Poco Wajib Waspada !! Unboxing iQOO 15 Ultra (YouTube Video)
Realme udah ketinggalan lawan Poco. Sekarang ada yang lebih sepandat. Kenalin ini adalah IQ 15 Ultra yang sulit dilawan. Mulai dari Anutu yang tembus 4,2 jutaan, suhunya yang ademan, sampai kameranya yang speknya keterlaluan. Pesan saya buat Poco, oh masih di situ aja, Gan. Ya udah enggak usah kebanyakan jualan. Selamat menonton yang bukanya pas azan azan zuhur tapi. Hai Andika guys di sini. Jadi kenalin ini adalah IQ 15 Ultra 15 Ultra. Yap, seri tertinggi dari aku yang pakai chipset paling kencang saat ini. Dia juga ada kipas di dalamnya ya. Yang saking kencangnya kalau misalkan kita buka maps, wah kita belum jalan, kita udah sampai duluan. Lebay sih. Ya, sama kayak menteri yang bilang kalau listriknya udah 97% tercover ternyata belum sama sekali. Nah, itu kan dia saking kencangnya jadi di otak dia jalan duluan. Listrik udah nyalah kata gokil. Tapi emang kalau saya bilang saya setuju sama Bang Effendi dari youtuber cupu sih ya. Dia bikin judul terlalu niat. Nah, 15 Ultra ini memang terlalu niat ya bikin HP-nya ya. Nah, kalau kalian tanya apakah dia masuk Indo atau enggak, sekarang sih [musik] belum masuk. Ini saya adalah dapatnya dari mana dan kalau kalian minat nanti cek aja link di deskripsi ya. Mungkin nanti kalau misalkan sudah selesai kita jual bekas rev-nya aja lah. Nah, sekarang langsung aja kita coba unboxing untuk unit Cina ini harusnya karena kalau kita lihat di sini ada huruf-huruf Cinanya. Terus RAM-nya ini 24 GB. Gokil. Ini bukan virtual RAM ya, tapi beneran RAM 24 GB. Jadi enggak ada gimmik virtual RAM, terus storage-nya 1 TB. Dan kalau kita lihat di sini enggak ada info apa-apa. Wah, di [musik] kondisi RAM yang sangat mahal ini IQ ngasih 24 GB. Gokil juga sih. Okelah, jadi sekarang langsung aja kita buka IQ 15 Ultranya. Uh, desainnya beda ya dengan IQ 15R atau IQ 15 yang number aja. Tapi kita taruh sini dulu dan coba kita lihat di dalam paket pembeliannya ada apa aja. Jadi, ada case yang enggak usah kita buka lah ya case-nya. Nah, intinya case-nya enggak transparan, agak lebih mahal dikit lah ya secara cost. Terus ada buku panduan yang bahasa Mandarin, jadi saya enggak bisa baca. Dan karena ini produk China atau unit China, cas-nya bukan cas tipikal Indonesia, tapi untuk unit [musik] Cina kita dapatnya itu flash charge 100 watt plus kabelnya udah pakai kabel type C to type C dan kabel yang memang dibuat untuk gaming [musik] ya. Kabel yang L kayak gini. Jadi kalau misalkan posisinya kita main game enggak mengganggu dan udah sih enggak dapat apa-apa lagi. Jadi langsung aja kita coba lihat HP-nya kayak gimana. Karena kalau saya lihat ya kameranya juga lumayan [musik] ultra untuk seri IQ yang biasanya kameranya enggak bakalan lebih baik dari Vivo. Tapi ini lumayan niat gitu. Coba kalian lihat [musik] bingkai kameranya. Beh, cakep banget ya. Jadi untuk kameranya ini tiga konfigurasi kameranya semuanya pakai 50 megapel white periscope sama ultrawide-nya 50 megapel enggak ada lensa gimik plus kamera depannya itu di 32 megapel. Nah, untuk desainnya saya suka sih kayak sisik ular ya. Dia jadi ada heksagon-heksagon sarang tawon dan kalau misalkan kena cahaya dia ada kayak perubahan warna biru-birunya [musik] gitu di sini ya. Terus di sininya ada flash. Sebenarnya kalau kita lihat secara desain mirip dengan IQ 15 series, tapi kotaknya ini lebih mengintimidasi gitu. Terus di bagian kotaknya ini, bingkai kameranya ini juga ada aksen-aksen kayak arlogji mewah. Jadi ada [musik] kayak garis-garisnya gini tuh. Jadi enggak asal nempel bingkai