POV REVIEW | MITSUBISHI PAJERO SPORT DAKAR 2.4 A/T 2025 | FACELIFT GANTI APA AJA? 🤔 | Car Test Drive (YouTube Video)
[Musik] Tua-tua keladi makin lama makin menjadi petarung kelas leader frame SUV diesel yang satu ini setelah melewati berbagai macam ujian cobaan masih gemilang dan makin ke sini makin kelihatan aura berwibawanya sekarang ya sahabat dar Indonesia ini adalah Mitsubishi Pajero Sport Dakar 4* 2 tahun 2025. Ini facelift yang dari 2024 sih memang modelnya ya. mendapatkan setir yang model-model Evo ini tapi banyak tombolnya sekarang karena udah banyak teknologinya mengikuti zaman. Kemudian starter button uh ada animasi-animasi dapatin semon cluster baru kita starternya. Eh, buka deh biar kedengaran suaranya. Diesel 4N15 2400 cc turbo diesel. Pak Jer Sportar 4* 2. Ini adalah persembahan dari Pak William dari Mitsubishi Summotor Cibubur. Pak William adalah salah satu petinggi dari Mitsubishi Motor Cibubur. Jadi kalau kita bicara promo susah kalau kita mau ngalahin promo-promo yang dikasih sama Pak William. Terima kasih kepada Pak William dari Mitsubishi Sun Motor Cibubur yang telah menyediakan mobil ini untuk ditest drive dan di-review oleh driving Indonesia. Desain Pajero Sport Dakar yang facelift 2024-2025 ini makin berwibawa karena dia sudah melewati masa ujian cobaan ugal-ugalan. Artinya apa? Sudah tidak banyak lagi pengguna-penggunanya yang ugal-ugalan di jalan. sudah pengugalnya beralih ke mobil lain. Alhasil sekarang dia sudah kembali ke masa gemilangnya, yaitu masa-masa yang pakai itu orang-orang yang benar-benar memang butuh mobil yang kekar dan nyaman. Untuk facelift yang terakhir ini, perubahan eksterior dari Pajero Sport Dakar ini sebenarnya major-major miner ya. Banyak loh rubahannya. Walaupun enggak terlalu terlihatan major, tapi komponennya banyak yang diganti. Paling jelas terlihat yaitu dari grill depannya ini. Grill depannya ini sekarang mendapatkan dua warna. Jadi atasnya ini hitam. Hitam piano black begini. Gloss ya gloss. Dan di bawahnya ini ada aksen-aksen silver seperti dari bahan aluminium. Tapi ini memang plastik ya. Di tengahnya ada list chrome. Dan kombinasi aksen warna ini berlanjut juga sampai ke lampu perlampuan utamanya. Desain lampu utamanya ini seakan berlanjut dari grillnya ya. Jadi lapisan atasnya ini masih ada hitam-hitamnya dan lapisan bawahnya dari grill silver ini berlanjut menjadi DRL di sana. Untuk lampu perlampuannya masih diberikan lampu by beam LED dan ini memang dari zaman pertama kali Pajero generasi ini keluar ya, lampu LED-nya ini memang terang sekali. Tapi bukan cuma dari situ aja. Penerangan dari Z Pajero Sport Dakar ini juga sangat dibantu oleh foglamp LED di sana, di bawah sana. Ya, terus ini apa dong, Om? Ini apa dong? Kita beralih ke sebelah sini. Jadi bisa dilihat di sebelah sini ini nyala dua. Yang sebelah sana tadi nyalanya satu. Ini adalah cornering light, Bro. Ya, memang sini dari yang sebelum facelift juga sudah ada cornering light. Tapi ini Drive Indonesia mau jelaskan ya, di sini adalah cornering light yang menyala. Kalau misalnya lampu sein-nya ini dinyalakan. Jadi misalnya mau sein kanan, maka cornering light ini menyala di sebelah kanan. Kalau se kiri berarti cornering light-nya menyala di sebelah kiri. Untuk lampu seinnya masih halogen yang depan, tapi sudah ada lampu sein LED di spion sana. Kemudian slit grill dari intercooler si Pajero Sport Dakar ini juga model baru ya di facelift ini. Dan di bawah sana juga mendapatkan clading-kading semacam apa? e scf plate di bawah sana yang dari plastik. Tapi warnanya ini double ya, dual t ya. Ada hitamnya, ada silvernya. Yang melengkapi kesan gagah dari si Pajero Sport Dakar facelift ini untuk melengkapi ya aksen-aksen silver polish. Di samping sana ada footstep-nya ya. Jadi overall desain bumper depannya ini banyak sekali perubahan. Kalau boleh dibilang major sekali ya untuk perubahan di depannya. Nah, untuk ceritanya di bagian samping sini memang perubahannya tidak terlalu banyak di facelift ini ya. Yang paling terlihat adalah si peleg yang baru ini. Dia mendapatkan peleg dengan desain baru dual ton begini ya. Silver polish dan piano black dengan ukuran 18 inci. Ukuran bannya enggak main-main. Ini masih mendapatkan ban 265 60 R18 dueler HT. Jadi enggak chip out ya, yang lain udah pada mulai ngirit di ban. Si Pajero Sport Dakar ini masih royal banget untuk bannya. Dan lain daripada itu juga mendapatkan dis brake di depan belakang. Jadi belakangnya ini pun sudah dis brake ya. Makanya pengereman dan gripnya si Pajero Sportar ini karena bannya tadi lebar 265, dis brake depan belakang enggak neko-neko. Untuk di bagian belakang facelift ini perubahannya adalah di bagian bumper ya. Jadi bumpernya ini mendapatkan desain clading ya, apa ini namanya? Undergarnish yang baru. Menyesuaikan