POV REVIEW | HYUNDAI CARTENZ X 1.5 IVT 2025 | DIRANCANG SEMPURNA UNTUK INDONESIA | Tour & Test Drive (YouTube Video)
[Musik] Sahabat driving Indonesia, ini adalah LSUV keren dari Hyundai. Yes, Stargazer Carens X Prime. Dan ini adalah LSUV yang memang dirancang khusus untuk menjadi mobil ini. Jadi bukan dipotong-potong speknya ya. Oke, nomor satu kita start dulu aja. Buka pintunya kunci di tangan ya. Cuma dari tombol situ. Dan look at this. Yes. Kisi-kisi shift by wire. Terus engine start stop di sini lengkap ya langsung itu interface-nya interface untuk ADAS-nya Hyundai. Jadi secara kasat mata sahabat langsung tahu ini adalah mobil yang lengkap untuk kelas LSUV Rp300 jutaan. Dari Indonesia disediakan Stargazer Carens X Prime ini oleh Pak Jason Rudolf dari Hyundai Arista Fluid. Mobil ini masih grass banget ya. Baru beberapa hari standby di dealer dan langsung dipinjamkan kepada drive Indonesia untuk test drive dan review. Jadi sahabat Indonesia kalau mencari Stargazer Carens X Prime atau Carens biasa atau model-model Hyundai lainnya jangan lupa untuk kontak Pak Jason dari Hyundai Arista Fluid. Terima kasih kepada Pak Jason. Mohon maaf karena habis hujan jadi kotor ya. Tapi enggak apa-apa karena ini adalah Stargazer Carens X. temanya adalah adventurous gitu ya. Jadi mobilnya banyak lading-lading hitamnya yang membuat mobil ini ketika kotor pun jadi kelihatan maco. Jadi enggak masalah. Secara moniker sebenarnya Stargazer Car ini adalah facelift. Jadi bukan generasi ya. Casisnya ini masih mirip-mirip dengan Stargazer yang sebelum curens. Tapi kalau boleh dibilang ini ubahannya banyak. Kalau di yang ini H-nya miring. Kalau H-nya tegak ini udah dibilang beda generasi. Sisi depannya. Yes. Bumpernya gede. Salah maksudnya grillnya gede. Tapi di level e trim level Stargazer Carens X ini menurut B Indonesia ini cocok banget karena ini membuat mobil ini yang tadinya Stargazer X itu kesannya seperti LMPv yang diSUV-kan menjadi kelihatan banget SUV Ten. LSUV Tanden. Apa aja yang baru ya? Selain grill yang besar tadi dengan aksen-aksen trapesium-trapesium gini ya, ini ada DRL yang nyambung dari kanan ke kiri melewati si grill ini. Dan DRL-nya ini kalau Anda pakai sein, dia berubah menjadi lampu sein seperti ini ya. Jadi yang bagian ininya berubah jadi lampu sein. Sementara yang sisi ininya yang agak-agak mirip kayak DRL palisate nih. Palisate baru masih menjadi DRL. Tidak lupa juga dia sudah dilengkapi dengan lampu LED yang kelihatan kayak tiga titik begini. Ini tiga titik. Asli. Uh silo. Dan dia by beam. Jadi lampu high beam ini high beamnya nyala ya. High beam-nya pun juga LED. Walaupun memang saat ini sudah tidak dilengkapi dengan fog lamp lagi, tapi overall oke. Ini untuk menyapunya masih eh luas ya menyapu jalanan di depan si Stargazer Carens X Prime. Ini tidak lupa juga di depan sini ada kamera yang untuk melengkapi kamera 360 dan juga membantu si ADASnya ini ya. dan ada sensor parkir depan untuk melengkapi sensor keliling. Untuk Stargazer Carter X Prime ini juga sudah dilengkapi dengan clading-keding ini yang kalau di e carartens biasa beda ya. Jadi ini karena dia LSUV dilengkapi dengan clading-kelding ini sampai ke samping ya jadi kelihatan berotot di sisi samping fans lima baut akan bergembira karena si Carens X ini di kelas LSUV diberikan baut lima dengan veleg yang berwarna hitam begini ya. Kalau di yang kartens biasanya bukan hitam. Hitam agak ini agak hitam gloss sedikit ke abu-abu begini. Ukuran 17 cm dengan balutan ban 20550 R17. Jadi kalau kita zoom out gini ring 17 ya. Jadi enggak kelihatan canggung mobilnya. Enggak lebih gede body daripada ban dan velegnya. Di bawah sini juga ada cliding-kading melanjutkan yang samping yang di depan tadi ya, yang dari bmper depan tadi. Karena ini adalah sebuah LSUV sampai ke belakang sana. Dan yang drive Indonesia appreciate lagi adalah Car X Prime. Ini memiliki dis brake cakram di empat sisi. Jadi, rem belakangnya pun cakram bukan tromol. Ada lagi perubahannya di facelift ini, sisi samping apa? Roof rack-nya ini sudah tidak ada tulisan, tidak boleh ditaruh beban. Ini bisa menanggung beban hidup Anda. Jadi ini udah boleh Anda pasangin bar gitu ya untuk mengangkut muatan dan ini terkesan digoyang-goyang gini kokoh. Oh ini kalau patah tiba-tiba lucu. Tapi enggak ini kokoh. Walaupun desainnya eh menjadi tinggi gitu. Ada yang suka, ada yang tidak suka. Tapi kalau DV Indonesia menyukai desain tersebut karena membuat mobil ini desainnya terlihat sangat fungsional dan kekar LSUV-nya. Lu bayangin dari desain quarter panel belakang sini resapi. Ini adalah kendaraan LSUV Anda berikutnya. Keren banget ya kan? Keren banget. Bahkan dengan kondisi kotor seperti ini cocok dengan jiwanya si Kartens X Prime seperti ini ya. Walaupun ini kotor karena hujan, tapi hah jiwanya dia banget gitu ya. Tidak lupa untuk bagian belakangnya sini ubahannya ya mendapat spoiler yang desainnya berbeda dengan sebelumnya dan juga apa nih namanya lampu senja DRL belakang yang menyambung seperti di depan dari kiri ke kanan ya. Agak-agak again seperti mendekati desain-desainnya si Palisate gitu ya. Dan di belakang sini ada tulisan Star Caser X Carens sana Prime. Ya, tidak lupa juga di bagian bawah sini ada