POLYTRON FOX 200 MURAH CUMA RP 11 JUTAAN..!! CEWE GAK AKAN SALAH PAKAI LAMPU SEIN l Otomotif TV (YouTube Video)
Jadi kalau misalnya kita salah nge-sen kayak cewek-cewek nih, mama-mama sering tuh ya, misalnya se-nya ke kanan, beloknya ke kiri tuh kan, maka secara otomatis dia akan ada alarmnya, Teman-teman. Ada alarm bunyi ngingetin. [Musik] Selamat siang teman-teman motif TV yang kabar. Sekarang kita lagi ada di shownya Polytron. Kita mau lihat langsung motor barunya Polytron teman-teman. Ini adalah Fox 200 yang secara ukuran kecil banget ya. Karena memang secara peruntukannya diperuntukkan buat cewek-cewek nih. Kalau sebelumnya gede banget namanya kayak NMAX, kayak Maxi Yamaha, kayak PCX. Yang ini lebih imut, lebih pas buat cewek. Begitu juga dengan spesifikasi dan harganya. Nah, ini teman-teman ngomongin harganya gokil banget. Kenapa? Karena ternyata harganya baru launching langsung kena diskon. Harganya Rp1,5 juta. Kena diskon Rp7 juta. Jadi cuma 11,5 juta aja. Gila ya 11 juta dapat motor listrik. Cuma memang baterainya model yang subscribe bulan kalian harus bayar Rp15.000. untuk bisa berlangganan baterainya buat ngecas karena harus ngecas sendiri di rumah dengan kapasitas baterai yang enggak terlalu gede cuma 1,9 kWh aja. Jadi ya masih oke sih 1,9 kWh paling berapa Rp3.000 full bisa jalan 85 km. Gimana menurut kalian? R jutaan dapat motor listrik loh. Nah kalau secara bentuk ini memang minimalis banget ya. Modern kotak-kotak boki ya. Kalau di Polter mungkin mengingatkan kita sama AC kali ya, sama mesin cuci gitu kan. Bentuknya kotak-kotak boksi modern tampangnya. Terus ada tiga pilihan warna teman-teman. Ada warna putih, ada warna grey di belakang, ada warna hitam juga. Hitamnya glossy ya. Semua warnanya glossy juga. Oke, sekarang kita langsung lihat detailnya dari bagian depan. Dari depan, Teman-teman, bodinya kotak. Ke atas juga winsit-nya kotak juga. Tapi ini kayak nyatu ya, cuma beda warna aja. Ini hitam, bawahnya putih kan. Ini windshield teman-teman, ada windset kecilnya di bawahnya. ada logo Polytron dan ini nih namanya nih ya Fox 200 Electric. Nah, kemungkinan next-nya semua motor-motornya listriknya Polyton akan pakai kode angka teman-teman. Ada Fox 500, ada Fox 200. Nah, yang R sama yang S kemungkinan juga akan berubah juga pakai kode AK gini juga. Coba sama-sama kita tunggu ya. Nah, di bawah, Teman-teman, di bawah ini ada lampu yang kalau menurut saya ini mirip kayak mini compo Polron zaman dulu. Mirip kayak speakernya gitu kan. Bulat gede di sini. Cuma ini lampu yang udah LED proyektor di bagian bawah sini. Ini ada DRL-nya gini. Kemudian samping-sampingnya ada grill. Ini ada DRL di bagian atas dan ada lampu se di bagian atas kanan kirinya. Kalau nyala kayak gini, Teman-teman. Ini lampu ee DRL-nya. Lampu dekat lampu jaunya kayak gini. Dan lampu seinnya ada di sini. Cakep ya. Dia ada kayak iluminasinya kayak gitu, Teman-teman. Jadi kayak gradasi ya di bagian ujungnya terang. Makin ke sini makin redup. Keterangan keren keren keren. Udah tur ke bawah ini pakai roda belang. Yang depan ring 12, yang belakang ring 10, Teman-teman. Ukurannya lumayan gede, agak lebar ya. 90/90 ring 12 pakai ban Kenda. Kok merek bnya kayak merek ban sepeda ya? Tapi emang mereka juga bikin ban untuk motor listrik, buat sepeda motor juga teman-teman. Spatbornya ukurannya lebar tapi memang enggak terlalu panjang ya. Jadi kupingnya kecil gini aja. Suspensi depannya teleskopik, Teman-teman. Enggak terlalu panjang juga. Ukurannya imut, ya. Kecil. AC juga enggak terlalu besar. Pakai kaliper satu piston yang enggak ada mereknya polosan kayak gini. Dan bentuknya unik ya. Bentuknya lucu kan. Dan ini ada e selang