Jungkat

POCO X7 Pro Punya LAWAN‼️ Infinix GT 30 Pro (YouTube Video)

  • 25/05/2025

Ini adalah Infinite GT30 Pro yang harus diakuin kasih fitur berlimpah rua dengan harga yang terjangkau banget. No the bad. Tapi gimana kalau dibandingin tipis-tipis sama Poco X7 Pro dari sisi performance, baterai, dan kamera? Mana yang lebih cocok buat kalian? Yuk, kita bahas. Oke, impresi gua sama HP ini gaming banget ya. Punya desain yang futuristik gitu. Punya lampu joget-joget yang ada pengaturannya di mechanical light wave dengan berbagai kondisi saat keluar notif, shoot, musik, dan lainnya. Cuma emang ini bukan lampu RGB ya, satu warna doang. Tapi yang gua demen lampunya enggak cuman satu nih. Ada empat garis gini yang punya tiga pola. Ada yang kayak napas gitu, terus yang meteor sih favorit gua. Sama ridhm-nya juga oke sih buat ajep-ajab. Habis itu kamera modulnya simpel banget, enggak aneh-aneh dengan garis hijau yang berasa kayak nyala gitu. Tapi ini beneran garis doang bukan lampu. Gua lebih suka desain kamera modul yang sekarang sih dibanding sebelumnya yang terlalu gede. Salah satu keuntungannya di model sekarang itu dia lebih leluasa dipakaiin cooler dan kalau posisi pegang mendatar gini enggak nyenggol-nyenggol kameranya. Mantap. Untuk material back-nya gua berasa dari plastik sih. Sama kayak frame-nya yang gua enggak ketemu ada garis antena. Di sebelah kanan HP ini cukup rameai. Ada dua trigger button di ujung yang nanti bakal kita bahas di belakang. Terus volume dan power button dengan garis hijaunya di sebelah kiri kosong. Di atas ada speaker, air blaster, dan mic. Terus di bawah speaker lagi port C mic dan dua SIM shortcard yang enggak bisa tambah memori. Terus lanjut kita ke bagian depan yang punya basel termakud tipis ya. Cuman kayak biasa dagunya sedikit lebih tebal nih. Dan kalau dilihat sudut-sudut HP-nya itu lebih melengkung dari kebanyakan HP lainnya. Merasa lebih nyaman aja. Dan satu lagi yang gua noti sekarang screen protektornya udah dipasang. Karena seingat gua dulu dikasih terpisah dan mesti pasang sendiri. Overall F pegang HP ini cukup solid sih. Kayak padat gitu, enggak yang kopong. Enggak terlalu tebal juga di 7,99 mili dengan berat 188 gr. Enggak berat kok. Nah, lanjut kita ke spesifikasi yang lengkapnya kalian bisa lihat di sini aja. Paling gua highlight aja peningkatannya apa aja kalau dibandingin sama model sebelumnya, Infinix GT20 Pro. Dari sisi layar untuk ukuran sih sama 6,78 inch, cuman resolusinya naik dikit dari full HD plus ke 1,5K. Dan chipsetnya tentu juga beda nih dari Dimensity 8.200 ke 8.350. Chipset yang sama dipakai Infinix Note 50 Pro Plus yang sayangnya enggak masuk Indonesia. Kamera telefotonya sih sadis, Guys. Dan gua sempat bikin videonya di sini. Seru kok. Habis itu secara baterai meningkat 500 mAh dengan charging yang sama di 45 watt, tapi GT30 Pro ini ketambahan 30 watt wireless charging. Terus untuk kamera punya lensa utama sama 108 megap, tapi kalau gua cek di website mereka sekarang enggak ada OIS-nya ya. Habis itu berita baiknya yang tadinya cuman ada 2 megapel depro sekarang dibuang dan diganti jadi 8 megapel ultrawide. Gilap ini. Cuma untuk selfie-nya turun nih megapelnya. Habis itu secara IP rating meningkat dan ketambahan trigger button yang sebelumnya enggak ada. Untuk lampu joget-joget sama-sama ada beserta fitur bypass charging. Terus kalau kita lihat speknya gini udah pasti kayaknya penantang berat Poco X7 Pro enggak sih? Mari kita coba bandingin perbedaannya secara spek ya. Yang mulai dari layarnya dulu di mana untuk ukuran layar dan refresh rate Infinix lebih gede. Tapi buat responsivitas layar saat disentuh cukup jauh nih. Habis itu buat kecerahan layar Infinix lebih tinggi ya. Dan kalau gua bandingin sebelah-sebelahan outdoor gini emang berasa lebih terang dikit di Infinix enggak sih? Lanjut buat chipset. Poco X7 Pro lebih baik dengan diam city 8400 Ultra yang skor anutunya terpaut lumayan sih sekitar Rp300.000. Oh ya, sebelum tes kedua HP ini punya baterai yang sama di 100% pakai refresh rate mental dan performance mode di kedua HP-nya diaktifin. Habis itu kita lihat ya di akhir tes nanti punya siapa baterainya lebih awet. Habis itu untuk Geek Benz punya skor