POV REVIEW | MITSUBISHI DESTINATOR ULTIMATE 1.5T CVT | BOROS? 🤔 KENCANG? NYAMAN? | Tour & Test Drive (YouTube Video)
Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga. Mitsubishi Destinator Ultimate Premium 2025 ini bisa kita bawa jalan jauh sekarang. Dan Rev Indonesia penasaran banget gimana sih rasa akselerasinya, handling-nya kalau dipakai jalan jauh atau enak enggak dia di tol. sama nomor satu juga yang mau ditanyakan betapa irit atau borosnya mobil ini. Oke, langsung saja kita start mesin 1500 cc turbo dari si Mitsubishi Destinator Ultimate Premium ini. Sebelumnya kami ucapkan terima kasih kepada Pak William dari Mitsubishi Sun Motor Cibubur yang telah menyediakan kesempatan untuk driving Indonesia me-review Mitsubishi Destinator Ultimate 2025 ini. Jangan lupa untuk kontak Pak William untuk tanya-tanya soal destinator. Ya, sahabat R Indonesia, review ini adalah review lengkap, pelengkap dari review destinator Ultimate yang ada di sini ya. Jadi sebelumnya kita udah pernah review yang destinator Ultimate ini tipe yang ultimate premiumnya. Dan secara eksterior luarnya overall memang tipe ultimate dan tipe ultimate premium tidak ada perbedaan berarti. secara bongsor-bongsornya sama velegnya tetap sama ring 18 itu slit yang di kanan itu yang penghilang suara desing di jalan tol nanti kita akan rasakan ya itu tetap ada dan lampu tetap by beam LED ada radar di sana dan juga kamera untuk melengkapi diamond sense adasnya dari si destinator Ultimate Premium ini semua lengkaplah sampai lampu sein yang DRL ini mengganti jadi LED juga sama ke kamera 360 yang di samping sini ya, kamera spion juga cling-kading bawah ultimate dan premium. Oh ya, sama fog lamp yang ada di bawah sana semua masih sama ya. Untuk pokoknya desain eksterior depan ke samping ini tidak ada perbedaan berarti antara ultimate dan premium. Mitsubishi Destinator Ultimate Premium dibekali juga dengan mesin 4B40 turbo charge ya 1500 cc dan ini Gen 2 masih sama ya dengan destator ultimate yang kita bahas di video sebelumnya. Dan 4B40 Turbo Charge 1500 cc ini menghasilkan tenaga 163 horsepow di 5000 rpm dan torsi maksimal 250 Nm dari RPM 2000 sampai 4000 rpm. Jadi torsinya itu plateo ya. Tenaga yang cukup besar tersebut disalurkan dengan transmisi continuus variable transmission atau CVT kepada roda depan si destinator Ultimate Premium. Yang menariknya lagi mobil ini juga bisa menggunakan oktan 90 dikala terpaksa. Namun memang tetap dianjurkan menggunakan minimal oktan 95 ya. Namun demikian, di bagian belakang ini ada perbedaan yang cukup berarti meskipun bukan secara kasat mata eksterior ya, tetap seat spoiler yang sama keding yang di bawah yang kayak jet fighter di situ tulisan ultimate dan ada tulisan destinator di situ ya. Tapi untuk yang tipe ultimate premium ini tailgate-nya elektrik. Jadi buka tutupnya melalui tombol di situ dan juga menutupnya ada tombol di sini atau menggunakan tombol pada remote juga bisa. Sama ada satu lagi bagasinya bisa dibuka juga melalui kick sensor. Tapi memang kadang-kadang ngesin coba. Ayo. Tadi kita udah coba bisa kan? Iya. Sampai bisa pokoknya. [Musik] A few moms later. Nah, akhirnya agak ngeselin memang nyarinya somewhere around di sebelah antara di depan plat F atau B-nya ini ya dekat dekat-dekat sensor itu ya Indonesia dapat. Aduh. Ya, kalau udah dibuka ini bagasinya cukup gede sampai belakang sini. E tadi kita coba bahkan kalau kita taruh nih ransel dengan posisi rebahan begini ya, posisi memanjang itu masih muat. Jadi of course kalau Anda taruh koper kecil di posisi belakang sini masih bisa beberapa satu tumpuk kemudian di atasnya ditaruh psel lagi ya. Di bawah sini juga ada oh ini ini aksesoris ya dan ini tidak murah. Di bawah sini juga ada ee tempat penyimpanan rahasia. Dan kalau misalnya Anda mau membawa barang yang besar juga ini bisa dilipat dengan mudah yaitu hanya menggunakan satu tangan Anda saja langsung menjadi rata ya. Tapi ini sama di ultimate pun sama eh premium dan ultimate premium tetap bisa dilipat dengan satu tangan rata begitu. Kita langsung masuk ke bagian interior karena di situ juga ada perbedaan-perbedaannya. Yah, sudah nutup ya. Kita masuk ke bagian kursi belakang dan kursi tengah maksudnya kursi bos di sini dari si Mitsubishi destinator Ultimate Premium. Karena kalau Anda pakai destinator ultimate Premium belum tentu Anda biasa ee belum tentu Anda setiap hari berada di kursi depan sana. Walaupun kursi yang terikmat menurut Rev Indonesia