Jungkat

POLYTRON bikin mobil listrik‼️ (YouTube Video)

  • 06/05/2025

Selamat datang di channel Gadget NetMax. Tuh, gua bawa boombox dari Polytron. Tapi bukan, gua enggak mau nge-review gadget karena di belakang gua ini adalah mobilnya Polytron. Yes, Polron yang terkenal dengan membuat home appliance kayak kulkas, TV, mesin cuci dan lain-lain. Kali ini main otomotif dan enggak cuman motor doang karena dia sekarang main mobil. Dan ini adalah mobil pertama dari Polytron yang disebut Polron G3. Penasaran enggak? Gua sih penasaran banget. Yuk, kita kulik mobil ini di video [Musik] ini. Kita langsung bahas soal eksteriornya. Si Polytron G3 Plus atau G3 ini tampil dengan tampilan sebuah SUV. Panjangnya mencapai 4720 m alias 4,7 m. Kira-kira segede CRV lah ya. Dan desainnya sendiri dia mengadopsi ala-ala SUV SUV modern. Jadi enggak kekotak-kotakan banget, agak smooth depannya. Lampunya agak apa ya namanya ya? Bersihlah, clean istilahnya. Ditambahin aksen-aksen sedikit di bagian depan grillnya, bagian bawahnya ada elemen L juga dengan trim-trim hitam di bagian bawahnya. Lampu tentu saja full LED dan tentu saja Polytron tidak lupa menyematkan logo P-nya kayak di motornya dan tulisan Polytron kecil di bawahnya. Kalau gua pribadi mungkin keramaian kali ya, pilih logonya aja atau Poltrronnya aja kali ya. Menurut kalian bagusan mana? logo doang apa tulisan Polytron aja ya. Lanjut lagi ke bagian sampingnya. Sampingnya juga masih punya siluet-siluetnya ala-ala SUV kekinian. Dia tampil agak turun ya di bagian belakangnya. Di sampingnya juga dia kelihatan banget gode banget rodanya. Karena si Polytron G3 ini tersedia dalam dua varian. Yang satu varian G3 Plus menggunakan peleg inci rodanya lebih gede. Yang satu lagi varian G3 biasa menggunakan velek 19 inci. Tentu saja desain rodanya atau desain velegnya juga berbeda antara si G3 Plus dengan si G3 ya. Di belakang gua ini sekarang adalah varian G3 yang biasa bukan yang plus. Bedanya apa sih dibanding yang plus? Seperti tadi gua bilang, yang plus pakai 20 inci, pakai 19 inci. Kalau untuk G3 ini desainnya berbeda. Tapi kalau kalian lihat lagi ya, di atasnya juga berbeda. Karena kalau varian G3 ini dia enggak punya panoramic sunroof. Sedangkan varian G3 Plus dia punya panoramic sunroof. Sedangkan detail-detail lainnya kayak kamera 360-nya, lampu LED-nya, tulisan Polytron gede di bagian belakangnya, segala macamnya itu masih sama antara kedua varian ini. Menariknya lagi, kedua varian ini juga dilengkapi dengan ADAS yang komplit. Total ada 21 ADAS yang dilengkapi di kedua mobil ini atau kedua varian ini. Cuman yang uniknya dari si Polytron G3 ini adalah dia satu-satunya di kelasnya mungkin ya, yang dilengkapi dengan auto parking. Jadi, dia udah bisa parkir sendiri. Canggih enggak tuh? I. Nah, di belakangnya baru kelihatan bahwa mobil ini Polytron. Benar enggak? Ya benarlah. Ada tulisannya. Jadi dibandingin sama si Skyw EV6 atau ET5 yang menjadi basis dari mobil ini, Polror memberikan sentuhan Polytronnya di sini. Jadi, ada logonya dia di sini. Ada tulisannya bukan logonya dia. Dan malah enggak ada logo sama sekali karena cukup. Tapi bikin G jadi kelihatan lebih elegan ya karena lampunya LED semua. Dia ada aksen-aksen di sini. G3 Plus-nya di sininya ada lampu mundurnya juga di bawah sini dan lumayan clean. Biarpun secara proporsi balik lagi mobil ini sebenarnya