Prosesor Kenceng, RAM 16 GB LPDDR5, Harga 8 Jutaan? Serius nih?! Review Axioo Hype 5 AMD X6-11 (YouTube Video)
Ini adalah laptop tin terbaru dari Axio yang saya jamin menarik banget. Performanya jelas mantap pakai Ryzen 5 H series yang biasanya ada di laptop gaming. RAM udah langsung pakai 16 GB LPDDR5 udah kencang dan langsung dual channel buat multitasking. Wah, udah pasti lancar. Dipakai gaming tipis-tipis juga masih aman. IGP-nya pakai radio 660M ya di sini. Layar IPS store sudah pakai SSD. Garasinya jelas kelas premium. Sudah pakai Axio accidental damage protection sampai 3 tahun. Harganya Rp8 jutaan aja ya. Ini adalah Axio Hype 5 AMD X6-11. Ya, di saat laptop-laptop lain harganya makin melambung tinggi, yang satu ini bikin kaget sih. Beneran kayak nemuin Oase di tengah padang pasir nih ya. Bahkan kita masih heran ini Asio jual rugi atau gimana sebenarnya. Ya udah kita bahas aja laptop ini mulai dari spesifikasi utamanya terlebih dahulu. Pressornya dia pakai AMD Ryzen 5 6600H. Code name-nya Rembrand. Archornya Zen 3 Plus. Fabrikasinya TSMC 6 nanmfet. Default TDP-nya ini 45 watt karena H ya. Dia [berdehem] punya total 6 core dan 12 thread. Maksimum boost clock-nya up to 4,5 GHz dan kapasitas L3 cas-nya ada di 16 MB. IGB-nya pakai AMD Radion 660M. Dia punya 6 graphic score dengan total 384 shader unit. Untuk RAM-nya ini 16 GB LPDDR5. Konfigurasinya langsung dual channel. Menarik banget ya. Dan karena dia pakai LPDR 5 ya memang ini onboard jadinya tidak bisa di-upgrade. Tapi tahun 2026 laptop R jutaan RAM langsung 16 GB ini sih udah mewah banget. Untuk storage-nya 256 GB SSD M.2 and VIMI PCI. Menarik ya di dalam itu masih ada satu slot SSD M.2 tambahan yang kosong. Jadi kalau ke depannya butuh upgrade ya tinggal pasang aja SSD tambahannya enggak usah ganti yang udah terpasang. Untuk wireless-nya dia pakai modu real dan mode support WiFi 6 dan Bluetooth versi 5.4. Kapas baterainya ada di 52 watt hour. OS-nya pakai Windows 11 Home. Untuk body factornya adalah climell atau laptop klasic. Materialnya tentunya polikarbonat. Untuk warna ini grey atau abu-abu gelap ya. Untuk desainnya seperti laptop Axio HP-nya aja. Laptop saat ini punya desain yang polos dan simpel yang membuatnya cocok digunakan untuk sekolah dan untuk kerja ya. Dan seperti biasa terdapat logo Axio di sudut kanan atas pada cover laptopnya. Untuk dimensi panjang 31,4 cm, lebar 21,9 cm, dan ketebalan sisi paling tipisnya 1,73 cm, sisi paling tebal di 1,81 cm. Untuk bobotnya laptopnya aja di 1,29 kg dan chargernya 266 gr. Total bobot kalau di bawah-bawah jadi 1,56 kg. Oh ya, untuk chargernya ini kabelnya agak pendek ya, cuma sekitar 120 cm, tapi masih okelah sebetulnya. Untuk display dia pakai panel IPS ukuran 14 inci, resolusinya WuxgaGA tepatnya 1920 * 1200 piksel. aspek rasya jadi 16 bing 10 udah modern nih ya refresh rate-nya standar aja 60 Hz dan berdasarkan pengujian kami tiket kecaan maksimalnya mampu mencapai 318 nits ini udah cukup cerah ya untuk laptop harga segini gambut coverage-nya ada di 57,5% sRGB dengan gambut volume di 57,6% sRGB. Kalau gambut warnanya ini memang kurang cocok untuk kegiatan konten kit yang kelas profesional. Jadi kalau rasanya butuh e monitor yang kal gambutnya lebih tinggi bisa pakai monitor eksternal atau ya sesuai kebutuhan aja lah ya. Tapi kalau dipakai buat editing casual ya, editing