Jungkat

POCO F9 Ultra mulai SERIUS ganggu Flagship.. (YouTube Video)

  • 07/09/2026

Poco sekarang berani jual HP sampai R juta. Iya, Poco R juta. Di harga segini lawannya udah bukan HP yang sekedar adu spek lagi, tapi flagship dari Samsung, Apple, Oppo, dan brand besar lainnya. [musik] Jadi pertanyaannya emang Poco F9 Ultra ini udah layak main di kelas mereka? Pantaskah dihargai Rp20 juta? Terus dibanding F9 Pro yang kemarin gua bahas, apa aja sih bedanya dari desain, performa, gaming sampai kamera yang bikin versi Ultra ini jauh lebih mahal? Yuk, kita bahas. [musik] Buat unboxing-nya singkat aja ya, karena enggak ada beda dari HP Poco lainnya. Yang di dalamnya ada kotak lagi berisi SIM ejector, kertas yang jarang dibaca, dan sama kayak varian Pro-nya. Cash-nya sekarang hard cas bening gitu. Ini improvement yang gua suka. Habis itu di bawahnya lagi ada kabel type C to type C sama kepala charger 100 wat. Begitu dinyalain langsung disambut sama Hyper OS3 berbasis Android 16 ya. Lanjut setup-setup kayak biasa, registik jari dan setelah kelar gua cek storage-nya udah kemakan 30-an gig dari total 256 punya gua. Terakhir langsung diminta update software juga. [musik] Impresi gua sama HP ini mewahnya berasa kok. Mulai dari feel waktu dipegang sampai desainnya. Menurut gua udah jauh dari kesan Poco yang sekedar ngejar spek. Dan buat yang bilang kamera modulnya kayak kompor. Kalau di model ini gua agak kurang setuju sih. Karena frame kameranya sekarang dibuat lebih memanjang kayak gini. Beda sama Xiaomi 14T yang bentuknya benar-benar kotak dan masing-masing lensanya nongol sendiri. Bahkan dibanding Poco F8 Ultra sebelumnya juga sekarang kelihatan lebih rapi karena lensanya enggak terlalu menonjol satu-satu. Terus kalau di sampingin gini udah mulai mirip iPhone enggak tuh? Apalagi frame HP ini sekarang dibuat lebih melengkung jadi menurut gua lebih nyaman digenggam. Sedangkan F8 Ultra sebelumnya terasa lebih tajam di bagian pinggirnya. Cuma ada satu hal yang gua kurang srek. Kenapa flash-nya harus ditaruh di dalam salah satu bulatan kameranya tuh? Jadinya kayak bisulnya udah matang aja gitu. Peace. Dan dari sini gua malah punya teori konspirasi ini. Jangan-jangan Poco juga sadar posisi flash ini agak ganggu secara visual. Karena kalau dibandingin sama varian Pro-nya, ukuran bulatan flashnya ternyata lebih kecil loh. Jadi kelihatannya dibuat seminimal mungkin. Padahal di Poco F8 Ultra sebelumnya udah lebih benar fresh-nya ditaruh di tengah kayak gini. Habis itu bulutan subwoover-nya sekarang juga lebih gede. Lubang speakernya udah enggak ngelilingin lagi. Tapi sekarang ada setengah di lingkaran ke bawah. Dan tahu apa yang bikin bagian ini lebih keren? Wah, di sekeliling subwoovernya ternyata ada backlight dong yang pas dilihat dari angle tertentu lampunya enggak selalu kelihatan satu lingkeran penuh ya. Kadang cuma muncul sebagian jadi kayak bulan sabit gitu. Kalau gua cek di setting, lampu ini bisa dipakai buat beberapa kondisi. Dia ada call, gaming, notifikasi, sampai musik yang lampunya bisa ngikutin bat lagu. Terus brightness-nya juga bisa diatur. Selebihnya desain depannya masih cukup familiar. Layarnya gede 6,9 inch, bezel tipis dan kelihatan simetris. Detail kecil yang gua suka justru tombol power-nya. Sekarang dia dikasih aksen merah jadi ada sedikit karakter dibanding F8 Ultra yang sebelumnya serba hitam. Dan kalau dibandingin sama Poco F9 Pro secara bahasa desain sebenarnya cukup mirip. Bedanya paling langsung terasa di ukuran dan bobot terpaut hampir 30 gr. Oke, buat spesifikasi kayak biasa lengkapnya teman-teman bisa langsung lihat aja di layar ya. Bisa di-pause juga. Yang lebih menarik justru kalau kita bandingin sama Poco F9 Pro karena dari desainnya cukup mirip. Paling beda di ukuran layar dengan refresher rate yang sama-sama di 185 Hz. Cuma begitu dilihat sisi dalamnya lumayan beda nih. F9 Ultra itu pakai Snapdragon 8 Elite Gen 5. Sementara F9 Pro pakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 V series. Buat yang bingung bedanya apa, kemarin gua udah sempat jelasin lebih detail