Jungkat

Property, The Resilient & Growing Investment #PropertyInsight (YouTube Video)

  • 17/04/2023

Hai Property People, selamat datang di Property Insight. Kali ini kita akan bahas mengenai kota Jakarta yang kedepannya bukan lagi Ibu Kota Indonesia. Dengan berpindahnya Ibu Kota dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur, yaitu Nusantara, kami berupaya untuk mengetahui permintaan properti yang terjadi saat ini di Jakarta dan bagaimana pengaruhnya terhadap sektor properti di Jakarta. Berdasarkan grafik berikut ini, masing-masing kota di DKI Jakarta menunjukkan karakteristik yang berbeda berkaitan dengan permintaan. Pada 2022, Jakarta Barat mencatatkan permintaan yang paling tinggi untuk rumah tapak, dengan persentase sebanyak 72,1%. Rumah tapak menempati persentase tertinggi karena sebagian besar area di Jakarta Barat merupakan area perumahan. Untuk Jakarta Pusat, sebagian besar permintaan juga berasal dari rumah tapak, dengan persentase 59,9%. Jakarta Selatan memiliki karakteristik yang serupa dengan Jakarta Barat, yang mana permintaannya didominasi oleh area pemukiman. Rumah tapak dan apartemen berkontribusi sebesar 68,5% dan 7,9% secara berurutan. Meski begitu, permintaan untuk perkantoran di Jakarta Selatan juga tinggi di sebagian besar wilayah Jakarta dikarenakan kawasan pusat bisnis (CBD) yang berada di area ini. Di daerah Jakarta Timur, menurut grafik di sini kita bisa lihat bahwa permintaan properti didominasi oleh rumah tapak dan lahan kosong, karena area ini memang belum dioptimalisasi untuk kepentingan komersial. Dan di Jakarta Utara, dengan adanya pembangunan berskala besar seperti contohnya Pantai Indah Kapuk dan Pantai Mutiara, permintaan properti di daerah ini kebanyakan berasal dari rumah tapak. Oleh karena itu, dengan data kami dapat disimpulkan bahwa setiap kota di provinsi DKI Jakarta memiliki tujuan berbeda yang bergantung pada mayoritas tipe pembangunannya. Permintaan properti di Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Utara sebagian besar adalah untuk permintaan perumahan, sedangkan di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan pun permintaan properti yang bersifat komersil dan juga perkantoran pun menunjukkan angka yang cukup tinggi. Selanjutnya mari kita mendalami masing-masing kota bagian dari DKI Jakarta. Riset dari 99 Group mencatatkan saat ini ada beberapa area di Jakarta untuk rumah seken yang berpontesi untuk dijadikan investasi. Jakarta Barat, yang mana memiliki proyek pembangunan berskala besar seperti contohnya Green Lake City dengan presentase 7,9%, Citra Garden 7,1% selanjutnya yaitu Cengkareng, Puri Indah, dan Meruya. Untuk Jakarta Pusat, ada lima area paling atas yaitu Kemayoran, Cempaka Putih, Menteng, Senen dan Gunung Sahari. Kemayoran, Cempaka Putih dan Menteng merupakan tiga area yang paling berkembang di Jakarta Pusat karena dikelilingi oleh pembangunan dan fasilitas terkemuka, seperti contohnya Jiexpo Kemayoran dan Jakarta International Equestrian Park. Wilayah Menteng juga dianggap sebagai area perumahan kelas atas di mana kelas atas hingga mewah merupakan target pasar utamanya. Selanjutnya mari kita bahas ke wilayah Jakarta Selatan. Permintaan di Jakarta Selatan tercatatkan tinggi di wilayah Jagakarsa dengan presentase 15% dari keseluruhan permintaan. Diikuti oleh Bintaro, Pondoh Indah, Cilandak dan Lebak Bulus. Sebagian besar area dengan permintaan paling tinggi saat ini terakomodasi dengan adanya pembangunan MRT yang mulai beroperasi di tahun 2019. Meningkatnya aksesibilitas dan potensi pembangunan TOD di sekitar MRT menjadi faktor yang membuat minat masyarakat terhadap area-area ini cukup tinggi. Kami juga menyajikan informasi dan riset yang penting berkaitan dengan pembangunan MRT untuk potensi investasi properti anda. Anda dapat segera menyimaknya dengan lengkap dengan klik link di atas ini. Selanjutnya mari kita beralih ke Jakarta Utara. Pada umumnya permintaan tertinggi di Jakarta Utara terkonsentrasi di Pantai Indah Kapuk, Kelapa