Punten, Yang Lain Minggir Dulu 🙏 HUAWEI Watch GT Runner 2 (YouTube Video)
Kalau kita lihat fenomena lari di Indonesia sekarang itu bukan soal cari keringat ya, tapi juga kompetisi siapa yang paling estetik [musik] di sosial media. Ayo jujur aja kalian lebih capek pasti ngedit hasil strafanya dibanding larinya itu sendiri kan dari pamer outfit sampai rute lari semuanya demi satu hal validasi. Nah, di tangan saya udah ada sebuah benda yang minimal bikin kita lebih serius kalau lari atau minimal lebih serius terlihatnya di Instagram. Jadi kenalin ini adalah Huawei Watch GT Runner 2 Smartws tapi rasa sportws dan harganya enggak semahal sportws. Kalau kita ngomongin weables, udahlah ya Huawei itu termasuk salah satu yang paling niat [musik] kalau bikin weables. Dan sekarang di Huawei Watch GT Runner 2-nya mereka kayak seolah-olah ngajak duel Garmin. Kenapa? karena fitur-fiturnya lebih advance bahkan setara Sportw Garmin Forunner yang 970 tapi harganya cuma setara Garmin 265. Karena si Huawei Watch GT Runner 2 ini hadir dengan positioning system terbaru yang bikin dia 3,5 kali lebih akurat. [musik] Yang pertama ada 3D floating antena, ada enam satelit positioning, ada Huawei exclusif XDR Inertial Navigation positioning algorithm. Yang intinya kalau kalian bingung dengan istilah-istilah ini, kalau biasanya GPS dari jam tangan itu kan ya dia agak sedikit mabuk ya. Kalau misalkan di perkotaan atau di banyak pohon yang ridang gitu, dia bisa sesatin kita di gang-gang kecil atau di rumah warga. Tapi Huawei Watch GT Runner ini tetap fokus. Cara kerjanya nanti kita breakdown. Dan untuk urusan baterai, enggak usah khawatir baterainya habis pas ikut lomba lari. Karena klaimnya, Huawei Watch GT Runner 2 ini bisa bertahan 14 hari [musik] untuk pemakaian normal dan 32 jam untuk aktivitas outdoor dengan GPS nyala secara terus-menerus. Tapi resikonya sih kalau baterainya awet kayak gini, kabel chargernya biasanya hilang ya. Karena kan kita bisa lupa kapan terakhir ngecas jatuhnya ya kabel chargernya hilang. Itu kalau saya sih. Tapi kalau kalian mungkin enggak [musik] perelupa ya bisa aja enggak hilang. Terus ada intelligent marathon mode yang bisa ngatur semua persiapan latihan maraton kalian. Layaknya punya private virtual coach. Tapi bedanya kalau private cod running itu harganya bisa du digit bayarnya, tapi kalau ini gratis bayar sekali aja untuk selamanya. Kenapa sih Huawei Watch GT Runner 2 ini bisa punya upgrade segede itu? Karena sekarang dia kolaborasi sama atlet maraton internasional yang namanya itu pasti kalian udah enggak asing lah kalau kalian suka maraton. Namanya itu bah bukan, namanya itu Elliot Kip. Desainnya juga lebih sporty dibandingkan GT series yang udah pernah kita review sebelumnya. bodinya pakai material titanium [musik] yang lebih kuat, tapi bobotnya lebih ringan dibanding Garmin Forunner 970. Oke, pertama kita lihat desain dari luar dulu. Ada tiga pilihan warna, jadi ada das blue, da orange, dan midnight black. Dust blue cantik kalau da orange itu berani. Midnight black itu kayak cowok banget, macho gitulah. [musik] Dimensinya 43,5 mili dengan ketebalan 10,7 mili. Sebagai perbandingan, Garmin For Runner 970 itu tebalnya 12,9 mili. Artinya GT Runner 2 ini lebih tipis sekitar 2 mili. Mungkin 2 mili kedengarannya spell ya, tapi coba kalian lari 3 sampai 4 jam, wah 2 mili itu rasanya kayak enak banget. Kayak kita punya bantalan di