Jungkat

Punya Laptop AMD AI?! ini Fitur Rahasia yang jarang dibahas! (YouTube Video)

  • 29/09/2025

Sini deh, di depan saya ini ada laptop Asus. Tapi kita sedang gak bahas laptopnya, tapi kita mau eksperimen nih. Lebih tepatnya kita akan eksperimen mengenai prosesornya. Karena prosesor yang terpasang di laptop ini tu spesial dan gimana korelasinya dengan Microsoft Copilot Plus? Yuk, sekarang kita bahas. Mungkin kalau kita ngomongin copilot plus, kalian sudah cukup banyak tahu, bukan plus-plim kalau kalian pijit bisa jadi enak gitu ya. Tapi di dalam laptop ini sudah banyak banget fitur yang bakal bantu kalian mengenai produktivitas entah itu ngerjain tugas-tugas atau yang berhubungan dengan kreatif. Salah satu contohnya ada cocreation. Copilot Recall, Click To do, dan masih banyak lagi. Dan semua fitur itu berjalan salah satunya berkat prosesor pintarnya yaitu AMD Ryzen AI series. Dan gimana cara kerjanya? Yuk, daripada kalian penasaran, sekarang kita ulik satu persatu. [Musik] Jadi prosesornya dia pakai Ryzen 5 AI 340 dengan basis Zen 5. Jadi prosesor ini itu salah satu dari sekian banyak lini prosesor dari Ryzen AI300 series. Selain prosesornya yang kencang, dia juga sudah punya NPU dengan basis XDNA2 dengan 50 tops. Nah, kalau kita ngomongin prosesor dengan 50 tops itu sebenarnya udah banyak banget karena sertifikasi copilot plus PC itu minimal harus punya kurang lebih sekitar 40 tops. Ini 10 tops lebih banyak dan enggak ketinggalan integrated GPU-nya dia pakai AMD Radeon 840M yang sudah support FSR 3.1 dan juga enggak ketinggalan AFMF 2.0. Dan salah satu keunggulan untuk integrated GPU-nya kalau kita ngomongin VRAM nih ya. Nah, untuk VRAM-nya itu bisa di-setting sampai bisa dua, bisa empat tergantung konfigurasi dari pabrikan ya. Dan ini jelas lebih besar daripada settingan dari sistem Windows-nya sendiri. Nah, kalau kita ngomongin Viram sebenarnya itu juga ada pengaruhnya dengan per AI computing karena semakin gede VR RAM-nya itu AI computing-nya akan jauh lebih efisien. Dan semua itu kalian bisa atur menggunakan software AMD Adrenalinnya. Selain 50 tops-nya tadi, prosesornya dia menggunakan Ryzen 5 AI 340 seperti yang saya sebutkan tadi dengan 6 core 12 red dengan maksimal turbobus sampai 4,8 GHz plus L3 case-nya ini super gede 16 MB. Nah, sedikit penjelasan mengenai L3 case. Kalau kita ngomongin L3 Case itu penyimpanan yang super cepat, lebih kencang berkali-kali lipat dibandingkan RAM. Jadi kalau kalian sering menjalankan sebuah software atau perintah daripada prosesornya harus bolak-balik ambil keram, dia disimpan di L3 Case sehingga proses multitasking-nya dan proses eksekusi datanya itu jauh lebih kencang. Kalau untuk prosesornya sendiri dia keluaran tahun 2025 jadi keluaran terbaru. Jadi cukup future proof kalau kalian pakai untuk beberapa tahun ke depan. Dan karena variabel grafic memory-nya juga di prosesor atau integrated GPU-nya itu bakal mumpuni banget kalau kalian pakai untuk rendering atau bahkan bermain game. Enggak cuman itu ya kegiatan perian duniawi bakal sangat kebantu juga. Nah, karena virtual graphic memorinya bisa kalian atur, RAM-nya juga harus gede. Dan laptop yang kita tes kali ini menggunakan RAM 16 GB itu sudah lebih dari cukup dan storage-nya dia pakai 512 GB dengan NVME Gen 4 yang pastinya speed-nya bakal kencang juga. Dan enggak usah lama-lama, kita akan tes pengujian performance di laptop ini. Dan pada settingan di adrenalinnya, untuk pengaturan Viramnya kita buat auto. Jadi secara otomatis dia akan ambil setengah dari total RAM yaitu 8 gig. Game yang pertama, Valoran kita dapat rata-rata di 168 FPS dengan drop-dropnya paling sedikit di 129 FPS dengan maksimal FPS yang kita dapat, wah ini gila di 253 FPS dengan setting low dan resolusi FHD. Lanjut ke Dota 2 dengan setting resolusi FHD