Jungkat

POV REVIEW | BYD ATTO 1 EV (PREMIUM) 2025 | TAKHTA BRIO DALAM BAHAYA!! 🥶 | New Car Tour & Test Drive (YouTube Video)

  • 01/08/2025

Prinsip driving Indonesia soal mobil listrik adalah mobil listrik itu barang yang dipakai sehari-hari. Jadi harus murah. Tapi yang enggak gini juga dong namanya atau lu mah namanya kejam. Masa mobil sampai R35 juta bersaing sama LCGC dikasih EV dengan teknologi yang aduh. Ini contoh ya. Ini keyless nih ya. Ada tombol di sini buat buka tutup. Terus aduh ini semua dikasih door trim sama kursi yang semi kulit ini ya. Kulit sintetis sampai ke hand restnya kulit sintetis. Fitur-fiturnya, teknologinya aduh ini mah namanya lu bikin orang susah. Orang gimana mau jualan kalau kayak begini? Mobil baru, mobil bekas semua. Starternya cukup pencet tombol sini sambil ngerem ya. Jadi mobilnya otomatis langsung nyala. Terus AC-nya pun langsung otomatis menyala. Tapi kalau Anda mau masuk mobil udah dingin tadi pada saat di luar sebenarnya Anda bisa pencet tombol ini. Jadi untuk starter dari luar dan ketika Anda masuk mobil AC-nya sudah nyala. Sahabat langsung kita tes badi Atowan Premium 2025. Driving Indonesia bisa buru-buru mencoba biadi Atauan ini karena dipanggil oleh Pak Rezky Cegame dari badi Serpong. So, sahabat reven Indonesia apabila ingin mencoba menest drive atau bertanya-tanya soal atan ini atau badi lainnya jangan lupa untuk kontak Pak Reskame dari Bipo Serpong ya. Cling ganti warna. Iya, karena yang warna sport green lagi dipakai test drive. Oke, secara eksteriornya si badi atau one ini memang agak mirip dengan Lamborghini Aventador. Betul. Karena apa? Karena memang desainernya adalah attributed dari Badi kepada Wolfgang Eger yang artinya si Attaan ini memiliki darah desain yang sedarah dengan Lamborghini dan juga Audi. Nomor satu. Impresinya pertama drive Indonesia pikir Atowan ini adalah mobil yang kecil tapi ternyata tidak. Ukurannya ini menurut Dones tidak terlalu berbeda jauh dengan si Badi Dolphin yang ada di sana. Panjangnya ini 3,9 m lebih. Jadi hampir 4 m dan lebarnya dari kiri ke kanan ini mencapai 1,7 m. So, yes. Kalau Anda berpikiran ini mobil akan sempit, tidak. Nanti kita akan lihat ya. Interiornya ini cukup lega juga. Seperti tadi dibilang bahasa desainnya ini seperti anak bayi dari Lamborghini Aventador dari buah hatinya si Wolfgang Eger tadi ya. Dan sampai kepada desain, lampu perlampuan di depan ini juga masih memiliki bahasa desain si Aventador tadi. Lampunya ini seperti Aventador baru bangun, baru lahir gitu lucu. Untuk lampu perlampuan karena ini adalah seekor biadi otomatis identik dengan teknologi. Yes, ini sudah mendapatkan lampu by beam LED dan juga sudah ada apa nih DRL di bawah sini dan samping sini yang agak again menyerupai desainnya si Aventador tadi. Dan bukan hanya itu, dia adalah brand yang cukup royal. Meskipun Anda ngambil AO yang tipe dynamic, tipe entry level-nya, tetap Anda mendapatkan by beam LED tadi dan juga lampu yang he mana nih tulisannya? A artinya lampunya auto tuh auto ya. Pertanyaan, mobil ini tidak ada kamera depan atau ada kamera depan? Tapi di sini, hah ini ada tempat buat radar, tapi ini ditutup ya. Jadi mungkin di tipe tertinggi di luar negeri yang harganya lebih mahal mungkin kalau masuk Indonesia mungkin ada radarnya dan juga ada kameranya, tapi ini ditutup kelihatannya. Jadi pertanyaan ini auto headlight-nya pakai sensor apa? Sahabat Indonesia kalau tahu tolong kasih tahu ya. Tapi Indonesia jujur nanya ini, ini auto headlight-nya pakai sensor apa? Yes, karena tempat radar dan kamera tadi ditutup, memang mobil ini belum memiliki ADAS yang advance ya. Dia hanya ADAS-nya, ada tombol tulisan nih, Adas. Untuk parking sensor saja ya. Untuk urusan dapur pacu si Atan ini adalah electric vehicle. Jadi dia menggunakan motor listrik yang kelihatan di bawah sana ya. Jadi motor listriknya ini penggerak ke roda depan dan di situ ada speed controllernya yang menghasilkan tenaga 74 horsepow dan torsi 135 Nm. Untuk angkanya sendiri memang tidak sebesar rival-rivalnya dari kelas