Jungkat

POV REVIEW | SUZUKI JIMNY 5-DOOR 1.5 A/T 4x4 2025 | SUV IDEAL UNTUK INDONESIA? 🤔 | Tour & Test Drive (YouTube Video)

  • 10/05/2025

Bisa, bisa, bisa, bisa. Wih, aman, bisa. Yang penting udah lewat. Tunggu, tunggu. Lewat. Eh, gas. Maju, Jimni. Eh, mantap. Ini baru gua jejak, ya. Gas. Mobil serba bisa segala medan ya yang tadi tuh misalnya ya. Kira-kira gimana tuh kelanjutannya tuh naik apa kagak ya? Mobil SUV kecil yang serba bisa segala medan dan tetap irit. Sebenarnya ini mobil hampir bisa dikatakan sempurna untuk dipakai di seluruh segala medan di Indonesia ya, Sahabat Dar Indonesia. Ini adalah Suzuki Jimny All Grip 5 door 1500 cc matic 2025. Aduh, hidupinnya simpel ya. Masih pakai kunci tadi tuh. Tuh, masih pakai kunci. Kemudian, tapi AC-nya sudah climate control digital ya, bisa diatur temperatur, mode. Entar kita bahas deh pokoknya. Ini mobil sebenarnya banyak course and features-nya, lengkap juga, tapi juga sebenarnya simpel. Terima kasih kepada Pak Rehan yang telah menyediakan Suzuki Jimny All Grip Five Door ini untuk di test drive dan disiksa oleh driving Indonesia, termasuk di jalan-jalan offroad ya walaupun offroad-offad ringan ya. Zaman dulu katana yang panjang atau Jimny yang panjang itu pintunya tetap cuman tiga sama pintu belakang dan itu cuman untuk BUMN BUMNM ya. Tapi sekarang Anda bisa memperoleh kalau Anda memang pecinta katana dan Jimny dari zaman dulu, Anda bisa memperoleh katana atau Jimny 2025 ini dengan five dooroor. Jadi, Anda bisa bawa sekeluarga tanpa ribet. Secara eksteriornya dia true to form banget ya. True to tradition banget sampai ke lampunya masih bulat seperti katana GX tahun '9495 gitu. Lampu seinnya masih di ujung situ. Fog lamp masih ada. Halogen di bawah sana. Dan sampai bumpernya. Walaupun ini udah plastik, tapi ini berbeda ya warnanya dengan body clading warna hitam dove begini. Jadi kayak kesannya mobil offroad zaman dulu tapi dimodernisasikan. Asli gua cinta banget sampai ininya nih apa namanya? Kalau zaman dulu kita nyebutnya trapes. Talang air trapesnya ini masih ada Jimmy trapes punya bentuk gitu ya. Dan sampai kap mesinnya, cup mesinnya ini masih jeglok ke atas begini. Model-model katana zaman dulu agak sedikit sedikit seperti Defender. Tapi ini true to form sampai ke Jimny dan katana yang zaman dulu. Jadi benar-benar jiwanya tuh turun banget sampai ke sini dan memang masih sangat fungsional. Benar-benar bisa dipakai offroad maupun dipakai di dalam kota untuk e atau di tol jalan jauh. Untuk lampu perlampuannya kalau dilihat gini benar-benar dekat sana kan gila. Cuma ini dapat lampunya sudah projecttor LED ya. Jadi sudah putih dan terang sapuannya tuh bagus gitu ya. B beam LED. Lampu tembaknya pun LED. Ditemani dengan fog lamp yang halogen gini. Walaupun masih halogen belum LED, tapi enggak apa-apa, enggak masalah. Ini sangat membantu untuk jika kita berpetualang ke softroading, offroad-offroad ringan begini atau ketika jalan di luar kota pada malam hari yang mungkin jalanan e lampu jalanannya kurang lengkap. Untuk lampu sein di sini masih halogen sangat seperti again Jimne, Sierra, Katana dan seperti dulu. Dan ada lampu sig samping juga di sini. Jadi kalau motor di samping kita tetap bisa kelihatan bahwa kita mau belok kanan atau belok kiri. Selain dapat bumper yang beda warna gini ya, hitam dove gini, jadi enggak terlalu susah juga kalau nyenggol-nyenggol semak blue car ini. Cukup dibersihkan dan ditambah cat yang sewarna ini ya. Jadi enggak perlu sampai pernis mengkilat. Dan di bawah sini ada clading-klading. Sudah mendapat clading-klading untuk melindungi bumper juga. Tapi selain itu melindungi yang berada di dalam sini sebenarnya. Biasanya ini untuk kalau kena batu atau apa kenanya dia duluan gitu. Untuk grill dapatnya sih memang grillnya yang harusnya yang S gitu tapi ini Suzuki Genu aksesoris. Jadi kalau Sahabat Rev Indonesia suka yang retro-retro memang bukan semua orang butuh yang seperti ini. Ada juga yang lebih senang lambang S yang sekarang. Kalau Anda butuh logo Suzuki yang lama kayak begini, ada di genuine aksesorisnya Suzuki headlamp washer. Lucu banget di situ. Dan