di video F9 Pro ya, bisa chose ke sana kalau belum nonton. Habis itu selain chipset, kapasitas maksimal RAM dan storage-nya juga beda. Terus pertanyaannya sekarang, sejauh apa sih perbedaan performa kedua HP ini? Oke, kalau dari hasil benchmark AnTu F9 Ultra ini lebih tinggi 19% dibanding F9 Pro. Cuma untuk Geekbench 7 enggak terlalu jauh ya, selisihnya sekitar 100 sampai 200-an poin aja. Dan yang paling jauh justru 3D Max Test. [musik] F9 ultra skor base loop-nya itu 33% lebih tinggi. Cuma secara stabilisasi justru F9 Pro lebih bagus 74% berbanding 63,9% di ultra. Tapi itu baru benchmark ya. Untuk pengalaman gaming benerannya nanti bakal kita bahas lagi. Dan selain performa, perbedaan yang lumayan gede ada di baterai selisih 1720 mAh dengan perchargingan yang sama nih 10 watt. Eh, kok 10 watt? 100 watt kabel, 50 watt wireless dan lainnya. Dan pas benchmark tadi sebenarnya gua sekalian pantau baterainya juga ya. Dua-duanya mulai dari 60% dan setelah semua tes selesai sampai 3D Mark, F19 Ultra berkurang 17%. Sementara F9 Pro turun 25%. Jadi selisih konsumsi baterainya lumayan juga tuh. Tapi ingat ya, ini buat benchmark bukan pemakaian sehari-hari. Lanjut untuk kamera. Buat lensa utamanya sama-sama di 200 megap tapi telefoto di ultra pakai 50 megapel periscope, sedangkan proya 50 megap floating. Dan yang bikin gua penasaran justru ultra wide-nya nih. Karena F9 Pro kemarin gua sempat komplain ultrawide-nya cuma 8 megapel. Enggak bisa terlalu banyak. harap juga ya karena 8 megapel doang. Nah, di F9 Ultra ini langsung dikasih 50 megapel ultra wide. Jadi kita lihat ya nanti seberapa jauh perbedaannya. Untuk speaker ini nih yang enggak boleh dilewatin. Kalau di Pro version-nya enggak terlalu beda jauh waktu gua bandingin sama X8 Pro. Untuk F9 Ultra jelas bedanya lumayan berasa. [musik] Emang tambahan subwoover di varian ultra sih enggak bisa bohong. Terakhir ada satu upgrade yang mungkin enggak terlalu mencolok di sp sheet tapi buat gua cukup penting yaitu port USB. Jujur gua gak nemu informasi resmi yang jelas soal versi USB F9 Pro, tapi dari hasil pengujian gua, transfer datanya kelihatan jauh lebih lambat dibanding ultra yang udah jelas pakai USB 3.2 gen 1. Jadi asumsi gua di F9 Pro ini masih USB 2.0 ya. Apalagi pas gua colokin ke monitor buat coba display out. F9 Pro enggak terjadi apa-apa. Sedangkan F9 Ultra bisa nampilin layar HP ke monitor. Nilai plus banget sih ini buat si Ultra. Dan kalau kalian suka sama video ini, jangan lupa kasih nilai plus juga ke gua dengan like video ini ya. Dan subscribe juga kalau belum supaya bisa cepat-cepat kejadian 1 juta subscriber dan colab sama gadgetin. Thank you. Oh ya, buat yang kepo. Kalau dibandingin sama Poco F8 Ultra sebenarnya upgrade-nya apa aja, Bang? Nah, ini langsung gua kasih lihat full perbedaannya. ada di refresh rate, pick brightness, lensa utama, sama baterai sih. Tapi mungkin ada juga yang mikir, loh, Bang, kok chipsetnya enggak upgrade? Nah, menurut gua ada dua kemungkinan nih. Yang pertama mungkin ini salah satu cara Poco buat menekan biayanya. Dan kedua, Snapdragon 8 Elen 5 sendiri toh sampai sekarang masih kencang banget. Apalagi saat video ini dibuat, Qualcom juga belum ngumumin generasi chipset flagship berikutnya. Snapdragon Summit tahun ini baru berlangsung tanggal 22 sampai 24 September. Jadi Poco F9 Ultra ini emang keluarnya pas banget beberapa minggu sebelum generasi Snapdragon berikutnya muncul. Oke, buat kamera kita fokus ke bedanya aja ya di antara kedua HP ini. Dan kita mulai dari ultra white-nya yang ternyata lebih luas di F9 Pro loh. Di ultra itu cuman sampai 0,7 kali sementara Pro 0,6. Kalau kualitas daylight kayak gini menurut gua sih masih mirip, tapi harusnya di low light nanti baru berasa bedanya. Terus kalau buat resolusi video ultranya jauh lebih unggul. Selain bisa 8K 30 fps, ultrawide-nya juga bisa 4K 60 fps ya. Sementara si Pro ini mentok di 1080p 30 fps aja. Jadi enggak fleksibel ultra wide-nya. Lanjut kalau ke telefoto. Buat zoom jauh ultra lebih juara karena optical zoom-nya itu lima kali. Sementara Pro itu 2 