kamera. Dan kalau kalian lihat di bagian bawah sini ya, itu ada kayak semacam pembuangan anginnya terus ada birunya yang kayak merepresentasikan HP kita ini dingin. Ngomongin soal dingin, coba kalian lihat di sebelah sini [musik] ya. Jadi dia ada kipas di dalamnya. Kipas pembuangan panasnya [musik] yang kalau saya lihat-lihat di review-nya sih ngaktifinnya pakai Ultra Gimut. Nanti kita coba ya. Jadi sisi kiri ada Wii antena, kipas pembuangan panasnya, terus di sebelah bawah sim tre type C. Di bagian sini ada tombol yang saya belum tahu ini tombol apa. Mungkin tombol sutter kamera nanti kita coba. Terus ada tombol power, volume up and down. Oh, ini trigger berarti ya. Karena saya tadi enggak lihat di atas. Ini adalah tombol triggernya. Buat kalian yang suka main game, nah triggernya ini kalau kondisi mati seperti ini feelnya kayak gak ada ttelnya ya. Ini harusnya sih dia pakai heptic tapi nanti kita coba. Plus di atas ada speaker, Wii, dan mikrofon lagi serta ada IR blaster. Oke, sekarang kita nyoba nyalain HP-nya [musik] sambil kita hands on. Kita instal beberapa aplikasi untuk kita tes seberapa buas ultra dari IQ ini. Sambil nunggu booting, kita coba lihat untuk bobotnya. Dia ada di 227 gr. Terus ketebalannya lumayan ya, ketebalannya itu di 8,7 mili. Dia juga udah punya sertifikasi IP rating 6869. Jadi bukan cuma secara desain dia niat, tapi build quality-nya juga niat. Frame-nya ini juga frame-frame yang mahal ya. Secara big quality, wah enggak ada area yang kerasa kopong sama sekali. Oke, jadi si IQ 15 Ultranya yang versi China ini udah selesai kita instalasi dan yang saya suka set wah saya suka banget dengan 3D [musik] ultrasonic sensor fingerprint-nya ya dan FPTC-nya itu kayak bukan IQ ya kayak Vivo seri X gitu jadi FT-nya sama animasinya coba nanti editor tolong diselumu ya animasinya pas kita buka fingerprint tuh kayak seolah-olah dia air ketetesan cetuk w cakep banget itu salah satu yang saya suka dari origin US memang untuk spesifikasi lengkap APnya. Langsung aja kita lihat di sini. Jadi untuk baterainya dia pakai 7.400 mAm yang enggak lebih gede dibandingkan IQ 15R ya [musik] 7.600 kalau enggak salah karena memang IQ 15R itu jualannya di baterai tapi selisih 200 mamp okelah. Terus dia juga ada storagenya coba kalian lihat 1 TB 24 GB. Chipsetnya pakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 bukan Snapdragon 8 Gen 5 ya. Walaupun pronunciation-nya mirip-mirip tapi 8 Elite Gen 5 itu yang paling kencang saat ini. Plus seperti biasa dia ada Vivo esport chip Q3. Chip ini buat apa? Ini buat smart interpolation. Jadi kalau misalkan kita main di game yang support cuman 60 Hz, contoh, dia bakalan paksa untuk running di 144 Hz. Ada visual enhancement juga. Jadi kalau misalkan fitur ini kita aktifkan enggak mengganggu si Snapdragon 8 Elite Gen 5-nya. Jadinya baterainya lebih awet dan suhunya juga lebih terjaga. Langsung aja lah ya saya demuin gimana untuk cooling fan-nya itu kerja. Nah, settingannya harusnya di sini nih. Nah, ada empat. Jadi, super resolution, super frame rate, rate racing, sama visual [musik] in. Ini dia pakai Q3 chip-nya tadi. Jadi enggak mengganggu si Snapdragon 8 Elite Gen 5-nya. Wah, ada banyak ya. Kalau kita lihat ini special effect-nya ada for the game vibration, game light effect ya. Ini yang bisa kita akses juga ketika kita in game. Tinggal di slide ke kiri nanti kita demuin lah. Sekarang saya penasaran dengan si cooling fannya. Nah, cooling fannya ini bakalan aktif kalau misalkan ultra game mode-nya aktif. Nah, ini di atas. Terus kita tinggal centang aja supported