smartbos-nya. Jadi enggak gampang capek juga pas lari. Bobotnya 34 gr kalau tanpa strap. Kalau dengan strap yang woven atau rajutan ini di 43,5 gr. Bahan dari bodinya ini pakai aeros grid titanium alloy. Material yang sama yang dipakai sama komponen pesawat terbang. Layarnya 1,32 inch dengan brightness sampai 3.000 nit. Buat konteks ya, layar HP kalian itu tipical brightness-nya paling di 800 sampai 1000 nitz. Jadi layarnya ini kira-kira tiga kali lipat lebih terang dibandingkan layar HP kalian. Jadi kalau pas lari enggak perlu lagi teropong-teropong jamnya kayak gini biar lebih terlihat. Layarnya juga udah diproteksi sama Kunlon Glass generasi kedua yang pernah kita demoin juga di Huawei Mate X7 yang kita banting-banting dan aman. Nah, bayangin aja kaca squad itu ditaruh di jam tangan kalian. Jadi, walaupun kepentok meja aman ya. Walaupun masih aman sih ya, tapi kayak sayang aja kalau dipentok-pentok. Nah, strapnya ini unik. Jadi dia kayak pakai teknologi rajutan 3D [musik] yang diklaim 25% lebih sejuk karena dia ya bolong-bolong lebih sejuk dibandingkan sebelumnya. Cuman di dalam paket pembeliannya kita dapat dua strap yang satu rubber. Tapi kalau saya pribadi lebih suka yang rubber karena terlihat lebih sporty. Sekarang masuk ke bagian yang paling penting buat para pelari GPS. Karena masalah pelari itu biasanya kalau misalkan udah lari tiba-tiba sinyal lost terus tiba-tiba datanya hilang enggak akurat. Wah itu seolah-olah lari kita tadi seolah-olah enggak pernah ada dan itu bikin nyesek. Nah, Huawei kayaknya sadar akan hal itu. Jadi, dia upgrade di bagian GPS dengan tiga fitur baru. Yang pertama ada namanya 3D floating antena desain. Yang cara kerjanya itu antenanya diposisikan di atas komponen internal semua. Jadi, enggak di dalam yang fungsinya karena kalau di dalam itu kan mesin-mesin itu bising dan mengganggu sinyalnya. Nah, kalau di atas sinyalnya bisa lebih kuat. Kedua, ada enam satelit positioning. Jadi, ada GPS, ada Gleonas, ada Galileo, Bau, dan semua GPS satelit yang ada itu dimasukin ke sini, akhirnya positioning-nya lebih akurat. Jadi, karena ada enam sistem, jadi kalau yang satu lemah, lima lainnya backup, dua lemah, tiga lainnya backup yang ya intinya posisinya jadi lebih akurat, lebih serius emang Huawei di Watch GT [musik] runner 2 ini. Yang ketiga ada HDR Inertial Navigation. Ini yang paling menarik ya, karena kalau kalian lewat underp atau terowongan di mana sinyal GPS itu biasanya mati, sensor cao, dan akselerometer di dalam jam ini bekerja untuk memprediksi posisi kalian berdasarkan gerakan tubuh. Jadi, rute kalian itu enggak bohong dan tetap nyambung. Dan di di KID itu kan ada satu pelari ya, cuman Ari doang. Dan kemarin Ari juga udah nyoba ini. Dan kalian lihat aja datanya di layar kalian. Dan hasilnya ini kita bandingkan langsung loh ya dengan Garomin Forunner 970. Dan kalian bisa lihat sendiri aja perbedaan akurasinya di layar ketika lewat terowongan, bypass, dan [musik] ganggang kecil. Pokoknya untuk jalan jalan yang rumit si Huawei GT Runner 2 masih on track dibandingkan sama Garmin Forunner 970 yang terkadang sinyal GPS-nya meleset. Soal hard rate, si Huawei Watch GT Runner 2 ini juga punya yang namanya True Sense System yang dikombinasikan dengan NPU dan AI algorithm. Akurasinya itu diklaim sampai 98% dan ini juga kita uji langsung pakai Polar H10 Hrid Strap yang udah dikenal sebagai [musik] gold standar