bagian clading-kading yang membuat mobil ini kalau kotor pun tidak terlihat terlalu norak atau tidak terlihat terlalu terlalu mencolok kotorannya gitu ya. Dan di bawah sana ada kamera belakang dan sensor mundur yang untuk melengkapi allround monitoring-nya mobil ini. Kamera 360-nya ya. yang ada juga kameranya di spion bawah sana. Lampu senn di bawah sini. Ini bohlam atau LED? Untuk bagian permesinan ya memang tidak terlalu banyak yang diubahkan ya karena si Stargazer X Carens ya, Carens X Prime ini masih menggunakan smartstam 4 cylinder 1500 cc multioint injection. menghasilkan tenaga 116 horsepow di 6300 rpm dan torsi 144 Nm di 4.500 rpm. Ya, masih sama dengan si Stargazer yang sebelum facelift. Tapi enggak masalah karena memang powernya itu termasuk yang salah satu yang clas leading. Mungkin lawannya dia yang HP-nya lebih gede cuman si BRV. Dan tenaga yang besar lumayan besar tersebut disalurkan kepada roda depan dari Stargazer ini menggunakan transmisi intelligent variable transmisi dari Hyundai. Ya, saya PT sih tapi namanya IPVT dari Hyundai yang kali ini dengan fitur shift by wire. Jadi, shifternya di sini bukan pakai tuas perseneleng yang di konsol box tengah lagi. Konsol box tengahnya jadi clean ya di situ. Y, hujan hujan hujan hujan. Masuk masuk masuk masuk masuk. Ya, enggak apa-apa. Jadi, kita bisa merasakan kalau bunyi gerimis hujan rentik-rintik di kabin Stargazer Carens X ini seperti apa. Yang nomor satu Dev Indonesia ketika duduk di Cardence X Prime ini merasakan bahwa ini bagus, headliner dan AC-nya hitam gini, kesannya premium. Uh, tombolnya ada aksen-asen silver gini. Walaupun ini masih plastiki tapi di belakang sini dibuat terkesan premium. Dan karena ini adalah varian prime Stargazer Carens X, maka lengkap semuanya ini leather, wrap, seats, glove e center console dan juga handr-nya. Karena ini adalah varian Captain seat ya, jadi opsional kapten seat-nya. Anda mendapatkan kapten seat dengan balutan kulit di sini serta handr yang kiri kanan ya di door trim satu dan di sebelah sini juga kulit balutan kulit. Posisi duduknya nyaman di belakang sini seperti naik dalam sedan. Kalau orang yang tidak biasa naik sedan, mungkin berasanya posisi duduknya agak sedikit pendek. Tapi ini jujur ngomong posisi duduknya seperti Anda duduk di dalam sedan seperti naik belakang Civic. Nah, ya di belakang kursi belakang Civic posisi eh relatif posisi duduk Anda terhadap kaca samping dan juga door trim. Yang Donesia suka apa? Tangan Anda ini tertopang rapi. Biasanya mobil dengan hand rest-nya itu kiri kanan kayak aduh agak awkward. Satu tinggi, satu pendek. Ini sih beda tingginya tapi agak negligible selisihnya. Ni tangan drive Indonesia ya. Tangan drive Indonesia kira-kira rata dengan angle yang sama kira-kira begini. Jadi hand kiri dan kanannya tidak terlalu beda jauh. Jadi, Anda menduduk di sini tuh gitu ya, berasa nyaman, berasa e ergonomis dan memang dirancang seperti itu. Seperti kapten seatnya ini cocok dengan mobil ini dan penempatan bahu Anda sampai ke lengan nih pas. Kok sampai segitu desain e apa dibahasnya? Ya karena itu yang definia rasakan. Kalau yang lain rasanya beda ya silakan enggak masalah. Dan di belakang sini ada ee meja ya di sebelah sini kursi-kursi di belakang kursi penumpang kiri ini ada meja untuk si kursi sajang nim yang dari dulu kita bahas sebagai kursi sajang nim untuk bisa ngetik taruh laptop di sini atau makan dan ini untuk makan posisinya ergonomis again seperti diperkirakan banget Anda duduk di sini tangannya taruh di sini Paham enggak maksud gua? Anda taruh sikut Anda di handr, maka secara natural, secara alamiah, tangan Anda akan berada di atas meja. I appreciate that, Hyundai. Dan juga di belakang sini tidak lupa juga ada untuk penempatan charging. Ini apa sih? Type C ya? Ini type C. Di belakang sini type C. Dan juga ada gantungan jika Anda bawa belanjaan atau ee botol minum seperti itu ya. Ditaruh di sini ya. Cukup lengkap. Nah, lain daripada itu Oh, D Indonesia mau tahu kalau dibuka. Oh, ini enggak auto tapi habis enggak kacanya? Walaupun hujan habis. Hyundai untuk mobil R00 jutaan driving Indonesia kali ini tepuk tangan. You pay attention to details and I appreciate it. I baris ketiga ada Om Jin kursi bagasi bukan kursi belakang ya. Karena tunggu ya Omar ya karena Stargazer X ini adalah Stargazer Car ini adalah mobil yang lumayan besar bukan sekedar LSUV seperti baris ketiganya ini asal ada aja. Jadi mobil ini ukurannya tuh hampir sama dengan rebor ukuran bodinya gitu ya. Maka di kursi belakang sini gimana rasanya? Temanya sih sebenarnya six seater ya berarti six seater ya. Six seater tapi benar-benar six seater bukan asal ada dua seater belakangnya ya. Menurut gua sih ini maksudnya yang bikin gua senang tuh kapten sit tuh kalau lu duuduk paling belakang tuh lu enggak merasa sempit iya karena tengahnya lu oh kaki lu bisa ke tengah juga lu pandangan lu jadi lebih luas jadi luas. Jadi, lu di belakang situ enggak apaak terpencil kan? Enggak klaustrofobik namanya. Enggak terpencil. Iya. Jadi, pada saat kita ngobrol gini pada nengok. Oh, iya. Kayak kayak ya bisa ngeraba ngeraba-ngeraba. Sama satu lagi tadi posisi kaptennya juga yang tadi gua bilang lebih rendah kan di baris duanya