game-nya mau apa. Ini kan udah saya aktifin ya beberapa. Nah, kalau misalkan mau aplikasi lain yang pakai Ultra Gimood dengan cooling Fan, tinggal dicentang-centangin [musik] aja kayak gini. Contoh ini kan AnTutu udah saya centang ya, sambil kita coba lihat skor Anutunya. Nah, skor AnTutunya itu di emp hampir R,2 juta. Dan kalau kalian dengerin ini adalah suara dari cooling fan-nya dan cooling fan-nya ini bukan cuma di bagian samping sini ya, tapi di bagian ini. Nah, ini ada alasan kenapa dia bolong-bolong karena ini juga jalur untuk cooling fann-nya. Nah, untuk skor anutunya tadi berapa? Untuk lebih lengkapnya di sini ya, 4,418 juta. Ini saya tes di suhu luar ruangan. Jadi bukan di dalam AC. Harusnya sih kalau mau ngetes harusnya di luar di dalam ruangan ya. Tapi saya pengin tahu gimana coolingnya ini kalau misalkan di luar ruangan yang enggak berac dan skornya di sekitar Rp4.100 di AnTutu versi 11. Kalau untuk di Geekbandch-nya, nah kalau kalian dengerin Geekbch-nya juga bunyi kan ya coolingnya karena pas kita tes ini memang Geekbandch-nya saya aktifin untuk cooling fan-nya biar lebih kencang. Dan hasilnya ini saya tes dua kali ya. Yang kita ambil yang tertinggi aja deh. Ini 3.700 dengan 11.000 multior-nya. Gokil. Terus untuk GPU, GPU-nya ada di 22.459. Gila, gila, gila. Oke, sekarang sebelum kita lihat untuk lock FPS game-nya berapa, saya mau tunjukin ke kalian gimana caranya si chip Q3 tadi running. Ya, sebenarnya udah kita demuin. Selalu kita demuin kalau misalkan kita ng-review IQ. Tapi mungkin kalian keekkip atau lupa, langsung aja kita demuin deh. Nah, jadi kita tinggal slide aja dari kiri ini ada kayak semacam tombol ya, search. Nah, bakalan muncul performance-nya. Kita bisa ubah ke monster. Wah, cooling fan-nya bakal nyala. Dan kita bisa setting cooling fan-nya ini mau di quiet smart atau face. Yang tentunya kalau quiet ya dia enggak terlalu berisik dan [musik] baterainya bakal lebih awet. Kalau face ya logikanya semakin dia bergerak kencang baterainya bakalan cepat habis. Terus reference rate-nya ini high. Coba saya mau [musik] utat sampling rate-nya bisa kita tinggiin juga ya. Terus nah ini zonanya Q chip ini rracing deh. Misal enable. Nah, wah ini harusnya sih kalau misal ada bentar saya carikan biar kalian terlihat saya carikan kayak semacam refleksi ya. Refleksi reflection ya. Kalau refleksi kan jatuhnya relaksasi ya. Sekarang kita coba bandingin ini kalau kondisinya retracing-nya mati ya. Sekarang kita nyalain tuh. Kalian bisa lihat enggak? Coba kalian lihat kolam di tengah tuh. Kalau misalkan di turn off, teksturnya kayak enggak ada ya di tengah sini ya. Tuh, kalian perhatiin ya. Tapi kalau di-enable tuh teksturnya bayangannya itu lebih terlihat detail kayak gitu. Nah, ini salah satu contoh aja di scene-nya ya. Terlebih lagi di lol sih biasanya lebih terlihat kalau di lol LED light. Terus juga ada visual enhancement. Kalian lihat aja bedanya ya. Ini kalau misalkan original tuh kalau di Smart dia lebih vibrant gitu jatuhnya tuh kelihatan kan. Terus kalau mau pakai game filter ya intinya kayak di Instagram kalian bisa pilih filter Paris dan kawan-kawannya. Nah, ini kayak gini. Nah, tergantung mata kalian itu suka di game-nya. Biasanya beberapa game itu punya karakter yang beda-beda ya. Beda game biasanya beda filter. Nah, itu tergantung selera kalian aja sih. Terus juga ada yang super resolution ini ekstrem. Kalau kita set di settingannya natif di super resolution-nya dia bisa keangkat di 120 fps kalau natif frame rate-nya itu di 60 fps. Cuman pas saya tes ini genensin impck kayaknya