POCO X8 Pro Max vs iQOO 15R: Pilihan GAMPANG! (YouTube Video)
Waktu lihat harga Poco X8 Pro Max ini reaksi pertama gua cuman satu lah. Selisihnya mah udah jauh banget kali sama IQ 15R. Dan sekarang pertanyaannya, apakah IQ 15R emang lebih bagus sejauh itu atau X8 Pro Max justru bisa ngasih perlawanan sengit? Makanya di video ini gua gak cuman bandingin spek, tapi juga desain, layar, performance, gaming, software, kamera sampai dipakai seharian buat tah sot dan sisa baterainya yang ujung-ujungnya buat jawab. Lebih worth Poco atau IQU ya dan kalian lebih cocok yang mana? Ayo, yuk kita bahas. [musik] Kalau ngomongin desain, menurut gua ini langsung kebagi dua kubu sih karena lumayan beda. Mulai dari Poco yang lebih simpel dengan modul kamera minimalis cuman dua di atas sama bawah. Sedangkan Iiku lebih eye catching karena motif kotak-kotak ala Minecraft yang ada di bagian belakang HP-nya tuh. Ditambah modul kameranya udah jadi ciri khas Ik enggak sih? ada di pojok kiri dengan lensa yang dikotakin lagi. Cuma IQ juga punya varian yang lebih kalem, yaitu carbon black yang lebih minimalis. Untuk Poco, dia punya dua warna lain yaitu putih sama hitem. Dan kalau dirasa kurang meriah, Poco juga punya dua lampu joget-joget yang ngelingker di bagian lensa kameranya. Untuk material, dua-duanya cukup solid. Frame-nya sama-sama metal dengan back kaca. Jadi, dua-duanya punya build quality yang premium. Kalau dari depan masih mirip ya. Layarnya sama-sama flat dengan basel yang sekilas sama-sama terlihat tipis. Tapi kalau diperhatiin pelan-pelan, basel IQ lebih tipisan enggak sih dari Poco? Nah, lanjut ke F genggam. Di sini baru berasa bedanya. IQ lebih compact ya dibanding Poco yang artinya waktu navigasi HP-nya lebih nyaman. Misalnya saat mau pindah menu atau nge-zoom di kamera, IQ 15R ini jauh lebih nyaman dibanding Poco yang cukup lebar. Belum lagi IQ juga lebih enteng sekitar 12 gr. Jadi buat kebanyakan orang ukuran IQ bakal lebih pas. Cuma layar gede di Poco juga ada nilai plusnya yaitu pengalaman nonton ataupun gaming juga pasti bikin lebih puas tuh. Jadi balik lagi ke pres prese preferensi masing-masing. [musik] Oke kita masuk ke layar. Kayak yang gua bilang Poco punya ukuran layar lebih gede 6,83 inch berbanding 6,59 di IQ. Buat kualitasnya sama-sama tajam dan enak dipakai buat nonton ataupun scroll sosm. Yang ngebedain di sini untuk refresh rate IQ lebih tinggi ya, ada di 144 Hz berbanding 120 di Poco. Emang buat kebanyakan aplikasi bakal tetap jalan di 120 ya, tapi pas ketemu app atau game yang support kayak misalnya Mobile Legends ini enggak bakal FOMO. Selain itu buat pick brightness dan PWM diming IQ punya angka yang lebih tinggi. Sedangkan HBM brightness-nya Poco lebih tinggi sekitar 200 nit. yang mana kalau gua tes langsung full brightness di outdoor gini bisa dibilang pokok sedikit lebih terang gak sih? Terus satu lagi yang mungkin penting buat dibahas yaitu always on display atau AOD yang sayangnya belum bisa benar-benar always di Poco dibatasin 10 detik aja. Sedangkan IQ ada pilihan always-nya tuh. Tapi di Poco ada fitur smart ya yang mana AOD-nya bakal aktif saat ada orang lihat ke layar. Cuman apakah artinya kameranya bakal nyala terus buat nge-detect? Ya entahlah. Overall buat layar bisa gua bilang spek IQ lebih unggul dengan AOD yang juga bisa always walaupun perlu diingat untuk kecerahan outdoor pokok