POV REVIEW | HYUNDAI NEW CRETA TURBO 1.5 DCT 2025 | TURBO + DCT 🔥 GIMMICK AJAH? | Tour & Test Drive (YouTube Video)
Kalau soal mobil sebenarnya driving Indonesia perlu ngelaku. Driving Indonesia nih agak kolot. Senangnya tuh mobil-mobil eh Jerman, Jepang gitu. Tapi belakangan ini ada satu varian dari Hyundai yang benar-benar menggugah selera drive Indonesia. Hyundai Kereta Nline Turbo 2025 dan ini dua clutch transmission. Jadi enggak sabar dan akhirnya kita dikasih test drive. Hyundai kereta dapat yang varian Nline Turbonya. Aduh, kita sar aja buruan. Aduh, gila DCT M. Terima kasih kepada Pak Jason dari Hyundai Arista Fluid yang menyediakan Hyundai kereta Nline Turbo ini untuk ditest drive oleh driving Indonesia. Hyundai ini bukan Hyundai biasa. Udah lama Driving Indonesia mau nyobain Hyundai kereta yang facelift ini, tapi pengennya yang turbo. Jadi kita nungguin mobil ini sampai dapat. Ya, akhirnya kita dapat yang si varian 15 turbo. Dan untuk kereta DCT15 turbo cuma ada di varian yang Nline. Jadi untuk yang tipe prime style actif itu enggak ada untuk varian turbonya. Sebenarnya ini disebutnya kereta facelift ya, tapi perubahannya cukup banyak banget. Dan untuk varian yang Nline terutama ini mendapatkan LED yang nyambung begini ya dari kiri ke kanan dan bumper depannya grillnya nih beda. Grill depannya kalau yang bukan Nline itu mendapat grill yang agak mirip-mirip kayak kereta lama atau seperti palisate ya. Seperti palis yang kotak kotak kotak-kotak. Kalau yang Nline ini lebih sporty gini, lebih jaring-jaring. Termasuk Nline yang non turbo pun dapat yang seperti ini. Untuk di variing. Dan untuk lampu perlampuan tipe tren ke atas ini sudah mendapatkan lampu BBAM LED termasuk di varian Nline ini byam LED-nya benar-benar terpisah. Yang pertama yang bagian atas ini adalah lampu besar ya. Jadi kalau kita gak pakai high beam, lampu atas doang yang menyala. Yang di bawah ini adalah lampu high beam-nya. Jadi benar-benar terpisah menyalanya bukan sekedar naik turun. Overall desain depan si kereta facelift ini lebih mengkotak ya, lebih cyber gitu dibanding dengan kereta yang sebelumnya dan lebih sesuai dengan lineup Hyundai di zaman 2025 sekarang. Kemudian berpindah ke sisi samping memang outline-nya tidak terlalu setegas depan perubahannya dibanding kereta yang pre facelft. Tapi untuk varian Nline perubahannya lumayan banyak. Yang pertama di sini ada emblem Nlinline dan untuk velegnya di sini mendapatkan veleg ring 18 untuk yang varian Nline-nya ya. Kalau yang tidak Nline variannya mendapat ring 17 dan velegnya berbeda. Untuk seluruh varian Hyundai kereta sekarang sudah mendapatkan depan belakang rem cakram ya. Dan untuk varian Nline ada cakra merah di situ. Tapi untuk kereta turbo ada yang spesial yaitu untuk rem depannya ini sendiri lebih besar daripada yang non turbo. Dia 16 inci sedangkan yang lain tuh 15 inci. Makanya ini remnya dan tenaganya bikin penasaran driving Indonesia. Eh pengen banget nyoba dapat kereta Nline turbo untuk di test drive. Gila, di compact SUV rem 16 inci dispake gila enggak bercanda ya. Kemudian di samping ini karena ini twoone, dia mendapatkan atap yang berbeda warna dengan warna shadow gry-nya ini ya. Warna spesial dari Hyundai. Kemudian ada di sini nih. Nih ada untuk kamera 360 dari si kereta Nline ini di bawah spionnya. Menuju bagian belakang. Perubahan facelift dari kereta ini semakin terlihat. mendapatkan hampir semuanya baru ya. Pertama-tama untuk si Nline turbo ini ya dan Nline yang non turbo mendapatkan spoiler baru di sini dan kemudian lampu rem. Lampu remnya ini menyambung LED dari kiri ke kanan. Ini temanya sesuai banget sama Hyundai yang LED dari kiri ke kanan gitu selalu ya. Dan untuk tipe Nline mendapatkan rear bumper yang berbeda dengan yang non Nline. Dia mendapatkan diffuser-diffuser begini ya untuk Nline. Dan ada dual tip muffler begini untuk yang Nline. Kalau yang tidak Nline mendapatkan clading-kading silver. Karena ini varian yang turbo, dia mendapatkan huruf T. Di sini huruf