Processor 1.8 NANOMETER di Laptop 2in1! - MSI Prestige 14 AI+ Flip (YouTube Video)
Setelah penantian 2 bulan lebih, akhirnya laptop-laptop berisi Intel Core Ultra Generasi 3 alias Panther Lake mulai berdatangan [musik] di Indonesia. Apa yang membuat chip-chip ini spesial dan apakah upgrade baru ini bisa bikin worth it untuk beli laptop di saat harga memori dan SSD yang lagi mahal-mahalnya? Mari kita kupas. Core Ultra 300 series Panther Lake adalah keluarga besar cip generasi terbaru dari Intel di 2026 yang konon punya lompatan besar di segi performa dan efisiensi dari generasi sebelumnya. Aspek yang paling digembar-gemborin Intel adalah bahwa ini prosesor PC pertama di dunia yang dibuat dengan proses Intel 18A atau node fabrikasi 1,8 nanm. Dikadang-kadang lebih canggih dari pabrikan sebelah yang baru rilis note fabrikasi TSMC 2 nan tapi belum sampai konsumer. Nah, apa iya peningkatannya segitu gede? Sebelum mendalami sang prosesor, kita rekap dulu aja bentar soal model terbaru daripada MSI Prestige 14 Flip ini. Prestige 14 Flip punya form factor laptop two inone flip yang berarti engelnya bisa diputar 360 derajat jadi mode tablet. Ukuran dan portabilitas okelah, enggak terlalu tebal dan konstruksi full aluminium standar dari seri Prestige. Sure enggak semua orang suka atau butuh laptop yang bisa cosplay jadi tablet. Makanya ada juga pilihan yang enggak [musik] ada two ininone-nya. Nah, yang bikin two ininone ini unik adalah integrated active stylus yang mereka sebut nano pen. Meski ini bukan pertama kali MSI bikin two inone dengan stylus, ini pertama kali kami melihat mereka bikin tempat buat naruh stylusnya di dalam laptop. Sayangnya bukan seperti brand-brand lain yang naruh slot di samping atau dekat Excel. Ini naruhnya malah di antara rubber fit bagian bawah bikin laptop kudu diangkat dan diraba-raba dulu buat unlock dan ngeluarin sang nanopen. Hmm, kurang praktis ya sampai ada instruksinya di MSI Center soal tata cara keluar dan masukin pen. Karena kalau naruhnya enggak benar, misal tulisan MSI enggak ngadap keluar, pennya enggak mau ngecas dan kemungkinan bakal jatuh. Jadi, jelas butuh pembiasaan dan ada risiko ekstra ini pen malah jatuh atau hilang. Yang penting apakah nyaman dipakai? Jawabannya so. Buat bantu ka content creator presisi pas ngedit foto video mungkin oke, tapi kaum illustrator yang butuh pen nyaman buat gambar lama-lama rasanya enggak. Karena ini enggak jauh lebih gede dari stylus HP Samsung S23 Ultra gue. Yang bikin gue lumayan happy ya layarnya udah olet, masih full HD plus. Namun yang penting terang, akurat, dan enak dilihat. Mungkin sebelumnya di harga segini mereka bisa ngasih layar OLED 3K 120 Hz. Harap dimaklumi ini pemangkasan yang masuk akal biar bisa tetap kasih RAM 32 gig DDR5 dan SSD 1TB. Geometrik lengkap ada IR kamera dan fingerprint reader. Di sisi kanan ada combo audio jack dan 2 USB 3.2 gen 2. Jarang-jarang laptop 2in1 punya lebih dari 1 USBA. [musik] Sedangkan di kiri ada HDMI 2.1 dan 2 USB 4 full function yang support charging 65 watt. WiFi 7 ada. Sensor goskop dan kompas pun lengkap. Oke, saatnya kita kupas topik utama hari ini, yaitu sang prosesor Intel Core Ultra Generasi 3. [musik] Ini adalah lini prosesor pertama di dunia yang pakai fabrikasi kelas Intel 18A atau 1,8 nanm dengan transistor ribbon fat alias gate all around transistor didukung power via aka backside power delivery. Di atas kertas saat ini, Intel Foundry lah yang lagi megang process note paling mutakir di dunia berkat penggunaan alat ASML high [musik] AV 0,55A yang harga per mesinnya 400 juta alias banding 4 biji jat tempur siluman F35. Gila juga kan Intel Foundry tiba-tiba balik jadi pionir n fabricasi EUV super canggih. Proses ini basically menjanjikan performance per watt hingga 50% lebih tinggi dibanding finfet dan angka transistor lebih padat untuk daya yang sama. At least untuk compute til-nya yang lalu diintegrasiin bareng platform controller tile dan GPU til berbasis Intel 3 dengan Intel foros packaging yang saat ini merupakan metode packaging chip terbaik. Seperti Arrow Lake, Panther Lake mempertahankan arsitektur hybrid core yaitu ada P core dan E core tanpa hyper trading. Chip ini punya catch up to 48 MB, 4P core, 8 core, dan 4 LP core. Dan enggak kalah penting ada NPU 5 50 