tidak lupa juga di sini mendapatkan kaca film ini ya untuk Jimny dapat kaca filmnya I'm Picul. I'm Picul dan adem sekali. Samping persampingan. H ini aksen khas Jimny dan katana zaman dulu. diteruskan ke sini. Aduh gila kalau sekilas ngelihat begini ya. Sekilas ngelihat begini reminis banget sama Jimny katana zaman dulu. Drive Indonesia perlu ngomong Ding Indonesia pernah punya Jimny Katana tahun '94 jadi yang sudah lampu bulat. atapnya itu atap yang tinggi waktu itu. Cuman akhirnya Ding Indonesia ganti trapes karena senang Trepes. Dan di samping sini sudah mendapatkan veleg ring 15 berwarna gun metal grey gini dengan dapat bannya duel HT. Waduh bukan ban murah. Dengan ukuran ban 19580 R15. Makanya ini mobil nanti akan dirasakan ini sangat capable juga untuk offload-offload ringan. tapi juga di jalanan jadinya empuk dan nyaman. Kemudian di samping sini ada overfender yang sebenarnya membuat mobil ini kalau mau diganti bannya lebih lebar. Jadi kalau dia sampai lebih lebar dari standarnya ini masih ada sisa beberapa jari untuk Anda membuat ban ini lebih keluar ya. Jadi enggak lebih keluar, enggak lebuncul di luar vender. Kemudian di bawah sini juga ada lanjutan sebenarnya apa ini? Bukan injakan kaki, tapi kesannya seperti injek kaki. Ini clading samping aja untuk melindungi casis kalau Anda ketemu dengan batu atau apa pada saat di sini. Jadi di sini misalnya lecet nih ya. Ini yang kena ini duluan. Jadi enggak gampang karat pada saat Anda offroading dan lecet. Nah, kemudian tadi di samping sini ada yang tadi Dinosnya bilang ini talang trapesnya nih atap trapes pendek. Kemudian ada talang air di sini dan di bawah sini ada talang air yang window viser. Ini aksesoris SGA. Tapi nanti kita palak sama Pak Rehan ya. Kita palat supaya kalau dari Pak Rehan pesannya nih si Jimnyor ini dapat talang air juga dan beberapa aksesoris lainnya gitu. Dan o untuk spion ini udah elektrik ya nanti dipencet dari dalam. Dan untuk door handle sebagian orang bilang kuno. Tapi kalau D Indonesia ini namanya ikut tradisi. Ikut tradisi. Eh, enak banget nih ya tadi. Sori. Jadi ini udah elektrik ya untuk side mirrornya. Kemudian berlanjut ke belakang sini. Ini sinilah bedanya. untuk Jimne 5 Door dengan Jimne 3 Door, Jimny 5 Door dapat pintu belakang ini dan nanti kita akan bahas interior belakangnya. Tapi nyaman. Yes, nyaman. Entar kita akan bahas ya. Dan kemudian berlanjut ke belakang. Sepertinya beda panjangnya Jimne 5 Door dengan Jimny 3oor. Jimny 5 Door ini kan 3,9 m, sedangkan yang 3oor 3,6 m. Selisihnya kira-kira seginian sekitar 30 cm lebih. Jadi perbedaan panjangnya kira-kira di sini walaupun sebenarnya nambah pintu. Dan kemudian untuk di bagian belakang antenanya di atas sana lucu sebelah kanan gitu bukan di senter ya. Berlanjut atap trapes tadi dan kemudian di belakang sini ada third brake light. Uh, mantap. Dan Konde, true to tradition Konde. Dia tidak berusaha untuk menjadi mobil lain dengan m bawahkan atau menyembunyikan ban sereapnya. Dia tetap memiliki konde dengan ban sereap yang full size dengan ukuran yang sama. Ya, mana nih ukurannya? H. Ya, ini dia 19580 R15. Selain dapat door handle yang masih true to tradition juga belakang ini, di belakang sini ya juga dapat emblem Suzuki dan di sebelah sini Jimny All Grip. Di bawahnya ini ada bumper yang beda warn body juga. Ini sama seperti yang depan ya, warna hitam dove. Dan ada sensor parkir di sini. Di belakang sana ada kamera mundur juga mobil ini. Kamera mundurnya di mana? Ah, di situ. Di situ kamera mundurnya dan lampu rem. Lampu mundur, lampu seinnya ini masih halogen. Tapi tidak masalah. It gets the job done. Dan posisinya ini sangat mengingatkan kepada Jimny zaman dulu. Again. Nah, untuk urusan dapur pacunya sendiri ini mendapatkan mesin K15B. Si Jimny All Grip 5 Door ini K15B 4 silinder mesin dari Suzuki berkapasitas 1462 cc multipoint injection. Jadi ini 1500 cc multipoint injection. menghasilkan tenaga 102 horsepow di 6000 rpm dan torsi 130 Nm di 4000 rpm. Besar banget? Enggak juga kesannya enggak besar banget, tapi sangat capable. Tenaga dari mesin K15B tersebut disalurkan ke transmisi four