LCGC seperti Brio dan Agia yang horsepowernya di T90 ya ini hanya 75 tapi torsinya gedean dia dan cukup untuk mendorong mobil ini dari kecepatan 0 sampai 50 km/h dalam 4,9 detik. Itu yang akan Anda biasa lakukan kalau Anda berada di dalam kotak. Balapan dari lampu merah satu ke lampu merah depan. Baterainya sendiri adalah untuk tipe premium 38 kWh dengan range 380 km. Untuk tipe dynamic 30 kWh dengan range 300 km berada di bawah sana ya. Jadi dia LFV blade battery berada di antara casis di bawah situ. Serta untuk pengecasan ada di sini. dia bisa dicas menggunakan wall charger, fast charger, maupun untuk portable charger dicolok ke tembok biasa gitu. Kalau dicolok ke tembok dia butuh daya 2200 wat, makan waktu kira-kira 6 sampai 8 jam untuk pengisian. Sedangkan wall charger 4 sampai 6 jam dan jika dikonnect ke fast charger, dia bisa penuh dalam hitungan kira-kira 1 jam saja. Lumayan tebal ya, enggak enggak kelihatan peang nih kalau diginiin. Cukup cantik. Karena ini kita lagi bicara mobil yang harganya di bawah R00 juta entry levelnya. Jadi kita harus tahu ini cukup tebal. [Musik] Tebal. Oke ya. Jadi untuk bagian sampingnya si Badi Atowan ini melanjutkan dari desain lampu tadi ya ke belakang ya. Masih lancip. Ini outline Aventador baby. Tapi kalau di Aventador ini kan lubang untuk intake ke mesin. Sementara si Atan ini ya itu bukan intake ya. Karena ini mesinnya menggunakan motor listrik aja yang berada di depan sana. Jadi dibuat menjadi garnish hitam untuk melanjutkan bentuk kaca sampai ke belakang. Menurut ref Indonesia ini jadi mengingatkan Indonesia kepada Brio papak, Brio setrikaan zaman dulu atau Civic setrikaan ya. Tapi dibilang bagus enggak? Bagus sih menurut Donesia ini unik, desainnya bagus. I am not one untuk memuji desainnya Biadi. Tapi untuk atan ini jujur dari Indonesia suka. Nah, kemudian untuk di bagian door handle-nya ini memang door handle-nya masih yang gitu ya. Jadi bukan yang celuk ke dalam atau yang seperti ditarik seperti di mobil-mobil Jepang zaman sekarang. Tapi desainnya dibuat seolah-olah dia rata body jadi enggak keluar. Membuat desain pintunya ini slick dari depan ke belakang ya. sesuai dengan temanya tadi ya, baby Aventador dan juga di bawah sana mendapatkan cling-klading hitam ini di bawah untuk jikalau Anda ketentok sesuatu di sini enggak langsung kena cat ya tapi bentuknya 3D banget lihat nih jegok banget keluar lagi dan juga ada garnish silver di bawah sini bahannya plastik sih untuk urusan kaki-kak dia mendapatkan veleg ring 16 yang desainnya again menyerupai lamborghini-lamborghini gitu ya warnanya pun ini agak sedikit Hitam agak abu-abu menuju ke hitam dengan veleg ukuran 16. Yes, ukurannya 16. Jadi mobil ini tuh velknya juga lumayan ukuran besar dengan ukuran ban 1855 ring 16 tapi bannya super eko. Ya memang bahan ekonomis. Dan di bagian samping sini ada satu pertanyaan memang yang drive Indonesia ingin tanyakan juga sebenarnya ini apa nih? Ini karet mungkin sepertinya ini untuk road noise karena di sebelah sini enggak ada klep karetnya. Ini ditambahkan di sini supaya untuk mengurangi road noise yang mana memang road noise juga mobil ini nanti kita akan coba. Tapi sebenarnya B lah ya cukup oke tapi bukan sesuatu yang spesial. Di bagian samping sini ada one thing yang I appreciate the most adalah dia memiliki rem cakram 4 untuk mobil dengan harga R00 jutaan kecil atau bahkan di ba R jutaan kecil mendapatkan cakram 4 sis jempola. Oke, bagian belakangnya mendapatkan desain lampu senja, lampu rem, lampu sein, dan lampu mundur yang menyambung dari kiri ke kanan begini ya. Dan kalau mau dilihat ini desainnya ini kayak anak panah. Jadi jeglok begini 3D melanjutkan bentuk-bentuk angular yang dari depan ke samping menuju ke belakang. Jadi di finish off denganokan 3D seperti ini. Benar-benar didesain seperti anak panah ya. Nah, untuk lampu perlampuannya ini lampu rem-nya sudah LED seperti di lampu senjanya dan LED DRL-nya ini ya di atas bawah. Dan di lampu mundurnya pun sudah LED. Cuman untuk lampu seinnya ini kok drive