Polytron FOX 200 : Cocok buat ibu-ibu (YouTube Video)
Hah? Udah jadi problematika ya kalau kalian pasti sering nemuin mama ngeselin yang se ke kiri tapi malah belok ke kanan. Nah, motor yang satu ini bakal merubah kebiasaan mama tersebut. Ini dia Polytron Fox 200. [Musik] Oke, kenapa kita bilang di openingnya begitu? Karena di Polytron Fox 200 ini ada fitur yang namanya Fox Alert Smart Assist. Di mana kalau misalkan kita sain ke sebelah kanan ya atau sebaliknya sein sebelah kiri. Kalau beloknya salah nih ya sambil digas tuh dia bakal ada indikator warning yang muncul di speedometer sama ada suara yang muncul dari motornya menandakan kalau kalian salah belok se ke kanan ya belok ke kanan jangan se ke kiri beloknya ke kiri hah semoga dengan adanya motor ini mama di jalanan jadi lebih smart dalam menentukan posisi sein yang benar biar ya at least enggak kelihatan ngambil SIM-nya di toko Madura lah ya. Oke, sekarang kita bahas soal jarak tempuh dari motor listriknya juga kecepatan pengecasannya. Oke, kalau soal motor listrik ya pasti bahasan yang pengin kalian tahu itu adalah soal jarak tempuhnya. Nah, Polytron Fox 200 ini punya jarak tempuh sampai 85 km dengan top speed itu kecepatannya di 70 km/h. Jadi, dibatasin sampai 70 km/h aja. Enggak lebih dari 70 ya. Jadi enggak ada catatan 0 sampai 100 km/hnya. Sementara untuk waktu pengecasan sendiri ya dari 0 sampai 100% itu membutuhkan waktu sekitar 4 sampai 5 jam dengan kecepatan pengecasan 420 wat dengan keluaran tenaga sebesar 2 PS dan torsi sampai 153 Nm. Sebenarnya itu torsi lagi-lagi sepertinya itu torsi dari dinamonya bukan pas di on wheel-nya. Makanya hasilnya bisa ratusan Nm. Sekarang kita lanjut lagi bahas soal panel instrumennya ya. Sebelah kanan ada tombol mundur nih ya. Seperti kebanyakan motor listrik ada fitur mundurnya juga. Lalu ada tombol saklar lampu yang udah jarang kita temuin di motor-motor konvensional zaman sekarang. Nah, jadi masih ada saklar lampu ya buat nyalain daytimeing light dan lampu utama. Lanjut lagi kita bahas bagian tombol bawahnya. Ini ada mode berkendara, ada mode drive sama mode sport ya, mode standar sama mode sport dan ada fitur cruise control biar emak kalian enggak lelah gitu kan. Ngegas terus motornya. Tapi tolong nyalain fitur ini ketika jalanannya kosong. Kalau jalanan enggak kosong nanti nubruk. Oke, sekarang kita beralih ke bagian sebelah kiri nih ya. Ada tombol lampu jauh, lampu dekat, tombol sein. Yang-nya ini agak repot emang sebenarnya ya. Jadi dia enggak bisa ditekan untuk ngebalikin seinnya. Jadi mesti dibalikin tuasnya juga sekalian ke tengah. Oke. Lalu di bawahnya ada tombol klakson dan tombol parking mode. Nah, jadi ini tombol buat ready. Motor listriknya ini ada di sebelah kiri bukan di sebelah kanan. Sekarang kita bahas soal speedometer. Tapi sebelum itu gua pengin tunjukin gimana cara starter motor. Ada dua cara ya. Pertama colok kunci standar ya biasa dan yang kedua keyless. Jadi kita motornya bisa nyalain dengan menekan lama tombol buka. di remote-nya. Eh, jadi enggak perlu colok-colok kunci. Dan sekarang kita bisa lihat ya di bagian panel speedometernya nih ya. Kita pencet parking mode-nya ee sambil rem tandanya udah ready bisa langsung digas tuh ya. Nah, oke. Di bagian paling tengah itu ada speedometer ya, kilm/jam. Terus ada indikator baterai di atas