sedikit lebih terang. Nah masuk ke performance Poco pakai diamond City 9500S dan IQ pakai Snapdragon 8 gen 5 yang keduanya berfabrikasi 3 nanm. Ini bakal jadi battle yang seru deh. Jadi gua bakal lakuin banyak tes di sini. Mulai dari benchmark, tes keseharian kayak nonton YouTube dan rekam kamera sampai produktivitas kayak download, rendering video, dan online meeting. Sebelumnya gua pastiin settingannya disamain ya, baterai di 100%, connect Wii sama, update software udah terbaru, dan refresh rate sama-sama di default. Dan kita mulai dari AnTuTu yang gua jalanin tiga kali berturut-turut dan IQU bisa kelar duluan di tes pertama dengan skor R jutaan kecil yang punya selisih sekitar R80.000-an ribuan dari Poco. Dan kalau dilihat hasil tes ketiga, kedua HP ini sudah mulai ada penurunan skor ke 2,3 jutaan dengan suhu yang lebih tinggi di IQ. Tampaknya IQ tetap mempertahankan performance-nya ya, sedangkan Poco lebih ngejaga suhu dengan skor rata-rata dari ketiga tes tadi di 2,74 juta untuk IQ dan 2,49 juta di Poco. Untuk baterainya sendiri selisih 1%. BT ini gua tes dengan performance mod-nya off ya. Di akhir tes nanti kita bakal sama-sama lihat apakah ada perbedaan skor enggak kalau mode performance-nya aktif. Lanjut kita ke tes yang lebih manusiawi dulu, yaitu nonton YouTube selama 30 menit. Di mana konsumsi daya IQ 1% lebih gede dari Poco. Habis itu ada recording 4K selama 30 menit yang keduanya sama-sama berkurang 2% dengan suhu yang enggak beda jauh. Terus buat Geekband secara single core tipis aja. Selisih 50 poin lebih tinggi Poco. Tapi untuk multiore IQ lebih tinggi 600-an poin ya dengan suhu dan konsumsi daya yang mirip juga. Nah, lanjut kita ke aktivitas yang banyak ditunggu yaitu tes download file dan dilanjutin ke editing video 4K di Kinemaster. Untuk download amazing-nya kedua HP ini benar-benar bisa selesai dalam waktu yang sama. Paling beda di millisecond aja. Sedangkan buat Kine Master, gua sempat crop dan kasih filter di sini terus diekspor dalam resolusi 4K30. Cuman yang menarik di IQ kita bisa set bit rate-nya mentok hampir dua kali lipat dari Poco yang artinya kualitas videonya bakal lebih baik di IQ. Tapi untuk tes ini gua samain di 90-an Mbps. Apakah mungkin karena IQ pakai chip Snapdragon jadi lebih kompatibel? Cuman buat hasilnya sendiri Poco bisa kelar duluan ya. Dengan selisih waktu lumayan juga nih 23 detik baru IQ nyusul. Habis itu kita balik lagi ke benchmark yaitu 3DMX stress test yang mana score base loop-nya Poco lebih tinggi sampai 2000-an poin lebih ya. Tapi dengan stabilisasi lebih rendah terpaut 13%. Skor IQ di sini agak anomali loh karena di tes gua sebelumnya base loop-nya bisa mencapai 5.000-an juga. Dan pas gua cek suhunya entah gimana lebih kalem di 41-an derajat. Beda sama Poco yang keluarin suhu tertingginya di 46,3. Huh, panjang banget tes gua kali ini, Guys. Dan lanjut, karena Selat Horm ditutup dan kebanyakan dari kita disuruh work from home supaya pasokan minyaknya bisa lebih dihemat, maka gua adain tes online meeting dari Google Meet buat tahu gimana konsumsi dayanya selama 30 menit. Nyambung enggak ya? Udahlah. Dan terlihat konsumsi daya di IQ lebih tinggi 2% dibanding Poco dengan suhu selisih 1/2 derajat. Terakhir kita balik lagi ke tes AnTuTu dan kali ini gua nyalain performance mod-nya buat tahu apakah ada perbedaan skor dan jawabannya Poco bisa kasih skor lebih