dengan undergarnish yang di depan. Ada aksen hitamnya di sini, ada aksen silvernya. Tapi memang tetap sudah lengkap di belakang sini ya. Jadi sudah ada ee kamera mundur di sana. Untuk lampu rem sudah LED ya. Lampu rem dan juga lampu senjanya nih sudah LED walaupun lampu mundur dan lampu seninnya masih bohlam karena memang ini adalah mobil fungsional. Jadi kalau misalnya tewas bohlamnya gampang gantinya. Dan di belakang sana tetap masih mendapatkan spoiler yang agak sedikit di sana. Ini keren nih sebenarnya ya dari untuk Tanjir Spot Dakar ini seperti menyambung ke roof rail-nya di sana. Di dekat si garnishnya ini juga mendapatkan empat titik sensor yang berguna untuk membaca rear cross traffic alert. Jadi kalau misalnya ada motor mau motong pada saat Anda mundur, otomatis dia memberikan warning dan mengerem darurat. Untuk urusan dapur pacunya, yes, ini ruang mesinnya memang berdebu karena ini adalah mobil tempurnya para pejuang di Sunmotor Mitsubishi Cibubur. Kenapa demikian? Karena memang mobil ini nyaman untuk nyamperin tamu ke rumah, menjamu tamu gitu ya, tapi juga tetap irit meskipun bertenaga. Yes, ini adalah mesin 4N15 atau yang disebut oleh Sony Willim Anis. Mesin 4N15 ini adalah mesin 2.442 cc turbo charge diesel menghasilkan tenaga 181 horsepow di RPM 3.500 dan torsi 430 Nm di RPM 2.500. Yes. Ini bukan 4N16. Memang 4N16 hanya ada di Triton. Kenapa? Kenapa demikian? ini ya alasannya karena di Pajero Sport Dakar ini 4N15 masih mated dengan transmisi 8 speed otomatis. Kalau di Triton dia 4N16 itu matnya dengan 6 speed ya 6 speed-nya memang lebih close rasio untuk bawa barang. Sedangkan 4N15 ini mendapatkan transmisi 8 speed disalurkan ke roda belakang. Kalau yang 4 * 2 dan 4 * 4-nya disalurkan ke bisa 4 roda ya ee depan dan belakang ya. Tapi 8 speed itu dipakai tetap di Pajero Sport Dakar karena lebih irit. Iya, lebih irit. Kalau misalnya Anda menggunakan Fajar Sport Dakar ini di jalan tol, tenaganya melimpah tapi juga tetap bisa mencari RPM terendah saat Anda cruising jalan jauh di jalan tol. Nah, kalau Anda pembeli Pajero Sport Dakar mungkin kursi Anda tidak selamanya di depan sana. Bisa jadi Anda di belakang sini. Dan ah terus terang ngomong, saat ini Pajero Sport Dakar menurut Rev Indonesia adalah salah satu mobil yang duduk di kursi belakangnya sini paling nyaman. Iya betul menurut Donesia eh terutama di kelas rider frame SUV di belakang sini Pajero Sport Dakar ini untuk AC ya adalah salah satu yang paling nyaman. Kenapa demikian? Karena sejujurnya untuk L room dia paling gede. Ini kita bicara untuk eh sheer space ya maksudnya karena memang panjang mobilnya ini panjang sekali. Jadi untuk Lroom baik baris du maupun baris 3 nanti kita akan lihat adalah dia salah satu yang paling besar. Ini tinggi driving Indonesia 176 cm di jarak-jarak lah masih lima jari. lima jari dengan posisi ini mengemudi posisi mengemudi drive Indonesia 176 cm ya ini bahkan lebih rebah sedikit daripada posisi mengemudi driving Indonesia dan untuk headro ya memang oh masih banyak lima jari lima jari ketat ke atas untuk e dari topi drive Indonesia menuju head lining di atas tapi bukan hanya itu, di sini juga lengkap sudah ada headr di sini meskipun ini bukan kapten seat tapi posisi duduk Anda seperti duduk di kapten seit Dan rata-rata yang Driving Indonesia kenal membeli Pajero Sport Dakar yang udah bukan ugal-ugalan lagi adalah orang-orang yang biasanya kontraktor misalnya, proyek, arsitek misalnya seperti itu atau misalnya punya gudang, punya ekspedisi, kebanyakan hari biasa dia duduknya di sebelah sini karena ada suir dia nyetir pakai spir ke mana-mana pakai supir gitu kecuali hari weekend atau hari libur dia duduk di depan sana. Jadi kursi ini juga penting. Dan di belakang sini Anda mendapatkan charger untuk 220 volt. Misalnya Anda mau ngetik pakai laptop, misalnya Anda mau bikin laporan, bikin ee desain gitu ya atau misalnya bikin tagihan. Di lain itu dari di sini juga ada ya untuk colokan charger USB dan di sini ada cup holder yang bisa juga Anda pakai untuk meletakkan handphone Anda misalnya di sana. Seperti itu ya. Jadi sangat fleksibel untuk si baris tengah kursi bosnya si Pajero Sport Dakar ini. Dan kalau Anda butuh. Nah, di sini ada sunroof ya. Sunroof membuat ini sedikit lebih jeglok, tapi membuat area eh headro-nya ini menjadi lebih terlihat eh light ya, lebih terlihat enteng dan bercahaya gitu. Kalau Anda tidak butuh sunroof, Anda bisa pilih juga yang tipe Dakar ultimate Anda mendapatkan rear seat entertainment di sini untuk Anda atau misalnya untuk ee buah hati Anda, anak Anda ketika berjalan jauh duduk di belakang sini. Lain daripada itu memang kalau untuk kulit perkulitan si Pajer Sport Dakar iniang memang dari dulu enggak pernah neko neko ya sampai head rest-nya ini juga eh apa hand rest-nya ini