Kanva atau ya mungkin pakai CapCut untuk kebutuhan sehari-hari ya, ini udah oke banget karena permukaan layar ini pakai matte atau antiglare. Jadi nyaman digunakan tanpa ada banyak pantulan cahaya yang mengganggu. Dan ini [mendengus] adalah layar IPS. Jadi digeser-geser kanan kiri itu masih lumayan konsisten ya. Untuk exsel layarnya ini bisa dibuka sampai 178 derajat. Ini sudah mendekati 180 ya. Ini mirip banget dengan laptop kelas bisnis. Untuk bingkai layarnya terlalu tipis juga dengan bingkai atas yang sedikit tebal karena seperti biasa ada kamera di situ ya. Nah, untuk kamera dan mikrofonnya untuk kamera ini pakai resolusi 1,9 megapel saat digunakan dengan aspirasio 4 bia mampu menangkap gambar 1600 * 1200 piksel. Tapi kalau kita ubah ke 16 b 9 resolusi maksimalnya jadi 720p. Karena prosesornya belum punya NPU, kameranya tentunya belum mendukung fitur Windows Studio F. Lalu untuk kameranya juga sudah dilengkapi dengan privacy shutter untuk meningkatkan keamanan dan privasi pengguna. Nah, untuk mikrofonnya itu ada dua terletak di sisi kanan dan kiri kamera. Untuk kuatas kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini. Oke, sekarang saya sedang berada di studio untuk menguji kemampuan kamera dari laptop Axio yang satu ini. Nah, kamera laptop ini bisa merekam video up to 1200p 30 fps di rasio 4: 3. Dan untuk hasilnya kurang lebih seperti ini. Udah cukup oke untuk keperluan video call ataupun meeting online. Oke, sekarang saya sedang berada di luar untuk menguji kemampuan mikrofon dari laptop Axio yang satu ini. Nah, seperti yang kalian lihat di belakang saya, kondisi jalanan lagi ramai kendaraan. Di kondisi ini, suara di background masih bisa terdengar, tapi setidaknya suara saya masih bisa terdengar dengan jelas dan tidak tertutup oleh suara background di belakang saya. Oke, lanjut untuk audionya. Laptop ini menggunakan konfigurasi dua buah speaker stereo yang terletak di kanan kiri laptop. Ini mengarah ke alas ya suaranya ya. Untuk kualitas suaranya ya standar aja untuk laptop kelas harga segini. Intinya kalau mau lebih puas ya pakai headphone aja. Harganya jauh di bawah Rp10 juta loh ini. Oke, lanjut untuk konektornya. Di kiri ada satu USB 3.2 type C, lalu ada HDMI, lalu ada USB 3.2 lagi, dan ada USB 3.2 type C lagi. Di sisi kanan ada satu micro SD card reader, ada satu audio jack combo 3,5 mm, ada satu USB 2.0, dan ada lagi satu USB 3.2. Ini mantap ya, konektornya banyak di sini ya. Dengan konektor sebanyak ini kita bisa pasang dua monitor eksternal tambahan ya. Lalu sambil nyolok keyboard, mouse ya, dan flash disk juga masih aman banget. Nah, untuk keyboard-nya dia pakai keyboard chicklet dengan layout compact seperti Axio Hype-nya. Tombolnya silent tapi masih terasa solid saat ditekan. Tombol navigasi seperti home, page up, page down, dan end itu menyatu dengan tombol anak panah dan tombol anak panah atas dan bawahnya itu punya ukuran setengah dibandingkan tombol-tombol lainnya. Untuk tombol power itu sudah terpisah dari keyboard ya, jadi aman di sini. Keyboard-nya juga dilengkapi dengan backlit putih dengan dua tingkat kecerahan. Wow, dapat backlit di harga segini. Lanjut untuk touchpad-nya. Laptop ini menggunakan precision touchpad dengan ukuran 11,8 * 6,8 cm. Letaknya cenderung center to body, jadi sedikit melebar ke kanan ya dari space bar ya hingga tombol