Jungkat

POV REVIEW | MITSUBISHI DESTINATOR 1.5 TURBO CVT 2025 | TAMPARAN KERAS!! 🔥 | New Car Test Drive (YouTube Video)

  • 25/07/2025

SUV seater panoramic sunroof. Adasnya pakai radar sama kamera. Mesin turbo kencang dan irit. Jangan beli mobil Anda berikutnya sebelum cek si Mitsubishi Destinator ini. Sahabat Indonesia, ini adalah Mitsubishi Destinator Ultimate 2025. Produk terbaru dari Mitsubishi yang menggemparkan pasar SUV di Indonesia. Langsung aja kita starter. Sebelumnya kami ucapkan terima kasih kepada Pak William dari Mitsubishi Sun Motor Cibubur yang telah menyediakan kesempatan untuk Driving Indonesia mer-review Mitsubishi Destinator Ultimate 2025 ini. Jangan lupa untuk kontak Pak William untuk tanya-tanya soal Destinator ya. Dan terserah lu mau bilang apa kalau menurut Traffic Indonesia ini kelasnya adalah SUV menengah atau medium SUV. Kenapa demikian? Ini mobil gede, panjangnya hampir 4,7 m dan lebarnya 1,84 m. Jadi ini hanya selisih 1 cm dari Innova Zenix ya. Makanya dari Indonesia bilang ini adalah medium SUV. Lawan mainnya itu adalah CRV Turbo kira-kira. Tapi harganya ini diprediksi hampir setengahnya. Jadi jauh bedanya dengan rival-rivalnya dari Jepang. Oke, secara eksterior desain mungkin rumor yang beredar katanya si Mitsubishi Destinator ini adalah XForce Pro Max digedein gitu katanya ya. Jadi Xce dibikin seven seater SUV tapi itu tidak sepenuhnya benar. Nomor satu memang desain eksterior depannya ini, pront bumpernya ini sebenarnya berbeda dari XFce. Lihat lekukan-lekukannya ini lampunya sedikit lebih kecil daripada Xforce dan juga bentuk grillnya ini lebih mengkotak ya. Sedangkan si XC itu lebih kayak he gitu ya, apa namanya? Trapezium. Kenapa gua hafal? Karena di situ ada XOR. That being said, memang desain lampu depannya ini menggunakan T-sape yang model kayak bumerang-bumerang gini ya kalau Indonesia bilang ya. Dan ini adalah front fasia bahasa yang akan dipakai Mitsubishi untuk mobil-mobil ke depannya. Untuk lampu perlampuan tentunya si Destinator Ultimate ini sudah mendapatkan lampu LED ya, by beam LED. Jadi di sana ada lampu tembak dan lampu biasanya pun juga LED. Serta mendapatkan tipe ultimate ini mendapatkan DRL LED dan fog lamp. Fog lamp-nya tidak sengumpet di XF. Ini lebih menonjol ya, lebih keluar dan tentunya menyapu jalan dengan baik. Dan ini juga sudah mendapatkan fog lamp yang LED di tipe ultimate dan exitnya ya. Jangan lupa juga untuk bagian depan sini di depan ada kamera untuk ADAS ya untuk Diamond Sense-nya. Tapi bukan cuman kamera, di sini juga ada front radar dan ADAS yang ini enggak akan ditipu oleh kupu-kupu lagi lewat. Desain sampingnya nih agak bongkok-bongkok begini ya, tapi tetap original tanpa menjadi mirip-mirip SUV merek lain. Di atas sini ada semacam ledge untuk roof rail untuk masang roof rail. Di atas sini ya, ada covernya dan di samping ini mendapatkan desain L e kaca yang sebenarnya terpisah. Pill AB C-nya ini besar sekali. Tapi dengan penggunaan e garnish piano black begini, jadi terlihat nyambung dari depan ke belakang sampai ke kaca belakang sana. modern ya melengkapi desain e T-shape yang lampu depan dan lampu belakangnya pakai untuk menjadi pasia masa depannya si Mitsubishi ini. Arnish ini kalau menurut L Indonesia ini ada fin-finarnya ada