dengan grafic kita dapat di sekitaran di 82 FPS dengan maksimal di 117 FPS dan paling dropdopnya di 63 fps. Lanjutnya ke Cyberpunk 2077 game yang sangat GPU bon banget dan virAMP-nya kita up sampai 4 gig. Dengan grafik low dan resolusi FHD kita dapat rata-rata di sekitaran 20 FPS dengan maksimal di 24 fps. Tapi kalau AFM F2.0-nya O-nya kita buat on, frame generation-nya kita buat on, dan FSR-nya kita buat performance. Naik kurang lebih sekitar 8 FPS dengan rata-rata 28 FPS dengan maksimal di 36 FPS. Kalau kalian turunin dikit di setting SD harusnya jauh lebih enak sih mainnya. Lanjut ke Black Meet Wukong. Ini juga game yang mirip-mirip seperti Cyberpunk 2077. Dengan setting FSR kita buat off dan AFMF kita buat off. Di resolusi FHD dan grafik low, kita masih dapat di sekitar 23 FPS dengan maksimal di 30 FPS. Tapi kalau FSR-nya kita buat on dan AFMF-nya kita buat on juga, tetap dengan grafik lu ya, dengan FHD juga. Dan FPS-nya naik lumayan signifikan sampai dengan rata-rata di 36 FPS dan maksimal di 40 fps. Jadi beneran ya untuk frame generation atau AMD Flute motion frame-nya itu juga bisa bekerja dengan cukup baik. Lanjut ke pengujian cintetisnya. Kita mulai dari R15. Kita coba running 10 kali dan rata-rata kita dapat hasil yang sangat-sangat stabil dengan skor di 1935 poin dengan single core di 290 poin. Nah, saat colokannya kita lepas atau batery only, kita rata-rata dapat di 1530 poin dengan single core-nya di 199 poin. Sebenarnya kalau kita lagi jalanin R15 dan kita looping sampai 10 kali, sebenarnya itu representasi dari stress test. Dan suhunya gimana? Bisa dikatakan suhunya cukup adem dan tidak ada throtling sama sekali. Terbukti juga dengan hasil yang sangat stabil. Suhunya maksimal ada di sekitaran 95 sampai 100 derajat celcius. Itu masih bisa di-cover oleh prosesornya dengan TDP maksimal sampai 60 wat. Lanjut ke pengujian sintetis R23-nya. Pada pengujian 10 kali rata-rata kita dapat di 12.045 poin dengan single core di 1897. Dengan bater only kita dapat rata-rata di 10.421 poin dengan single core di 1325 poin. Ya, sebenarnya hasilnya mirip-mirip seperti simulasi di R15-nya. Nah, sekarang kita coba lihat kemampuan dari prosesornya atau AMD Ryzen 5 AI340 kalau dipakai untuk rendering. Dimulai dari Premiere 4K dengan scene yang biasa kita pakai dan hasilnya cukup kencang untuk sebuah prosesor non hard series atau nonprosesor gaming di 5 menit 40 detik. Dan saat kita ubah ke FHD itu jauh lebih kencang juga pastinya di 3 menit 42 detik. Nah, yang cukup mencengangkan adalah saat posisi VAM-nya kita buat auto dan kita pakai untuk render 3D. Pada simulasi Blender BMW di CPU rendernya kita dapat di 3 menit 22 detik dan GPU-nya di 3 menit 20 detik. Kebanyakan laptop itu kalau kita pakai rendering video dan rendering 3D, jelas 3D akan butuh waktu jauh lebih lama. Tapi di prosessor Ryzen 5 AI340 ini cukup kencang loh. Surprisingly kita juga udah coba AI scene detection pas ngedit dan cukup ngebut prosesnya. Cocok bangetlah buat para editor yang sering dikejar-kejar sama deadline. Nah, gimana kalau kita ngomongin efisiensi daya dari prosesornya? Ya memang tiap-tiap beda punya kapasitas ee baterai yang beda-beda. Tapi baterai di laptop ini sebenarnya kita ngomong gede-gede banget juga enggak. Nah, pada pengujian kita di modern office, jadi itu mensimulasikan seperti kalian kerja kantoran dan hasil yang kita dapat lebih dari 8 jam. Jadi, at least kalau kalian pergi ke kantor enggak perlu repot-repot bawa charger. Apalagi di seri-seri bisnis yang biasanya punya kapasitas baterai jauh lebih gede. Selanjut sekarang kita akan uji mengenai AI on device-nya. Jadi, perpaduan antara CPU, GPU, dan NPU-nya. Jadi AMD ini jujur aja agak-agak ngecheat karena pada pengujian kita di Mus AI dengan ya kita bandingkan dengan kumbu sebelah atau