memang tetap di situ karena pedal gasnya itu menarik. Oke, di kursi belakang sini Anda mendapatkan sebenarnya sama ya dengan yang ultimate kemarin ya, sudah dibahas dengan Om Jin kursi belakang ini mendapatkan kulit premium yang eh up market ya, cukup up market bahan-bahannya ini seperti di hmm kalau boleh dibilang menuju ke arah Pajero nih. Seperti di Pajero Sport nih kulit-kulitnya ini ya. Dan hah ini drive Indonesia baru. Okelah gua review dulu deh. Dri sendiri deh dengan posisi bos ini. Di sini ada eh armres. Amrestnya mana nih ya? Narik sini ya. Iya ada amres yang ini kokoh. Kemarin kita sudah bahas dengan Om Jin di yang review Ultimate ini tidak ngempleh gitu loh. Ini berasa eh kayak sofa. penempatan tangannya tuh berasa firm dan kayak sofa gitu. Dan kalau misalnya Anda buka meja ini, meja yang seperti kemarin kita bilang juga ini kokoh bukan cici gitu, maka ketika Anda duduk di belakang sini ini posisi yang ready untuk Anda ngetik kerja misalnya ataupun makan. Cuman memang di posisi belakang sini ininya sedikit lebih rendah yang handr sebelah kiri daripada handr sebelah kanan. Jadi ini ya, tangan kita posisi. Nah, segitu. Ee mengganggu enggak? Tidak juga sih. Tidak juga sih. Ee ketika Anda mengetik di sini masih masih cukup tinggi yang ini ya. E yang siku sebelah kiri ya. Jadi tetap masih e ergonomis untuk Anda bekerja di belakang sini ataupun Anda menikmati santap siang misalnya di istirahat e di istirahat siang Anda. Yang bagus di sini ada dua mejanya dengan posisi duduk yang kira-kira sama di depan sini eh di tengah sini ya. Kemudian apalagi? Posisi duduknya tidak klaustrofobik karena ini ada eh panoramic sunroof yang sampai ke belakang dan juga untuk headroom-nya karena ada panoramic sunroof. Apakah berkurang? Eh, Drive Indonesia dengan tinggi 176 cm masih memiliki ruang jari, ruang kepala tujuh jari ke atas sana. Kaki masih bisa masuk dan untuk ruang kaki masih sisa lima jari ke meja ini ya. Jadi masih jauh enggak akan mentok ke meja karena kalau mentok ke meja sakit ya. Kemudian ada satu yang Rev Indonesia appreciate yaitu di sini ada tempat penyimpanan gadget Kamis 18 September. gadget. Jadi ketika Anda sedang duduk sini, e bekerja gitu ya di sini ya, misalnya bekerja ini tetap gadget Anda bisa ditelakkan sini ee pekerjaan Anda di sini atau Anda sedang makan misalnya di sini tetap Anda masih bisa menonton atau misalnya bekerja gitu ya. Dan kemudian di sini juga ada conttrol AC yang AC-nya di sini. Dan lampunya itu warnanya bukan kuning halogen ini. Ini agak sedikit putih. Bagus. I appreciate that. Attention to detail. Untuk kaca bukanya. Hmm. Tidak habis sih. I mean cukup rendah. Okelah. Nah, kalau Anda sudah bosan berada di tengah sini ya. Oh iya, selain itu ada juga ini. Kalau di tipe Ultimate Premium, Anda mendapatkan enam speaker Yamaha Coexil 2 way di Twitter depan sana dan juga di pintu ini speakernya dari settingan tun by Yamaha ya. Jadi speaker audio koek sil to way dari Yamaha. Tapi kalau Anda sudah bosan menikmati yang itu, Anda mau mengerjai penumpang di baris ketiga karena ini dilipat, Anda bisa ngelitikin dengkulnya di sini. Nah, Om Jin dengan tinggi 181 cm kita tempatkan di kursi baris ketiga dari Destinator Ultimate Premium ini. Dan kira-kira gimana, Om, Jin? Eh, menurut gua ya, Heeh. tabungan ayam gua belum cukup sih. Pengin di mobil gimana? Oh, aduh waduh bias dong. Lu pengin? Pengin ya? I pengin gua pengin ya? Pengin di soalnya gua kan suka sama Mitsu, cuy. Oh, iya. Dia dia dia fanboy Mitsubishi. Berarti kata-katanya enggak boleh dipercaya dong nih. Jujur. Jujur. Tapi nyaman enggak? Jujur. Iya. Nyamanlah di belakang sini. Nyaman. Nyaman. Gimana ya? Ini mobil enggak melal merasa sempit gitu loh. Emang mobilnya gede. Asli ini gede. Posisi belakang sini sebenarnya enggak kalah jauh sama naik Pajero ya di belakang sini ya. He dia. Cuman Pajero kan atas sama bawahnya kan lebih lebih pendek. Ini lebih lebih jauh jaraknya dari baw. Bu leatherame bukan leather frame. Dan satu lagi yang gua lihat tetap dipertahankan oleh Mitsubishi adalah lu mungkin enggak sadar kapa di atas lu itu ada ceglokannya. Nah, ruang kepalanya nih jeglok. Jadi kalau Anda duduk di belakang situ, coba sender deh. Nah, ya masih aman ya. B jauh itu masih dua jari, tiga jari. Tiga jari masih dapat kayaknya. Tiga jari ke atas. Jadi ketulangannya itu adalokan e kepala supaya misalnya Anda tinggi pun duduk di situ itu enggak klaustrofobik dan enggak gesekan rambut