T. Jadi Anda kalau dikejar-kejar sama kereta lihat dulu ke belakang yang ke rem ngelihatin T udah jangan dikejar lagi. Kencang. Kalau enggak ada T-nya ya mungkin enggak sekencang yang ini. Dan di sini mendapatkan lampu mundur yang integrated dan lampu sein juga ini ya. Jadi lampu sennya yang running begini. LED semuanya LED. Di bawah lambang situ juga ada kamera untuk melengkapi kamera 360 yang ada di depan dan samping si kereta nline ini juga. Di bawah sana tetap masih ada sensor. Kamera 360-nya ini jadi bir IVW ya. Jadi kalau kita sempit-sempit itu ngaruh banget membantu kita untuk aware sekeliling kita kena atau tidak. Nah, ini yang kita tunggu-tunggu. Jadi untuk varian Nline Turbo ini si kereta mendapatkan mesin 1500 cc gedit GDI. Jadi dia direct injection dan turbo. Jadi dia berbus tutut di belakang sana ada turbonya. Jarang banget ya di level E compact SUV mendapatkan mesin turbo dan di mobil kereta ini kereta Nline Turbo menghasilkan tenaga 160 horsepower di 5.00 RPM dan 253 Nm. Oke, kesannya medium-medium aja ya. Lu dengar RPM-nya torsinya dari 1500 RPM sampai 3.500 RPM. Jadi torsinya rendah banget. ngejar diesel, ngejar cumi. Iya, ngejar cumi. Dan tenaga dan torsi yang responsif tadi disalurkan ke roda depan melalui transmisi 7 speed dual clutch transmission. 7 speed dual clutch transmission. Gila, gimana gua enggak penasaran sama si Hyundai kereta Nline Turbo ini. Di harga yang ini di harga yang compact SUV ya. Masuk akal untuk comback SUV, Anda mendapatkan mesin 4 silinder turbo dual clutch transmission. Dan bicara interiornya juga bukan cuman sampai situ tuh soal-soal sporty-sportynya ya. Lihat nih. Lih dia sampai begitu bentuknya. Perut, perut, perut, perut, perut. Tahan napas. Pak itu Pak Jason tadi. Hai guys, dia nyogok kita ngasihnya Hyundai kereta N Turbo biar happy katanya. Happy driving driving Indonesia biar biar happy katanya. Kasih turbo ya. Jadi tema sporty-sporty tadi berlanjut sampai ke interior-interiornya. Stitching-stitching merah sampai piping-nya nih merah. Kemudian kulitnya pun premium banget. Premium banget ya. Di sini nih masih ada bendera-bendera merahnya nih untuk tema sporty-sporty di sini nih. Dan bicara leathernya memang Hyundai enggak pernah bercanda kalau bicara material. Hah. Ini ini cenderung ke arah premium. Mungkin kalau boleh dibilang sekelas-sekelasnya ke arah BYD ini atau di level Mercy? Mercy mungkin di A ya kira-kira di level Mercy A yang CRV juga gitu. CRV tapi kan CRV harganya udah hampir R miliar. Iya. Makanya dia levelnya udah bisa setara. Gila ini masih seteng miliar bahkan sama diskon masih ke bawah gitu. Iya. Nah, gimana Om Jin posisi duduknya? Mobilnya gua suka karena bawahnya tinggi nih. Lu suka banget? Heeh. Suka banget. Ini ini ini curang nih Pak Jason ngasihnya yang turbo. Kita disogok pakai turbo. Ini pelicinnya. Pelicinnya ini. Aduh. Ya. Untuk Om Jit. Tinggi berapa Om Jin? 181. 181. Kira-kira untuk kaki masih bisa masuk? jauh. Karena ini bukan mobil listrik sih. Jadi floornya tuh masih enak buat masuk kakinya. Gua suka sih karakter Hyundai sekarang tuh emang nyaman sih nyaman ya. Dan untuk ee tinggi 181 cm untuk jarak kaki ke posisi mengemudi driving Indonesia di depan masih sisa sekitar empat jari mentok. Tiga lah. Tiga lega deh. Tiga jari lega dengkulnya. Sedangkan untuk kepala meskipun ada sunroof ini masih sisa sekitar empat jari ke liner sunroof ini ya. Liner sunroof-nya. Sunrofnya tu padahal sebenarnya lumayan tebal nih dinarnya nih. Okelah, tapi kalau untuk perubahan posisi duduk dengan kereta yang lama mungkin enggak terlalu berbeda karena sebenarnya casisnya masih sama. Ini kan facelift ya sebenarnya ya kereta ya. Sama cuma yang turbo ini gua sukanya kapa buat jalan jauh. Kenapa? Keluar kota gitu. Wah pasti enak banget sih mobil. Udah gitu bantingannya entar kita coba bantingannya. Pasti enggak bohong. Ih kacanya habis turunnya. Ih enggak bercanda Hyundai bikin mobil kacanya habis turunnya. Eh, lihat sini sini. Apa? Ada mainan baru. Apa tuh? Iya, tapi