yang lebih tinggi juga di Poco. Terpaut hampir 500 poin buat single core dan 2000 poin multi core. Dan terakhir 3D Max rest. Untuk base loop-nya pokok lebih tinggi 600 poin. Cuman stabilisasinya lebih rendah terpaut 20%-an. Lanjut buat baterai 500 mAh lebih gede di Poco beserta charging-nya juga yang lebih cepat. Tapi Poco gak punya wireless charging. Nih kalau buat ketahanannya di akhir tes tadi terlihat kalau baterai Poco X7 Pro ini lebih awet dibanding Infinix selisih 3%. Mungkin bisa lebih kalau Poco X7 Pro gua dalam kondisi baru kali ya. Habis itu untuk suhu kalau dilihat dari tes Antutuut sebelumnya Poco lebih adem sekitar 1 derajat. Cuman ini buat benchmark ya. Gimana Real Test gaming? Sabar sambil tunggu kalian bisa subscribe channel ini yang 300.000 lagi bisa colab sama gadget. Thank you. Terus buat kamera secara resolusi Infinix lebih tinggi 108 megap, sedangkan Poco 50 megapel tapi berois. Untuk ultrawide-nya sesama 8 megapel, tapi nilai plus buat Infinix punya autofokus tuh. Kalau buat selfie-nya pokok sedikit lebih baik. Nanti kita bandingin ya kamera kedua HP ini. Lanjut buat IP rating dan dukungan software pokok lebih baik ya dengan IP6 dan dukungan tiga kali update Android dan 4 tahun security. Tapi perlu diingat, Infinix juga kasih beberapa fitur tambahan kayak trigger button, lampu joget-joget, dan juga enggak kalah penting bypass charging yang enggak dipunya Poco. Oke, guys. Sebelum kita ke tes gaming, mari kepoin bentar kamera HP ini yang gua bandingin tipis-tipis sama Poco X7 Pro. di mana secara jarak pandang Infin ngezoomnya dan secara skin lebih kecoklatan gitu yang mana lebih akurat di Poco. Untuk dynamic range mirip-mirip sih kalau gua bilang cuman kalau ngomongin resolusi Infinix lebih baik bisa shoot 4K30 juga sedangkan Poco di 1080p 30 aja untuk kamera depan. Kalau kamera belakang white sama-sama bisa shoot 4K 60 fps. Yang Poco punya karakter gambar yang lebih keluar nih warnanya. Cuman di beberapa kondisi Poco bisa lebih akurat dibanding Infinix yang cenderung gelap. Terus saat recording, kedua HP ini bisa pindah ke ultra wide. Tapi cuman di resolusi 1080p aja ya, yang punya kualitas mirip-mirip juga. Cuma yang bikin Infinix Spaceal ada ultrawide-nya yang bisa shoot di 4K30 dan ada autofokusnya. Walaupun pas gua coba autofokus di ultra white-nya suka nyangkut atau butuh waktu tuh beda sama lensa white-nya yang cukup responsif. Sedangkan buat foto, Poco punya karakter gambar yang lebih keluar nih warnanya. Beda sama Infinix yang lebih mendekati natural. Terus buat zoom sama-sama bisa mentok di 10 kali. Tapi secara gambar masih lebih baik di Poco. Infinix udah mulai ngeblur. Overall gua bilang sih plus minus ya dari sisi kamera buat kedua HP ini. Untuk kualitas gambar gua lebih suka karakter Poco. Sedangkan resolusi video Infinix lebih baik kayak perekaman 4K30 selfie dan 2K30 Ultrawide. Oh ya, buat tombol triggernya ini selain buat nge-game, kita juga bisa pakai buat ambil foto. Cukup pencet sekali aja. Sedangkan kalau ditahan buat bersot dan trigger button ini bukan tombol fisik ya. Kita gak bisa pencet cuman berdasarkan sentuhan aja. Terus tambahan dikit untuk OS di HP ini berlimpar ruah fitur-fitur yang ditawarin. Beberapa ada di sini nih. Belum lagi buat AI juga cukup lengkap sampai punya AI Assistant sendiri yang berbasis dipsik. Dan kalau ngomongin iklan, sejauh gua pakai HP-HP Infinix atau Techno enggak sempat ketemu. By the way, Guys, video ini bukan video full perbandingan ya, tapi lebih ke compare tipis-tipis aja. Walaupun info yang ada di sini menurut gua sih udah cukup kasih gambaran. Cuma kalau kalian masih pengen lebih bisa like video ini ya kalau rame pastinya gua bakal bikin video lanjutannya buat kalian sesuai dengan perintah baginda baginda semua. Jadi kayak biasa gua tes Ghet Impact dengan settingan mentok HS 60 fps yang mana game performance-nya gua aktifin ya dan langsung aja ke hasilnya yang dapat FPS rata-rata di 47,2. Entah kenapa FPS tertingginya itu enggak bisa ngangkat ke 60 tapi ada di sekitar 51-an. Habis itu setelah 10 menit main turun ke 45-an dan 40 fps. Hasil ini sebenarnya udah tergolong baik sih, cuman dari sisi suhunya yang tinggi banget di 49 derajat