Indonesia curiga kayak ada bohlam di dalam ya kan kelihatannya kayak ada bohlam dalam situ kan bohlam atau ayo menurut Indonesia ini bohlam di atas sana ada shvin spoiler. Kemudian spoiler yang besar ini di belakang tebal ya dan juga ada ter brake light di sana. Nah kalau untuk ah itu lambang biadi ya. Nah, kalau untuk bagian tadi nih ya di depan kalau sahati notice ada tuas untuk menyalakan dan mematikan fog light di sana ya. Nah, fog light ini bukan fog light di depan, tapi ini adalah fog light yang berada di bagian bawah sana di tengah-tengah bumper itu ya, di tengah kliding hitam ya. Kemudian di sini ada lading-kading hitam yang dilengkapi juga dengan kamera mundur dan juga sensor parkir di m belakang kiri kanannya juga ya. Di spion sini juga ada NFC karena di display jadi enggak dapat kartunya. Tapi kalau Anda beli atau ini akan mendapatkan kartu untuk unlock mobil ini dengan menempel kartu di NFC sana. Oke, kita masuk ke bagian interior belakang. Di interior belakang ini sudah ada si Om Jin kursi belakang. Dan sebelum dia mulai membuka mulutnya untuk berbicara, kita bahas dulu yang lain karena banyak yang mesti dibahas di bagian sini. Nomor satu, remember ini adalah mobil city car dengan harga starting dari Rp195 juta dan Anda sudah mendapatkan door trim yang empuk-empuk. Ini keras tapi ini empuk-empuk dan terbuat dari bahan kulit semi sintetis ya, Om Jin entar dulu. Terus bagian kursinya juga ini sudah mendapatkan kulit sintetis e warna double tone gini ya, grey dan juga black. Dan oke, sekarang Om Jid sudah boleh ngomong. Ada satu hal yang Om Jin paling suka dari si kursi belakang atau ini, yaitu adalah nih apa Om Jin? Apa? Tambahan topangan kaki. Tambahan topangan kaki. Betul. Jadi topangan kakinya ini maju sekali dari bagian bokong kursi sehingga kakinya Om Jin itu kalau boleh dilihat tuh sisa paling cuman tinggal sisa dua jarian lah. Dua jarian dari kursi untuk bagian pahanya. Sehingga kalau untuk jalan jauh ini nyaman ya Om. Jnya posisi duduknya ya. banget sih. Dan gua masih amze sih ini. Lega sih mobilnya. Lega ya? Iya. Karena memang ya lihat ini posisi duduk Om Jin tinggi berapa Om Jin? 181. 181. Berat 1 kintal lebih. Ini di depan ini masih sisa dua jari. Ini city car L ya. I city car nih. Bukan mobil MPV atau SUV ya. Ini city car masih sisa dua jari. Ini kursi bisa dilihat sudah diratain. Posisi duduk DVing Indonesia depan ya dan kaki. Nah, karena ini EV biasanya kadang-kadang suka enggak bisa masuk. Ini bisa masuk enggak, Om? Masuk benar full. Iya ter dorong lagi. Uh. Wah gila. Dan juga untuk posisi kepala ini masih sisa sekitar lima jari ke atas atau empat lah. Empat jari driving Indonesia ke roofline atas. Memang posisinya ini lega. Bahkan duduk di depan pun lega karena ini adalah EV. Jadi ruang depannya itu enggak perlu ruang mesin yang terlalu besar. hanya sedikit untuk dinamo dan juga speed controller. Jadi firewall itu bisa maju ke depan gitu loh. Dan satu lagi gua suka banget sama bentuk kursinya cuy. kayak bucket seat ya. Kita duduk di sini kelihatannya kayak baket seat. Walaupun ini sebenarnya bukan tapi desainnya tuh sebenarnya ini kursi pocong sih maksudnya jatuhin maksudnya kursi pocong cuman dia pintar ngedesainnya jadi keren. Cuman benar desainnya jadi kayak semi bucket seat begini. He banget. Terus di belakang sini juga kalau Anda bawa tiga orang muat andai kata bukan Om Jin yang di sini. Nih kalau Om Jin enggak muat, ada head ra. Jadi ini bukan sekedar kursi pocong di belakang sini dengan harga yang dibawa R200 juta startingnya, Om Jen. Eh gila sih. And another thing yang Dia appreciate di situ ada apa namanya, Om Jin? Gantungan baju nih. Kayaknya ini gantungan baju. Dan satu lagi ini. Yes. Ini adalah bahan kulit semiintetik. Tapi kadang-kadang suka dapat bagian sini tuh keras. Ini enggak keras dan ada kantongnya. Jadi kalau misalnya kita posisi jalan jauh terus kita mau ketemu nih kakinya tiba-tiba pas ngerem terus ketemu ke depan begini enggak sakit. Jadi dia enggak ngirit kos di sini. Ini salah satu yang dri Indonesia patut