dibanding baris tiganya. Jadi lebih tinggi jadi pemandangan lu ya. Pemandangan lu lebih ke depan lebih tinggi ya. Jadi enggak enggak mabuk di kursi belakang sini. Kemungkinan kemungkinan bikin mabuk. Kemungkinan enggak terlalu bikin mabuk. Dan juga dia enggak didiskriminasi. Ada charger. Iya, ada charger. Ada cup holder tempat naruh handphone. Menarik ya. Menarik ya. Iya. Coba gua lihat. Coba gua lihat nih. Emm apa? Kaki sebenarnya sih kaki ketemu ya. Ketemu cuman kalau lu ngerasa lebih lega. Kalau enggak kalau gua enggak. Gua masih s jari. Tapi Om Jin ni masih bisa keluar masuk kakinya. Geraknya enggak terlalu terjepit ya. Dan ketika karena ada kepensin ini ada lubang. Jadi kaki Anda satu sebelah sini bisa keluar jadi lega. Jadi yang sana jadi enggak ketemu karena badan Anda jadi bisa fleksibel bergerak gitu ya. Mungkin kalau ada orang duk sini kaki ngobrol kali ngobrol di sini. Tapi okelah masih untuk level LSUV yang benar-benar 6 seater nih. Okelah. Dan kalau untuk kepala gimana Om Jin? Masih sisa berapa? Enggak. Lega banget. Ee sama yang itu tuh tulangan itu tulangan bagasi dua jari. Dua dua j dua jari ya. Jadi dari Om Jin tingginya 181 cm dengan tulangan bagasi itu masih sisa dua jari ya. Dua jari. Aman. Jadi untuk bukaan bagasinya ada di bawah sini. Dan ya memang ini bukan elektrik tapi tombolnya ini sudah elektrik ya. Kalaupun Anda menempatkan posisi duduk seperti ya ini ya tadi ya dari Indonesia duduk di kursi sajangim. Kemudian Omjin duduk di sebelah sini sebagai babysitter masih dengan nyamannya untuk jaran jauh misalnya di belakang sini Anda masih bisa menempatkan ransel dengan posisi melintang panjang begini keluar ya. Jadi ini dua ransel. Kemudian tentunya kalau Anda tambahkan lagi dua dua jadi masih muat 6 sampai 7 ransel di sini kalau misalnya Anda taruh koper tentunya berarti di sini masih koper besar masih bisa dua dan kalau misalnya Anda tambahkan barang lagi di atasnya masih eh tas tas seperti ini lagi di atasnya masih bisa. Tapi kalau Anda butuh membawa barang panjang ke depan again Hyundai selalu memberikan Anda solusi yang well thought off gitu. Jadi cuman hudah rata gitu ya. One touch tumble cuma pakai satu jari tarik keluar rata. Langsung Anda bisa melempatkan sesuatu yang panjang sampai bahkan ke baris tengah atau misalnya Anda mau pindah dari bagasi sini ke baris tengah ataupun baris ke depan. Eh, enggak jadi. Mundur lagi. Mundur lagi. Karena apa? Karena di sini ada kompartemen rahasia juga yang cukup dalam. Ini bisa menanam apa? memakan toolbox-nya nih ya dan masih sisa lagi. Jadi kalau Anda taruh ee apa namanya? tab kemudian em laptop Anda di bawah sini misalnya meletakkan uang juga masih bisa di bawah sini tersembunyi dengan baik dan oke kita lanjut ke kursi depan. Nah kita sudah berada di kursi depan. Kalau Anda pemilik Stargazer Carens X Prime kemungkinan besar Anda lebih sering berada di kursi depan sini. Dan memang walaupun kursi belakang tadi kita bahas seperti kursi sajang Nim, kursi boss, tapi di depan sini pun untuk si Karten X Prime ini tidak kalah. Kenapa demikian? Karena ini adalah bayangin ini kelihatan banget adalah mobil yang memang dirancang Stargazer dirancang untuk Indonesia dengan trim level seperti ini. Apa menurut Indonesia? Kenapa dikatakan demikian? Look at this. Ayo. Apa? Tidak ada tombol kosong, enggak ada tombol yang tidak ada fungsinya di sini. Jadi biasanya kan mobil-mobil tuh suka ada purm button yang cuman kayak knop knop tutup gitu. Di sini semua terisi yang artinya apa? Ini adalah mobil komplit. Stargzer Karten X Prime. Ini adalah mobil yang dirancang menjadi seperti ini. Tidak ada tombol yang lebih ataupun kurang. Itu impression dari Indonesia ketika duduk di kursi depan sini dan itu jarang ditemukan di zaman sekarang. Ya, apa aja yang dapat? Nomor satu di Carens X Prime dan juga Carens Prime ya ini mendapatkan e dashboard yang berubah berubah total. Walaupun ini dikatakan facelift bukan beda generasi dari Starg sebelumnya, tapi ini dashboard-nya berubah total. Layout-nya nih menjadi lebih seperti Kona atau lebih seperti ionic gitu ya. Jadi desainnya nih udah menjadi Hyundai yang zaman sekarang. Kalau dulu tuh desain yang kayak seperti ada ee meja bayi di depan bentuk-bentuknya. Ini lebih modern dan lebih ee menyatu dengan desain-desain Hyundai yang e zaman-zaman 2024-2025 ke belakang ini. With that being said, Anda mendapatkan setir yang leather red yang masih eh di materialnya ini premium banget ya yang seperti Dev Indonesia dulu bilang di Stargazer sebelumnya. Ini memang masih mirip materialnya, tapi ini memang sudah cukup up market seperti entry level, Mercedes atau BMW. Ini masih ada keletek-kletekan mau dikeletek. Tapi sayang kilometer ini mobil masih 300, masih baru banget. Dan kemudian Anda mendapatkan instrumen cluster eh layar LCD begini yang sudah menyambung sampai ke bagian multimedianya. Dan tentunya karena ini adalah Hyundai tentunya Anda mendapatkan mode-mode ponsel yang langsung ya. Jadi maksudnya ee sudah dilengkapi dengan eh Android Auto dan Apple CarPlay. Tapi ini juga ada peta yang kalau misalnya Anda tidak mau connect-konect ke handphone, tetap petanya ini stand alone independent. Jadi dari Hyundai masih mendapatkan peta yang