tinggi di, juta yang mana tesutup awal dengan performance mod off-nya di 2,7. Sedangkan Iiku tampaknya enggak ada perubahan yang berarti ya di Rp3 juta kecil aja. Jadi overall secara performance IQ bisa punya skor benchmark yang lebih tinggi kecuali anomali di 3D Mark tadi. Tapi ini dibarengi juga dengan suhunya yang lebih tinggi ya yang menurut gua ada hubungannya dengan ukuran IQ yang lebih komact. Jadi penyebaran panasnya enggak seluas pokok. Kalau buat tes kesehariannya sendiri ya 111 lah ya. Paling yang cukup Salvof adalah konsumsi baterainya yang dari rangkaian tes tadi selisih 1% doang. Dan di sini gua juga cantumin konsumsi daya dalam MAAH yang malah lebih rendah di IQ. Nah, biar lebih afdol lagi gua sebenarnya sempat lanjutin tes scrollsroll IG, record video lagi dan terakhir nonton YouTube sampai 2 jam nonstop. Dan hasil akhirnya baterainya cuman selisih 2% ya 50% di Poco dan 48 di IQ dengan total SOT hampir di 7 jam masing-masing HP. Dan itu pun masih setengah loh, cuma ya dengan catatan di luar tes gaming. Kalau kalian penasaran berapa SOT full yang didapat dengan aktivitas yang kebanyakan gaming, gua sempat tes di IQ 15R ya, yang videonya kalian bisa tonton di sini. Jadi, kesimpulan buat baterai tentu Poco lebih awet. Tapi gua enggak nyangka selisih dengan IQ 15R-nya itu enggak terlalu jauh. Dan tambahan aja kalau kedua HP ini sama-sama support 100 watt wired charging dengan reverse wired charging-nya lebih gede di Poco sampai 27 wat berbanding 7,5 aja di ICO. Huh. Jadi itu guys hasilnya dan biar usaha gua seharian ngetes kedua HP ini enggak sia-sia, jangan lupa bantuin gua buat like video ini, ya. Dan subscribe juga supaya akhir tahun bisa kesampean 1 juta subscriber. Thank you. Oke, itu tadi baru tes benchmark yang butuh kita buktiin langsung di tes gaming berat. Jadi di tes gua kemarin untuk Genchin Impact high 60 FPS, Poco X8 Pro Max bisa dapat FPS rata-rata yang sempurna bahkan offside dikit di 60,1 FPS. Suhunya juga tergolong aman di sekitar 44,5 derajat. Berasa panas tapi enggak yang sampai bikin was-was. Sedangkan IQ 15R juga gak mau kalah ya, karena bisa dapat FPS rata-rata yang sempurna di 60 FPS dengan suhu sedikit lebih adem di 43,9. Dan biar makin tertantang, mari kita pindah ke wood web settingan rata kanan yang emang terkenal berat nih game-nya. Buat Poco bisa dapetin FPS rata-rata masih terhitung tinggi di 56,4 FPS dengan suhu yang lebih tinggi lagi di 45,8. Sedangkan Ikiku bisa dapatin rata-rata yang lebih baik ya dan hampir sempurna di 59,4 dengan suhu yang relatif sama di 45,8 derajat. Jadi bisa dibilang untuk game berat IQ bisa punya FS rata-rata yang sedikit lebih baik ya dengan suhu yang relatif mirip di sini. Btw, ada satu lagi yang pengen gua bahas, yaitu bypass charging. Di mana IQ udah jelas lah ya, ada menunya sendiri dan bisa diaktifin kalau kita lagi nge-charge. Tapi yang menarik di Poco X Pro Max ini ada yang namanya smart charging. Fitur yang sebelumnya juga ada di F8 Ultra. Dari pengertiannya sih, smart charging ini lebih buat atur kecepatan charge berdasarkan baterai, suhu, pemakaian app, sama distribusi daya antara sistem dan baterai. Jadi suhunya lebih terkontrol supaya pas gaming tetap stabil dan mulus. Jadi apakah ini termasuk bypass charging? Sama kayak video F8 Ultra kemarin menurut gua sih bukan ya koreksi kalau salah. Soalnya kalau dilihat dari gambar di