apresiasi di kursi belakang sini. Nah untuk bagian bagasinya tombol buka bagasinya ada di sini. Yes, bagasinya bukan elektrik. But then again ingat ini mobil yang starting price-nya di bawah R00 jutaan. Ini city car saingan LCGC. Nah, untuk bagasinya di sebelah sini dalam. Look at that. Ini perlengkapan yang didapat kalau Anda pilih membeli atau onean ya. Ada tire siland, reflective face, segitiga pengaman, portable charger. Ini untuk pengisian e apa namanya? Ban, dan juga ini. Oh, ada pemadam di sini. Apar. Dan ini untuk menyimpan semuanya dalam satu tasana. Tapi hilang ya ini bagasinya dalam memang. Jadi kalau untuk penempatan koper segala macam di sini lumayan tinggi ya. satu satu koper besar bisa datar. Kemudian koper kedua mungkin sedikit lebih kecil di atas sini ya karena bentuknya jadi agak mengkerucut ke atas sini. Tapi masih cukup untuk penempatan dua buah koper atau ransel di atas sana. Sayangnya di bawah sini memang nothing. Ini karpet di bawah sini enggak ada apa-apa. Desain sebelah sini juga ya enggak ada lampu ya. Ya enggak apa-apalah. Ini memang untuk mobil masih budget ya. Jadi dia berada di price range di mana perbedaan beberapa juta aja ini sensitif. Nah, untuk kalau Anda mau bawa barang yang lebih besar memang di sini atowan masih agak sedikit hm butuh improvement karena kalau kita mau buka joknya untuk dilipat ini enggak bisa. Harus butuh bantuan Om Jin. Enggak dua tangan cuma satu lagi megang kamera. Jadi memang untuk melipat kursinya butuh dua tangan karena ada ledge-nya di kiri dan kanan sana. Dan setelah dilipat pun ini memang masih undakannya cukup tinggi ya, sekitar 10 jari e driving Indonesia untuk undakan membawa barang. Tapi minimal karena ukuran mobil ini besar, jadi memang untuk membawa barang besar mobil ini pun masih mampu. Ukurannya hampir 4 m. Untuk ukuran city car itu termasuk salah satu yang besar. Nah, sekarang kita main atau satu masuk ke kursi depan kita main-main. Nah, nomor satu ini mobil R jutaan mana yang Anda bisa dapatkan nyalain lampunya ini dengan touch sensor seperti ini ya? Jadi tadi lampu depan auto sensornya yang mana ya? Oke, pokoknya intinya di bagian depan sini apakah semewah biadi yang lain? Ya tentunya karena ini mobil di bawah R jutaan ya perlu DV Indonesia katakan yang jelek kita sebut dulu ya ini memang keras ini empuk jadi jangan disebut ini memang keras ini memang keras ini memang keras ini memang keras ini memang keras udah udah itu sisanya yes ini mobil terasa mewah memang sebenarnya untuk mobil R jutaan ini superb sekali untuk kemewahan di depan sini nomor satu Anda mendapatkan leather wrap steering wheel yang walaupun memang ini bukan se elegan desain yang ada di si Lion 7 misalnya, tapi ini sudah menyerupai yang ada di E Dolphin misalnya seperti itu ya. B di Dolphin dan kemudian bahkan sampai di bagian aduh dashboardnya tengah ini semua dikasih empuk-empuk berbahan kulit sintetis abu-abu yang tadi. Jadi tetap mempertahankan cita rasa biadinya ya. Dan di depan sini juga Anda tidak kekurangan mainan. Kenapa? Karena di sini tetap Anda mendapatkan Spotify di sana mana nih? Ah, ini menunya mendapatkan Apple CarPlay, Android Auto. Jadi tetap lengkap ya, wireless juga. Wah, dan juga ada vehicle image. Tapi ini memang karena kameranya hanya yang di belakang ya. Tadi nih, ini kamera belakang tadi yang kita sebutkan. Jadi sensor lampunya pakai yang mana ya? Lanjut juga mendapatkan Spotify di sana. Dan kalaupun Anda, nah di sini ada pengaturan AC secara digital. Yes, memang ini ciri khas biadi. Jadi, Anda bisa nyalain AC-nya di sini. Tujuh lagi. Woh, enggak, enggak, enggak. Dua misalnya. Kemudian di pengaturan temperaturnya di sini ya. Pengaturan temperaturnya di sini. Dan tapi kalau misalnya Anda tidak mau ribet, misalnya Anda lagi berada di layar lain pengaturan e mana tadi? Radio pengaturan radio misalnya pengaturan radio. Anda mau meningkatkan eh level AC misalnya, gunakan tiga jari. Otomatis dia menuju ke fan 5. Kalau mau dikecilin lagi tiga jari ke kiri dia akan menuju ke fan 1. Dan kalau