kubu biru dengan prosesor yang per AI-an juga dengan harga yang mirip-mirip. Pada pengujian di stable Divusion XL Turbo di prosesor sebelah itu menyelesaikan dalam waktu 17,6 detik. Tapi di prosesor Ryzen 5 AI340 ini dengan prom yang sama persis mampu menyelesaikan dalam waktu 11,7 detik aja. Nah, dengan prosesornya tadi itu sudah cukup banget untuk menjalankan AI on device seperti yang kita coba di MUS AI atau AI Cloud. Dan kalau kita ngomongin AI Cloud plus sistem operasi kalian Windows 11, ingat ya Windows 11 ya kalau kalian pakai Windows 10 atau di bawahnya segera update. Karena memang pada akhir tahun ini untuk support Windows 10 ke bawah itu akan dimatikan oleh Microsoft. Nah, kalau Windows 11 kalian bisa nikmatin banget fitur-fitur pintar dari Microsoft khususnya di laptop ini yang sudah punya sertifikasi copilot plus. Yang pertama ada Creation. Harusnya kalian tahulah ya karena memang cukup familiar karena ini salah satu fitur pertama yang dikeluarkan oleh Microsoft Copilot Plus. Nah, kalau kalian merasa enggak bisa gambar, kalian tinggal gambar asal-asalan aja di PIN. Contohnya kalau kalian gambar ee mobil ini dan dirasa jelek, kalian tinggal tuliskan aja prom-nya seperti a white fan dan tiba-tiba akan jadi cakep kayak gini. Jadi enggak ada lagi tuh alasan kalian enggak bisa gambar. Sekarang tinggal pintar-pintar imajinasi kita untuk buat promnya aja. sehingga kalian bisa menghasilkan karya yang jauh lebih cakep. Enggak ada lagi tuh yang namanya enggak PD. Fitur yang kedua ada Live Caption. Kalian bisa pakai untuk nonton film. Kalau misal kalian lagi nonton film Korea dan enggak tahu si doi ngomongin apa, tinggal aktifin eh live caption aja dan secara otomatis caption dalam bahasa Inggrisnya akan muncul. Atau kalian lagi dengerin atau datang ke meeting online dalam bahasa lain atau bahasa Inggris dan kadang-kadang kan kalau kita ngomongin meeting itu suaranya ada yang pelan, lalu juga ada yang enggak jelas. Nah, kalau kalian aktifin live caption itu semuanya akan jauh lebih gampang. Kalian tinggal baca tulisan yang ada di atas saja. Ya, intinya live caption ini bakal bantu di segala kondisi. Tapi ingat ya, sementara dalam bahasa Inggris. Next, mungkin kalau ada bahasa Indonesia bakal jauh lebih cakep lagi ya. Itu masukan buat Microsoft. Lanjut ke fitur yang 100% bakal kepakai Studio Effect. Nah, di fitur ini saat meeting kalian bisa kelihatan jauh lebih proper dan lebih profesional. Nah, kalian gak pengin kan kelihatan kalau di belakang seperti ini atau di kamar kalian berantakan dan bocor saat kalian meeting atau saat lagi mimpin itu bakal jadi bencana banget. Nah, dengan Studio Efect kalian bisa buat background-nya lebih blur, lalu bisa ganti remove background juga. Dan enggak ketinggalan buat kalian yang kadang-kadang enggak fokus dengan meeting-nya kalau bahasa jawanya itu jelalatan matanya. Nah, dengan e contact seolah-olah mata kalian itu akan terus menatap ke layar. Nah, yang terakhir di studio effect itu ada auto framing. Jadi, kadang-kadang kan kalian kalau misal meeting gerak sana gerak sini. Nah, dengan auto framing itu membuat posisi kalian akan terus berada di tengah. Contohnya kayak gini, Guys. Nah, Studio Efect sendiri bukan fitur terakhir yang ada di Copilot Plus PC. Ada salah satu fitur yang bakal kepakai banget khususnya buat kalian yang gampang lupaan atau pelupa seperti saya yaitu Copilot Recall. Nah, pernah enggak sih kalian searching-searching atau cari-cari dokumen atau cari-cari file minggu lalu atau kemarin deh dan tiba-tiba kalian butuh hari ini. Kemarin sih enggak butuh, tiba-tiba hari ini butuh. Nah, dengan copilot recall kalian tinggal search berdasarkan kata kunci atau clue-clue untuk kalian bisa me-refresh kembali apa yang kalian browsing kemarin. Nah, Copilot Recall ini seperti kita