Gading dan Sunter. Ketiga area tersebut merupakan area yang sudah maju serta dikembangkan dan dilengkapi dengan beberapa pengembangan komersil yang komprehensif dan juga fasilitas publik yang memadai. Salah satu contohnya yaitu Pantai Indah Kapuk, yang merupakan pembangunan berskala kota yang diperluas dari Jakarta Utara ke Tangerang, hingga ke area laut reklamasi. Dan kita bisa menyimpulkan bahwa dengan karakteristik yang berbeda ini, masing-masing kota di DKI Jakarta tetap berpotensi untuk investasi properti, baik utuk saat ini maupun yang akan datang. Perpindahan Ibukota tentunya tetap akan berdampak secara signifikan pada sektor pemerintahan, namun DKI Jakarta akan tetap menjadi pusat aktivitas bisnis, komersil dan perdagangan bagi masyarakat di Indonesia. Apalagi dengan populasi Jabodetabek sendiri yang mencapai sekitar 30 juta jiwa, maka sangat memungkinkan untuk permintaan properti perumahan dan komersil akan terus meningkat. Ini juga sebuah kesempatan bagi para investor untuk meraih potensi peluang bersama kegiatan pemerintahan dalam proses pemindahan Ibukota ke Nusantara. Karena kita tahu bahwa ada kemungkinan besar bagi banyak bangunan di Jakarta yang nantinya akan kosong sehingga bisa dioptimalkan untuk kepentingan perkantoran, komersil serta tempat tinggal. Property people, jenis instrumen apa yang paling baik untuk diinvestasikan? Mungkin yang terlintas di benak anda adalah investasi saham, reksadana, atau bahkan emas. Di segmen ini kita akan membandingkan properti dengan instrumen tersebut. Pertama-tama kita perlu memahami profit yang bisa didapatkan melalui investasi properti dibandingkan dengan instrumen lainnya. Kami mengklasifikasikan potensi profit tersebut dengan istilah capital gain dan yield. Capital gain berarti nilai yang didapatkan dari aset ketika aset tersebut terjual. Capital gain terjadi ketika Anda menjual sebuah aset untuk mendapatkan hasil keuntungan yang lebih banyak dibandingkan saat membelinya. Sementara, yield merupakan pendapatan dari total jumlah aset investasi (ROI). yield biasanya digambarkan sebagai tingkat presentase tahunan berdasarkan pengeluaran investasi. Yang menjadi kabar baiknya adalah, jika berinvestasi properti maka Anda bisa mendapatkan dua profit tersebut. Kami akan membandingkan trend secara bulanan yang terjadi antara index properti dengan instrumen lain, seperti IDX gabungan atau IHSG, emas dan reksadana dalam periode dua tahun kebelakang. Dalam periode Desember 2020 hingga Desember 2022, perubahan yang terjadi secara bulanan terhadap IHSG berkisar di angka -4,1% hingga 6,5%. Berdasarkan index properti 99 Group, terjadi perubahan bulanan dengan kisaran -0,6% hingga 1,1%. Pada bulan tertentu sempat terjadi penurunan namun secara umum menunjukkan tren yang meningkat. Dapat kita simak di grafik ini bahwa terjadinya tren yang fluktuatif untuk instrumen saham. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa banyak perubahan yang terjadi di dua tahun terakhir ini dikarenakan adanya pandemi Covid-19 Dan saham sangatlah sensitif terhadap kondisi makro ekonomi, seperti contohnya kebijakan fiskal, isu politik dan juga keamanan nasional. Di sisi lain, sektor properti lebih tangguh terhadap kondisi-kondisi tersebut. Sekarang kita akan melihat perbandingan properti dengan instrumen emas. Untuk investasi berjangka panjang, seperti 5 hingga 10 tahun, emas mampu memberikan Anda keuntungan yang signifikan di masa depan. Walaupun, jika kita lihat perbandingannya di grafik ini, emas juga relatif berfluktuasi. Emas juga merupakan instrumen investasi yang sensitif terhadap faktor eksternal, seperti nilai tukar mata uang, penawaran dan permintaan, kebijakan fiskal dan lain-lain. Akan tetapi, jika Anda berinvestasi di properti, Anda bisa memperoleh keuntungan di waktu yang lebih singkat, misalnya 1 sampai 2 tahun, terutama jika properti tersebut berada di lokasi yang strategis dan memiliki aksesibilitas serta pengembangan infrastruktur yang memadai untuk kedepannya. Selanjutnya, berbeda