Anda mau mendinginkan, gunakan tiga jari. Oh, naik ke atas. L1, maka di L1 Anda akan menuju ke temperatur paling rendah. Kalau Anda kedinginan, naikin bisa sampai ke H8. Ini heater. Jadi, gunakan tiga jari gitu ya. Salam. Gunakan tiga jari ya. Tapi kalau penggunaan tiga jari ini masih cukup riweuh untuk Anda misalnya dalam kondisi mengemudi dan baru adaptasi nih ke mobil listrik, tetap di atau one ini masih diberikan tombol-tombol ya, seperti tombol untuk menyalakan dan mematikan AC ada di sini. Jadi kelihatan nih tombolnya di sini. Kemudian untuk mengatur arah ke kaca misalnya semprotannya kemudian ke kaki atau kembali ke muka gitu ya. Dan ini untuk menyalakan memmatikan kompresor. Ini tombol hazard. Hazard kalau lagi jalan baru bisa nyala ya. Dan kemudian ini apa Oh, entar kena entar kena. Entar kena. Ya, ini tombol volume ya yang bisa diatur juga di sini. Itu audionya tadi oke juga untuk mobil city car ya. Jadi di jari Anda pun juga mendapatkan tom ee putar-putaran ini untuk audio. Kemudian ini untuk mengganti ee ini sebenarnya tombol favorit semacam Anda bisa setel ini untuk mengganti lagu next track atau mengganti mode semacamnya gitu ya. Kalau ditahan nih ada pilihan bisa dipilih untuk switch media source, pause play media atau untuk nyalain well gitu ya. Dan kemudian di sini juga ada cruise control tapi memang mobil ini belum ada adasnya. Jadi lampu tadi auto pakai sensor yang mana ya? Kemudian tidak lupa juga untuk di tipe premium, di sini ada tempat wireless charging untuk handphone Anda. Dan hah, handr-nya ini di tipe dynamic juga ya, handrnya sama ya, terdiri dari bahan-bahan empuk-empuk begini seperti di door trim dan kursi-kursinya nih. E sintetik kulit empuk-empuk gini. Oke, kita langsung enggak sabar kita langsung masuk ke bagian test drive si Badi Auto One ini. Nah, sekarang kita memasuki topik terpenting yaitu gimana rasanya nyetir si Brio listrik. Bukan bukan. Iya. Gimana rasanya nyetir sih Badi Atowan atau A atau satu ee tipe premium ini? Ya, betul. Nah, kita ditemani oleh Pak Rezki dari Came. Ini mah Cegame bukan RKI. Dari BWD Biposerpong. Roid Bipo Serpong dealernya dealer yang baru ya sekarang ya? Betul. Gede banget gede banget asli. Nah, nah sahabat Ding Indonesia yang Driving Indonesia rasakan buru-buru nih setelah kebagian test drive kita langsung sikat test drive si Bwana ini yang DV Indonesia rasakan adalah mobil ini tuh nimble nimble sekali lincah banget nih ya. Contoh kita putar balik masih keburu gas. Enggak overwhelming sih tapi udah 60 tuh. Nah, di atas 60, di atas 70 lah. Baru dia mulai terasa e peningkatan speed-nya memelan. Tapi dari 0 ke 60-nya tadi rasain. Coba ya. Kita kita memelan lagi sedikit. Kita membelan lagi sedikit. Ini udah 80. Kencang juga ternyata 60. Tapi ya memang dia sangat rasanya itu pada saat kecepatan dari sekitar segini nih 20 terus kita jejak. Ini masih normal mode ya. Udah 50, 60, 70. Jadi ini bahkan klaim dari biadinya 0 ke50-nya itu di bawah 5 detik ya, Pak Cgame ya. Betul ya. 4 4,8 atau 4,9 detik dari 0 ke 50 km/h. Yang mana itu sebenarnya itu kencang loh. Mungkin kita kedengarannya kayaknya biasa aja. Tapi tadi Drive Indonesia pas on the way ke sana pakai e Alpard delmannya Drive Indonesia. Dan coba nih 0 ke 50-nya. Pokoknya 5 detik itu kita baru sampai 40 km/h dengan CC 2400. Jadi untuk saingan-saingannya dengan ee seperti Brio Agia yang mana saingannya tuh mungkin ini bahkan harganya karena harganya di kelas LCGC. Jadi bahkan kali ini kita bicara EV bersaing dengan Agia Brio gitu ya. Itu sangat kompetitif untuk akselerasi. Torsi instann tuh walaupun cuma 75 horsepow tapi torsi instannya tuh tetap berasa di mobil listrik. Tapi kata tadi Pak Came nih, yes. Kalau mau menang dari Brio Agia enggak usah sampai situ. Gimana Pak Cam? Enggak usah jauh-jauh kita test drive dan lain-lain. Cukup satu aja yang dilakuin ketika masuk mobil ini. Apa? [Tertawa] Ih, klaksonnya ngebas. Keren ini editor. I will allow this editor jangan potong bagian ini. Ya, lain daripada itu, mobil listrik apakah menakutkan