cukup besar dengan ukuran 4,7 man. Dan untuk versi plus-nya ini dia juga sudah dilengkapi dengan ini electric power back door dan juga sudah ada sensor untuk kick sensornya di bawah sini. Dan kalau kita lihat lagi bagasinya bagasinya gede banget ya. Totalnya kalau sampai ada pelipatannya juga dia bisa mencapai 1141 L kapasitas bagasi yang dilipat rata. Dan untuk si versi plus ini dia juga sudah dilengkapi dengan tono cover yang bisa dilipat seperti ini. Dan kalau kalian juga masih bisa dapetin di sini ada kompartmen lagi untuk kabel charger dan tire kit. Oke, sekarang kita di dalam mobil Polytron G3 tapi ini versi yang bukan plus ya. Kita lihat desainnya sebenarnya pada dasarnya yang plus sama yang enggak dasarnya sama cuman ada beberapa fature-fature yang beda. Nanti gua bahas itu ya. Tapi kita bahas desainnya dulu. Dia sudah dilengkapi dengan full layer tengahnya. Beberapa indikatornya juga kelihatan ada bisa eh range-nya berapa, baterainya berapa, eh berapa warning-warning sampai ada radio FM-nya juga bisa kelihatan di sini. Di sini setirnya juga lumayan enak ya dipegangnya ee sudah berlapis kulit. Kalau untuk yang versi E plus-nya yang bukan versi plusnya dia masih pakai setir plastik. Terus dia ada roller-roller di sini untuk pengaturan. Eh, contrtrol adas juga kayak adaptive cruise control segala macamnya di sini udah ada. Voice command dan mode-mode segala macamnya juga sudah ada di sini. Tuas eh SE-nya juga masih sama standar aja ya. Di sini dikasih trim-trim kayu lengkap dari sisi kanan ke tengah maupun ke kirinya. Dan speakernya sendiri dia sudah pakai speakernya Polytron. Seriusan dia pakai teknologinya Polytron. Untuk kursinya sendiri berlapis kulit ya. Kedua versi sudah berlapis kulit. Pengaturannya sudah elektronik atau elektrik di sebelah kanan maupun di sebelah kirinya. Tapi sayangnya enggak ada lambar ya. Di sini enggak ada lambar supportnya sama sekali. Jadi cuman maju mundur naik turun aja. Terus kalau kita pindah lagi ke bagian sininya, head unitnya khas sebenarnya mobil-mobil tanda kutip dari Tiongkok. Biarpun ini Politronnya ee dia dilengkapi dengan layar yang besar 12,8 inci. Beberapa setup itu kalian bisa kontrol dari sini. Ada application center, ada vehicle control-nya bisa kalian control dari sini. Mode lighting-nya, setting-nya, driving assistance-nya, instrumen panelnya, semua kalian bisa kontrol dari sini. Terutama AC-nya juga kalian bisa kontrol dari sini. Jadi, biarpun AC-nya di sini ada tombol beberapa tombol-tombol manualnya, tapi sebagian besar kontrolnya ada di layarnya. Dan kalau kita geser lagi, balik lagi ada beberapa tombol-tombol manual kayak autonya, eh apa hazard-nya, stability control, tuas transmisi. Dia juga di sini PRNDS-nya di sebelah sini, P-nya tinggal kalian pencet dan kelihatan banget bahwa mobil ini konversian. Kenapa gua ngomong gitu? Karena tuas transmisinya enggak diletakkan di sisi kanan atau lebih dekat ke sisi pengemudi melainkan di sisi yang agak jauh. Jadi, kelihatan banget bahwa dasarnya mobil ini sebenarnya adalah setir kiri. Aslinya kuncinya seperti ini. Keren sih sebetulnya bentuknya. Dan di sini juga kalian masih bisa dapetin dua cup holder. Jangan bisa dikasih tutup. Eh, parking brake beserta hold-nya. Di sini kalian juga bisa dapatin center console yang bisa dibuka dengan ada tombolnya. Ini lumayan dalam ya dan ada ventilasinya