untuk pengukur detak jantung. [musik] Dan sekarang kita masuk ke fitur yang paling saya suka dari Watch GT Runner 2 ini namanya itu intelligent marathon mode. Jadi kita kayak punya private coach tapi enggak usah bayar per bulan yang dia bikinin kita program latihan khusus yang tahu kapan kita harus push lebih keras dan kapan harus istirahat. Jadi cara kerjanya buat kalian yang mungkin pengen mulai lari buka aja aplikasi Huawei Health, terus masuk ke menu exercise pilih outdoor run terus pilih AI running plan. Di sini ada pilihan mulai dari 5K sampai full maraton 42K. Kalian tinggal pilih target terus jawab beberapa pertanyaan soal kondisi fisik dan jadwal latihan. Dan program latihan personal kalian langsung jadi secara otomatis. Yang lebih canggih lagi kalau misalkan kalian bolos latihan entah itu karena kerja macet atau sakit atau jujur aja karena malas programnya otomatis menyesuaikan diri. enggak nge-judge, enggak marah-marah, langsung diedul sama dia. Kalau kemampuan kalian ternyata lebih bagus dari perkiraan atau sebaliknya kemampuan kalian itu kurang, ya dia bakalan adaptif, menyesuaikan lagi sama tingkat kemampuan kita. Ada juga fitur event assistant, kalian bisa cari event maraton internasional, set target dan go kalian, dan GT Runner 2 otomatis bikin program latihan sampai hari Hombak. Tinggal ikutin aja programnya, enggak perlu pusing, mikir, atau cari sendiri. Buat kalian yang ngejar PB atau personal base, si runner GT2 ini juga udah berkolaborasi dengan NN running team ya. Tim lari milik Elliot Keep [musik] Chuch tadi dengan pemegang rekor dunia maraton. Artinya dia punya algoritma yang sama dengan punyanya Elliot Kipch tadi. Jadi ada yang namanya running power. Berapa energi yang kalian keluarkan setiap detik saat lari. Terus ada RAI atau running ability index. Skor keseluruhan efisiensi lari kalian semakin tinggi semakin efisien. Terus ada Lctat Results. Ini kayak endurance seberapa kuat kita lari dari kemampuan tubuh kita berapa jaraknya. Plus ada performance prediction. Jadi GT Runner 2 ini bisa ngeramal waktu finish kalian bisa di 5K, 10K, half maraton atau sampai full maraton berdasarkan data lari-harian yang udah kalian masukkan ke Huawei Watch GT Runner 2. Jadi benar-benar si Huawei Watch GT2 ini menurut saya terlalu niat bikinnya ya. Ini tadi waktu untuk preparation aja. Nah, sekarang kalau kita masuk ke race di atau pas event-nya kita bakalan butuh informasi yang cepat, jelas, dan langsung ke poinnya. Nah, si GT Runner 2 ini punya tampilan race yang didesain langsung sama NN Running Team tadi. Jadi, angka pace ditampilin sangat besar dan dominan. Karena saat lari kencang, selain ada cewek lewat, mata kita itu juga susah fokus untuk lihat angka yang kecil di jam. Ada juga virtual pacer yang ngasih notifikasi kalau pis kalian terlalu lambat atau terlalu cepat dari target. Dan ada yang namanya Smart Reful Reminder. Ini kayak sebuah pengingat. Biasanya kan kalau kita lari itu lupa minum ya. Nah, ini kita diingatin terus sama dia biar kita ggak dehidrasi. Nah, setelah ris kita itu butuh yang namanya istirahat ya. Nah, si Huawei ini punya yang namanya 247 health monitoring. Mulai dari sensor HRM, SP2, HRV, ECG, semuanya lah diborong sama Huawei ini. Fungsinya untuk meminimalkan resiko yang mungkin terjadi. Jadi caranya cukup pegang elektroda samping selama 30 detik untuk tahu hasil [musik] data ECG-nya. Enggak