nyetirnya? I mean maksudnya apakah teknologinya itu terlalu canggih sehingga membuat misalnya Anda pertama kali mau beli mobil atau Anda pindah dari LCGC, apakah masuk ke mobil ini akan terasa kelimpungan karena teknologinya? That one untuk kali ini drive Indonesia bilang tidak. Karena atau Onean kali ini memberikan Anda dua opsi untuk kontrol eh mode-mode penting. Misalnya seperti AC, seperti drive mode. Ini semua ada tombolnya. Nah, kalaupun Anda misalnya ribet nih pakai tombol-tombol misalnya, Anda bisa pakai yang mode ini untuk kipasnya seperti itu. Pakai e tangan tiga jari Anda slide, Anda bisa membesar kecilkan kipas dan untuk menurunkan temperatur bisa tiga jari naik turun. Jadi, ada hal-hal yang memang dikhususkan oleh si AT One ini menjadi e simpel pengaturannya walaupun dia pengaturannya bisa diatur lewat kaca eh sori LCD screen seperti ini juga. Nah, lain daripada teknologi-teknologi tersebut, rasanya apa mengemudi mobil ini? Tadi Devinusnya bilang nimble. Artinya apa? Setirnya ini sebenarnya ringan walaupun ada kontrolnya. Entar kita akan coba untuk kontrol sport-nya ya. Tapi setirnya ini ringan tanpa e menjadi terlalu ringan ya. Ini memang masih ada sedikit weight-nya. Body roll ada enggak? Lumayan. Lumayan. Karena gini ee adalah body roll karena memang posisi badannya memang masih agak sedikit vertikal tapi terbatas sekali karena dia punya baterai yang terletak di bawah di dasar kaki kita nih. Jadi eh dia blade battery ya Pak Tam ya. Betul. Blade batery. LFP. Jadi dia posisinya rendah di bawah membantu mobil ini mengurangi body RCK eh 60. Akselerasi sih bukan yang overwhelming seperti layaknya misalnya M6 atau Badi Seal atau se lion 7. Enggak tentunya ini 75 horsepow cukup aja. But you will never feel ini kekurangan ini. Bahkan untuk selap-selip kita selipkan di rollnya di sini tadi driving Indonesia tuh masih happy banget untuk selap-selip menggunakan si biadi atau satu ini di perjalanan. Dan khususnya misalnya Anda selap-selip di dalam kota, mobil ini tuh memang ukurannya, tenaganya, dan juga weight setirnya ini pas gitu. Oke, kita coba ke drive mode sport ya. merasakan respon gasnya si BD AO ini. 70 pengereman. Mobil ini memiliki pengereman 4 dis cakram dan juga ada dibantu oleh regen breaking. Jadi tentunya untuk pengereman oke banget. Yang tadi kita rasakan nih pengereman tuh oke banget pipi driver Indonesia sampai maju. Nah, kalau untuk grip bannya sendiri memang karena ini ban Ecoo, limit dari pengereman dan juga corneringnya tadi ya yang kita coba begini ya limitnya itu terasa ada di ban. Sedangkan casis dan juga pengeremannya sendiri tuh masih mau ibaratnya gitu. Eh, beginner friendly itu sebutannya. beginner friendly baik secara power, secara handling, maupun secara teknologi. Kalau Anda baru beralih ke mobil listrik misalnya tuh ini dijejak pol. Di jejak pol dia ada bantuan kontrol traksi. Jadi mobilnya juga meskipun limitnya itu terbatas di ban, tapi mobilnya itu masih tidak menakutkan pada saat Anda gas di tengah tikungan. lincah radius putar. Kita lihat. Kita tadi barusannya ngerem ya karena karena ngelihat ini ada motor mau masuk jadi ngerem mendadak. Terus kemudian dari seputarnya kita lihat kita coba balik ke jalur satu lagi. Wow sangat cocok. Mobil ini benar-benar paling cocok kalau Anda pakai di dalam kota atau di jalan-jalan e jalur jalur jalan raya tapi yang enggak enggak sampai keluar kota keluar kota banget gitu ya. Enak bahkan ini masih bisa diatur ya Pak Came ya. Kalau enggak salah dia punya em apa namanya? Steeringnya ya. Steeringnya masih bisa dibikin sport. Brake assist masih dibikin sport gini. Nah, ini udah mulai terasa langsung sedikit lebih berat. Apakah perubahan lainnya? Rasio sih kayaknya enggak, tapi steeringnya ini terasa sedikit lebih berat. Dan lain daripada itu tunggu ya, di belakang ada motor kita ke sebelah kiri kita kasih rem nih. Perbedaan antara brake assist sama comfort ya. Kita remonstan itu sampai tiga bahkan 4 strip untuk regen-nya ya. Sekarang kita buat di comfort comfort mode. Brak assist-nya