Jungkat

Prosesor Baru, Lebih Efisien, Bodi Tipis, Tetap Powerful! Review Acer Predator Helios Neo 16S AI (YouTube Video)

  • 27/06/2026

Ini adalah laptop gaming dengan prosesor Intel Core Ultra Series 3. Pertama yang kita review ya. Kalau laptop gaming yang lain tuh pakai Intel Core Ultra 200 series. Yang satu ini sudah pakai Intel Core Ultra 7 Series 3 prosesor 356H. Dia punya 16 cores dengan arsitektur terbaru. GPU-nya juga udah pakai Nvidia GeForce RTS 5060 laptop. RAM super lega di 32 GB DDR5 dual channel. Jadi udah langsung siap pakai. Stornya lega juga ya 1 TB. Layarnya juga mewah kelas atas dan pakai panel OLED. Resolusi 2,5K 165 Hz, 100% DCI P3. Intinya mau dipakai buat apa aja udah cocok banget yang satu ini ya. Ini adalah Acer Predator Helios Neo 16s AI keluaran 2026. Oke, kalau dibandingkan dengan Predator Helios Neo 16 yang pernah kita review, laptop yang satu ini terlihat sangat berbeda ya. Desainnya terasa lebih profesional, body lebih slim, tapi performa juga tetap kencang. Tapi memang karena laptop satu ini hadir sebagai laptop AI powered creator and gaming yang memang jelas cocok digunakan oleh content creators dan gamers. Desain baru ini juga menawarkan kombinasi portabilitas dan stabilitas performa tinggi tanpa kompromi. Hah, penasaran? Mari kita bahas dari spesifikasi utamanya. Untuk prosesor pakai Intel Core Ultra 7 Series 3 prosessor 356H. Litografinya apa itu? 2 nm, 3 nm. Intel 18A di sini langsung ya. Base power-nya 25 watt. Dia punyaai total 16 core, 16 thre yang terdiri dari 4 performance core, 8 effisent core, dan 4 low power effision core. Kapasitas Intel smart cas-nya ada di 18 MB. NP-nya pakai Intel AI boost dan punya performa up to 50 tops. Jadi, udah jelas ini masuk dalam kategori cilot plus PC. Integrity grafisnya pakai Intel graphics dengan total 4X CE. Ini walaupun hanya 4 SE Corse, tapi X Corse yang ada di prosesor Panther Lake itu adalah generasi terbaru yang bisa disebut sebagai XE3 CE ya. Jadi ini yang kencangnya RAM 32 GB DDR5 6400 dual channel. Konfigurasinya udah langsung dua channel ya, jadi langsung siap pakai. Dan karena ini pakai SODIM, kita masih bisa upgrade dengan mengganti RAM yang terpasang. Storage kapasitasnya adalah di 1 TB SSD M2 NVM PCI Gen 4. Masih tersedia satu slot SSD tambahan ya di laptop ini. Jadi kalau terasa kurang tinggal nambah aja enggak perlu ganti SSD yang terpasang. Untuk disket GP-nya pakai Nvida GeForce RTS 5060 laptop GPU. Ini pakai arsitor blackwell yang terbaru punya 3.328 kuda Corse. Kapasitas Viramnya ada di 8 GB. GDR7 128 bit. maksimum TGP-nya ada di 115 watt dan tentunya udah support resizable bar dukung juga teknologi terbaru dari Nvidia seperti DLSS 4.5 dan multiframe generation. Di software Predator Sci GPU yang ingin digunakan. OSinya itu ada Optimus dan ada discrete GPU only. Untuk RPE wireless-nya dia pakai Intel Killer WiFi 6E AX1675i. Support WiFi 6i dan Bluetooth-nya versi 5.4. Kapasitas baterainya lumayan besar, ada di 92 watt hour. OS-nya pakai Windows 11 Home. Untuk body factornya adalah clampell atau laptop classic. Materialnya menggunakan aluminium untuk cover bagian atas dan polikarbonat untuk bagian lainnya. Secara desain dibandingkan dengan Helios Neo 16 yang pernah kita review, laptop ini kelihatan lebih simpel ya. Enggak banyak pernak-pernik dan visual gaming pada bodinya. Jadi lebih terlihat jauh profesional dan low profile. Bodinya juga kelihatan jauh lebih tipis dan memberikan kesan slim yang lebih mudah dibawa-bawa aja. Meski demikian, identitas khas laptop gaming predator itu berupa logo dengan BackD RGB masih terlihat di area cover atas. Nah, untuk warna ini hitam dan untuk dimensinya panjang 35,7 cm, lebar 27,6 cm dengan ketebalan di 1,89 sampai 1,99 cm. Ini sih sebetulnya tipis banget ya untuk sebuah laptop gaming ya. Untuk laptopnya aja bobotnya ada di 2,15 kg, chargernya 625 