Jungkat

POV REVIEW | SUZUKI FRONX 1.5 GL (4A/T) 2025 | SPEK-NYA CUPU?? 🤔 APA IYA!? | Car Tour & Test Drive (YouTube Video)

  • 06/09/2025

Kemarin waktu Drive Indonesia review Frongs yang SGX, banyak yang komentar, "Ah, Frx kemahalan. Frx kemahalan, Bang. Sini, sini lu, sini. Gua kasih tahu. Suzuki Frx nih, ya. Ada yang dengan diskon harganya menjadi dekat dengan city car atau bahkan di bawah harga city car seperti Brio RS atau AGJR Sport dan bahkan menjadi beda tipis dengan si Badi atau One. Hah. Dan kalau lu masih bilang mendingan tig cross, Bang. Tigo cross. [Musik] Gua pengen nanya, jadi pada akhirnya kalau lu udah bandingin yang lu pilih, yang mana? Frongs apa tiga cross? Coba komentar di bawah ini. Yes, Driving Indonesia suka Suzuki Frongs. Maka begitu Pak Rehan dari Suzuki Bit Pusat Pulau Gadung manggil kita dan kasih tahu bahwa Om, ada nih Suzuki Frongs GL mau test drive enggak? Buru-buru kita iyain. Jadi terima kasih kepada Pak Rehan dari Suzuki Bit Pulau Gadung yang telah menyediakan Suzuki Frx GL 2025 ini untuk ditest drive dan di-review oleh drive Indonesia. Jangan lupa untuk kontak beliau jika Anda mencari mobil-mobil Suzuki. Yes, sahabatnya, ini adalah Suzuki Frongs tipe GL. Jadi, ini adalah entry level si Suzuki Frongs di tahun 2025 ini. Dan menurut Dingya ini malah justru menekankan sisi elegan, sisi mewahnya dari si Suzuki Frong ini ya, dari detail-detailnya ya. Jadi in no way ini terasa kosongan standar gitu dan dia tetap mendapatkan kesan bongkok-bongkok siap menerjang, siap bertinjunya si Suzuki Frongs ini bisa dilihat tidak ada penggunaan material-material yang terlalu di-downgrade di sini ya. Jadi tetap dapat veleg aloy. Entar kita akan bahas ya. Berbeda velegnya. Tapi bukan velek kaleng. Terus spion tetap berwarna body gitu. Tidak ada yang kesan-kesan hitam dove yang kayak purman spec gitu. Dan bahkan di sisi lampu perlampuan ini bahkan di tipe GL Anda masih mendapatkan B beam LED ya. Jadi lampu besar dan lampu lampu besar lampu tembaknya ini masih dapat yang LED dan masih auto headlight di tipe entry level GL ini. Di atas sana juga ada e DRL ya, DRL LED yang seperti di tipe SGX-nya juga yang mana kalau Anda pasang sein DRLTD juga langsung berubah jadi lampu sein begitu ya. Untuk e grill bagian grill juga mendapatkan grill yang masih mirip dengan yang tipe FGX-nya. Tipe tertingginya ada chrome dan juga piano black di sini. Cuman kalau di tipe SGX di sini radar ya untuk ADAS untuk mendeteksi jarak ke depan. Sedangkan ini karena tidak ada radarnya, tidak ada ADASnya, maka ini hanya ornamen garis-garis begitu ya. Dan juga ada perbedaan di bawah sini kalau di tipe SJX ini ada tambahan clading lagi hitam di bawah di bawah si silver ini. Tapi overall gila ini masih tetap kelihatan up market banget. Bahkan di tipe GL-nya ini sih Suzuki Frongs 2025. Now di sisi sampingnya tetap dia masih mendapatkan outline yang berbongkok, siap bertinju gitu ya, seperti adiknya Grand Vitara dan seperti di Frongs GX. Hanya saja bedanya di atas ini kalau di tipe GX dan SGX ini berwarnanya silver ya. Ya, agak berbed lebih garnish lah, lebih terhiasi bagian atas ini. Sedangkan di tipe GL ini dia mendapatkan hitam dove kasar matte gitu ya. Tapi enggak masalah banget kok. tetap terkesan euro, terkesan international look banget gitu. Dan untuk si spion ini ya untuk buka pintu starter dia memang bukan langsung auto terbuka jadi tetap pakai tombol retrack di sini ya di tipe GL. Lain-lain daripada itu apa ya? yang enggak tuton tentunya karena twoon itu adalah opsional dan juga