poco. Tapi sekali lagi ingat ini screen protektornya aja. Nah, kalau dilepas ya sama aja sih kalian bisa lihat di sini nih. Terakhir untuk brightness secara angka IQ emang lebih tinggi mau pick ataupun HBM dan pas gua coba langsung outdoor gini emang ada berasa IQ sedikit lebih terang. Oke, sekarang kita masuk ke bagian yang paling sering bikin orang debug yaitu performance dan baterai. Keduanya pakai Snapdragon 8 Elite Gen 5. Kira-kira siapa yang paling gacor? Jadi semua tes ini gua lakuin di kondisi yang sama ya. Baterai 100%, Wii sama, software update terbaru, RAM sesama 16 plus 16 dengan refresh rate yang gua biarin di default. Kita mulai dari Antut 2u yang gua jalanin tiga kali berturut-turut. Skor awal kedua HP ini mirip ya di sekitar 33,8 juta termaksud gede. Tapi masih belum bisa kalahin HP terkencang yang sempat gua cobain yang dapat di 4,2 juta. Ini HP gaming yang teknologinya super gila bisa cus ditonton kalau belum. Tapi kalau kita lihat di tes ketiga, IQU turun cukup dalam ke 3,1 juta, sedangkan Poco masih bisa nahan di 3,5. Dan menariknya suhu rata-rata kedua HP ini mirip di 46an derajat. Tapi kalau diperhatiin lebih cepat ngegas di awal tes tuh Antutu pertama tadi tembus sampai 45 derajat, sedangkan Poco masih di 43a. Padahal suhu awal CP CPU padahal suhu awal CPU-nya sama-sama di sekitar 34 sampai 35 derajat. BT ini gua tes dengan performance mode-nya off ya. Di akhir tes nanti kita cari tahu kalau sama-sama aktif apakah ada perbedaan skornya atau enggak. Dan lanjut kita ke tes yang lebih manusiawi dulu yaitu recording 4K. selama 30 menit. IKU berkurang 1% lebih banyak dari Poco. Sama juga pas nonton YouTube setengah jam turun 3% dan Poco 2% dengan suhu yang mirip. Kalau Geekb hasilnya imbang. Single core IQ lebih unggul tipis tapi multiore Poco lebih tinggi. Next kita ke aktivitas berat tapi realistis yaitu test download file dan rendering video 4K di Kinemaster. Untuk download IQ bisa kelar lebih cepat nih. Tapi waktu rendering Poco lebih duluan selesai. Walaupun selisihnya cuman setengah detik dan kayaknya bisa dibilang imbang sih. Nah, yang mulai menarik itu 3D Max stress test. Poco F8 Ultra sempat kena warning overheat, jadi tesnya gak bisa lanjut sampai akhir. Tapi perlu diingat, warning kayak gini biasanya cuman muncul di benchmark ekstrem, bukan di penggunaan real kayak gaming berat yang bakal gua share setelah ini. Terakhir, sesuai janji, gua lakuin satu tes lagi dengan performance mode-nya gua aktifin di keduanya. Di sini Poco dapat skor sedikit lebih tinggi hampir Rp2.000. Dan lagi-lagi IQ langsung ngegas mencapai suhu maksimal di 43,8 derajat, sedangkan Poco di 40,8. Jadi kesimpulannya secara performance mentah keduanya sama-sama buas. Tapi yang ngebedain baterai IQ itu sedikit lebih awet karena emang lebih gede 500 mAh. Bisa dilihat sebelum tes 3D, baterai IQ itu lebih awet 2% dibanding Poco. Sebelum masuk ke gaming, sedikit soal charging. Kalau keduanya support 100 wat wire charging, tapi Poco unggul di wireless di 50 watt berbanding 40 wat di IQ. Plus Poco support reverse wire charging juga di 22,5 wat. Di IQ sih gua cek website-nya gak ada info ya, tapi gua sempat iseng cobain ternyata bisa nge-charge device lain loh. Gak tahu kenapa enggak dimasukin. Mungkin W yang dialirin kecil kali ya, jadi enggak PD dia. Dan ini juga menarik, dua-duanya ternyata bisa reverse wireless charging loh. Walaupun fitur ini enggak ditulis di website resmi mereka, ini bisa ketemu gara-gara pas gua otak-atik di menu baterai ada ketemu yang ini nih. Akhirnya kita sampai juga ke pembuktian dari benchmark yang canggih tadi. Apakah beneran berasa di tes real gaming berat ini? Gua mulai dengan gadenchit impact settingan mentok rata kanan dan hasilnya bisa dibilang mirip. Dua-duanya ada di sekitar 