gr. Jadi total bobotnya kalau dibawah-bawah dengan charger adalah 2,78 kg. Nah, untuk display Lop menggunakan layar OLED ukuran 16 inci resolusinya WQ XGA atau lebih tepatnya 2.560* 1600 pikel aspek rasingnya di 16 bing 10. Untuk refresh rate ada di 165 Hz dan sudah support Nvidia Ging. Nah, kalau dari pengujian kami, tingkat kecerahan maksimum untuk mode SDR itu mencapai 487 nits dan untuk mode HDR itu bisa 1116 nits. Ini sih tinggi banget ya. Gambut covernya ada di 98,7% di CP3 dan gambut volume-ya mencapai 114,1% di CP3. Layar ini juga sudah diklaim sudah diverifikasi oleh Kalman. Jadi udah cocok nih mau dipakai buat gaming ataupun untuk content creation. Layarnya itu punya permukaan yang glossy ya seperti layar laptop oled pada umumnya. Jadi ya agak mantulin cahaya dan bayangan ya. Tapi seperti biasa layar seperti ini akan menampilkan warna yang lebih cemerlang. Nah, laptop ini memiliki kamera dengan resolusi 1080p 30 fps. Tentunya sudah dilengkapi dengan fitur Windows Studio Effect seperti background blur, auto framing, dan eye contact. Mikrofonnya juga sudah dilapi dengan fitur AI noise cancelling. Untuk kemampuan kamera dan mikrofon yang kurang lebih seperti ini ya. Kali ini kita uji kemampuan kamera dari laptop As Predator yang satu ini. Untuk resolusinya sendiri dia bisa sampai 1080p 30 fps. Hasilnya sendiri udah terbilang bagus, kepakai banget kalau misalnya kalian mau video call maupun meeting online. Oke, kali ini kita uji kemampuan mikrofon dari laptop Predator yang satu ini. Untuk [mendengus] pengujian kali ini kita setel kecepatan kipasnya di level maksimum. Menurut menurut kalian gimana nih kualitas dari mikrofonnya? Apakah suara saya bisa kedengaran dengan cukup jelas? Nah, untuk audionya terdapat dua buah lubang speaker yang mengarah ke alas kiri dan kanan laptop. Profil suara dan equalizer dapat kita atur melalui software DS audio. Untuk kualitas suaranya udah oke sih sebetulnya ya. Bassnya terasa, separasinya oke. Mungkin cuman kurang lantang aja buat kelas harganya. Nah, untuk konektor di kiri ada satu Ethernet port, ada satu USB 3.2, ada satu micro SD card leader, dan ada satu audio jack combo 3,5 mm. Di kanan ada dua USB 3.2. Di belakang ada satu DCin, ada satu HDMI, dan dua Thunderbolt 4. Lalu untuk keyboard-nya ini layout-nya tuh masih mirip seperti predator Helios Neo 16 yang pernah kita review. Tombolnya terasa sangat soft dan sangat silent saat digunakan untuk mengetik. Meski demikian, tombol ini masih terasa nyaman ya. Di area kanan terdapat pad yang menyatu dengan tombol navigasi seperti home, page up, page down, dan untuk tombol anak panahnya juga punya ukuran penuh, jadi ini nyaman untuk digunakan. Tombol power itu menyatu dengan layout keyboard terletak di pojok kanan atas keyboard. Di pojok kiri atas terdapat tombol fisik yang dapat digunakan untuk mengubah mode performa atau langsung mengaktifkan mode turbo. Keyboard ini juga sudah dilengkapi dengan backlit RGB 4 zona warna dengan lima tingkat kecerahan. Tingkat kecerahan dan mode pencahayaan lanjutan itu dapat diatur melalui software Predator Sense. Nah, untuk touchpad ini ukurannya adalah 12,6 * 8,3 cm. Letaknya itu center to space bar tapi sedikit melebar ke kanan hingga tombol Alt. Tentunya touchpad ini juga sudah mendukung berbagai gesture dari Windows Precision Touchpad. Nah, untuk sistem pendingin Acer menggunakan sistem pendingin dengan fifth gen Aerrowade 3D fan design menggunakan dua kipas ukuran besar dan 5 buah heat pipe. Acer juga menggunakan liquid metal sebagai solusi thermal compound di unit CPU dan GPU-nya. Ini untuk menjamin pemindahan panas yang maksimal. Intake dari bawah dengan ekos ke arah belakang dan samping kanan kiri laptop. Oke, kita masuk dalam aspek performanya. Seperti biasa, laptop gaming Predator itu dilengkapi dengan beberapa mode performa yang dapat diakses melalui software Predator Sense, yaitu ada quiet, balance, performance, dan turbo. Nah, selain mode performa, kita juga bisa mengatur kecepatan kipas dengan tiga mode, yaitu auto, max, dan manual. Untuk pengujian performanya kita lempar ke Rifki. Ya, pertama kita cek dulu konsistensi performanya ya. Kita gunakan SinBZ R23 dengan stability test selama 30 menit. Hasilnya kita cek dulu skor maksimalnya untuk di mode balance. Skornya ada di 20.300. 