purfier itu di kereta ada dulu. Ini memang ciri khasnya kereta air purifiernya di sini. Heeh. Lu kereta mana nih? Hah? Agro brom. Agro. Jangan gitu. Kereta pakai C. Ini kereta. Iya. Hyundai kereta. Dari dulu udah ada ini nih ret ada. Ada. Cuma di sini ada ada DRLDL biru dan AC-nya terpisah ya. Jadi bukan satu-satu e jadi satu kiri kanannya gitu. Ini bisa terpisah. full arahnya bisa naik turun kiri kanannya terpisah. Jadi Anda enggak berebut sama penumpang depan. Penumpang penumpang belakang ini kalau ada dua orang. Oh iya kiri kanan persahabatan jadi enggak enggak luntur. Oh biasa gitu ya. Berebut AC. Heeh. Biasanya gitu. Nah untuk bagian bagasinya. Nah sekarang kereta yang Nline. Mana sih tombolnya? Oh ini sudah elektrik. Jadi buka sendiri. Bukan buka sendiri maksudnya dia yang buka sendiri kita. Dan setelah ini terbuka di sini ada ruangan yang masih muat untuk Anda naruh jejerin tiga ransel. I tiga ransel. Look at that. Tiga ransel berjejer masih rata. Kalaupun ditumpuk masih bisa. Woi. Belum. Entar gua mau bahas itu. Ya udah ya udah ya udah ya udah ya udah. Dari tadi Driving Indonesia suka minta tolong Om Jin ambilin air minum di belakang. Jadi bisa dibuka dari situ kayak naik sedan lah ya. Padahal ini ada penutupnya nih. Ada penutup e blind-nya supaya enggak kelihatan kalau kita lagi parkir ada laptop atau kamera di belakang sini. Dan ini bisa dilipat hampir rata undakannya. Ini sekitar empat jari. Empat jari tiga jari deh selisih. Selisih tiga jari undakannya. Tapi untuk ngambil barang nih enak banget ya. Oh, ditutup gitu ya. Dan ada satu lagi speaker Brembo. Eh, salah, Bos. Speaker Bose di belakang sini. Jadi untuk kereta Nline Turbo ini sudah mendapatkan suwover Bose di belakang sana. Gila, lengkap banget. Nah, bicara kursi depan lah. Kenapa begini? Aduh. 1 2 3 Oh, bisa bareng kok. Lupa ya. Kursi depannya si kereta Nline Turbo ini sudah elektrik ya. Untukline elektrik. Dan kalau sudah masuk di kursi depan sini eh pamer listrik gimana sih? Ya, begitu masuk kursi depan sini langsung Anda sadar bahwa ini adalah kursi rajanya si Hyundai kereta Nline Turbo. Nomor satu. Semua aksen-aksen sporty di luar dan di belakang tadi berlanjut sampai ke dalam. Ini untukline ini semua trim-trimnya merah, jahit-jahitannya merah dan setirnya ini leather wrap dan terasa sporty. Tebal gripnya nih tebal. Di sini juga ada pedle shift untuk mengontrol dual clutch transmission Anda pada saat Anda berkendara ingin berakselerasi. Dan lain daripada itu ini sudah layar full ya. Jadi ya mungkin sih driving Indonesia tidak terlalu harus banget mobil itu memiliki layar yang panjang ya. Tapi ini sudah mendapatkan layar yang integrated antara multimedia dengan dashboard mid-nya. Dan ini bisa diganti. Eh, mana nih setup? I like tombol. Dan Indonesia senangnya Hyundai meskipun dikasih layar yang segede gini, dia masih ada tombol untuk Anda pilih semuanya nih. Media, radio, navigasi, map, peta, dan kembali ke tadi dari Indonesia merubah setup ya, setup, kendaraan, cluster dan ini clusternya bisa dirubah temanya menjadi tema kubus. Kubus, kotak cube kubus. Tapi definition lebih suka yang mode seperti ini. Karena apa? Devia suka yang mode seperti ini. Yang seperti analog eh speedometer dan RPM gini karena driving Indonesia colot ya. Enggak. Ini balik ke map ya. Ini lebih jelas Indonesia merasa ini RPM dan juga speedometer ini seperti mobil-mobil pada umumnya. Tapi kalau Anda sedang marah, Anda bisa rubah drive mode ke sport jadi merah dia. Atau Anda sedang berasa pintar, Anda bisa rubah jadi smart jadi putih lagi. Atau Anda sedang mengirit-irit karena belum gajian, Anda bisa rubah jadi eko. Jadi warnanya agak sedikit biru-biru hijau gini kayak di Mercy misalnya. Dan kemudian di sini pengaturan arah AC-nya pun sudah lengkap. Oh, tunggu ini salah. Ini ini buat ngatur, buat nge-zoom peta, bukan buat gedein AC. Ini gedein AC-nya di sini. Gedein ee apa? Kipas AC di sini. Kemudian untuk naikin temperatur, climate control di sebelah sini. Oh, maksimal 