indikator baterai ada mode berkendara dan di sebelahnya ini ada odometer. Tiba-tiba nah itu dia ya. Mernya baru 20 km ini motor jalan. Oke, sisanya paling ada indikator warning yang tadi kalau misalkan nge-sinnya salah sambil digas nanti muncul indikator warning di bagian sini nih. Tuh, di bawah stangnya ada colokan kunci ya dan anak kunci buat nyolok dan ini enggak ada cover pengaman sama sekali. Ngeri-ngeri dibongkar sih ya. Oke. Lalu di tengahnya ada gantungan buat gantungin gorengan gitu ya atau gantungin belanjaan kalian habis dari Indomaret atau Alfamart tuh bisa diretrack jadi rata ya rapi kelihatannya. Dan di sebelah paling kiri itu ada kompartemen penyimpanan terbuka bisa buat naruh botol 600 ml sama ada colokan USB type E buat ngecas smartphone kalian. Wah, ngomong-ngomong smartphone motor listrik Polron Fox 200 ini ada konektivitas smartphone-nya lewat aplikasi Polytron EV. Dan kalau kalian penasaran di mana ngecasnya, jadi Polytron Fox 200 ini punya sistem baterai yang tertanam ya di bawah D kaki sini dan nyolok pencasnya itu di DKQ. Nah, jadi di bagian D kaki dengan colokan yang sama kayak Polron Fox R juga Fox S. Sistem skemanya sendiri ya seperti kebanyakan motor dari Polytron. Sistem sewa baterai per bulannya Rp15.000 per bulan untuk Fox 200 ini. Oke, jadi ini dia desain dari Polytron Fox 200. Jadi ada tiga warna ya, warna hitam, warna putih, sama yang warna grey. Nah, kalau misalkan lihat-lihat ini kan sebenarnya pasarnya pasar buat para wanita ya. Kenapa warnanya enggak yang mentereng-tereng gitu kayak yang biru atau kuning atau yang pop pink gitu kan yang warna-warna pop lah yang mencuat. Mungkin ini bisa jadi alasan kalau misalkan ya kan namanya motor pakai harian pasti ada baret-baret, ada nabraknya dikit segala macam. Nah, pakai warna yang kalem-kalem gini biar gampang dibenerin. Mungkin itu alasan dari Polytron Fox 200 ini punya skema warna yang lebih kalem. Oke, sekarang kalau bahas soal desainnya ya memang desainnya futuristis. Depannya benar-benar kayak ada grill mobil ya di bagian depan. Jadi in your face banget. Dan lampunya itu semuanya udah full LED. Lampu depan proyektor, lampu sein udah LED juga dan stop lamp sein belakang udah full LED. Yang belakang pun juga sama. benar-benar in your face juga nih. Kalau misalkan kameraman ya lihat ke bagian belakang, aksen-aksen yang kayak grill mobilnya itu berlanjut ke bagian buntut belakangnya tuh ya. Ke sana jadi futuristis tapi rame, enggak minimalis sama sekali ya. Walaupun memang dari segi lampunya dia tipis-tipis aja tapi tetap terang. Ngomongin soal bagian kaki-kaki di bagian depan shok depannya teleskopik dan dia bagian belakang dia shok belakangnya itu dual shock dengan setelan preload. Nah, jadi bisa kita setel di bagian shok belakangnya. Sementara untuk bagian profil ban yang depan itu 90 lingkar 12 inci. Sementara yang belakang itu 100/90 lingkar 10 inci. Bannya dari Kenda. Terus kalau misalkan kalian lihat ya pasti untuk motor penggeraknya dia dihub jadi dynamo hub ya bagian belakang. Dan untuk pengeremannya udah disbrake depan juga belakang walaupun belum ada fitur ABS sama sekali. Oke. Walaupun emang ini pasarnya untuk market para wanita ya juga mama tapi kebetulan postur gua mewakili. Nah tinggi gua kan 164 cm. Jadi kalau misalkan gua naikin motor ini ya, Nah, bisa kebayang