speed automatic di sini ya. Tapi bukan cuman itu, ini penggerak belakang. By default penggerak belakang. Tapi di sini juga ada tuas untuk pindahin ke 4 * 4 high range dan 4 * 4 low range ya. Jadi mobil ini sangat-sangat mampu untuk dipakai offroad gerak belakang. Tapi kalau dibutuhkan torsi dari belakang tersebut disalurkan juga ke roda depan. Nah, untuk fitur utama dari Jimne yang five door ini adalah ada kursi eh pintu menuju kursi penumpang tengahnya. Dan penumpang tengahnya ini duduknya nyaman. Iya, nyaman. Kenapa? Eh, tunggu sebentar sebentar. Kaos. Oh, tunggu. Sebelum kita masuk ke bagian kursi belakang, kita bahas dulu soal pemenang kaos. Iya, yang kemarin tuh kaos 100.000 driving hours Driving Indonesia. Di bulan April 2025 kemarin, Driving Indonesia berkat dukungan Sahabat Revion mencapai milestone yang sangat penting, yaitu 100.000 subscriber. Dan kami mengadakan lomba komentar terbaik selama bulan April akan mendapatkan Kaos Special Edition 100.000 Driving hours Driving Indonesia. Nah, berikut ini adalah lima pemenang komentar terbaik selama bulan April 2025 tersebut. Yang pertama ada Om Adrian Suryo yang di video rangga bukan ngedukungin kita yang lagi POV malah dia ngedukungin Om Jin yang lewat pakai tuh Lancer GTI warna putih. Kemudian yang kedua ada Michael KFC the Goat yang intinya di komentar gokart barcode kalau ada celah isi pakai mobil. Kemudian komentar ketiga ada Alus Watun H1906 yang pada video driving pover Ry Turbo mengatakan bahwa kita mempengaruhi dia untuk jadi gesek-gesek bersihin sepatu sebelum masuk mobil. Kemudian ini yang keempat bikin geleng-geleng kepala. Bintang Yumna di video Rangga komentar bahwa Driving Indonesia punya celana keramat. Emang celana keramat kayaknya ya. Kita mesti stok satu lemari nih. Dan yang kelima ini spesial, Putri Warman berkomentar di video pertama driving Indonesia yang mengatakan bahwa kita mengemudi mobil POV driving dari mobil biasa-biasa aja sampai sekarang udah banyak mobil keren kita POV. Terima kasih Putri Warman. Selamat kepada para pemenang komentar terbaik April 2025. Jangan lupa untuk DM langsung ke akun Instagram resmi Driving Indonesia terkait alamat pengiriman kaos 100.000 Driving Hour Special Edition 100.000 subscriber Driving Indonesia. Kami tunggu DM kalian. Nah, udah gimana Om Jin di kursi belakang ini? Ya, gua merasa retro nostalgic. Nostalgik ya. Iya. Kayak Jimny jadul dulu. Dari tadi gua juga bilangnya itu Jimny jadul banget gitu kan. Tapi modern sih di extension dan ee fitur-fiturnya sebenarnya enggak banyak yang macam-macam tapi modern dan detail ya. Detail dan nyaman lagi. Sebagai contoh coba lu buka kaca itu power window ya itu ya. Iya bukanya penuh ya. Habis kan jadi pandangan keluar tuh kayaknya pas gitu kayak full full screen gitu ya. Iya walaupun ada kacamatanya. situ sih jadi enggak ada potongan di situ. Coba tutup lagi. Jadi kalau misalnya lagi offroad tuh guling aman lu bisa keluar. Kurang ajar. Enggaklah enggak akan ngeguling lah. Enggak akan ngeguling. Kalau ya siapa tahu gunung segunung gitu enggak enggak akan ngeguling. Ini udah cukup lebar kok. Ada overfendernya dilebarin lagi. Enggak akan ngeguling lah ini. Aman sih. Aman enggak? Udah tutup ya. Janganak. Kalau enggak ditutup backlight lu. Iya iya udah aman. Dan lain daripada itu desain interior belakangannya ini lucky banget ya. Maco banget ininya. kayaknya dipegang tuh kalau buat naik uh gitu kayaknya enak banget ya enggak gampang meleset terus posisi duduk gimana? Iya, duduk sih nyaman menurut gua ya. Untuk jalan jauh sih nyaman. Nyaman ya. Cuman masalahnya yang gua suka tuh adalah tinggi ke atasnya lega. Iya. Jadi kita enggak berasa claustrofobik walaupun mobilnya bukan mobil yang gede ya. Iya. Di tinggi badan Om Jin berapa? 181. 