27. Maksimal 27. Jadi di luar lebih panas dari 27, makanya dia enggak panas. Oh, tapi ah boleh menghilang dinginannya ya. Dia biasanya pakai 21 atau 22. Dan kemudian arah AC-nya ini arah ke kaki ke muka dan lain-lain. Ini semua satu tombol. Jadi, Anda bukan scrolling. Jadi, kalau Anda lagi nyetir mau ke kaki langsung tek balik lagi. Kalau Anda lagi nyetir mau ke muka langsung tek balik lagi. Jadi enggak lama ya. Ibaratnya tombol ini sangat berguna nih. I love how Hyundai still mempertahankan tombol meskipun dia sudah menggunakan layar yang besar seperti ini. Seperti tadi dibilang ini transmisi sepeed dual clutch transmission yang unik. Ada cuman di ada di level compact SUV. Ini unik. sejauh ini driven Indonesia merasa kereta Nline Turbo yang punya ininya apaan lagi dulu Eco Sport ada dulu, tapi Ecosportnya sekarang udah enggak ada. Dan kemudian untuk e nah jikalau Anda sedang mengemudi ini bisa dipindah ke mode S langsung otomatis menjadi mode sport dan tadi ya ini tuas untuk putar-putter drive mode dan traction control rem tangan elektrik tapi juga ada satu hal lagi yang alat pendingin apa ini APB alat pendingin bokong bukan bukan automatic parking brake ya ini juga automatic parking brak kalau kita pindah ke D otomatis Berarti parking bricknya turun. Jadi ini APB beneran. Tapi ini APB yang versi driving Indonesia alat pendingin. Bokong dingin. Dingin. Ayo kita jalan. Penasaran kereta Turbo rasanya gimana? Let's go. Driving impression Hyundai kereta Nline Turbo 2025 DCT. Nih kita lagi ditemani oleh Pak Jason. Halo, sobat Driving Indonesia. Pak Jason dari mana, Pak Jason? Eh, saya dari Hyundai Arista Fluit. Hyundai Arista Fluid, Pak Jason. Iya. Kalau mau cari Hyundai atau kereta turbo ini bisa kontak Pak Jason di sini ya. ya kereta. Kenapa lu kasih gua kereta turbo? Nah, sesuai sama nama lu nih, Om Nah, nama lu kan driving Indonesia. Iya. Jadi, gua harus kasih lu yang field driving-nya tuh paling bagus. Langsung kita kasih line turbo dong. Pecinta driving harusnya driving harus yang turbo. Ya, gua appreciate itu karena dari kemarin sejujurnya gua pengen cari yang kereta turbo yang Nline turbo, tapi di yang lain tuh dapatnya test drive yang Nline yang non turbo. Bukan bilang enggak enak, Nline non turbo enak juga, tapi gua pengen nih ngerasain yang turbonya karena dia turbonya 1500 cc turbo dan dual clutch transmission DCT ya. Nah, tapi gua pengin tahu DCT Dek enak enggak? Enak. Woi, belokan jangan digasong. Tapi yang gua pengin tahu sebenarnya DCT kalau untuk pertama kali nih sebelum kita bahas performance. Oke. DCT itu cenderung endut-endutan sebenarnya. Oke. Ya kan lu tahu kawan itu kan ya kan kayak misalnya di M Cars misalnya atau di Ford Fiesta dulu itu gigi 1 2 3nya tuh pas ngoper endut-endutan. Ini dari gigi dua gua gua mau tahu nih. Tiga. Oh, halus lagi. Empat halus. Enggak berasa biasanya paling enggak minimal ada dek dek gitu. Ini enggak. Oke. Ini rasanya kay matic biasa untuk 2 3 4-nya. Tapi kalau andai kata ini pterar balik ee ya kosong. Andai kata gua pengen tahu dia kalau dari stop. Coba stop. Iya. Berhenti nih kayak misalnya kita macet. Oke. Kosong ya di belakang. Oke. Gigi satu. Ah selip, Bro. Ada sedikit tuh. Nah, ya itu ya itulah itulah namanya karakter DCT. Memang dari gigi satu pada saat kita mau start harus kalau boleh sih sebenarnya kita lepas dulu remnya dia udah jalan baru kita gas. Oke. Heeh. Itu ya itu saran gua kalau misalnya saran D Indonesia. Kalau misalnya sahabat Indonesia ma bawa mobil DCT nih, yang paling enak tuh nih misalnya macet lepas dulu dia akan maju gas. Nah, nah kalau Nah, kalau ini langsung tenaga tuh langsung karena dia udah udah udah connect betul gearbox-nya dengan apa e mesin dengan gearbox dan rodanya tuh udah engage gitu. Kalau enggak seperti itu dia ada slip sedikit. Tapi cuma itu sih setelah itu oper dari satu, kedua, ketiga, keempatnya ini canggih. Canggih ya. Canggih canggih kayak berasa matic tuh empat empat. Lima. Gua mau coba kalau gua jejak ya. 1 2 3. Gua pol. Oh canggih