kalau tinggi 164 cm, kakinya lumayan menapak hampir sempurna kalau misalkan turun dua kaki. Sementara kalau misalkan di bagian D kakinya karena baterainya ada di bawah D kaki membuat duduknya agak dingkrik naik ke atas. Nah, menyebabkan di bagian pahanya itu jadi agak sedikit naik. Jadi duduknya kalau lama-lama agak kurang nyaman. Tapi sekedar commute dari rumah ke sekolah, terus rumah ke pasar, ini mah aman-aman aja karena joknya empuk ternyata enak. Dan untuk lumbar supportnya ya di bagian sini agak sedikit nyender nih. Jadi masih bisa berkendara dengan nyaman dengan posisi stang yang enggak terlalu lebar. Jadi gampang banget untuk diraih sama para wanita dan juga gampang untuk digerakkan sehingga fleksibel banget. Ini motor digunakan sebagai motor listrik harian. Oke, akhirnya sampai juga kita ke bagian paling penting buat motor harian mama. Bagasinya nih ya. Kalau kita buka muat helm halfest karena bagasinya itu memiliki kapasitas sebesar 13 L. Jadi mau bawa belanja bulanan pun masih cukup di dalam Polytron Fox 200 ini ya. Wih, nyaman banget. Jadi kalau Bapak-bapak mau minjam motornya juga bisa masukin helm halfvest tuh ya. Ini yang batoknya lumayan tebal. RSV helmnya ya. Tuh bisa muat tanpa perlu tuh tanpa perlu nekan joknya. Jadi aman-aman aja. Dan di bagian bagasi ada saklar nih ya buat matiin motor listriknya kalau misalkan kalian tinggalin motor listrik Polytron Fox 200 ini lama. Oke, itu aja enggak ada yang spesial lagi di bagian bagasi ini. Nah, oke. Jadi, kita udah ngegas tipis-tipis si Polytron Fox 200 ini. Dan ternyata impresi akselerasinya rata ya, seperti kebanyakan motor listrik. Untuk yang mode D respon jadi dia responsif. Yang mode S lebih responsif lagi kalau misalkan kita ganti ya. Jadi cuma dua mode berkendara itu aja. Kita gas uh langsung loncat di mode S-nya. Soal pengerreman pakem, enak, dan empuk. Tuas remnya juga kecil. Jadi gampang banget diraih sama tangan wanita sekalipun. Kecil tangan gua ya. Jadi mewakilkan cukup. Lalu soal pengeremannya, jadi walaupun enggak ada ABS tapi tetap masih bisa kita percayakan walaupun seperti yang tadi gua contohin ya. Kalau misalkan ngeremnya agak terlalu pakem, hati-hati jadi ngepot. Kalau misalkan di jalanan licin, tolong jangan dicontoh. Oke, dan yang paling penting ternyata motor listrik Polytron Fox 200 ini enggak bakal nge-cut off tenaganya kalau misalkan kita melakukan pengereman. Jadi, masih bisa berbelok sambil ngerem tipis-tipis. Asik nih. Jadi, itu soal pengeremannya. Dan ternyata ketika kita bawa zigzag itu masih cukup lincah motor ini. Jadi buat dipakai sama wanita pun motor listrik Polytron Fox 200 ini cocok banget dipakai sebagai motor listrik harian. Oke, jadi itu dia impresi pertama kita mengenai Polron Fox 200 ini. Jadi gimana menurut kalian soal desainnya, fitur yang ditawarkan, dan rasa berkendaranya? Apakah cocok dengan harga 11,5 juta on road? Nah, itu harga masih disubsidi oleh Polytrone sendiri sebesar Rp7 juta. Jadi, harganya Rp1,5 juta. Tapi kalau kalian pesan sekarang itu harganya masih Rp1,5 juta dengan skema sewa baterai per bulannya Rp125.000. Jadi, gimana? Komentar aja di bawah. Jangan lupa subscribe, jangan lupa tekan loncengnya untuk entahi video seru selanjutnya dari Autonet Max. Gua bagai Satrio. Dadah. Don't ever let me go. Don't ever let me go. Oh. Oh. H