181 masih sisa 5 jari ke atas. Heeh. Dan untuk kaki depan masih sisa sekitar dua jari ke depan. Jadi ini posisi duduk ya. Kira-kira maju satu klik dari Drive Indonesia punya posisi lah. Kalau mundur satu mungkin sejari lah kira-kira ya. Bangkunya tinggi enak. Bangkunya tinggi. Benar. Jadi kaki kita enggak gantung ya. Tapi Dev Indonesia juga tadi ngerasain sih waktu tukeran Om Jin nyetir D Indonesia ke belakang. Memang benar jalan jauh enggak capek. Cuman jujur memang di sini kurangnya satu. Iya. Enggak ada double blower ya? Iya enggak ada double blower. J itu yang bikin dia lega. Iya. Benar. Benar. Benar. Tapi AC-nya sih masih cukup sih. Terasa sampai sini sih. Itu baru level 2 ya. Masih bisa digedein lag karena kabinnya enggak terlalu gede. Jadi cukup dinginnya masih cukup dingin. Dan sebenarnya kalau untuk ukuran dewasa gede gendut kayak Om Jin ini mungkin lebih cocoknya empat orang. Enggak, enggak, enggak. Lu gendut udah enggak usah ngomong enggak. Gua enggak kasih kesempatan bantah. Kita bahas bagasi, bahas setengah. Sudah selesai. Enggak bisa dibantah. Enggak bisa dibantah. Ya, jadi di bagian belakang sini biarpun ini posisinya ini ya empat seater untuk ukuran omin gendut. Kalau misalnya orangnya agak kurus bisa lima lah di sini. Sayangnya di sini enggak ada head rest. Tapi masih cukup lega untuk lima orang kalau untuk ukuran yang normal, bukan ukuran omcin. Di sisi sini terlihat kita masih bisa memasukkan bahkan dua ransel posisi apa nih? Memanjang begini tuh ya. Kalau satu ransel masih dalam sisanya nih. Jadi masih bisa muat koper berdiri di sini ataupun kalau ditumpuk gitu ya. gede ini bagasinya lumayan gede padahal penambahannya sekitar 30 cm doang dari Jimmy yang threeor Jimmy 3 tridor kan juga ada bagasinya i i ya 30 cm lebih panjang dari Jimmy 3or tapi memang bagasi di sini gede. Dan kalau misalnya Anda membawa barang yang lebih gede lagi ini juga bisa dilipat. Coba Om Jin tolong Om Jin yah dilipat seperti itu. Tapi memang lipatnya tidak rata. Masih ada undakan di sana kira-kira sekitar 5 jari driving Indonesia. Tapi satu hal yang driving Indonesia senang dari mobil ini bagasinya. Wah, zaman sekarang berapa banyak Anda mendapatkan mobil yang bagasinya ini bisa membuat Anda mengingat masa kecil Anda menutup bagasi Jeep yang ditutupnya begitu. Apa ya namanya ya? Didorong ke samping begitu. Nah, di bagian kursi depan sini yang Anda rasakan pertama kali adalah iya, Anda benar-benar disambut dengan layout yang benar-benar seperti Jimny Katana lagi. Sebagai contoh, masih ingat speedometer yang base apa ya? Basis baselnya nih kotak-kotak begini tapi tengahnya bulat-bulat. Jim nih katana. Eh, ini enggak. Ini enggak. Ini ini Suzuki baru ya. Suzuki baru-baru putar-putar seperti ini. Tapi okelah ya, maksudnya ini enggak mengganggu kesan seperti itu. Ini dulu di Jimne Katana adalah laci duit. Laci duit. Sekarang jadi multimedia. Ada udah ada Android Auto, Apple CarPlay tapi juga ada Bluetooth gitu ya. Dan ada e onboard komputer ini lengkap nih. Nyambung langsung ke onboard e mid di sini. Jadi onboard komputernya look at that. Ada onboard komputer di situ. Suara di sini. Uh, untuk Suzuki memang kualitas suara tidak pernah diragukan ya. Bassnya juga dapat, balance-nya dapat buat pegangan penumpang di sini kalau Anda goyang-goyang. Yes. Ini juga again true to form sampai ke yang si katana GX atau e Jimny zaman dulu. Dashboard di sini e reminis banget. Gak tahu ya kalau sahabat DV Indonesia pernah pakai Jimny katana zaman dulu pasti berasa deh AC juga di sini dan masih ada yang kesan geser-gesernya ini retro-retro [Musik] begini. I'm back to that Jimny yang pernah Donesia punya Jimny trapes. Tapi dari katana katana katana jembung sebenarnya diganti jadi trapes. Dan tidak lupa di sini juga ada AC-AC yang putar-putarannya lengkap. ada putaran ee untuk arah apa ee kemampuan level kipas. Kemudian ini untuk climate control bisa sampai panas dan enggak bercanda langsung woi woi woi w wo woi panas langsung panas dan langsung dingin juga jika diputar kembali ke temperatur dingin dan di sini ada mode untuk arah kaki eh arah muka, arah ke kaki dan ke kaca ya matiin dan kemudian untuk buka tutup sirkulasi udara lengkap untuk AC-nya bukan cuman AC di bawah sini ada untuk buka kaca yang kanan kanan ini auto buka kaca samping kiri di sini tapi ini enggak auto. Dan juga di sini untuk buka kaca belakangnya. Oke, ada heal desain control. Jadi untuk turunan kalau misalnya kita di offroad ini heill desain control