juga semua dibalut dengan kulit yang premium modelnya. Jadi uratnya nih bukan urat besar ya, bukan urat yang tebal, bukan urat yang kasar tapi this doesn't feel like ini kan tadi mobil tempurnya si Mitsubishi San motor ya. This doesn't feel seperti ini akan robek dengan mudah gitu. Ini kelihatan berasanya kokoh, berasanya mobil yang memang tahan lama. Untuk door trim juga sekitar 35%an. 35%-an dari door trim-nya ini empuk-empuk yang mana e ini hal yang bertemu dengan kulit Anda semua diberikan empuk-empuk. Kalau yang tidak bertemu ini memang keras. Tapi kerasnya keras banget. Bukan keras yang toel-toel, goel geolgeol gitu ya. Hah. Where it matters, it matters dan memberikan Anda kenyamanan gitu ya untuk si Pajero Sport Dakar ini. No, no fast eh strict to business straight to bisnis itu untuk Anda di belakang sini. Ketika Anda tidak mungkin memiliki mobil yang tidak kokoh, maka paling nyaman salah satunya pilihannya adalah mengacu ke Pajero Sport Dakar ini. Oke, kita coba untuk di baris ketiganya si Om Jin. Halo Om Jin. Iya. Tadi kamu enggak ada, sekarang ada. Ya, itulah gunanya saya. Iya. Jadi ini dengan posisi yang tidak dirubah ya. Dari posisi tadi Devia duduk di baris kedua di kursi bos. Sekarang kita penempatan sahabatnya kan tahu kita punya arsenal besar untuk pengetesan aset nih. Aset aset aset besar untuk pengetesan kursi baris ketiga si Pajero Sport Dakar ini. Yes. Tinggi Om Jin berapa? 181. 181 cm. Dan ini full size human atau bahkan 1 seteng size human bisa muat di baris ketiga Pajero Sport Dakar ini dengan posisi duduk bos tadi DV Indonesia duduk di baris kedua. Ini ketemu enggak ya? Ee ngobrol lah dikit. Enggak sampai ngobrol lah. Enggak sampai ngobrol lah. Cuman apa ya namanya ya? Ee ee kenalan sampai kenalan dikit. Tapi kalau mau dipaksain satu jari nih D Indonesia masih muat di sini. Satu jari. Kaki bisa masuk? Masih. Ee oh enggak sih enggak sih ya kaki enggak ya. Kaki mungkin enggak ketemu ya. Tinggi kan? Iya karena ini leather frame. Benar. Jadi ada casis di bawah sini. Kaki sayangnya kurang bisa masuk. Tapi untuk emm dengkul masih bisa masuk sejari dipaksain sini. He. Kalau untuk headro gimana, Omcit? Headroom masih ada sisa lah. Berapa jari coba? Satu. Satu jari ke atas. Jari ke atas. Ini posisi rebah ya? Posisi rebah. Jadi dekat ke ee tulangan bagasi belakang sana. Emang sengaja dibuat bolong di sini biar Oh, benar. Iya, benar. Jadi supaya kelihatan eh supaya kepala bisa masuk ke sana. Jadi sangat dipikirkan mobil ini untuk dibawa e jarak jarak jauh dengan penumpang di belakang sini pun ini masih sangat lievable lah maksudnya masih bisa e ditoleransi di belakang sini dan di bagasi sini ya kalau yang ultimate Anda bisa tendang maksudnya pakai kick sensor gitu ya bagasinya ya kalau yang Dakar 4* 2 non ultimate masih pakai tangan di belakang sini dengan kursi ee posisi duduk si Om Jin kursi belakang ini benar nyaman masih Om Jin masih ini masih ok masih bisa santai lah Tadi gua gua gua tutup satu lagi nih ya, jadi bisa kelihatan. Iya. Beneran beneran enggak ketemu ya. Yang kiri juga enggak ketemu ya. Iya. Kalau miring-miring gini aman. Masih oke ya. Iya. Jadi di belakang sini untuk apalagi kalau misalnya tingginya enggak setinggi Om Jin misalnya 170 cman. Beratnya juga tidak seberat Om Jin ukuran full size satu human bukan 1 seteng human. Harusnya sih hidup di belakang sini masih saya masih human masih masih bisa jangka panjang ibaratnya gitu ya. Dan meskipun Anda bawa tujuh penumpang di sana, di belakang sini masih terlihat Anda bisa membawa tas ransel tiga begini. Atau kalau misalnya bawa koper mungkin dimiringin masih masuk ya. Dan kalau misalnya Anda ada barang-barang berharga di bawah sini ada penyimpanan rahasia. Penyimpanan rahasia. Kalau misalnya Anda tutup bagasi jadi enggak kelihatan. Tapi kalau misalnya Anda cuma mau bawa satu babysitter misalnya di sebelah sini, terus kemudian Anda mau bawa stroller atau koper di sebelah sini, ini bisa di lipat dan dilipatnya ini. Oh sor tengahnya angkat dulu. Sebelum lipat itu kita tarik ini dulu Om Jin lipatin dong. Wow langsung one touch. Lagi, lagi dong, lagi dong, lagi dong, lagi. Tiung main-main nih. Lagi, lagi, lagi tiung lagi, lagi. Sekali lagi. Lu mau nolin orang di sini? tiung ya. Jadi itu dilipat dulu ke depan baru kita dorong yang bagian sini dan dia jadi rata. Wuh. Wih, tas orang tas kita aja. Uh, lucu ya. Lagi dong, lagi dong, lagi dong, lagi dong. Lipetin gua mau. Ah, tarik. Ih, sat du tung. Oke, baris depan deh. Baris depan. Nah, di kursi depan sini biasanya kalau Anda pakai Pajero Sport Dakar, weekend-nya Anda yang nyetir sendiri di sini ya. Jadi, Anda selain pakai spopir juga mobil ini enak untuk Anda kendarai sendiri. Ya, untuk si faelift yang terakhir ini Fajar Sport Dakar mendapatkan tampilan setir yang baru