untuk velegnya nih walaupun tetap sama-sama mendapatkan veleg ring 16 tapi di tipe GL ini mendapatkan veleg yang warnanya silver polish campur black ini. ditut tone kalau yang di tipe SGX kemarin adalah warna hitam ya. Hitam lebih sporty gitu kesannya. Tapi enggak apa-apa. Di tipe GL pun ini masih mendapatkan alloy wheels yang two tone gini jadi masih terkesan mewah ya di belakang ya. Ini sisi belakang remnya mendapatkan rem tromol dan dibalut dengan ban 19560 ring 16. Yang ini bannya Good. Oke kita berlanjut ke sisi belakang. di belakang. Apa yang beda ya? Hm, kita telaah dulu ya. Nomor satu ya pastinya ini atapnya sewarna body ya. Karena ini tipe yang GL bukan yang optional twoone gitu ya. Tapi lain daripada itu ini benar-benar mesti diamatin perbedaannya di mana ya. Jadi Anda bukan mendapatkan mobil yang kosongan ya. Ini masih lengkap padahal harganya ini kalau untuk yang tipe manualnya tipe GL kita ceplosin kepala 24 sama diskon. Jadi bersaing sama Brio sama Agia gitu loh. Bedanya di sini kalau tipe GL lampunya ini sambungan garnishnya ini tidak menyala sedangkan di tipe SGX menyala tapi Anda tetap mendapatkan lampu rem dan lampu senja lampu sein yang LED begini ya. Sama satu lagi di bawah sini clading-kladingnya di tipe SGX ada tambahan hitam-hitam lagi di tipe GL. Hanya silver begitu aja tapi elegan kok. tetap kelihatan apa ya international look gitu loh. Eur look banget nih mobil. Ah, gua nemu satu lagi yaitu apa? Di sini kosong. Kalau tipe SGX kemarin ada emblem smart hybrid-nya di situ ya. Kalau di tipe GL ini enggak ada karena memang si Prongs GL 2025 ini dilengkapi dengan mesin yang internal combustion konvensional ya. Jadi murni tidak ada emblem-emblem smart hybrid dan tidak ada integrated starter generator yang ada di tipe SGX. Ya, ini adalah mesin K15B 1500 cc 4 silinder yang dipakai pada baleno sebelumnya. Jangan dipegang. Lihat ya. Jadi celahnya nih sepanjang ini dari val cover ke bullhead nih sejengkal jaraknya. ruang mesinnya lega banget gitu ya. K15B ini di Frongs GL menghasilkan tenaga 104 horsepow di 6000 rpm dan torsi 138 Nm di 4.400 rpm. Tenaga mana dialirkan ke transmisi otomatis konvensional? Empat percepatan ya. Jadi di sini kalau yang di tipe GL tidak ada panel shifter. Dia masih e matic yang konvensional juga. Jadi masih belum CVT ya, enggak pakai CVT CVT-an. Ini konvensional 4 speed seperti yang dipakai pada Baleno sebelumnya gitu ya. Dan tenaga tersebut dialirkan oleh si otomatis konvensional 4 percepatan ke roda depan si Suzuki Frs GL 2025 ini. How I really wish ini manual. Pengen banget dikasih cobain yang GL manualnya. Oke, kita masuk ke bagian interior. Bedanya apa aja, Om Jin? Ini si Suzuki Prong Prong. Prong prong Prong Frong tipe GL. Hm. Bedanya sih kelihatan nih materialnya. Material iya sampai ke door trim juga. Tapi gua suka lu. H jujur ya. Jujur ya gua mungkin kolot ya. Tapi gua suka lu ini materialnya agak-agak mirip lu tahu enggak dengan warna kayak gini agak mirip kesida tahu enggak? Iya. I warnanya burgundi-burgundi gini. Anda orang jadul ya? Ternyata gitu ya. Warnanya bergundi-bergundi. Oke, ini enggak bilang enggak gampang kotor, tapi ini warnanya warna-warna kayak Toyota zaman Toyota mewah gitu ya, zaman jadul gitu. Baada itu gimana, Om Jin? Posisi duduk tetap. Posisi duduk tetap nyaman. Tadi selama perjalanan sih gua enggak ada masalah ya. Sos sosuk di belakang tadi pas gua lagi review. Gas rem, gas rem, banting kiri, banting kanan ngetes trxin control. Tunggu ada pesawat baling-baling. Oke, balik lagi. I, jadi tadi lu pas gua banting-banting gitu tetap nyaman ya? Nyaman soalnya grip. Lihat aja konturnya. Iya. Bikin lu jadi gigit gitu loh. Apanya? Kontur joknya. Apanya yang lu digigit? Bagian yang enaklah. Iya. Di bawah sana tetap sebelah kanan ada apar ya di bagian e sisi kolong pengemudi sini. Dan untuk posisi duduk Om Jin tetap di ini posisi duduk driving Indonesia ya di depan ya disamain nih kiri kanan kira-kira jadi posisi duk Om Jin berapa tingginya Om Jin? 181. 