Jungkat

POLYTRON G3 2025: EV CANGGIH HARGA MULAI 299 JUTA! (YouTube Video)

  • 06/05/2025

Mereka memutuskan untuk menawarkan satu produk yang di luar nalar kita. Ini interiornya tergolong mewah. Apalagi kalau Anda ingat, harga mobil ini dimulai dari di bawah Rp300 [Musik] juta. sampai 3 tahun usia mobil ini ketika Anda pakai syarat dan ketentuan berlaku mobil ini akan di bu backack. Ketika kita bicara Polytron pasti yang terpikir oleh kita adalah kulkas, AC, TV, mesin cuci atau audio. Tapi beberapa saat yang lalu mereka mengeluarkan juga motor listrik. Jadi ini adalah produk-produk Politron yang kita kenal. Dan tidak terasa Polytron itu sudah 50 tahun berada di Indonesia dan di ulang tahun ke-50-nya mereka memutuskan untuk menawarkan satu produk yang di luar nalar kita. Sebuah mobil. Ini adalah mobil pertama dari Polytron. Jadi, ada dua varian dari mobil pertama dari Polytron ini. Yang pertama adalah Polron G3 dan varian teratasnya adalah Polron G3 Plus. Kalau Anda bertanya-tanya ini bagaimana caranya Polytron yang tadinya bikin peralatan elektronik jadi bikin sebuah mobil listrik. Karena membuat mobil tidak semudah membuat peranti elektronik. Di sini ada kedinamisan berkendara, ada rasa berkendara, ada performa, ada efisiensi energinya. Dibutuhkan pengalaman di industri otomotif untuk membuat sebuah mobil yang proper untuk digunakan atau dikendarai. Dan Polron ini sebenarnya adalah rebranding dari sebuah produk yang ada di Cina. Produk tersebut adalah SkyW, tepatnya adalah Skyw EV6 namanya. Nah, Skywor ini adalah merek mobil listrik yang sudah diperkenalkan di Cina sejak tahun 2021 lalu dan mereka sudah menjual banyak mobil baik di Cinanya sendiri atau bahkan sampai ke beberapa negara Eropa. Nah, tentunya dengan rebranding merek Indonesia yaitu Polytron bukan sekedar mobil yang ada di sana langsung dibawa ke sini, tapi spek yang dipilih disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Bahkan untuk eksteriornya juga ada perbedaan yang nanti akan saya jelaskan. Dan kenapa namanya jadi G3 di Indonesia? Well, filosofinya adalah G itu menunjukkan jenis mobilnya. Jadi kemungkinan besar G ini adalah untuk tipe SUV mereka. Kalau nanti ke depannya mereka ee menjual MPV, hatchback atau sedan, mungkin saja huruf depannya bisa berubah. Dan tiga ini adalah menunjukkan size-nya. Jadi ke depannya bisa aja kalau misalnya SUV yang lebih besar namanya G4, G5 atau G6 atau kalau ada yang lebih kecil bisa G2 atau G1. itu menunjukkan komitmen Polytron bahwa mereka bukan hanya menjual mobil ini saja, tapi ke depannya akan lebih banyak lagi produknya. Dan tadi saya berbicara dengan pihak dari Polytron bahwa ke depannya tidak harus dari Skyword. Mereka bisa mengambil basis mobil mana saja dari pabrikan mobil apa saja yang menurut mereka cocok dengan pasar Indonesia dan dipasarkan ke sini. Spek mobilnya sendiri cukup menjanjikan, tenaganya di atas 200 HP. fiturnya lengkap sampai fitur ADAS-nya ada 21 fungsi fitur ADAS termasuk auto parking bisa parkir sendiri dan harganya memang pada saat kami melakukan syuting ini, ini belum dilakukan launching. Jadi harganya itu belum resmi. Banyak kabar yang beredar dan kemungkinan besar tipe terbawah dari mobil ini bisa dijual tidak sampai Rp300 juta. Sementara tipe yang paling