fungsinya juga tapi nanti mesti dicek kalau kita udah sempat full review. Harusnya Fin-Fin itu bisa mengurangi suara Win Noise di dekat pintu belakang sana. Dan kemudian di samping sini di di bawah spionnya tetap ada e kamera di sini untuk melengkapi ADAS dari si Destinator ini yang memiliki fitur kamera 360 clading di bawah sini juga kesannya 3D banget yaok gitu dalam terus keluar lagi gini ini seperti untuk pelindung kalau misalnya lagi offroad-offan ringan ketemu ranting-ranting di sana misalnya atau batu dan kemudian untuk velk pelekan tipe ultimate-nya mendapatkan veleg dual ton begini silver super polish dan hitam paduan warnanya. Ukuran ring 18 dengan ukuran ban 2255 R18 cukup besar ya. Dan bukan hanya itu, Destinator Ultimate juga sudah mendapatkan dis brake cakram untuk keempat rodanya. Jadi ini adalah roda belakang ya. Kalau bicara bagian belakang memang tidak salah kalau dibilang ini adalah XForce yang agak sedikit besar gitu ya. Agak sedikit udah latihan nge-gym. Kenapa? Karena memang lampunya kalau dibilang XForce memang paling mirip itu lampu belakangnya menurut Indonesia. Desain belakangnya ini masih mirip-mirip dengan XC yang memiliki eh pading-flading bawah ini berbentuk seperti after burner jet gitu ya, jet tempur gitu ya. Tapi di eh em destinator ultimate ini bentuk bomkoknya ini lebih tegak daripada X karena ini adalah SUV 7 seater. Jadi ada headro di atas sini. Di atas sana ada shin antena, lampu rem start brake light, kemudian juga lampunya ini sudah full LED ya untuk lampu rem dan lampu senja serta lampu seninnya. Serta untuk lampu mundurnya pun di sini kecil ya, sudah LED. Bagian bawah sana ada kamera untuk melengkapi kamera mundur dan kamera 360-nya serta ada sensor-sensor di sini untuk rear cross traffic alert. Jadi kalau tiba-tiba ada motor lewat, pas Anda lagi mundur dia akan ngrem sendiri. Now untuk dapur pacu, this is where it's at. 4B40 1500 cc turbo ini Gen 2 karena dia e powernya lebih gede daripada 4B40 ketika dipasang di Eclipse Cross. Menarik ya di seven seater SUV medium SUV dia menggunakan charge cooler gitu ya. Jadi kayak intercooler tapi water cool dialiri oleh air radiator untuk pendinginannya. 4 ini di destinator menghasilkan tenaga 163 horsepower di 5000 rpm dan torsi get 250 Nm di RPM 2500 torsinya sampai 4000 rpm makanya dibilang ini mobil bersaing juga dengan seperti kelas-kelas CRV turbo. Kemudian tenaga besar tersebut dialirkan ke transmisi CVT tapi bukan CVT yang punya XAnder atau Xander Cross ya. Ini inx 3 yang penyempurnaan dari Eclipse Cross punya CVT. Kemudian dialirkan tenaganya ke roda depan sana. Jangan khawatir meleset-meleset karena Destinator ini punya AYC yang bisa mengalirkan tenaga secara independen ke roda depan kiri maupun kanan tergantung mana yang punya traksi kalau misalnya Anda berada di tanjakan licin atau di jalan licin. Dan EYC-nya ini bisa diatur drive mode-nya bisa diatur mode normal, mode basah, mode gravel, tarmak, dan jika Anda berada di lumpur. Nah, ini adalah kursi bosnya si Destinator Ultimate dan kita ada alat peraga di sini. Peraga ini tingginya berapa? 181. 