181 beratnya turun dikit kayaknya nih. Enggak enggak tahulah. Hah? Beratnya keel kayaknya pindah ke gua. Gua gendutan dikit. Masih sisa e ruang gerak kaki sekitar ya dua sampai lah. Tiga jari ngepas ngepres banget dua jari lah. Kaki masuk lah ya. Masuk lega. masuk dalam dan juga cukup nyaman lah. Untuk ruangan kepala ini masih sisa empat jari lega, lima jari nge-pres di atas kepala Om Jin kursi belakang ini. Dan ya, jadi bedanya di belakang sini yang paling notable cuma satu ya. He ini enggak ada semi kulit-semi kulitnya. Ini semua ee apa dibilangnya nih? Fabrik. Fabrik lah. Fabrik. Tapi boleh dibilang lebih kayak blue blue marun gini. Aduh Indonesia suka warnanya nih ya. Kayak gimana ya? Kayak ototik kali ya. Iya, kayak ya gitulah kayak crown kesida zaman dulu dan tetap dapat tiga head rest di belakang sini ya. Jadi untuk level mini SUV ruangannya sebesar ini dan masih dapat tiga headr di bawah sini juga masih ada B cooler, masih ada AC di bawah sini untuk mendinginkan paha Anda. Dan di sini masih mendapatkan ini apa sih? Oh, contekan. Contekan NS contekan ini brokurnya bagus amat coba lihat halaman halaman pertama tuh sosok bagian bagasinya aduh ini tadi kita udah hitung ini totalnya ada tujuh tas di belakang sini ini bagaimana sih buset ya ini agak sedikit kurang rapi ya boleh dibilang berantakan karena ini adalah mobil wara-wirinya si Suzuki Bit Pusat Pulau Gadung sekarang. Karena sering di test drive nih tipe GL. Ini jarang loh yang dapat tipe test drive tipe GL ya. Makanya ini sering diminta untuk diuji coba. Bagasinya masih sama dengan tipe SGX dalam dan ini tadi kita hitung ini adalah tujuh ransel ya. Satu, dua, tiga. Ini ada tas berisi empat. Dua ini empat lima ya. Anggaplah ini satu ransel en ini satu lagi kira-kira ukuran satu ransel segini dalam sini ada tujuh. Jadi ini adalah tujuh ya anggaplah 4 sampai 5 ransel plus dua tas kecil masih bisa ditumpukkan satu sisi sebelah kanan begini. Dan di sebelah sini kalau Anda mau masukin uh koper ini masih muat. Mohon maaf ya, ini berantakan karena memang ini mobil baru dapat beberapa hari lalu nih di test untuk test drive tipe GL-nya dan sering di test drive. Tapi look at that. Bagasinya sedalam itu. Dan ini masih tidak jauh di atas bumper. Jadi kalau di atasnya ini sebelah sini Anda masih mau naruhin barang lagi masih muat. Dan kalau Anda mau membawa barang yang panjang, coba Om Jin lipat sebelah kanan, Om Jin. Ini masih bisa dilipat dan ya memang tidak rata. Ada undakan di sini. sekitar 78 jari. Tapi kalau Anda mau ambil barang ke belakang, boleh tarik. Anda bisa ambil barang seperti naik sedan gitu. Praktis ya si Suzuki Suzuki Froong sini ya. Sederhana, masih dapat elegannya tapi praktis. Oke, kita masuk ke kursi pengemudi. Nah, di bagian pengemudi sini memang di tipe Frongs GL ini lebih terlihat lah ya ada perbedaan dengan tipe SGX-nya. Sedikit less crowded karena nomor satu memang kalau di SgX di sini ada headsup display di tipe Frog GL ini tidak ada ya dan memang tidak ada tombol-tombol untuk adas cruise control di sini. Cruise control enggak ya. Jadi memang tidak