mahalnya itu juga tidak sampai Rp500 juta. Tapi nanti kita akan jelaskan lebih detail mengenai spek mobilnya. Nah, tapi tentunya sebagai merek baru tentu harus mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Nah, untuk itu Politron punya dua kuncian. Yang pertama adalah konsumen tidak usah khawatir mengenai resell value dari mobil ini nantinya. Kenapa? Karena mereka memberikan jaminan bahwa sampai 3 tahun usia mobil ini ketika Anda pakai, syarat dan ketentuan berlaku, mobil ini akan di buyback. ada buyback guarantee dari Polytron sebesar 70% dari nilai awal mobilnya. Artinya sesial-sialnya setelah 3 tahun pakai mobil ini, Anda masih bisa mendapatkan ee depresiasi hanya 30% yang mana itu lebih kecil dibandingkan kebanyakan depresiasi mobil listrik sekarang. Jadi ada buyback guaranty-nya. Kedua, Polytron adalah perusahaan yang sudah 50 tahun berada di Indonesia. Artinya mereka tidak akan main-main soal komitmen dan pastinya mereka akan menjaga kepercayaan dari publik. Well, jadi kalau misalnya kita lihat dari harganya yang kemungkinan besar mulai dari di bawah Rp300 juta dengan speknya bahkan buyback guaranty-nya kelihatannya cukup menjanjikan. Tapi ada satu lagi yang luar biasa. Jadi, mobil ini ditawarkan dengan satu jenis baterai yang berkapasitas 52 kWh yang tadi memberikan tenaga 2001 HP ke motor elektriknya dan torsinya 320 Nm yang bisa melajukan mobil ini 0 sampai 100 km/h klaimnya dalam 9,6 detik. Tapi Anda punya pilihan, Anda mau membeli mobil ini dengan baterai atau membeli mobil ini tanpa baterai dan berlangganan tiap bulan. Dan lebih menariknya lagi dari data yang kami terima atau nanti kalau misalnya sudah launching, Anda bisa cek semua perbedaan harganya di kolom deskripsi. Perbedaan antara yang kita membeli mobil ini secara normal dengan baterai dan tanpa baterai itu bedanya bisa sampai Rp10 juta. Dan ketika Anda berlangganan baterai itu dihitung per kilometer kira-kira biayanya itu Rp800 per km. Dan pada saat e kami syuting ini belum launching ya, jadi masih bisa berubah. itu ditargetkan Rp800 per km dengan minimum spending itu adalah R,2 juta. Jadi kalau misalnya Anda berkendara tidak sampai 15.500 km/h, Anda cukup membayar Rp1,2 juta dan itu dibandingkan dengan selisihnya yang Rp10 juta, artinya break even point-nya 100 bulan. Karena 100 bulan itu artinya 8 tahun lebih sama dengan garansi baterai mobil ini. Dan kalau Anda pilih dengan skema berlangganan, Anda enggak perlu khawatir masalah kondisi baterainya. Karena tinggal bayar Rp1,2 juta per bulan, Anda terbebas dari tanggung jawab ke kondisi baterai. Semua adalah tanggungan dari Polytron. Ada dua tipe yang ditawarkan oleh Polytron G3. Ini adalah Polytron G3 seperti yang ada di sebelah kiri saya dan varian tertingginya adalah G3 Plus. G3 Plus ini ada beberapa fitur yang ee berbeda. Yang paling kentara itu ada panoramic sunroof, kemudian ada AC outlet 220 volt. Kemudian ambiience slide-nya juga lebih lengkap. Tapi kedua varian ini memiliki sistem penggerak yang sama, baterai yang sama, sistem ADAS yang sama. Dan perbedaan harganya adalah sekitar Rp40 juta. Jadi kalau misalnya kita asumsikan tipe termurah yaitu G3 biasa dengan skema berlangganan baterai itu harganya adalah Rp299 juta, maka tipe tertinggi G3 Plus itu dengan