begini. Kenapa harus pakai setir yang seperti ini? Karena ini adalah untuk meng apa ya? mengkomplemen kluster yang baru ini. Jadi mengintegrasikan kontrolnya di setir yang ini. Kalau pakai setir yang lama kontrolnya nih kurang kurang tombol sebenarnya. Kurang kurang akurat, kurang pas. Sedangkan kalau misalnya menggunakan setir ini, lihat ya. Ini klaser baru. Yes, klaser baru. Ini seperti yang di XForce memang disebutnya. Tapi nanti ke depannya mungkin semua Mubi-s kayak gini nih ya. kluster yang kalau di Indonesia sebutnya kayak kontrol pesawat nih, kayak alt ultimeter pesawat, kayak attitude meter pesawat gitu ya. Ada view level di sini, ada em apa namanya? Eh, temperatur, temperatur mesin, temperatur coolen. Tapi kenapa ini harus selengkap ini tombol-tombolnya? Karena memang mobil ini fitur-fiturnya lengkap. Jadi, dia punya Adas. Nanti kita akan coba Adasnya ini ya. adaasnya walaupun eh lebih ke arah adaptive cruise control ya, tapi sudah ada eh bukan hanya mitigasi collision, tapi memang ada adaptive cruise control untuk di Dakar 4*2 facelift ini. Di sini kontrolnya makanya memang harus lebih lengkap dan di sini sebelah sini kontrol audio, sini kontrol pengemudian ADAS tadi ya, cruise control dengan adas tadi. Dan selain daripada itu, kalau Anda terlalu pusing nih ngelihat yang seperti kluster pesawat ini, dia bisa dibuat lebih simpel tipe tampilannya. Dah begitu ya. Jadi hanya kecepatan kemudian di bawah RPM dan juga ini average meternya average kilm/l penggunaan BBM-nya digeser ke kanan akan ada control ADAS tadi control adapti cruise control tadi di layar yang besar ini. Dan kalau ada mobil ada kendaraan di depan Anda, hambatan itu akan tampil di depan situ ya bersamaan dengan jarak dan juga speed cruise control-nya. Menarik ya. Jadi Pajero Sport Dakar ini sudah kekinian sekarang. Lain daripada itu mendapatkan multimedia juga yang baru eh tetap 8 inci ya 8 inci tapi sudah lebih eh smooth lebih lebih connectingnya ke eh smartphone Anda tuh lebih eh mudah diintegrasikan. Di sini ada untuk integrasi. Bisa juga pakai near kabel ya, jadi wireless untuk e koneksi ke smartphone Anda, Apple CarPlay Android Auto. Dan juga bisa dengan mobile link yang mana ini adalah koneksi untuk penggunaan kabel ya. Jadi kalau Anda colok ke kabel USB ee koneksi ke smartphone, Anda pencet aja yang mobile link ini. Dan kalau misalnya Anda enggak mau ribet-ribet, enggak pakai koneksi-koneksi ke smartphone seperti untuk penggunaan maps dan lain-lain, tetap masih ada multi e media seperti penggunaan Bluetooth dan juga ada radio seperti biasa ya. untuk audionya enggak pernah untuk Pajero pasti top of the line-nya dari Mitsubishi. Apalagi ya di sini tetap mendapatkan tadi seperti di belakang kulit yang premium tapi tidak terkesan mudah rapuh ya. ini terkesannya akan lebih panjang dari umur Anda memakai mobil ini. Maksudnya dia last sepanjang Anda memakai mobil ini. Dan di sini meskipun masih mendapatkan plastik-plastik yang keras, tapi plastiknya ini terkesan padat ya. Jadi bukan sesuatu yang tokok tok gitu. Ini ini diketok nih padat. Kenapa begini? Banyak sahabat nanya, "Kenapa harus ada handle pintunya mengganggu begini?" Kenapa demikian? Karena Anda kalau misalnya posisinya miring, naik mobil ini, e, parkirnya posisinya miring, Anda tarik dari sini, duduk mau narik pakai apa? Licin tangan Anda. Misalnya Anda lagi habis dari proyek, tangan Anda licin. Ini grip yang gede. Tarik. Itu jawabannya kenapa harus sebesar ini door handle-nya si Pajero Sport Dakar ini dan ini kokoh gitu ya, enggak bercanda. Ini bukanya pun waited banget gitu. Bukan sesuatu ya. Tuh tuh tuh tuh tuh tuh tuh. Jadi enggak ada yang mudah terlihat patel di sini gitu. Enggak ada yang mudah terlihat eh rusak di sini. Di sini juga ada wireless charging untuk handphone Anda. Ditaruh di sana ya. Oke, eh kita langsung rasakan aja bagaimana rasanya si Pajer Sport ACAR facelift ini. Suspensinya yang sangat nyaman dan juga mesin C4R15 ketika berada di jalanan. Cus, kita langsung driving impression. Oh ya, ini electronic parking brake. Driving impression Mitsubishi Pajero Dakar 4*2 2025. Kita masih ditemani oleh Pak William. Pak William ini petingginya salah satu Mitsubishi. Sun Motor Cibubur nih. Entar kita mau ngobrol-ngobrol juga nih Pak William tentang Mitsubishi yang bocorannya tadi DST ya. Lu lu mesti kasih tahu gua dulu ya bocorannya. Pasti pasti pasti. Oke, tapi kita bahas dulu Pajero Dakar 4*2 ini. Ah, sahabat Rev Indonesia jangan lupakan kompetitor si Fortuner Mux dan juga Everest yang satu ini. Karena kenapa? Sejujurnya menurut Driving Indonesia untuk soal kenyamanan berkendara dan suspensi. Benar enggak, Pak William? Betul. Suspensi dan kenyamanan berkendara untuk kelas SUV Leader frame diesel ini belum ada yang ngalahin si Pajero Dakar 4*2 ini