di sama ee cat llining. Iya. Yang ngobrol ini enggak ya? Enggak. Oh ngobrol dikitlah. Dikitlah. Oke. Ketemu. Tapi ini masih masih ok lah. 181 cm tingginya. Kalau dari Indonesia duduk sini aja 176 ini enggak ngobrol gitu. Jadi 175 cm pun masih livable di belakang sini. Itu apa? Sini. Nah. Nah, sini juga enggak enggak pelit nih. Ada tempat kompartemen buat naruh minum. Minuman handphone Oh, di sana juga masih ada tempat charger type C. Ini USB type C sama yang yang yang biasa type apa sih? Type A ya? Pokoknya yang yang biasa nih. Sama di situ tadi ada apa ini tadi? Jangan lupa apa? Emang lu doang yang ada tempat naruh handphone. Gua penasaran tadi pas naruh di situ gua lihat kok bisa begitu penempatannya gini juga lebih bisa gua. Oh iya hilang. Ih, enggak kelihatan loh ini. Enggak kelihatan loh. Jadi aman aman kalau mau naruh barang misalnya ya. Terus kita turun di rest area gitu. Terus ujung-ujungnya kita ketinggalan. Wah. Oh, ada yang buat apa? Seat belt. Seat belt eh child seat juga. Oh, isofix juga. Iya. Oke. I see. Tanya juga ada. Seat. ACnya juga ada belakang sini ya. Hah. Ini LED nih. Mana lampunya? Nah, lampunya juga sama warna agak putih-putih gitu. Dua malah di keren juga. Heeh. Oke, eh next kita langsung coba duduk di kursi paling depan yang ditunggu-tunggu oleh sahabat Indonesia pasti di kursi depan sana. E eh Yamaha, Yamaha, Yamaha jangan kejedok, jangan kejedok ya. Kalau Anda sudah duduk di kursi depan sini membedakan antara destinator ultimate dengan ultimate premium paling terlihat jelas adalah di moniker ini. Moniker speakernya ada tulisan Yamaha di sini bezaselnya. Karena memang ini adah speaker en speaker en speaker ya dari spesifikasinya ya setahu definisi seperti itu. Mohon diinfo kalau salah tapi ini tuned by Yamaha dan selain daripada itu kita mendapatkan kursi yang elektrik maju mundurnya Tapi kalau misalnya sudah bicara soal kursi elektrik lain-lainnya nih kursi kulit ini di ultimate juga sudah dapat sebenarnya. Jadi paling utama di ultimate dan premium perbedaannya adalah itu ya. Di depan sini versi elektrik speaker Yamaha. Nah. Hmm. Kita sudah bisa eksplorasi lebih santai nih di sini. Dan oh, Din itu baru tahu sesuatu ini yang paling menarik dari mobil ini. Oke, iya betul. Ada untuk em apa namanya? Informasi seperti boost meter segala macam. Itu semua kita kemarin sudah tahu ya. Tapi DV Indonesia paling suka yang bisa begini. Ternyata body modulnya ada di sini. Body modul. Nah, jadi tirai sunroof-nya bisa ditutup dari sini. Kalau batal enggak jadi berhenti. Bisa ditaruh situ. Buka lagi 100%. Lucu juga. Selain tetap ada tombolnya di sini ya. Tetap ada tombolnya di sini. Kemudian ini kaca kaca sunroofnya bisa dibuka e ventilasi ke atas. Ini ini body modul sunroof lah di sini lah ya. Kemudian e selain daripada itu, ini juga ada aduh apa pilihan wallpaper-nya? Kayaknya sama sih seperti yang di Xforce tapi Donesia baru bisa baru menemukan nih wallpaper yang eh Four Seasons Japan ini. Menarik banget agak norak gua jadinya. Tuh kan bagus ya. Other than that secara entertainment you will not be disappointed. Tetap mendapat koneksi Android Auto dan Apple CarPlay. Ini lebih sering dipakai Apple CarPlay-nya kalau mobil ini kayaknya udah banyak koneksinya. Dan kemudian kalau misalnya ee Anda mau ya seperti jalan-jalan santai aja ya maksudnya ya bisa ke multimeter. Di sini ada untuk melihat ketinggian untuk jelajah nih misalnya Anda sedang jalan-jalan ke luar kota bisa melihat ketinggihan nanjak atau turunan ini bisa kelihatan di sini. Jadi Anda tidak tiba-tiba pas ngerem di netral terus nyelonong gitu misalnya ya. Atau ini arah e kompas. Sebenarnya ini mirip seperti yang ada di Pajero. Pajero zaman dulu tuh Pajero yang V6 yang tahun '90-an tuh ada eh multimeternya di sini di atas. Nah, ini turun sampai ke si destinator ultimate dan ultimate premium ini. Di depan sini juga tetap ada pluster yang bisa menunjukkan berbagai macam ya, bisa diganti-ganti juga modenya ya apa simpel dan juga seperti ini. Tapi ada tampilan ADnya juga yang paling informatif menurut drive Indonesia ini. Dan tentunya di sini ada pilihan drive mode normal, wet, gravel, Tarmax, dan mat. Tapi again, pilihan ini sudah ada di tipe ultimate juga dan di tipe exit juga infonya sudah ada untuk pilihan drive mode ini. Eh, steering wheel sudah leather juga seperti yang lain yang di door trim. Door trimnya ini juga sama. Ini masih keras. Tapi ini bahan keras pasti keras yang memang keras