independen seperti ini. Kemudian tidak lupa juga di sini Anda mendapatkan setelan eh dulu kan beda nih bentuknya ya. Ini ini lebih seperti Kona nih. Jadi setelan AC-nya ini tombol-tombolnya sudah lebih datar dan menghadap ke pengemudi begini. Ini desain yang baru dan lengkap. Pengaturan angin, pengaturan climate control. Ini kebetulan di depan lagi dingin ya, jadi kita bisa bikin langsung panas. Panas enggak? Oh, belum panas nih. Entok 27. Oke. Nah, ini baru hilang. Baru mulai panas ya. Jadi tetap Anda mendapatkan setelan digital seperti ini dan ah kebetulan karena hujan jadi kita bisa dengar nih suara hujannya di interior sini. Di kaca nih redam tapi di atas sini agak sedikit terdengar. That being said bukan kaleng-kaleng banget ya enggak. Tapi di atap sini sedikit terdengar ya. Berkat berkat. Jadi kita bisa tahu gimana rasa suara hujan di dalam Stargazer Car X Prime ini. Oke, lanjut. Kemudian mode-mode pengaturannya juga lengkap ada ke kaki, ke muka, ke kaca, kemudian mematikan AC, ee mematikan apa ee kompresor, menyalakan kompresor dan juga buka tutup sirkulasi udara. Serta kalau Anda mau ngatur semua e multimedia, di sini juga ada tombolnya langsung ya. Jadi, Anda klik media di sini. Kalau misalnya Anda repot ngatur-ngatur di LCD misalnya lagi nyetir masih ada tombolnya. Itu yang D Indonesia masih suka dari ee Hyundai ya. Kontrolnya itu interface-nya masih ada tombolnya gitu. Lalu apa lagi yang Anda dapatkan di Oke, ini tombol-tombol setir masih sama ya. Bedanya di Carartens eh di Carartens dan Carens ini yang level prime sudah ada adas. Adas yang cukup lengkap. Sudah ada lan keep assist, lane following assist dan juga e adaptive cruise control-nya yang bisa dipakai untuk macet-macetan juga. Nanti kita akan tes di sini kontrolnya. Dan ini interface-nya UI user user interface-nya di sini ya. Dan kemudian, nah untuk carens X Prime-nya di sini karena dia sudah menggunakan shift by wire, jadi kita ngatur gearbox-nya di sini ya. Ee ngatur maju mundur gearnya di untuk maju, kemudian untuk mundur dan kemudian untuk P tekan di sini. Otomatis langsung hand brake-nya terpasang kalau Anda klik P. Dan kalau Anda klik D, otomatis handbrake-nya langsung off gitu. Nah, karena dia shift by wire, jadi tuas transmisi ada di sebelah sini, di sebelah sini jadi kosong. Adanya apa? Ada pegangan. Pegangan yang terbuat dari kulit. I appreciate this. Karena Anda biasanya mungkin kalau baru ngambil kartens x prime gitu pasti akan kayak tangan Anda lari ke sini. Jadi enggak kayak aneh gitu. Kayak enggak diketawain penumpang. Oh, lu mau ngapain? Enggak, saya mau pegang ini. Di sini juga di bawahnya ada untuk pengecasan wireless dan juga ada dua cup holder di sini. Tidak lupa juga glove box bukan center console dan glove box-nya yang soft open, soft close. Enggak sampai soft close off sih, cuman weighted lah, berat ada beratnya gitu. Nah, ini ini lucu. Ini adalah penampan untuk menutup ini. Jadi kalau Anda mau minum, makan lagi di parkiran begini nunggu misalnya nunggu pacar Anda atau istri Anda lagi belanja bulanan, maka Anda kalau mau minum atau main game di sini bisa ada nampan ya. Bukan apa covernya ini untuk menutup cup holder sehingga ini menjadi rata. Atau misalnya jika Anda meletakkan koin di dalam sini dan Anda OCD seperti Indonesia. Jadi pada saat menyetir tidak melihat kerincingan berantakan di dalam sini. Rapi, gitu. Jadi clean look ya. Dan penempatan di bawah sini pun adaokannya untuk meletakkan nampannya supaya tidak gerak. Again, ini mobil yang memang dirancang buat menjadi seperti ini. Dan untuk si Carens X Level Prime ini juga Anda mendapatkan kursi yang leather wrap begini ya. Leather e dibalut dengan kulit seragam hitam begini. Ada emborce X-nya di sini yang juga dilengkapi dengan ini pendingin punggung. Jadi kursinya ini ada AC-nya nih. Pendingin pendingin punggung. Ini tadi Fig kaget kok lagi nyetir tiba-tiba dingin belakangnya. Oh ternyata dinyalain sama Pak Jason. Ini juga sekarang dingin lengkap ya. Jadi semua ee apa komplit dan juga klop antara kursi glow e center consol pegangan, setir dan juga door trip-nya. Ini semua sudah leather ref berwarna hitam begini. untuk interior drive Indonesia di level LSUV harga Rp300 jutaan. Drive Indonesia angkat dua jempol tambah dua lagi. Tapi ini dalam sepatu empat jempol itu ya. Nah, kalau untuk radio gimana Uh, udah jangan lama-lama. Untuk music tidak ada keluhan sama sekali karena ini adalah sound system Bos. Untuk Stargazer Carens X Prime, Anda mendapatkan sound system yang tune bye. Ya, jadi ini ada emblemnya di sini. Bos. Tidak lupa juga di sini ada open source. Emm ini attachment open source yang bisa Anda beli e aksesorisnya di Hyundai. Bisa menjadi cup holder, bisa menjadi holder handphone. Di sini bebas Anda atur e untuk menjadi apa nantinya kemudian hari. Lengkap sekali ya. Hah. Oke, kita tidak sabar lagi langsung coba untuk jalan. Nah, karena di sana ada jalan sempit. Sambil kita coba kita test drive juga untuk bagian kamera 360-nya. sebelum masuk ke kemudian driving impression ya. Kita sudah berada di bagian yang cukup sempit nih mau keluar dari parkiran kita. Pencet untuk kamera 36-nya. Tombolnya ada di sini langsung menyala ya. Dan ini ini lucu. Ini kayak