skema menyewa baterai akan berharga di kisaran Rp339 juta. Sedangkan untuk skema yang membeli full dengan baterai itu artinya akan ada di kisaran Rp419 juta untuk G3 dan Rp459 juta untuk G3 Plus. Tapi itu baru prediksi, nanti setelah launching akan ada harga resminya dan itu harga resminya kami sampaikan di kolom deskripsi. Mobil ini cukup besar, panjangnya lebih dari 4,7 m, lebarnya bahkan mencapai 1,9 m. Dan ground clearance-nya ini 159 mm yang membuatnya dia berada di pasar medium SUV full elektrik. Biasanya rival-rivalnya di kelas itu memang memiliki harga dari R50 sampai R5 yang artinya ee tidak jauh berbeda dibandingkan mobil ini. Tapi jangan lupa mobil ini punya skema penyewaan baterai yang membuatnya jadi lebih murah Rp10 juta. Nah, untuk garansinya sendiri kalau misalnya Anda memilih membeli dengan ee full dengan baterai itu untuk baterainya sendiri 8 tahun atau 180.000 km. Sedangkan untuk mobilnya secara keseluruhan itu 5 tahun atau 150.000 km. Tidak ada yang bisa dilihat di balik kap mesin. Semuanya tertutup. Jadi ini hanya untuk mekanik. Kenapa ini bisa dibuka? Itu satu-satunya fungsi adalah untuk Anda mengisi air wiper. Yang lainnya memang harus teknisi yang membuka dan di sini sudah ada cover dengan tulisan Polytron. Ini berat ya. Ini berat sekali kap mesinnya. Uh, nutupnya juga mantap sekali. yang artinya ini konstruksinya kokoh. Nah, kalau kita berbicara dengan desainnya ini desainnya ee modern ya. Lampunya dia LED dengan DRL. Ini se-nya ada di atas. Kemudian lampu belakangnya juga Anda bisa lihat siluetnya dan Anda juga bisa lihat langsung itu ee sangat modern dan sangat kekinian. Tapi memang ada perbedaan dengan Skyword EV6 yang dijual di Cina yang menjadi basis mobil ini. Skyw EV6 memiliki grill yang benar-benar tertutup dari atas sampai bawah karena dia tidak memerlukan pendinginan. Dia sebuah mobil elektrik. Namun tim dari Polytron memilih untuk memakaikan bumper dari Skyward HDI yaitu versi plugin hybridnya dari EV6. Nah, itu makanya kenapa masih ada bolong-bolong di sini karena menurut pertimbangan mereka secara estetika lebih bagus dan yes, saya juga setuju secara estetika lebih bagus gitu dengan grill yang bolong-bolong ini ya. Nah, ini adalah logo dari Polytron dan masih ditambah lagi dengan tulisan Polytron di bumpernya serta di bagian belakang itu bahkan lebih besar lagi tulisan Polytronnya dengan nyala lampu. Kalau buat pendapat kami sendiri, kami sebenarnya lebih suka kalau logonya saja tidak ada Polytron di sini. Tapi menurut pihak dari Polytron ketika logo Polytron ini dihilangkan akan terlalu kosong di depannya. Tapi balik lagi itu masa selera dan itu tidak terlalu ee krusial. Veleg standarnya besar sekali 20 inci dengan lebar ban 245 mm dan aspek rasio 45 untuk tipe yang G3 plus. Sedangkan untuk yang tipe G3 itu juga masih besar menggunakan 19 inci. Dan ini model velegnya bukan veleg biasa, tapi ini sudah aero wheel. Veleg yang diciptakan untuk aerodinamika lebih bagus supaya hambatan anginnya lebih sedikit dan itu cocok dengan karakter mobil listrik. Nah, bicara hambatan angin tentu itu adalah faktor yang akan sangat mempengaruhi range dari mobil ini ketika berjalan di dunia nyata. Menurut klaim dari Polytron, baterai 52 kWh yang ada di mobil ini bisa melajukan Polron