ketinggalan si Huawei Watch GT Runner 2 ini juga support plus wave aritmia analisis seperti seri GT sebelumnya. Kenapa harus dipantau terus? Karena biasanya pelari-pelari itu kan juga pekerja ya. Kenapa mereka lari? biasanya untuk ya melampiaskan stres di kerjaan. Jadi biasanya Sabtu itu prepare, Minggu event, Seninnya kerja lagi. Nah, itu kan tingkat stresnya bisa tinggi ya. Makanya di Huawei GT Runner 2 ini masih ngasih stress tracking nonstop lewat sensor HRV untuk mendeteksi kapan kita sedang tertekan atau stres. Terus pas tidur kita juga bisa dimonitoring juga karena fitur slip tracking-nya juga banyak banget kayak deep slip, RAM, light slip. Terus dia juga bakal ngasih tahu tidur kita itu berkualitas atau masih kurang. Kalau misalnya skor tidurnya itu kurang, kita gak bakal dianjurin buat lari sama dia. Nah, yang saya suka walaupun health monitoring, slip monitoring, terus GPS-nya nyala, Huawei Watch Runner GT2 ini baterainya awet. Biasanya orang-orang itu bilang Sportwatch itu baterainya lebih awet ya, kayak Garmin atau Coros. Tapi si Garmin Forunner 970 itu cuma bertahan sekitar 26 jam buat continuous GPS-nya. Sementara GT Runner 2 Huawei ini bisa tembus 32 jam. Tapi sebenarnya buat apa ya smartwatch itu butuh GPS selama 32 jam? Wah, kalian enggak tahu aja ya kalau misalkan orang itu lagi trail run biasanya eventnya itu bisa sampai 24 sampai 30 jam. Jadi memang butuh selama itu. Huawei Watch GT RAR 2 ini juga bisa bertahan sampai 14 hari untuk pemakaian ringan padahal kapasitasnya cuma 540 mamp. Terus namanya boleh Huawei Watch GT Runner 2, tapi sebenarnya dia bukan cuma buat running aja. Smartwatch ini sebenarnya punya fitur spotwatch yang allrounder yang bisa kalian siksa dari gunung sampai ke laut. Karena dia juga bisa diajak diving sampai kedalaman 40 m. Kalau kalian bosan lari [musik] terus pengin golf. Dia juga punya fitur golf yang punya map 17.000 golf map dengan 3D view yang udah ada 100 mode workout juga kayak di seri GT sebelumnya. [musik] Terus beda dengan Apple Watch Ultra di mana dia fiturnya bakal lebih optimal kalau disambungkan ke Apple. Huawei ini enggak kalian mau sambungin ke iOS, ke Android atau ke Huawei sendiri, harmony OS itu sama-sama optimal. Buat kalian pemuja Strava juga berbahagialah karena pas finish lari datanya itu langsung sinkron ke Strava secara otomatis. Mulai dari rute lari GPS, grafis detak jantung sampai p lari semuanya pindah dengan mulus. [musik] Karena Strafa ini kan validasi buat para pelari ya. Kalian sering banget kan dia itu larinya kayak sebentar aja tapi tiba-tiba strafannya bisa 10 kilo gitu. Nah, itu biasanya pakai joki sih. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja review dari Huawei Watch GT Runner 2. Sekarang dengan fitur seabrek itu tadi. Pertanyaannya dia buat siapa sih? Yang pertama kalau kalian pelari pemula, GT Runner 2 ini adalah investasi terbaik karena ada intelligent maraton mode dan AI running plan yang bantu kalian mulai lari dengan benar. bukan asal lari terus akhirnya cedera. Terus kalau kalian pelari pro yang kayak ngejar personal base, matrik canggihnya kayak running power, led result, dan performance prediction-nya bisa kasih data yang selama ini cuma ada di sportwatch mahal. Terus kalau kalian lari itu cuman gara-gara FOMO juga masih cocok, gas beli aja karena minimal data lari kalian bakal kelihatan lebih profesional di Strava. Dari sisi hardware, desainnya