main Roblox eh bukan Roblox apa kayak main ya city car car Driving Indonesia ya. Kayak main Roblox ini bisa diputar-putar [Tertawa] jadi mobilnya 3D dan bisa bahkan naik turun tuh bisa ber IVW bisa turun. Look at that. Ini lucu banget. Lucu banget. Oke, cus. Kita langsung ke bagian driving impression. Driving impression Stargazer Carens Expert. Entar dulu pegangannya belum belum. Ini kan udah begini kita takut juga. Taruh dulu Pak Jason. Taruh dulu di sini aja Pak ya. Oh iya. Eh jangan. Entar ni kita bahas. Entar kita bahas. Iya. Drive impression Stargazer Carens X Prime. Eh, masih kita ditemani dengan Pak Jason. Pak Jason Rudolf ya. Rudolf Gerung dari Hyundai Arista Pluit. Hyundai Arista Fluid. Ya, gini, Pak Jason yang Rev Indonesia rasakan. N boleh pegangan pegangan. Stargazer sekarang punya pedle shifter. Pedle shifter. Wow. Asik. Ah. Aduh. Enak ya? Gini gini gini gini. Karena baru melewati tikungan. E jujur aja Indonesia dari tadi memang agak sedikit udah muter-muter. Jadi udah bisa ngerasain mobil ini. Gua tambahin satu lagi ya sambil gua jelasin. Satu lagi. Dua lagi juga enggak apa-apa. Enggak apa-apa. Tapi tikungannya habis habis ini maksudnya habis. Oke oke oke. Turun tiga. Uh remnya enak. Nah, yang Drive Indonesia rasakan di Stargazer Carens X Prime ini, hayo lu, hayo lu. Enggak deh, adalah mobil ini tuh sebenarnya bukan tajam. Respon e setirnya tuh bukan tajam. Boleh deh putar balik deh sekalian. Respon respon e suspensinya itu bukan tajam, agak redam tetapi nurut. Redam tapi nurut. Gimana tuh gua jelasinnya? gampang diajak belok berarti ya. Eh, pas mau belok dia nanya dulu, "Yakin enggak lu mau belok?" Oh, tapi begitu lu bilang yakin, oke kita belok. Oke, kita belok. Ibaratnya gitu. Jadi, ada sedikit em tidak terlalu bikin mabok nih pada saat kita tekuk begini, tapi setelah kita tambah tik tuh tuh tuh tuh kena kena goncangan kena apa meskipun berat badannya sudah geser keluar tapi badannya tuh ngejaga gripnya tuh ada terus dan suspensinya tidak bertambah miring. Itu yang D Indonesia suka dari apa ya? Ini kan bukan sports car ya, bukan dong. Ini LSUV kategorinya ya. SUV family car dan sebenarnya diaingannya Expander cross kan. Yes. Nah, jadi kelasnya ini LSUV itu adalah suatu fitur yang menurut drive Indonesia jarang ditemui. Dia bisa empuk, dia bisa forgiving, tapi ketika Anda minta gripnya apa ya? Jauh limitnya. Jadi ketika Anda tambah banner tidak tidak bunyi, mobilnya tidak tambah miring, itu perasaan yang menyenangkan. itu di Carartens X Prime. Eh, untuk handling-nya Drive Indonesia merasakan seperti itu. Jadi, ini mobil yang handling-nya boleh dibilang enak. Cuman memang banyak orang yang mengatakan kalau duduk di kursi baris kedua H katanya agak mabok. Oke. Ya, itu ada orang-orang yang mengatakan seperti itu. Tapi Drive Indonesia gua tahu sebenarnya J. Gua tahu kenapa seperti itu. Ini je masalahnya J. Masalahnya ada di mode echo dan normal ini yang dia terlalu e jerky. Oke, jadi menurut gua e nomor satu memang si kursi baris keduanya seperti di birollnya Om Jin duduk di belakang ini memang posisi duduknya itu agak rendah. Jadi lu kayak naik sedan naik sedan Eropa. Tapi itu bukan problem utamanya menurut gua. Problem utamanya adalah nah itu dia jerki responsif tapi jerky. Kalau di mode Eko sama normal. Iya no. Dia cenderung untuk mau irit. Jadi dia buka dia e RPM-nya ini tidak drop sampai ee cruising sampai sampai langsam. Alhasil membuat mobil ini tuh kalau dilepas gas agak sedikit gini di mode normal. Jadi kalau Driving Indonesia menyarankan jika Anda mau membawa penumpang, ada solusi. Ini yang jatuh cuman ini ya, handphone ya. Eh, ada solusi yang simpel untuk membuat penumpang Anda tidak mabuk adalah menggunakan drive mode yang smart. Karena smart itu tuh begitu Anda lepas, dia turunnya langsung mendekati satu. Ini di ini gigi rendah. Kalau Anda jalan lebih kencang lagi, dia lebih turun lagi e langsam RPM-nya. Dan ketika Anda mau ngegas, dia lebih sigap gitu. Jadi, em gigi milih giginya itu lebih sigap gitu. Jadi kalau untuk Drive Indonesia ya, Dia rasakan jawabannya untuk membuat penumpang tidak mabuk pada saat naik mobil eh Stargazer terutama nih kita lagi bahas adalah menggunakan mode smart gitu. That being said, oke kita bahas mobil ini dari segi fitur dalam berkendara. Fature. Oke, ya. Salah satu menangnya Anda memilih Carens X Prime ini karena kita memang tidak bisa pungkiri bahwa mobil ini adalah kalau bicara Kartens X Prime pasti Anda bicara soal destinator yang memang kelasnya sih memang satu di atas dia, tapi harganya tuh sebenarnya agak mepet loh. Mirip-mirip I kan cuma memang ketika kita bicara harga yang kita bocorin dikit ini 300-an gede lah ya harganya ya mendekati 400 tapi di bawah 400 tapi dengan diskon jadi jauh di bawah 400 gitu ya memang ee prinsipnya gini pernah bicara enggak dulu ee ada orang kata-kata ada orang mengeluarkan kata-kata prinsipnya the the top of level top of the trim Toyota is often a better car than the base level Mercedes-Benz banyak orang ngomong seperti itu. itu ya. Ini opini ee zaman dulu gitu. Tapi menurut Donesia ini valid untuk emm seperti Stargazer Carens X Prime melawan destinator. Karena apa? Di harga destinator yang R00 jutaan besar, Anda mendapatkan destinator yang sure. Oke, mesinnya turbo. Badannya adalah sebuah mid SUV. Betul. Tapi juga tidak jauh lebih besar daripada Stargzer e Carens Prime ini karena ini mobil yang cukup besar. But Anda mendapatkan mobil yang kalau boleh dibilang masih kategori standar lah, kosongan dalam artian Anda enggak mendapatkan adas yang lengkap. Ini adasnya apa aja, Pak Jason? Nah, yang kayak kita lagi pakai sekarang nih ada namanya laneping. Entar dulu, ini dulu nih apa namanya? Oke, ini karena 10X Prime sudah ada 360 camera. 