G3 sejauh 402 km yang artinya setiap KWH itu bisa melajukan mobil ini di atas 7,5 km. 7,5 km plus/ KWH. yang mana untuk SUV yang sebesar ini angka tersebut tergolong sangat baik. Dan berita gembiranya charging port-nya dengan CCS2 artinya bersahabat dengan semua SPKLU yang ada di Indonesia. Ketika membeli mobil ini, Anda juga mendapatkan V2L charger. Jadi, Anda bisa menempelkan adapter di sini. Anda bisa mengeluarkan listrik untuk eh kebutuhan lain di luar mobil juga ada outlet 220 volt di bagian dalam mobil kalau Anda mau nge-charge laptop atau peralatan lainnya yang menggunakan listrik AC seperti di rumah. Nah, tapi kemampuan Vitel ini hanya ada di Polytron G3 Plus, sedangkan Polytron G3 belum memiliki kemampuan tersebut. Nah, untuk daya pengecarasannya sendiri untuk yang G3 Plus yang tipe tertinggi untuk AC charging-nya itu bisa sampai 11 kW. Sedangkan untuk yang G3 itu 6,6 kW. Sebenarnya 6,6 kW saja sudah ee lebih dari cukup karena kita dari kosong sekalipun ya paling hanya sekitar 10 jam, 11 jam maksimal untuk mengisi penuh e mobil ini dengan listrik AC dan itu sama dengan waktu kita istirahat di rumah. Untuk d charging-nya dikabarkan mobil ini bisa sampai 80 kW dan untuk mengechage dari 20 sampai 70% itu tidak sampai 35 menit. Untuk G3 Plus bagasinya sudah elektrik dengan kick sensor. Jadi juga bisa dengan mengayunkan kaki di bawah. Sedangkan untuk G3 biasa itu dia belum menggunakan fitur electric tail gate. Bagasinya besar 467 L. Dan ini kalau misalnya decknya kita buka, masih ada sejumlah tempat pengisian ini bisa dipakai untuk portable chargernya. Di sini ada tirepair kit dan masih ada sejumlah partisi yang dipakai e kita bisa pakai untuk menyimpan barang-barang. Kalau kurang besar, Anda bisa melipat bangku belakang itu 70 dan kalau dilipat semua kapasitasnya mencapai 1141 L. Besar sekali. Makanya saya sudah bilang bahwa ini adalah SUV yang ukurannya tidak kompact. Ini minimum adalah sebuah medium SUV. Dan benar aja, bukan cuman dimensi luarnya yang besar, dimensi dalamnya besar sekali. Ini posisi berkendara ideal saya. Saya tingginya 177 cm. Dan lihat ini leg room-nya lega sekali. Begitu juga dengan headroom-nya walaupun memakai panoramic sunroof. Nah, panoramic sunroof ini hanya ada di G3 Plus. Di G3 enggak ada. Tapi lihat ini lega sekali. Kemudian duduknya juga e nyaman. Ini bisa diatur kerebahannya. Kalau paling rebah ini santai sekali untuk perjalanan jauh. Dan lihat ini lantainya rata. Benar-benar 100% rata bikin kita jadi mudah aksesnya. Serta kalau kita duduk di tengah juga tidak akan terlalu sempit. Nah, ini ada outlet 220 volt yang tadi saya bilang. Kemudian juga ada dua buah USB A di bagian belakang serta ada dua buah ventilasi AC. Ambiance light ini juga hanya ada di G3 Plus dan ini sampai ke belakang ambiience light-nya terlihatnya itu sangat mahal gitu ya. Jadi ambiience light-nya tuh tipis seperti ini. Kemudian ada wooden panel dan ini material empuk empuk empuk benar-benar seperti mobil premium. Dan ini untuk bahan joknya ini dari premium synthetic leader dan dia juga e perforated serta jok sudah isox di belakang. Arm rest-nya dia proper tingginya mirip dengan armr yang ada di sebelah kanan dan dia dilengkapi dengan dua buah cup holders. Ini interiornya tergolong mewah. Apalagi