canggih canggih canggih canggih. Iya dia langsung pindah dua tadi. Enggak enggak loncat 432 enggak langsung dua 120. Oke angkat. Wow kencang bro. Enggak salah kan kasih endline turbo? Enggak engak salah ya? Enggak enggak salah. Although that being said gua bisa rasakan turbonya sedikit. Ada sedikit. Jadi pada saat gua gas, dia udah pindah dua mobil udah jengat dikit ada tambahan lagi setelah itu sekitar 1 detik setengah 1 detik setelah itu tambahan lagi gitu ya. Turbo light-nya ada sedikit tapi begitu udah dia udah ngon spol on on boost rewarding banget. Rewarding banget feelnya rewarding. Rewarding sekali. Eh kita coba ke kanan karena ada polisi tidur. Gua pengin tahu suspensinya. Nah, di depan ini ada polisi tidur. Tadi sih gua rasain handlingnya enak, tapi entar gua akan coba lagi. Gua izin ya, entar gua coba bedol ya untuk yang ininya ya. Din mau coba bedol untuk handlingnya juga. Ah, polisi tidur. Oke. Ih, tapi enak loh. Ini yang Driving Indonesia sebut handling-nya itu cukup firm tapi bukan keras. Jadi kalau dih digoyang begitu dia enggak enggak enggak oleng, cukup firm. Jadi kalau misalnya ada gelombang, Anda akan merasakan tapi tanpa menyakiti tulang ekor Anda sama sekali gitu ya. Kita putar balik. Sekali lagi kita ketemu sama polisi tidur tadi. Wih, itu kereta. Itu kereta apa? Itu yang lama. Yang lama ya? Yang lama. Ini kakaknya. Ini ini. Ini adiknya. Itu kakaknya. Oh, itu kakaknya ya? Terbalik. Terbalik. Terbalik. Nah. Ini kita coba lagi di posisi. Nah, seperti yang tadi itu berasa ketika Anda ketemu dengan patahan atau loncatan seperti ini, pantulannya itu masih nah ada apa ya dorongannya itu nyampai ke Anda tapi tidak menyakiti sama sekali. Jadi peredamannya bagus cuma suspensinya sedikit firm. itu shock breaking-nya bagus tapi suspensinya sedikit ke arah menuju firm atau sedikit ke arah menuju keras tanpa menjadi terlalu keras. Oke, tapi biasanya mobil-mobil seperti itu menyenangkan kalau Anda pakai di tikungan. Uh uh. To setir ada sedikit tapi traction controlnya membantu. Uh itu tikungan tadi gua hampir 70. Mantap ya. Uh, mantap mantap. Oh, asiknya kita enggak sampai red line ya. Ini cuman 5,5 RPM-nya kira-kira masih dalam batas jauh di bawah limit mobil ini. Dia redline-nya sampai 6,5 hampir 7.000 R ini benar-benar mobil kalau Anda pecinta otomotif, pecinta eh mengemudi ya, petrol head, driving driving lover gitu, Anda butuh mobil untuk ee bawa sehari-hari anak Anda, keluarga Anda. Dulu mungkin pesaingnya ada nih HRVRS. Betul. HRV yang turbo ya. Sekarang sudah enggak dijual yang turbo itu bisa dibilang seperti bisa dibilang. Dan kalau Anda memang benar-benar petrol head, butuh mobil sehari-hari untuk bawa keluarga Anda, ini sangat boleh dicoba. Em, sebenarnya DCT itu dipakai Hyundai sudah lama ya? Sudah pernah sebelumnya ada DCT di mobil apa? Di mobil Palisate yang diesel. SFE yang diesel. Oh, Palis juga DCT. DCT. Oke. Jadi bukan CVT ya, Palis ya? Oh, mantap. DCT. Jadi ini bukan bukan bukan barang yang baru coba-coba bukan bukan tester ini. Bukan tester ya. Ini udah udah udah berapa kali Hyundai pakai DCT dan memutuskan akhirnya DCT sampai di level kereta. Iya. Jadi ini barang mahal yang akhirnya sampai di level compact SUV. Jadi Anda harus coba dulu nih mobil sebelum memilih Compact SUV berikut Anda. Hah. Satu lagi yang Rev Indonesia mau coba. Om Jin siap-siap hitung ini ya, Om Jin ya di belakang hitung e 0 ke 100-nya. Lu lari ya? Masa gua yang lari? Ini dong kereta turbonya dong yang lari. Balap lari. I siap ya gua pakai S aja. Sport mode. Oh pindah ke dia dulu. Sport mode. Enggak usah pakai manual ya. Jadi enggak terganggu oleh tangan saya. 1 2 start Om Jin 40. 