bukan bukan tipis ya, ini tebal bahannya gitu ya. Sayangnya memang tetap di tipe Ultimate Premium belum ada pedal shifter. Tapi okelah enggak apa-apa. Yuk, kita langsung tes drive aja bawa jalan agak jauhan karena memang Sahabat Drive Indonesia juga pasti penasarannya nonton video ini. Nomor satu adalah gimana rasanya berkendara si Destinator ini. Let's go. [Tepuk tangan] Oke, ini dari tadi kita mau fokusnya ke driving impression nih. Makanya tadi review eksterior-interiornya cepat aja. Serrah banget ya. Itu siapa namanya? Hah? Bukan, bukan si Destinator Ultimate Premium 2025. Kalau kata Pak William, kita nyebutnya apa tadi? Si Desty. Si Desty aja ya. Kita nyebutnya si Desti. Oke, si tenang aja, Pak William. Nah, itu gua pengin ngerasain. Gua pengin ngerasain bentuknya dia kalau dipaksa handling tuh seperti apa gitu. Makanya tadi kita ngambilnya kayak gitu, Pak William. Oke, ya. Jadi, oke si Desty Premium Ultimate Ultimate Premium ini 2025 apa yang fin rasakan? Nomor satu respon gasnya. Anjay, buset. Wah gila respon gas ini belum tarmic mode ya, belum pakai sport mode ya. Ini cuman drive mode seperti biasa normal. Uh, there I say ada sedikit tor setir. Hati-hati kalau pada saat di tikungan karena ini tenaganya gede. Jadi kalau Anda gas sedikit ya ada AEC-nya sih. Tapi Anda akan sedikit merasa tuh. Hentakannya itu agak sedikit menyeret mobil Anda keluar sedikit. Walaupun nanti AEC-nya akan kick in dan menjaga Anda di jalur. Hah. Respon gasnya goblok 100. Cepat banget asli ya. Itu itu DV Indonesia rasakan tuh mobil ini respon gas dan respon gearbox-nya. Meskipun dia CVT tapi bukan kayak CVT. Iya. Enggak kaypt enggak lagi. Itu gua mikir dulu gua belok ya. Udah 70 lagi. Jadi pada saat kita nginjak gas jeda CVT-nya itu sedikit dan boostnya itu cepat naik. Jadi turbo lag-nya tidak lama. Ada kan mobil-mobil seperti pesaingnya gua sebutlah ya enggak apa-apa. Ada mobil-mobil yang e L15 yang turbo gitu ya. Kalau dalam kondisi standar, dalam kondisi standar CVT dan turbo L-nya itu sedikit lebih terasa. Yang ini di medium, di kelas medium SUV yang serupa dengan mobil tadi, ini enggak tuh. Bahkan kepala definition itu cukup terjambak pada saat injak gas. Iya. Iya. Dan untuk bicara handling. Nah nah nah nah nah nah nah nah. Iya begini handl-nya. Oke gua bisa simpulin. Destinator Ultimate Premium Driving Indonesia rasakan ini respon setirnya tajam. Tapi memang kalau mau dikatakan karena bodinya empuk eh suspensinya empuk, body roll-nya ada enggak? Ada. ada, tapi Anda tidak akan terlalu merasakan sampai ke sana karena mostly putaran setir yang Anda pakai hanya segitu karena dia tajam. Tapi akan terasa kalau misalnya Anda paksa seperti ini misalnya. Nah, gitu ya. Kalau Anda paksa seperti ini, iya. Travel suspensinya berasa. Jadi kalau Anda paksa setirnya untuk berbelok lebih karena mobil empuk, jadi ayunan suspensinya makin dalam. Namun demikian, dalam keadaan sehari-hari, meskipun Anda sedang nge-push, Anda tidak akan sering-sering mencapai travel suspensi sedalam tersebut, gitu. Nah, karena kita mau ngerasakan tadi ya yang bantingan yang dikatakan suspension travelnya agak sedikit dalam itu, kita berada di posisi kursi tengah. Mau tahu juga di kursi bos ini suspensinya rasanya seperti apa? Pelan-pelan, Om Jin. Jangan dibanting-banting guanya ya. Di depannya ada speed trap, ya. Speed trap. Coba digas dikit. Gas dikit. Oke. Nah, kemudian di depan ada polisi tidur nih. Di depan nih. Jenderal tidur itu, Pak. Jenderal tidur. Udah berapa tahun nih jadi jenderal? Coba 20 20. Jangan terlalu pelan. Jangan terlalu pelan. Gas lagi. Gas lagi. Gas lagi. Nah, op. Udah kira-kira. Nah, itu jenderal tidur itu gendut jenderalnya. Pak, kita kiri ya, Pak. Kita kiri. Jenderalnya itu gendut tadi. Jadi memang setiap kali melewati itu memang biasa kita sampai pelan-pelan. Tapi tadi 20 km/h. Itu yang bisa D Indonesia appreciate adalah even di kursi belakang sini kita tidak terasa terpental karena kan namanya suspensi belakang yang empuk, travelnya dalam. Tapi bisa jadi rebound-nya itu membuat kita berasa kayak uh gitu. Nah, destinator tidak membuat penumpangnya merasa seperti itu. Dia empuk travelnya tapi tanpa menjadi mental gitu. Makanya itu yang Rev Indonesia katakan kalau memang kita tambahkan setirnya of course, nah seperti ini. Akan ada sedikit rasa body roll-nya karena dia tidak membuat suspensinya menjadi mental. Umumnya kalau yang mental-mental itu memang lebih tajam dan tidak terasa body