kalau Anda ingat harga mobil ini dimulai dari di bawah Rp300 juta. Soft material, soft material, wooden panel, hard plastiknya juga tidak terlihat murah. Serta ada instrumen full digital. Yang ini benar-benar desainnya itu futuristis dan Anda juga bisa ganti ada dua jenis tampilan yang bisa diaplikasikan ke instrumen ini. Kemudian infotainment system-nya ini juga besar 12,8 inci dan dia bisa mengatur banyak hal dari mobil. Dan terutama yang paling istimewa dari mobil ini seperti tadi di awal sudah saya bilang adalah sistem ADAS-nya. Advanced driver assistant system-nya ada 21 fungsi termasuk adaptive cruise control dan lane keepeping assist yang bisa membuat mobil ini semi autonomous di jalanan dan dia juga punya auto parking dan itu belum ada lagi mobil di kelasnya, mobil elektrik di kelasnya yang memiliki fitur auto parking. Jadi dia bisa mendeteksi lokasi parkir yang memungkinkan kita parkir. Kita tinggal pencet tombol, dia akan parkir secara otomatis. kita tidak perlu ngegas, ngerem, atau memutar setir. Dan semua itu dimulai dari di bawah Rp300 juta karena yang ee Polytron G3 pun memiliki fitur seperti itu. Nah, ini layarnya juga e resolusinya cukup baik, pengaturan AC juga dari layar. Tapi yang saya suka pengaturan yang penting itu ada tombol fisiknya. Jadi, ini untuk beberapa mode AC. Oh, ya. Sistem audio ini juga sudah dilengkapi dengan Apple CarPlay dan Android Auto. Kemudian rem parkir elektrik dan auto hold-nya juga di eh pisah. Kemudian ini untuk transmisinya juga bukan di setir seperti yang sekarang kebanyakan mobil listrik dari Cina itu melakukan hal itu, tapi dia tetap proper di tengah konsol. Kemudian juga untuk pengaturan spion itu masih menggunakan tombol fisik. Yes. Jadi enggak terjebak semuanya itu dimasukkan ke dalam layar. Jadi mobil ini masih mudah digunakan. Begitu juga dengan tombol-tombol yang ada di setir. Ee cruise control dan distance controlnya juga ada di setir. Kemudian untuk pengaturan audio ada di sebelah kanan dan ini tombol-tombolnya ini juga rasanya premium ya. Dia cukup berat gitu ya. Dan e rasanya tuh e seperti di mobil premium. Nah, balik lagi ke fitur ADAS-nya. Ini lengkap sekali 21 fitur ADAS untuk mobil yang dimulai di bawah Rp300 juta dan ini termasuk ada automatic emergency brake, ada electronic stability control, kemudian ada heal desain control, ada front radarnya, ada rear cross traffic alert dan rear cross traffic braking, ada line centering-nya. Wah, ini terlalu banyak untuk dihafalkan satu-satu. Tapi e nanti kalau misalnya kita bisa dapat daftarnya dari Polytron, kita akan sampaikan di layar ini. Tapi yang total ada 21 fungsi. Kemudian vehicle light-nya. Selain ambience light, ini juga bisa disesuaikan dengan ritme musik atau ritme kecepatan dari mobil. Jadi mobil ini cukup pintar. Nah, penyimpanan di sini ada dua buah cup holder dengan bisa diberikan partisi di tengah. Kemudian ini dia membukanya ke kanan dan ke kiri. Dan ini juga soft material, ada tempat penyimpanan dengan pendingin jadi seperti lemari S. Di sini ada cooler box-nya di bagian tengah. Kemudian di bawah konsol ini juga masih ada e wireless charging serta juga ada USB slot dan tempat penyimpanan di bawah konsol ini. Posisi duduk kita lihat apakah mobil yang harganya reasonable