udah berapa tahun loh padahal loh ya lu udah kasih kesempatan banyak untuk pada kompetitornya tuh ngejar untuk kenyamanan. Tapi jujur kalau buat duduk di belakang tengah nih misalnya jadi bos atau nyetir di depan sini untuk jalan jauh bukan buat kebut-kebutan ya memang tetap belum ada yang ngejar si Pajero Dakar 4*2 ini. Nah dengan update yang kali ini apa yang dirasakan ini? Kalau dari segi mesin sih masih 4N15. Betul ya William? Ya tadi kita sudah cek masih si Anis ya mesinnya ya. Kalau 4N16 itu mobil apa, Pak? Kalau 416 itu masih di Tritan. Tritan. Dan mungkin kalau misalnya teman-teman sudah mulai dengar itu masih di Thailand. Pajeronya di Thailand. Pajero Sport-nya. Yes. Itu kalau Tritan di sini 416 tapi eh maticnya beda. Maticnya beda. Maticnya 6 speed. Yap. 6 speed. Kalau yang ini masih 8 speed ya. Sejujurnya sih driving Indonesia merasa kalau di Indonesia mungkin 8 speed. He mungkin itu juga kenapa enggak di belum dipakai 4N16-nya di Pajero? Karena 8 speed-nya ini sebenarnya cocok untuk di Indonesia. Yap, betul banget. Karena Giginya banyak. Ini masih gigi 5 gigi en. Jadi kita mau di kecepatan berapap pun dia bisa mencapai RPM yang rendah seperti ini. Misalnya kita cruising 70 km/h di gigi 6 atau 7 masih bisa mendapat RPM 1500 1400. Jadi semacam super cruise-nya Mercy gitu loh Pak William. Jadi kenapa 1500 ini bisa tercapai? Karena ada 8 speed dan torsinya itu karena mobil diesel turbo ya di torsinya di RPM rendah itu sudah tinggi, sudah memuncak. Jadi even di gigi tuuh ketika kita tambah gas tetap dia mendorong gitu loh. Jadi sampai 70 km/j. Makanya Anis ini dengan mated dengan 8 speed eh transmission automatisnya dari Mitsubishi ini masih bekerja untuk si eh Pajero Sport Dakar 4* 2 ini. Tapi ada hal baru yang di Dakar 4* 2 eh facelift kali ini dari segi driving-nya okelah benar dapat setir setir yang model-model EVO, model-model Xorce begini ya. I dan juga cluster-kluster yang sekarang udah digital dan lengkap banget bisa diganti-ganti tadi model ee klusternya. Tapi selain daripada itu, ada hal baru yang didapatkan oleh si, waduh buset de, dia motong di situ. didapatkan oleh si Pajero Dakar 4*2 ini, yaitu adaptive cruise control. Adaptif cruise control. Bentar, kita cari posisi yang bisa ee mengatur jarak dengan mobil depan. Nah, kita berada di lokasi yang banyak traffic untuk tes si adaptive cruise-nya. Ada layarnya nih di sini ternyata ya. Kita switch ke kanan. Dia ada layar untuk ngatur jarak dengan adaptif cruise eh dengan mobil di depan untuk adaptive cruise controlnya. Nyalain ini doang kan? Nyalain itu, Pak William. Ya, ini ya. Klik ini. Klik terus set ke bawah. Kecepatan kita nyalain 65. Terus kita kasih mobil di depannya. Uh, mobil depan ngerem. C. Gua mau tahu dia sampai berhenti enggak? Oh, enggak sampai berhenti. Tapi ngikutin kecepatan mobil depan ya sudah sampai 40 ini. Kita setnya di 63 65 sekarang. Kalau mau naikinnya langsung lima, kita tahan ke atas aja, Bro. Oh, gitu. Oh, iya. Langsung 70. Iya, benar, benar, benar. Dan ini bisa diatur jaraknya, ya. Y. Jadi, kita bisa mendekat ke mobil depan. Jaraknya satu strip, kemudian 3 strip, dua strip, dan mobil depan berhenti ngerem. Kita sampai berhenti, sampai berhenti, sampai berhenti. Oh, bagus. Halus ngeremnya. Mobil depan kosong. Oh, tadi udah diinjak gasnya, jadi dia udah cancel. Nah, cuma memang perbedaannya dengan adas-adas yang kita kenal adalah si Pajero Sport Dakar ini memang belum dapat yang namanya land keep assist ya, Bro ya. Land keep assist atau land departure warning itu belum ada karena memang si Pajero Sport Dakar ini masih menggunakan power steering yang oli hidrolis. Kenapa demikian? Karena ini adalah dasarnya mobil offroad. Iya. Jadi kalau ada kerusakan di power steeringnya di mobil offroad yang mana sering cukup lumayan sering terjadi kalau sering dipakai di tambang misalnya itu bisa diperbaiki. Iya. Kalau misalnya electronic power steering itu sudah fatal. Jadi harus ganti satu assembly gitu ya. Lebih awet di eh power steering hidraulis. Nah dengan dengan menggunakan power stering hiddraulis tersebut kalau kita paksakan adanya eh land keep assist yang terjadi itu seperti di Fortuner eh terbaru misalnya. Oke. Lu belum tahu ya, Bro ya? Belum. Belum. Jadi kalau misalnya Fortuner terbaru itu karena dia masih pakai power steering hidrolis kan enggak bisa dikontrol pakai komputer nih. Oke. Untuk belok kiri kanannya yang terjadi adalah kalau dia crossing garis ini, dia ngejaganya pakai rem, Bro. Pakai ABS. Aduh. Eh, suspensi Pajero mah enggak usah pusing. Terabas aja. Dia ngejaganya pakai ABS. Jadi kalau misalnya dia mau jaga kanan, mau mau belok ke kanan gitu ee mau keluar ke kiri, dia mau ke kanan, dia rem di sebelah kanan. Kalau mau ke kiri dia rem sebelah kiri. Jadi kita berasa disetir dia memang setirnya