enggak ngaruh deh ya karena ini masih di 30 fps. Tapi nanti kita cobalah di lock-nya kayak gimana. Sekarang kita coba lihat dulu untuk fitur-fitur lainnya di game tools ini. Nah, karena dia ada solder button-nya, jadi kita bisa seter-nya ini. Kalau misalkan mau diaktifin, kita tinggal tempel aja nih. Misalkan R-nya ini mau di sini, L-nya mau di lari misal. Nah, jadi kalau misalkan pas kita pencet lari di L, nah dia bakal lari. Kalau misalkan di R dia bakalan Nah, kalau fitur-fitur gaming lainnya banyak sih. Ada bypass charging, game mirroring. Nah, bedanya sama yang non ultra ya, solder button-nya aja ya. Dan kalau misalkan dia nyala kayak gini, F-nya itu heptic. Jadi, pas kita tekan ini buat main PUBG enak sih. Pas kita tekan kayak gini ada feel getarnya. Jadi kalau main game Delta Force atau game FPS yang first person shooter bakalan kerasa lebih nyaman karena pas nembak kerasa kayak adrenalin itu jadii kita juga kayak kerasa nembak gitu kayak meletuk eh meletuk jadi kayak nembak di senjata beneran dret dret gitu feel-nya kayak gitu. Nah, sekarang kita coba gimana performanya di sini kalau kalian lihat kan ada banyak ya tes game-nya ya. Jadi kita coba di underf king dulu. Under of King dia bisa jalan di 120 FPS. Gokil, aman jaya terkendali. Ini turun biasa kayak misalkan loading ngambil sesuatu di item itu bakalan turun kayak gini. Ah, ini brightness-nya gede banget ya BTW ya. Padahal segini dong flashlight-nya nyala lagi. Nah, segini segini harusnya cukup ya. Kalian bisa lihat dengan jelas ya. Oke, terus di game lain contohnya apa? Wering wave. Wering wave 6. Wih, gila. Coba lihat watering wave. Saya enggak pernah lihat chart watering wave setegak ini ya. Selurus ini. Biasanya kan masih kayak chart crypto naik turun naik turun. Ini kayak dipaksa di 60 fps terus. Ini ibaratnya kalau misalkan WW ini punya settingan 120 FPS bakalan masih ke atas deh kayaknya ya. Terus power-nya dia butuh 6,15 watt. Temperaturnya 43,7 derajat Celcius. Ini dengan settingan mentok rata kanan BTW dan juga cooling fan-nya nyala ya. Mobile Legends ini yang fitur natifnya aja jadi di 60 fps. Tapi kalau misalkan kita aktifkan di ekstrem-nya tadi tuh dia bisa tembus di 120 fps. Dan kalau kalian lihat enggak ada drop sama sekali ya. Ini main satu match. Terus game lain PUBG PUBG kebuka 120 FPS aman jaya ya yang turun ini seperti biasa loading atau kembali ke lobi. Terus kalau misalkan yang Gensin Impact nah Gensin Impact di 60-an FPS sebenarnya sih kalau untuk Gensin di IQ 15 itu udah pernah saya coba dan Gensin Impact-nya bisa kebuka di 120 fps. Mungkin ini karena HP baru ya jadi Gensinnya belum kenal jadi belum kebuka di fps. Tapi kalau kalian lihat refresh rate-nya atau herz-nya itu sekarang di 10 Hz ya kalau enggak diapa-apain ya. Jadi dia bisa adaptif [musik] karena layarnya ini memang udah pakai layar LTPO yang bisa turun 1 sampai 120 Hz. Cuman enggak pernah turun di satu ya, turunnya di 1030 gitu ya. Oke, sekarang kita coba untuk layarnya. Layarnya ini punya spesifikasi yang juga lumayan niat. Jadi larnya ini pakai 144 Hz, ada PWM-nya Dolby Vision, ada HDR1 Plus, ada HDR Vivit, ada tipical brightness-nya di 1000 nits. Dan pas kita tes pakai device kita, P3-nya itu dapat di 73% [musik] di mode natural. Yang paling kencang itu di bright ya. Di mode bright semuanya 100%. Mau adop RGB, P3, NTSC 100%. Dengan brightness-nya tembus ini tipikalnya 824 nitz. Untuk tipikal 824 nits itu gila itu gede banget. Jadi kalau misalkan coba ya kita tembakkan. Nah, kayak gini layarnya. Wah, bentar guys, ada iklan. Kita dismiss dulu. Nah, jadi