sporty, materialnya titanium, ringan, layarnya terang 3.000 nit, kacanya kunlon glass, software-nya GPS-nya akurasi tinggi, hard monitoring ada, ekosistemnya juga lengkap. Dan soal harga, jujur saya belum tahu harga pastinya berapa, tapi Huawei bilang sih bakalan di kisaran 7 sampai R8 jutaan. Jadi mirip-mirip sama Garmin 265. Tapi kalau kita lihat fiturnya sih mirip-mirip sama Garmin Fordunner 970 yang harganya itu sekitar Rp jutaan, selisih R juta lumayan. Dan setiap pembelian GT Runner 2 itu udah termasuk langganan Huawei Health gratis selama 12 bulan yang berisi training plan tadi, master class, dan program latihan lengkap dari instruktur profesional. Dan GT Runner ini bisa kalian beli mulai 15 April 2026. Dan seperti biasa ya link pembeliannya di saya taruh [musik] di kolom deskripsi aja lah. and see you on the next video. Bye bye.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Perdebatan mengenai jam pintar terbaik tampaknya memasuki babak baru lewat kehadiran Huawei Watch Ultimate 2, sebuah perangkat yang berani mendobrak batas premium...
Kehadiran Huawei MatePad Mini sukses memberikan angin segar di tengah tren pasar yang dipenuhi tablet berukuran raksasa. Membawa dimensi super tipis dan panel...
Mencari gawai ringkas yang benar-benar bisa diandalkan untuk mobilitas ekstrem kini bukan lagi sekadar angan. Lewat gebrakan layar Flexible OLED PaperMatte yang...
Huawei kembali menggebrak pasar tablet lewat gebrakan yang membuat para kompetitornya, termasuk lini iPad Mini, harus waspada. Melalui dimensi super ringkas dan...
Di tengah obsesi industri teknologi pada layar raksasa, kehadiran tablet seberat 260 gram ini menjadi anomali brilian bagi kaum bermobilitas tinggi. Ulasan HUAWEI...
Kehadiran HUAWEI MatePad Mini membawa kejutan tak terduga di segmen tablet ringkas yang selama ini nyaman dikuasai oleh iPad Mini. Bersembunyi di balik dimensi...
Membuat konten liputan di lapangan sendirian tanpa bantuan kru sering kali menjadi momok bagi para kreator, terutama dalam menjaga kualitas visual dan audio agar...
Pasar ponsel lipat mendadak gempar lewat gebrakan Huawei yang sukses mencuri start dari Apple lewat lini terbarunya, Pura X Max. Kehadiran gawai futuristik ini...
Tren berolahraga luar ruangan kini memicu pergeseran minat dari TWS konvensional ke perangkat Open-Ear Headphones (OWS) demi faktor keamanan dan kenyamanan telinga....
Mencari smartwatch ideal di rentang harga 3 jutaan sering kali berujung pada kompromi antara fitur kesehatan yang akurat atau desain yang modis. Namun, Huawei Watch...
Pasar smartwatch kembali diguncang oleh lini terbaru Huawei yang berani menyematkan fitur pelacakan kesehatan tingkat lanjut, termasuk indikator risiko diabetes. Di...
Dunia wearable baru saja kedatangan standar baru lewat kehadiran lini Huawei Watch Fit 5 Series yang diklaim mampu mendeteksi risiko diabetes secara dini. Jam...
Pasar smartwatch kelas menengah kembali diguncang oleh kehadiran perangkat terbaru Huawei yang berani menantang dominasi Apple Watch dengan harga jauh lebih ramah...
Pasar smartwatch premium kini kedatangan penantang serius yang siap mengacak-acak dominasi merek besar lewat lini HUAWEI WATCH FIT 5 Series. Perangkat cerdas ini...
Kehadiran Huawei Watch Fit 5 Pro menandai babak baru dalam evolusi perangkat sandang kesehatan dengan membawa fitur pemantauan risiko diabetes langsung ke...

