belok tapi berasa ditahannya tuh di rem gitu kayak dk gitu. Jadi semacam kayak warning tapi ya sejujurnya bukan land keep assist murni gitu, bukan land keepip assist tulen. Nah, kalau misalnya Pajero dipasangkan seperti itu juga mungkin e kurang gitu cocok lah karena Pajero Sport Dakar ini kan ee juga dipergunakan untuk mobil-mobil ee untuk orang-orang yang sering jalan jauh. Jadi jam terbangnya cukup tinggi lah ya kan untuk ee orang-orang yang sering keluar kota dan juga sering ke jalan-jalan yang bukan jalan bagus juga gitu kan ya. awet kaki-kakinya. Jadi, ya rasanya sih untuk jam terbang tinggi yang disebut landip assist itu enggak terlalu krusial. Iya. Apalagi kalau misalnya Anda pun pakai spopir, Anda duduk di belakang misalnya gitu ya. Oke, kita langsung tes ke performance test. Jangan kita lupakan performance test si Pajero Dakar 4*2 Performance test 1 2 3. Gua jejak aja. W. Tunggu biar dia enggak terlalu banyak. Eh, apa enggak terlalu nge-lag. Gu aja 100. Oke. Huh. Terusin lagi nih. Terusin. Terusin. 120. Ini ada pedle shifternya ya. Cuman tadi dari Indonesia kalah cepat karena gearboxnya ada delan jadi tangannya kalah cepat. 8 speed gearbox-nya. Ya, si Pajero Dakar 4* 2 ini meskipun dia memang CC-nya bukan yang paling gede lagi di kelas ya. Betul ya. Jadi dia e Pak William kita harus mengakui Fajer E Fortuner memang sekarang ada 28-nya. Tapi boleh dibilang sebenarnya untuk bicara power si Anis ini 4R15. Uh, kita dikejar sama Lancer kaburan tuh. Handling. Enak kok. Ni mobil empuk juga tajam juga. Kita kasih jalan sama enggak mau gua enggak mau kasih lewat gua enggak mau kasih lewat dadah Lancer dadak ya. Oh orang tua mau main-main sama anak muda ya. Jadi untuk si Anis 4N15 dengan 8 speed-nya ini sejujurnya Indonesia dulu pernah pakai. Oke, jadi Pak Jero e pertama kali generasi ini, tapi sebelum facelift pertama kali, sama sekali belum facelift. Nah, itu kenapa Dia pilih mobil itu? Karena mobil ini sebenarnya adalah pada saat itu powernya clas leading. Yap. Jadi untuk bicara power apalagi torsinya di 430 Nm di RPM berapa T? 1500-an ya 2.500 2.500-an. RPM 2.500 itu adalah sesuatu yang cukup wah bahkan sampai saat ini. Tapi di zaman itu itu sesuatu yang wah banget. Jadi lu apalagi 8 speed, ada 8 speed. Jadi lu bisa cari RPM 2500 itu di kecepatan berapapun sehingga dia kencang namun tetap irit. Oke, power-nya bukan 200 HP-an seperti si temannya yang e kompetitornya juga yang 2800 cc itu. Tapi dari segi power, Pajero Sport Dakar itu memang tidak pernah kekurangan. Anytime lu mau jejak udah 100. Dan kalau lubang gua bodo amat kalau pakai Pajer. Enak banget suspensinya. Kalau suspensi dan juga digabungkan dengan handling ya untuk leather leather frame SUV diesel belum ada yang ngalahin Pajero Dakar tadi seperti Dev Indonesia bilang enggak perlu takut lu hajar gini-ginian dan dia kuat asli enggak bercanda kuatnya beneran beneran. Oh gila enak enggak Om Jin di belakang Om Jen? Wah enak enaklah ya kena bantingan-bantingan begini juga ya. Padahal jalanannya ini keriting banget nih pada saat ini nih. Sebagai fanboy-nya Mitsu gua enggak pernah kecewa sih. Enggak pernah kecewa kalau sama suspensi ya. Iya. Jadi kalau bicara handling suspensi untuk leather frame SUV enggak enggak enggak kalah sama sekali. Bahkan mungkin kelas leading, masih kelas leading si Pajero Sport Dakar ini. Kalau untuk power ya oke, memang dia bukan power yang paling e besar lagi di klase saat ini, tapi memang tidak pernah ketinggalan, tidak pernah kalah untuk power si Pajero Sport Dakar 2400 cc ini. Dan most likely untuk saat ini dia irit sekali dibanding saingan-saingannya yang powernya lebih besar tersebut karena dia masih memiliki 8 speed dari 4L15 tadi. 8 speed transmisinya dan mudah mencari RPM eh di dekat-dekat maksimal torsinya. Oke, kita tes untuk kenyamanan di jalan tol dan juga untuk fuel efficiency-nya. Cus, kita langsung ke jalan tol. Oke, kita sudah berada di jalan tol yang kasar ini karena masih belum di aspal. Masih bersama Bro William. Bro William dari Sunmotor Cibubur. Sunmotor Cibubur. Mitsubishi Sunmotor Cibubur. Ya, kalau mau cari Mitsubishi langsung ke Bro William. Ini salah satu petingginya, jadi diskonnya susah ngalahinnya. Ya, seperti dari Rev Indonesia bilang, kita berada di jalan tol yang agak keriting dengan kecepatan yang hampir 100 dari tadi kita ngobrol. Itulah nikmatnya pakai Pajero Sport Dakar. Jadi memang dulu Pajeros Dakar itu terkenal sebagai mobil ugal. Lu enggak berani ngomong ya? Dulu terkenal sebagai mobil ugal karena memang powernya saat itu adalah kelas leading. Tapi jujur sekarang Donesia merasa sudah enggak lagi Pak Jero tuh udah jarang lagi yang ugal di jalanan karena yang ugal pada lari ke gede-gedean 2.800. Jadi akhirnya si Pajero yang 2400 ini yang powernya pun sebenarnya gede