berasa panas di sebelah kiri HP ini. Untuk konsumsi daya selama 20 menit tadi, baterai berkurang 10%. Next. Sebelum gua share tes Git Impact High 60 FPS di Poco X7 Pro, gua sempat utak-atik juga game mode di GT30 Pro ini yang ternyata cukup lengkap. Kalian bisa lihat ada banyak banget. ada buat ningkatin responsivitas sentuhan buat jaringan, terus ada bypass charging juga dan lain sebagainya. Dan yang paling seru, empat menu dari bawah tuh. Pertama ada AI Magic Box. Ada beberapa fungsi di antaranya kalau lagi ngemeng-ngemeng di story bisa dicepetin, terus bisa otomatis ambil barang yang berserakan di bawah. Gua sempat coba dan beneran otomatis diambil sih. Jadi enggak usah ribet-ribet pencet. Habis itu ada unfreeze. Kalau dibekuin sama musuh bisa cepat-cepat lolos sama bisa di-lock bikin karakternya lari terus. Selain si magic box tadi, ada GT trigger buat atur trigger button-nya. Jadi caranya di sini ada L sama R. Tinggal kita pindahin aja mau touch yang mana saat kita pencet trigger button yang kiri atau L dan trigger button kanan yang R. Terus pas pencet gitu ada heaptic feedback-nya yang cukup baik loh, solid gitu getarannya enggak nyebar. Habis itu ada tilal control yang cara kerjanya mirip. Kalau GT trigger saat kita pencet trigger button-nya kanan kiri. Untuk tilt ini kita bisa goyangin HP-nya bisa miring ke kanan, kiri, atas, bawah, dan lainnya. Terakhir ada magic button yang sama kayak sebelumnya, cuman ini waktu kita pencet tombol volume up sama down. Gila, semua tombol diberdayakan secara maksimal nih. Terus kalau dibandingin sama Poco X Pro cukup jompang. Fitur-fiturnya enggak selengkap Infinix. Tapi untuk performance nge-game-nya, Poco bisa punya hasil yang lebih baik. Dapat FS rata-rata di 55,4 dengan suhu yang lebih adem di 43,9. Terus buat konsumsi dayanya juga lebih irit 2% ya dari Infinix. Berkurang 8% selama 20 menit main juga. Cukup dilema kan? Lebih pilih performance gaming yang lebih ngebut dengan suhu aman dan baterai irit di Poco atau Infinix yang punya fitur berlimpah dengan performance yang enggak bisa dibilang jelek juga. Kalau suhunya mungkin masih bisa dibantu dengan cooler bawaan HP ini kalau beli varian yang atas. Tuh, nanti gua jabarin di belakang ya. HP ini punya tiga warna ya. Ada shadow yang punya gua ini. Terus ada yang terangan dikit blade white. Dan menurut gua kalau kalian mau all out desain yang gaming banget bisa intip yang dark flare deh. Keren sih. Untuk variannya dia ada tiga. 8 + 256 seharga Rp3,8 juta. Terus 12 + 512 seharga R4,45 juta. Dan terakhir yang dapat hadiah, dapat cash beserta coolernya di R,75 juta. Oh ya, harga yang gua sebutin ini harga promo ya, lebih murah sekitar R00 sampai Rp250.000 yang mana gua gak tahu sih sampai kapan harganya gila enggak sih? Apalagi kalau gua bandingin sama harga Malaysianya bisa beda sampai sejuta loh. Kesurupan apa nih Infinix Indonesia? Mantap. Buat link produknya nanti gua cantumin di video ya. Terus kalau ditanya mending Infinix GT30 Pro atau Poco X7 Pro? Menurut gua dari harga yang ditawarin dengan apa yang kita dapat Infinix bisa kasih fitur berlimpar ruap banget dengan selisih harga sekitar Rp500.000-an. Harga segitu udah ada trigger button, lampu joget-joget, wireless charging, bypass charging, ultra wide autofokus dan lain-lain. Menurut gua enggak ada lawan sih ini. Tapi di sisi lain, Poco X7 Pro juga enggak bisa dianggap remeh karena poin-poin utama dari suatu HP bisa lebih unggul. Ya, misalnya performance yang lebih ngebut, baterai yang lebih awet dengan charging cepat, touch sampling yang lebih baik, update software lebih lama dan lain sebagainya. Kalau gua boleh sotoy, Poco ini kayaknya lebih menyasar ke pengguna yang lebih general enggak sih? Enggak cuman gaming doang. Makanya mereka juga gak bilang Poco X7 Pro itu HP gaming. Dan menurut gua enggak ada pilihan yang salah di antara kedua HP ini. Lagi-lagi kalian kenalin kebutuhan masing-masing. Kalau perlu dicatat tuh terus tinggal cocokin HP mana yang sesuai sama kalian beserta budgetnya. Gimana? Ada yang enggak setuju? Boleh share pendapatnya di komen ya. Dan gua juga pengen tahu nih, kebanyakan teman-teman di sini lebih cocok sama Infinix atau Poco?

Lihat di YouTube