roll-nya. Setirnya lebih tajam dan tidak terasa body roll. Tapi alhasil penumpangnya jadi terasa mental. Di belakang sini Anda sebagai bos bisa menikmati destinator dengan tidak klaustrofobik ternyata ya. Posisi duduknya ini agak sedikit tinggi lega. Gua bisa yoga di sini. Enggak sampai yoga lah. Gua bisa gerak-gerak di sini kakinya. Dan juga pandangan Drive Indonesia ini bisa melihat ke depan kepala Pak petinggi Sunmotor satu ini. Petinggi Mitsubishi Sun Motor satu ini, Pak William melihat langit dan pohon-pohon di atasnya gitu ya. Jadi, jadi masih eh tidak klaustrofobik apalagi ditambah dengan eh jendela atas panoramic sunroof ini yang tidak bocor suara. Jadi membuat Anda berasa duduk di lounge seperti launch berjalan gitu ya. Ya memang pesaing-pesaingnya juga ada sih yang seperti itu atau di kelas MPV juga ada yang seperti itu. Tapi again harganya dong harganya ini. Ini harganya selisihnya jauh gitu loh. Oke kita kembali ke kursi depan itu ya. Jadi penjelasannya ya. Jadi mostly Anda akan hanya menikmati handling yang untuk berpindah-pindah jalur seperti ini. Itu nikmat. Bawaan rally-nya masih terasa. Iya bawaan rasio setir rallynya masih terasa di DNA Mitsubishinya itu masih terasa menarik narik. Rasanya ini kalau dipakai jalan jauh enak. Rasanya ini kalau dipakai jalan jauh enak. Coba entar kita akan coba ke tol. Tapi sebelum kita ke tol, kita coba untuk akselerasi ya, Pak ya. 0 ke 100 kira-kira berapa detik untuk penggunaan realistisnya. Kita putar balik dulu. Oke, kita sudah pastikan kondisinya kosong. Kita masukkan ke tarm mode. Kemudian D aja deh. Jangan DS berasanya kayaknya D lebih cepat. Siap, Pak William. Siap. 1 2 gas. 40 60 80 90 100 9,8 detik. Itu dengan kondisi realistis ya. Jadi kita bawa mobil dengan kondisi tiga orang penumpang. Ada saya Rev Indonesia, ada Pak William dari Mitsubishi Sun Motor Cibubur, dan ada Om Jin di kursi belakang dengan kira-kira beban total dalam mobil 300 kiloan mungkin kira-kira 250 kiloan. CD destinator 1500 cc turbo ini dengan tenaga 163 horsepow, torsi 250 Nm bisa mencapai 100 km/h dalam 9,8 detik. cukup menarik performa yang tapi bukan cuma 9,4 9,8 detiknya. Performa tersebut tuh anda rasakan secara real di respon gasnya ini. Kalau Anda masukkan ke Tarmak mode ini, begitu Anda gas langsung. Tadi ada mode apa, Pak William? Eh, wait. Ini informasi kendaraan mode. Informasi kendaraan yang itu. Anda bisa bahkan lihat semua injection-nya, acceleration per boost. Ada bus lagi di situ. Jadi, Anda bisa langsung menikmati result dari injekan gas Anda bersamaan dengan boost meter digital ini dan jambakan yang diberikan oleh si destinator Ultimate Premium ini. Aduh, itu tabung gasedak. Enggak, jangan dong, jangan. Tidak. Oke, kita langsung bawa ke jalan tol untuk tes rasanya kalau di jalan jauh. Ya, akhirnya kita masuk ke jalan tol. Dan memang dari tadi yang Driving Indonesia pengen coba dari destinator Ultimate Premium ini adalah kalau misalnya dia di tol Antarota tuh rasanya gimana gitu. Jadi sekali lagi kita terima kasih kepada Pak Pak William dari Mitsubishi Sunmotor Cibubur ya. Iya. Yang sudah menyediakan destinator Ultimate Premium ini untuk kita bisa bawa jalan jauh. Buset itu Rantis ya? Iya. Rantis kali ya. Keren. Oke ya. Jadi gimana rasanya si destinator Ultimate Premium ini? Ini e ultimate Premium CVT. CVT. CVT yang manualnya enggak ada ya? Enggak ada sama sekali. Tipe apa? Ada manual? Eh, enggak ada Expander. Oh, Expander maksudnya destinator enggak ada ya berarti ya? Enggak ada sama sekali ya. GLS pun CVT only. CVT semua. CVT only ya. Rasanya bagaimana? Tetap yang dari tadi kita rasakan respon gasnya tuh gokil. Jadi pada saat kita mau pindah gas, nah ini yang Donesia appreciate dari si Destinator eh CVT ini. CVT-nya itu boleh dibilang dikatakan pintar. Jadi, Anda tidak akan terlalu merasakan bahwa sedang membawa transmisi CVT dan lebih terasa seperti bawa mobil matic yang gearbox-nya banyak gigi. Ketika Anda pindah gigi itu cepat sekali responnya. Dan ditambah lagi tuh kurangin gigi langsung turun. Jadi apa ya? CVT lag-nya tuh sedikit sekali antara kita dari jalan 80 gini ya terus kemudian tunggu habis ini mau pindah jalur kiri aja deh. Kiri terus kanan lagi udah RPM3 Rp 4,5 itu cuma nambah throttle, nambah throttle nih. Ya, kita ngitung ya. Ini dari CVT-nya dari kita 80 gua injak sekarang tuh. Jadi, lag-nya itu tipis sekali. Seakan-akan Anda merasa sedang bawa mobil matic yang gearbox-nya itu banyak gigi. Di