59 FPS. Stabil tanpa frame drop. Dari sisi suhu Poco sedikit panas di tools gua nih. Ada di 39,8. Kalau IQ 38,3. Dan suhu luar juga mirip sih di 41-an derajat. Jadi buat Gin kedua HP ini bisa dibilang cukup santai. Tapi tunggu lihat hasiling wave yang lebih berat entar. Terus ada satu hal menarik yang gua ketemu yaitu kedua HP ini kan bisa support super resolution dan frame rate yang dimaksimalin. Dari mentoknya 60 fps dipush ke 100-an. Tapi entah kenapa pas gua aktifin tools-nya untuk Poco malah drop ke 40-an. Walaupun di FS meter bawaan mereka beneran tertulis 120. Sedangkan Ikiku kalau kalian ingat di video sebelumnya saat gua aktifin FPS-nya beneran naik ke 111an FPS. Wah, apakah kita dibohongin pokok? Harusnya sih enggak ya, karena setahu gua cara naikin frame rate di Poco itu beda. Jadi dia bakal turunin frame-nya ke 40, habis itu di belakang layar diselipin frame tambahan di antara frame-frame asli tadi. Jadi total bisa dikali 2 atau 3 sampai ke 120 fps atau nama kerennya frame interpolation. Jadi mungkin ini alasan enggak kedetect di tools gua. Sedangkan IQ bisa dibilang pakai pendekatan lain yang gua kurang tahu juga apaan. Cuman saat diaktifin emang kedua HP ini berasa mulus. Selain fitur ningkatin resolusi dan frame rate tadi, gua harus bilang game mode di IQ ini lebih banyak dan lengkap. Kayak misalnya ada ford vibration, motion control, dan lainnya. Sedangkan di Poco cukup basic. Dan lanjut kalau buat settingan di PUBG sama-sama bisa super smooth ultra extreme. Tapi untuk Mobile Legends IQ punya settingan yang sedikit lebih baik karena ultranya udah kebuka 144 FPS yang mana di Poco Ultranya 120 karena ya layar di F8 Ultra enggak support 144 juga sih. Nah, sekarang untuk wood rim wave barulah mulai kelihatan kalau IQ 15 bisa meng-handle suhu dan konsumsi daya lebih baik. Untuk FVS enggak usah diraguin lagi. Kedua HP ini udah sama-sama ngebut dapat FPS hampir sempurna di 59an. Cuman secara suhu terpaut sampai 2 derajat. 45-an di Poco dan 43-an di IQ. Hal ini juga berimpact sama konsumsi daya yang lebih tinggi di Poco. Rata-rata dayanya memakan 6,7 wat berbanding 4,66 watt. Kalau secara persentase selama kurang lebih 30 menit main IQ berkurang sekitar 9% sedangkan Poco 13%. Dan gua udah pastiin kalau kedua HP ini punya performance mode yang aktif ya dengan super resolution dan frame rate yang off dan settingan gua yang mentok. Pertanyaannya kenapa bisa beda gitu walaupun chipsetnya sama? Salah satu alasannya ya ada di cooling vaper chamber Iiku yang lebih luas 8.000 mm² berbanding 67.700 di pokok. Oh ya guys, gua gak tahu kalau video duel ini masih banyak yang demen atau enggak. Kalau iya boleh kasih tahu gua dengan like video ini ya dan subscribe juga buat bantu kejar 1 juta subscriber. Siapa tahu 2026 colab sama gadgetin bisa kesampean. Thank you. Terus ada satu lagi yang pengen gua bahas, yaitu bypass charging. Di mana untuk IQ udah jelas ada menunya sendiri dan bisa diaktifin kalau kita colok chargeran. Cuman yang menarik di Poco F8 Ultra ada yang namanya smart charging. Dari pengertiannya secara pintar mengatur kecepatan charging berdasarkan baterai level, suhu, dan aplikasi saat menyalurkan antara ke sistem dan baterai. Mungkin keunggulannya kita gak usah dibikin ribet buat ngatur ini. Itu otomatis udah di-handle sama fitur ini. Karena kalau gua cek di game mode gitu, enggak ada pilihan smart charging juga. Settingan ini cuman ada di baterai dan bakal aktif kalau pas lagi nge-game gua colok charger tuh baru deh muncul pop up smart charging. Dan ini juga tergantung level baterai atau suhu ya. Contoh pas gini nih enggak muncul tapi di beda kondisi baru muncul tuh. Kalau gua charge di luar game enggak ada. Tapi apakah ini bypass charging atau bukan? Feeling gua sih bukan ya. Habis kalau dilihat