181 cm, Bos. Besar mobil ini cocok juga untuk bos besar karena posisi duduknya, look at that. Ini depan posisi tadi Indonesia mengemudi ya, 176 cm. Ini posisi duduk Om Jing 181 cm. Makanya dibilang ini mobil medium SUV gede. Ini masih sisa berapa jari nih? Empat jari di kursi depan ee leg room-nya ya. E n-nya leom masih bisa masuk. Heeh. Dan kemudian untuk kepalanya walaupun ini ada sunroof panoramik. Sunroof panoramik ini Om Jin tambahin lagi Om Jin dua jari Om Jin di atas masih bisa masuk ee tujuh jari lan. di tujuh jari ke atas kepala Om Jin. Jadi ini lega banget untuk posisi duduk Om Jin 1 sampai 1 cm. Tapi bukan cuma itu. Fiturnya di depan banyak sih. Di depan banyak entar gua bahas. Tapi ini dulu di tengahnya ini juga fiturnya gokil. Nomor satu ini benar-benar dikhususkan untuk posisi duduk si bos ya. Ini kursi ini kursi tengah sebenarnya kursi seven seater. Kursi tengah row tig tiga headr tapi bisa dilipat menjadi hand rest. menjadi amr semi ini kapten seat jadi semacam semi captain seat dan ini posisi amresnya tidak nyender sampai bawah ya jadi posisinya benar-benar kayak duduk di sofa dan kemudian di situ ada meja yang rasanya ini ini rasanya kokoh bukan cici. Oh bukan kokoh maksudnya kokoh berasanya nih buat naruh laptop, naruh tab misalnya atau naruh makanan di sini kuat ya walaupun ada sedikit oh ini. Oh, ini dilipat buat naruh. Terus ini kalau gini lu bisa gantung sesuatu buat ngegantung ee misalnya Iya. Belanjaan ini kantong belanjaan atau botol minum anak gitu ya. Oh, masih kurang dingin mah. Tinggal di di sini juga pengaturan AC-nya ini digital. Jadi bukan cuma di depan doang pengaturan digitalnya. Dan AC-nya ini sampai ke baris tiga enggak ya? Ada. Ada sampai ke baris ketiga di belakang sana. Jadi benar-benar mobil keluarga yang cocok untuk Anda pertimbangkan nih ya untuk mobil berikutnya Anda. Dan kalau itu belum membuat Anda yakin, lihat ini 181 cm tadi kita pindah ke baris ketiga. Wah, masih muat. Ee ini masih muat satu jari tapi nge-pres ya. Dan kaki di sana masih bisa masuk. Enaknya ini lebar, cuy. Oh, kursinya iya ini. Jadi benar-benar full size dua human di belakang sini ya. Betul. Eh, kepala gimana, Om Jin? Masih sisa berapa? Masih ada satu lah. Dua jari. Satu jari. E, jadi untuk ukuran 181 cm sebesar sansak semen yang satu ini masih bisa muat di destinator baris ketiga against seven seater. Kalau Indonesia bilang SUV menengah, makanya cocok ini buttuk bawa keluarga satu keluarga tujuh orang bahkan yang segede 180 cm di belakang baris ketiga sini pun. Dan untuk bagasinya karena ini destinator ultimate ya memang ini masih menggunakan power tangan. Kalau yang elektrik itu adalah diinator ultimate yang premium. Hah. Tuh kan masih muat. Kaki masih bisa gerak kan? Masih bisa. Ada AC. Oh iya AC di atas sana. Dengan posisi duduk seven seater seperti ini, di belakang sini masih ada sisa ruangan untuk Anda menara koper masih kira-kira dua jengkal ee 1,75 jengkal drive Indonesia. Satu jengkal dri Indonesia adalah kira-kira 23 cm. Jadi kalau ini ke sini kira-kira sekitar 40 bayangan drif Indonesia ya. Dan ini ruang ke bagasinya kalau ini di tutup tuh masih gede ya. Jadi ini kalau koper ditaruh melintang begini masih bisa muat mungkin dua sampai sini. Tidak lupa juga di bawah sini ada ruang penyimpanan rahasia. Jadi kalau Anda bawa laptop, Anda bawa tab atau perhiasan, uang bisa ditaruh di bawah sini. Dan kemudian kalau Anda bawa ee stroller anak misalnya