ada untuk tipe GL. Tapi other than that, Anda masih mendapatkan tadi ya, soft touch di sini yang masih seperti terasa mewah banget ya, seperti di Crown dan Cresida zaman dulu ini menurut Ring Indonesia. Kemudian ya ini hard plastik tapi hard plastiknya yang lumayan tebal. Jadi seperti di Xander mungkin atau seperti di Innova Ribon. Innova Rebon sedikit lebih tebal. Ini sedikit lebih tipis. Tapi in by no means ini yang soft touch empuk tembus gitu ke dalam gitu enggak ya? Dan ini masih mendapatkan garnish-garnish yang terlihat up market. Walaupun ini hard plastic ya, tapi somehow kalau dilihat seperti ini, pemandangan Anda pada saat mengemudi terlihat seperti soft touch leider padahal bukan gitu ya. Menghiasi mata Anda lah. Mendapatkan juga garnish-garnish silver di sini. Dan mobil ini juga untuk segi entertainment tidak kurang. Jadi, Anda tetap mendapatkan Apple CarPlay smartphone connection ya, Apple CarPlay Android Auto yang masih bisa wireless gitu lengkap. Ini masih lengkap mendapatkan Bluetooth juga, USB, smartphone dan juga FM AM gitu ya. Radio lengkap untuk suaranya. I mean tidak terlalu bagus seperti dibilang yang kayak SGX-nya. Biasanya Suzuki memang trbleelnya segala macam balance ini ya. Ini oke tunggu ya. Tunggu kita analisis yang lebih mendapatkan BBM dan pelayanan berkualitas tidak kurang. tidak kurang. Tapi menurut Drive Indonesia bisa lebih baik kalau di sini kita tambahkan twitter, aksesoris mungkin ya misalnya kita tambahkan twitter di sini tapi dari segi speakernya tidak kurang. ini oke untuk speakernya, hanya saja mungkin lebih baik kalau misalnya kita bisa tambahkan Twitter-nya ya di atas ya untuk trble dan untuk AC di sini dalam Indonesia cukup terkejut meskipun dia bukan climate control enggak ada angkanya tapi ini tetap boleh dibilang tetap climate control cuma bukan pakai temperatur jadi ini ada ada ini bisa menjadi panas bisa menjadi heater bukan cuma sekedar mendinginkan atau tidak dinginkan AC ini panas malahan karena di tidak tidak ada climate control yang angka K gitu. Jadi dia tidak tergantung kepada temperatur di luar. Di luar pun lebih panas daripada di interior mobil. Tetap dia menjadi pemanas gitu. Dan di sini tombol anginnya ya lengkap. Jadi semuanya pengaturan digital bisa cool bisa hot. Kemudian buka tutup sirkulasi. Kemudian arah arah AC ke kaki ke muka, ke kaca. Jadi lengkap banget ya. tidak dipotong-potong, dikurangin-kurangin di sisi AC, kontrol AC. Di sini juga Anda mendapatkan material yang tadi ya, fabric dengan pinggiran yang seperti warna blue marun gini. Dan untuk head hand rest tetap mendapatkan handr semi kulit apa kulit syintetik gini dan buka tutup konsol box-nya ini weight berberat gitu ya. itu eh oh sori ini konsole box itu glove box ya glove box ya ini sama dengan tipe SGX tidak e wayight tidak berberat gitu ya untuk pembukaannya. Oke kita langsung coba aja dari si eh FrG GL. Oh ya ini setir juga mendapatkan setirnya yang karet aja bukan kulit gitu ya. Kita langsung coba dari Frx GL ini. Seharusnya dia lebih lincah sedikit lagi daripada si tipe SGX-nya. Karena powernya ratingnya sedikit lebih besar hep-nya daripada yang tipe SGX. Dan juga ringan bobot bodinya tuh lebih ringan dibanding si tipe SGX. Oke, kita langsung jalan driving impression. Yah, driving impression Suzuki sambil sambil belok ngomongnya. Suzuki Fronx GL 4 Speed automatic 2025. Kita ditemani oleh Pak Rehan. Pak Rehan dari Suzuki Pusat BT Vlogar. Tegang ggak lu? Gua sepede itu memang dari kemarin gua sama Fr itu pede banget dan setelah gua ganti-ganti