cuman memang udah bukan kasing lagi sudah tidak ugah lagi. Dan kembali lagi bersinarlah dia sebagai mobil yang nyaman ketika Anda pakai di jalan tol. Kita jalan nih misalnya 100 km/h. 102 100 ya. Ini 100 km/h. Ini dengan jalan yang keriting begini. Goncangan di kamera ini aja enggak terasa nih ya. Padahal biasanya kalau waktu kita ingat Om Jin kemarin POV mobil Lancer balapnya gitu ya. Ini enggak suspensi again suspensi Pajero Sport Dakar dua jempolan. Untuk road noise juga di kecepatan 100 km/h. Ini dari ini ya dari sunroof dari tadi. Ini kita tutup tuh ya. Tenang banget. yang ada mungkin kedengaran sedikit cuman ya di atasat sela-sela pintu ini tapi sangat-sangat minimum lah untuk e road noise dan juga wind noise-nya. Jadi kalau sekarang kembali lagi kalau Anda mau menggunakan Pajero menggunakan mobil Anda untuk keluar kota, jalan jauh yang jalanan tol di Indonesia mohon maaf nih memang udah banyak tolnya tapi enggak enggak selamanya rata. Anda mau jadi sopir maupun menjadi pengemudi maupun pakai sopir duduk di kursi bos. Ini nikmatnya Pak Jero. Itu sesuatu yang enggak bisa dikalahkan pesaingnya. Posisi duduknya di belakang tadi seperti Om Jin bilang nyaman. Ruang kakinya masih lumayan lega. Itu yang dijual oleh si Pajero Sport Dakar ini. Nilai plus yang masih tergantikan di range harganya. Karena you know what? di kelas dia nih lawan dia apa sih sebenarnya mau bicara sebenarnya kita bicara si R Everest ya Everest itu range harganya sudah mendekati R miliar jauh di atas bro sedangkan si Pajero ini masih di range harga 600-an belum diskon lagi kan jadi ah gua nyantai dulu lah ya dikit kita dipotong kita dipotong kita mau lihat wah wit cepat balik lagi dia cepat speednya balik lag Kenapa gua lepas tangan? Enggak, cepat speednya balik lagi. Cuma difoto cuma e maju lagi dia. Ya, jadi kita itu ya tadi uji eh radar eh bukan radar apa adaptive cruise controlnya dari si eh Pajero Sport Dakar 4* 2 ini. So, kalau Anda mau jalan jarak jauh tetap memang masih tidak tergantikan si Pajaran Sport Dakar ini. Nah, kalau kita bicara ee jalan jauh di tol tentunya kita harus bahas soal fuel ekonomi. Kalau fuel ekonomi sih rasanya karena mesinnya masih si Anis ini ya, Pak William ya. Rasanya sih masih belum banyak perubahan. Ini tadi kita geber-geber karena tadi habis eh performance test jadi dia turun sampai sekitar 13 km/l. Tapi tadi sebelum digeber-geber kita masih keliling-keliling aja. ini mencapai untuk konsumsi em campurannya mencapai 13,7 13,6 km/l. itu penggunaan bahan bakar e dalam kota maupun dicampur dengan jalan tol dari si Pajero Sport Dakar 4*2 ini. Driving Indonesia sendiri kalau untuk Pajar Sport Dakar yang mesin Anis sudah merasakan sendiri untuk penggunaan dalam kotanya itu kira-kira ee sekitar 11,5 e 10,5 sampai 11, lah 11,5 km/l kalau macet banget di bawah sebelah sedikit km/l. Sedangkan untuk perjalanan jarak jauhnya, untuk penggunaan e jalan tol ke luar kota itu ranging banget ya karena dia ada 8 speed. Tergantung lu jalannya di cruise di speed berapa lu pakai gigi 7uh apa gigi iya benar ya. Iya. Karena kalau Anda bisa sampai ke kecepatan tingginya di di gigi 8, mobil ini irit sekali. Dia bisa sampai 18 km/l atau bahkan mendekati ke 20 km/at 1 banding 20. 1 banding 20 ke Bekasi. Ke Bekasi. Nah, itu dia. Jadi, kalau Anda bisa mencapai jalan tol yang lancar, panjang, kecepatan tinggi, dan cruise di gigi del itu Anda bisa mencapai 20 km/l. Tapi yang drive Indonesia biasa selama dulu pakai Anis dapatkan 4N15 itu sekitar 18-17 km/l untuk penggunaan di jalan tolnya sehingga mendapatkan kombinasi 13,6 13,7 km/l. Oke. Nah, sekarang kita bicara soal harga nih, soal bisnis. Masih ditemani oleh Bro William dari Sunmotor Cibubur. Mitsubishi Motor, Mitsubishi Sunmotor Cibubur ya. Ya, kalau bicara Pajero Sport Dakar ini memang mobil bergengsi lah ya sebenarnya ya. Jadi bukan juga ee dikategorikan mobil murah. Harganya berapa, Bro? Untuk Dakar 4*2. Kalau setelah diskon kita bisa bawa pulang 630. Oh, jadi ih, rapet sama S MacBank dekat sama si Innova. Innova Xenix. Xenix tipe que yang hybrid ya. Tipe yang hybrid. Jadi, Sahabat Driv Indonesia kalau ee nah ini sebenarnya alternatif untuk kalau misalnya Anda mau cari mobil harian, tapi Anda sering kepakai juga untuk ke jalan-jalan rusak misalnya atau ke proyek atau ke luar kota yang sampai ke nyeberang pulau misalnya. Ini cocok banget nih untuk Anda pakai. Tapi kalau misalnya Anda mau yang cuma dalam kota nih nih ini kita bicara agak nyamping dikit nih. Iya ya dari Pajero Sport Dakar. mobil yang nyaman untuk jarak jauh. Tapi kalau misalnya Anda suka untuk dalam kota doang, Delf Indonesia dengar-dengar ada mobil baru yang Mitsubishi mau keluarin seven seater 1500 cc turbo ya. Yes, turbo ya. Betul ya? Betul itu. Nah, kita pakai dulu nih cruise controller biar