atau tas golf, ini bisa dilipat. Oh, lipatnya model ini enggak, Om Jin? sama kayak spider enggak perlu enggak perlu kayak Pajero ini one touch tumble langsung rata rata sampai depan bisa buat L Indonesia pindah ke kursi depan oke kita sekarang sudah di kursi depan sambil nyetir langsung karena ini adalah review first impression ya jadi waktu kita pendek dan kita ditemani oleh Pak Erwin. Pak Erwin ini salah satu asistennya Pak William ya di Sunmotor e Mitsubishi Sunmotor Cibobur. Ya, jadi ini kita ada di Mitsubishi Destinator yang tadi yang tipe Ultimate 2025 CVT dan first impression driv Indonesia hm empuk-empuknya sudah jauh lebih banyak daripada X. Iya. Atas ini memang masih keras tapi other than that ya kapan sih tangan kita nyampai situ ya kan jarang kan tangan kita banyakan di sini ya. Jadi layout-nya memang agak sedikit mirip dengan XForce, tapi sudah lebih banyak material soft touch kulit premium nih ya. Betul sekali sampai ke hand rest juga premium ya. Other than that, ini masih mendapatkan untuk yang ultimate ya. Ultimate mendapatkan multimedia 12,3 inci dengan eh multimeter seperti ini yang ada aec counter, steering, traction control, terus apa lagi nih, Pak? Ini kita bisa rubah ke mode mode apa nih? mode pesawat mode avionix. Avionix. Avionix. Oke. Oke. Jadi kalau dipers jadi mode ikan ya. Jadi mode akuarium. Kalau jadi bisa lengkap melihat dari pengereman coolent-nya berapa, injection-nya juga ternyata lengkap semua dari sini semuanya. Eh akselerasi busnya, tya, semuanya. Asli gua enggak sadar. Iya. Wuh. Oh 15 psi langsung di situ. Oh g. Ini masih mode normal. Oke, kita masih ada pakai mode Tarmax lagi nanti. Tarmax itu nanti. Oke, kita coba ya. Berarti Tarmax. Oh, jadi di sini lengkap. Jadi kayak pesawat tapi sebenarnya agak mirip. Kita mana? Muar balik. Kita muter balik. Ini agak mirip sama zaman dulu. Pajero. Pajero. Pajero Vandom tuh ada e multimeternya di atas tapi analog ini digital gini. Keren, keren, keren. Ini kita putar ya, putar balik ya. tentunya multimedia dari si Mitsubishi Destinator Ultimate ini juga lengkap ya dari layar multimedia yang 12,3 inci ini besar banget ya. Ini bisa meng-connect kepada Android Auto dan Apple CarPlay secara wireless kepada smartphone Anda. Kemudian layar mid di Mitsubishi Destinator ini juga sebenarnya mungkin unit yang mirip dengan yang ada di Pajero Sport tapi ini bisa menampilkan AEC level ya. Jadi, Anda bisa melihat langsung seberapa besar pengaruh AYC-nya yang sedang terjadi di roda depan kiri atau kanan Anda. Dan Anda bisa tahu yang mana yang sedang punya traksi atau kehilangan traksi. Terus gua boleh injek gas ya? Karena sahabat Indonesia pasti mau tahu mesin 4B40 turbo chargnya 163 horsepow tuh feel-nya seperti apa? Tunggu gua planning ini. Kita lewat normal dulu ya. Iya. Kita lewat mana? Terus kita normal. Oke, gas dulu ya. lewatin cumi. Uh, ganas. Wuh, 90 hampir eh responsif. CVT-nya itu responsif sekali. Jadi, begitu kita tambah gas berasanya padat tuh cepat. Padahal ini mobil adalah mobil turbo. Turbo 15 turbo 1500. Kita sempat berekspektasi ada sedikit turbo tapi ini minim lah. Tadi gimana, Pak, kalau kita ganti ke tarmax akan lebih responsif dia. Lebih responsif lagi. Oke, caranya adalah kita ganti di sini. Bawah. Betul sekali. Terus