website mereka dayanya juga masih dialirin ke sistem dan baterai bukan yang diputus total. Kalau menurut kalian gimana? Coba yang lebih paham boleh share ilmunya ya. Kalau buat kamera gua kasih inti sarinya aja ya. pertama buat foto hasilnya 111 aja dan karakter gambarnya kadang susah ditebak. Ada momen Poco bisa lebih cerah tapi di kondisi lain IQ lebih terang. Cuma saat foto objek orang bisa gua bilang hasil dari IQ bikin subjeknya kelihatan lebih glowing dan hidup. Sedangkan Poco bisa dibilang lebih ke natural kali ya. Terus kalau ngomongin video secara resolusi IQ lebih unggul bisa shoot mentok di 4K60 sedangkan Poco 1080p 60 aja. cuman itu buat selfie. Kalau kamera belakangnya sama-sama di 4K 60 fps. Dan berita baiknya sekarang kedua HP ini pas recording udah bisa pindah lensa depan belakang dan sebaliknya. Yang mana sebelumnya Poco belum bisa lakuin ini. Kalau buat kualitas video, terutama selfie bisa dibilang mirip. Sama-sama baik dari skin tone maupun dynamic range. Paling buat stabilisasinya menurut gua Poco lebih baik sih. Iiku kelihatan lebih goyang dan ini makin jelas pas gua cepetin jalannya. Cuma untuk kamera belakang buat perpindahan lensa ultra white di pokok perbedaan warnanya masih cukup berasa. Sedangkan IQ warnanya lebih konsisten. Kalau buat lensa utamanya hasil dari IQ cenderung lebih cerah ya. Pohon di depan sana sedikit lebih jelas. Terus pas shoot si nyonya gini gua juga berasa warna kulitnya lebih hidup. Sedangkan pokok sedikit lebih pucat tapi tipis aja. Oh ya satu lagi yang belum sempat gua kasih tahu kalau dari sisi fitur kamera IQ lebih bervariasi. Misalnya dia punya pilihan color profile kayak Vivit, texture, dan natural. Terus di mode portrait ada fitur AI juga buat ganti musim gitu. Jadi lumayan bikin enggak bosan. Overall [mendengus] dari sisi kamera menurut gua dua HP ini sama-sama punya plus minusnya masing-masing. Tapi ya perlu diingat juga dua-duanya emang bukan HP yang jualan utamanya di kamera karena fokusnya tetap di performa. Buat spek lainnya, kedua HP ini udah 5G, ultrasonic fingerprint juga, dan sama-sama masih USB 2.0. Yang paling ngebedain itu ada di Poco yang udah support ISIM ya, sementara IQ belum. Terus kalau buat heptic feedback-nya udah sama-sama enak, enggak nyebar gitu. Tapi kalau gua tekan dan nesapi pelan-pelan, Poco sedikit lebih kuat sih getarannya cuma ini tipis aja. Sedangkan buat speaker terus kalau dari sisi software sebenarnya udah pernah gua bahas di dua video terpisah baik Hyper OS3 ataupun Origin OS6 di sini [musik] cuman kalau bisa gua rangkumin baik Hyper OS atau Origin OS sebenar seya punya arah yang mirip satu sama lain [musik] mulai dari lock screen yang bisa taruh jam segede gaban dan deep effect yang sama-sama cakep. Cuman ada satu yang beda di origin OS yaitu flip card yang bakal bikin gerak wallpaper-nya bersamaan pas kita miringin HP-nya tuh yang mana fitur ini enggak ada di Hyper OS. Habis itu kedua software-nya juga punya versi dynamic island-nya masing-masing. Dan yang enggak kalah penting, dua-duanya sekarang udah dikasih kemudahan buat connect ke iPhone ataupun Mac lewat Xiaomi Interconnectivity-nya sama Office kit. Buat gua yang ngedit video di MacBook sih jelas ngebantu banget ya buat kirim-kirim file. Cuman dari pengalaman gua sendiri kalau disuruh pilih gua kayaknya lebih condong ke origin OS yang lebih cocok aja di gua. Di