60 80 100 9,6 9,6 tanpa di sleplip start ya. Jadi enggak di enggak di enggak direm terus digas dulu ya. Jadi benar-benar dari rem pindah ke gas aja 9,5 detik kira-kira itu performa yang cukup mencengangkan untuk compact SUV ya. Boleh dibilang kelas leading untuk saat ini. Apalagi dengan tidak adanya HRVRS yang turbo dijual di Indonesia. Ini kelas leading untuk compact SUV. Yakinlah tadi kalau misalnya gua slip start misalnya gua rem dulu brak boost lah brak boost pasti semilan sih pasti sembilan ini di bawah semilan bisa kecil bisa di bawah sembilan dan tapi selain dari akselerasi yang rasanya tadi bisa di bawah 9 detik, ada satu hal lagi yang Ding Indonesia ngerasa mobil ini tuh sangat patut untuk disebut dan Tadi remnya di bawah itu ya kelihatan merah itu ya. Uh, kencang tuh. Wuhu. Wih, mobil ini remnya enak. Mantap. Gila langsung gila asli asli enggak bohong. Gila itu remnya itu tadi kita dari 70 ke nol sebelum driving Indonesia selesai ngomong remnya enak, mobil udah berhenti. Gila, remnya mantapnya ya. Gila beneran je. Beneran je. Serius gua enggak bercanda ini. Kali ini gua sampai nyebut lu nama. Ini mobil untuk komplek SUV PD ngeremnya PD ya. Daripada gasnya gasnya kencang oke, tapi daripada itu yang benar-benar notable buat gua adalah ngeremnya gila berhenti langsung sip ketahan perutnya langsung langsung ketahan perutnya. Gila gila. Jadi ini mobil memang selain dari PD power-nya, tapi Anda ketika berakselerasi pun Anda yakin karena remnya ini salah satu yang Indonesia boleh bilang if not paling enak di kelas compact SUV tapi salah satu yang paling enak di mobil-mobil yang dijual untuk komersil saat ini. Maka untuk mobil-mobil yang umum dijual bukan sport car ya memang untuk mobil-mobil umum dijual ini salah satu yang paling enak. [Tepuk tangan] wajib coba untuk membeli sebelum membeli compact SUV wajib coba kereta Nline Turbo ini. Kalaupun memang yang pengin yang lebih santai dibawanya yang lebih irit boleh juga kereta yang Nline non turbonya tapi tes dulu yang ini juga nih. Kontact Jason nih serius perlu perlu dicoba. Ini mobil spesial bukan mobil biasa-biasa aja. Bukan mobil biasa-biasa aja. Bukan mobil biasa-biasa aja. Oke, kita langsung tes ke jalan tol. Pengen tahu rasanya di jalan tol seperti apa sih kereta Nline Turbo 2025. [Musik] Cus. Nah, sekarang kita sudah berada di jalan tol untuk pengetesan. Eh, sebenarnya bukan performa tadi performa kita tes ini lebih ke ya udahlah gua jejak aja. Pak Jason udah nanggung Pak Jason udah nanggung kita gas dulu aja. Gas dulu aja gas dulu aja tuh dari tadi 80 ke 110 cuma segitu ya. Yes. Nah, makanya ini untuk pecinta performa yang mau kompact SUV. Betul i dulu lawannya ada yaitu si HRVRS. HRVRS menyerah. menghilang dari peredaran yang turbonya. Sekarang yang ada kereta Nline dan memang ganas banget. Edan ngejengkang gua sampai kaget dia sampai ngerem-rem kena tubruk juga dia. Jangan dong kan ada adasnya pasti ngerem. Iya Pak Jan. Jadi ee gini. Oke, nomor satu. Gua mau nanya dulu tadi aktifinnya. Gua sih kira-kira kebayang, cuman tadi gimana aktiinnya ini. Oke, pertama kita harus jalan di atas stabil dulu. Udah stabil dulu. Pencet tombol yang ada gambar mobilnya. Gambar mobil i akan langsung cruise detect cruise control di 74 km/h. Oke, gua bikin 80 ya misalnya udah 80. Dan ini bisa dikombinasi sama lane following assist. Boleh pencet yang lane following ya namanya bukan l bukan line kip ya bukan land dipencet sekali. Nah. Kalau udah hijau artinya mobilnya udah berhasil baca marka jalan nih. Oke, berarti kita harus hidup di kota yang maju. Betul. Harus hidup di kota yang modern. Modern. Di modern. Iya. Ih dia ngebaca mobilnya, Pak. Betul. Selain itu, jarak juga bisa Om atur nih. Iya. Boleh dipencet aja tuh yang gambar mobil sama garis. Nah, ada 1 2 3 4 tig. Oh, iya iya iya iya iya. I I. Ngerem sendiri. Ngerem sendiri. Ngerem sendiri. Ngerem sendiri. Disuruh pegang kendali nih. Suruh pegang kendali. Enggak mau. Nah, di enggak mau. Nanti dia nonaktif. Oh, gitu. Caranya pegang aja dikit. Nah, entar dia baca lagi. Kalau pakai perut, Ben. Engak pakai perut bisa kalau nyampe. Kalau nyampe ya Om Jin bisa, Om Jin ya. Jadi jalan jauh enak ya kita ngobrol gini bisa ya agak sedikit lebih tenang lah. Betul. Wun seharusnya barang mau apa tapi jangan pakai laptop di sini ya. Iya jangan jangan. Ini bukan self driving ya. Yes. Bukan self driving. Lebih ke pembantu aja. Ini akselerasi sendiri dia nih. Akselerasi sendiri sampai ke 80. Kalau mau dibikin 100. 