dari gambarnya masih alirin ke baterai dan sistem. Enggak stop aliran sama sekali ke baterai. Setuju enggak? Atau gua salah? Coba yang lebih ngerti boleh tolong share pendapatnya. Oke. Nah, mari kita bahas tentang kamera yang speknya kalian bisa lihat di sini. Dan gua enggak mau bahas terlalu panjang juga sih, paling gua rangkumin aja beberapa buat kalian sebelum kita adu tentang software dan hal-hal lain yang perlu kita perhatiin dari kedua HP ini. Pertama, berita baik buat kedua HP ini kalau enggak cuman IQ, tapi Poco sekarang bisa pindah lensa depan belakang dan sebaliknya saat lagi recording. Buat kalian yang sering bikin konten atau vlog, ini kepakai banget. Habis itu kalau buat resolusi sama-sama bisa mentok di 4K60 dan 8K30. Tapi selfie ICO bisa sampai 4K60, sedangkan Poco mentok di 4K30 aja. Kalau buat lensa utama bisa gua bilang susah buat dapetin perbedaannya ya. Kalian bisa lihat beberapa contohnya di sini. Bt gua enggak bahas warna karena di IQ itu ada mode vivit, textured, dan natural tergantung settingannya aja. Sedangkan Poco enggak ada pilihan ini. Perbedaan paling kerasa itu justru ada di lensa periscop. Poco periscopnya itu bisa dipakai buat close up. Jarak fokusnya lebih fleksibel dibanding IQ yang butuh jarak lebih jauh. Saat low light pun periscop di Poco bisa mengekspos cahaya lebih baik sehingga gambarnya lebih jelas di sini. Terus karena optical zoom pokom di 10 kali gambar yang dihasilkan lebih clean. IQ noise-nya cukup berasa karena optical zoom IQ itu loncat cukup jauh dari tiga kali ke 10 kali. Jadi kalau kalian lebih sering pakai periscope, jagoan gua ada di Poco sih. Sedangkan kalau kalian lebih suka pakai ultrawide ini malah kebalikan. Iiku punya jarak pandang yang lebih luas 0,6 kali. Beda sama Poco yang cuma 0,7 dan jarak pandangnya lebih sempit. Agak ganggu sih. Terus konsistensi antara lensa white dengan ultrawide-nya cukup berasa di Poco. Sedangkan IQ masih mirip. Pas low light punrawet IQ masih lebih baik ya dalam mengekspos cahaya dan lebih detail juga dibanding Poco. BT ngomongin low light gua sempat tes tuyul di kedua HP ini dan ternyata tuyul di Poco lebih berasa dibanding Ikiku yang lebih teredam tuh. Jadi salah satu hal yang perlu dipertimbangin juga. Kalau selfie gimana, Bang? Ini sih plus minus. Dynamic ray selfie masih lebih baik di Poco. Kalian bisa perhatiin lebih stabil juga di sini. Cuman secara skin tone muka agak kekuningan. Iiku bisa gua bilang lebih mendekati asli. Overall Poco lebih kuat di periscope sedangkan Ikiku di Ultrawide. Selebihnya udah sama-sama bagus termaksud foto portret orang yang kalau kalian lihat sama-sama cakep. Ya, paling emang ada sedikit perbedaan dari sisi skin tone. Sekarang kita masuk ke bagian lainnya yang justru sering jadi penentu di pemakaian harian. Nih dari sisi konektivitas, dua-duanya udah support isim. Tapi buat ketahanan IQ15 punya nilai plus karena udah IP69. Jadi bukan cuma tahan air, tapi aman juga dari semprotan air bertekanan kencang dengan suhu yang tinggi. Habis itu buat speaker jauh lebih baik di pok. Ada yang bilang mubazir ah subwovernya ada di belakang. Tapi pas gua cobain tetap aja lebih enak didengar dari ikik. Cuman emang kalau diangkat lebih mantap lagi suaranya. Serius emang sebagus itu. Buat gua yang cukup malas dengar musik di speaker HP jadi malah kepengin dengar terus. Kalau transfer data sama-sama cepat. Udah USB 3.2 gen 1. Gua sempat tes transfer di Poco 6,14 gig butuh waktu 5 menit 23 detik. Sedangkan IQ file 6,6 gig sekitar 5 menit 10 detik. Dan sekarang mari kita ke OS yang enggak bisa dianggap remeh. Sebenarnya ini topik panjang banget ya dan gua udah bikin video terpisah buat masing-masing. Kalian bisa dalemin sendiri di kedua video ini. Cuma kalau boleh gua sederhanain untuk pengalaman