360 kamera. Heeh. 360 camera. Jadi kalau coba om kanan nih kanan dia jadi kamera kanan. Jadi kamera kanan kiri jadi kamera kiri terus ada blind spot monitoringnya lagi ya kan di sini kan terus selain daripada itu tadi smart sens-nya apa ya smart s-nya yang tadi kita baru lagi pakai nih sekarang nih iya dia bisa nyetir sendiri bisa nyetir sendiri kasih cruise control jalan tunggu ini speednya berapa oh salah gua salah pencet 38 sekarang 38 40 dia jaga 40 gua mau ke kiri dia mati dong dia mati dia mati gua kasih se gua belokin belokin Waduh tajam. Nah, terus habis itu gua continue lagi speednya. Conto lagi speed-nya di 30 sekarang. Terus J dia bisa belok engak Je? JD belok a Je dia. Nah, gua ngeri je kalau patah je. Iya, mesti dibantuin kayaknya. Gua ngeri kalau patya ini l keep assist sama em lolling assist Nah, dia itu kan saling ngelengkapin tuh. Iya. Kalau L K assis zigzag ya. Yap betul. Jadi kalau follow ini hilang hilang mark. Kalau tadi kita ngebelok, kita lurus ke Iya, jangan. Nah, gua coba, gua coba. Kalau misalnya ini nih, gua banting ya. Ini lurus. Kalau misalnya Oh, dibalik tuh. Ini ini L keep assisin following dan lan keeping. Dua-duanya. Oke. Iya, iya. I. Nah, kalau misalnya dia pakai bisa ya. Ya, itu kenapa? Kalau misalnya mau pakai jadi kalau misalnya mau pakai salah satunya pun bisa matiin aja nanti. Matiin satu. Apa tuh contohnya? Contohnya nih, mau pakai line following aja enggak mau pakai line keeping dihold aja sampai dia nanti indikatornya jadi warna kuning. Nah, ini artinya line following-nya aja yang aktif. Hah? Oh, gitu. Jadi dia tetap senter, tapi gua begini kita nabrakini. Nah, kita nabrak. Nah, dia. Nah, kalau ini kan karena kita speed-nya pelan, dia akan balikin. Tapi kalau kita kayak tadi contoh tuh, Om di tol kita mati kot matiin. Tol antar kota kita keluar nabrak nabrak. Jangan jangan jangan jangan jangan jangan jangan jangan jangan nanti potong gaji. Jangan. Nah, gitu, Om. Jadinya dan itu ee bisa diaktifin dari berhenti, kan ya. Kalau dari stop enggak bisa, Om. Oh, enggak bisa kalau stop mesti bisa. Nah, kayak contoh nih, Om. Kita jalan pelan nih di bawah 20 kan, Ba, Om. Toel lagi ini. Naik ke atas. Oh, bisa. Nah, ini kalau depan ada mobil, depan ada mobil dia langsung ngem lagi. Tapi kalau gua dari berhenti enggak. Nah, kalau omnya dari depan kosong nih. Ini gua jalan berapa nih? Gua jalan 10. Dan 10 bisa kalau gua sampai berhenti set coba sampai stop. Nah, kalau Om itu enggak bisa. Iya. I jadi mesti jalan 10 lah ya kira-kira ya. Lebih 10 lah. Jadi kondisi macet bisa ya? Kondisi macet. Nah, udah bisa nih 10. Iya, stop and go function bisa. Tapi kalau land keep sama line e following bisa dari berhenti bisa dari stop. Dari pure stop bisa. Oke, ini kita lagi macet itunya. Nah, stay diikutin jalannya gitu. Gas pindah jalur kanan. Uh. Ih, suaranya gua demen. Suaranya enak ya. Enak gila. I ini kita sekarang sudah membawa Stargazen Stargazer Kartens X Prime ya. Betul. Sampai ke jalur tol Antarota nih. Masih bersama dengan Pak Pak Jason dari Hyundai Arista Fluid. Iya. Ini Pak Jason yang kemarin e komentarnya waktu di kereta Pak Jasonnya imut-imut banget katanya. Aduh. Jadi enak. Jadi enak ya, Pak Jason. Sor e makanya kemarin kita nunggu nih drive Indonesia nunggu yang Carens X Prime-nya untuk available sebelum kita review lengkap. Karena memang ini yang Drive Indonesia rasakan eh ketika bawa Cars X Prime dengan yang Cens Prime biasa paling berasa perbedaannya tuh mungkin pada saat di jalan tol seperti ini. Pak Jason, apa tuh yang Om suka? Nah, Carens X Prime ini kekedapan suaranya ada improvement dari yang sebelum. Kalau yang Carens Prime menurut Drive Indonesia boleh dibilang tidak improve atau malah sedikit kedodoran dikit. Kedodoran dikit. Apa ya bedanya ya? Notes buat ATPM ya? Notes buat ATPM ya. Notes buat ATPM Hyundai Indonesia. Carens Prime-nya menurut Drive Indonesia ya. Ini opini Drive Indonesia eh kekedapan suaranya agak kedodoran dikit dibanding yang lama. Tapi di Cartens X-nya tidak demikian. Oke. Dan untuk bantingan tentunya karena mobil ini sedikit lebih berat daripada yang Carens Prime. He. Jadi enggak terlalu mantul-mantul. Walaupun ada ya sedikit e ketemu dengan ee ayunan memang ada sedikit belakangnya tuh sedikit terlalu ngayun. Tapi overall itu karena mobil ini adalah mobil nyaman ketika di jalan tol ini dia meredam bantingan dengan apa ya? Dengan lembut sebenarnya tuh. Jadi apa ya ayunannya itu kalau karena dia lebih berat enggak terlalu terasa turun dan mantul baliknya gitu. Itu di Carens X Prime. Kalau suspensi sih Carens Prime juga no apa ya enggak ada enggak ada keluhan juga. itu oke. Kens Prime jauh lebih baik improvement di walaupun