antaranya punya fitur anti mabok kalau lagi di dalam kendaraan. Terus Office kit-nya juga bisa nge-remote PC dan kalau kita copy sesuatu di HP bisa didpaste di MacBook dan sebaliknya. Buat gaming pun dia punya mode yang lebih lengkap ya, kayak 4D vibration, motion control, highlight dan beberapa lainnya yang kalian bisa lihat di sini. Sedangkan Poco lebih simpel. Sama terakhir di origin OS ada fitur drag and go yang bisa dengan gampang seret teks atau gambar-gambar ke app di Origin Island-nya di sini supaya mempermudah kita mau posting ataupun cari sesuatu. Sekali lagi buat detailnya cus ke video gua yang ini ya. Kalau buat AI-nya sih hampir mirip. Misalnya di galeri kita bisa sama-sama hapus objek, bisa expand gambarnya sampai pisahin dan gede kecilin objeknya. Terus AI writing-nya juga sekarang sama-sama bisa dipakai di app lain kayak misalnya Instagram ini. Cuma ada beberapa fitur AI yang Poco terasa lebih matang nih. Misalnya di recording, Poco bisa langsung diubah ke teks pakai I gitu ya. Dan setelah kelar bisa dianslate juga ke bahasa lain. [musik] Sedangkan IKU bisa dijadiin teks juga tapi belum bisa diranslate ke bahasa lain noh. Terus gimana dengan iklan di kedua HP ini? Untuk fitur kayak clean up ataupun security scan aman ya, enggak ada tiba-tiba keluar iklan gitu. Sedangkan app bawaan kayak video ada yang beda. Jadi kalau cuman keluarin listeri sama-sama aman nih enggak diselipin iklan. Tapi untuk Mi Video itu dia tuh ada satu tab sendiri yang nampilin video-video orang lain. Jadi udah kayak sosem gitu. Dan di sinilah baru keluar iklan setelah beberapa kali swipe. Sedangkan yang kayak gini enggak ada di IQ. Paling cukup ngeganggu di Poco itu adalah notifnya Mi Video sih. Jadi suka muncul notif gini dan kalau dibuka ada rekomendasi video orang lain. Terakhir buat OS update baik Poco maupun IQ sama-sama di empat kali dan security update-nya 6 tahun. Oke, jadi dengan selisih harga R1,9 juta kalau dapat harga promo atau 1,3 juta di harga normal untuk varian 12+ 256 dan bahkan bisa makin jauh lagi buat varian 512-nya, pertanyaannya adalah selisih tadi kebayar di mana? Gua coba bikin simpel aja ya. Buat gua, IQ 15R ini punya beberapa nilai plus yang cukup kuat. pertama lebih ramah digenggam dan buat mayoritas orang bakal lebih nyaman dipakai harian. Terus dari sisi display juga punya spek yang lebih tinggi. Di antaranya 144 Hz refresh rate, PWM diming, sampai always on display-nya yang benar-benar bisa always. Yang ketiga, buat pengalaman gaming. Fitur di IQ 15R ini lebih lengkap ditambah udah ada bypass charging yang buat sebagian gamer itu cukup penting. Tapi ini sebatas fitur ya. Kalau ngomongin performa gaming udah sama-sama ngebut sih, bedanya tipis aja. Dan nilai plus terakhir adalah software. Buat gua pribadi lebih cocok sama origin OS. Terutama dalam hal produktivitas dan interaksi dengan MacBook atau laptop lebih kepakai. Belum lagi ada fitur-fitur kecil yang benar-benar kepakai kayak anti mabok tadi, drag and go dan lain sebagainya. Tapi bukan artinya HyperO jelek ya. Buat gua Hyper OS3 ini udah jauh meningkat dari sebelumnya. Cuma emang masih belum selengkap dan sefleksibel Origin OS. Terus gimana dengan Pokok? Apakah doi menang murah doang? AID enggak gitu, Ferguso. Layar yang lebih luas di X8 Pro Max tentu bakal bikin pengalaman nonton ataupun nge-game buat sebagian orang lebih puas