OS secara keseluruhan gua lebih condong ke origin OS-nya IQ 15 tapi tiap-tiap orang bisa beda sih. Beberapa hal di antaranya gua suka AOD-nya yang udah bisa full screen dibanding Poco yang masih model lama. Terus saat ngecas pun ada pilihan high speed di lock screen yang bisa dengan mudah kita pilih. Poco sebenarnya ada pilihan charging lebih cepat, tapi pilihannya itu tenggelam di dalam setting. Hal-hal kecil gini yang menurut gua sepele tapi cukup kepakai di real-nya sih. Belum lagi yang tadi sempat gua bahas secara fitur game lebih lengkap. Terus mereka juga ada fitur tambahan buat streaming. Jadi enggak usah pakai aplikasi ketiga dan bisa dijalanin secara wireless. Tapi kalau ngomongin AI, gua lebih condong ke Po secara fitur lebih bervariasi. Yang kalian bisa lihat di sini listnya enggak cuman rameai, tapi fiturnya cukup matang sih. Misalnya kayak AI writing di Poco itu dia bisa dipakai di aplikasi-aplikasi lain. Beda sama AI writing-nya IQ yang masih terbatas di notes aja. Gua coba di sosmate gini enggak keluar. Terus buat OS update sendiri, IQ lebih lama setahun mau OS ataupun security update dengan iklan yang sejauh gua cobain relatif bersih buat kedua HP ini. Cuman ada satu hal yang gua notice di Poco dan ini enggak tahu hitungannya iklan atau enggak, yaitu wallpaper carosel yang tunjukin berbagai macam wallpaper di Rock Screen. Nah, di sana ada link menuju ke artikel tertentu dan ada iklannya di dalamnya. Tuh, gua ngerti sih artikel ini udah di luar kuasa Xiaomi. Enggak tahu juga siapa yang mesti tanggung jawab. Cuma kalau terganggu ya fitur wallpaper caroselnya bisa aja dimatiin. Oke, sekarang kita masuk ke kesimpulan. Tapi sebelum itu sedikit aja tentang harga. IQ 15 itu mulai dari Rp3 juta untuk varian 12+ 256 sampai varian tertingginya 16+ 1 tera di Rp16 juta. Dan perlu dicatat, varian tertinggi ini udah pakai LPDDR yang lebih kencang di 10,7 Gbps. Sementara Poco F8 Ultra cuma punya dua varian 12+ 256 dan 16+ 512 dengan harga Singapura yang lebih murah sekitar sejutaan lebih. Dan sekali lagi ini harga Singaporea karena emang HP ini belum launching di Indonesia. Kalau udah nanti gua taruh produknya di video. Nah, sekarang kesimpulannya dari sisi desain. Ini murni selera sih, tapi satu IQ itu punya nilai plus yang ada di Poco yaitu lampu joget-joget di kamera yang cukup ee catching. Untuk layar jelas IQ lebih unggul, resolusi lebih tinggi, LTPO 144 Hz, polarize free dan lebih terang. Terus gimana dengan performance? Sama-sama buas, bisa dengan gampang melibas game berat kayak wooding wave rata kanan. Cuman IKU lebih unggul di sisi suhu dan daya tahan baterai ya. Bukan yang beda jauh, tapi ada berasa. Untuk kamera bisa gua bilang sama-sama cakep. Terutama yang gua impress itu foto objek orangnya. Paling kalau mau gua sederhanain, kalau kalian lebih sering pakai lensap riscop bisa condong ke Poco. Kalau ultra wide bisa ke IQ. Sedangkan dari sisi software, gua sendiri lebih cocok sama Origin OS dengan beberapa alasan yang udah gua jelasin sebelumnya. Tapi kalau menyangkut AI, Poco masih juara sih. Sama satu lagi yang belum sempat dibahas yaitu dukungan ekosistem di Poco yang lebih luas. Bisa connect sama tablet ataupun masuk juga ke ekosistem Xiaomi misalnya connect ke IoT atau peralatan rumah tangga pintarnya mereka. Habis itu speaker juga jadi salah satu kejutan besar buat Poco F8 Ultra. Buat kalian yang sering dengar pakai speaker, ini bisa jadi nilai plus gede. Dan terakhir nilai plus lagi buat Poco yaitu dari sisi harga yang asumsi gua bakal lebih murah sesuai dengan tradisi sebelumnya. selebihnya balik lagi sih ke kebutuhan dan budget kalian masing-masing. Karena duel ini udah bukan HP mana yang paling kencang, tapi HP mana yang paling cocok sama cara kalian pakai. Yeah.

Lihat di YouTube