agak aman nih kita sambil ngobrol ya. Ngobrolnya lebih lebih nyaman ya. Emm, itu namanya kalau enggak salah coden name-nya DST. Yap. DST itu seven seater yang dikatakan X4 seven seater. Betul enggak menurut lu kalau kita bilang itu X4 seven seater? Emm enggak. Enggak. Kenapa? Karena memang secara desain itu memang desainnya Mitsubishi ke depannya akan seperti itu semua. Oh, maksudnya lampu-lampunya memang desainnya ke depannya seperti itu semua. Kayak si tritan juga udah mengarah ke sana ya mukanya ya. Iya ben tapi ke depannya Pajero kemungkinan akan mirip seperti Tritan juga. Kalau dia ganti generasi atau festif lagi mungkin mengarah ke situ bentuknya. Nah, jadi eh jujur nih ya mungkin Pak William dari petingginya Sun Motor Mitsubishi ini lebih tahu nih soal DS daripada re Indonesia. Karena kita kan ya boleh dibilang kita nih orang awam ya enggak sih? Orang luar lah yang belum sampai masuk ke dalam internal slukbluknya Mitsubishi. Gua mau nanya ya. Gua mau nanya nih. Kak William udah cobain belum mobil itu? Udah. Hah? Serius serius lu udah cobain kencang enggak? Gila, Bro. Gila gila. Aduh. Jadi itu mobil bentuknya bentuknya gimana sih? Benar-benar kayak si ee apa kalau lihat di renderingrendering yang di online gitu apa kayak gitu, Bro? Eh, secara eksterior. I secara eksterior yang teman-teman lihat di Thailand atau Philippine kemarin launching. Iya. Kurang lebih seperti itu. Kurang lebih kayak gitu. Kurang lebih seperti itu. Berarti dia agak gendut bodinya. Yes. Agak bantet gitu ya. Agak gendut tapi panjang gitu ya. I. Ee sama Xander Cross panjang mana, Bro? Sama Expander Cross kalau enggak salah dia cuman beda 5 cm lebih panjang sedikit. Kira-kira 5 cm lebih panjang sedikit. Oke. DST namanya ya. Apakah Mitsubishi desert kah, deserter kah, apakah apa ya dan seterusnya. Dan seterusnya belum tahu ya namanya ya. Nanti kita tunggu nanti tanggal 24 Juli di GIAs kita akan launching 24 Juli udah fix berarti tanggalnya sudah pasti fix 24 Juli launching DST. Nah, sahabat Indonesia itu kabar-kabarnya range harganya berapa? 500. Range harganya masih di angka R00 sampai R00 juta. Kita masih belum tahu fixed price-nya berapa. Heeh. Nanti fix-nya akan kelihatan nanti di tanggal 24 Juli. Tapi kira-kira range-nya di bawah ini ya, berarti di bawah Pajero ya. Di bawah Pajero Spotar. Jadi kalau Sahabat Indonesia mau untuk luar kota nih misalnya untuk ke jalan-jalan rusak e ke proyek tapi juga enak di dalam kota ini memang Pajero Sport Dakar tetap pilihan unggulan untuk e Anda mau nyetir maupun pakai spir di harga tadi dengan otan y. Tapi kalau Anda hanya butuh yang lebih nyaman di dalam kota, sesekali aja keluar kotanya gitu ya, tapi juga menggunakan mesin yang kencang banget tadi 1500 cc turbo, boleh tunggu dan seterusnya. Deserter Desert apa itu? Belum tahu namanya. Boleh tunggu atau indensi Mitsubishi DST langsung ke Pak William. I Pak William dari Mitsubishi Sunmotor Cibubur. Nomornya dan Instagramnya kita cantumkan lagi di sini. Buruan konak tanya-tanya test drive langsung si Pajero Sport Dakar ini atau inden booking test drive juga nanti untuk si DST begitu available sama Pak William. Entar bro bentar bro. Belum belum selesai. Jangan ditarik tangan gua. Apaapa? Apa? Kenapa? Jadi gini e nanti kalau misalnya buat teman-teman yang nonton video ini nanti boleh dicreenshot. Iya. Jadi kalau misalnya teman-teman nanti mau lihat mobilnya atau beneran mau SPK tinggal konakct screenshot video ini nanti saya kasih tiket gratis. buat ke GIAS. Tiket gratis GIAS. Yes. Serius? Weekend boleh enggak? Weekend boleh tapi kalau misalnya mau weekend SPK juga ya. Berarti siap. Oke. Oke. Ya, sahabat Indonesia kalau mau SPK atau mau test drive langsung si Mitsubishi bersama dengan Pak William bisa langsung screenshot video ini kirim ke nomor tersebut tadi. Instagramnya kita cantumkan lagi di sini dan dapatkan tiket gratis untuk masuk ke GIAs bersama dengan Pak William. Ya, sahabat Rev Indonesia, itu dia tadi Mitsubishi Pajero Sport Dakar 4*2 facelift 2025. Suatu leather frame SUV turbo diesel yang memang sekarang sudah gemilang kembali, berwibawa kembali, udah enggak banyak yang pakai untuk ugal-ugalan, tapi memang juga paling nyaman dan cocok untuk dipakai di segala medan di Indonesia. Misalnya Anda suka menyertai sendiri atau pakai spiruar kota atau melewati jalan rusak menuju gudang atau proyek. Jangan lupa untuk tekan jombol ke atas apabila Anda menyukai video ini. Subscribe dan juga follow Instagram Gra Indonesia apabila belum. Dan tinggalkan komentar di bawah ini apabila ada pertanyaan, kritik, saran, atau sekedar ingin bincang-bincang terkait dengan Pajero Sport Dakar, Mitsubishi, DST atau terkait dengan otomotif pada umumnya. Terima kasih Anda sudah menonton dan sampai jumpa lagi di video-video berikutnya. Dadah. Yeah.