Starmax. Oke. Oke. Sebentar kita coba, Mas balik. Oh, oke. Injek gasnya juga lebih enteng sedikit. Oh, gitu. Jadi semacam tarmax ini semacam sport mode-nya dia ya. Boleh. Ah, kalau di tipe yang Oh, ada ada DS juga tapi. Betul juga ada. Ada. Kita coba ya. Kita ke mana nih, Pak? Kita muter sini aja dulu. Muar sini lagi. Kita muter lagi. Boleh m ya. Oke, nih kita sambil tarmic mode DS untuk destinator 163 horsepow 15 turbo. Ini 1 2 jeak. 40 60 70 80 cukup dan remnya remnya ini oh 80 ke 15 ini empat dis cakram ya cakram 4 e 44 cc ya double dis depan dan belakang cakram menarik oh iya benar kalau di tarmax dan juga DS respon gasnya tuh kayak lu ngangkat lu jejek lagi dia langsung dorong lag jadi enggak ada jeda untuk em anda nge-10 ulang nunggu CVT-nya gigit lagi. Tuh itu ditambah tuh lepas gas tambah lagi tuh lepas gas tambah lagi tuh tuh malah nambah dia malah oh menarik menarik menarik nah lain daripada itu yang Indonesia rasakan dari tadi ini sebenarnya kekedapan suaranya kekedapan oh itu du du nyendet-nyendet jadinya gua pakai pakai tarm terus normals oke lain daripada itu yang Indonesia rasakan dari tadi itu NVH sebenarnya bantingannya tadi Dinonesia berharap kalau misalnya kena kena ee jalanan agak patah gitu ya tadi ya sempat agak deg-degan nih kena apa gerak-gerak apa enggak nih ternyata tidak dan juga untuk kekedapan suaranya oke kekedapan suaranya ini dari tadi kita sempat review di interior di luar itu ada orang ngobrol juga orang orang lagi nanya-nanya nih soal e destinator seperti itu. Tapi tetap masih bisa review ngobrol dengan baik. Kita putar balik lagi Pak ya. Lagi. Sekali lagi kita coba lagi. Jadi itu yang D Indonesia cukup kaget di destinator ini. Ternyata memang ee boleh dibilang ini SUV menengah lah ya, Pak ya. SUV menengah 7 seater dengan fitur-fitur panoramic sunroofnya belum dibuka tadi. Belum semua. Belum full dan juga kekedapan suara serta mesin yang bertenaga seperti memang layaknya pada medium SUV ini juga ada ini, Pak. Ya. E apa namanya? Cruise control adaptif. Cru ada. Ada. Ada gimana nih? Itu ini. Iya ini. Oke. Kita tinggal set aja mau di ke berapa. Tunggu nyalainnya. Set ke bawah dia di atas 30 ya. Boleh nah. Igas adaptif cruise control. Kita coba dekatin ke depan kita lepas gas 50. Aduh motor lawan arah ngeri banget. Kita dekat depan sama mobil depan kan. Ah, ini cruise control di 40. Nah, dia memelan karena dia membaca di depan ada mobil. Uh, langsung ngerem. Langsung ngerem karena motornya tiba-tiba ngerem mendadak. Motornya tiba-tiba memotong dia. Dia kaget. Oke. Oke. Itu jadi itu ya ada ADAS-nya di situ. ACC dan juga emergency breaking untuk e si destinator ini memang sayangnya Oh, tapi blind spot sudah ada ya? sudah ada BL dan kamera 360 tadi. Cuman sayangnya memang belum punya land keepip assist untuk di destinator ini. Well, well, plus minus it's nice to have. Saya sendiri pribadi enggak terlalu terganggu tanpa adanya lan assist. Karena di Indonesia jalanannya seperti ini kadang-kadang tidak ada garis mark, enggak ada garis marknya. Kadang-kadang seperti itu. Tapi it's nice to have kalau sering jalan jauh. Semoga ke depannya mungkin ada ditambahkan gitu ya. Hah, menarik nih destinator. Nah, kalau e kita jalan pulang ke arah mana nih, Pak? Arah putar balik lagi. Putar