seteng kali. Jadi waktu dizoom lebih jauh, hasil ultra masih lebih bagus. Cuman ada satu hal yang Pro itu lebih unggul ya. Telfoto Ultra itu enggak bisa fokus sedekat Pro. Jadi kalau shoot objek dekat bakal mulai blur, sedangkan floating telepoto di Pro bisa fokus sampai sekitar 10 cent. Selebihnya dari mata jelata gua ini sih enggak terlalu ada perbedaan yang berarti. Oke, lanjut kita pas low light. Untuk kualitasnya udah sama-sama baik ya kalau gua lihat. Perbedaannya gak terlalu kelihatan kecuali kualitas zoom jauh yang gua bahas sebelumnya. Yang paling gua penasaran justru ultra wide-nya nih. Seberapa beda sih 50 megapel di ultra dan 8 megap di Pro? Tapi ternyata setelah dibandingin hasil ultrawide-nya enggak sejauh yang gua bayangin. Ultra emang punya resolusi yang lebih tinggi, tapi secara hasil lolet masih kurang lebih mirip sama F9 Pro. Oke, lanjut ke gaming. Soal layar 185 Hz-nya udah gua bahas lumayan panjang di video F9 Pro. Jadi di sini gua ringkasin aja. Intinya belum semua app atau game support 185 Hz ini ya. Yang sempat gua coba itu ada Subway Server dan Call of Duty yang bisa mentok di 185. Sementara game lain kayak Mobile Legends emang belum sampai 185 ya, tapi paling enggak FPS-nya juga udah kebuka di 165 FPS. Nah, di luar refresh rate tadi yang justru menurut gua menarik buat dites di F9 Ultra, justru performa waktu main game berat. Karena waktu gua tes woodering wave selama 30 menit di Poco F9 Pro kemarin, hasilnya dapat FPS rata-rata di 58,7. Suhu ada di sekitar 45 sampai 46 derajat dan baterai berkurang 12%. Nah, pertanyaannya sekarang dengan chipset yang lebih kencang, apakah Poco F9 Ultra bisa kasih hasil lebih baik? Jadi dengan settingan yang sama selama 30 menit main, ternyata hasilnya gak terlalu beda jauh. F9 Ultra dapat FPS rata-rata di 59,1. Untuk suhunya emang sedikit lebih adem di sekitar 44-an derajat dan baterai juga sedikit lebih hemat dengan penurunan 11%. Jadi buat woodering wave performa keduanya bisa dibilang cukup mirip. Cuma mungkin di game yang lebih berat atau senario yang lebih panjang, perbedaan performanya mungkin baru bisa kelihatan. HP ini punya dua warna ya, ada hitem yang gua pakai ini sama merah yang dinamain dark cherry. Dan warna merahnya ini sekilas mirip sama rumor iPhone 18 Pro yang mau keluar. Kebetulanah atau untuk variannya dia ada tiga 12 + 256 di harga R,2 juta, 16 + 51 Rp16 juta dan sekarang ada varian paling tinggi 16+ 1 tera di harga R,1 juta. Sekali lagi perlu diingat ini harga Singaporea ya dan waktu beli gua juga dapat bonus Redmi Buds 8 Pro. Jadi, ya semoga aja nanti kalau masuk Indonesia harganya bisa lebih ditekan dan kalau perlu bonusnya dikurangin juga gak masalah. Yang penting harganya bisa lebih menarik. Overall dengan harga yang bahkan bisa tembus R jutaan, menurut gua Poco cukup berani sih karena secara enggak langsung mereka mulai masuk ke wilayah harga yang biasanya diisi sama flagship dari brand-brand besar. Dan jujur kalau cuman lihat dari spek dan fitur, F9 Ultra ini sebenarnya udah cukup punya modal buat bersaing. Bukan cuma soal performa yang kencang, tapi baterainya gede. Kamera lebih niat, port USB-nya lebih proper, sampai speakernya yang menurut gua bahkan bisa lebih baik dibanding beberapa flagship lain. Cuman tantangannya mungkin bukan lagi di spek, tapi di image Poco itu sendiri. Karena selama ini Poco itu identik sama HP yang kasih spek tinggi dengan harga miring. Begitu sekarang harganya mulai masuk belasan bahkan sampai Rp jutaan. Wajar kalau orang mulai mikir, "Di harga segini yakin nih gua milih Poco." Dan menurut gua butuh waktu buat ngejawab ini. Kalau Poco konsisten ningkatin bukan cuma performa, tapi juga kamera, software, ekosistem, after sales sampai pengalaman pemakaian secara keseluruhan. Lama-lama image-nya juga bisa ikut naik. Tapi sekarang gua lempar ke kalian deh dengan spek dan fitur kayak gini, menurut kalian Poco udah layak bersaing di harga flagship enggak? Atau kalau udah 15 sampai R jutaan, kalian tetap lebih pilih brand lain? Coba kasih tahu di kolom komentar ya. Yeah.

Lihat di YouTube