situ Donesia appreciate. Dan kalau misalnya sudah melewati eh mobil, kendaraan dan sudah menikmati performanya, gimana Pak William? Gua pengin tahu deh. Menurut lu mobil ini kalau suspensi di tol bagaimana? Enak sih. Enak. Enak tuh maksudnya empuk atau keras atau bagaimana? Sedang. Sedang ya. Kalau driveing Indonesia katakan malah empuk. Jadi mobil ini menurut driveing Indonesia lebih mengarah ke suspensi yang ee cruiser ngedoyot sedikit. Ngedoyot sedikit. Jadi tanpa membuat jadi mantul ya. Cuman lebih ke cenderung arahnya itu angayun. Mengayun. Bikin nyaman. Bikin nyaman untuk kondisi ee misalnya kalau di Indonesia kan memang banyak sambungan. banyak sambungan terus banyak kayak nah ayunan gitu. Di mobil-mobil lain ayunan seperti itu lebih terikulasi gitu. Kalau di sini ada artikulasi tapi belakangan kayak e gitu. Apa ya kalau bahasa orangor kita nyebutnya nyoyi. Iya. Ee tunggu tunggu kita lanjut habis ini di habis bayar tol itu ya ke depan ya walaupun dengan Oke kita lanjut ya. Ya walaupun suspensi tersebut tadi karena empuk itu ya memang tadi yang pada saat kita rasakan di performance pada saat handlingnya di kita coba ya tajam tapi memang at the peck of belokan kita tuh berasa ada sedikit eh kelimbungan tapi nothing nothing yang enggak manageable kita akan jarang merasakan di titik itu karena kita putaran setir tuh kebanyakan enggak sampai ke titik itu, Pak William kalau misalnya kita pindah jalur gini doang oh yang dirasakan enggak ada limbung tajam gitu loh. tuh ya. Lain daripada hal ini kita larinya buset kencang amat enggak berasa. Jangan gitu tunggu. Nah, lain daripada hal itu. Nah, nah itu ayunan itu ayunannya ekstrem banget itu ee ininya jembatannya. Tapi masih diredam dengan baik tuh yang oleh si destinator untuk perjalanan jarak jauh. L daripada itu kita mau coba ininya nih. Cruise control ya, Pak William gimana nyalain kita? Ee tinggal diet ke bawah ini. Oh, set ke bawah. Oke. Tunggu. Oh, udah udah udah udah tadi udah nyala. Nah, udah. ke bawah. Nah, udah. Nah, terus kemudian kita set speed-nya ke 110 misalnya ditahan. Oke. Iya, ini 110 ya kira-kira ya. Nah, dia akan bertahan di 93 km/h karena di depan ini ada mobil. Ada mobil dan dia dibaca oleh si sensor dari eh Diamond Sense ya. Diamond sense si destinator ini. Kita buang kiri. Kita buang kiri. Di depan sudah kosong. Otomatis dia akan menambah tuh ini enggak digas ya. menambah kecepatan sampai dengan 110 km/h sesuai pesanan. Sesuai pesanan. Sesuai pesanan. I dan itu em itu bisa dinyalakan sampai kecepatan rendah, Pak. Pada saat macet-macetan dia masih bisa sampai berhenti terus maju lagi, maju lagi gitu masih bisa ya. Iya. Betul. Jadi untuk si Destinator ini Adas diamond sense-nya sudah cukup ee lengkap untuk si adaptif cruise controlnya. Cuma memang untuk landip assist ya, belum ada ya. Dan landip assist ini ee di segala varian trim destinator termasuk ultimate dan premium, ultimate premiumnya ini belum ada. Jadi Anda harus nyetir sendiri on the other hand, tapi karena memang setirnya ini tajam dan ringan, jadi you don't need a lot of effort. Anda belokin seperti ini aja sedikit satu dua jari ini sudah cukup gitu. Jadi itulah poin positifnya untuk setirnya. Tapi memang belum ada e land keepeping assist atau land keeping e land following assist gitu ya seperti mobil-mobil lain. Nah, and noise vibration and harshness. Ada satu hal yang kita mesti kasih tahu dari tadi kita jalan di sekarang coba 90 ya. 90 itu adalah dari tadi kita sedang membuka over sunroof. Sekedap itu destinator. Sekarang kita tutup ya. Nah, sekarang sunroof-nya sudah tertutup full. Kita kembali ke kecepatan 90 Look at this. Jadi memang dari tadi dengan sunroof terbuka pun apa cover sunroof terbuka pun tidak ada suara masuk yang terlalu em mencolok di telinga ya. Oke, granted ini memang jalanannya adalah jalanan beton. Jadi memang ada sedikit siulan, tapi ini untuk harga mobil yang kisaran di bawah Rp500 juta sedikit ya untuk sekarang doang nih. Oh kita rekam ini per tanggal ini tanggal berapa nih? September tengah lah. 18. 18 September ya perekaman. Kalau ee infonya akan ada kenaikan harga per 1 Oktober. 