suspensinya mungkin tidak terlalu banyak pergantian parts dari yang sebelumnya, tapi jujur ngomong karena mungkin perbedaan bobot dan juga perbedaan aksesoris malah membuat si curens ini bantingannya jauh lebih baik daripada si Stargazer yang sebelum cartens sebelum lift. Dan karena ini adanya Kartens X Prime, selain kedap suara ini lengkap sekali. Seperti tadi kita bilang, kalau Anda bicara expr memang tidak bisa tidak membicarakan destinator. Iya, benar kan tadi kan seperti kita bilang kan enggak bisa enggak bisa e enggak bicarain destinator karena harganya memang mepet dengan destinator. Tapi seperti tadi Ding Indonesia bilang, ee mobil ini adalah kalau Anda beli destinator dengan range harga di bawah 4 jutaan, Rp300 juta besar misalnya, itu Anda mendapatkan mesin kencang tapi interior dan juga fitur yang boleh dibilang kosongan. Oke, betul setuju. Sedang iya kan benar ya. Sedangkan kalau Carens X Prime ini adalah memang mesinnya 1500 cc tanpa turbo. Heeh. Tapi Anda mendapatkan mobil yang semuanya lengkap kalau boleh dibilang bahkan fitur-fiturnya itu selain elektriknya ya menyaingi Hyundai Kona bahkan. Betul ya. Infotainment infotainmentnya ID-nya dan ininya nih apa namanya? Em adaptive cruise control sama land keep assist-nya apa namanya? Hyundai smart sense-nya. Smart sense-nya itu enggak bercanda. Ini bisa diaktifin bahkan tunggu ya bentar. kita ini cruise control ini kan ya udah langsung satu tombol hidup hidup semua bisa juga dikombinasi sama lane following Oh iya benar tadi baru line kip ya gua nyalain ya baru L kip ini l following dan line following-nya Hyundai itu selalu senter banget senter banget senter banget dan tidak mudah terganggu sama ada mobil mau potong jalan mau mau kiri kanan mau mau zigzag gitu ya dia udah baca tuh mobil depan itu jauh loh jaraknya iya kalau mau di-etting jaraknya juga bisa nih Iya, Om. Pencet aja nih tombol yang ini. Nah. Oh, iya. Benar, benar, benar, benar, benar. Jadi ini jarak dia. ini jarak yang paling jauh nih. Oke. Oke. Gua coba dekatin terus gua jauhin lagi. Kita kerjain mobilnya ya. Kita kerjain mobilnya. Kita kerjain. Eh, salah salah itu volume. Oh, ini gua udah bikin 100 dia udah enggak mau maju. Nah, dia udah enggak mau maju karena dia udah baca mobil Avanza di depan udah ee mendekat sesuai dengan jarak yang ditentukan. Kita jauhin ya. Kita jauhin. Kita jauhin ya. Sekali lagi. Nah. Ah, dekatin dulu nih. Bentar ini dekatin dulu. DK satu terus jauhin mana? Jauhin. Nah, jauh. Lepas enggak nih? Dia ah dia memelan dikit. Memelan-pelan dikit. Memelan menambah jauh. Ini mobilnya memelan juga tuh. Tambah jauh ya. Speednya sudah turun sampai 70 padahal kita set sampai 100. 100. Mobil depan sudah menjauh. Ini bisa dinyalain lagi macet ya? Bisa sampai berhenti. Sampai berhenti. Yang penting enggak ngerem. Yang penting enggak ngerem. Yang penting enggak ngerem. Jadi itu yang eh salah satu yang Drive Indonesia bilang paling worthed di Stargazer Carens X Prime dibanding dengan SUV. Mungkin enggak bisa dibilang kita enggak enggak bandingin dengan destinator. Pasti kita bandingin. Tapi ada line keep assist dan juga ada macet eh apa adaptive cruise yang bisa diak aktifkan sampai macet-macetan. itu di level sekian, di level harga Rp300 jutaan, Anda enggak akan mendapatkan ADAS yang selengkap itu di Destinator. Ditambah lagi ini sudah shift by wire dan tadi kita bilang ada pedal shift. Carens X punya pedle shift sekarang akhirnya yang itu akan menambah faktor fun to drive dari si Carens X Prime ini. Kita mau exit. Wuduh du du duh. Masih keburu. Masih. Oke, lanjut setelah bayar tol. Oke, kembali kita lanjutkan. Nah, ini ya masih jalan ee nah perbedaan ya antara jalan beton dengan jalan aspal ya. Jadi untuk NVH-nya di Carens X Prime ini, aduh buset main potong aja ya. NVH-nya di Carent X Prime ini jujur menurut Rev Indonesia adalah sebuah improvement dibanding dengan yang Stargazer sebelum em cartens-nya sebelum facelift ya dan lebih baik daripada cartens Prime yang non X. Oke ya kembali lagi di situ. Nah, kalau misalnya sudah dari kita mencapai kesimpulan itu tentunya kita pengin tahu untuk mobil ini irit apa boros. Itu satu lagi. E memang per video ini Driving Indonesia baru mendapatkan beberapa informasi bahwa destinator itu bukan irit-irit banget. I betul ya begitulah ya. Begitulah ya maksudnya bukan irit-irit banget dibilang boros juga tidak. Tapi itu e salah satu selling point-nya si Carens X Prime ini lagi di fuel ekonomi. Menurut Drive Indonesia yang didapatkan hari ini memang realisis. Tadi kita start ini ee dari dealer masih 1/4at bensinnya dan ini turunnya cuma sedikit banget 1/4at kurang tadi. Jadi memang untuk menempuh jarak 30 40 km ini cuma seketcrut itu turunnya. Dan yang Drive Indonesia dapatkan kalau misalnya Anda berjalan dengan Stargazer Carens X Prime dengan shift by Wire ini ya mode smart mode yang mana drive Indonesia mencintai mode smart mode ini, Anda mendapatkan feel ekonomi yang boleh dibilang remarkable sekali boleh dilang tepuk tangan untuk level LSUV dalam kotanya Carens Xrime itu mendapat tunggu sekalian kita ngobrol sambil kita tes ini ya adairin I sambil disetirin sambil disetirin. I Carance X Prime mendapat fuel ekonomi dalam kuota sekitar 12,5 