membuat mobil ini tidak perlu di rem untuk pada saat turunan. Jadi dia akan turun pelan-pelan perlahan seperti itu ya. Enggak meluncur mobilnya. dan kemudian untuk mematikan traction control. Tapi the whole point of Jimne bukan cuma di situ. Oh ya, ini ada ada tombol biar enggak kesepian. Tapi jarang dipakai sih Indonesia. Jujur nyir mobil ini enggak pakai ni cruise control ada di sini semua Bluetooth ini. Sejujurnya enggak terlalu sering dipakai. Yang Anda sering pakai adalah yang di sini sama ini. Pindah ke D. Kemudian kalau untuk di loose gravel seperti ini sebenarnya 2WD aja bisa, tapi bisa dipindah ke dari D boleh ya dipindah ke 4H aja. 4x4 dan Anda cukup langsung jalan. Ayo kita driving impression. kita ke sini Nih bisa. Serius Om lu enggak yakin? Yakin sih. Segini doang bisa kali lah ya. Bisalah. Itu udah jejak ban kok. Bisalah kita pakai 4H aja. Enggak perlu pakai N kan gua. 4H enggak D aja boleh. Bisa 4H. Kalau mau 4L baru N dulu ya. Netral dulu 4 ini udah nyala 4H. Oke kita jejek. Jejek aja. 4H aja cukup sih. Bisa. Ih gua cuma ngeri batunya doang. Bisa bisa bisa. Ih bisa. Yang penting udah lewat. Tunggu, tunggu, tunggu. Eh, gas. Maju, Jimny. Eh, mantap. Ini baru gua jejak ya. Gas, woi. Putar balik, putar balik. Lumayan ngeri, Rehan. Aduh, tinggal turunannya. Turunannya lumayan. Tapi ini entuk lumayan loh. Ah, kalau turunannya sih harusnya yang penting approach angle-nya cukup tinggi. Bisa, bisa. Aman. Oh, aman aman aman aman aman. Kecil buat Jimny mahkut lagi. Jangan dong. Baru gua ngomong kecil. Aduh. Enggak ya, kita tidak mencoba menjadi JJ Logi. Enggak. Dia yang jago untuk offroad. Kita masih minim. Yang penting nyobain ya. Enggak. Offroad kecil-kecilan. Offroad kecil-kecilan. Kalau yang ini dia kita boleh pakai 2WD kan. DD aja. Pindahin lagi ke 4 * 2H. Mati. Oke, udah 4 * 2 kita jalan seperti biasa. Gua agak cepat ya Han. Oh, empuk sekali. Empuk sekali untuk jalan kerikil. Coba gua ke kiri dikit. Balik lagi kanan. Uh, empuk sekali. Oh my god. Nyaman banget nih mobil buat di jalan offroad atau soft roading lah. Offroad ringan begini. Oh, enak enak enak enak enak. Deg-degan juga sih Yah. Nah, ini driving impression di aspal. Mobil ini bukan cuma bisa light offroad seperti tadi. Itu dikategorikan enteng buat Jimny offroad tadi. Tapi ini juga kita bisa dipakai di aspal atau buat jalan-jalan luar kota maupun dalam kota seperti ini. Oke, driving impression si Jimny All Grip 2024 tapi unitnya sama dengan 2025 ini. Five Dooror kita ditemani oleh Pak Rehan. Pak Rehan. Nah, hari ini dia lagi segar nih ya. Pak Rehan dari Suzuki BIT Pulau Gadung. Bit itu singkatan apa? Buana Indomobil Trada yang tadinya tuh Sejahtera Buana Trada atau SBT sekarang ganti nama jadi BIT. Wah, jadi BIT. Gua kira lu pindahan. Enggak om. Oh, enggak ya? Tetap buana in the mobil ya. Nah, eh apa yang Davisia rasakan? Mobil ini bukan cuman bisa di dalam jalur offroad. Ini kita di jalur yang uh tapi enggak terlalu libung. Phan aman sih, Om. Kalau uh tikungan mah enggak terlalu limbung. Uh uh. Jadi gini yang dirasakan miring sih. Oh iya miring tentu. Tapi miringnya itu ini 50 ya. Kita belok patah tuh. Miringnya itu kayak ada dua kali tuh. Apa ya kedalaman miringnya itu ter agak tajam di awal tapi habis itu terbatas. Terus pas kita tambahin lagi enggak nambah lagi. Nambahnya tuh sedikit. Jadi kayak ada dua dua dua level keempukan pertama pas miring pertama itu empuk habis ditambah lagi tuh nekannya sedikit doang dan kayaknya memang ya itu kayak ditahan jadi dua kali dua kali dua kali miring tapi yang miring keduanya itu cuma sedikit jadi manageable untuk body roll-nya gimana ya gua jelasinnya ya seperti itu. Jadi kemiringannya tuh ada dua tahap lagi ya kita belok kiri ya kosong tuh tambah lagi. Mm tuh bannya doang yang berereit ketika ditambah lagi. Jadi, mobilnya kayak nah gitu. Miring ditambah nah jadi terbatas ya. Masih inspire confidence di di tengah tikungannya gitu. Walaupun memang kalau diginiin ya berasa agak sedikit ee kelimbungannya tuh ada gitu. Tapi jauh dari dikatakan yang Jeep-ip e zaman dulu misalnya seperti Jimny Katana zaman dulu, Jimny yang