mobil gitu ya, balik lagi ke Frx lu kasih gua nyobain lagi ke FX GL gua bisa ngerasain buset gila nih mobil asli enggak bercanda dan itu tadi berasa ya kita giniin traction controlnya jaga supaya mobilnya gak ggak miring tuh tuh dengar ya berasa ya beret berret itu traction controller ngejaga supaya mobilnya tidak ngebuang Edan Frank. Uh, tunggu tunggu gua processing dulu, Han. Gua processing dulu nih mobil. Hah? Oke, yang gua rasain gini. Nomor satu orang selalu berkomentar, "Oh, Frong GL 200 startnya 250-an ya. 250-an. Start 250. 250 jutaan enggak ada adas. So what? Jadi apa? So what? Gila ya. Bukan meledak-ledak banget powernya yang sampai kayak wih kencang banget enggak. Tapi ini mobil masih mempertahankan otomatis konvensional di era lawan-lawannya menggunakan CVT. Walaupun ini for speed automatic, tapi oke kok responnya. Gua masih berasa kepala gua kedorong ke belakang pada saat gua mau pindah gigi apa nambah gas terus dia pindah gigi gitu ya. Dan oh my God, karena dia lebih enteng lagi dari yang si SGX. Gila, respon setir ke apa ya perubahan. Jadi delay antara perputaran setir dengan perubahan direction-nya itu sedikit sekali. Orang pada bilang, "Oh, Frons enggak ada road feedback-nya. Muke lu gila, muke lu enggak ada feedback tuh. Feedback makan tuh. Feedback makan tuh feedback. Gila nih mobil asli enggak bercanda. Apalagi kalau manual aduh ini miss opportunity. Enggak ada ya test drive-nya manualnya ya, Han? Enggak ada. Ah, sayang sekali. Mis opportunity sekali ini kalau manual gila, benar-benar terasa kayak bawa mobil semi rally gitu loh. Mobil, mobil rally junior. Oh my god, muke lu enggak ada feedback tuh. Makan tuh feedback. Gila, tetap berasa kok enteng. Iya, setirnya enteng betul. Tapi bukan ggak ada dan menyahutnya terhadap putaran setir Anda tuh cepat sekali. Ini mobil sebenarnya cocok loh buat driving kalau mau pakai harian. Beli yang manual please beli yang manual. Tapi gila, ini mobil lincah sekali. Itu poin intinya dari FR Frong GL ini. Apalagi dia lebih enteng daripada yang hybrid. Dan mesinnya ini tenaganya lebih gede ya daripada yang hybrid ya. 104 horsepow. Kalau yang hybrid 102 kalau enggak salah. Betul. 102 apa 103. Memang sedikit doang bedanya. Lebih lebih lebih besar 12 horsepow tapi cukup untuk seharian dan memang bukan akselerasinya yang terlalu gimana tapi responsifnya tuh dapat tapi iritnya tuh masih dapat. Nanti kita akan dapat akan kita coba ya e di jalan tol dapatnya berapa untuk tipe non hybridnya si Frs ini kombinasinya so far ini 15-an. Tebakan driving Indonesia sih mungkin beda sekitar 5%-an dari yang hybridnya. Enggak beda jauh harusnya karena mobil ini juga lebih enteng dan gearbox-nya sebenarnya sejujurnya panjang. Jadi, eh gigi 1 2 3 4nya panjang-panjang mungkin rasanya enggak akan terlalu beda jauh di tolnya dengan yang si 6 speed. Mungkin di dalam kotanya yang akan sedikit terasa lebih beda karena dalam kotanya rasio C6 speed itu lebih pendek. Jadi bisa lebih bervariatif gitu ya memilih gearb, memilih gigi berapa ketika stop and go atau jalan pelan di kecepatan seperti ini. But oh my god. Jadi kalau Sahabat L Indonesia mau melewati pandangan mengenai mobil ini tuh enggak ada adasnya gitu ya, maka terbitlah sebuah Suzuki Frongs GL yang lincah. Tapi juga kalau boleh dibilang nih suspensinya salah satu yang ternyaman di kelas unyi SUV atau di rentang harganya. peredaman bantingannya tuh rasanya enggak langsung nyampai ke badan kita gitu ya, tanpa mengurangi feedback kepada pengemudi ataupun kepada penumpang. Dan sebenarnya kalau