remnya. Dia sederhana banget, masih model yang kabel biasa aja, Teman-teman. Disk-nya ukurannya 220 mm. Lumayan gede, ya. Kemudian bentuk pelegnya dia mirip kayak kembang-kembang gitu, ya. Mirip kayak pelegnya Scoopy yang Gen 5 sebenarnya sini. Cuma ini emang bentuknya lebih keluar ke sebelah kanan, Teman-teman. Gitu. Ini dari bagian depan. Sama-sama kita lihat di balik stangnya. Nah, Teman-teman, stangnya unik ya. Covernya bagus banget. Kalau saya sih suka bentuknya. Jadi, si stang pipanya itu dikasih cover. Dan si speedometernya menjorok ke bagian dalam. Ini layar semua, Teman-teman. Dan kalau nyala kayak gini ada tulusan polutron di sini. Ini ada tegangan baterainya. Ada P, artinya masih parking, ya. Kemudian di sini ada beberapa informasi yang lain. Ada odometer, ada trip meter, ada tegangan baterai, dan ini ada estimasi jarak tempuh ya. Jadi estimasi jarak tempuhnya kalau full dia masih bisa 85 km pakai mode yang D, yang mode biasa, bukan yang sportnya. Kemudian ini masih P, masih parking. Kalau mau jalan kita tinggal tekan tombol di sini, Teman-teman. Tombol P-nya kita tekan. Udahnya ready. Nah, ini udah bisa digas, Teman-teman. Kalau pakai radi mode yang D cuma 50 km/h maksimumnya, ya. Sedangkan kalau pakai yang S, nah ini yang S bisa sampai 70 km/h gimana menurut kalian? Cukuplah ya, Cukupan sih buat motor listrik. Kemudian di sini, Teman-teman, di stangnya ada beberapa tombol. Ini ada tombol buat mundur ya. Ini R ini kalau kalian tekan lama sambil digas ini motornya akan jalan mundur ya. Tombol R di sini. Tombol Rnya tekan ke bawah sambil ditahan ya. Ini kalau digas mundur nih. Tuh. Kemudian berubah ketika kita tekan sekali-sekali aja. Nih, ada odometer, ada trip semua gitu ya. Kemudian di bawahnya ada tombol buat cakar lampu, lampuat lampu jauh. Kemudian di bawah ini ada buat cruise control dan untuk mengganti reading mode-nya teman-teman. Di sebelah kiri ada sakal buat lampu terlampu jauh, lampu se dan ada klakson. Ini buat p buat parking ya dan buat mengaktifkan biar motornya bisa jalan. Kemudian grip gasnya imut banget ya. Bentuknya minimalis. Patannya juga cuma sedikit tapi untungnya enggak terlalu licin. Di sini ada master rem bukan cuma yang kanan, yang kiri juga. Karena motor ini udah pakai rem cakram di kedua rodanya. Bentuknya biasa banget ya. Enggak ada market juga. Mudah-mudahan sih awet ya karena finishingnya waduh minimalis banget teman-teman. Oke teman-teman di bagian bawah stangnya pertama ada kunci. Kuncinya ini manual kayak gini colok-colok tapi ada remot-nya teman-teman. Dan remote ini ternyata ada alarmnya juga. Coba kita aktifin ya. Nah kalau ditekan yang lama yang atas ini sampai bunyi cheat. Kalau digoyangin eh udah bunyi, Teman-teman. Udah bunyi duluan. Nah, mati deh. Ini kalau di kalau digoyang tuh dia bunyi lagi. Nah, kunsi kotak ini ini juga bisa buat buka jok, Teman-teman. Ini kalau kita tekan ke kanan, maka jok akan kebuka. Kemudian di sini ada gantungan barang. Ini bisa diumpetin. Kalau mau dipakai tinggal ditekan set akan keluar gantungannya, Teman-teman. Gitu. Kemudian sini ada konsol. Konsol ini bisa buat naruh botol air mineral. Dan di dalam sini ini ada lokan USB ya untuk ngecas handphone. Misalnya power outlet di sini teman-teman. Bagian tengah sini ini minimalis banget ya. Beneran pols-pols aja enggak ada kantong, enggak ada apa-apa. Tapi memang ini jadi ruang akomodasi yang lumayan gede juga. Jadi kaki lega buat bawa barang juga masih bisa ke saya k bawa galon misalnya taruh tengah sini juga akan akan sangat aman ya karena ini punya ruangan yang lumayan gede. Kemudian sini teman-teman ini ada colokan untuk ngecasnya ya seingas baterainya di sini dan