tops dan XE media engine dalam computer demi memaksimalkan efisiensi. Per video ini dibuat, Core Ultra Series 3 laptop ada tiga kasta, yaitu Core Ultra 300, 300H dan Core Ultra X300H. belum ada tanda-tanda seri U maupun seri V dan baru ada angka 7 dan 9. Semuanya merupakan prosesor base power 25 watt dengan max turbo power di 55 dan 65 watt. Menariknya adalah bahwa ada opsi IGPU Intel Arc Pro B3912 Core Xi khusus seri X7 dan X9 yang diklaim akan jadi lawan APU AMD Ryzen Max series dalam pertarungan iGPU super kencang. Tapi sayangnya core Ultra 9386H yang ada di Prestige 14 versi Pasar Indonesia bukan seri X. Jadi sementara kita harus berpuas dulu dengan Intel Graphics 4XI Core sambil berdoa nunggu MSI masukin versi X7 dan X9 sebagaimana yang dijual di pasar luar negeri. RAM-nya LPDDR 5X on board 32 gig bukan on package ya kayak si Lunar Lake. [musik] Dan untuk SS 1TB-nya ini masih dikasih ukuran full size MD2 2280 NVM Gen 4 yang bisa kalian upgrade saat harga SSD udah normal lagi. D segi performa CPU ya kita bisa lihat lompatan dari Arrow Lake apalagi Lunar Lake karena prioritasnya di sini mampu outperform Ryzen AI9300 series di kelas laptop 14 inch lainnya. Meski ini sebenarnya masih agak dilimit oleh form factor 2 inone yang tipis. Ditambah catch yang besar dan kencang. Panter Lake ideal buat orang-orang yang butuh performa CPU dan NPU maksimal di form factor minimal. Balik lagi ini bukan varian X yang pakai iGPU Intel Arc B390 12X core. Akan tetapi untuk rata-rata user Ultrabook ini udah oke bangetlah [musik] buat ngedit video, ngedit foto dan sebagainya. Performa grafis dan gaming kurang lebih setara Radeon 860M yang ada di Ryzen AI7350. Masuk akal jika kalian mau upgrade dari Radeon 660M di Ryzen 6000 atau Iris Xi series di Intel Gen 13 ke bawah. Tapi [musik] kalau sekarang udah punya Intel Arc Graphic 140V atau 140T ala Lunar Lake dan [musik] AOL Lake, iGPU ini terasa agak downgrade. Makanya kami justru penasaran banget kalau varian Core Ultra X7 atau X9 bisa masuk. Berpotensi bikin ini sebagai twoinone yang bisa libas game-game triple A. Perihal cooling, MSI sudah mengupayakan yang terbaik. Ada vapor chamber kecil yang didinginkan dual fan kecil berdempetan. Sayangnya posisi chipnya ada di bawah tombol WASD, bukan Pasi tengah. yang bikin panasnya nampol pas dipakai main game. Gue berharap di generasi selanjutnya MSI bisa kasih heat sing split kiri kanan biar disipasi dan distribusi panas lebih optimal. Keyboard sih standard 2 inin one, key travel agak cetek tapi ada backlit tiga tingkat dan lampu indikator pada FN lock, mute, dan caps lock. Yang agak spesial justru si action touchpad yang gesture-gestur-nya bisa dicustom. Mulai dari double tap buat launch kalkulator dan MSI center secara default terus slide naik turun di pojok kiri kanan buat gede kecilin volume dan brightness. Gimic lucu yang maybe bisa berguna untuk sebagian user. Tapi apakah efisiensi baterai bisa sebagus lunar Lake? Sayangnya belum. Sekitar 11 jam usage ringan yang standar di antara laptop Intel dan AMD seri H. Mungkin emang seri H ini tetap seri H, jadi orientasinya performa tinggi. Sedangkan seri U nanti bakal lebih fokus buat batery life panjang. [musik] Adapter bawaan punya daya 65 watt. Terus di sisi bawah ada quad speaker kualitas oke. In the end, Intel Core Ultra 300 series stand iGP1 core rasanya sedikit hambar. Karena user Ultra Book yang butuh GPU kencang jauh lebih banyak daripada yang sekedar butuh CPU kencang. Jadi kalau disuruh milih laptop atau two inin one yang pakai Core Ultra 7386H gitu. versus Core Ultra 7 258V. Gue rasanya bakal masih milih sih 258V karena punya iGPU lebih kencang, batery life lebih efisien dan secara CPU dan NPU juga udah mumpuni. Nah, soal ini MSI Page 14 Flip sendiri bagus apa enggak? Sebenarnya bagus-bagus aja buat yang butuh laptop 2 in performa lumayan, port lengkap, layer OLED, dan stylus integrated. Kalau gak butuh touchscreen dan stylus, kalian bisa hemat Rp3 jutaan dengan ambil Prestige 14 AI Plus versi non Touch dengan Ultra 7355 atau Prestige 13 AI Evo yang pakai Ultra 7258V. Well, pokoknya stay tune aja karena dalam waktu dekat kami bakal bahas beberapa laptop-laptop Panther Lake lain khususnya dari Asus. Please like dan share [musik] gue mic. Sampai jumpa di next video