five dooror ini yang 2025 ini sudah sangat bisa mengantisipasi tikungan. Aman kan, Pak Rehan? Sejauh ini enggak pernah ada yang kedengaran berita Jimny terlalu limbung sampai terbalik gitu? Enggak kan? Aman ya sejauh ini ya. Dan untuk akselerasi ini untuk mobil yang kalau boleh dikatakan ini mobil paling cocok kayaknya ya. Sebenarnya dipakai di Indonesia tuh relatif paling cocok karena apa? Dia penggerak belakang CC enggak terlalu gede jadi enggak terlalu boros. Tapi segala macam medan kayak misalnya tadi tuh yang offroad yang lumayan ringan tapi agak lumayan menakutkan juga sedikit. Dan juga untuk jalan-jalan seperti ini dia tuh nyaman-nyaman saja tanpa menjadi boros karena 4* 4 gitu. Mm menarik sebenarnya. Dan harganya sekarang dia sudah Pak Rehan ini kan mobil ini pertama kali keluar dulu sempat digempur isu-isu harganya digoreng. Itu mah oknum aja sih Om sebenarnya Om. Okum aja. Oknum aja sebenarnya enggak ya. Ya masih sekarang udah bisa nih. Bisa pricelist Om. Harga price list harga harga pricelist ee mobil Jimmy sudah bisa memperoleh mobil ini. I dan mobilnya ada ready stock. Ready sekarang ready Om. Ready stock ya. Jadi, udah enggak ada goreng menggoreng lagi. Makanya Driving Indonesia mer-review mobil ini untuk sahabat Drive Indonesia bisa merasakan kira-kira dan apa ya? Kalau ada interest sedikit terhadap Jimny boleh langsung test drive dengan Pak Rehan. Nomornya kita tampilkan lagi di sini ya. Dan again kita coba deh performance test ya. Kita balik alah aja. Oke, putar balik. Tuh kanincah produs putarnya juga untuk SUV. Buset. Pakai mobil ini itu sebenarnya masih cocok banget dalam kota. Itu tajam loh tikungannya tuh 50 km/h. Gas 80 ngerem parehan pegangan 50 lagi gas lagi. 60 70 80 90 ya udahlah angkat. Jadi, mobil ini tuh tidak kekurangan sama sekali performa. I would dare even say dengan kemampuan offroadingnya yang seperti tadi, mobil ini tuh masih kompetitif dengan LMPv LMPv zaman sekarang untuk ee performanya gitu. Okelah, oke bangetlah. Gimana rasanya mobil ini di jalan tol, bukan cuma dalam kota dan jalur offroad? Ya, kita coba setelah ini. Kalau di jalan tol dia sebenarnya apa? Menakutkan enggak? Karena bodinya ini bukan body yang gede, body yang relatif kecil gitu ya. dan agak tinggi posisinya. Apakah dia menakutkan? Hm, rasanya sih enggak. Oke, kita tes aja langsung deh. Oke, kita masuk jalan tol pakai Jimny F Door All Grip 2025. Jej. Power, give me power. 80 lumayan 90. Ah. Ah, yes. 100. Ya, kita udah pakai Jimny Papor All Grip ini berada di jalan tol bersama dengan Pak Rehan. Pak Rehan. Pak Rehan dari Suzuki Bit Pugadung. Buana Indomobil Terada. Buana Indomobil Trada. Ya, tadi tadi sudah dijelasin Suzuki SBT sudah berganti nama kembali menjadi Suzuki Buana Indomobil Trada. Ya udah lama dia pakai nama itu dulunya. Oke, Pak Rehan. Gimana Suzuki ini, Pak? Oh, itu gua ya bagian gue ya. Jadi kalau kita pakai Suzuki Jimny 5 door ini meskipun memang mobil ini e kegunaannya lebih ke semi offroad mungkin ya. Betul. Lebih boleh dipakai offroad, boleh dikategorikan mobil offroad atau mobil dalam kota juga karena dia kecil. Di Jepang nih mobil ini nih laku juga nih sampai ada yang versi standarnya tahu enggak? Velegnya enggak racing. Veleg kayak kaleng gitu. Oh iya iya. Serius lucu banget. Jadi ini mobil nih jep jejepangan banget sebenarnya. Walaupun memang ini build-nya build India ya, Build, build India, tapi mobil ini tuh sebenarnya jejepangan banget. Jadi memang kategorinya walaupun semi offroad di dalam kota pun enak, tapi pasti kita sering juga pakai di jalan tol otomatis karena kan jalan di Indonesia nih ke mana-mana jalan tol, Pak ya. Betul, Bang. Untuk nyampai di perkampungan atau di kota-kota terpencilnya iya memang pakai jalan offroad atau jalan- dalam kota. Gimana rasanya pakai Suzuki Jimny All Grip 5 Door ini? Ini 100 kok. 100 km/h. Nah, bantingannya ini empuk. Bantingannya ini driving Indonesia ngerasa. Sejujurnya empuknya ini sama mirip-mirip sama kayak Kona EV. Kalau di jalan tol ini kayak Kona EV. Seempuk itu. Iya, seempuk itu. Karena apa? Karena mobil ini adalah dikategorikan tadi mobil offroad atau semi