baterainya ada di bawah pijakan kakinya di dexi teman-teman pakainya doknya tebal banget ya ini tebal banget karena di bawah dalam sini ada baterainya baterai litium dan dia modelnya fix enggak bisa dilepas gitu kemudian joknya teman-teman joknya lumayan tebal empuk juga dipegang kenyal-kenyal ya terus di bawah jok ya ini ada bagasi 13 lit gede ya lumayan ged pasti bisa masuk cuma memang kalau helm full face mungkin enggak terlalu e agak ngepas banget ya, cuma fesif bisa masuk sini teman-teman. Lumayan lega ukurannya. Kemudian di sini kita bisa lihat ada steker juga nih. Jadi misalnya kalian mau parkir motornya dalam waktu yang lama gitu, ini bisa dimatiin, Teman-teman. Biar kondisi baterainya enggak gampang ng-edrop gitu ya. Gitu. Kemudian ini ada belel dari logam. Ada san polutan juga di sini. Di bagian sini, Teman-teman, ini ada lampu belakang yang ukurannya lumayan gede juga ya. bulat dan bentuknya kayak ring gitu. Tengah ada logo Polytronnya. Ini kalau ngerem kayak gini dia akan makin terang. Lampu se-nya ada di bagian atasnya, Teman-teman. Jadi, bentuknya mirip kayak yang bagian depan, ya. Cuma bedanya grillnya ini enggak ada di dalam satu frame lagi, tapi benar-benar di bagian luar. Kemudian ini ada spatbard yang ukurannya lumayan gede. Dan kalau kalian lihat ke sebelah kanan, Teman-teman, ini ada roda yang ee diameternya ring 10 inci, Teman-teman. Jadi, lebih kecil daripada yang depan, ya. depan 12, belakang 10 inci. Pakai rem cakram, desa lebih kecil dan pakai kaliper satu piston. Sedangkan suspensinya dia pakai sebelah belakang ganda dan udah ada setelan prilad-nya. Kalian bisa atur, Teman-teman, di sini. Oke, sekarang kita ngomongin posisi duduknya, Teman-teman. Ternyata di motor ini nih enggak terlalu tinggi ya joknya. Saya 165 cm. Lihat nih, kaki bisa menapakkan sempurna ke tanah dua-duanya ya. Cuma emang joknya lebar, Teman-teman. Ini joknya beneran lebar, empuk, tebal, ya. Ini yang mau enggak mau kaki agak sedikit ngangkang, ya. Tapi memang gimana lagi karena bagasi di bawah joknya lumayan besar. Mau enggak mau bikin joknya lebih lebar. Kemudian deck pijakan kakinya teman-teman dia ini tinggi ya sama kayak Fox Air Fox S padahal itu banyak dikritisi sama pengguna-penggunanya. Ayo dong ditipisin decknya. Ternyata yang baru ini juga sama aja teman-teman masih tetap mempertahankan deck yang tebal banget saya 165 cm. Lihat nih kakinya tuh benar-benar sudutnya L ya. Ini buat yang perutnya gede-gede gendut itu pasti akan ketekan gitu kan. Apalagi banyak jangkung-jangkung yang tinggi-tinggi. Untungnya stangnya ini lumayan tinggi, Teman-teman. Stangnya tinggi bikin jarak antara stang sama paha enggak terlalu dekat. Jadi waktu lagi belok patah tuh masih ada jaraknya lah ya. Masih ada jedanya, Teman-teman. Gitu. Jadi kalau menurut saya sih ini posisi berkendara yang mirip kayak di Fox A, kayak di Fox S. Enggak terlalu nyaman, tapi ya cukupan lah ya. Yang bikin enggak nyaman memang ini jacknya terlalu tinggi, cuma stangnya joknya empuk. Oke sih, gitu teman-teman dari posisi berkendaranya. Sekarang kita sama-sama cobain muter-muter di sini yuk. Dan enaknya teman-teman, karena motor ini enggak ada cut off di remnya, kita bisa sliding-sadingin nih. Tuh, lucu ya. Motornya, Teman-teman. Ada di sini, ada di Hub tadi, ya. Speknya biasa banget kalau buat cewek cukup lah ya. Dia ini rate-nya 1500 watt ya, enggak terlalu gede. Makanya tosp cuma sampai 70 km/h. Dan kalau menurut saya sih tadi waktu nyobain di belakang ya, kita sempat nyobain muter-muter di parkiran gitu. Rasanya cukup sih sebenarnya buat berakselerasi yang enggak berat, buat nanjak-nancak juga gampang. Bahkan yang asyik k motor ini