kalau misalkan brightness-nya saya mentokin set full, wah cerah banget. Kalian enggak bisa lihat detailnya. Wih, gila. Lighting di depan saya benar-benar enggak kelihatan ya reflection-nya ya. Gokil. Bness-nya memang gede banget di 820 Nit untuk tipikalnya. Dan untuk kualitas layarnya jangan ditany lah ya. Karena ini dia pakai Samsung A8 AMOLED kalau enggak salah. Jadi ini kerja sama sama Samsung yang kualitasnya wah udahlah coba kalian lihat warnanya, shadow-nya, highlight-nya cakep banget. Plusnya juga tipis. Speakernya juga enggak kaleng-kaleng, Guys. Nih coba dengerin ya. Tuh, clarity-nya luas, sound steadying-nya luas. Wah, coba saya jadi penasaran kalau misalkan kita putar lagu andalan kita yang ke non copyright. Banyak yang tanya, "Bang, kenapa sih lagunya itu saya dengarnya pusing?" Nah, karena lagunya yang ada bassnya itu dan yang terpenting gak ada copyright. Nah, ini nih lagunya nih. Wih, bassnya coba dengerin. Ada bassnya loh. Gokil. Anjay enak guys basnya enak. Waduh, speakernya sih salah satu yang terbaik lah ya. Walaupun dia gak ada gimmik di kerja sama [musik] sama JBL lah, Harman Cardon lah, sama Simbada lah. Gak ada. Tapi speakernya enak. Fitur-fitur lain ada shortcut. Nah, yang saya suka sih di fitur ini ya. Di fitur ini kalian kalau misalkan origin island-nya itu aktif. Nah, karena aplikasi Cina sayangnya ya, jadi saya enggak bisa diin dengan enak karena belum ada aplikasi Indo yang support di sini. Wah, sayangnya intinya kalau misalkan Origin island-nya itu kita tahan ke sana, tek kayak gini dia bakalan kehortcut ke aplikasi yang udah kita tentuin di sini. Terus ada apa lagi? Oneanded udah pernah kita bahas. Split screen ya, [musik] multiwind aman. Sekarang kita bahas kameranya lah. Karena kalau kita mainin kamera sebenarnya ya, bentar saya pinjam karakternya Azura ini ada Kuromi. Jadi ini punyanya Azura guys, tumblernya biasanya sama dia ditutupin micmnya ditutupin biar kayak gini biar dia punya karakter wibu gitulah. Jadi kayak Azura itu memang suka dijepangan. Nah, sekarang kita coba lihat untuk interface kameranya. Kira-kira seperti ini. Jadi ini ultrawide-nya 50 megapel. Wuh, kalau dilihat ya enggak ada perbedaan yang berarti karena sama-sama 50 megapel ini di dua kalinya, tiga kalinya. Dan 10 kalinya uh super makro. Coba try super makro. 10 kalinya gini aja deh karena jauh banget lensya. Dan hasilnya kira-kira seperti ini. Wow, gokil. Tajam sih ya 10 kalinya ya. Nah, ini untuk lensa yang lainnya kayak gini kira-kira. Saya penasaran ultrawide-nya tadi. Nah, ini ultrawide ini main kameranya. Mmm, agak lebih gelap sih ultrawide-nya ya, tapi enggak yang jomplang banget gitu. Terus kalau untuk videonya dia bisa 8K 30 fps di bagian belakang. Gokil. 4K-nya bisa 60 fps. Tapi apakah bisa? Uh, ultrawide-nya bisa nyala ya. Jadi untuk 4K 60 fps ultrawide bisa. Biasanya kan cuma di 1080p 30 fps. Nah, kalau untuk kamera depan. Kamera depannya coba kita lihat apakah bisa 4K 60 fps. Bisa juga. Wih, mantap sih. Oke, jadi ini adalah kualitas kamera depan dari si IQU 15 Ultra ya di 4K 60 FPS. Kalau misalkan ada cahaya saya duduk biar lightingnya pas. Kira-kira seperti ini. Tapi kalau misalkan agak low light, saya jalan ke sana ya. Nah, kira-kira seperti ini nih. Masih oke ya. Padahal ini termasuk low light banget karena coba kalian lihat cahayanya itu dari sana semua dan low light-nya masih lumayan untuk sebuah HP yang sebenarnya enggak jualan kamera. Terus untuk kamera belakangnya ini ultra wide-nya ya. Dan ini kondisi low light karena udah malam di sini. Terus satu kalinya oh ada