ya. Kalaupun lebih susah dinavigasiin, itu balik lagi ke ukuran tangan masing-masing. Habis itu dari sisi baterai tentu lebih awet di POCO dengan 8.500 mAh-nya. Walaupun gua juga harus apresiasi ke IKU yang meskipun terpaut 900 mAh tapi perbedaannya enggak terlalu jompla. Terus ada hal yang mungkin enggak penting buat semua orang, tapi buat sebagian user bisa jadi penentu yaitu isim. Dan gua salah satu yang ngerasa fitur ini penting sih di suatu HP. Untuk kamera ya plus minus lah ya. Kalian bisa balik lagi ke topik kamera yang udah gua jelasin sebelumnya. Intinya enggak bosan-bosan gua bilang balik lagi ke kebutuhan, preferensi, dan budget masing-masing ya. Semoga jelas dan perbandingan ini bisa ngebantu teman-teman buat milih. Sekalig produknya di video. Siapa tahu ada diskon yang lebih wah lagi di sana, jadi bisa dicek. Terakhir, kalau masih ada yang bikin penasaran dari Poco X8 Pro Series, jangan malu-malu tulis di komen ya. Kalau banyak yang request, bakal gua bikinin video lanjutannya. Yeah.
Video Lainnya
Pasar smartphone midrange di pertengahan tahun 2026 ini sedang menghadapi badai kenaikan harga yang kian tidak masuk akal, memaksa konsumen untuk ekstra jeli dalam...
POCO X8 Pro Max mendadak jadi perbincangan hangat di pasar gadget setelah dua bulan perilisannya karena fenomena harga yang justru merangkak naik, sebuah anomali...
Membawa ponsel berspesifikasi garang ke dunia nyata selalu memicu rasa penasaran, terutama saat menguji baterai monster 8500 mAh milik POCO X8 Pro Max dalam...
POCO X8 Pro Max hadir menggebrak pasar dengan kapasitas baterai monster 8500 mAh dan performa paling kencang di kelasnya, namun di balik spesifikasi di atas kertas...
Fenomena HP "ghoib" kembali memicu rasa penasaran lewat POCO X8 Pro Max, sebuah perangkat yang langsung memikat perhatian berkat spesifikasinya yang di atas kertas...
Keriuhan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah lini terbaru POCO yang dibanderol di angka enam jutaan memicu perdebatan sengit akibat isu suhu ekstrem yang...
Persaingan ponsel di kelas harga 7 hingga 8 juta rupiah kini memasuki babak baru yang semakin membingungkan sekaligus menarik bagi konsumen. Pertarungan sengit...
Klaim baterai badak berkapasitas 8500mAh pada POCO X8 Pro Max jelas memicu skeptisisme di tengah tren ponsel modern yang sering kali mengorbankan efisiensi demi...
POCO kembali mengguncang pasar smartphone tanah air lewat gebrakan terbarunya yang menembus batas ekspektasi kelas menengah. Di saat harga komponen global sedang...
POCO kembali mengacak-acak pasar kelas menengah dengan meluncurkan POCO X8 Pro yang membawa spesifikasi ekstrem di harga empat jutaan kecil. Lewat performa chipset...
Kehadiran POCO X8 Pro Edisi Spesial Iron Man Avengers ini siap menggegerkan pasar smartphone kelas menengah dengan perpaduan performa impresif dan desain yang...
Langkah POCO yang kembali menggebrak pasar melalui POCO X8 Pro Global Version ini sukses memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta gadget. Berbekal paket...
Pasar smartphone kelas menengah bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini yang digadang-gadang sebagai calon POCO X8 Pro Max. Menariknya, perangkat...
Menanti suksesor salah satu lini ponsel paling fenomenal di kelas menengah selalu membawa ekspektasi tinggi sekaligus tanda tanya besar. Kali ini, sorotan tertuju...

