offroad. Jadi memang karena dia harus meredam goncangan kalau Anda menggunakan jalan-jalan apa namanya jalan apa namanya kerikil, bebatuan gitu ya atau lumpur-lumpur. Jadi otomatis dia harus mampu meredam goncangan tersebut. Alhasil mobil ini di jalan biasanya juga tergolong empuk. Apakah limbung? Kita geser kiri kosong set. Oh yo. Oh ya ada ada [Tertawa] ada ya pasti ada. Wajar karena memang ini mobil empuk. Tapi apakah dia limbungnya terlaluan? Tidak. Karena apa? Dia ada dua step limbungnya tuh. Tuh. Jadi kalau Anda udah sampai satu titik kayak semacam traction control dia tuh menahan. Jadi mobilnya tuh kayak dua kali miring enggak enggak ekstrem enggak langsung dek gitu. Jadi kayak ada ditahan dulu supaya GeForce-nya itu enggak membuat mobil ini sampai terbalik. Canggih. Enak enggak? Lumayan. Lumayan kalau untuk belok-belok ya. Ya mungkin memang bukan mobil yang Anda bisa belok dengan kencang. Tapi I would say ini bukan sesuatu yang menakutkan. Karena Jimny katana zaman dulu itu ngeri. Zaman dulu itu ngeri. Lumayan itu mobil yang terkategorikan D Indonesia ngerasa cukup ngeri. Kalau ini karena dia empuk, tinggi tapi empuk. Jadi kelihatannya limbung tapi dia enggak akan sampai terbalik. Kalau dia keras justru malah bisa jemur gardan. Karena CG-nya tinggi nih, center of gravity tinggi terus dia keras. Otomatis pas belok enggak ada apa ya? Enggak ada mainnya suspensinya. Yang ada begini jemur garden. Kalau ini enggak. Ini oke. E kita mesti ngerem. Ada truk. Oke juga remnya. Terus kita pindah jalur sekalian. Coba 60 ke Okelah untuk mobil yang sebenarnya kategorinya nih LSUV 4x4 lah ya. Kategorinya dia di bawah Pajero kan. Di bawah Pajero Fortuner kan kira-kira ukurannya kan. Jadi sebenarnya kalau boleh dibilang ini ukurannya tuh mungkin lebih ke arah BRV, Rush begitu ya ukurannya ya 1500 cc ukuran bodinya tapi ini 4x4 dan ada 4L-nya, ada rasio gigi apa low range-nya. Ini okah speed-nya pick up speed-nya untuk pindah jalur enggak kekurangan kok. bukan mobil yang terasa berat akselerasinya. Walaupun ini cuman 4 speed maticnya, tapi oke. Dan ketika kecepatan Anda berada di jalan tol seperti ini, kecepatan 100 km/h, bukan juga dibilang teriak, 100 km/h Anda berada di just below 3000 rpm. 2980 mungkin 3.000 itu dia 103 km/h mungkin secara GPS ya. Secara GPS 100 km/h adalah 3000 rpm. Jadi bukan mobil yang teriak banget. All be memang gear ratiasionya agak close, agak pendek supaya mobil ini tidak terlalu berat pada saat e ketemu tanjakan misalnya, saat jalan offroad misalnya, tapi masih ada komprominya untuk di jalan tol seperti ini masih terasa cukup nyaman. Yang mana akan berpengaruh juga ke jujur driving Indonesia ini. Kaget. Kaget Rehan karena apa? Gua kira ni mobil bakal boros. Unit ya, Om? Lumayan. Jujur ngomong ini 13,3 ini kombinasi ya udah digeber-geber juga tadi dalam kota macet-macet terus kita sekarang baru nyampai tol. Ini beneran tadi macet keluar dari daerah Jakarta Utara tadi menuju Tangerang itu macet tadi. Ini 13,3 km/l ini realistis. Dan menurut Donesia untuk mobil 1500 cc Jeep yang kotak begini ngelawan angin bentuknya lu kayak batu batar didorong gitu. Ini lumayan irit. 13,3 km/l kombinasi. Sedangkan tadi dalam kotanya kita dapat sekitar 12,1 km/l. Dan untuk luar kotanya only, jalan tolnya only 14,7 14,8 km/l. Bayangkan amazing enggak? Mobil 4 speed 1500 cc itu bisa mendapatkan kombinasi dan ini 4x4 ya. Jadi berat mobilnya gak terlalu enteng juga. Walaupun memang bukan mobil yang berat-berat banget, tapi bukan mobil yang terlalu enteng. Penggerak belakang 4 by2-nya 4x4-nya 4emp four wheel itu ya bisa mendapatkan angka 13,3 km/l untuk kombinasi. Itu angka yang menarik. Dan di luar dugaan driving Indonesia. Driving Indonesia bakal kira oh Jimny ini bisa sampai 10 mungkin km/l atau 11 km/l. Ini irit ya? I. Mantap, mantap, mantap, mantap. Oke, kita langsung bahas ke segi bisnis. Segi bisnis. Oke, kita bicara bisnis, bisnis. Bisnis. Jadi, kalau Sahabat R Indonesia pengen mobil yang sebenarnya sangat cocok ini buat dipakai di Indonesia, baik dari Sabang sampai Marauke, dalam kota, offroad, maupun di jalan tol masih nikmat. Kira-kira untuk yang ini bicara five door ya, Pak Rehan ya. F door itu harganya berapa, Pak Rehan? Kalau yang tipe kayak gini nih, Om. Yang 2 ton AT. Oh, ini 2 ton. Oke, yang ton AT otr-nya di 487800. 