1 Oktober itu udah udah fix ya berarti sudah fix nanti akan ada kenaikan semua tipe R10 juta. Semua tipe destinator akan naik Rp10 juta. Jadi untuk per tanggal 18 September ini masih di harga Rp495 juta ya kira-kira ya. Ini adalah mobil yang ah kita ditungguin dari tadi dia mau ngelihat kayak destinator nih laksana. Iya. Ini untuk mobil yang berada di kisaran harga Rp500 juta yang nota B sebenarnya pasarnya itu mungkin ee memang di beda kelas ya, Zenix Class E yang tipe G gitu, itu beda kelas tapi dengan pasaran harga sekian yang mirip-mirip ini oke banget bisa santai banget Anda di posisi ini. Dan kalau misalnya Anda setel lagu nih si Yamaha aduh sor ngablang. tidak perlu sampai teriak pada saat kita berjalan di kecepatan highway speeds kita ngobrol pun seperti ini masih masih enak masih enak ya dengan dengan ada suara speaker, suara road noise yang minim itu gitu. Oke, memang tidak se silent kalau misalnya Pajero. Karena Pajero sedikit lebih tinggi posisinya. Jadi, jaraknya antara aspal dengan ban sedikit lebih jauh dari destinator. But no complain whatsoever. Especially dengan harga yang saat ini kisarannya masih di bawah Rp500 juta sedikit, nanti mungkin sedikit di atas Rp500 juta. No complain whatsoever. Di kelas medium SUV dengan badan sebesar ini, kenyamanan seperti ini. No complain whatsoever. Boleh test drive sendiri deh, Sahabat T Indonesia untuk mau ngetes jalan jauhnya kalau pakai destinator nih. Ayunan-ayunannya. Oh my god. Oh my god. Itu enak banget itu. Ini karena tol baru, daerah tersebut tuh masih kayak lembah. Saya barusan di destinator. Ini ini cukup tidak terasa jujur aja tadi Donesia kalau lewat situ pakai Alfard 2A D Indonesia pun tetap ngerem. Karena itu patahannya parah. Parah yang posisi tadi parah. Desor boleh coba deh untuk jalan jauh ini memang nikmat. lebih cenderung ke empuk-empuk nyoy dan kedap suara. Oke, kenapa gua terusin lagi? Karena Driving Indonesia mau nyoba secara real ininya nih eh apa? Fuel ekonomi. Fuel ekonominya. Benar, Pak William. Jadi, tadi kita sudah lewat tol ya barusan. Terus di awal tadi sudah driving impression dan sudah dipakai untuk POV juga. Terus sekarang kita barusan sedikit macet-macetan kemudian menuju ke jalan yang agak lengang. benar-benar diriset dari tadi ya e pas kita ketemuan pagi ini yang didapat oleh Daving Indonesia angkanya adalah segini 13.3 13.3 13.4 km/l dengan notes bahwa kita gasnya kejam. Gasnya kejam ya. Jadi kalau enggak kejam mungkin sekitar 10% dari atas ini atau 5% dari atas ini masih bisa. Tapi ini kita bicara benar-benar kayak penggunaan realistis kayak lu emosian gejek bejek-bejek gitu. Dapatnya adalah 13,3 km/lit. untuk penggunaan kombinasi. Sedangkan untuk luar kotanya doang tadi kita bisa dapat sekitar 15,6 sampai 15,8 km/l. Again notasnya bejek-bejek yaitu di tol only. Dan kemudian untuk di dalam kotanya di em kota yang relatif agak lancar lah tapi ada stop and go-nya itu D Indonesia dapat tadi 12,2 km/l. itu di pada saat POV tadi di sekitaran daerah Tangerang Selatan sebelum masuk tol 12,2 km/l. Jadi itu ya itu ya ini berbeda sedikit dengan media-media yang lainnya. Mungkin media yang lain bisa bisa sampai ada yang dapat ee 16 km/l kombinasinya. Percaya enggak? Bisa, tergantung Anda ngetesnya di mana. Tapi ini adalah rute sehari-hari driving Indonesia sekitaran Tangerang, sekitaran Jakarta, Jakarta Barat. Dapatnya adalah ini kombinasi langsung naik lagi nih 13,4 km/l. 13,4 km/l untuk penggunaan BBM kombinasi jalan tol dan dalam kota macet-macet dan lancar Destinator Ultimate Premium 2025 ini. Oke, now setelah kita merasakan secara keseluruhan mengemudi si destinator ultimate Premium ini, now we talk bisnis dengan Pak dari Mitsubishi Sunmotor Cibubur. Ya, Pak William, kita mau tanya dulu sebenarnya ee si destinator Ultimate Premium ini he gua belum mau nanya harga dulu. Nanya dulu deh harganya berapa. Oke, premium nih. Iya, premium yang ini. Premium per e per tanggal 18 September ini kita masih di 495. R95 juta untuk 18 September. Tapi kemudian ada infonya akan ada kenaikan tadi ya. Iya. Di tanggal 1 Oktober. 1 Oktober menjadi 505. R05 juta dan itu sudah fix ya. Yes. Memang kalau di destinator ini ee memang belum ada promo ya. Diskon belum ada. kelihatannya masih belum ada karena memang posisinya ee masih mobilnya baru banget ya kondisinya ya. Iya, betul. Oke, gua mau nanya deh. Gua mau nanya deh. Kalau misalnya ee nah kemarin premium nih. Premium ini dengan si ultimate menurut driving Indonesia jujur ultimate itu juga worthed sekali. Tipe yang di bawah premiumnya. Karena memang tadi kan kita bahas premium itu perbedaannya dari speaker Yamaha, kemudian kursi elektrik dan juga ada di electric tailgate ya. Sedangkan mungkin ada orang-orang yang okelah gua pakai mobil medium SUV gua pakai sendiri gitu. Jadi enggak harus juga gua em pakai buka buka tutup electric tailgate dengan otomatis. Kemudian ini kursi ini seberapa sering sih? Karena gua pakai sendiri tuh seberapa sering gua harus ganti-ganti ee posisi duduknya gitu. Jadi mungkin itu sesuatu yang kita pakai mungkin sehari sekali atau even enggak sehari sekali fiturnya gitu ya. Jadi ultimate tuh menurut Donesia tuh sesuatu trim yang udah paling oke sih paling pas untuk destinator ya. Eh destinator ultimate itu harganya berapa, Pak? Kalau ultimate kita di 465. 