di sininya. Jadi bisa kalian ee buka ventilasinya buat bikin dingin. Tapi bukan kulkas ya tentu saja ya. Dan seperti halnya mobil-mobil listrik kebanyakan, dia dilengkapi dengan floating console karena enggak usah ada garden-gardenan. Jadi bisa flat. Di sininya dikasih floating console. Di sininya bisa kalian taruh barang-barang dan ada USB port A sayangnya di satu ya dan 12 volt di sebelah sini. Nah, sekarang kita di baris keduanya si Polytron G3. Dan seperti halnya mobil yang besar 4,7 m, baris keduanya sangat-sangat tegak. Lihat. Uh, ini bukan posisi duduk gua sebenarnya. Harusnya dibajuin lagi. Tapi ini lega banget. Kakinya juga enak. Di sininya dikasih tutup lagi di bawahnya biar rapi juga gitu kan. Duduknya juga enak karena kursinya masih bisa di recline biarpun cuman satu step masih ada armres di sebelah sininya. Ee apa namanya? Headr-nya juga ada tiga. Headro juga ampun-ampunan leganya. Dan untuk versi si G3 ini dia masih bisa dapat USB di sini. Dan untuk versi G3 Plus malah kalian bisa dapetin colokan 220 volt. Jadi kayak home appliances colokannya lah bisa kalian colokin sini. Berguna banget kalau kalian mau jalan jauh ee mau ngecas gitu kan ibaratnya atau mau bawa laptop taruh di sini colok ke sini. Kurang meja doang sih ya sayangnya ya. Ya dan karena balik lagi ya ini mobilnya Polytron jadi harusnya mobil listrik dong. Nah, dia juga sudah dilengkapi dengan colokan atau charging port CCS2. Jadi, bisa AC dan DC charging. Nah, untuk versi yang G3 Plus-nya juga dia sudah dilengkapi dengan Vit2L. Vit2L-nya dalam bentuknya seperti ini. Jadi, kalian colokin ini langsung ke dalam si soketnya dan di sini sudah ada soket 220 volt commercial use. Jadi, kalian bisa colokin segala macam appliances bisa ke dalam sini. berguna kalau kalian mau bawa mobil ini untuk camping. Kedua, varian Polytron G3 atau G3 Plus ini juga dilengkapi dengan motor listrik dan baterai yang sama. Motor listriknya dia 150 kW atau sekitar 203 PS. Torsinya mencapai 320 Nm dan baterainya dia memakai baterai sebesar 51,9 kWh tentu saja pakai LFP. Range-nya sendiri mencapai 400-an atau 410 km menurut standar CLTC. Akselerasi 0 sampai 100 di bawah 10 detik alias 9,7an detik. Cukuplah buat mobil segede gini. Oke, sekarang sampai pada kesimpulannya si Polytron G3 kali ini. Jadi menurut gua gimana? Menurut gua ini mobil sebuah effort yang cukup bagus dari Polytron. Jadi ini mobil pertamanya mereka. Mereka berusaha membawa sesuatu yang berbeda dari mobil-m yang ada di pasaran kali ini. Mereka langsung ngasih mobil yang ukurannya besar, dalamnya lega, dan feature-fatur-nya juga onp ya. mirip-mirip dengan mobil-mobil yang ditawarkan di market kita. Cuman balik lagi pada saat waktu video gue dibikin, gua belum tahu harganya. Jadi perspektif gua tuh kayak belum tahu harganya beda gitu loh. Nah, cuman pas saat kita publish video ini udah ada harganya di sini. Nah, menurut kalian bagaimana? Worth it apa enggak ya ini mobil? Karena balik lagi ini mobil juga tersedia dalam dua macam skema. Yang satu langganan baterai, yang satu langsung beli putus. Kalian pilih yang mana? Komen ya. Oke, mungkin sekian video kali ini. Thank you sudah nonton. Kalau kalian suka, klik like. Subscribe dan tekan tombol lonceng untuk tahu video-video terbaru dari Autonetx. Audi Sign off dulu. Mau ke mana gue ya? Tutup aja videonya. Bye bye.

Lihat di YouTube