steeringnya juga di comfort mode. Kira-kira DVE Indonesia beli berikan input rem yang sama. dia hanya sampai dua atau tiga strip saja. Selisih satu strip kira-kira antara comfort mode dengan sport mode itu regen breaking-nya ya. Jadi regen breaking-nya membantu kalau misalnya Anda mau rem mendadak itu comfort mode tadi ya. Terus kemudian kita menggunakan sport mode. Input rem yang sama. Sport mode membuat mobil ini sedikit lebih cepat berhentinya. Tapi memang the cheat bannya lebih terdengar. itu contoh eh teknologi-teknologi yang mets yang berada di atau one ini yang tidak ada mungkin di LCC-LC lainnya ya. Jelas ini bukan LCGC maksudnya di city car-C lainnya yang termasuk pada si LCGC LCGC rival-nya. Nah, dari segi kenyamanan bagaimana kenyamanan si Atan ini? Kalau Driving Indonesia merasa di depan sini sih ini kursi yang untuk tipe premium kulit ya. Kalau tipe yang dinamik gimana, Pak? gaming. So, lu belum lihat? Sama, sama-sama ee kulit, tapi bedanya di jok elektriknya sama teleskopik. Oke. Tapi materialnya sudah jok kulit juga ya. Seperti ini kulit sintetis ya. Ya. Di mana Anda meletakkan tangan Anda, di situ ergonomis. Dan ini ciri khasnya biadi nih. Apa namanya? Hand door trim-nya ini selent ke depan. Jadi, ketika Anda posisikan tangan Anda di kiri dan kanan ini seperti duduk di sofa. Jadi, jadi enggak enggak tegak duduk posisinya begini gitu. Jadi, Anda terasa tangan Anda tuh kayak nyaman ditaruh di sini gitu. Nah, untuk bantingan karena memang ini bukan mobil yang sejujurnya enteng. Ini bukan mobil enteng karena ini adalah E. Ee memang tidak bisa seenteng mobil bensin ini beratnya 1,2 ton kira-kira. Tapi that being said, membuat mobil ini bantingannya jadi lebih terasa seperti mobil medium. Itu sebenarnya mau dibilang poin plus. Mmm, kalau dari segi handling mungkin ee berat akan menghinder mobil ini, membuat mobil ini sedikit tidak selincah kalau jaringan. Tapi kalau dari segi suspensi, beratnya membuat mobil ini menjadi terasa seperti mobilnya lebih besar. Anda tidak terasa seperti bawa city car gitu, cuy. Untuk bantingan ya, dari segi suspensi. Kalau dari segi kursi belakang gimana, Om Jin? Ah, enak banget sih sebenarnya gua. Gua m sih di kelasnya dia ya, di kelas Brio, Agia gitu ya, di harga-harga Agia Brio gitu ya. Harga di situ wah gila sih mobil ini kok beda ya rasanya. Nyaman dan joknya tuh walaupun tegaknya mirip cuman dia lebih empuk. Oh gitu. Jatuhnya nyaman. Sejujurnya memang e Om Jin ini paling kritis kalau untuk soal kursi belakang memang. Kalau untuk di level city car memang ya terlalu dar Indonesia katakan lu lagi ngomongin city car lu jangan ngomongin seperti ini mobil MPV premium gitu ya tapi kalau di level atau one ini mendapat pujian dari Om Jin tadi pada saat pertama kali duduk di mobil ini keluar dari dealer Badi Bip posterpong Om Jin memberikan kritikan baik terhadap kursi belakang si biodiat ini. Jadi ya kalau untuk kursi belakang seperti kata Om Jin tadi ya memang kalau boleh dibilang one of the best di kelasnya ya kira-kira ya Om Jin ya. Kalau soal noise, vibration and harshness atau NPH dari si Bia di Atauan ini memang bukan poin positif yang paling utama. Kalau bicara kekedapan suara misalnya kalau ada motor lewat di samping atau ada truk lewat di samping itu udah kedap banget untuk si AO ini boleh dibilang di atas rata-rata level city car. Boleh dibilang baik sekali untuk kekedapan suaranya. Suara angin pun hanya terdengar sedikit kalau di kecepatan tinggi di dekat pilar B. Namun yang masih drive Indonesia bisa keluhkan adalah soal road noise yang memang masih cukup terdengar di kabin atau one bukan yang menusuk telinga banget tapi masih cukup jelas terdengar. That being said, mungkin soal road noise ini adalah terkait dengan pilihan ban yang diberikan pada atan ini adalah ban yang tadi super atau ban ekonomi. Mungkin jika diberikan ban yang level road noise-nya lebih rendah bisa memperbaiki level road noise dari si Awan tersebut. Nah, karena memang untuk ini kita masih e antri test drive-nya tuh animonya tinggi