alt di sini. Tentunya touchpad ini juga sudah mendukung berbagai gesture dari Windows 11. Lanjut ke sistem pendinginnya. Laptop ini menggunakan sistem pendingin aktif dengan dua buah kipas dan dua buah heat pipe intake udara dari bawah dan ekha. Sekarang kita masuk dalam aspek performanya. Di laptop ini tidak ada software khusus untuk mengubah mode performa ya. Tapi menariknya laptop ini masih dilengkapi dengan pengaturan mode performa yang dapat diakses melalui shortcut function plus huruf X. Opsiinya ada performance, balance, dan silent. Ya, sekarang kita lihat konsistensi performanya pakai S Balance R23 stability test. Pertama kita cek dulu skor maksimalnya. Di mode balance dia bisa mencapai 10.043 poin. Uh, tinggi. Dan di mode performance nyampai 10.118 poin. Lalu untuk skor yang bisa pertahankan di mode balance ada di kisaran 9.900-an poin. Dan untuk mode performance masih mirip juga di kisaran 9.900-an poin. Karena performanya mirip-mirip aja, kalau untuk pulan sehari-hari sih enaknya pakai balance aja. Nah, kalau enggak dicolok ke charger, kita lihat performanya. Kita cek skornya dari kisaran 8.100 sampai 8.200-an poin. Memang masih terlihat agak jauh ya dibandingkan dengan performa saat dicolok ke charger. Tapi sebenarnya skor segini sih masih tergolong kencang untuk kelas harganya ya. Dan kalau membutuhkan performa CPU maksimal untuk rendering atau pekerjaan berat, sebaiknya laptop ini memang nyolok ke charger. Lagian kalau diingat-ingat ya ini prosesor seri H ya yang memang cenderungannya colok ke charger lebih mantap. Lanjut kita lihat SU kerjanya dengan Sinand R23 stabilitas test. di mode performance sempat stabil di 95 derajat celcius, tapi kemudian sedikit turun ke kisaran 91 sampai 94 derajat celcius. Suyunya memang terlihat agak tinggi ya. Dan karena dari tadi kita lihat skor di kedua mode performance ini masih mirip, S di mode balance juga ada di kisaran 91 sampai 94 derajat Celcius. Tapi ya balik lagi SU seperti ini akan kita temukan kalau memang load aplikasinya dibebankan 100% ke arah CPU-nya aja. Ini akan beda kalau misalnya si aplikasinya bisa berbagi beban ke akselerasi IGP-nya. Sekarang kita lihat aja langsung ke Adobe Premiere Proisi 2026. Seperti biasa kita pakai video yang durasinya 5 menit. Untuk eksport 1080 60 fps. Video exporting butuh waktu 4 menit 32 detik. Kalau 1080 30 fps butuh waktu 1 menit 42 detik saja ya. Jadi kalau video seperti ini nih 108p 30 fps kencang banget dia ya. Untuk suhu kerjanya pada saat melakukan exporting 1080p 60 fps. Nah kalau di Adobe ini suhunya masih aman ternyata ya. Cuma sekitar 60 sampai 72 derajat celcius. Hmm mantap kan? Lanjut ke Davinci Airsoft 20. Ini software video editing class profesional, tapi kita pakai versi gratisannya nih ya. Videonya masih sama, durasinya 5 menit. Untuk 1080p 60 fps. Video exporting butuh 6 menit 59 detik. Hampir 7 menit memang. Untuk 10p 30 fps ternyata butuh hanya 3 menit 50 detik saja. Nah, untuk su kerjanya di 1080p 60 fps exporting eh CPU terlihat stabil di kisaran 91 sampai 94 derajat celcius sampai pertahanan proses ekspor. Tapi kemudian dia turun dan bertahan di kisaran 85 derajat celcius. Seperti biasa Dainosof selalu panas di sini tapi terlihat ya bahwa sistemnya bisa nahan dan bisa nurunin sampai di bawah 90 derajat Celcius. Jadi masih amanlah. Lanjut untuk CapCut video editor. Durasi video masih sama ya 5 menit ya. Untuk exporting 108 P 60 fps hanya butuh waktu 3 menit 41 detik. Sementara untuk 108 30 fps 1 menit 41 detik saja. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat melakukan 1080p 60 fps video exporting suhu CPU sempat spike ke 80 sampai 81 derajat celcius saja di awal dan di akhir proses ekspor. Tapi untuk suhu masih bisa dipertahankan aman di kisaran 70 sampai 75 derajat Celcius secara keseluruhan. Nah, tentunya kalian pengin tahu ya kemampuan gamingnya y laptop di kelas harga segini masih bisa dipakai memain game ya. Nah, hasilnya seperti ini. [musik] Oke, di game terakhir ini suhu kerjanya pesan Cyberpunk 2077 selama setengah jam. SU CPU ada di kesaran 80 sampai 87 derajat Celcius. Masih wajar karena memang laptop ini bukan didesain untuk kebutuhan gaming sebetulnya ya. Tapi masih okelah ya, enggak tembus 90. Sekarang kita lihat suhu permukaannya. Titik terpanas ada di area atas dekat lubang ekha derajat celcius. Tapi tenang karena area itu kan kita tidak sentuh dong, itu kan ekhaya. Sedangkan untuk area permukaan keyboard su terpanas ada di tengah-tengah yang ada di kisaran 40 sampai 42 derajat celcius. Untuk area keyboard kiri dan kanan suhunya cukup aman di bawah 38 derajat celcius. Sekarang kita tes SSD-nya. Untuk kecepatan bacanya ada di 3543 MB/ dan tulis di 3.55 MB/s. Untuk tipe SSD-nya ini tergolong kencang sebetulnya. Lanjut untuk pengujian baterai ya. Kita set bright di 150 nits dan volume 25%. Mode performa kita set di balance saat kita tes untuk lokal video playback 1080p. Baterai habis setelah 8 jam 30 menit. Hasil yang sesuai harapan kami untuk laptop di kelas harga segini. Dan kemudian kita juga tes menggunakan ul Prosion Office Productivity ya untuk menggambarkan daya tahan baterai saat laptopnya digunakan untuk kerja nonstop. Hasilnya baterai bisa bertahan 8 jam 30 menit. Ini menarik ya, kayaknya power manajemennya enggak hebat-hebat banget ya. Tapi ternyata 8 jam 30 menit untuk kerja dapatnya ya. Jadi lumayan oke yang satu ini untuk kelas harga segini ternyata. Intinya kalau mau dipakai kerja lebih dari 67 jam sebaiknya bawa colokan listrik lah biar enggak panik lihat udah tiba-tiba 1020%. Tapi untungnya karena port chargingnya pakai USBC, kita juga bisa pakai gun charger atau bahkan power bank untuk nge-charge laptop yang satu ini. Lanjut untuk charging testnya. Selama setengah jam kita dapat di 49% dan untuk mencapai dari 0 sampai penuh butuh waktu 1 jam 13 menit. Ini durasi charging yang kencang banget untuk sebuah laptop. Biasanya laptop dengan harga terjangkau itu charging-nya bisa antara 2,5 sampai 3 jam. Jadi cuma 1 jam lebih dikit. ini hebat ya. Fix ini salah satu bagian yang menurut kami menarik sekali untuk laptop di kelas harga segini. Nah, bicara soal harga, laptop ini dijual di kisaran Rp8.899.000 dan ini sudah termasuk Windows 11 garansi 1 tahun resmi dari Axio Indonesia lengkap dengan Axio Accidental Damage Protection atau Axio ADP Extra selama 3 tahun. Garansi Asio ADPAra ini akan meng-cover berbagai kerusakan dari hal-hal yang kejadiannya tidak terduga ya. Contohnya seperti ketumpahan cairan, enggak sengaja jatuh, bencana alam, dan masih banyak lagi. Menariknya lagi, selain kerusakan Asio ADP ekstra ini juga akan mengcover kerugian akibat tindak kejahatan seperti dicuri misalnya, ya. Selain itu, AKSO