Anda tidak perlu ADAS misalnya Anda pecinta mengemudi sendiri, ini mobil cukup lengkap si Frong GL ini. Anda mendapatkan Apple CarPlay yang wireless, sudah bisa langsung connect ke maps. Terus tadi kalau misalnya kita nah kembaliin lagi langsung terkonnect nih dan ada steering wheel control ya untuk volumenya. Jadi, in no way lu mendapatkan mobil yang tipe standar tapi terasa kosongan gitu, enggak sama sekali. Ini ada heaternya tadi ada bahkan cuman bahkan walaupun enggak ada climate control tapi dia bisa dipilih sampai panas. Kemudian arah AC-nya semua lengkap, buka tutupnya semua lengkap, kekedapan suaranya gokil. Nanti kita rasakan kalau di jalan tol perbedaannya. Tapi dari pada saat kita lagi nyetir di POV driving juga nih contohnya misalnya ya kita kejar deh biar cepat nih gua bisa ngejar motor ini karena mobil ini lincah sekali noh samping motor nyaris tak terdengar di samping truk untuk mobil dengan harga starting R50 jutaan sebelum diskon. So, boleh dibilang ini salah satu mobil yang worthed banget di tahun 2025 ini. Hah, penasaran. Oke, kita coba langsung bawa ke jalan tol. Pengen tahu rasanya gimana sih si Frong kosongan tapi bukan kosongan ini ya. Tipe standar paling bawah tapi bukan kosongan ini rasanya di jalan tol tuh seperti apa sih? Cus kita bawa ke highway driving. Oke, Kita sekarang sudah berada di jalan tol Antarota Antar Provinsi. Masih bersama Pak Suzuki Pusat BIT Pulau Gadung. Om Pak Rehan dari Suzuki Bit Pulau Gadung. Iya yang kita rasakan. Oke. Tadi kan kita sudah jelaskan kira-kira perbedaan fitur-fiturnya ya dari si eh Suzuki Frongs GL ini ya, Pak Rehan ya. Iya. G dan ini tadi kita bicara ini mesinnya ee K14B. K15 K15B ee masih 4 speed ya. 4 speed. 4 speed. Tapi sebenarnya kalau mau dikatakan 4 speed-nya apakah mengganggu di jalan tol? Not at all. Nothing wrong sebenarnya dengan 4 speed-nya kita berada di kecepatan 100 km/h kita ber ee untuk RPM-nya berada di tepat sekitar 2.200 atau 2100 RPM. Jadi masih tolerable. Mungkin kalau misalnya yang 6 speed-nya kemarin kita bisa sampai di 2050-an RPM ya, Pak Rehan ya. Jadi lebih irit sedikit. Beda-beda tipis lah. But by no means ini tidak responsif. Jadi begitu Anda misalnya habis mengerem terus mau berpindah jalur langsung kick down. Oh, dua jalur sekalian. Udah kembali lagi ke jal kanan dengan kecepatan kira-kira 115 km/h barusan ya, dari 80 ke 115. Jadi responsifeness-nya jujur D Indonesia mengatakan mobil ini lebih gini ya mau dibilang responsif yang 6 speed. 6 speed juga responsif tapi ini lebih tidak bingung milik gigi. Jadi gearbox-nya itu lebih cepat e menentukan oke kita masuk ke gigi tiga aja atau dua aja gitu misalnya seperti itu. Misalnya tadi kayaknya dia kedua gitu dari ee dari atau ketiga misalkan dari empat. Jadi yang dirasakan sebenarnya kalau secara responsif tidak terlalu berbeda jauh. Hanya saja memang RPM-nya masih sedikit lebih tinggi daripada yang 6 speed. That being said, sebenarnya kalau secara fuel ekonomi enggak terlalu beda jauh juga tuh, Pak Rehan. Kalau misalnya e di dalam tol seperti ini ya, ini memang kita kombinasi jadi sudah dengan dalam kota sedikit tadi untuk POV driving. Kemudian digabung dengan jalan tol ini masih mendapat sekitar 16,7 km/l, 16,8 km/l. Sedangkan untuk jalan tolnya doang tadi Pak Rehan sebelum emm POV ya dia sudah reset di sana di pintu masuk tol sampai ke exit pick exit Jakarta Utara situ kira-kira sekitar dapatnya 20 kom 5 20,2 km/l. Jadi sebenarnya enggak terlalu beda jauh juga dengan yang hybrid nih. Mungkin dalam kotanya, Pak Rehan. Dalam