100 bisa juga bisa. Tapi dia ngebaca truk di depan tuh. Betul. Ada gambarnya gitu. Ada gambarnya. Iya iya enak sih maksudnya. Nah kalau bicara soal nah gua matiin dulu ya. Kalau bicara soal Adas memang si Hyundai ini dari dulu paling senter drive Indonesia ngerasa susah ngelawan Hyundai. Ada beberapa merek Jepang nih. Merek Jepang atau Toyot. Toyota itu lumayan ee Adasnya bisa menya Hyundai. Oke, di antaranya Xenix, Donesia ngerasa itu lumayan ee senternya itu dapat banget itu. Tapi Hyundai dari Stargazer memang senternya itu dapat sekali. Ini sayangnya enggak ada belokan. Gua coba ke belokan dikit deh. I coba itu ada belokan dikit ya di depan ya kelihatan ya. Slide ke kanan. Kanan slide ke kanan tuh senternya tuh dapat banget. Ngerem ngerem ngerem ngerem ngerem ngerem takut dipotong. Tapi di rem pun dia enggak berubah tuh senternya tetap cuma di ini mobilnya kok kayak mendekat ke kanan terus. Jadi salah satu ADAS yang paling akurat menurut DF Indonesia adalah di Hyundai untuk line keep assist terutama gitu ya line following assist. Nah, sekarang kalau misalnya kita mau nyetir sendiri, hmm BR Indonesia bilang karena dia ada seven speed, gejalan dut-dutannya ada di low speed sedikit, tapi begitu udah sampai tol enggak enggak berasa ya. Enggak berasa karena eh ini ini smart mode sih ya. Jadi begitu udah smart smart mode itu dia berusaha untuk mencari RPM terendah. Sebagai contoh 100 km/h dia cuma RPM-nya 1000, 1700. Jadi, em di kecepatan segini sama sekali udah enggak berasa nih untuk untuk endut-endutannya gitu ya. Menarik. Nah, tapi pertanyaannya dengan mobil sepowerful ini kedap suara lagi. Kedap suara. Kedap suara banget nih. 100 loh. Gimana dicobanya gimana? Kedap suara lagi untuk level compact SUV. Gua lupa. Kita lagi ngomongin compact SUV. Compact SUV itu marketnya umumnya tidak sekedap suara ini. Oke, ini one of the best lah. Mungkin kalau mau dibilang yang best ya mungkin agak sedikit subjektif tapi ini one of the best untuk kegedapan suara. Tadi pas POV driving juga driving Indonesia udah coba di luar ada suara pembangunan-pembangunan sampai driving Indonesia dua kali tutup pintunya pengin memberi apa ya penekanan bedanya pintu terbuka dengan pintu tertutup gitu. Jadi kedap suaranya ini dua jempol. Dua jempol. Dua jempol untuk satu lagi bisa tiga untuk kompek SUV ya. Kalau kita bandingin sama yang harga-harga lebih mahal ya tentunya harga berbicara lah gitu ya. Tapi ini oke banget. Road noise, wind noise sangat-sangat negligible enggak ada yang menusuk di telinga sama sekali. Bocor di sini enggak ada ya. Mungkin kalau untuk suspensi karena ini mobil Nline, sporty sedikit, jadi ada sedikit terasa ya bantingan-bantingan di tol. Of course itu adalah em drawback dari handlingnya yang enak sebenarnya. Nah, kalau bicara eh fuel consumption, drive Indonesia agak sedikit bingung. Ini dari tadi memang sih kita udah pakai geber-geber, tapi drive Indonesia pakai kombinasi jalan kota dan jalan tolnya. Ini direset tadi di Jakarta Utara pas ngambil mobil ini 10,8 Pak J. 10,8 kombinasinya 10,8 itu enggak termasuk irit sih. Iya. Ya, dalam tunggu bentar. Dalam kotanya berapa? Delapan. Dalam kotanya kurang lebih sekitar 89 9 ya 9 km/l. Kalau luar kotanya tadi D Indonesia dapat sebelum ini 12 sekitar 11,5 sampai 12. Kenapa begitu, Pak Jason? Karena kalau misalnya Omni butuh mobil yang irit, ambilnya Nline non turbo. Karena ini dikhususkan buat performa, Om. Iya, iya sih ya. Ini ini gila sih. Ini gila sih. Ini gila sih untuk compact SUV. Ini gila sih. Oke. Berarti kalau yang non turbo lebih irit dari ini berarti ya. Pasti jauh ya. Dan dia CVT ya. Jauh dan dia IVT berarti. IVT. Intelligence variable transmission. Intelligence variable transmission itu bukan cuma nama-nama dari Hyundai doang. Bukan. Memang sistemnya mirip CVT ya. Betul. Sistem yang e CVT dan IVT gunakan itu sama tapi material yang kita