balik terus kiri ya berarti ya. Nah, kalau soal bicara BBM, H penggunaan konsumsi BBM, Drive Indonesia memang kan belum bisa nih ngetes. Tapi yang Drive Indonesia tahu dari berapa media kemarin bahas-bahas ada jalan jauh juga menuju ke Ckuit Sentul kalau enggak salah Mitsubishi ramai-ramai ya itu didapat angkanya sekitar 14,3 km. sampai 15 kemarin sampai 15 berarti jadi 14 sampai 15 km/l untuk penggunaan kombinasi which is ya smackbang in the middle of men kira-kira sekitaran Zenix sekitaran Zenix Hybrid kira-kira ya 1516 kalau D Indonesia dapatnya kira-kira segitu ini 1415ul tapi dia turbo charge. Turbo charge dan ee menurut Donesia ini akan cenderung irit mobil ini karena dia Edkinson Cycle mesinnya gitu ya. Ya, sahabat Dia ini menarik banget. Destinator seperti tesia bilang, jangan beli mobil Anda yang berikutnya sebelum ngecek destinator ini. Mitsubishi Destinator ini gebrakan banget. Dan kalau Sahat Indonesia ini benar ya, ini opini pribadi driving Indonesia bukan dibayar. Ini adalah opini pribadi. Cek langsung destinator boleh tanya-tanya langsung ke Pak William dari Mitsubishi Sunmotor Cibubur. Nomornya di sini dan harganya pun menarik. Langsung hubungi Pak William untuk tes destinator ini sebelum Anda memilih mobil Anda berikutnya. Nah, ternyata untuk harga sendiri si Mitsubishi Destinator ini info dari Pak William sudah boleh diinfokan ke publik oleh drive Indonesia. Jadi langsung aja kita sebutkan bahwa si Mitsubishi Destinator Ultimate ini harganya adalah pem Rp465 juta sebelum 30 September 2025. Yes, itu adalah special price untuk para pembeli awal-awal Mitsubishi Dinator. Dan dengan harga spesial price tersebut, tipe terendah dari Destinator yaitu GLS. Bahkan bisa Anda peroleh dengan harga Rp385 juta saja. Asli gokil. Draging Indonesia jujur terkejut mendengar harga si Mitsubishi Destinator ini. Dan dengan mesin 1500 cc turbo, kenyamanan serta ukuran dan keluasan dari SUV menengah. Terserah Anda mau percaya ini SUV menengah atau enggak, tapi menurut Revonia ini SUV menengah dan juga kemudian fitur-fiturnya yang adasnya cukup lengkap. Kemudian ada panoramic sunroof dan fitur-fitur lainnya lah ya dari si Mitsuishi Dessinator ini. Ini beneran adalah manuver senjata andalan karpet bom dari Mitsubishi. Menurut driving Indonesia ini adalah mobil seven seater SUV yang akan mengganggu kelas-kelas lainnya juga. Baik itu mau dibilang SUV menengah, low SUV, kemudian kelas MPV, kelas compact SUV, bahkan sampai kelas mini SUV pun menurut LE Indonesia akan terganggu oleh keberadaan si Destinator ini. Benar-benar produk yang menggebra pasar Indonesia. Jadi sekali lagi Drive Indonesia katakan jangan beli mobil Anda berikutnya sebelum Anda melihat dan mentest drive si Mitsubishi Destinator ini. Sekian yang bisa disampaikan oleh Donesia terkait dengan Mitsubishi Destinator ini. Apabila Anda menyukai video ini, jangan lupa untuk tekan jembol ke atas. Subscribe ke channel Driven Indonesia apabila belum. Follow juga Instagram Drive Indonesia apabila belum. Tinggalkan komentar di bawah ini apabila ada pertanyaan tentang bisu-bisinator atau ingin berbincang-bincang terkait dengan otomotif pada umumnya. Sekali lagi terima kasih yang sudah menonton dan sampai jumpa di video-video berikutnya. Dadah.

Lihat di YouTube