kotanya sedikit berbeda. Tadi Drive Indonesia ngetes dalam kotanya itu ini dapatnya 12,6 12,7 km/l. Jadi em kalau misalnya kita macet-macetan dalam kotak mungkin yang si hybridnya sedikit lebih ee irit ya dibanding yang non hybrid ini yang GL4 speed. Apalagi dia yang hybrid-nya 6 speed ya. Ini tadi K15B. Betul ya, Pak Re K15B kalau yang si e hybridnya K15 C gitu ya. Nah, lain daripada soal emm fuel ekonomi di jalan tol antar kota seperti ini yang dirasakan oleh Driving Indonesia mobil ini adalah tetap int apa tetap tetap kedap. Dan benar, DVE Indonesia itu baru saja kan kemarin-kemarin nih baru mencoba beberapa mobil baru yang terbaru baru-baru keluar 2025 2025 ini. Dan jujur di range harga ini atau bahkan sedikit di atasnya si Suzuki Frongs GL ini range harganya ini masih range harga city car loh ya. Benar ya Pak Rehan ya. Apalagi dengan diskon yang tadi kita nanti kita akan sebutkan ini saingan sama Agia JR. Jadi harganya sama Brio RS jadi saingan ya harganya ya. Tapi benar-benar terasa bedanya bahwa mobil ini tuh even di tahun 2025 menurut D Indonesia ini salah satu mobil baru yang kedap suaranya terutama di range harga R300 juta atau Rp300 juta ke bawah. Suara truk kedengaran. Suara truk adalah sedikit tipis banget. Road noise beneran ini enggak bercanda. Jadi Suzuki kalau soal road noise di Frongs ini enggak bercanda. Soal kekedapan suara enggak bercanda. Suzuki Fr enggak bocor suara? Ada dari Driving Indonesia dan juga Om Jin menganalisis mungkin bisa ditingkatkan kalau sahabat Ding Indonesia beli mungkin bisa ditambahkan peredam. Mungkin hanya di sela-sela pintu, pintu depan yang ini dan juga pintu belakangnya. Jadi sisi belakang pintunya itu masih bisa bocor suara angin di situ aja mungkin. Tapi juga mungkin kita kedengaran suaranya dengan lebih jelas karena sekelilingnya ini redam sekali suaranya. Jadi suara yang kecil di sela-sela pintu ini lebih terdengar. Overall sama sekali tidak mendapatkan mobil yang kosongan gitu loh. Bahkan di level GL gini ya, Pak ya. E Pak Rehan dengan harga yang bersaing dengan city car dengan Brio RS dengan Agia GR. Ini tidak tidak terasa sama sekali bahwa mobil ini itu di trim level standar. Anda tetap mendapatkan Apple CarPlay eh apa namanya tadi bisa e map juga gitu ya, wireless pula dan juga ada untuk Bluetooth connection tetap di tombol-tombol di setir ada dan perasaannya ketika nyetir di tol ini tetap terasa seperti mobil yang lebih besar daripada kelasnya. Tidak terasa seperti mini SUV. Lebih terasa seperti compact SUV atau hatchback Eropa gitu ya. hatchback entry level Eropa tetap cita rasa Frons-nya di event di entry level Suzuki FX GL 2025 automatic ini. Sebagai tambahan nih ya, sebagai tambahan soal NPH Driving Indonesia mau coba sampingin kereta di jalan tol. Kita buka kacanya buat dengar suara. Sekarang kita tutup ya. berjalan bersampingan dengan kereta pada kecepatan jalan tol kira-kira 7080 km/h kita masih bisa ngobrol seperti ini. Itu emphasisnya dengan Suzuki Frs dengan harga city car saingan dengan city car. Itu yang benar-benar kita bisa tekankan ya dengan segala kelebihan dan kekurangannya tadi si Suzuki Prong ini dia memang ada sih kekurangannya maksudnya enggak ada adas, enggak ada enggak ada apa namanya ee head display. up display-nya ya Pak Rehan ya. Kemudian ya memang ini di level ini masih banyak trim-trim kerasnya walaupun ada yang soft soft touch-nya ini tadi yang warna bergendapi jadi tidak masalah karena kalau kita mengingat harganya ini mobil jujur boleh dibilang worthed sekali di tahun 2025 ini. Untuk Frongs GL 2025 harganya berapa Pak Rehan? 