punya asisten pribadi atau memori pribadi atau otak pribadi kita letakkan di laptop ini yang bakal ngebantu kalian untuk nge-recall kembali apa yang sudah kalian cari, apa yang sudah kalian kerjakan kemarin-kemarin. Bahkan kalau kalian sedang cari-cari image pada saat itu dan di image tersebut ada tulisannya kan AI-nya bisa nge-generate tulisan itu dan kalian bisa cari di kolom search-nya. Jadi secara otomatis enggak cuman tulisan aja yang bisa cari gambar pun bisa. Ada satu lagi yang kelewat yang mungkin ini bisa jadi fitur baru dari Copilot Plus PC dan harusnya cukup berguna juga. Namanya Copilot Click to do. Seperti yang saya omong tadi, seperti di thumbnail ada tulisan tertentu dan kalian pengin nge-save atau ngambil tulisan tersebut daripada cuman dipotong doang atau diketik di copilot click kalian bisa copy tulisannya. Caranya gampang banget, tinggal pencet shortcut Windows Key dan kalian bisa langsung copy text-nya walaupun file aslinya itu image. Nah, copilot click to do ini juga bisa dipakai untuk iris objek pada gambar yang ingin kalian save. Blur background di gambarnya juga bisa sampai removeground pun juga bisa. Dan yang terakhir ada fitur yang namanya voice access. Jadi fitur ini kalian bisa merintah laptopnya hanya dengan suara aja. Tapi fitur ini sebenarnya belum 100%. Tapi kalau sudah 100% kalian bakal kebantu banget. Hanya dengan ngomong doang dia bisa menjalankan perintah. Kalau kalian angkatan-angkatan tua seperti saya, kalau kalian ingat Zordan what di Power Rangers ya kurang lebih seperti itulah. Buat teman-teman yang gak tahu gimana sih cara kerja Cilot Plus atau AI di sebuah laptop. Nah, kalau kalian tahu komponennya ada CPU, ada GPU, dan juga ada NPU. Nah, apakah bisa untuk AI-nya dikerjakan oleh CPU dan GPU? Jawabannya bisa, tapi tidak efisien. Yang pertama karena memang CPU dan GPU fungsinya bukan untuk hal seperti itu sehingga kerja mereka atau load mereka akan jauh lebih tinggi. Dengan load mereka yang jauh lebih tinggi, otomatis konsumsi dayanya akan juga tinggi dan akan boros baterai. Nah, dengan NPU, beban kerja CPU dan GPU-nya lebih rendah dan efisiensinya karena semua pengodingan NPU-nya khusus untuk mengerjakan AI itu jauh lebih cepat, jauh lebih efisien, dan dayanya juga jauh lebih rendah. Nah, kalau gak percaya kalian coba deh saat melakukan proses background remover lalu AI on device, kalian juga aktifkan Studio Effect dan kalian coba buka di Task Manager. Kerja NPU akan terlihat di situ. Dan kalian juga lihat untuk CPU dan GPU-nya juga untuk load-nya tidak akan sebesar biasanya. Jadi, perpaduan antara Ryzen AI ditambah dengan Copilot Plus PC itu menghasilkan sesuatu yang lebih efisien dan jauh lebih baik dibandingkan laptop sejenis yang tidak punya MPU. Buat kalian yang penasaran kita pakai laptop apa, ini adalah M1407KA yang harganya itu cuman R jutaan kecil. Ingat ya, laptop R jutaan belum tentu punya NPU. Dan seperti yang saya omong tadi, prosesornya pakai Ryzen AI yang keluaran tahun 2025. Jadi seenggaknya untuk beberapa tahun ke depan cukup future proof. Paling enggak kalian pakai 5 tahun masih oke lah ya. Oke, sekarang kita masuk ke kesimpulan. Dari sekian banyak percobaan tadi, banyak banget fitur-fitur yang kalian bisa gunakan di Copilot Plus PC-nya. Ditambah lagi processor Ryzen AI-nya bisa mengoptimalkan laptop ini. Perpaduan keduanya itu yang bikin laptop ini siap banget untuk dipakai produktivitas, dipakai main nge-game, untuk edit-edit, untuk rendering juga mantap. Nah, buat kalian yang masih pakai Windows 10 siap-siap harus segera kalian update ke Windows 11 atau yang masih pakai Windows XP, Windows 7, mending beli laptop baru sih. Kalau itu beli laptop ini yang pakai Ryzen 5 AI. Singkatnya, perpaduan keduanya bakal membuat kalian jauh lebih produktif.

Lihat di YouTube