pakai itu beda. Apa tuh? Kalau CT kan mungkin kita tahu dia pakai belt karet. Oke. Sehingga ada berasa delay atau lag yang kalau kita lagi nyetir kita injak gas itu berasa ada delay. Oke. Di IVT itu sangat minim. Oh. Lebih dia materialnya apa? baja, baja, baja. Oke. Jadi, jadi pastinya lebih durable dan juga untuk em tenaganya jauh lebih tersalurkan dengan baiklah, responnya lebih cepat lah. Ya, mungkin sebenarnya enggak semua CVT juga dengan bahan-bahan yang enggak enggak kuat sebenarnya. Ada juga yang dari baja. Cuman intinya dari Hyundai lebih menjamin bahwa memang materialnya baja lebih kuat, lebih kuat, lebih durable, dan juga tenaganya lebih cepat. Lebih cepat lebih cepat, responsif. Oke, oke, oke. Jadi lebih irit. Tapi ini 11 juga sih. 11 juga ya. 11 juga akhirnya berarti mesti bayar tol dulu. Hampi bayar tol. Bayar tol dulu berarti ya. Tapi umum umum ngomongnya tadi 10,8 kombinasi ee untuk dalam kotanya sekitar 859 km/l. Sedangkan luar kotanya tadi Donesia dapat 12,2 km/l. Kalau mau lebih irit tadi seperti Pak Jason bilang, Pak Jason dari Hyundai Arista Fluid. Arista Fluid boleh pilih yang kereta Nline non turbo. Itu sama semua ya, Pak ya? Semua fitur kosmetik sama persis. Sama persis kecuali mesin dan juga transmisi. Oke ya. Siap. Siap. Siap. Ah, sekarang kita bicara bisnis dengan Pak Jason dari Hyundai Arista Fluid. Iya, Pak. Kalau sahabat D Indonesia ingin mencoba si iconic compact SUV ini, Compact SUV yang jujur Indonesia ngerasa ini salah satu kompact SUV yang spesial ini bisa diperoleh dengan harga berapa, Pak Jason untuk OTR kita? OTR Jakarta ya. Weh, gua ngablang. Entar dulu tunggu gua ngablang. Salah nih Mus pakai ini dulu gua nih. Nyalain dulu. Nyalain dulu. Nyalain dulu. Nyalain dulu. Nah, biar dia baca. Nah, udah tenang tenang. Gimana untuk OTR Jakarta? Untuk OTR Jakarta nih, Sobat Driving Indonesia. Heeh. Untuk kereta Nline Turbo, I kita kasih harga 507 untuk OT Jakarta. 507 OTR Jakarta. Dan ada tambahan kalau memang mau tutone color itu Rp3 juta. Oke. Ini ini twoon yang ini ya. Seperti yang sobat Driving Indonesia lihat ini twoon namanya Shadow Grey Ton. Oke. Kalau yang enggak turbo. Kalau yang non turbo lebih murah berapa? Di Rp460.500. Rp460.500. Iya. Kalau gua mau yang turbo tapi harganya mepet sama yang enggak turbo, gimana? Bisa dong. Ah, serius loh? Bisa dong. Hah? Serius? Gua bercanda maksudnya bisa. Bisa banget. Oke. Benar-benar bisa banget. Jadi ini dengan diskon harganya bisa mepet sama yang non turbo. Sama yang non turbo. Oh, jadi sebenarnya tinggal sahabat Indonesia maunya yang mana ya? Maunya yang performa atau mau yang irit ya ibaratnya ya? Iya iya iya. I. Berarti lu bisa berani kasih diskon berapa? 30 lebih. 30-an. Oh my god. Y sahabat Indonesia. Kalau Sahabat R Indonesia mau untuk mencari Hyundai apapun, model apapun termasuk si kereta Nline Turbo ini dengan harga yang mepet tadi Pak Jason dengan betul mepet dengan yang non turbo. Non turbo line non turbo. Bisa kontak Pak Jason dari Hyundai Arisa Fluid di nomor bawah ini. Instagramnya pun kita masukin di sini deh. Bonus deh buat Pak Jason deh. Mukanya saya. Iya iya mukanya. Oke, sahabat Indonesia silakan kontak Pak Jason di bawah ini. Nah, sahabat rev Indonesia itu dia tadi Hyundai kereta facelift and line turbo. Benar-benar spesial ya. Hyundai membawa mesin turbo dengan dual class transmission ke kelas compact SUV dengan harga yang relatif masih terjangkau. Sekian yang bisa disampaikan Dragon Indonesia terkait dengan Keta Nline Turbo ini. Apabila sahabat yang menyukai video ini, mohon jangan lupa untuk tekan jempol ke atas. Subscribe ke channel Driving Indonesia juga apabila belum dan follow juga Instagram Drive Indonesia apabila belum. Tinggalkan komentar di bawah ini apabila ada kritik, saran, pertanyaan, atau sekedar ingin bincang-bincang dengan Driving Indonesia dan sahabat driving Indonesia yang lain terkait dengan otomotif. Sekali lagi terima kasih Anda sudah menonton dan sampai jumpa di video-video berikutnya. Dadah. Yeah.