banget ya, Pcegam ya. Benar, benar rame banget. Ramai banget. Jadi kita memang enggak bisa terlalu lama untuk test drive-nya. Tapi untuk range sendiri si At ini memiliki range yang sebenarnya kalau boleh dibilang cukup jauh. Kalau untuk Jakarta, Bandung aja sebenarnya masih cukup secukup ya. Untuk si Atowan sendiri yang tipe eh dynamic dia berada di 300 km. 300 km dan itu baterainya 30 kW kalau enggak salah 30 kw. Kalau untuk yang dia ini nih yang tipe premium e range-nya itu mencapai 380 km dengan e kapasitas baterai mencapai 38 kWh. Apakah cukup kalau menurut driving Indonesia? Kalau misalnya Anda menggunakannya itu dicampur dengan penggunaan luar kota, misalnya masih sesekali ingin pergi ke luar kota, Driving Indonesia menyarankan ambil yang tipe premium. Tapi sejujurnya mohon maaf, Driving Indonesia sangat terkejut sama yang tipe dynamic. Karena tipe dynamicnya itu berapa tadi harganya, Pak Cam? Rp15 juta. Rp195 juta untuk promo GIAs ya. Jadi kalau setelah GIAs kita enggak tahu nanti akan naik apa enggak. Tapi memang untuk infonya saat ini Rp15 juta untuk harga GIAs tipe dynamic 300m. Kalau yang premium ini di R35. Rp235 juta untuk harga GIAs. Perbedaannya sebenarnya enggak banyak. Perbedaannya sebenarnya ini teleskopiknya enggak bisa. Ini cuman sekedar tilt aja kalau yang di tipe dynamic. Sedangkan yang tipe premium bisa teleskopik juga. Kemudian kursinya tidak elektrik, tapi sudah menggunakan kulit sintetis juga seperti ini. Dan juga e apa lagi, Pak? Jam airbag-nya. Kalau yang di tipe premium itu ada enam. Ada enam yang ini ya. Yes. Kalau yang dynamic itu ada empat. Tapi empat juga di tempat-tempat yang penting. Ini ada, ini ada, ini ada ya. Jadi yang enggak ada di kert ya samping. Kerten, samping airbag. Terus kemudian apaagi? Udah sama kapasitas baterai aja sih. Sama kapasitas baterai aja. Iya, benar. Jadi mobilnya itu by no means Anda mendapatkan mobil yang kosongan 300 km. Dynamicnya pun Anda mendapatkan ini semua Apple CarPlay, Android Auto, kemudian pengaturan-pengaturan tadi, sport mode segala macam, kursi, kemudian setir dan juga door trim kulit. Itu semua Anda dapatkan dengan harga yang bersaing dengan LCGC. Gila memang atau satu, makanya tadi Drive Indonesia bilang atau satu itu mengacaukan pasar mobil di Indonesia. Baik mobil baru bahkan LCGC bahkan atau bahkan mobil bekas sekalipun keganggu semuanya sama keberadaan si out atau ini. Lu gila lu pakegame. Kita sih di sini hanya menjual ya. Hanya menjual menjual. Kalau yang bikin mobil ke TPMnya. Jangan lupa untuk kontak Pak Cam dari BYD Bipo Serpong. BYD Bipo Serpong. Apabila Anda ingin menyanyakan soal atowan dynamic premium maupun biadi-biadi lainnya, nomornya kita cantumkan di sini lagi dan Instagram-nya juga ada di sini ya. Dan jangan lupa yang mau yang mau tes drive langsung ke showroom langsung ke showroom langsung dilayani oleh Pak Rezky Cegame dari Badi Boster Pop. Nah, sahabat Indonesia itu dia tadi city car listrik dari Badi yaitu atau premium yang bahkan di tipe entry level dynamicnya itu diberikan dengan harga di bawah Rp200 juta. Dengan segala fitur dan juga dengan segala keunikan dari si Bia di Atauan ini, harga tersebut memang benar-benar membuat sulit posisi banyak mobil baru di Indonesia, termasuk para LCGC dan city car lainnya. Bahkan juga mengganggu pasar mobil bekas. Dan biar bagaimanapun ini tetap sesuai dengan prinsip GR Indonesia bahwa kalau mobil listrik itu untuk dipakai untung harus murah dibeli dan dia di atauan ini benar-benar menjawab prinsip tersebut. Sekian yang bisa sampaikan Drive Indonesia terkait dengan biata premium 2025 ini. Apabila Anda menyukai video ini, mohon jangan lupa untuk tekan jempol ke atas. Subscribe ke channel Drive Indonesia apabila belum. Follow juga Instagram Drive Indonesia apabila belum. Tinggalkan komentar di bawah ini apabila ada pertanyaan atau sekedar ingin bincang-bincang terkait dengan atowan atau otomotif pada umumnya. Sekali lagi terima kasih Anda sudah menonton dan sampai jumpa di video-video berikutnya. Yeah.

Lihat di YouTube