perbedaan, Guys. Jadi kalau kalian lihat tekstur kulitnya kayak berubah ya. Tuh ini langsung kelihatan tajam. Kalau ultra-nya kayak gini. Terus transisinya menurut saya terlalu cepat sih ya. Nah, cuman kalau dua kali kayak gini, tiga kali. Kalau di kondisi malam masih ada kayak semacam noise dan detail berkurang. Kalau 10 kali, wah ada noise juga. Cuman kalau misalkan kita lihat di buat jalan masih aman-aman aja untuk ultrawide-nya di kondisi low light ini ya. BTW ya, low light banget tuh. Terus kalau misalkan zoom di sini untuk detail satu kali. Oh, satu kalinya tajam banget ya. Tuh, coba kalian lihat refleksi dari daun di sini kelihatan tajam dan detail. Wah, dua kali, tiga kali, 10 kali. 10 sama tiganya agak-agak kurang sih ya. Fitur-fitur lain kayak baterai jelas bypass charging ada, terus wireless charging ada, dan 100 wire tadi jadi ngecas 0 ke 100% enggak butuh sejam untuk konektivitas ya jelas lengkap lah ya. Kalian mau tanya apa? NFC, GPS, 5G udah jelas. Cuman sayangnya sampai saat ini belum ada kabar kalau dia masuk indo dan harganya pas saya beli di seseorang, saya titipin di Cina sana harganya itu segini. Nah, kalau masuk Indo apakah harga segitu [musik] menurut kalian pantes? Coba tulis di kolom komentar ya. Dan satu lagi, Guys, ini yang bikin saya lumayan mind blue dengan settingan high tadi. Cooling fan-nya ternyata bukan gimmik. Karena pas main game tadi kita tes ya, su permukaannya bagian depan itu cuma 36 derajat celcius, belakang 35 derajat celcius. Jadi kalau kalian tanya apakah ini anget-anget aja? Enggak. Termasuk dingin [musik] 35 derajat Celcius loh. Jadi walaupun kalian enggak pakai casing, enggak kerasa anget sama sekali. Tapi perlu diperhatikan itu tadi kalau main game dengan cooling fan-nya nyala ya. Karena kalau misalkan kalian gunain untuk software lain yang cooling fan-nya itu gak kalian aktifin tadi di settingannya ya suhunya mungkin bisa [musik] lebih tinggi dari itu. Tapi kalau cooling Fnya nyala jelas baterainya juga jauh lebih boros. Dan pas kita tes dengan cooling fan PUBG 30 menit berkurangnya 6%, Mobile Legends 30 menit berkurangnya cuma 3%, Gensin Impact 30 menit 9%, Hua yang lumayan ya berkurangnya 30 menit itu 12%. Untuk baterai segitu sebenarnya bukan yang awet-awet banget karena kalau untuk HP yang 5000 mamp juga segitu berkurangnya. Cuman yang perlu jadi perhatian ini kita pakai settingan mentok rata kanan plus cooling fan-nya nyala. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video dari IQ 15 Ultra yang kesimpulannya menurut saya saya setuju sama Bang Effedi dari YouTuber Cebu. Terlalu niat sih ya, terlalu niat untuk bikinnya secara desain bagus. Cooling fann-nya juga bukan gimmik. trigger button-nya enak hepticknya walaupun desainnya bukan yang desain-desain intimidatif kayak seri gaming tapi benar-benar keluar gitu gaming-nya. Mungkin saran saya ke IQ ada satu software kayak ROG misalnya. ROG itu kan kalau misalkan di game tertentu kayak game Ging Impact dia bisa auto running, auto unfreze, dialognya [musik] bisa dicepetin. Mungkin fitur-fitur gimmik kayak gitu juga penting biar kita sebagai gamers juga kebantu. Karena sebenarnya dialog di Gening Impack itu membosankan banget dan unfreze itu juga melelahkan buat di tangan. Tapi overall dengan harga segitu kalau misalkan masuk Indo, wah ini sih bisa jadi pesaing Poco yang lumayan sepadan ya. Karena penyakitnya Poco dari dulu apa coba? Suhu. Nah, kalau kalian carinya suhu yang adem, IQ 15 Ultra ini sangat [musik] jadi rekomendasi yang sangat-sangat menarik. Saya Andika and see you on the next video.