90 poin. Dan untuk mode turbo dengan kecepatan kipas di maksimal, kecepatannya itu bisa sedikit lebih tinggi di 20.441 poin. Walaupun begitu, skor tertinggi ini bukan ada di run pertama ya. Nah, kemudian untuk skor yang bisa dipertahankan di mode balance itu skornya bertahan di kisaran 19.000-an poin. Dan di mode turbo skornya bisa bertahan sedikit lebih tinggi di kisaran 20.200 sampai 20.400-an poin. Keren ya. Walaupun prosesornya ini bukan yang terkencang di kelasnya, tapi ini udah cukup kencang sih untuk sebuah laptop gaming di kelas harga ini. Selain itu, kalau kita lihat dari konsistensi performa prosesornya ini, kita tidak melihat ada gejala throtling ya. Jadi itu performanya benar-benar stabil dari awal sampai akhir. Lalu kita juga cek suhu kerjanya. Untuk suhu CPU di mode turbo tadi itu terlihat sangat aman ya di kisaran 77 sampai 83 derajat Celcius dengan sesekali spike ke kisaran 88 sampai 89 derajat Celcius. Jadi aman nih ya. Berikutnya kita coba tes dengan aplikasi yang real word. Kita coba menggunakan Blender 5.0 splash screen. Untuk CPU render diselesaikan dalam waktu 25 menit 32 detik. Dan untuk GPU render menggunakan kuda selesai dalam waktu 5 menit 20 detik. Untuk suhu kerjanya saat kita gunakan GPU render dengan kuda, suhu CPU ada di bawah 60 derajat Celcius dan suhu GPU ada di bawah 53 derajat Celcius. Jadi adem ya. Lalu kita gunakan Adobe Premiere Pro CC 2026. kita gunakan video 5 menit yang biasanya untuk 4K60 video export selesai dalam waktu 3 menit 20 detik dan kalau videonya 1080p 60 fps selesai dalam waktu 52 detik. Jadi jelas kencang ya buat content creation. Untuk suhu kerjanya kita cek saat 4K60 video exporting. Suhu CPU ada di kisaran 50 sampai 66 derajat Celcius dan suhu GPU ada di bawah 58 derajat Celcius. Berikutnya kita juga tes menggunakan Dafincy Resolve 20. Tapi ini versi yang gratis. Kita gunakan video 5 menit seperti yang biasa. Untuk video 4K60 berhasil diekspor dalam waktu 6 menit 51 detik. Dan kalau videonya 1080 fps selesai diekspor dalam waktu 2 menit 2 detik. Untuk suhu kerjanya saat melakukan video export 4K60 suhu CPU bisa ditahan di kisaran 85 sampai 97 derajat celcius. Tapi untuk SU GPU ada di bawah 61 derajat Celcius. Ini wajar ya karena memang Dafincy Resolve yang versi gratis ini lebih membebankan ke CPU daripada GPU-nya. Berikutnya kita cek di 3D Mark Graphic untuk Fireestrike atau Direct X11 skornya mencapai 31.420 poin. Dan untuk di time spy Direct X12 skornya mencapai 11.802 poin. Untuk su kerjanya saat kita lakukan time spice stress test suhu GPU terlihat adem di bawah 69 derajat celcius. Nah, pengujian content creation sudah selesai. tentunya kita juga akan tes gaming dan hasilnya seperti ini. [musik] Nah, di game yang terakhir ini kita mainkan Cyberpunk 2077 selama 30 menit. Kita lihat SU CPU ada di kisaran 75 sampai 80 derajat celcius dengan sesekali spike ke 82 derajat celcius. dan suhu GPU-nya ada di kisaran 66 sampai 71 derajat Celcius. Jadi sebenarnya ini masih adem ya. Sedangkan untuk suhu permukaannya sebenarnya masih tergolong aman ya dengan titik tertinggi itu di sela-sela tombol keyboard. Jadi bukan di tombol keyboard-nya tapi di sela-sela keyboard-nya di antara tombol huruf L dan tombol titik DU yang mencapai 46 derajat Celcius. Tenang, karena area ini jarang kita sentuh saat main game ya. Dan kalau kita perhatikan dengan seksama, sebenarnya suhu tombol di area ini tuh masih di kisaran 37 