dengan saham maupun emas, reksadana dianggap sebagai salah satu pilihan investasi yang lebih stabil. Berdasarkan nilai rata-rata aset bersih, secara bulanan terjadi perubahan berkisar antara -1,9% sampai 3,8% dalam waktu 2 tahun. Kenaikan ini juga berpotensi lebih tinggi daripada perubahan di sektor properti. Walaupun begitu, karena properti merupakan aset berwujud maka properti bisa dimanfaatkan untuk tujuan bisnis, misalnya seperti sewa rumah, perumahan baru, bisnis hotel dan pariwisata, pergudangan, dan juga yang lainnya. Sedangkan instrumen yang lain tidak memiliki kelebihan tersebut. Property people, selain properti, saham merupakan instrumen investasi yang bisa menghasilkan pendapatan tahunan melalui dividen (laba) perusahaan. Dividen yield merupakan rasio persentase dari pembagian dividen atas setiap lembar saham yang dimiliki oleh pemegang saham. Untuk membahas lebih dalam tentang bagaimana property yield bisa dianggap lebih menguntungkan, kami berupaya membandingkan property yield dengan dividen yield, suku bunga deposit dan obligasi 10 tahun. Dan inilah grafik yang menjelaskan perbandingan tersebut, dalam periode tahun 2021 sampai dengan 2023. Saat pandemi Covid-19 terjadi di tahun 2021, terlihat bahwa komersial dan apartemen memiliki yield tertinggi dengan presentase sebanyak 7,7% dibandingkan dengan yield lainnya. Obligasi 10 tahun hanya berkontribusi sebesar 6,4% dan rata-rata dividen yield sebesar 6,2%. Di tahun 2022 saat perekonomian dan iklim investasi di Indonesia mulai pulih, dividen saham dan yield obligasi mencatatkan kenaikan nilai. Rata-rata yield dari IDX High Dividend 20 adalah sebesar 9,3% dan yield dari obligasi 10 tahun yaitu sebesar 7% Selama kuarter pertama di 2023, yield dari instrumen investasi tertentu sempat mencatatkan penurunan. Dividen saham yield diketahui sebanyak 7,6% sedangkan yield obligasi mendapat presentase 6,9%. Yield pada properti komersial juga relatif stabil di angka 7,6% Selain itu juga dikarenakan ada kenaikan secara konsisten dari Bank Indonesia Repo Rate sejak Agustus 2022 rata-rata suku bunga deposit mengalami kenaikan mencapai angka 3,9%. Sementara dividen saham bisa menghasilkan yield yang lebih besar namun dengan nilai modal dari saham yang fluktuatif dan berpotensi menurun seiring berjalannya waktu. Di sisi lain obligasi dapat memberikan pendapatan yang stabil dari yield tahunan. Meskipun begitu, nilai modal tidak bisa naik. Property people, kesimpulannya, ketika membandingkan beberapa instrumen untuk investasi Anda, ada beberapa keuntungan dari berinvestasi properti dan bagaimana investasi properti menjadi penting untuk diversifikasi portfolio. Dan keuntungan tersebut adalah: Yang pertama, properti merupakan sektor stabil yang memiliki kenaikan nilai modal. Yang kedua, sektor properti lebih tangguh terhadap faktor-faktor eksternal. Ketiga, secara fisik, aset properti dapat dimanfaatkan untuk beragam tujuan. Keempat. properti jenis apartemen dapat menghasilkan yield lebih tinggi dengan resiko yang kecil untuk kehilangan nilai modal. Terakhir, adalah investor properti dapat menikmati pengembalian modal secara tahunan dari mengoptimalisasi properti mereka sambil menikmati juga keuntungan dari kenaikan properti yang terus terjadi. Bagaimana pun, properti adalah instrumen investasi yang tangguh, yang mampu memaksimalkan keuntungan Anda karena selalu unggul di setiap faktor maupun secara perbandingan. Maka ini saatnya untuk berinvestasi properti, sekarang juga! Property people, tujuan berinvestasi adalah untuk mendapat keuntungan. Oleh sebab itu, kita harus yakin pada instrumen investasi yang kita pilih, meminimalisir resiko dengan memahami perubahan yang terjadi pada masing-masing instrumen tersebut. Jangan lupa, kami hadir untuk memberikan riset dan informasi yang bermanfaat seputar bisnis properti hanya di Rumah123, karena Rumah123 selalu ada buat kamu. Saya Karina Basrewan, inilah Property Insight. Sampai jumpa di episode selanjutnya.

Lihat di YouTube