487800 itu five door. Door dan itu tadi seperti kita bilang itu harga sudah fix ya. Enggak ada enggak ada goreng-goreng, enggak ada aping-aping, enggak ada ya. Pokoknya bisa beli sekarang dengan itu. Betul, Om. Diskon enggak ada. Enggak ada, Om. Yonnya kita kasih aksesoris aja, Om. Aksesoris. Aksesoris banyak banget, Om. Aksesoris apa aja contohnya tuh? Ini kayak Darviser nanti dapat. Heeh. Terus terus dapat roofrek juga tuh, Om. Yang di atas roof rax. Ee terus e itu ban sereap dapat enggak? Dapat cover ban serep. Dapat terus dapat stiker Reno juga nanti dikasih. Oh, Reno. Oke. Itu berarti lumayan nilainya. Belasan juta mungkin paling enggak puluhan mungkin bisa. Oke. Oke. Em. Ih, kenapa enggak jadiin diskon aja? TPM-nya gitu, Om. Kira-kira begitu. Jadi ee harganya 487800 itu ee automatic tone automatic ton five dooroor untuk yang 2002 unit berapa? Unit 2024. 2024 tadi 2024 2025 belum ada. 2025 belum ada Om. Belum ready inden. Oke. Kalau 2024 ready ya barangnya ya. Ya kalau sahabat Indonesia mau untuk beli Jimny 5 door 2024 aja sih sebenarnya 2025 belum ada perubahan kan? Enggak ada perubahan Om. ada perubahan sama dengan bonus-bonus tadi seperti roof rack eh apa namanya door visor, spare tire cover rhino. Ya udah gitu yang tadi kalau enggak salah ada e tadi sebut ini loh apa? Floor tadi kesebut tuh. Iya kesebut lu enggak nyebut loh ya jangan diumpetin floor segala macam itu dengan bonus aksesoris yang nilainya sampai dengan belasan juta bisa langsung kontak Pak Rehan dari Suzuki Bit Pulau Gadung Om. Suzuki Bit Pulau Gedung di sini. Kalaupun Anda mau yang Jimmy Trador ada juga ada ready juga tapi selain itu gua mau nanya Suzuki Frongg. Waduh. Oke Suzuki Frs udah bisa inden. Udah bisa, Om. Udah bisa inden. Dan itu kabar-kabarnya mobilnya ada Adas. Betul Om. Itu Adas pertama di Suzuki nantinya, Om. Oh, gitu ya. Berarti bocorannya itu sudah ada Adas, ya. Kalau Anda mau menjadi salah satu pemilik Suzuki Frong yang pertama juga di Indonesia atau salah satu yang pertama di Indonesia, bisa langsung kontak juga ke Pak Rehan dari Suzuki Bit Pulau Gadung. Buana Indomobil Terada. Buana Indomobil Terrada Pulau Gadung. Di sini nomornya kita sampaikan lagi dan Instagramnya juga di sini ya. Kontak Pak Rehan untuk test drive dan tanya tanya-tanya langsung soal harga dan diskon. Eh Om tunggu dulu Om. Apaan? Jadi sekarang booking fee-nya tuh enggak perlu Rp2 juta, Om. Yang sebelumnya kan wajib Rp20 juta nih, Om. Ngacau 20. Dulu gua diminta tahu enggak berapa? 100. Buset. Sekarang R juta aja, Om. Zaman dulu gua masih baru-baru nih. Belum belum belum lumayan terkenal lah ibarat channelnya ya. Gua diminta 100 zaman dulu. Sekarang udah udah normal ya. Normal Om. Berapa minimal R5 juta bisa R5 juta udah oke. Jadi kalau Sahabat Terisia mau booking eh Jimny All Grip F dooroor ini bisa dengan Booking V R5 juta atau langsung dilunasin juga karena barang ready ya. Oke, langsung kontak ke Parehan di nomor tadi. Nah, sahabat Indonesia, itu dia tadi Suzuki Jimny All Grip F door Door unit 2024, tapi nota bnya unit 2025-nya masih sama ya modelnya ya. Kalau Anda berminat untuk meminang, memiliki si mobil nostalgia yang serba guna, serba cocok di Indonesia ini si Suzuki Jindy maupun five dooroor ataupun threeo-nya, ini sudah bisa diperoleh dengan harga yang enggak pakai goreng-gorengan ya, harga pricis, dan bahkan sudah mendapatkan perangkat-perangkat aksesoris yang membuat mobil ini kelihatan macul sekali. Jangan lupa tangan jempol ke atas apabila Anda menyukai video ini. Tinggalkan komentar di bawah ini apabila Anda kritik, saran, pertanyaan, atau sekedar ingin bincang-bincang bercanda tawa dengan sahabat D Indonesia yang lainnya. Jangan lupa juga untuk subscribe ke channel Drif Indonesia apabila belum. Follow Instagram Donesia juga apabila belum. Sekali lagi terima kasih Anda sudah menonton video ini dan sampai jumpa di video-video berikutnya. Dadah. Yeah.

Lihat di YouTube