sampai 41 derajat Celcius. Sedangkan untuk area yang sering digunakan saat bermain game seperti tombol WASD, suhunya aman di bawah 31 derajat Celcius. Sedangkan area kanan suhunya di bawah 34 derajat Celcius. Kalau untuk area palmres si aman ya. Ini suhunya di bawah 30 derajat Celcius. Berikutnya kita tes kecepatan SSD-nya. Untuk kecepatan bacanya dia mencapai 7.109 109 MB/s. Dan untuk kecepatan tulisnya dia ada di 6.693 MB/s. Ini termasuk kecepatan SSD PCI Gen 4 yang kencang ya. Udah nyampai 7.000 rate-nya dan rate-nya pun udah di atas 6.500. Intinya udah ok lah untuk sebuah laptop gaming class ini. Berikutnya kita masuk ke pengujian baterai. Seperti biasa mode performa kita taruh di balance, brightness di 150 nit dan volume kita taruh di 25%. Untuk refresh rate dan resolusi layarnya ini tetap di default ya. Jadi enggak ada yang kita ubah-ubah settingannya. Hasilnya saat digunakan untuk memutar video 1080p, baterai baru habis setelah 11 jam 35 menit. Ini hasil pengujian baterai yang tergolong bagus untuk sebuah laptop gaming sekencang ini. Berikutnya kita juga tes durasi charging-nya. Di 30 menit pertama baterai terisi 51%. Ini charging-nya kencang banget ya. Dan 60 menit dia udah terisi 87%. Untuk mencapai 100% itu hanya butuh waktu 1 jam 25 menit. Nih keren nih. Nah, untuk bagian berikutnya kita balikin ke Mas Dedy. Nah, predator Helios Neo 16 SEI keluaran 2026 ini dijual dengan harga kisaran mulai dari Rp34.999.000. Tapi khusus spek yang satu ini kita masih belum dapat informasi resminya dan semua ini sudah termasuk langganan gratis PC Game Pass selama 3 bulan. Ada Microsoft Office Home 2024 yang aktif selamanya, enggak usah bayar-bayar lagi. Nah, untuk garansi 3 tahun sudah termasuk garansi spare part dan layanan serta ada 3 tahun onside service juga. Garansi ini juga mencakup accidental damage protection di 1 tahun pertama. Oke, hal yang perlu diperhatikan pertama untuk kelas harga ini speakernya terasa agak kurang lantang aja di telinga kami. Untuk hal yang kami suka, pertama desainnya terasa sangat kalem dan profesional untuk sebuah laptop gaming sekencang ini. Kami suka sih dengan desain seperti ini ya. Performa prosesor juga kencang. Arsitektur baru ini cocok digunakan untuk berbagai kegiatan berat dan multitasking. Disk GPU juga kencang ya, dipakai buat gaming maupun untuk konten creion juga udah mantap. Udah support DLS 4.5 dan multifame generation. Jadi mau main game keluaran-keluaran terbaru itu enggak ada masalah lancar. Su kerja juga tergolong aman di sini. RAM super lega 32 GB dual channel langsung siap pakai dan ini mewah ya untuk tahun 2026 ya. SSD juga lega dan punya slot SSI M.2 tambahan. Layar mewah. panel OLED 2,5K, 100% DC IP3 dan nyampai 165 Hz. Cocok dipakai untuk gaming maupun content creation. Konektor juga super lengkap. Micro SD ada, Thunderb 4 ada. WiFi 6ei juga tersedia di sini. Future proof lah ya. Garansi juga 3 tahun lengkap dengan onside service dan ada tambahan accidental damage protection di tahun pertama. Jadi predator Helios Neo 16S AI keluaran 2026 ini cocoknya buat siapa sih? Pertama jelas kalau kalian nyari laptop high performance dengan body yang ringkas dan cukup ringan, laptop yang ini udah oke banget. Buat gamers yang butuh laptop untuk main game keluaran terbaru ini cocok ya karena support DLS 4.5 dan multiframe generation. Buat content creator yang pakai laptopnya untuk ngedit video 4K atau desain 3D atau cat, laptop ini tentunya cocok. Dipakai buat programming atau Gen juga udah oke. Ya, intinya pastikan saja kalau speknya itu sudah cocok dengan aplikasi yang digunakan. Jadi kalau ini cari adalah laptop high performance buat kebutuhan gaming, video editing, ataupun desain 3D dengan desain yang profesional dan body yang ringkas. Rasanya Acer Predator Helios Neo 16SI keluaran 2026 ini sangat layak untuk dipertimbangkan.

Lihat di YouTube