adalah dia enggak ada cut off di remnya. Jadi waktu kita lagi berdiri tanjakan kayak gini, kita enggak perlu kagok nih. Pas mau jalan lagi tinggal gas aja. Gas sambil buka rem. Enggak perlu lorot. Tuh enak kan. Nah, jadi lebih smooth waktu lagi berhenti di tanjakan. Kemudian respon di totalnya juga lumayan smooth ya. Enggak yang ngagetin, enggak nyentak-nyentak. Dibukanya juga halus tapi tetap responsif. Cobain ya pakai es. Sekencang apa akselerasinya. Set ya. Okelah lumayan. Dan ini klaim torsinya teman-teman sampai 153 Nm. Gila, ya. gede banget ya. Cuma memang sama politon dietting di awal buka gas bisa lebih halus. Kira-kira gitu, Teman-teman. Oke, Teman-teman kita cobain nih ya Fox alert-nya. Jadi kalau misalnya kita salah nge-sen kayak cewek-cewek nih, mama-mam sering tuh ya misalnya nih se kanan tapi brokerah ke kiri, se kiri belok ke kanan, maka secara otomatis dia akan ada alarmnya, Wah, ini fitur yang pas banget buat cewek-cewek. Sama-sama kita cobain ya. Ini misalnya nih misalnya senya ke kanan beloknya ke kiri. Cobain ya. Tuh langsung bunyi kan. Mantap. Cewek-cewek enggak bakal lupa lagi nih. Keren, keren keren keren keren. Fnya keren nih. Kemudian baterai tadi ya. Baterainya sekitar 1,9 kWh. Lama ngecacnya sekitar 4 sampai 5 jam. pakai chargiran yang cuma 420 watt ya standar lah standar motor listrik kan kalau misalnya jarak tepi 85 km buat harian dekat-dekat di sekitar rumah sih kalau menurut saya sih okelah ya mungkin 2 3 hari sekali baru ngecas gitu kan atau kalau misalnya kalian yang pakainya buat komuting di Jakarta dari rumah ke kantor gitu kan ya 85 km bisa sekali PP 50 60 kilo masih aman sih enggak perlu ngecas di perjalanan kira-kira itu teman-teman dan baterainya ini mau yang subscribe ya. Jadi harganya murah karena tadi itu baterainya sebetulnya kita kayak nyicil sebenarnya kalau menurut subscribe itu kan kita tiap bulan harus bayar kalau di motor ini Rp15.000 biar kita punya akses untuk ngecas si baterainya dan ngecasnya juga kalau menurut saya enggak terlalu mahal-mahal banget karena cuma 1,9 kWh kalau dikali ee tarik total listrik rumah ya paling sampai full cuma Rp3.000 aja teman-teman. Rp3.000 R bisa jalan sampai 85 km kalau pakai R mode yang D ya hemat ya pasti hemat banget kan apalagi harga dasarnya harga basicnya murah banget cuma kalau secara finishing secara buit quality kalau menurut saya sih ini ya B aja sih biasa aja ya bukan motorik yang kayak SUV yang maka misalnya yang kelihatan burutenya bagus kalau ini standar bangetlah standar motor-motor listrik yang memang harganya di bawah Rp20 juta. Cuma karena tadi ituh karena ada subsidi dari 18,5 juta jadi cuma 11,5 juta aja selama masa promosi. Makanya kalau yang lagi kepengin motorik yang hemat menusnya sih ini bisa jadi salah satu alternatif teman-teman kira-kira gitu. Kemudian apalagi ya udah sih kiranya itu aja teman-teman. Ini adalah motor listrik terbarunya Polron yang keempat berarti ya. Setelah RS Fox 500 kan ada Fox 200 yang diperuntukkan buat cewek-cewek, buat emak-emak, buat para wanita gitu kan yang kalau menurut saya sih ini jauh lebih mudah dikendarai ketimbang yang Fox R atau Fox S. Biarpun ada satu yang tetap mengganjal buat saya. Deknya teman-teman, decknya terlalu tinggi ya. Jadi nangkring banget duduknya. Jadi kita kayak kayak beneran kayak masuk ke dalam motor gitu loh. Stangnya tinggi, joknya rendah tapi decknya tinggi banget gitu. Y wis sampai jumpa di video berikutnya. Jangan lupa tonton terus Outomotif TV, nyalakan tombol notifikasi, like, subscribe, dan follow juga otomotif_TV. Jangan lupa follow juga ke saya di Mas Pop pakai di bagian belakang. Sampai jumpa di video berikutnya. Dadah. e