465 untuk saat ini 18 September. Kemudian berarti 1 Oktober naik R juta juga. Rp475 juta. Nah itu menurut Driving Indonesia. Kalau sahabat Indonesia ingin mencari destinator boleh kontak langsung Pak William ini dari petingginya Mitsubishi Sun Cibubur nih ya. Tapi menurut driving Indonesia yang paling setelah mencoba nih dua-duanya ultimate dan premium yang paling worth italah yang ultimate. Tapi sori sori kalau misalnya dibilang ultimate paling worth iya kalau gua sendiri Om lebih prefer untuk exit. Kenapa enggak enggak gitu enggak gini gini gini gini. Kalau gua bilang ultimate itu karena apa? Exit itu setahu gua belum ada yang namanya diamond sense-nya. Sama ini. Sunroof ini kan sesuatu yang ya ini 2025 gitu loh, Bro. Oke, kita terima itu. Kita terima kita diamond sense mau pakai berapa sering sih? Itu pertama dan yang kedua kita sunroof kita tinggal di Indonesia, Om. Kenapa? Ini kita memang cuaca lagi dingin nih. Oke. Mendung dari tadi kita syuting. Unik unik sahabatusnya. Ini unik nih orang unik. Gua lagi belain dagangan dia. Dia dia nyerang dagangan dia sendiri. Gua gua si gua sih setuju sama dia menurut gua. Kenapa ya? Gua enggak terlalu sering menggunakan Adas. Terus kedua sunroof kan kita daerah tropis. Iya sih. Iya kita di perkotaan. Gua mau nanya. Oke. Exit harganya berapa sih? 405. Oh 405. Okelah secara e apa namanya? Head unit lebih kecil tapi udah dapat namanya drive mode terus dapat mesin turbo tadi 15500 cc. Oh iya tunggu gua mau pegang kamera. Ngapain gua pegang kameraini ya? Ya. Oke gua bisa paham maksudnya Pak William. Anda tetap mendapatkan mobil dengan kenyamanan yang tadi even di kursi belakang duduknya pun itu masih 180 cm tuh masih nyaman. Bantingan di tolnya masih ee jalan jarak jauh tuh nyaman. Enak dengan tenaga mesin turbo 1500 cc ini dengan drive mode-nya bukan bukan spek kosongan lah ya ibaratnya si exit ya tapi dengan harga yang kalau boleh dibilang itu mendekati harga LSUV bahkan mendekati harga Carens X sebenarnya Ctens X itu harganya Rp390 jutaan. Jadi harganya Rp15 jutaan selisihnya dari situ. Iya. Oke. Gua bisa paham. Oke, dapat turbo, dapat tarm. Oke, tunggu. Oke, menurut sahabat driver Indonesia gimana? Kalau driver Indonesia tetap memilih tipe yang paling worth itu, tipe ultimate. Kalau premium okelah. Kalau misalnya Anda memang ada dana lebih boleh. Ada ada kursi elektrik, ada bagasi. Tapi menurut Donesia paling penting ADAS diamond Sense dan juga ada panoramic sunroof ini di tipe ultimate. Kalau menurut Om Jin kursi belakang dan juga Pak William katanya tipe exit yang paling worth meski e meskipun tidak ada diamond sense dan juga ada tidak ada sunroof ini, tapi memang tidak terlalu sering dipakai. Kalau menurut sahabat R Indonesia yang mana yang paling worth? Dan jangan lupa kalau Anda mau test drive atau langsung pesan si Destinator si Desty Ultimate Premium atau ultimate atau Exit ini bisa langsung kontak Pak William. Pak William petinggi Mitsubishi Sunmotor Cibubur. Kontak dan Instagramnya kita masukin di Nah, sahabatia itu dia tadi Mitsubishi Dessinator Ultimate Premium 2025. mobil medium SUV dengan harga yang sangat menggebrak pasar medium SUV tersebut, bahkan menggebrak pasar lain-lainnya seperti pasar NTV dan pasar LSUV. Dan kali ini sudah kita bisa bawa jauh. Jadi sekali lagi Indonesia bilang, jangan membeli mobil Anda yang berikutnya sebelum Anda mencoba si Mitsubishi Destinator ini. Sekian yang bisa disampaikan oleh DF Indonesia terkait dengan Mitsubishi Destinator ini. Apabila Anda menyukai video ini, jangan lupa untuk tekan jembol ke atas. Subscribe ke channel Driven Indonesia apabila belum. Follow juga Instagram Drive Indonesia apabila belum. Tinggalkan komentar di bawah ini apabila ada pertanyaan tentang bis-misi destinator atau ingin berbincang-bincang terkait dengan otomotif pada umumnya. Sekali lagi terima kasih Anda sudah menonton dan sampai jumpa di video-video berikutnya. Dadah. Yeah.