sampai 13 km/l yang didapatkan oleh Donesia dengan rincian kira-kira sekitar 12,6 12,7 km/l. Sedangkan untuk jalan tol only itu cenderung menuju ke 20. Jadi dapatnya tuh angka sekitar 18,9 18,7 km/l. Sehingga untuk kombinasinya yang didapatkan angkanya ini nih. Tapi ini udah cenderung menuju kebanyakan tolnya ya sekitar 15, 15 sampai 15,5 km/l/l. Cuma memang ini tadi kita lebih banyak cuma di daerah fluit dan pig untuk yang macet-macetnya kemudian masuk ke jalan tol. Jadi memang agak sedikit mayoritas jalan tolnya ya, Pak Jason ya. Tapi ini untuk level LSUV 15,5 km/l ini irit banget. Ini irit banget. Dan mengingat body mobil ini juga bukan kecil-kecil banget, ukurannya itu tidak terlalu beda jauh dengan reibul gitu. Kursi belakangnya tuh Drive Indonesia duduk masih ada sisa di dengkulnya masih muat untuk bergerak gitu untuk level LSUV. Bukan mobil yang row ketiganya pas-pasan ya, Om ya. Benar. Jadi bukan mobil yang row ketiga salah gitu. Seperti D Indonesia selalu bilang kalau Anda jadi babysitter Anda lebih baik mencari majikan yang pakai Stargazer. Soalnya nyaman. Nyaman di kursi belakang ya. Ada charger pos nyaman gitu ya. Jadi kalau Anda sering keluar kota eh sering lewat jalan tol apalagi bawa orang banyak ya again definition tekankan untuk Stargazer Carens ini yang paling wor mendapatkan segala fitur-fitur e Android Auto, Apple CarPlay semuanya wireless charging shift by wire itu ada di Stargazer Carens X Prime. Yang mana varian Cartense X Prime ini bisa didapat dengan harga berapa, Pak Jason? R391 jutaan. R91 jutaan. Waduh. Waduh. Jalannya ke mana? R391 jutaan. Iya. Memang itu boleh dibilang bukan harga yang ee murah-murah banget, tapi sudah ada diskon kan? Oh, pastinya dong. Dan dengan diskon bisa dibawa yang ee angka saingan yang tadi yang tadi audience Driving Indonesia. Kalau penasaran boleh nih kontak nomor di bawah nih. Kontak nomor Jason di bawah sini ya, Pak Jason. dari dari Hyundai Arisa Plu itu diskonnya udah puluhan dong. Oh pasti dong udah puluhan ya. Tapi jangan bilang-bilang ya. I Pak Jason ini salah satu petingginya Hyundai Arisa Fluid. Makanya diskonnya kalau Anda dengan Pak Jason bisa ada perbedaan dengan ee dari em representatif yang lain seperti itu ya. Jadi memang Pak Jason agak sedikit setahap di atas dia curang. Tapi gini gini gini gini ee gua mau nanya juga deh. Gua mau nanya Stargazer Carens Prime-nya yang bukan X itu berapa harganya? Kalau buat Stargazer Carens yang prime ya? Heeh. Itu yang non X ya. Kita itu di 350-an. Non. 350-an itu belum diskon juga. Itu juga belum diskon. Diskonnya juga bisa puluhan. Yes, bisa. Bisa puluhan. Nah, makanya dengan harga begitu memang sih sekarang Donesia jadi berpikir oke ada sedikit kekalahan di ee apa namanya? E peredaman kabin. Tapi itu kan bisa ditambahkan ya. Dan dengan selisih yang harga tadi 350-an dengan diskon berarti harganya selisihnya lumayan mendekati 50 malah jadi 4050 dengan Kens X Prime ini ya. Jadi mungkin boleh dibilang worth it tapi Anda tambahkan perdaman kabin lagi terutama untuk di bagian e pintu belakang. Pintu belakang aja. bagasi. Pintu belakang menurut Indonesia bocornya di daerah-daerah pintu belakang dekat bagasi gitu ya. Tapi dengan harga yang em Kartens Prime pun 300-an plus diskon, Anda masih mendapatkan ADAS yang lengkap ya. Hyundai SmartSense yang masih bisa diaktifkan saat macet-macetan. Betul. Benar kan? Dan juga Android Auto, Apple CarPlay-nya semua masih lengkap. Fitur yang sebenarnya bedanya dengan ini adalah Bose dan juga eh apa namanya? Shift by wire gitu yang paling utamanya. Perbedaan dengan si Cartens X Prime. But again, kalau untuk Cartens setelah melihat eksteriornya, fitur interiornya, dan juga kenyamanan berkemudinya yang begini gitu ya, Donesia itu jatuh cintanya dan bermerasanya Kartens itu dibuat untuk menjadi curens x prime gitu loh. Jadi kayak kalau lu pengen the full experience yang worthed sekali untuk di level Stargazer curtens itu ada di Cartens X Prime. pendapat driving Indonesia gitu. Makanya kita nunggu si Carens X Prime ini e ready untuk di-review. jangan lupa kalau Anda ingin mencari Stargazer Cartens atau Cartens XPE seperti yang Devin Indonesia suka ini, Anda bisa kontak langsung ke Pak Jason Rudolf Gerung ada di nomornya di bawah sini, Pak Jason dari Hyundai Arista Fluid Fluid. Nah, sahabat Indonesia itu dia tadi Hyundai Stargazer Carens X Prime 2025. Pembaruan facelift dari Stargazer X yang dirancang oleh Hyundai dengan pembaharuan yang banyak banget, keren banget, serta full specuskan dan diperuntukkan untuk masyarakat Indonesia. yang kalau menurut Drive Indonesia dengan diskonnya menjadi varian Stargazer yang jujur paling worth it saat ini. Sekian yang bisa sampaikan oleh Drive Indonesia terkait dengan Stargens Xme ini. Apabila Anda menyukai video ini, mohon jangan lupa untuk tekan jempol ke atas, subscribe ke channel Drive Indonesia apabila belum dan tinggalkan komentar di bawah ini apabila ada pertanyaan, kritik, saran, atau sekedar ingin berbincang-bincang dengan Drive Indonesia dan sahabat Dev Indonesia lainnya terkait dengan Kartens Extreme ini atau otomotif pada umumnya. Sekali lagi terima kasih Anda sudah menonton dan sampai jumpa di video-video berikutnya. Dadah.