juga menjanjikan proses klaim ADP akan mudah dan dapat dilakukan di lebih dari 190 titik service center yang tersebar di seluruh Indonesia. Kalau lebih dari 6 jam, Asio akan memberikan pinjaman laptop pengganti selama laptop ini diservis. Dan menariknya, Akio juga menjamin akan ketersediaan spare part dari laptop ini di seluruh Indonesia. Oke, kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, kapasitasnya ini cuma 256 GB. [berdehem] Tapi ini wajar karena harga SSD lagi mahal-mahalnya sekarang. Dan kalau emang kurang, kita tinggal nambah aja ya. Siapa tahu punya sisaan SSD yang lama gitu ya, tancep aja di slot yang kedua. Jadi enggak perlu ganti SSD yang sudah terpasang. Enggak ribetlah intinya layarnya. Kemudian ini masih belum 100% sRGB. Tapi ya agen ini laptop masih ada di kelas R jutaan. Jadi masih wajarlah sebetulnya kalau butuh akurasi warna tinggal pasang monitor eksternal aja sesuai dengan kebutuhan kita. Kemudian masih belum ada bundle Microsoft Office. Sebagai gantinya di laptop ini sudah diinstal Libre Office saat pertama kali dinyalakan. Tapi kalau kalian mau beli lisensi dan instal Microsoft Office sendiri di laptop ini bisa kok. Aman bisa kok. Dari si menariknya untuk tahun 2026 laptop yang saat ini harganya sudah sangat sangat sangat menarik sekali. Yang bikin menarik sih RAM-nya ya, walaupun pakai RAM onboard yang enggak bisa di-upgrade, tapi 16 GB in this ekonomi tahun 2026. Dan ini bukan DDR4 atau LPDDR4, ini pakai LPDDR 5 6400 yang udah kencang. Kayaknya untuk sekarang sih enggak ada laptop lain yang ngasih RAM seperti ini di harga segini ya. Prosesor juga pakai seri H yang kencang punya 6 12. Untuk multitasking jelas aman banget di sini. IGP-nya juga tergolong kencang untuk kelas harga segini. Dipakai buat game-nya juga masih cukup lancar dengan settingan yang disesuaikan. mengedit video 10 fps juga masih oke di sini keyboardnya juga terlalu nyaman dan yang penting udah ada backlit-nya di sini dan yang terakhir dia punya garansi akibat kalian pengguna sampai 3 tahun dengan service center yang tersebar banyak banget di seluruh Indonesia. Nah, pertanyaannya sekarang, laptop yang satu ini cocoknya untuk siapa? Yang pertama sih jelas ya, kalau kalian nyari laptop performa kencang dengan harga yang terjangkau, mending langsung check out aja laptop yang satu ini deh ya. Lalu untuk mahasiswa dan pelajar yang butuh laptop buat sekolah dan kuliah ini cocok banget ya. dia pakai gaming tipis-tipis juga masih aman loh. [tertawa] Lalu untuk first jobber atau pekerja mobile yang butuh laptop powerful tapi cukup ringan ini juga oke ya. Dipakai kereta casual yang butuh laptop powerf di crosaris ini juga cocok banget dan kalau emang buta kurasi warna seperti kita bahas tadi colok monitor tambahan aja atau mungkin ada yang nyari laptop buat programming. Nah yang satu ini juga bisa asalkan memang spek laptopnya udah cocok dengan software yang digunakan. Pada akhirnya kami beneran dibuat kaget sih dengan kehadiran laptop yang satu ini ya. Kok bisa sih AXio ngasih laptop dengan performa kencang, RAM super mewah tapi harganya masih sangat terjangkau. Ya, intinya kalau dicari adalah laptop tin and light dengan performa kencang, harga terjangkau dan punya garansi ADP jangka panjang. 3 tahun loh ini. Rasanya Axio Hype 5 AMD X6-11 yang satu ini sangat layak untuk dipertimbangkan.