2 aja Om. 2 seteng. 2 seteng. Belum diskon lagi. Belum diskon lagi ya. Jadi untuk yang tipe GL 259 R59 juta. Tipe GL manual yang mana sebenarnya R Indonesia penginnya yang itu sih sebenarnya. GL manual. Kenapa lu kasih gua yang matic? Enggak ada, Om. Enggak ada tes drive yang manual. Manualnya 5 speed. Dan manualnya Suzuki tuh biasanya clicky banget. Pas di pas dimasukin tuh enak banget gitu. Kayak slotnya pas dan lempar-lemparannya tuh pendek gitu loh, Han. Udah pernah coba gua R3 manual yang baru tuh. Aduh. pengen banget. Nah, dengan kalau sahabatnya senang nih yang manualnya, Frong GL manual bisa didapat dengan harga 259 juta sebelum diskon. Sama diskon di bawah bawah 2,5 ya. Jauh ya di bawah 2,5 ya sama diskon ya. Diskonnya kita cuman bahas aja nih ya belasan. Belasan. Dan lebih cenderung mendekat ke puluhan. Cenderung mendekat ya. Cenderung mendekat ke puluhan. Jadi bisa bersaing dengan kalau yang manual bisa bersaing dengan harga si Brio RS RS bahkan di bawah Brio RS ya. Brio RS CVT dan kalau yang matic di harga asalnya berapa tadi? 271. 271 dengan diskon menjadi bersaing dengan harga si Agia GR ya. Jadi bayangin okelah lu kalau mau jadiadi apa e atowan ya boleh bukan enggak boleh tapi kalau mobil kalau kepentingan Anda tidak memungkinkan menggunakan mobil listrik misalnya meskipun Anda tinggal dalam kota tapi Anda sering pergi jauh begini kayak kita nyetir aja nih dari Jakarta Utara sampai ke Tangerang ini udah 80 km 70 km sampai ke Tangerang Selatan, Tangerang kabupaten. Kalau pulang pergi berarti kan sudah mendekati 200 km. Berarti sisanya kalau range-nya ya, Anda bisa hitung-hitung sendiri ya. Kalau range-nya itu misalnya 300 km berarti sisanya tinggal 100. Itu pun kalau Anda tidak pakai keliling-keliling lagi di tengah kota dalam kotanya masing-masing gitu ya. Jadi kalau kebutuhan Anda tetap berlari jauh, berjalan jauh sesekali ke luar kota, tetap Anda butuh mobil bensin. Ini patut diperhitungkan. Frx GL 2025 ini harganya bersaing dengan city carity car tersebut termasuk bersaing dengan Biod Atan termasuk bersaing dengan Brio RS dan juga Agia GR. So kalau sahabat Indonesia mau mencari Suzuki Frongs GL 2025 ini manual maupun matic, manual please, manual please, manual please. Jangan lupa untuk kontak Pak Pak Rehan dari Suzuki pusat BIT Pulau Gadung. BIT pusat Pulau Gadung. BIT itu apa tadi? Buana Indomobil Trada. Buana Indomobil Trada. Set. Asik ya. Jangan lupa kontak Pak Rehan dari Suzuki Buana Indo Mobil Terada Pusat Pulau Gadung. Ya, sahabat refresia itu dia tadi Suzuki Frongs GL 2025 entry level dari lineup Suzuki Frun memang bukan mobil yang dikatakan sempurna tapi is a very good allrounder car. Dia akan mendekat sahabat Indonesia dalam segala perjalanan. Baik dalam kota menghadapi kebisingan kota maupun melawan terpan angin pada kecepatan tinggi di jalan tol. Ketika ada rintangan menghalau, dia akan menghindar mengikuti gerakan setir Anda tanpa pertanyaan. Langsung tajam dan gripy banget. Lincah irit pula. Sekian yang bisa saya sampaikan untuk DFI Indonesia terkait dengan Suzuki Prom GL 2025 ini. Apabila Anda menyukai video ini, mohon jangan lupa untuk tekan jembol ke atas, subscribe ke channel Driver Indonesia apabila belum dan tinggalkan komentar di bawah ini apabila ada pertanyaan, kritik, saran atau sekedar ingin bincang-bincang dengan Drive Indonesia dan sahabat Indonesia lainnya terkait dengan otomotif saja. Terima kasih Anda sudah menonton dan sampai jumpa di video-video berikutnya. Dadah.

Lihat di YouTube