ini yes dilengkapi dengan sistem teleskopik selain tentunya tilt. Jadi bikin posisi berkendaranya wow ini ergonomis untuk sebuah SUV dan ini setirnya enteng sekali ya. Ya, mungkin juga karena kami berada di panggung ya, tapi kami belum tahu nanti kalau di jalan seperti apa. Ee visibilitas ee bagus dan saya sangat suka wiper depan tidak terlihat sama sekali dari dalam. Wiper depan itu benar-benar tenggelam di bawah garis kaca. Dan mobil ini masih dilengkapi juga dengan wiper belakang. Karena sekarang banyak mobil yang menghilangkan wiper belakang. Padahal itu penting. Serta satu lagi, Polytron itu terkenal salah satunya dengan audionya. Dan audio dari mobil ini menggunakan sistem yang mereka sebut sebagai XBR dan itu ada delapan speaker total termasuk woover dan twitter-nya. Jadi mestinya kualitas suara audio dari mobil ini cukup premium. Jokrik kanan dan eh kiri. Jadi bukan hanya di driver, di penumpang juga sudah elektrik. Serta mobil ini sistem AC-nya juga sudah dilengkapi dengan air purifier. Jadi bisa ee membantu memurnikan udara ketika terlalu berpolusi di dalam mobil. Dan untuk fitur keselamatan ada airbag. Enam buah airbag. Bukan hanya di tipe termahal tapi juga di tipe paling rendahnya sudah en buah airbag. Wiper sudah auto, kemudian lampu juga sudah auto. Ada dua hal lagi yang menarik dari mobil ini. Yang pertama klaksonnya sudah seperti mobil premium. Dan yang kedua, mobil ini juga akan memiliki aplikasi sendiri. aplikasi dari Polytron yang bisa menghubungkan gadget Anda dengan mobil ini. Jadi, Anda bisa tahu status mobilnya. Anda juga bisa menyalakan mesin dan atau menyalakan sistem elektrik dan AC-nya dari jauh sehingga mobil ini ya smart hitungannya. Dan lagi-lagi value-nya luar biasa bagus. Polytron ini mobil pertama Polytron untuk mobil yang harganya start dari di bawah Rp300 juta. Dan kalau ada dua varian G3 dan G3 Plus, kalau menurut kami melihat perbedaannya yang cukup banyak, maka sepertinya value for money terbaik itu adalah yang G3 Plus. Dan kalau misalnya Anda membeli mobil ini dengan skema menyewa baterai, maka itu juga akan menjadi good deal tersendiri karena beda harganya sangat jauh. Eh, diprediksi sampai Rp10 juta bedanya. Well, Polytron benar-benar mengagetkan. bukan hanya meluncurkan mobil pertamanya, tapi juga memberikan spek serta harga yang mengejutkan. Tapi bagaimana rasanya mobil ini? Tentu saja kami belum bisa menceritakan ke Anda. Itu nanti baru bisa kami ceritakan saat kami meminjam mobil ini dalam jangka yang lebih panjang. Di situ kami bisa menceritakan impresi berkendaranya, bagaimana jika dikendarai di dunia nyata, bagaimana performanya, bagaimana range aktualnya, konsumsi energinya, apa saja kelebihannya dan apa saja kelemahannya. Tapi untuk sekarang selamat Polytron sudah mengeluarkan mobil pertamanya di Indonesia dan semoga nanti line up-nya akan semakin banyak dan tentunya bisa membuat persaingan elektrik vehicle semakin marak lagi dan memberikan benefit. Untuk konsumen, jangan lupa Anda klik like bila menyukai video ini, komentar di bawah dan subscribe ke channel Otriver jika Anda belum. Mobil ini juga nanti akan mengisi pameran di GIAs 2025. Terima kasih banyak Anda sudah menyaksikan. Tunggu nanti tes lengkap kami ke mobil ini. Bye bye.

Lihat di YouTube